Disclaimer © Masashi Kishimoto
Story © Punya Kika
Pair © Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata
Rated © T
WARNING © OOC akut, typo, alur cepat dan teman-temannya.
Summary © Sebuah cerita tentang adek kelas.
Don't Like Don't Read
.
.
.
-Adiks-
"Photograph"
.
.
.
Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya naks naks Akatsuki angkat kaki dari Ichiraku Kafe. Alasannya sih, males gabung sama anak bawang. Mungkin naks Akatsuki nganggep dirinya udah jadi anak daun bawang. Selevel lebih diatas dari sekedar bawang *apaansih. Lalu, berdasarkan ide kreatif Ino yang ngajakin makan bareng di satu meja dan ide brilian itu juga udah didukung oleh Sasori, jadilah mereka berkumpul mengelilingi dua meja yang baru saja dipersatukan oleh mas-mas pelayan Ichiraku kafe.
Anak Bleach mengambil tempat duduk mereka masing-masing, menyusul Sasori di tempatnya semula, lalu bergabunglah Sakura, Ino, Matsuri, dan Shion. Menyisakan adiks Sasuke dan Hinata yang masih dilanda kebingungan akibat shock culture. Bayangin deh, tiba-tiba ketemu sama gebetan dan harus makan satu meja tanpa persiapan naskah yang berisi percakapan atau setidaknya kata-kata yang bagus untuk diucapkan.
Apa kata this world?
"Panggil pelayannya" kata adiks Sasuke sok cool duduk di kursinya. Hinata masih berdiri. Kursi kosong sisa dua, tempatnya saat ini yang notabenenya sampingan kursi sama adiks Sasuke dan satunya lagi dekat Renji.
"Ini masih kosong kok..." kata Renji cengengesan ngarep sambil nunjuk-nunjuk kursi kosong yang ada disampingnya.
"Oh iya-" belum sempat Hinata menuntaskan kalimatnya, tiba-tiba ia merasakan adanya aliran hangat nan nyaman saat tangan seseorang menyentuh kulit pergelangan tangannya.
"Udah, duduk sini aja" adiks Sasuke baru aja memegang singkat tangan Kaks Hinata untuk menyuruhnya duduk atau lebih tepatnya menarik tangannya untuk duduk, untuk versi bapernya, dont go anywhere.
'Plisss, ada yang bisa terjemahan bahasa tubuh cowok ganteng? Arti pegangan tangannya adiks Sasuke yang barusan apaan?' jerit batin seseorang.
Hinata langsung duduk. Sekilas, Hinata menatap adiks Sasuke di sampingnya yang lagi bertopang dagu. Kalau dilihat dari pandangan mata yang normal tanpa memasukkan unsur baper dan kesaltingan di dalamnya, adiks Sasuke kita yang cakep ini keliatannya lagi boring banget tapi kalo kita telusuri lebih dalam, tak sekedar dilihat tapi juga perlu sedikit diterawang tanpa diraba karena kesannya grepe-grepe, adiks Sasuke lagi berusaha tenang agar tidak menimbulkan gerakan tambahan sebagai bentuk perwujudan dari rasa 'aneh' yang tiba-tiba menghampirinya saat Hinata duduk di sampingnya.
'Tadi siang ngiketin tali sepatu terus ngobrol bareng di perpus. Kenapa sekarang jadi kayak nggak kenal gini?' batin Hinata gundah.
Dari jarak yang kurang dari 1 meter, penciuman Hinata begitu sensitif untuk sekedar menghirup aroma dari makhluk ganteng yang sedang duduk di sampingnya. Hmmm...perpaduan antara wangi sampo dan parfum aroma maskulin khas cowok. Ah, sungguh aroma yang bikin otw gila.
Melepas pandangan dari adiks Sasuke dan menatap Ino, Sakura, Matsuri dan Shion. Ah, gak usah ditanya muka mereka kayak gimana. Sakura yang senyum-senyum penuh kode, kalo diterjemahkan akan berarti 'Ciieeeee, duduknya deketan cieeee', Ino yang lincah menggerakkan alisnya seolah ingin meminta tambahan traktiran, Shion yang bicara pake bahasa isyarat yang nggak bisa Hinata terjemahin, dan yang paling gak banget adalah Matsuri yang sedari tadi menggerakkan bibirnya, kalo diartikan sih 'Udah, langsung cium aja'. Serem.
"Untung aja ada cewek-cewek manisnya KHS. Kalo nggak, bakalan malesin banget ngobrol sama Sasuke" Ichigo buka pembicaraan. Sasuke masih pasang posisi dan ekspresi yang sama sementara Hinata cuma memegang kedua tangannya nggak tahu mau ngapain, minta adiks Sasuke yang pegang tangannya kan nggak mungkin juga.
"Oh, iya. Pasti belum kenal kan? Kenalan aja dulu" Sasori nyaranin.
