PRINCE'S ZONE

PAIRING : Choi Yesung

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Jung Yunho

Dan mereka adalah mereka, selamanya akan jadi diri mereka sendiri.

Halooo... (lambai-lambai tanpa rasa bersalah), maap ne, telat update. Laptopnya dibawa sekolah ma namdongsaeng-ku. Hehe..., untung FF yang No More Parfume-nya dah aku delete. ckikikik... mana pake kehabisan ide pas ditengah-tengah cerita lagi. Hufff... yang penting lanjutannya udah keluar, ne...

Met baca...

.

Yesung menggangguk ragu. Heechul tersenyum melihatnya. Tangannya membelai rambut Yesung dengan lembut. Sementara yang lain hanya diam menatap mereka dengan perasaan tak menentu. Detik selanjutnya dapat dipastikan akan banyak hati yang terluka.

.

Chap 8

Suara kamera dan pertanyaan dari wartawan terdengar bersahutan di ruang konferensi pers yang diadakan dalam rangka mengklarifikasi pernyataan Heechul beberapa hari sebelumnya.

"...kami bertemu beberapa hari setelah kecelakaan yang menimpa orangtuaku. Ada seorang wanita yang sangat baik dan penuh kasih sayang, yang selalu ada di sampingku, dan menghiburku saat orangtuaku meninggal. Wanita asing itu membuatku merasa bahwa aku tidak sendirian di dunia ini. Dan Kim Yesung adalah putra dari wanita itu."

"Jadi bisa dibilang kalau Kim Yesung adalah cinta masa kecil Kim Heechul'ssi?" tanya salah satu wartawan.

"Aniya, sebenarnya, orang yang dicintai oleh Heechul hyung adalah ummaku. Jadi aku ini hanya pelarian," ucap Yesung.

Heechul menggaruk tengkuknya. "Aish..., cut yang bagian itu. Memalukan sekali...," ucapnya kikuk yang di sambut tawa para wartawan.

"Jadi kapan pesta pertunangan kalian akan diadakan?"

"Em..., sebenarnya kami tidak berencana mengadakan pesta apapun. Tapi mungkin kami akan berlibur bersama setelah peluncuran photobook Kyuhyun."

Yunho mengintip dari balik pintu, memperhatikan acara yang berlangsung.

"Kau yakin tidak apa-apa?" tanya seseorang di belakangnya.

Namja tampan itu menoleh. "Aku kenapa?"

"Kau terlihat terluka."

"Benarkah?" tanyanya sambil tersenyum. "Itu hanya perasaanmu saja, Jae'ah. Aku tidak apa-apa."

"Tapi aku bisa merasakannya. Tatapan matamu pada Kim Yesung, sama seperti tatapanmu pada malaikat kecilmu waktu itu," ucap Jaejoong sambil menatap Yesung dari celah pintu yang terbuka.

Yunho tersentak, namun kemudian ia tersenyum. "Karena mereka..., memang orang yang sama," gumamnya lirih namun masih bisa didengar oleh namja di sampingnya.

Jaejoong menoleh. Namun Yunho terlanjur berbalik pergi.

"O-orang yang sama?" gumamnya.

Jadi Kim Yesung adalah cinta masa kecil Yunho? Cinta yang tak pernah terlupakan meskipun namja itu tahu, ia tak mungkin meraihnya. Rasanya hati Jaejoong semakin sakit melihatnya.

.

Choi Sulli masih menatap televisi layar datar di depannya. Hatinya sangat sakit. Ternyata namja yang menolongnya kemarin, adalah tunangan Kim Heechul. Rasanya cintanya akan semakin jauh dan tak terkejar lagi.

"Oppa...," ucapnya yang menangis tersedu sambil memukuli dada kirinya sendiri. Hatinya hancur, sampai nyaris tak berbentuk lagi.

.

G.O menatap dua namja yang duduk di depannya dengan tatapan menghakimi. Dia benar-benar ingin membunuh salah satu namja itu. Sementara namja yang ia tatap justru dengan santainya membelai kepala dari namja lain yang duduk di sebelahnya.

Saat ini ketiganya sedang berada di ruangan Prince's Zone, setelah konferensi pers berakhir.

"Kenapa kalian harus berpura-pura sampai sejauh ini? Kalian menyakiti banyak orang. Bagaimana jika orang-orang tahu? Bagaimana dengan Choi Sulli? Kau masih menyukainya kan, Candy?"

Heechul tersentak mendengar pertanyaan G.O. Bocah yang bahkan belum pantas disebut remaja itu bisa menebak isi hatinya. Dia benar-benar menakutkan.

"Kau terlalu banyak berpikir, bocah. Kau masih kecil. Jangan terlalu jauh berpikir. Nikmati saja harimu," jawab Heechul.

"Tapi, hyungie. Byunghee benar. Sulli nunna pasti sangat terluka. Kau juga tidak akan baik-baik saja," ucap Yesung.

Heechul menatap Yesung dengan lembut. "Sudah terlalu jauh untuk kembali, Sungie'ah. Lagipula ini pilihan yang terbaik. Sulli akan baik-baik saja. Masih ada Kyuhyun untuknya. Aku akan bahagia jika kedua sahabatku bersatu. Lagi pula, ada kau di sisiku. Asalkan kau tetap bersamaku, aku akan baik-baik saja."

"Tapi..."

"Kecuali, kau menyukai oranglain. Yunho misalnya?"

"Hyungie..., ke-kenapa..."

Kim Heechul tertawa melihat wajah Yesung yang memerah karena godaan darinya. Namja cantik sekaligus tampan itu mengacak rambut Yesung dengan gemas.

"Ya! Jangan bermesraan di depanku! Ingat kalian hanya pura-pura. Dan Kim Yesung tetap akan jadi milikku!" teriak G.O seraya melangkah keluar dari ruangan itu.

