PREV :
Sehun membuka matanya dan mengamati Kyungsoo. Mata Kyungsoo tertutup dan Kyungsoo memiliki ekspresi di wajahnya yang Sehun tak pernah lihat pada wajah wanita lain. Kyungsoo begitu cantik dan Sehun tak dapat menghentikan dirinya dari meraih dan menekankan jarinya ke clit Kyungsoo.
Sehun merasakah gelombang panas lain berasal dari Kyungsoo dan Kyungsoo mulai menunggangi Sehun dengan liar, Suara yang keluar dari Kyungsoo seperti musik termanis dan terhebat di telinga Sehun.
"mmmm." Mulut Kyungsoo tertutup dengan garis seperti menyerap konsentrasi dari diri Kyungsoo dan Kyungsoo mulai mendesah dengan keras, cukup keras untuk membuat Sehun terbakar. Sehun mencengkeram pinggul Kyungsoo dan mulai memompa Kyungsoo. Memompa Kyungsoo naik dan turun sampai Kyungsoo menjerit dan tubuhnya mengeras. Mata Kyungsoo terbuka dan Kyungsoo memandang kepada Sehun, Kyungsoo tekejut yang terlihat seperti keseganan di wajahnya.
Sehun mencengkeram Kyungsoo dengan erat dan pandangan Sehun jatuh ke mata Kyungsoo saat Sehun bergabung dengan Kyungsoo dan melampaui batasan ke dalam pelepasan manis... pelepasan yang begitu manis.
.
.
Kyungsoo's Surrender (REMAKE)
HunSoo Version
.
.
Original Story Sarah's Surrender
by. Lydia Chance
.
.
Cast :
Sehun
Kyungsoo (GS)
Other Cast (Temukan sendiri ^^)
.
.
Genre :
Romance, Mature
.
.
Bab 8
.
.++.
Sehun keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambutnya dengan handuk dan berhenti di samping tempat tidur. Sehun meraih ke bawah dan memukul pantat Kyungsoo, cukup kuat untuk mendapatkan perhatian Kyungsoo, cukup kuat untuk terasa menyengat. Kyungsoo meringis, kaget dan membalikkan badannya, denyut nadi Kyungsoo berdetak cepat dan Sehun dapat melihatnya lewat tenggorokkannya yang putih dan indah. Kyungsoo berkedip dan memandang Sehun dengan ekspresi hati-hati.
"Bangun," Suara Sehun masih malas dari semalam.
"Ok." Kyungsoo berkata pelan dengan nada bertanya.
"Berpakaian. Kita akan pergi ke San Antonio."
"Kenapa?" Kyungsoo bertanya pada Sehun dengan lembut.
"Kita punya janji dengan seorang dokter di sebuah klinik pribadi di sana. Kita harus meningkatkan level hubungan kita,"
"Maaf?" Kyungsoo marah dan tidak terlihat meminta maaf pada Sehun. "Untuk apa?" pertanyaan Kyungsoo selanjutnya menjadi tajam.
"Kita akan menjalani tes."
"Tes?"
"Kau tampaknya tidak mempercayaiku sementara hal itu sangat penting sayang, ketidakpercayaan ini tidak bisa berlangsung selamanya."
"Selamanya?" Kyungsoo bertanya.
"Hanya kata kiasan sayang. Kita harus berhenti menggunakan kondom. Hari ini. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Berpakaianlah."
"Kau tidak bisa saja_"
"Ya. Aku bisa saja. Aku baru saja. Tidak ingin mendengar omong kosong soal ini. Mari kita tidak membuat hal ini jadi pertengkaran di antara kita atau sejenisnya. Berpakaianlah."
Sehun mengamati Kyungsoo dan menunggu bagaimana percakapan ini akan berlanjut. Sehun harus melakukan ini dengan lancar. Sehun ingin ini berlangsung dengan lancar.
Akhirnya, Kyungsoo beranjak dari tempat tidur dan kakinya menyentuh lantai. Kyungsoo tetap memandang Sehun sementara dia membuka lemari pakaiannya dan mengeluarkan beberapa potong pakaian. Memegang pakaian di depannya lalu menuju kamar mandi, Kyungsoo tidak melepaskan pandangannya dari Sehun saat melakukan itu semua.
Akhirnya, Kyungsoo masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu di belakangnya, dan Sehun menarik nafas dalam-dalam yang tampak sebagai kelegaan.
.
.
.++
Mereka tidak banyak bicara selama perjalanan ke San Antonio. Sehun tidak terlalu perduli, Sehun hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini.