Namanya juga kenalan, ya salim dan pegangan tangan. Itu sih normal. Mata onyx yang tadinya cuma fokus ke LCD gede milik Ichiraku kafe kini sedikit meningkatkan pengawasannya, pasalnya sekarang adalah waktunya kenalan alias waktunya pegang-pegang tangan. Dan pas tiba giliran Hinata untuk dipegang tangannya alias kenalan...
Sama Toushiro, gapapa sih. Mukanya anak baik-baik.
Sama Ulqi juga gapapa. Ulqi udah mati rasa sama cewek.
Sama Ichigo juga nggak. Meskipun ganjen abis tapi doi cuma becandaan, Ichigo kan udah punya Rukia. Tapi pas sama Renji-
Plakk...!
Sasuke memukul tangan Renji yang sedang menjabat tangan Hinata.
"Adddhh..." Renji ngeluh. Kulitnya terasa panas bekas tamparan tangan adiks Sasuke.
"Tadi ada nyamuk. Bahaya, lo bisa kena demam berdarah" kata adiks Sasuke kalem dan usahanya berhasil. Renji melepas tangannya dari tangan Hinata.
Sasori yang menangkap tingkah laku gak sopan dan sedikit rasa cemburu dari temannya langsung membuka obrolan biar rame tanpa perlu mecahin gelas.
"Kakaks lagi pada ngapain di Ichiraku Kafe?" tanya Sasori sokab, sok akrab.
"Ohh, ini lagi ngadain syukuran" kata Matsuri jujur. Takut dosa. Seketika Hinata mulai panik.
"Syukuran apaan nih?" tanya Renji.
"Tanya sama Hinata gih" jawab Shion. Oke, mereka emang niat pengen ngerjain Hinata.
Bukan hanya Renji dkk yang menunggu jawaban Hinata tapi juga seseorang yang lagi duduk disampingnya.
"Syukuran pacar baru yah. Pajak jadian?" tanya Ichigo.
"Gak mungkin!" jawab adiksSasuke refleks. Semua mata sontak tertuju pada adiks Sasuke.
"Eh, eh, ta-tadi ada iklan di TV yang boongnya kebangetan jadi gue-"
"Terus, Hinata lagi syukuran apa nih?" Renji mengulang pertanyaan Ichigo,
"Tadi siang pembagian hasil ulangan harian Matematika dan aku lulus, jadinya gini deh, hehe" ya ganti-gantian aja boongnya. Kali aja bisa tetanggaan di Neraka.
"Oh, kirain lagi syukuran pacar baru" kata Renji sok asik.
"Ah, Hinata mah gak punya pacar" ceplos Ino.
"Masa sih, tadi katanya Sasuke-" sebenernya sih Ichigo berniat melanjutkan kalimatnya dengan 'tadi katanya Sasuke Hinata udah punya pacar dan berniat nikah' tapi berkat rasa sakit di kakinya yang diyakini sebagai ulah Sasuke yang menginjak kakinya sambil tersenyum paksa, Ichigo nge-rem kalimatnya. Kode yang sangat mudah dipahami, artinya jangan banyak bacot. Untungnya Ichigo gak bego-bego amat, jadi Ichigo melanjutkan kalimatnya dengan-
"Tadi Sasuke juga bilang kalo dia gak punya pacar" kata Ichigo sambil menarik kakinya.
"Ah, masa sih. Adiks cakep kayak Sasuke kok belum punya pacar sih?" Shion antusias. Kali aja bisa jadi tambahan informasi buat Hinata.
"Selama kita bareng, Sasuke belum pernah jalan sama cewek" sambung Renji.
"Dia kan maho..." kata Toushiro pedes.
"Yakali, cowok sekeren gue maho" hmm...pembelaan sekaligus promosi dan sedikit nyombong.
"Terus, cewek idaman adiks Sasuke tuh yang kayak gimana sih?" tanya Sakura menatap Hinata yang lagi sok sibuk baca buku menu.
"Seinget gue sih. Katanya yang rambutnya panjang" kata Ulqi mencoba mengingat.
"Masa sih bro, lo suka yang rambutnya panjang ya? Gue baru tau" Sasori nimbrung.
"Adiks Sassuukkkkkeeeeeeee...aku sama Shion rambutnya panjang looohhhhh" keganjenan Ino mulai bangkit kembali. Godain adiks sejenis adiks Sasuke tuh emang lucu, mukanya yang tipe-tipe hard calm face kalo ngeluarin ekspresi ya keliatan lucu ajah.
"Atau jangan-jangan udah lama naksir sama Kaaakkaaks yaaaa..." sambung Shion memainkan rambutnya.
"Apaan sih, Kak" komentar Sasuke kalem meminum jus tomatnya.
'Ja-jadi adiks Sasuke suka yang rambut panjang?' ingin rasanya Hinata bikin rambutnya lebih panjang lagi. Kalo perlu lebih panjang dari rambutnya Rapunzel, biar adiks Sasuke bisa bergelantungan disana (?).