Bocah itu tahu, Heechul melakukan semua ini demi sahabat-sahabatnya. Untuk membersihkan nama Yunho dari gosip, melindungi Yesung dari ibu Yunho. Dan juga mendekatkan Sulli dan Kyuhyun. Tapi..., apa Kyuhyun mengerti pengorbanan Heechul?

"Hyung, kau yakin kau akan baik-baik saja?" tanya Yesung khawatir.

"Aku baik-baik saja. Bukankah sudah aku katakan, aku akan selalu menjagamu? Kau juga tidak ingin ibu Yunho marah kan? Jadi jangan berpikir macam-macam, ne?" ucap Heechul sambil menangkup wajah Yesung.

Namja manis itu tak bersuara, hanya mengangguk, seraya memeluk Heechul.

"Gomawo, hyungie...," ucapnya.

Heechul membalas pelukan itu, sambil sesekali mencium puncak kepala Yesung. Dia sadar, mungkin tindakannya tidak tepat. Tapi setidaknya, ini yang terbaik untuk saat ini.

Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan pintu, saat melihat kemesraan dua namja itu. Tangannya terkepal erat. Dia tidak rela ada namja lain yang memeluk Yesung-nya.

"Kyu?" panggil Heechul saat melihat Kyuhyun yang hampir berbalik pergi.

Namja berkulit pucat itu menoleh.

"Mencariku?"

"Lee Donghae hyung mencarimu," ucap Kyu sambil melirik pada Yesung. Si manis membuang muka saat merasa Kyu memperhatikannya. Hati Kyu terasa perih melihatnya.

"Donghae hyung mencariku? Untuk apa?"

Kyu mengangkat bahu. "Mungkin soal kontrak film barumu," jawabnya.

"Film?" gumam Heechul. "Baiklah. Baby, aku ke tempat Hae hyung sebentar, ne. Kau tunggu saja di mobil," pamitnya pada Yesung.

Yesung mengangguk. Tatapan matanya mengantar kepergian Heechul sampai menghilang di balik pintu. Lalu mulai beranjak, setelah mengambil Hpnya.

"Kau yakin akan meneruskan semua ini?" tanya Kyu saat Yesung berlalu melewatinya.

Yesung menghentikan langkahnya. "Tentu saja," jawabnya seraya kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Kyuhyun semakin mengepalkan tangannya. Entah kenapa, rasanya nafasnya sesak. Seperti terhimpit dalam ruang sempit dan gelap tanpa cahaya lampu sedikitpun.

.

-000-

.

Kyuhyun menatap kamar Yesung dengan tatapan kosong. Kamar itu telah bersih saat Kyuhyun kembali. Sepertinya namja manis itu sengaja mengambil barang-barangnya saat Kyuhyun pergi.

Apa ia begitu membencinya? Sebesar itukah kesalahan Kyuhyun padanya?

Dengan gontai, Kyuhyun melangkah masuk ke kamar itu. Perlahan namja itu duduk di tepi ranjang. Menyentuh bantal yang biasa digunakan Yesung. Hatinya hampa. Ada sesuatu yang hilang.

Namja itu sedikit mengernyit saat menyentuh sesuatu yang keras dan dingin, di bawah bantal saat Kyu hendak mengambil bantal itu. Sebuah tabung kaca dengan setangkai mawar beku di dalamnya.

"Cih! Dia benar-benar seperti yeoja saja. Benda seperti ini disimpan?" ucapnya sambil tertawa lirih.

Tiba-tiba sesuatu terpikir di kepalanya. Benda itu pasti sangat penting untuk Yesung. Terlihat dari cara Yesung menyimpannya (di bawah bantal). Pasti, namja manis itu akan datang lagi untuk mencarinya.

Kyuhyun tersenyum, atau menyeringai? Lalu melangkah keluar dari kamar itu. dan hal pertama yang ia lakukan adalah mengganti kode pintu. Agar saat Yesung datang, dia tak bisa langsung masuk. Jadi mau tak mau harus menunggunya. Ide bagus kan?

Sementara itu Yesung merasa sedikit tak nyaman dengan perlakuan para maid Heechul yang terus memaksa untuk melayaninya.

"Ahjumma, aku bisa melakukan semuanya sendiri. Ahjumma tak perlu begitu khawatir padaku,"

"Tapi, sajangnim...,"

"Dan panggil aku Yesung. Aku bukan majikan kalian. Arraseo?" tambahnya.

"Tapi tuan, kami sudah terbiasa memanggil Kim sajangnim seperti itu, dan melayani semua kebutuhannya sejak kecil. Jadi...,"

"Itu kan urusan kalian dengan Heechul hyung. Aku kan bukan dia. Aku hanya namja biasa. Dan aku tidak perlu sikap hormat kalian. Cukup kalian menerimaku dengan baik saja, itu sudah sangat membuatku senang."

"Baiklah, Yesung'ssi. Kau benar-benar mengingatkanku pada ummamu."

"Ahjjussi pernah bertemu ummaku?"

"Ne, setelah tuan dan nyonya meninggal, Kim Heechul sajangnim selalu meminta kami mengantarnya ke rumahsakit untuk bertemu nyonya Kim. Ummamu sangat menyayangi tuan muda kami, tanpa tahu dia adalah seorang pewaris tunggal sebuah perusahaan besar. Kau sangat baik, Yesung'ssi. Sama seperti ummamu," ucap pria setengah baya itu.

Yesung tersenyum. "Gomawo, ahjjussi. Terima kasih karena mengingat ummaku. Terima kasih karena mengingatnya sebagai pribadi yang baik. Gomapta," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara orang-orang yang berada di dekatnya hanya bisa menatapnya sayu.

.

Prince's Zone

.