Semua yang menjadi keperdulian Sehun adalah kepuasan Kyungsoo dengan bukti pemeriksaan kesehatan bahwa Sehun bersih, lalu membawa Kyungsoo pulang dan tenggelam ke dalam diri Kyungsoo, secara total, secara fantastis, tanpa pengaman. Tangan Sehun mengepal pada kemudi saat Sehun menikmati pemikiran apa yang akan, Sehun tahu, pemikiran ini sebuah tindakan kepemilikan. Sehun menginginkan Kyungsoo, Benar. Sangat ingin.
.
.
.++
Sehun duduk di ruang tunggu dan dia merasa sangat lama. Darah Sehun sudah diambil, Sehun harus membayar ekstra untuk meminta agar hasil pemeriksaan langsung keluar, dan sekarang dia mempunyai hasil pemeriksaan yang dia butuhkan. Sehun benar-benar tidak ragu. Kyungsoo adalah wanita pertama yang pernah Sehun pikirkan untuk mengambil resiko dengan bercinta tanpa kondom. Dan sekarang Sehun tidak harus mengambil resiko itu.
Setengah jam kemudian, pintu terbuka dan Kyungsoo akhirnya keluar. Sehun memandang Kyungsoo dan tahu ada sesuatu yang salah. Kyungsoo pucat, gemetar dan Sehun dapat melihat mata Kyungsoo berkilauan dengan airmata yang ditahan. Apa yang terjadi di dalam sana? Sehun tidak sedetik pun berpikir bahwa hasil pemeriksaan Kyungsoo negatif; Sehun tidak tahu kenapa, ini tidak masuk akal, tapi Kyungsoo seperti meradiasikan sesuatu yang Sehun tidak bisa jelaskan.
Benar Kyungsoo 27 tahun, jelas Kyungsoo bukan seorang perawan, tapi kebaikan yang Kyungsoo perlihatkan tampak seperti kebajikan yang tidak mungkin disentuh oleh sesuatu yang buruk seperti penularan penyakit seksual. Tentu Sehun tahu pemikiran seperti ini tidak masuk akal, tapi memang begitu.
Saat Kyungsoo melangkah menuju kepadanya, Pikiran Sehun terus mencari alasan lain yang bisa membuat Kyungsoo begitu sedih. Apakah dokter sialan itu menyakiti Kyungsoo? Mengatakan sesuatu yang membuat Kyungsoo sedih? Sehun akan membunuh dokter sialan itu_Sehun akan membuat izin praktik nya dicabut jika dokter sialan itu menyakiti Kyungsoo.
Kyungsoo berdiri di depan Sehun dengan kaki yang gemetar.
"Ada apa?" Sehun mendesis saat meraih tangan Kyungsoo.
Kyungsoo menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Mari kita keluar dari sini."
"Kyungsoo_"
"Tolonglah Sehun. Aku akan cerita di mobil."
Kyungsoo berbalik berjalan menuju pintu dan mulai meninggalkan Sehun. Sehun sudah menyelesaikan pembayaran, jadi Sehun bangkit dari kursi dan menahan pintu terbuka untuk Kyungsoo. Saat Kyungsoo berlalu dari hadapan Sehun dengan berlinang air mata, Kyungsoo tersenyum tipis kepada Sehun yang tampaknya Kyungsoo lakukan untuk membuat Sehun tenang.
Kyungsoo kecewa, tapi pemikiran pertamanya adalah membuat Sehun tenang. Itu keterkejutan tambahan bagi Sehun.
Mereka berjalan ke luar ke arah mobil, berpegangan tangan.
Sehun membukakan pintu mobil, menunggu sampai Kyungsoo masuk dan duduk lalu Sehun menyalakan AC mobil dengan penuh. Mobil Sehun diparkir dibawah pohon yang rindang, sehingga mobil dingin dengan sangat cepat. Sehun tidak menggerakkan mobilnya untuk meninggalkan tempat parkir, tapi Sehun meraih tangan Kyungsoo dan menggenggamnya.
"Ada apa?" Kyungsoo menggelengkan kepalanya lagi dan air mata Kyungsoo mulai mengalir dengan deras. Kyungsoo mengangkat tangannya dan mencoba untuk menghapus air matanya saat Sehun mengamati Kyungsoo, benar-benar kaget. Sehun tidak tahu bagaimana membuat Kyungsoo tenang, dan Sehun mulai merasakan bola besar kemarahan mulai terbentuk di dalam dirinya yang ditujukan kepada orang yang belum dia ketahui siapa yang mungkin telah menyakiti Kyungsoo.
Sehun benar-benar mencoba untuk memberikan Kyungsoo waktu tapi itu membunuhnya. Akhirnya Kyungsoo berpaling pada Sehun.
"Sebenarnya tidak ada yang salah. Lagipula Bukan hal yang baru. Aku bersih."
Kyungsoo memandang kepada Sehun dengan pertanyaan di matanya yang Sehun tahu bahwa Kyungsoo tidak ingin mengatakannya.