"Terus...terus...kita yang rambutnya pendek udah gak punya kesempatan yaa?" tanya Sakura.
"Terus apaan lagi ya. Lo inget gak?" Ulqi bertanya ke Renji.
"Yang imut kan ya?" Renji meminta konfirmasi pada Sasuke.
"Nah, jadi lagu yang bakalan kalian bawain di festival apaan?" Sasuke nggak berniat melanjutkan pembicaraan random ini.
"Yahh, adiks Sasuke gak asik aaahhhhh~"
"Rencananya sih lagunya Last Moment dari SPYAIR" kata Toushiro yang juga udah lelah dengan pembicaraan mengenai Sasuke dan cewek.
"Oke..." kata Sasuke mengeluarkan kertas dan pulpennya.
"Lo udah bikin random acara belom?" tanya Ichigo mulai serius. Kalo gak salah, random acara tuh semacam konsep yang berisi kumpulan acara apa aja yang akan diadakan di sebuah acara atau festival.
Pelayan datang membawa pesanan mereka. Melihat adiks Sasuke dan Ichigo yang mulai terhayut ke dalam pembicaraan serius membuat yang lain berusaha menyibukkan diri mereka masing-masing, termasuk Hinata. Menyibukkan diri dengan memandang siluet wajah adiks Sasuke yang sedang serius, terkadang mengangguk, kadang memandang ke atas untuk sekedar berpikir dan mempertimbangkan sesuatu sambil memainkan pulpen hitam yang ada di tangannya, terkadang harus memperbaiki style rambutnya di bagian belakang dan terkadang harus...memandang balik Hinata.
"Es krimnya meleleh" kata adiks Sasuke memandang es krim di hadapan Hinata lalu memandang yang empunya sepintas. Lalu kembali fokus ke Ichigo dan yang lain.
"Kalo random acara sih masih sebatas coret-coret gini" Sasuke mengeluarkan kertas acak-acakan lainnya.
"Pameran fotografi sebagai pembuka?" tanya Toushiro.
"Iya, soalnya di festival ini gue pengen fokus menampilkan karya-karya anak muda. Gue mau ngajak anak-anak muda untuk berkreasi dan menanamkan pikiran bahwa prestasi itu gak hanya sebatas rangking di kelas, piala atau medali. Gue pengen nunjukin kalo hobi dan passion adalah hal yang gak kalah penting untuk kita miliki dan kita dalami. Gue nggak terlalu ngerti sama yang namanya seni atau semacamnya tapi apresiasi karya adalah hal yang gak bisa disepelekan. Gimana menurut lo?" duh, adiks Sasuke yang banyak bicara, apalagi bicaranya hal-hal yang kayak gini. Lagi-lagi, hati ini otw gila karenamu.
"Gak salah deh mereka nyimpen lo di divisi acara. Hahaha" ledekan sekaligus pujian dari Ichigo.
"Ini juga berkat bantuan Kak Shikamaru, Gaara dan temen-temen panitia lainnya. Mereka bisa diandalin banget" lanjut Sasuke dan menyeruput jus tomatnya.
"Lo masih aktif di komunitas fotografi?" tanya Toushiro.
"Lah, lo anak fotografi juga, men? Kok gue baru tau yaa..." bukan cuma Sasori yang penasaran, yang lain juga. Apalagi Hinata, dih. Berasa pengen pasang rekaman biar nggak lupa apa aja yang adiks Sasuke omongin.
"Ihhh, adiks Sasuke suka fotografi?" tanya Ino.
"Suka sih, Kak, tapi cuma ngikut-ngikut aja" kata adiks Sasuke sambil mijit-mijit tengkuk lehernya pertanda malu-malu gak enakan. Duh, kelakuan adiks Sasuke yang kadang merendah tuh bikin-
'Makin syuuukaaaakkkk...'
"Kalo adiks Sasuke butuh model, kita-kita bisa kok jadi modelnya. Iya gak, Hin?" tanya Sakura sambil nyolek bahu Hinata. Hinata cuma 'hehe' sambil ngarep.
"Udah punya sih, Kak"
"SIIAPAAAA?" semuanya teriak kecuali Hinata. Bukannya gak penasaran, penasaran banget malah. Siapa yang udah jadi model fotonya adiks Sasuke? Siaapaahhhh?
"Kepo"
Pembicaraan terus berlanjut dan pada saat yang tak diinginkan tiba, yaitu pada saat pembicaraan ini harus disudahi, mereka bergegas dan membereskan barang masing-masing.
"Makasih ya udah mau gabung dan bikin malam ini jadi seru" kata Ichigo senyum manis dan beresin barangnya. Barang semacam masukin rokok dan korek ke saku, cabut charger iPhone dari colokan, nyari kunci-kuncian, tak termasuk kunci keberhasilan hubungan.