Choi Siwon menghentikan langkahnya di depan ruangan milik Lee Donghae, saat melihat Kim Ryeowook di ruangan itu. Rasanya pria itu ingin memeluknya. Putra yang tak pernah ia ketahui. Putra dari seorang yeoja yang ia cintai.

"Appa, kenapa tidak masuk?" tanya Sulli.

Namja itu tersentak. Lalu tersenyum pada putrinya dan masuk ke dalam ruangan itu.

"Annyeong, Choi Siwon'ssi?" sapa Donghae menyambut mereka.

"Lama tak jumpa. Apa kabarmu, Lee Donghae'ssi?" tanya Siwon.

"Seperti yang kau lihat, sunbae. Silahkan duduk. Ohya, ini Kim Ryeowook."

"Annyeonghaseyo," sapa Ryeowook.

"Ne, kau lebih manis dibanding yang kulihat di televisi, Ryeowook'ah. Dan panggil saja ahjjussi," ucap Siwon sambil membelai rambut Ryeowook.

Namja manis itu sedikit tak mengerti dengan sikap Siwon padanya. Namun ia tak ambil pusing. Mungkin ini adalah salah satu keuntungan yang didapatnya sebagai putra angkat keluarga Jung.

"Mianhanda, aku terlambat," Heechul masuk ke ruangan Donghae. "Annyeonghaseyo, ahjjussi, Sulli'ah," sapanya kemudian.

Siwon tersenyum melihat pemuda itu. sementara Sulli hanya tersenyum tipis tanpa menatapnya.

"Baiklah kita akan langsung membahas tentang film yang akan kalian bintangi," ucap Donghae.

Sementara itu...

"Hyung..., senang melihatmu kembali!" sapa Key, salah satu peserta audisi yang sama dengan Yesung yang menjadi seorang trainee di agency itu.

"Aku juga senang bertemu denganmu, Key," jawab Yesung.

"Aku mendengar berita tentangmu, hyung. Pantas saja suara sebagus itu gagal audisi. Ternyata kau dipilih untuk jadi teman duet Cho Kyuhyun sunbae. Aku ikut senang mendengarnya. Berusahalah, hyung. Aku menunggu album kalian. Hwaiting!" ucap namja manis itu.

Yesung tersenyum mendengarnya. "Nee..," jawabnya sambil mengacak rambut namja di depannya.

"Yesungie, kau masih di sini?" panggil Yunho.

Yesung menoleh. "Hyungie? Bukankah kau ada jumpa fans hari ini?" tanya Yesung.

"Aku baru kembali," jawab Yunho sambil menunjukkan beberapa hadiah dari fansnya.

"Sunbae, aku duluan, ya," pamit Key sembari membungkuk sebentar pada Yesung dan Yunho lalu berlalu pergi.

"Sepertinya kau punya penggemar?" tanya Yunho masih sambil menatap punggung Key yang semakin jauh.

"Ani. Dia salah satu peserta audisi yang sama denganku," elak Yesung.

"Tapi dia mendukungmu. Setidaknya sudah ada satu orang yang menerimamu di dunia hiburan. Jadi kau harus bersemangat. Ok?" ucap Yunho sambil mengacak rambut Yesung. "Hei, kau memakai kalungnya?" ucapnya kemudian sambil memegang kalung di leher Yesung.

"Tentu saja. Ini hadiah pertama dari keluargaku. Aku akan selalu memakainya," ucap Yesung.

Senyum Yunho sedikit memudar mendengarnya. Keluarga? Entah ia harus senang atau sedih mendengarnya sekarang.

"Ohya, hyungie, Cullie hyung bilang akan segera terlibat sebuah project film bersama Sulli nunna? Kapan mereka mulai syuting?" tanya Yesung.

"Em, aku dengar, mungkin setelah Photobook Kyuhyun dirilis. Kenapa?"

Yesung tak menyahut. "Apa tidak apa-apa?" gumamnya. Dia mencemaskan Heechul. Pasti berat harus sering bertemu dengan seseorang yang kita sukai tapi tak bisa kita miliki. Bahkan, tak bisa mengungkapkan perasaan suka itu. Itu lebih sakit lagi. Dan Yesung merasa semua itu karenanya.

"Kau takut Heechul akan kembali mencintai Choi Sulli?" tanya Yunho.

Yesung tersenyum. "Aniyo," jawabnya.

Kembali mencintai? Bahkan ia tak pernah melupakannya. Batinnya.

"Hyung, temani aku rekaman ne?" pinta Yesung kemudian.

"Ah, benar juga, hari ini kau mulai rekaman kan? Kajja, aku akan menemanimu."

"Gomawo. Ah, boneka kura-kura? Boleh untukku?" seru Yesung.

"Andwae. Ini pemberian fans. Aku harus menyimpannya," tolak Yunho.

"Pelit!" ucap Yesung kesal sambil menggembungkan pipinya.

"Lain kali akan aku belikan yang lebih bagus untukmu. Jangan marah, ne?"

Yesung tersenyum. "Jeongmal? Aku pegang janji, hyungie. Awas kalau bohong!" ancamnya lalu mempercepat langkahnya sambil menarik tangan Yunho.

Yunho hanya tertawa sambil mengikuti langkah Yesung.

Tanpa mereka ketahui dua pasang mata tengah mengamati mereka.

"Jadi itu Kim Yesung?"

"Ne, Presdir."

"Sepertinya Yunho lebih akrab dengannya dari pada dengan Kim Ryeowook."

"Ne, bukan hanya tuan muda. Bahkan G.O juga dekat dengannya. Apa saya perlu menyelidikinya, nyonya?"

"Lakukan saja," jawab ibu Yunho. "Bagaimana dengan tiket kembali ke Perancis?"

"Sudah siap, nyonya."