"Ya sayang, aku juga bersih." Sehun menjawab pertanyaan Kyungsoo yang tidak dia ucapkan.
"Bagus."
"Bukan hal yang baru? Apa maksudnya?" Sehun bertanya untuk membawa Kyungsoo kembali pada perbincangan awal tadi.
"Aku melanjutkan pemeriksaan tadi, tidak hanya sekedar tes. Karena kita sudah disini aku pikir aku akan melakukan Check up total organ kewanitaanku dan itu sebenarnya pemeriksaan yang harus aku lakukan saat aku kembali ke Dallas nanti." Kyungsoo mengambil nafas sebagai tumpuan dan melanjutkan penjelasannya, "Setelah aku keguguran, Aku mengalami D dan C. Dan itu meninggalkan bekas di dalamku. Tapi dokterku di Dallas tidak tahu separah apa itu, atau dia tidak memberitahuku. Aku baru tahu tadi bahwa akan sulit bagiku untuk memiliki anak lagi." Kyungsoo mengigit bibirnya dan mempermainkan jemarinya sembari memandang ke bawah dengan suara yang gemetar.
"Mungkin aku tidak akan bisa mengandung."
Setelah Sehun mendengar kata 'keguguran', gemuruh kencang mulai terdengar di telinganya dan Sehun hampir tidak bisa berkonsentrasi pada kata-kata Kyungsoo. Dengan berani Sehun berusaha untuk mengumpulkan kekacauannya tapi hal ini merupakan hal tersulit yang pernah dia coba untuk lakukan. Sehun ingin menenangkan Kyungsoo, Sehun kecewa bahwa Kyungsoo sedih tentang masalah kandungan itu, tapi apa yang Sehun rasakan adalah rasa cemburu yang besar. Kyungsoo pernah mengandung bayi laki-laki lain. Sehun tidak bisa mempercayai apa yang dia rasakan. Sehun tahu dia telah marah kemarin malam di Cut-n-Shoot, Sehun tahu dia cemburu. Tapi memikirkan di luar sana ada laki-laki, laki-laki yang telah menempatkan seorang bayi di perut Kyungsoo.
Kecemburuan yang Sehun rasakan hampir terasa menyakitkan; faktanya ini lebih terasa sebagai rasa sakit dari pada rasa cemburu. Sehun tahu perasaan ini tidak rasional, Sehun tahu ini mendekati kegilaan, dan pada akhirnya ini sepenuhnya salah, tapi Sehun tidak bisa menolaknya. Jadi Kyungsoo memiliki masa lalu, dan begitu juga dengan Sehun. Tak ada yang bisa dihindari.
Sehun dengan ganas membawa kepalanya kembali dari pemikiran bodoh itu dan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan dari tadi. Sehun meraih Kyungsoo dan memeluk Kyungsoo dan membiarkannya menangis.
Kyungsoo menangis di bahu Sehun sampai Sehun bisa merasakan kelembapan air mata Kyungsoo di bajunya. Kyungsoo menangis sampai tersedu-sedu, Kyungsoo menangis sampai Sehun merasa khawatir Kyungsoo membahayakan kesehatannya jika dia tidak berhenti menangis. Apakah seseorang bisa terkena dehidrasi jika menangis terlalu banyak seperti ini?
"sayang, berhentilah menangis."
Sehun mengelus punggung Kyungsoo, menyapukan tangannya ke tubuh Kyungsoo.
Kyungsoo mengambil nafas terengah-engah, mengangkat tangannya dan menggosok matanya. Kyungsoo mengambil nafas lima kali, menghirup dan menghembuskan dan akhirnya menjadi tenang. Sehun masih memeluk Kyungsoo, tapi sekarang Kyungsoo hanya bersandar pada Sehun. Kyungsoo sedang bersedih, Sehun bisa menunggu, tapi Sehun harus mengetahui.
"Kau harus memberitahuku." Sehun berusaha untuk menjaga suaranya lembut, tapi Sehun akan mengetahuinya. "Bukan sekarang, tapi nanti. Itu akan membuatmu merasa lebih baik untuk menceritakannya dan aku — Aku harus mengetahuinya."
Mata Kyungsoo bertemu lagi dengan mata Sehun dan sesuatu yang panas melanda mereka. Derita jelas tergambar di wajah Kyungsoo, Tapi sekarang Kyungsoo tampak bisa mengontrol diri dan Sehun mendorong perasaan gelapnya ke belakang otaknya dan mencoba untuk fokus pada apa yang Kyungsoo butuhkan. Sehun menyerang dengan perasaan putus asa; duka yang Kyungsoo rasakan kasar dan primitif dan Sehun tidak tahu apakah dia memiliki sesuatu yang bisa menolong Kyungsoo.
Sehun merasakan kebutuhan mendalam untuk membuat Kyungsoo merasa lebih baik, untuk menghapus apa yang membuat Kyungsoo berada dalam kesedihan yang akut.