"Gak apa-apa, anak KHS nungguin banget perform-nya kalian" balas Sakura juga ikutan beresin barang.
"Nih..." Renji nawarin rokok terakhirnya ke adiks Sasuke.
"Gue udah tadi" jawaban yang bikin Hinata nggak tahan untuk nggak memandang adiks Sasuke. Jadi, adiks Sasuke ngerokok?
"Elo kok nawarin gue sih. Gue kan udah tadi, lo kan tau gue ngerokoknya sekali-kali doang" adiks Sasuke kok semacam punya indra ke-6 gitu ya. Sadar dipandangi dengan tatapan 'itu beneran?' eh, doi langsung ngasih pembelaan yang bikin hati Kakaks langsung lega.
Bleach pamit undur diri dan segera bertebaran di muka bumi dengan kendaraan mereka masing-masing. Sasori pamitan ke rumah Sai untuk ngurus frame pameran foto. Sakura, Ino, Matsuri dan Shion segera menghilang seperti biasa dengan jurus andalan mereka, menyisakan adiks Sasuke dengan Hinata yang berjalan menuju kasir.
"Aku aja" kata adiks Sasuke mengeluarkan kartu kredit berwarna abu-abu metalik. Kartu kreditnya matching banget sama yang punya. Sama-sama bikin ngiler.
"Tapi Ino, Sakura, Matsuri, dan Shion makannya banyak" kata Hinata polos. Emang banyak banget. Serius.
"Kalo orang ngeliat kita, mereka kiranya kita pacaran. Kan nggak lucu kalo kamu bayar sendiri, aku juga bayar sendiri. Ntar aku dikatain cowok pelit" bermodalkan alasan jaim dan atut dikatain cowok pelit, adiks Sasuke bayarin semuanya.
'Kalo udah keliatan kayak orang pacaran, kenapa nggak diresmiin aja coba?' batin Hinata memandang adiks Sasuke dari belakang. Menurut Hinata, author dan beberapa cewek di luar sana, tengkuk leher cowok tuh sesuatu banget. Apalagi tengkuk leher cowok yang kita suka, bawannya pengen nyender disana dan melupakan tugas, laporan atau apalah di dunia ini yang bikin hidup kita lupa cara bahagia. Hinata mengucapkan sankyuu yang nggak ditanggapi oleh adiks Sasuke. Mereka berdua berjalan menuju pintu keluarIchiraku kafe dan memikirkan rencana hidup setelah ini. Langsung pulang atau kemana gitu kek.
Jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Gak terasa, ngerumpi bareng temen ngabisin waktu 3 jam hanya berasa lewat 3 menit. Begitu keluar dari pintu Ichiraku Kafe, angin malam langsung menyapa adiks Sasuke dan Hinata. Menerbangkan helaian rambut mereka dan menggelitik kulit mereka yang bebas dari perlindungan pakaian. Lalu, bangku panjang di depan Ichiraku Kafe menjadi tujuan mereka selanjutnya, bangku yang kira-kira panjangnya 2 meter. Hinata mengambil tempat duduk di sisi kiri dan menyusul adiks Sasuke mengisi sisi bangku yang sebelah kanan membiarkan bagian tengah bangku tersebut kosong.
"Langsung pulang?" tanya adiks Sasuke memegang kunci motornya.
"I-iya" jawab Hinata memainkan ujung sepatu merahnya.
"Terminal busnya masih di depan sana" kata adiks Sasuke bersandar di sandaran kursi.
'Pengen sih ngajakin pulang bareng tapi takut dianya nolak'
"Di jemput kok" kata Hinata menepikan helaian rambutnya yang tertiup angin.
'Masa minta tolong dia nganterin pulang. Ntar dikiranya cewek apaan -,-'
"Oh"
Gitu aja terus sampe Rhoma Irama duet sama Green Day nyanyi lagu rohani.
5 menit berlalu tanpa kata. Kekosongan mereka hanya diisi oleh suara kegaduhan yang timbul dari aktivitas manusia di bumi ini. Semacam keriuhan yang berasal dari pengunjung Ichiraku Kafe, suara dari lalu lintas, dan beberapa suara-suara hewan malam (tak termasuk kupu-kupu malam) yang menambah ganjil suasana
"Kamu biasa difoto?" adiks Sasuke mengaku kalah dari pertarungan diam-diaman antara Uchiha Sasuke vs Hyuuga Hinata, adiks memulai duluan.
"Jarang sih. Momen tertentu. Liburan atau acara keluarga" jawab Hinata memandang ke arah bibir manis adiks Sasuke yang baru saja mengajaknya bicara. Hinata kembali mengingat perkataan adiks Sasuke di perpus, adiks Sasuke nggak biasa berinteraksi sama cewek di tempat rame. Apa karena itu adiks Sasuke nganggep dia hanya figuran pemeran pembantu pas di dalem kafe tadi?