Wanita itu melangkah kembali ke ruangannya. Dia sengaja kembali diam-diam untuk menangani skandal yang terjadi. Tapi ternyata Kim Heechul telah menyelesaikan semuanya. Sebenarnya dia sedikit curiga, semua mungkin hanya sandiwara. Tapi untuk sementara biarlah semua terjadi. Yang penting Yunho tak terlihat masalah. Dan wanita itu memutuskan untuk kembali ke Perancis untuk melanjutkan perjalanan bisnisnya.

.

-000-

.

Kyuhyun benar-benar tak bisa berkonsentrasi. Padahal Yesung melakukan semua dengan baik. Tapi justru bagiannya yang kacau. Sungmin jadi uring-uringan karenanya. Semua gara-gara Yesung yang terus saja bercanda dengan Yunho saat Kyuhyun menyanyikan bagiannya.

"Baiklah, istirahat sebentar!" putus Sungmin.

Baru saja Yunho hendak mengajak Yesung makan siang, saat Hpnya berdering. Dari ayah G.O.

"Ne? Mwo? Baiklah aku akan ke sana," ucap Yunho dengan mimik sedikit terkejut.

"Terjadi sesuatu?" tanya Yesung khawatir.

"Mommy di sini. Aku pergi sebentar," pamitnya sembari membelai wajah Yesung.

Namja manis itu terpaku. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak tak beraturan. Ada rasa takut dan khawatir itu muncul begitu saja. Bayangan bagaimana ekspresi dan sikap wanita itu padanya dan Ummanya, kembali terlintas di matanya. Tanpa ia sadari tubuhnya bergetar hebat.

Kyuhyun yang melihatnya langsung mendekatinya. "Gwenchanayo? Kau kenapa?" tanyanya khawatir.

Namja manis itu menggeleng. Tapi tangannya masih tetap bergetar.

"Ya! Kim Yesung, sebenarnya kau kenapa? Jangan membuatku khawatir!"

"Aku tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan, Cho Kyuhyun'ssi," jawab Yesung akhirnya.

"Tapi kau gemetar. Kau sakit? Apa yang Yunho hyung katakan hingga membuatmu setakut ini, eoh?"

"Bukan apa-apa," jawab Yesung seraya menarik gagang pintu, hendak keluar. Tapi dengan cepat Kyuhyun mendorong pintu itu hingga kembali tertutup.

Yesung tersentak saat namja tampan itu memeluk tubuhnya dari belakang.

"Jangan mengacuhkanku. Aku lebih terbiasa dengan omelanmu dari pada sikapmu yang dingin dan acuh padaku. Kau jadi seperti orang asing," ucap Kyu sambil menenggelamkan kepalanya di pundak Yesung.

"Karena kita memang orang asing, tuan. Jadi tolong lepaskan aku!" pinta Yesung dengan nada dingin seperti sebelumnya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. "Ye-"

"Mianhae, aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu," ucap Yesung lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun yang terpaku.

Hatinya sakit. Jauh lebih sakit dibanding saat Choi Sulli mengatakan betapa dia menyukai Kim Heechul. Apa dia benar-benar jatuh cinta pada namja manis itu? Rasanya dia hampir gila karena perasaannya sendiri.

.

Yunho berlari keluar dari lift begitu mencapai lantai dasar. Tapi terlambat. Seorang wanita yang ia yakini adalah Mommynya telah masuk ke mobil yang langsung membawanya pergi.

"Dia langsung pergi?" tanya pamannya yang mengikutinya.

Yunho menoleh cepat. "Ne. Ini aneh. Mommy tidak mungkin setenang ini. Apa yang sedang dia rencanakan?" gumamnya.

"Yunho'ah, mungkin saja Mommymu telah berubah. Dia tidak mungkin akan selamanya membenci ibu tirimu. Mungkin selama ini kau yang berpikiran terlalu jauh tentangnya," ucap Jung Jin Woon sambil menepuk pundak keponakannya.

Yunho tak menyahut. Terlalu aneh baginya jika ibunya begitu tenang. Dia pasti mencurigai sesuatu. Dia tidak mungkin percaya begitu saja tentang semua ini. Dia pasti akan menyelidiki siapa Kim Yesung yang sebenarnya. Dan itu sangat berbahaya. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

"Hyung...!" panggil seseorang.

Yunho dan GM Jung menoleh. Kim Ryeowook sedang berjalan ke arah mereka bersama Choi Siwon dan yang lainnya. Sepertinya pertemuan mereka telah selesai.

"Hyung, apa kau mau makan siang bersama kami?" tanya Ryeowook sambil menggandeng lengan kakaknya, memberikan kesan bahwa mereka akrab satu sama lain.

Yunho tersenyum tipis. Dengan hati-hati dia melepas gandengan Ryeowook dan membelai kepalanya. "Hyung masih ada urusan di kantor. Kau pergilah makan duluan," jawabnya. Bagaimanapun juga dia tidak boleh menunjukkan rasa tidak nyamannya bersama namja manis itu di depan semua orang.

"Ada hal penting apa, Yunho'ah? Ikutlah bersama kami. Ada yang ingin ahjjussi diskusikan mengenai skenario film kami. Aku ingin tahu pendapatmu sebagai seorang penulis profesional," ucap Choi Siwon.

"Aku...," ucap Yunho sambil menoleh pada Heechul yang memberinya kode agar menyelamatkannya.

"Ayolah, hyungie...," pinta Ryeowook.

Siwon yang berada di sampingnya mengusap kepala namja manis itu. "Kau manja sekali, Wookkie'ah."

Yunho tersentak. Choi Siwon bersikap begitu akrab dengan Ryeowook. Pasti dia benar-benar berpikir kalau namja manis itu adalah putranya. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

Yesung yang menyusul Yunho menghentikan langkahnya di depan lift saat melihat sikap manja Ryeowook. Ada rasa cemburu. Karena ia tak bisa bersikap seakrab itu dengan Yunho di depan banyak orang.