"Mari kita pulang."
Sehun berusaha untuk menjaga suaranya tetap datar, untuk menunjukkan kekuatan sehingga Kyungsoo bisa bersandar kepadanya, tapi Sehun begitu khawatir usahanya akan gagal dan Kyungsoo bisa mendengar siksaan dalam suara Sehun. Kyungsoo mengangguk dan menarik diri dari rangkulan Sehun, bersandar di kursinya dan mulai memasangkan sabuk pengaman dengan tangannya yang gemetar. Sehun meraih ke arah Kyungsoo dan menyelesaikan pemasangan sabuk pengaman untuk Kyungsoo dan mencium Kyungsoo dengan lembut di bibirnya.
Sehun mulai mengendarai mobil meninggalkan tempat parkir, membawa mereka menuju jalan raya lalu Sehun mengambil tangan Kyungsoo dan menggenggamnya.
.
.
.++
Kyungsoo tidak ingin menghentikan pembicaraan yang semestinya mereka lakukan. Kyungsoo tahu cepat atau lambat Sehun akan memaksa untuk mengetahui dan Kyungsoo ingin menyelesaikan hal ini. Saat mereka sudah berada 10 mill keluar dari San Antonio, Kyungsoo mulai bicara.
"Aku menikah saat aku 23."
Tangan Sehun menarik tangan Kyungsoo dan Kyungsoo merasakan ketegangan yang Sehun rasakan tapi Sehun tidak mengatakan apa pun.
"Suho satu tahun lebih tua dariku dan dia membuat aku tergila-gila padanya. Versi cepat dari cerita ini adalah aku hamil dalam setahun pernikahan kami dan Suho mulai selingkuh setelah itu. Sial, mungkin bahkan sebelum itu, aku tidak tahu. Itu kehamilan yang berat lalu Suho meninggalkanku untuk perempuan yang dia tiduri. Stress dan lain-lain melandaku, lalu aku kehilangan bayiku. Kehamilan adalah satu-satunya hal baik yang hadir dari pernikahan itu dan aku mencintai bayi itu. Tapi aku pikir bukan takdirku untuk memiliki bayi itu."
Kyungsoo melirik ke arah Sehun dan dapat melihat seloroh di pipinya sembari dia memandang jalan dan terus memegang tangan Kyungsoo dengan erat, cengkeraman yang tidak lemah.
"Aku ikut menyesal sayang. Aku ikut berduka kau kehilangan bayi itu."
Secara pribadi Sehun mempertanyakan kejujuran dirinya sendiri. Apakah dia turut menyesal Kyungsoo kehilangan bayinya ? Syukurnya jawabannya adalah Ya. Ya Sehun sangat menyesal Kyungsoo kehilangan bayinya. Sehun tidak cemburu kepada bayinya dan kehilangan nyawa yang tidak bersalah itu tragis. Laki-laki yang sudah menghamili Kyungsoo lah yang membuat Sehun marah.
"Bajingan itu pasti sudah gila karena selingkuh dari mu. Kenapa dia selingkuh?" Sehun melirik kepada Kyungsoo kemudian matanya kembali menatap jalan. "kenapa seseorang bisa selingkuh saat dia bisa mendapatkan dirimu di tempat tidurnya setiap malam?"
Kyungsoo berpikir Sehun menanyakan pertanyaan retorika dan Kyungsoo tidak berusaha untuk menjawabnya. Apa yang Sehun katakan mengirimkan rasa bahagia pada Kyungsoo; Sehun terdengar serius pada setiap kata yang dia ucapkan.
"Aku menyesal kau harus melalui hal seperti itu sayang."
"Terima kasih." Kyungsoo menjawab dengan lembut.
"Siapa nama belakang bajingan itu?"
Kyungsoo memandang Sehun lagi dan tiba-tiba perasaan bahagia pada diri Kyungsoo berubah menjadi perasaan panik atas perubahan subjek pembicaraan ini. Kenapa Sehun bertanya hal itu? Kenapa dia begitu perduli? Dan kenapa pilihan itu yang telah Kyungsoo ambil beberapa tahun lalu, beberapa tahun lalu bahkan sebelum Kyungsoo mengenal Sehun, kenapa dia menjadi ketakutan sekarang? Oh tidak, Kyungsoo tidak ingin memberikan Sehun jawabannya.
Mata Sehun meninggalkan jalanan dan beberapa detik mengamati Kyungsoo sebelum bergerak memajukan tubuhnya.
Rahangnya mengapit, "Jangan bilang padaku nama bajingan itu Do, sayang. Jangan lakukan itu padaku."
Kyungsoo menelan ludah dengan susah payah. "Sehun_"
"Kyungsoo jangan katakan itu."