"Sering di-upload?" lanjut adiks Sasuke tanpa memandang orang yang ia tanya. Pertanyaan adiks Sasuke dijawab 'hu'um' oleh Hinata.
"Berarti kalo fotonya dilihat publik gapapa?" ah, pertanyaan yang membingungkan.
"Hehe, aku kok gak ngerti ya" jangankan Hinata, beberapa orang di luar sana juga gak ngerti. Adiks mah gitu ah, syukak banget bikin Kakaks nebak-nebak.
"Tadi traktiran ya?" tanya adiks Sasuke nggak berniat minta ganti. Cuma penasaran aja. Traktiran dalam rangka apa?
"Uangnya ntar aku ganti"
"Syukuran pacar baru? Gebetan baru? Pajak jadian?" adiks Sasuke hanya memandang gantungan kunci di kunci motornya. Gantungan kunci Buzz Lightyear, gantungan kunci yang sama dengan gantungan kunci yang secara ajaib tiba-tiba ada di ranselnya Hinata.
"Bukan" Hinata menjawab cepat.
"Lalu?" adiks Sasuke menanggapi nggak kalah cepat.
"Cuma dikerjain temen-temen"
"Aku mah apa atuh, disapa kamu duluan aja langsung ngadain syukuran" adiks Sasuke terlihat membaca sesuatu dari layar iPhonenya. Yap, status BBMnya Hinata.
"Ituu..."
"Apa karena cowok yang kamu suka akhirnya nyapa kamu dan harus ngadain syukuran?" Gila, ini lebih dari sekedar indra ke-6. Adiks Sasuke mah punya indra ke-6 S plus, mirip tipe hape.
"Eh?" ketebak seribu persen, Hinata cuma bisa ngeluarin 'eh'
"Aku denger-denger dari Gaara waktu cerita bareng Kiba, katanya dia punya temen yang lagi naksir sama cowok tapi temennya itu mau move on di tengah jalan" adiks Sasuke menyimpan kunci motornya disampingnya lalu tersenyum kecil memandang lalu lintas Konoha yang mulai sepi.
"Sayangnya dia gak bakalan bisa move on. Dia udah jatuh terlalu dalam dan gak bisa lepas lagi" lanjut adiks Sasuke tanpa menghilangkan senyumnya.
"Kenapa?" Hinata memberanikan diri bertanya.
"Karena orang itu gak bakalan biarin temennya Gaara move on. Dia bakalan lakuin apa aja biar temennya Gaara gagal move on" kali ini adiks Sasuke ngomongnya sambil menatap wajah Hinata yang timbul tenggelam oleh cahaya lampu kendaraan yang berlalu lalang di depan mereka.
"Orang itu? Siapa?" Hinata nggak bego-bego amat. Dari dulu tingkahnya emang udah ketebak tapi pembicaraan adiks Sasuke sekilas terdengar kalau dia gak bakalan biarin Hinata move on. Ditambah lagi, adiks Sasuke mendengar pembicaraan ini dari Gaara yang ngobrol sama Kiba? Mulutnya Beby Gaaracu andalah kitah emang comel tapi Bebynya yang satu itu bukan tipe cowok rumpi. Hinata hanya ingin mendengar dan memastikan siapa 'orang itu' yang adiks Sasuke katakan. 'orang itu' adalah adiks Sasuke kan?
"Jemputan kamu tuh" adiks Sasuke berdiri meninggalkan tempatnya dan berjalan menuju parkiran motor begitu mobil BMW berhenti di depan mereka.
Hinata ikut berdiri memandang adiks Sasuke dari belakang yang sedang berjalan menuju motor sport hitamnya. Ah, bahkan caranya berjalan bikin Hinata semakin syukak. Apa yang harus Hinata lakukan? Tetep kekeuh nanya siapa 'orang itu'? Manggil adiks Sasuke? Terus kalo adiks Sasuke berbalik? Harus ngomongin apa?
"Aku cuma butuh kepastian. Kalo adiks Sasuke berbalik sebelum dia pergi, berarti dia emang ada rasa. Kalau tidak? Anggap saja aku cuma latihan naksir sama orang dan gak perlu bikin sakit hati"
Kaks Neji udah nurunin kaca pintu mobil untuk lapor ke Hinata kalo dia udah datang dan cepetan buruan masuk mobil, udah malem. Hinata belum melepaskan pandangannya dari sosok ganteng yang sedang berjalan dengan style keren disana.
Satu...
Dua...
Tiga...
Empat...
Lima...
En-
Adiks Sasuke berbalik.
Berbalik memandang Hinata dan menggerakkan tangannya seolah mengusir.
'Hush hush' gitu katanya.
5 detik.
5 detik penentuan.
"Hati-hati ya"
.
.
.