"Kau ingin bergabung dengan mereka?" tanya seseorang di belakangnya.

Namja manis itu menoleh. "Bukan urusanmu!" jawabnya ketus saat tau siapa yang bicara padanya.

Kyuhyun menahan lengan Yesung. "Aku tidak tahu, kau cemburu pada Choi Sulli yang bersama Kim Heechul, atau Kim Ryeowook yang bersikap manja pada Jung Yunho. Tapi sikapmu terlihat sangat mencolok."

"Benarkah? Lalu bagaimana denganmu? Kenapa kau tak mencoba untuk mendekati Choi Sulli? Seorang wanita yang sedang patah hati lebih mudah untuk didekati. Apa kau tak ingin memanfaatkan kesempatan langka ini?" balas Yesung.

"Mwo?"

"Itu saran dari seorang teman," ucap Yesung seraya berbalik pergi.

"Teman? Aku tidak mau jadi temanmu!"

"Great! Kalau begitu kau lebih suka jadi musuhku. Aku juga tidak menyukaimu," sahut Yesung yang semakin jauh.

"Ya! Kim Yesung!" protes Kyuhyun lalu mempercepat langkahnya menyusul Yesung.

.

Prince's Zone

.

Yunho terus menatap Choi Siwon yang terus mengambilkan makanan untuk Ryeowook. Kenapa pria itu tak menggubris omongannya waktu itu? Bukankah sudah dia katakan kalau Kim Ryeowook bukan putra dari Kim YiSheng?

"Jadi, bagaimana tentang rencana pertunanganmu, Candy?" tanya Hae yang membuat semua mata memandang Heechul.

Heechul tersentak. "Ne?"

"Bukankah kau bilang pada wartawan akan berlibur bersama Kim Yesung setelah Photobook Star dirilis? Berarti bertepatan dengan syuting film ini kan?" tanya Donghae lagi.

"Ah, benar juga. Aish, apa yang harus aku lakukan?" gumam Heechul. "Tunggu, bukankah Yesungie hanya menyanyikan tiga lagu di mini album itu? berarti dia pasti akan cepat menyelesaikan proses rekaman kan? Ahjjussi, apa boleh aku mengajak Yesungie ke lokasi syuting?" tanya Heechul.

Siwon menoleh pada putrinya. Sedikit banyak dia tahu kalau Sulli menyukai namja playboy itu.

"Ba-baiklah. Lakukan saja. Asal tak mengganggu proses syuting," jawab Siwon.

"Appa," ucap Sulli yang sedari tadi tak bersuara.

"Ne, chagiya?"

"Apa appa sudah memutuskan siapa yang akan mengisi soundtrack film ini?" tanyanya.

"Sebenarnya, Changmin akan menyanyikan 2 buah lagu. Untuk yang lain..."

"Bagaimana kalau Kyuhyun?" tanya Sulli.

"Mwo?" sentak Siwon dan Yunho hampir bersamaan.

"Kenapa seterkejut itu? Ini ide bagus kan? Rasanya seperti mengulang syuting iklan Choco Prince. Ini reuni yang bagus kan?"

"Aku rasa itu bukan ide yang buruk. Pasti film ini akan booming," sahut Heechul.

"Cullie'ah!" ucap Yunho cemas.

Heechul tersenyum tipis. "Dan artinya, pesta pertunangan kami, akan dihadiri oleh semua sahabat kami. Itu bagus kan?"

Choi Sulli terhenyak. Padahal niat awalnya hanya ingin membuat Heechul cemburu. Tapi justru dia yang terbakar sekarang.

"Baiklah, aku akan membicarakannya dengan Kyuhyun dan managernya," ucap Siwon. "Baiklah, nikmati makanan kalian."

Sementara di tempat lain.

Yesung menggembungkan pipinya kesal karena si marga Cho terus saja mengikutinya. Bahkan dengan tanpa rasa malu, dia selalu merebut makanan yang hampir masuk ke mulutnya dengan menarik tangan Yesung dan menyuapkan makanannya ke mulut Kyuhyun.

"Ya! Evil Prince! Bukankah sudah aku bilang, menjauh dariku! Aku tidak suka melihat wajahmu!" marahnya.

"Waeyo? Apa salahku?"

"Kau?!"

"Aku curiga, jangan-jangan sebenarnya kau cemburu padaku? Karena aku menyukai Choi Sulli. Aku benar kan?" ucap Kyu sembarangan.

"A-apa? Jangan bercanda! Bukan urusanku kau menyukai siapa! Aku hanya tidak mau dipermainkan!"

Kyuhyun terhenyak. "Jadi maksudmu kau benar-benar ingin aku menjauhimu?"

"Ne," jawab Yesung tanpa berpikir.

"Kau ingin aku mengejar Choi Sulli?"

"Ne, lakukan saja!" jawab Yesung ketus.

"Apa kau sama sekali tak menyukaiku?"

"Neee!"

Kyuhyun mengatupkan giginya kesal. Namja di depannya itu benar-benar membuatnya sesak nafas.

"Me-memangnya orang seperti apa yang kau suka?" tanyanya akhirnya.

Yesung menoleh mendengar pertanyaan Kyuhyun. "Orang yang aku suka...," ucapnya sambil memainkan kalung pemberian G.O. Kyuhyun jadi semakin kesal melihatnya. Ia berpikir kalung itu adalah pemberian Yunho.

"Aku kasihan pada Heechul hyung," ucapnya yang memaksa Yesung menatapnya. "Kau akan segera bertunangan dengannya, tapi masih menyimpan hadiah dari namja lain," sindirnya.