Kyungsoo tetap diam dan memandang Sehun saat Sehun membelai rambutnya dan wajah Sehun menjadi sekeras batu lalu mengapit kemudi seperti cengkeraman kematian.
"Aku minta maaf. Aku belum mengenalmu waktu itu, tidak berpikir akan mengalami hal seperti ini bersamamu _"
"Kenapa? untuk alasan sialan apa kau mempertahankan nama laki-laki itu?" Kemarahan Sehun dapat terdengar dengan jelas di nada suaranya.
" Ini akan terdengar sangat dangkal. Aku hampir benci untuk mengatakannya."
"katakan saja yang sebenarnya padaku. Aku ingin tahu kenapa."
"Aku melakukan ini untuk membuatnya marah dan tidak ada alasan lain. Dia mengkhianatiku, selingkuh dariku, menelantarkan aku saat aku benar-benar membutuhkannya dan saat hal itu terjadi dia berpikir aku akan kembali ke nama gadisku. Kami bertengkar hebat dan aku akhirnya mengetahui bahwa wanita barunya ini tidak mau aku memakai namanya dan karena itu aku mempertahankannya untuk membuat kedengkian. Murni dengki. Untuk membuat mereka berdua marah. Jadi sekarang kau tahu alasannya; hal ini tidak baik buatku dan aku tidak bangga untuk apa yang aku lakukan."
"Kau bisa merubah namamu sekarang." Sehun memberikan saran dengan suara rendah tapi mengontrol.
"Aku bisa, tapi kenapa? Semua orang di sekolah mengetahui aku dengan nama itu, hanya akan menambahkan kebingungan jika aku merubahnya untuk saat ini. Semua orang akan berpikir aku menikah lagi lalu aku harus menjelaskan kepada banyak orang. Aku tidak mau kepusingan seperti itu."
"Aku tidak menyukainya."
Kyungsoo menutup matanya dan mencoba untuk menjelaskan kembali kepada Sehun. Sehun bersikap seperti anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
"ini bagian dari masa lalu, Sehun. Kita berdua punya masa lalu. Kau juga punya masa lalu." Kyungsoo menarik nafas dalam dan mencoba untuk menenangkan sarafnya. "Aku tahu kau pernah menikah dulu. Dan aku sangat menyesal tentang istrimu. Aku tahu kau pasti mengalami masa sulit saat dia meninggal, tapi_" kata-kata Kyungsoo tiba-tiba menghilang.
"Tapi apa?"
Kyungsoo tetap diam dan hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi apa Kyungsoo?" Sehun bertanya lebih memaksa.
"Tapi aku mencoba untuk tidak berpikir tentang betapa kau mencintainya. Bagaimana kau tetap setia padanya begitu lama setelah kematiannya. Itu membuatku _ itu membuatku merasa sakit di dalam diriku mengetahui apa yang hilang dari dirimu, tapi itu juga membuatku _ itu membuatku merasa benar-benar cemburu. Jadi aku mencoba untuk tidak memikirkannya."
Sehun tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan, Tapi Sehun segera mengerem mobilnya dan menepi ke bahu jalan dan berbalik untuk memandang Kyungsoo.
"Dimana kau mendengar semua cerita itu?"
Kyungsoo tidak mau menyebutkan nama sahabatnya. Baekhyun sudah tercoreng di mata Sehun, tapi Kyungsoo tak punya pilihan lain. "Baekhyun."
"Baekhyun salah sayang. Dia mendengarkan terlalu banyak gosip."
"Apa maksudmu?"
"Apakah itu gosipnya? bahwa aku sangat terpukul sehingga aku mengurung diri di peternakanku dan menghindari populasi wanita?"
"ya."
Mulut Sehun menegang. "Itu tidak benar sayang. Kyungsoo, pernikahanku tidak seperti yang kau pikirkan. Pernikahanku tidak sempurna, jauh dari sempurna. Kau pikir kau satu-satunya orang yang diselingkuhi? Pikir lagi. Irene selingkuh dengan sahabatku. Dia juga rekan bisnisku. Aku dikhianati oleh dua orang terdekatku". Sehun memandang Kyungsoo lekat-lekat untuk melihat apakah Kyungsoo mengerti apa yang dia jelaskan. "Ada banyak hal yang tidak kau ketahui. Sial, tidak seorang pun tahu soal itu. Istriku seorang pecandu alkohol dan obat terlarang. Aku sudah mengajukan cerai saat dia mengalami kecelakaan itu. Aku tidak setia pada kenangan tentang dia Kyungsoo. Aku menghindari seks karena aku menghormati ayahnya. Ayahnya terluka hebat saat dia meninggal, aku tidak bisa mengambil kesempatan untuk menyakiti ayahnya dengan berlari seperti tomcat. Aku tidak bisa melakukan itu."