Hinata bangun pagi lebih awal dari biasanya. Lebih awal 5 menit. 5 menit yang akan didonasikan untuk waktu dandan. Helaawww, hari ini hari pembukaan festival sekolah mereka, 'KHS punya cerita, cinta, dan pesta', hari ini KHS bakalan open access, anak-anak dari sekolah lain bisa jadi pada dateng. Masa iya ke sekolah kucel dan kumel, dandan dikit lah. Tapi... dandannya Hinata bukan untuk siapa-siapa, ya siapa lagi kalo bukan untuk adiks Sasuke, the owner of this heart. Dandannya Hinata nggak sampe lebay juga soalnya beby Gaara udah nunggu di bawah.
"Kaaaak Hinataaaaaaa, ini susu coklat di kulkas aku minum ya?" Hanabi meminta konfirmasi, pasalnya sudah berhari-hari susu kotak tersebut bersemedi di kulkas.
"GAK BOLEEHHH...!" teriak Hinata nggak kalah kenceng begitu menuruni tangga. Pokoknya gak ada yang boleh minum, susu kotak itu susu kotak pemberian dari adiks Sasuke di kantin tempo hari. Hinata juga sudah mengerahkan segala daya dan upaya agar susu tersebut nggak ada yang embat. Contohnya, nempel tulisan 'yang minum bakalan bisulan sampe mati'
"Kamu gak takut bisulan apa?" tanya Hinata melirik ke arah dapur, tempat suara Hanabi berasal.
"Gak takut rusak tuh rambut?" tanya beby Gaara yang lagi asik minum susu stroberi di ruang tamu keluarga Hyuuga. Pemandangan yang bikin Neji tak perlu mempertanyakannya lagi.
"Aman kok" kata Hinata sambil merapikan rambut curlynya.
"Kamu bawa mobil kan, Beb?" tanya Hinata harap-harap cemas.
"Iya, bawa"
Hinata memasuki mobil merahnya beby Gaara. Begitu masuk mobil, pendengaran Hinata langsung dimanjakan dengan musik yang menurutnya asik.
"Judulnya apaan, Beb?" tanya Hinata yang berniat download.
"Lagunya GReeeeN, kalo gak salah judulnya Itoshi kimi e" jawab Beby Gaara singkat.
Mobil Beby Gaara membelah lalu lintas Konoha dengan kecepatan biasa. Gak perlu takut telat, seharian ini KHS bebas jam pelajaran kok. Umbul-umbul, pamplet (?), dan segala macam poster telah bertebaran mulai dari 500 meter sebelum memasuki gerbang KHS. Sesuai dugaan tanpa harus ke dukun terlebih dahulu, festival KHS kali ini bener-bener kebanjiran pengunjung dari sekolah lain, terbukti dari beragamnya seragam di KHS. Stand-stand pun sudah mulai berdiri di sekitar lapangan outdoor KHS, musik-musik kece juga udah mulai terdengar memanjakan telinga dan mengundang gerakan untuk setidaknya menikmati sesuatu yang tanpanya dunia adalah sebuah kesalahan. Musik woi, musik. Bukan gebetan.
"Gileee, rame banget" seru Hinata memandang dari kaca mobilnya Beby Gaara.
"Kan, susah mau parkir dimana. Coba naik Vespa, simpen di tengah jalan juga gak masalah" gerutu beby Gaara sibuk nyari tempat parkir.
"Beb, kamu tuh ya. Nyari tempat parkir aja kamu gak bisa. Apalagi nyari tulang rusuk kamu yang ilang" kata Hinata menasehati.
"Apaan sih" komentar Gaara sibuk memandang ke depan.
"Apa jangan-jangan kamu gak kehilangan tulang rusuk ya?" tanya Hinata ngaco.
"Berisik ah"
"Atau parahnya, jangan-jangan kamu gak punya tulang rusuk? Kamu cumi-cumi dong" Hinata makin ngaco.
"Bawel amat sih. Heran gue kenapa dia suka sama lo" untung aja Beby Gaara cuma bisik-bisik. Jadinya nggak kedengeran deh sama Hinata.
Yap. Beby Gaara berhasil menemukan tempat parkir tapi belum berhasil menemukan tulang rusuknya yang hilang. Bukan berarti Beby Gaara cumi-cumi yang gak punya tulang rusuk, ini hanya masalah waktu. Yeaahh, masalah waktu atau waktu yang bikin masalah? hmm...entahlah.
"Abis ini kamu mau kemana, Beb?" tanya Hinata melihat Beby Gaara mengambil ranselnya di jok belakang.
"Gak tau juga nih. Mungkin makan. Laper" kata beby Gaara sambil elus-elus perut six-packnya.
"Temenin liat-liat dulu dong" Hinata mulai merengek.
"Liat-liat apa, kalo liat-liat cowok cakep aku udah cukup kali ah" beby Gaara keluar dari mobil disusul Hinata.
"Liat-liat situasi dan kondisi, ke pameran foto yok" Hinata langsung merangkul tangan beby Gaara seperti biasa.
