Aloha/joget/

Cerita emang sudah tamat, tapi ternyata Panda lupa masukin ekstra kemarin, nyempil sih #dibakar massa# gomen kalo ga ngepuasin pembaca (?)

Happy Reading!

Ekstra :


1. Ruko

Ruko sedang menikmati kehidupan barunya di Hokkaido, tepatnya di Otaru. Ia sudah menikah sekarang, ingat? Kini ia sedang berbelanja di sebuah mini market dekat rumahnya.

Ia mulai masuk ke dalam mini market dan mulai memilih barang-barang untuk keperluan sehari-hari. Ada garam, gula, telur, tepung terigu, shampo, sabun, pasta dan sikat gigi, minyak goreng, sampai terasi.

Jangan tanya itu terasi merk apa.

Ia kini sedang sibuk memilih jajanan di deretan rak pojok. Namun, ia mendengar sesuatu.

"Serahkan semua uang yang ada di kasir!"

Perampokan? Ruko mengepal tangannya. Tampaknya perampok itu juga menyikat habis uang dompet semua orang disana. Ruko sedikit mengintip. Jumlahnya ada tujuh orang . Mereka mengacungkan pistol mereka ke setiap orang yang mereka temui. Dan salah satunya tengah menghampiri Ruko sekarang.

"Serahkan semua uangmu!"

"Enak saja! Mencari uang susah tahu!" Ruko tak terlihat takut sedikitpun. Perampok itu sedikit gemetar melihat Ruko yang berwajah seram. Disamping itu, Ruko lebih tinggi darinya.

Ruko menghajar wajah perampok itu. Ruko segera menuju ke arah perampok lain. Enam temannya pun tak luput dari tinju Ruko. Semua pembeli dan sang kasir yang tengah bertugas hanya bisa cengo melihat peristiwa ini. Besok pasti akan ramai headlines.

Perampokan kali ini ternyata digagalkan oleh seorang ibu rumah tangga.


2. Kaito & Gakupo

Kaito sedang bosan. Ia menatap keluar jendela mobilnya. Manajer merangkap supirnya ijin mencari toilet sebentar. Ia akan melakukan take vocal untuk single barunya yang berjudul Ano Hi Ano Toki no Maid-sama. Alay banget. Iya, beneran. Kayanya based on true story. (?)

Tak sengaja mata Kaito menangkap sosok Len yang tengah berjalan gontai. Ia menenteng tas kerja dengan muka kusut begitu. Lagi PMS? Nggak mungkin lah. Len hanyalah laki-laki tulen yang dianugerahi wajah shota-minta-diraep.

"Kaito? Kau kok diam saja sih?"

Kaito tersadar ia sedang bertelepon dengan seseorang.

"Maaf, aku hanya bengong. Aku melihat Len."

"Dimana?! Dimana?!" Aneh. Kenapa lawan bicaranya semangat 45?

"Tak jauh dari mobilku. Ia sepertinya sedang lelah." Sahut Kaito.

"Oh, begitu ya. Aku sedang sibuk syuting dengan Gumi. Aku jadi ingin melihat wajah Len."

"Sebentar, aku akan mengirimnya." Kaito memutuskan panggilan dan membuka kaca jendela mobilnya, kemudian memotret Len yang tak jauh darinya dengan fitur zoom pada kamera ponselnya. Ia kemudian menutup kembali kaca mobilnya. Lalu mengirim foto yang didapatkannya pada lawan bicaranya di telfon tadi.

Yey! Berhasil, berhasil, berhasil, hore!

*suara jangkrik*

"Bagaimana?" Kaito mengetik teks tersebut pada pesan multimedianya. Tak lama kemudian, ia mendapat panggilan telfon.

"Dia masih kawaii, sama seperti dulu." Balasan yang ia dapat. Sadarilah umur kalian, wahai om-om pedo. (?)