Dialog Sehun tiba-tiba berhenti dan Sehun menunggu reaksi Kyungsoo. Kyungsoo memandang Sehun lekat-lekat, mata Kyungsoo memandang wajah Sehun.
" lalu Apa yang menyebabkan kau berubah ?"
Sehun mengerutkan dahinya. "Perubahan apa?"
"Baekhyun bilang satu menit kau mengucilkan diri dan kemudian kau _kau_"
Kata-kata Kyungsoo keluar kemudian berhenti saat Kyungsoo tidak bisa menemukan kata-kata atau menolak untuk mengatakannya. Tapi Sehun tahu apa yang Kyungsoo sedang tanyakan.
"Ayahnya meninggal."
"itu alasannya?"
Sehun meraih tangan Kyungsoo dan mengaitkan jemarinya ke jemari Kyungsoo. "Ya. Dia meninggal dan tidak bisa tersakiti lagi oleh tindakanku."
Kyungsoo tenggelam lebih dalam di atas kursi kulit mobil Sehun saat keresahan melandanya. Kyungsoo merasakan begitu banyak emosi, sulit untuk mengambil itu semua bersama-sama. Suara peringatan memukul di dalam kepalanya, mengatakan kepadanya untuk berhati-hati. Jangan bertindak terlalu cepat. Jangan begitu mudah dan begitu cepat jatuh ke pangkuan Sehun. Tapi tidak banyak hal yang bisa dia lakukan untuk melindungi dirinya dari melakukan hal itu. Kyungsoo lega Sehun tidak terpana oleh istrinya yang sudah meninggal. Kyungsoo sama-sama menyesal Sehun sudah disakiti. Bahwa seseorang telah merenggut kepercayaan Sehun dan menghancurkannya menjadi pecahan dan merubah Sehun menjadi seseorang yang dingin dan perhitungan seperti dia saat ini. Kyungsoo tahu bagaimana rasanya diselingkuhi.
Bibirnya terbuka dan dia bicara tanpa berpikir, "Aku tidak akan pernah menyakitimu seperti itu."
Jemari Sehun mengapit jemari Kyungsoo. Perhatian Sehun jatuh ke bibir Kyungsoo dan dengan cepat kembali ke matanya. Tatapan Sehun berbenturan dan terpaku dengan tatapan Kyungsoo.
"Aku mulai berpikir mungkin itu benar."
"tentu saja itu benar." Kyungsoo berbisik.
Sehun bersandar kepada Kyungsoo, mencium bibirnya saat ibu jari Sehun mengelus tangan belakang Kyungsoo. "Mari kita membawamu pulang sayang. Kau sudah melalui pagi yang berat."
.
.
.++
Kyungsoo tidak mengingat dia tertidur selama sisa perjalanan pulang. Tapi dia pasti tertidur karena dia terbangun saat mesin kendaraan dengan mulus berhenti. Kyungsoo membuka matanya dan duduk, bersiap-siapa untuk turun dari mobil. Jemari Kyungsoo membeku di atas pembuka sabuk pengaman saat dia melihat ke sekeliling dan mendapati kemana Sehun sudah membawanya. Ke rumah Sehun.
Kyungsoo memandang kepada Sehun tapi Sehun tidak memandang Kyungsoo; Sehun sudah membuka pintunya dan melangkah keluar mobil ke bawah sinar matahari yang terik. Sebelum Kyungsoo bisa membawa otaknya benar-benar berfungsi, Sehun berjalan menuju pintu penumpang dan membukanya untuk Kyungsoo.
Sehun tidak melihat ke mata Kyungsoo, Sehun juga tidak mengatakan apa pun kepada Kyungsoo, Sehun hanya bersandar ke depan membuka sabuk pengaman Kyungsoo dan meraih tangan Kyungsoo untuk menolongnya melangkah turun dari mobil. Kenapa Kyungsoo mendapat firasat ini berarti sesuatu? Kenapa Kyungsoo berpikir bahwa Sehun membawa Kyungsoo ke rumahnya sekarang, setelah semua hal yang mereka lalui, berarti lebih dari sekedar jelas? Nadi Kyungsoo berakselerasi saat tangan Kyungsoo tergenggam di tangan Sehun dan Kyungsoo mengikuti Sehun masuk ke dalam rumahnya.
"Sehun_"
"Jangan sekarang."
Sehun menuntun Kyungsoo ke dalam dan membuat Kyungsoo duduk di salah satu kursi di ruang tamu lalu Sehun berjalan menuju dapur. Beberapa saat kemudian, Tao berjalan ke dalam ruangan di belakang Sehun dengan senyum lebar di wajahnya.
"Ok siang ini aku libur." Tao mengaitkan tasnya di bahu dan bicara langsung kepada Kyungsoo. "Ada daging panggang dan sayuran di dalam oven. Aku baru mengecilkan apinya. Apa yang harus kau lakukan hanya membuka oven pada jam enam dan semuanya akan selesai. Semoga Kalian berdua bersenang-senang; Aku akan pulang."