"Minta sama yang lain gih, Naruto kek, Kiba kek, Sai, Shikamaru, atau siapa gitu" beby Gaara berusaha melepaskan diri.
"Pengennya sama beby Gaara. Beby andalancu yang gak malu-maluin kalo diajak jalan"
Tibalah mereka di pelataran aula KHS yang memang sangat luas, tempat pameran fotografi berada. Sejauh mata memandang, ada begitu banyak frame foto berukuran 100cmx50cm yang menampilkan berbagai jepretan kamera yang mengundang decak kagum. Mulai dari pemandangan sunset diantara patung Madara dan Hashirama di Lembah Kematian, foto pantai Konoha dan landscape kece lainnya, foto segala jenis perahu, foto hewan, dan foto-foto lainnya karena Hinata udah gak bisa fokus ke foto-foto yang dipamerkan, segala panca indranya kini fokus ke ujung sana. Pemandangan yang lebih indah dari landscape manapun, pemandangan apa lagi kalau bukan adiks Sasuke tapi kalo diperhatiin baik-baik, ada yang merusak pemandangan indah itu di mata Hinata. Apa tuh?
"Beb, itu siapa?" tanya Hinata memandang cewek yang lagi ada di sampingnya adiks Sasuke. Keliatannya cewek itu lagi nanya tentang foto yang ada dihadapannya dan adiks Sasuke, sebagai orang yang taken that pic, berkewajiban untuk menjelaskannya. Umm...hanya foto ritual para penyembah dewa Jashin.
"Oh, itu Momoi Satsuki. Manager-nya anak basket Kiseki no Sedai. Temen satu SMP" kata beby Gaara santai.
Merasa diperhatikan, adiks Sasuke terlihat pamitan dulu dan menuju tempat Gaara dan Hinata yang sedang sok sibuk memperhatikan jejeran frame foto dihadapan mereka.
"Lama lo" kata adiks Sasuke berdiri disamping Hinata dan menyapa Gaara. Wanginya masih sama, wewangian yang bisa mendatangkan malaikat dari berbagai planet.
"Jemput dia" kata Gaara menunjuk Hinata dengan gerakan kepalanya.
"Foto-foto di ujung sana pada bagus-bagus" adiks Sasuke menunjuk ke sebuah arah tak jauh dari tempat mereka beridir saat ini.
"Ah, gue-"
"Udah sono..!" kode banget.
Beby Gaara ngajakin Hinata ke tempat yang adiks Sasuke tunjukan. Gak ada yang menarik sih, cuma foto milky way, foto street art, foto air terjun, foto petani dan foto-
"HEEEEEE...?" Hinata gak bisa gak menjerit.
"Hmmm...bagus juga" komentar beby Gaara kalem.
"K-k-kookkk...?"
Gimana nggak shock coba, diantara foto-foto yang 'fotografi' banget. Ada fotonya yang nyelip di satu frame. Iya, foto Hinata setengah badan dengan tawa lepasnya, tangan kirinya sibuk menepikan rambut panjangnya yang tertiup angin sore. Hinata nggak ingat kapan foto ini diambil, ia memakai seragam KHS dan latarnya fotonya berada di taman KHS.
"Si-siapa?" Hinata panik. Ia berusaha mencari keterangan di bagian bawah foto.
"Mr. Nobody?"
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Segini dulu, gengs. Pendeeeekkkk gapapa ya,
Chap depan panjang deh, janji!
Tetep stay tune ya.
Kika pengen salam-salam dulu nih,
Well, sankyuu banget sama :
Sasuhina69, yang udah setia ngikutin fic ini. Sorry kalo kali ini pendek lagi, tetep tungguin chap depan ya,
Pinky lav145, santai aja lagi, copas aja kata bapernya yang sesuai dengan apah yang kamoh rasakhan, haha. Makasih loh ya udah ngikutin fic ini, pkoknya ikutin sampe end chap. Awas kalo nggak! *maksa
Miyuchin2307, yang reviewnya paling panjang dan paling banyak requestnya, wwkwk *becanda*, maacih banget loh udah ikut baper dalam fic ini. Ikutin sampe end yaah
Dearsha, moga masih bikin kamu gregetan dan tetep nungguin lanjutannya. Makasih udah ngikutin sampe chap segini yang makin nggak jelas.
Ka391, senyum terus ya, Kaaks. Fic BAPER belum ke-apdet. Sorry yak, makasih banget dan tungguin chap depan yah
Icaraissa11, yang paling ngebet minta Sasu cepetan nembak biar jelas. Haha...sabar, penonton, sabar... chap depan kali. haha, makasih dan tetep setia sama Kakaks Kika ya,
NiilaariezqsekarrSarry470, adiks yang satu ini kayaknya salah paham dengan kata-kata Kika di bagian end di chap kemarin, hehe. But, thanks ya, tetep stay tune.
