Venus
A Forbidden Attack To Get The Goddess Love
Original By :
Phoebe
Remake :
Cast : Park Chanyeol And Oh Sehun Officially ChanHun
Rate : M
Genderswitch
Saya remake dari novel aslinya, perbedaannya hanya untuk keperluan cerita saja.
NO BASHING!
DON'T LIKE DON'T READ!
I've Told You Before!
Don't Like Share My Property
Bertemu dengan Chanyeol setiap hari adalah beban yang penuh dengan penderitaan. Pagi hari, Sehun harus berusaha sebisa mungkin untuk bangun lebih pagi dan berangkat kerja lebih awala asalkan tidak bertemu dengan laki laki itu. Pada malam hari saat Baekhyun ada dirumah, Sehun tidak bias menolak untuk melihat Chanyeol dan Baekhyun mengobrol dan dirinya hanya bisa diam agar Chanyeol sadar bahwa Sehun tidak suka dengan kehadirannya. Belum lagi sikap sikap tidak menyenangkan yang harus diterimanya. Chanyeol selalu menggodanya meskipun dengan sesuatu yang kecil, menggenggam tangan misalnya, dan laki laki itu selalu melakukannya setiap kali datang kerumah dengan membawa berkaleng kaleng minuman dan tidak akan pulang sampai semuanya habis. Selama itu Sehun harus merelakan tangannya untuk terus berada dalam genggaman Chanyeol. Menolak adalah kata kata yang paling kuat yang pernah terfikirkan, tapi tidak pernah sanggup untuk Sehun lakukan. Tapi selama semuanya tidak mengganggunya tidak akan pernah jadi masalah, Chanyeol pun tidak datang setiap hari kerumahnya dan terkadang seminggu penuh Chanyeol tidak akan Sehun lihat sepulang kerja.
Mengenai Chanyeol dan banyak perempuan perempuannya, tidak pernah membuat Sehun pusing seperti hari ini. Sehun berusaha menutupi telinganya dengan bantal karena laki laki itu mengeluarkan suara suara aneh yang membuatnya tidak nyaman. Dia sedang bercinta, tentu saja begitu. Sehun mengambil i-Pod dilaci meja tulis dan berusaha mengalihkan pendengarannya kebeberapa jenis music yang mungkin bisa membantu. Tapi tidak berhasil, karena Sehun tidak bisa berkonsentrasi bila ada keributan. Mengerjakan pekerjaannya sambil mendengarkan music sepertinya bukan ide bagus.
Baekhyun membuka pintu kamar Sehun dan mematikan i-Pod yang membuat pekerjaan Sehun malah semakin kacau. Bunyi music berhenti dan desahan demi desahan kembali mengganggu. "Aku tidak bisa tidur!". Baekhyun berbisik. "Mereka keras sekali, membuatku iri!". Mata Sehun membesar mendengar pernyataan Baekhyun barusan.
"Iri?"
"Sikapmu seperti seseorang yang tidak pernah melakukannya saja!". Baekhyun berbisik polos.
Mendengar itu Sehu mengerang, bukan masalah itu yang menganggu, ia sama sekali tidak iri! Pekerjaan yang sedang dikerjakannya kali ini benar benar sudah deadline dan ia baru mengerjakannya lebih dari enam puluh persennya. Sehun bahkan tidak yakin akan selesai dalam tiga hari kedepan. Sekarang apa yang terjadi? Pekerjaannya diganggu oleh suara surara berisik tunangannya yang bercinta dengan wanita lain pada tengah malam seperti ini?. "Aku akan memberinya pelajaran!". Ia kemudian mengaduk aduk meja tulisnya dan menemukan cincin bermata ruby, cincin tunangannya. Setelah mengenakannya, Sehun beranjak pergi ke flat sebelah.
Baekhyun terperangah tak menyangka saat melihat Sehun menggedor gedor pintu flat Chanyeol dengan brutal, kelakuannya ini membangunkan semua tengagga. Untungnya tidak perlu waktu yang lama bagi Baekhyun untuk merasa tidak enak karena Chanyeol segera keluar hanya dengan menggunakan celana pendekanya. Laki laki itu memandang gusar.
"Untuk apa mengganggu malam malam begini!".
Sehun tidak menjawab, ia langusng masuk kedalam tanpa permisi. Baekhyun hanya bisa angkat bahu saat Chanyeol memandangnya dengan penuh Tanya dan secepat mungkin menyusul Sehun masuk kekamar pribadi Chanyeol. Oh Sehun sedang menarik rambut seorang wanita yang hampir saja bugil diatas tempat tidur. Mulutnya dengan kejam mencaci maki, pemandangan yang langka. Sehun sudah lama sekali tidak mengeluarkan kata kata sadisnya. Wanita itu mencoba berontak tapi tidak begitu kuat, hasrat sudah membuatnya melemah.
"Jangan pernah kau mencoba datang lagi atau mendekati tunanganku!". Sehun berteriak. Ia memamerkan cincin ditangannya yang mirip dengan cincin yang dikenakan Chanyeol. "Sekarang cepat kenakan pakaianmu, atau kau kuusir dalam keadaan setengah telanjang seperti sekarang".
Wanita itu menatap Chanyeol gugup, tapi melihat Chnayeol tidak melakukan apa apa dan kelihatannya ia kecewa. Secepat mungkin berusaha mengenakan pakaiannya dan segera berlari keluar menangis. Malam ini dia sudah dipermalukan, mustahil bila dia tidak merasa kecewa kepada Park Chanyeol yang bahkan tidak membelanya. Oh Sehun tersenyum menang lalu mengangkat wajahnya dihadapan Chanyeol. "Aku sudah bilangkan? Aku tidak suka berbagi hal hal yang menjadi milikku. Seharusnya kau menyesal karena menerima perjodohan itu".
Chanyeol memandanganya penuh dendam. Wanita ini sudah menganggu privasinya dengan cara yang luar biasa, mungkin diluar pintu flat nya ada beberapa orang yang berkerumun untuk melihat keributan yang sudah ditimbulkan Sehun. "Kenapa tiba tiba kau merasa terganggu?".
"Karena suara kalian menggangu pekerjaanku!". Sehun membentak. "Aku harap untuk tiga hari kedepan kau tidak menganggu pekerjaanku dengan ini. Kalau hasratmu tidak bisa ditahan, kenapa tidak kau bawa saja wanita wanita itu ke hotel?". Ia beranjak pergi kembali ke flat nya dan menyeruak kerumunan orang.
Chanyeol mendesah kesal, hari ini Sehun sudah mempermalukannya dan dia tidak akan tinggal diam. Ia mengambil piamanya dan mengganjal pintu flat sebelum Sehun menutupnya.
"Aku bersumpah kau tidak akan pernah bisa bekerja dengan tenang tanpa memikirkan aku!". Desisnya.
Sehun terdiam beberapa detik, lalu berusaha menutup pintu flat nya dengan kasar. Sesegera mungkin ia kembali kekamarnya dan tidur lebih cepat dari rencana. Ia harap besok bisa mengerjakan semuanya dengan lebih baik. Sayangnya keributan itu tidak bisa membuat Sehun tidur begitu saja sehingga ia harus bangun kesiangan dan memakan hamburger sebagai sarapan sambil berlarian mengerjakan taksi.
TBC