Kyungsoo merasa seperti ikan yang keluar dari air dan hampir tidak bisa mengangguk dan bilang 'ok'.
Pintu di belakang Tao tertutup dan Kyungsoo melihat saat Sehun melangkah ke jendela dan memandang dari horden saat Tao berkendara pergi. Tangan Sehun kembali ke samping tubuhnya dan horden kembali ke posisi semula. Berjalan ke pintu depan, Sehun mengunci pintu dan kembali kepada Kyungsoo. Sehun melangkah kepada Kyungsoo dan mengulurkan tangannya kepada Kyungsoo.
Kyungsoo mengangkat matanya untuk memandang Sehun dan mencoba untuk membaca apa yang Sehun rasakan. Sehun tidak meraihnya, tidak membuat cengkeraman di tangannya seperti yang biasa dia lakukan, Kyungsoo berpikir Sehun menunggunya untuk memberikan sesuatu, untuk memberikan sesuatu atas kemauan Kyungsoo sendiri. Bunyi peringatan terdengar di kepala Kyungsoo, Kyungsoo pelan-pelan meraih tangan Sehun dan meletakkan tangannya disana.
.
.
.++
Kepuasan, murni dan sederhana seperti sungai yang dicairkan ke dalam tubuh Sehun saat tangan Kyungsoo yang gemetar meraih tangannya. Kyungsoo begitu lembut, manis dan Sehun menginginkan Kyungsoo seutuhnya untuk dirinya. Sehun tahu itu egois, tapi dia tidak terlalu perduli. Sehun menenangkan dirinya. Dan Sehun menerima itu sebagai fakta.
Sejak mereka tidur bersama, api yang ada di dalam dirinya meredup, dan secercah perasaan yang terasa seperti kedamaian mengalir ke dalam dirinya. Kehadiran Kyungsoo di rumahnya telah memberikan Sehun kepuasan yang tidak perlu dia pertanyakan. Sehun hanya tahu saja bahwa perasaan itu ada di sana. Sehun merasa perasaan hatinya membaik dan menjadi hampir ringan dan satu satunya hal yang bisa mengalahkan perasaan itu adalah dengan mendapatkan Kyungsoo telanjang di bawah tubuhnya.
Dengan pemikiran seperti itu di kepala Sehun, dia menarik Kyungsoo dari kursi dan mulai menuntunnya ke kamar tidur. Kyungsoo belum pernah ke ruangan itu sebelumnya, tapi tiba-tiba Sehun menginginkan Kyungsoo berada di situ dengan kegarangan yang mengagetkan Sehun.
Sehun tidak terganggu dengan keharusan menutup pintu; mereka sendirian di sini dan pintu depan terkunci. Sehun menuntun Kyungsoo ke tempat tidur dan membalikkan tubuh Kyungsoo menghadapnya dan mulai membuka kancing baju yang berbaris di depan kemeja Kyungsoo.
"Sehun_"
"Shh."
Sehun melihat Kyungsoo menggigit bibirnya dan Sehun membuka kemeja Kyungsoo sampai sepenuhnya terbuka. Sehun mendorong kemeja itu terbuka dari bahu Kyungsoo sebuah ritual dengan membuka bra Kyungsoo dan membiarkan jatuh ke lantai. Sehun memiliki perasaan tergesa untuk membuat Kyungsoo telanjang secepat yang dia bisa. Kyungsoo seperti demam dalam darah Sehun dan satu-satunya jalan untuk menurunkan demam itu adalah berada dekat dengan Kyungsoo. Kyungsoo gemetar di tangan Sehun dan Sehun duduk di ujung tempat tidur, kakinya merenggang lebar dan membawa Kyungsoo ke tengah kakinya.
"Kyungsoo."
Kyungsoo meletakkan tangannya ke belakang kepala Sehun dan mengaitkan jemarinya di rambut Sehun, "Apa" Kyungsoo bertanya dengan lembut.
"sayang, aku menginginkanmu."
Sehun mengangkat tangannya dan menangkup gundukan kecil padat ke dalam setiap telapak tangannya dan merasakan berat ringan dari keduanya.
"Aku tahu kau menginginkanku." Kyungsoo berbisik.
"Tidak, maksudku aku benar-benar menginginkanmu. Apa yang kita lakukan hari ini, tes yang kita lakukan, apakah kau tahu apa maksudnya?"
Mata Kyungsoo mencari mata Sehun seperti mencari sebuah jawaban. "tidak."
"Maksudnya kau milikku, Maksudnya kita sekarang bersama. Tidak ada seorang pun yang boleh memilikimu kecuali aku dan aku tidak menginginkan orang lain kecuali kamu."