Yesung menunduk menatap kalungnya. "Memang kenapa? Ini benda yang paling berharga untukku saat ini. Aish..., untuk apa aku bercerita padamu? Lebih baik aku kembali ke studio."

"Ya! Kim Yesung! Aku belum selesai bicara!"

"Lanjutkan saja sesukamu. Aku tidak akan mengganggumu, kau tenang saja," jawab Yesung tanpa menoleh.

"Mwo? Kau mau aku bicara sendiri? Kim Yesung!"

.

.

Yunho menangkap tangan Siwon yang hampir menyentuh kepala Ryeowook. Membuat semua mata menatap padanya.

"Cullie'ah, Hae hyung, kalian duluan saja. Aku titip Ryeowookkie," ucap Yunho sambil mendorong Ryeowook ke arah Heechul dan Donghae.

"Baiklah. Kami pergi dulu," ucap Hae mewakili yang lain.

Yunho menatap ketiga namja itu sampai masuk ke mobil dan meninggalkan restauran Jepang tempat mereka makan siang.

"Kau ingin bicara padaku?" tanya Siwon.

Yunho menoleh. "Ne," ucapnya sambil menoleh pada Sulli.

"Aku akan meninggalkan kalian," ucap yeoja itu lalu berbalik pergi.

"Apa yang ingin kau katakan, Yunho'ah?"

"Ahjjussi, apa ahjjussi masih berpikir kalau Kim Ryeowook adalah putramu?"

"Apa?"

"Bukankah sudah aku katakan kalau dia bukan putra Kim YiSheng? Aku tidak tahu dia putra angkat Daddyku atau hanya seseorang yang dibayar oleh Mommyku. Yang pasti dia bukan putra Daddy atau yang kau yakini darah dagingmu."

"A-apa? Jadi..., siapa putra Kim YiSheng? Katakan Jung Yunho, siapa putra kandungku? Katakan dimana dia sekarang?" tanya Siwon sambil mencengkram kedua bahu Yunho.

"I-itu..., mianhanda, aku tidak bisa mengatakannya. Dia sangat percaya bahwa dia adalah bagian dari keluarga kami. Dia telah menunggu sangat lama dan berusaha keras untuk mendapat pengakuan dari mommyku. Aku tidak bisa menghancurkan impiannya," ucap Yunho.

"Tapi, apa kau tahu ibumu ingin menyingkirkannya?!"

"Aku tahu. Dan aku akan melindunginya apapun yang terjadi. Ahjjussi tenang saja. Aku hanya ingin ahjjussi tahu, Kim Ryeowook bukan adikku!" tegas Yunho.

"Yunho'ah, setidaknya katakan padaku dimana putraku?!" ucap Siwon keras. Beruntung tak ada orang di dekat mereka.

Yunho tak menyahut. Justru masuk ke mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu.

Tak jauh dari mereka, Choi Sulli berdiri terpaku. Tanpa sengaja ia mendengar semuanya saat hendak menyampaikan telepon dari Ummanya. Dan mungkin sang Umma juga mendengar ucapan Appanya.

Putra? Appanya punya putra dari wanita lain? Kim YiSheng? Siapa wanita itu? Apa Ummanya tahu soal hal ini?

"Sulli'ah?" sentak Siwon saat melihat putrinya terpaku menatapnya.

"Siapa Kim YiSheng?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

"A-apa...?"

Sulli membuang muka. "A-aniyo..., ada telepon dari Umma," ucapnya kemudian meralat kalimat sebelumnya.

.

-000-

.

"Kau mencari sesuatu?" tanya Heechul di pintu kamar Yesung, saat melihat namja manis itu sibuk membongkar barang-barangnya yang sudah ia rapikan kemarin setibanya di rumah Heechul.

Yesung menoleh. "Ah, Ne. Hyungie ingat tabung kaca yang selalu aku bawa saat kecil dulu?"

"Ne, yang kau bilang dari Hyungmu itu kan? Kau masih menyimpannya?"

Si manis mengangguk. "Dan sepertinya sekarang aku menghilangkannya," ucapnya tanpa semangat.

"Hilang?" ulang Heechul. "Bagaimana bisa hilang? Bukankah kau selalu menyimpannya? Atau mungkin tertinggal di suatu tempat?"

Yesung mencoba mengingat-ingat. "Terakhir ByungHee memainkannya. Ah, ani..., aku membawanya ke rumah Sungmin Ahjjussi saat latihan. Ah..., ani, ani... sepertinya tertinggal di rumah namja evil itu!" sungut Yesung.

Heechul terkikik melihat ekspresi Yesung yang berubah-ubah saat mengingat dimana terakhir ia membawa tabung kacanya. Namja tampan itu berjalan mendekat, lalu duduk di ranjang Yesung.

"Ngomong-ngomong, apa kau sudah bertemu dengan Hyungmu?"

Yesung menoleh, lalu duduk di samping Heechul. "Ne, aku sudah bertemu dengannya. Juga dengan Nunnaku," ucapnya.

"Nunna? Kau tak pernah bercerita kalau kau punya Nunna?"

"Karena aku juga baru mengetahuinya," ucap Yesung lirih. "Hyungie, kalau ternyata hyung yang selama ini ternyata bukan Hyungku, dan appa yang selama ini aku tahu ternyata bukan appaku. Dan ternyata aku hanyalah anak yang tak diakui. Appa hyung akan tetap bersamaku?" tanyanya tiba-tiba.

Dahi Heechul berkerut mendengar pertanyaan Yesung. "Apa yang sedang kau bicarakan? Apa terjadi sesuatu?"

"Aku..., aku hanya takut, terlalu takut akan kehilangan."

"Shhh..., apapun yang terjadi, aku akan bersamamu. Aku berjanji," ucap Heechul seraya memeluk Yesung. Mencoba memberinya ketenangan.