Ayra Uzumaki,yang gila bayangin adiks Saskey. Aku juga kok, beneran otw gila gara-gara dia. Makasih udah syukak fic ini, tungguin lanjutannya ya,
Aisyaeva, makasih loh udah nungguin fic ini, pokoknya Kika pengen bikin kamu alay dan makin alay. Hahaha, ups. Kaks, tungguin lanjutannyaaaaaa eah.
Yuliyantin, makasih bangeet, ceritanya unyu katanya. Seunyu penulisnya lah. Haha. Makasih ya, jangan ilang di chap ini dan chap depan.
Betelguese Bellatrix, whahahaha, vending machine ya Kaks, adiks Kika ketahuan o'onnya. Makasih pencerahannya. Baiduwei, beby Gaaracu andalan kita gak banyak scene di chap ini, tapi tetep tunguin chap depan ya Kaks. Hihih
Ana, lucu-lucu anak muda. kita juga masih muda, haha, makasih ya. Tungguin lanjutannya, biar kita flash back dikit di masa muda.
Miwa, yang berasa kembali 15 tahun lebih muda. umurnya berapa Kaks? Makasih udah mampir, dateng lagi ya.
Kaashime, yang sesak nafas gara-gara gombalan, gombalan yang manaahhhh, yang manaaahhh, makasih ya Kaks. Tungguin lanjutannya ya, Kaks.
HipHipHuraHura, mantep juga. Haha, makasih ya, tungguin lanjutannya.
TheDark802, upkilnya Kika usahain, Diks. Makasih ya, ikutin sampe end. Kalo enggak aku ngambek nih *yaudahsono*, hehe
Sekar561, huummm...sorry deh kalo kurang greget, butthanks udah mampir.
Rigning, Sasu emang lucu siiiissss, tapi sebelum kamu bawa pulang Kika bawa duluan, haha. Makasih ya.
Code, senyumnya yang jelas dikit dong, biar gebetan terkode dan segera menyegerakan apa yang harusnya disegerakan, hehe. Makasih yaaaaa,
NurmalaPrieska, ya gitu deh, adiks Sasu emang kasian tapi kadang ngeselin, bikin Kakaks pengen bakar laut. Makasih ya,
Michi Hana, makasih udah syukak sama fic ini, semoga chap ini masih imut. Haks. Makasih yaaa,
EveSeven, semoga hiburannya masih sampe tumpeh-tumpeh ya, hiihih. Makasih banyak udah mampir.
Ozel Hime, Kakaks yang udah nginvite pin BBM aku tapi kehapus gara-gara something wrong happen with mai hempong. Makasih ya, Kaks. Tetep tungguin lanjutannya, kalo nggak, nggak bisa move on dari mantan. Eh,,
Reita Chan, iya, iya, ini udah kilat. Berusaha kilat, maksudnya,haha. Makasih udah mampir,
Hime948, makasih udah berusaha nggak bosen sama fic ini, hihihi. Tungguin lanjutannya yah, makassiiiihhhhhh udah niat baca fic amburadul ini.
HyuugaHime, Hinata yang ngejar-ngejar ya, hiks, ya gitu deh. Makasih banget udah mampir yaaa, salam sama siapa yang tersayang disana, tungguin lanjutannya Kaks.
Nana chan, ah, kalo masih ponakan yang ngatain stress gapapa. Asal bukan mantan aja, ntar dikiranya worldnya kita udah end gara-gara dia, hihi. Makasih banget ya, tungguin lanjutannya.
Shooen, manusia dari chap 4. Haha, makasih banget udah sudi mampir, ceritanya mulai ngerti sampe sini? Hihi, tungguin lanjutannya.
Namsoyo, bahasanya anak zaman sekarang tapi authornya jadul gilak. Makasih Kaks udah mampir, tungguin lanjutannya yaa,
Summer, manusia dari chap 3. Hinata nggak jones kok, cuma authornya aja sih yang jones. Jomblo happines, santailah, ini masih dunia kok, wkwkwkw, makasih banget ya,
HinataHolic, yahh, Hinatanya genit, sebagian dari perjuangan. Haha, makasih banget yaa, tungguin chap depaaaannn.
Narulita706, udah nih. Berusaha upkil se-kil mungkin, hahaha makasih udah mampir.
Pikajun, jadi Hinata malu banget? Gimana kalo itu kejadian nyata? Aarrgghh...pengen pindah hidup di surga rasanya, hehe, makasih banget yaaa
Taomio, Hinatanya OOC karena authornya manusia gaje, hahaha, makasih banget yaaaa,
Lovely Sasuhina, manusia yang hampir setiap ficnya Kika selalu nongol. Makasih banget ya, Ly (lovely).
Ailee712, oi oi...makasih banget udah mampir.
.
.
.
Sorry kalo penulisan nama ada yang salah
Intinya, makasih deh.
RnR ya gengs,
*Kissbye