"kau memintaku untuk membuat komitmen?"
" mengatakan kepadamu bahwa kita sekarang berkomitmen. Masa perdebatan dan keraguan sudah berakhir. Kita tidak bisa melakukan tes setiap minggu. Kau harus percaya padaku dan aku harus percaya padamu."
"Ok."
"Semudah itu?"
"Aku tidak mengatakan ini mudah. Tapi aku percaya kepadamu."
Sehun menyibakkan rambut Kyungsoo ke belakang lewat bahunya dengan gerakan sayang.
"kau sangat manis, Tidak pernah terpikir oleh ku betapa manisnya kau saat pertama kali kita bertemu. Hanya satu hal Yang dapat aku pikirkan dan aku malu mengatakannya bahwa manismu bukan itu." Tangan Sehun membelai kulit Kyungsoo yang mulus dan bagai satin. Sehun menyapu tubuh belakang Kyungsoo dan memeluknya.
Kyungsoo terpaku kepada Sehun dan Sehun merasa nafas lembut Kyungsoo mengacak-acak rambutnya ketika Kyungsoo menyandarkan pipinya di atas kepala Sehun. Sehun menutup matanya dan membiarkan perasaan terhadap Kyungsoo merangkum setiap ichi dari Sehun.
Kyungsoo menarik nafas kasar dan berbisik, "Kau membuat aku merasakan hal-hal yang tidak berhak aku rasakan."
Sehun menggenggam pantat Kyungsoo di tangannya. "Bagaimana bisa? Hal-hal apa?"
"Hal-hal. Hal-hal yang disembunyikan oleh wanita dan membuat pria berlari kebukit." Kebahagiaan mengalir ke dalam diri Sehun dalam intimasi.
"Itu bagus sayang. Aku bisa mengatasinya. Bersandarlah padaku, dan aku akan mengurus semuanya. aku akan mengurusmu. "
Kyungsoo membiarkan rasa tangan Sehun, sentuhan Sehun, menggelincir ke dalam dirinya dan mendarat di kolam hangat yang melebihi kesadaran seksual. Sehun menarik Kyungsoo ke arahnya. Ciuman yang mereka lakukan membuat sesak nafas, mengikat.
Sehun melepaskan ciuman, berdiri dan membuka bajunya lalu kembali memeluk Kyungsoo. Sehun mendorong celananya turun ke kakinya dan mereka terpaku bersama, berciuman, mengelus, mempelajari diri masing-masing dengan dalam, dengan cara baru.
Saat Sehun meyandarkan punggung Kyungsoo ke tempat tidur dan menusuk Kyungsoo dengan satu dorongan cepat, Kyungsoo menutup matanya saat kehangatan yang amat sangat juga intimasi mengalir di antara mereka. Ini tidak seperti yang pernah Kyungsoo rasakan sebelumnya, bahkan di pernikahannya yang bermasalah dan pengetahuan bahwa Sehun bisa memberikan sentiment kuat seperti ini membuat Kyungsoo merasa senang dan menaikkan Kyungsoo ke dalam gairah yang menyala. Kyungsoo menolak untuk membiarkan rasa takutnya menghancurkan kebersamaan pikiran dan tubuh mereka dan mengenyahkannya dan berkonsentrasi pada daya tarik yang mereka bagi.
Setiap dorongan Sehun adalah gelombang kebahagian, antisipasi dan emosi demam yang Kyungsoo tolak untuk disebutkan. Sehun menangkupkan tangannya di muka Kyungsoo dan mengangkat dagunya.
"Buka matamu." Kyungsoo membuka matanya dan menemukan persis apa yang Kyungsoo pikir diradiasikan oleh mata Sehun. Kelegaan yang tajam dan tidak bisa dipungkiri bergelombang ke dalam diri Kyungsoo dan bersatu dengan kenikmatan yang mengalir ke pinggangnya. Sehun mendorong lagi saat matanya terpaku. "Aku tidak ingin kau pergi. Aku tidak ingin kau kembali ke Dallas." Sehun mengatakan dengan serak, Suara yang dilapisi oleh hasrat.
Kaget dan gairah mengalir ke dalam tubuh Kyungsoo dengan deklarasi dari Sehun itu. Kyungsoo mencoba untuk mendapatkan jawaban melalui kabut gairah yang bermain-main di otaknya, tapi Sehun tidak menunggu dan bibirnya menutup bibir Kyungsoo lagi.
Sehun mendorong ke dalam Kyungsoo lagi dan saat tubuh mereka menegang bersama mencari pelepasan yang terakhir, Kyungsoo masuk ke dalam emosi kasar yang berasal dari tubuh Sehun dan mengisi dirinya dengan perasaan euphoria yang menjamin untuk apa yang mungkin bisa terjadi besok.
.
.
.++
TBC