Meski ia tak tahu pasti. Tapi ia bisa menyimpulkan, sepertinya, orang-orang yang sejak kecil Yesung anggap keluarga, ternyata hanyalah orang asing. Mungkin kesimpulannya salah. Tapi dari ucapan namja manis itu, Heechul merasa, itulah kenyataan yang sedang ia alami.

"Ohya, baby...,"

"Ya, hyungie! Kenapa terus saja memanggilku baby?" protes Yesung.

"Tentu saja karena kau sangat manis, Sungie baby...," ucap Heechul sambil menarik hidung Yesung dengan gemas.

"Hyung...!"

.

.

Jaejoong menghentikan mobilnya saat melihat Kim Ryeowook di pinggir jalan. Apa yang dia lakukan malam-malam begini?

Tiba-tiba saja ia teringat pada ucapan Yunho. Jika Kim Yesung adalah adik Yunho yang sebenarnya, lalu siapa namja itu? Terlalu aneh jika ayah Yunho yang sangat sibuk semasa hidupnya tiba-tiba mempunyai 'banyak' anak angkat.

Dahi Jae berkerut saat beberapa orang yang baru saja turun dari bus mendekati Ryeowook. Hampir saja namja cantik itu keluar dari mobil, karena berpikir, mungkin namja-namja tadi berandalan yang ingin menyakiti Ryeowook. Tapi ia mengurungkan niatnya saat salah satu dari namja itu memeluk Ryeowook.

"Gege...!" panggil namja yang juga terlihat manis itu.

"Henry'ah...!" sambut Wookkie.

"Ge, kami merindukanmu. Kau beruntung sekali bisa selalu dekat dengan para pangeran," namja bernama Henry itu terus berceloteh.

"Wookkie, apa benar kau putra angkat Ayahnya Charming Prince? Kau beruntung sekali."

"Itu..., sepertinya nyonya Jung mencurigaiku, atau memang dia salah mengenali orang, aku tidak tahu. Jika dia salah orang, maka ini suatu keberuntungan, tapi jika dia curiga bahwa aku adalah D.Z, maka dia sengaja menahanku di dekatnya untuk mencari tahu tentang D.Z lebih jauh lagi. Jadi sebelum aku tahu alasan sebenarnya, jangan menghubungiku sebelum aku menghubungi kalian. Arrachi?"

"Ne...,"

"Gegeee..., aku tidak suka namja bernama Kim Yesung itu, dia merebut Candy Prince kami. Singkirkan dia untukku, ne...!" rajuk Henry manja.

"Ne, pasti aku lakukan. Bukan hanya dia, Choi Sulli juga. Karena Prince's Zone hanya untuk D.Z," ucap Ryeowook dengan seringaiannya.

Jaejoong tak percaya dengan apa yang didengarnya. Tapi jelas-jelas mereka menyebut D.Z. Dark Zoners, para fans maniak itu. Ternyata Kim Ryeowook adalah bagian dari mereka. Namja semanis itu ternyata...

Dengan cepat namja cantik itu meninggalkan tempat itu sebelum mereka mencurigainya. Tapi dia tidak mungkin mengatakan langsung pada orang-orang. Itu terlalu beresiko. D.Z bukan hanya sangat mengganggu karena rasa suka mereka pada Prince's Zone yang terlalu berlebihan, tapi juga karena mereka bisa sangat anarkis. Jae ingat saat mobil seorang artis wanita yang dekat dengan Heechul ditemukan penuh goresan benda tajam. Juga telepon teror yang dialami penulis wanita yang menyatakan kekagumannya pada Yunho.

Harus mencari bukti tentang mereka, dan juga mencari tahu anggota mereka. Karena sebenarnya jumlah mereka tidak banyak. Hanya saja mereka sangat pandai bersembunyi. Apa yang harus dia lakukan? Yang pasti dia tak akan memberitahu Kyuhyun lebih dulu. Dengan sifatnya yang emosional, bisa kacau semuanya.

"Halo, Kyu, aku pulang ke rumah malam ini. Ne, ada yang harus aku rundingkan dengan appa. Ne...," Jae menutup sambungan telepon. Dan kembali fokus mengemudi.

Next day.

Yesung menendang pintu apartement Kyuhyun dengan kesal karena tak juga terbuka setelah ia menekan kode pintu itu. Jangan-jangan dia menggantinya? Cih! Padahal Yesung ingin mencari tabung kacanya. Akhirnya dengan terpaksa ia menelpon si pemilik apartement setelah menekan bel pintu.

"Palli, buka pintunya, ada barangku yang tertinggal!" perintahnya lalu menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Kyuhyun.

Ada kegaduhan dari dalam sana, saking semangatnya Kyuhyun, saat tahu Yesung datang. Tapi namja manis itu tak mendengarnya.

"Ceklek!" Pintu terbuka dari dalam.

"Kau mengganggu tidurku, Kim Yesung!" ucap Kyu dengan raut yang dibuat sekesal mungkin.

"Aku tidak peduli!" ucap Yesung sambil mendorong Kyuhyun menjauh dari pintu dan menerobos masuk. Tanpa minta ijin, namja manis itu langsung masuk ke kamarnya. Bekas kamarnya.

"Ya! Kau sopan sekali, Kim Yesung'ssi!" sindir Kyu sambil mengikuti Yesung.

Sementara si manis mulai mengobrak-abrik kamar yang pernah ia huni untuk mencari tabung kaca miliknya. Tapi nihil. Benda itu tidak ada di sana.

"Cho Kyuhyun, kau lihat tabung kaca milikku?"

"Tabung apa? Ani, aku bahkan tidak tahu benda apa yang kau maksud," jawab Kyu sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Dia masih sangat mengantuk, karena semalam Sungmin memaksanya menyelesaikan rekaman lagu ke empatnya.

"Ya! Aku belum selesai mencarinya! Cepat bangun, Cho Kyuhyun!" protes Yesung.

"Shireo! Aku lelah, aku ngantuk!" tolak Kyuhyun.

"Ya! Cho Kyuhyun!" teriak Yesung sambil memukuli wajah Kyu dengan bantal.

"Uhuk...! Kim Ye-Sung..., kau mau membunuhku!?"

"A-apa? Apa kau punya asma? Kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat..."

"Ya! Wajahku memang selalu terlihat pu-," Kyuhyun menghentikan ucapannya. Terpikir satu ide di kepalanya.

"Ya, Cho Kyuhyun, kau benar-benar punya asma? Mianhae. Di mana obatmu? Apa di kamarmu? Tunggu sebentar akan aku ambilkan," ucap Yesung panik.

Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam. "A-ku..., ti-dak apa-apa," ucapnya terbata.

"Tapi...,"

"Obat-ku ha-bis. Ka-lau ha-rus me-nung-gu, a-ku bi-sa mati...,"

"Mwo? La-lu apa yang harus aku lakukan?" Yesung semakin panik.

"Na-fas bu-atan..., jebal..."

"Mwo?!" teriak Yesung.

Kyuhyun memukul-mukul dadanya seolah benar-benar mengalami sesak nafas. "Haaaah..., to-long...," ucapnya.

"Tapi, aku tidak tahu caranya. Aku bukan anggota PMR," ucap Yesung polos tanpa menyadari namja di depannya tengah menyeringai.

"Ta-rik na-fas dalam-dalam!" perintah Kyu.

Yesung mengangguk. "Seperti ini?" tanyanya sambil menghirup nafas.

"Be-rikan pa-daku...,"

"Ne?" tanya Yesung bingung. "Ah, aku mengerti," ucapnya kemudian seraya mencium ah ani, menurut Yesung itu sebuah pernafasan buatan yang ia lakukan pada Kyuhyun.

Sementara namja evil itu menyeringai di sela ciuman itu.

"Bagaimana? Sudah lebih baik?" tanya Yesung setelah beberapa saat.

Kyuhyun yang sedikit kecewa karena ciuman itu terlalu singkat untuknya menggeleng. Lalu kembali berakting.

"Baiklah, kita coba sekali lagi, ne...," ucap Yesung sambil menarik nafas dalam-dalam, lalu memulai pernafasan buatan season kedua.

Kali ini sedikit agak lama. Si manis benar-benar memberikan oksigen pada namja terkutuk itu. Dan saat si manis hendak menarik wajahnya, dengan cepat Kyuhyun menahannya agar tak melepas tautan bibir mereka. Mata Yesung membola karenanya. Ia sadar dia telah dibohongi. Tapi entah mengapa, ia enggan untuk mengakhirinya. Tanpa sadar ia mulai membalas ciuman Kyuhyun. Membuat si tampan sedikit terkejut namun sama sekali tak menghentikan lumatannya di bibir Yesung. Dan ciuman itupun semakin bertambah dalam.

Tapi...

"Ting... tong...!"

Yesung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh saat mendengar suara bel pintu. Nafasnya terengah. Wajahnya memerah karena malu.

"A-aku..., lihat keluar dulu," ucap Kyu tak kalah gugup lalu beranjak meninggalkan Yesung.

"Apa yang aku lakukan?! Bodoh! Kim Yesung bodoh! Memalukan! Seharusnya aku menamparnya kan!" sesalnya.

Sementara Kyuhyun keluar untuk membuka pintu sambil menggerutu. Siapa orang tak tahu diri yang mengganggu momentnya? Benar-benar pintar memilih waktu!

"Nuguse..."

"Kyu...!"

"Su-Sulli'ah?" ucap Kyu kaget saat tiba-tiba yeoja itu memeluknya sambil menangis.

"Kau kenapa? Ada masalah?" tanyanya sambil membalas pelukan yeoja itu.

"Appa..., appa...,"

"Ada apa dengan Siwon ahjjussi? Tidak terjadi hal buruk kan?"

Sulli menggeleng dalam pelukan Kyuhyun. "Appa mengkhianati Ummaku. Dia punya putra dengan Yeoja lain. Aku membencinya. Aku benci pada appaku!"

Yesung terpaku di depan pintu kamarnya melihat Kyuhyun dan Choi Sulli yang berpelukan. Namja manis itu tertawa getir. Entah apa yang ia tertawakan. Bahwa mungkin nunnanya akan membencinya? Atau bahwa lagi-lagi dia merasa dipermainkan? Bukankah harinya 'penuh warna'?

.

Tbc

.

Chap ini panjang banget ya? Dan lagi-lagi saya benci Cho Kyuhyun di part ini. Argggh! Kapan selesainya kalo saya nambahin terus masalahnya? Kayak sinetron aja! *merasa sangat gagal jadi author.

Tapi yang jelas saya senang banget. Meski saya nggak pernah punya target review, tapi PZ berhasil menyalip And I Love You. Horeeee! (sorak bareng dora dan boot)

Buat fans-nya Wookkie ma Henry, mianhae karena mereka jadi jahat di sini. Ah, dan saya menambah satu ahjjussi ganteng di sini sebagai papahnya G.O. yaitu Jin Woon 2am, hehehe... maksa banget ya?

.

Buat yang review di chap kemarin makasih ya. Maaf lagi-lagi gak disebutin. Yang jelas saya sangat-sangat berterimakasih. Moga nggak bosen me-review-nya. Maaf karena Heesungnya kurang menggigit. Karena Heechul murni menyayangi Yesung, bukan mencintai. Dia hanya merasa bertanggungjawab atas janjinya pada Umma Yesung. Baik banget ya? Yang galau malah Yunho tuh. Sama kaya yang nulis. Ya udahlah, segini dulu.

.

See ya in the next chap.