"Haha, kau memang selalu begitu, Gakupo. Oh ya, malam ini kau senggang? Mungkin kita bisa makan malam." Kaito sedikit tersenyum. Padahal dia kan telfon. Gimana Gakupo ngeliat dia senyum, coba?

"Ah, makan malam? Boleh. Malam ini aku juga tak ada jadwal syuting." Suara Gakupo terdengar datar seperti biasa.

"Oke, sehabis take vocal. Hanya beberapa lagu. Di restoran depan Meiji st jam tujuh." Kaito mesem lagi. Tapi, sekarang sambil merem. Apaan, coba?

"Baiklah."

Percakapan ambigu.


3. Gumi

Beberapa minggu kemudian.

Gumi sedang berjalan menyusuri kota di malam hari. Ia merapatkan jaketnya. Matanya memandangi jalan di depannya. Ia membuang kaleng berisi kopi yang baru saja dihabiskannya. Saat itu pula, matanya menangkap sebuah single CD bertuliskan "Ano Hi Ano Toki no Maid-sama." di dalam sebuah mini market.

Gumi menatapnya intens. Kata-kata itu seolah masuk ke relung hatinya. Membaca kata Maid-sama, cinta pertamanya (?) Hanya sekali itu ia bertemu dengan Maid-sama (baca : Len) , jatuh cinta pandangan pertama (?), dan sesudah itu, setiap kali ia ke cafe maid itu, ia tak pernah menemukan kembali Maid-sama, pujaan hatinya.

Sungguh cerita yang ironi.

Dan ia langsung melesat untuk membelinya.

"Maid-sama!"

( Di suatu tempat, Len bersin-bersin )


4. Len

Len sedang berguling di kasurnya. Gaje banget. Mau tau kenapa? Mau tahu apa mau tau banget?

Len sibuk mendengarkan lagu rupanya. Lagu terbaru Kaito, Ano Hi Ano Toki no Maid-sama. Lagu itu mengingatkannya pada sosok IA. Di dalam benaknya terbayang IA yang mengenakan pakaian maid lengkap dengan aksesorisnya. Ternyata inilah penyebab Len berguling-guling wahai pemirsa. Rasanya geregetan. Mengingat bagaimana gadis itu sering berkata "Aku tidak tahu." membuat Len jadi gemas sendiri (?)

Dan itu semua kini tinggal kenangan. Sungguh mengenaskan.

5. IA

IA membereskan peralatan seusai kursus musik yang diikutinya. IA adalah mahasiswi jurusan musik semester akhir saat ini. Ia meletakkan biola dan gitar ke wadahnya. Namun ia menyadari sesuatu. Ia menyadari itu. Ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Entah apa. Tiba-tiba terlintas wajah pemuda yang ditemuinya beberapa minggu lalu saat dirinya menanyakan arah menuju Hoshimidai. Pemuda itu, apa ia mengenalnya? Ia yakin belum pernah bertemu dengan pemuda itu, namun nuraninya berkata lain. Terselip perasaan rindu dalam hatinya. Hujan turun diluar sana membasahi kota Nagatoro, tempat ia berada sekarang.

IA tak mengerti. Hidupnya terasa baik-baik saja. Nilai ujian dan praktik musik nyaris sempurna. Tapi, ada yang terasa kurang dalam hidupnya. Begitu sederhana sekaligus rumit. Entahlah. Hatinya terasa sakit saat ini.

IA melajukan mobilnya menyusuri kota. Lampu terlihat merah. Ia berhenti. Masih hujan. Sama seperti dirinya yang tengah menangis. Ia tidak tahu kenapa dirinya menangis, namun, saat mengingat wajah pemuda itu, membuat seluruh tubuhnya serasa mau meledak. Dadanya terasa sesak.

"Malam ini kita akan mewawancarai penyanyi abad ini, Shion Kaito."

IA menghiraukan radio di mobil yang masih menyala.

"Jadi, Shion-san, apakah ada tujuan dibalik lagu ini?"

"Aku ingin, maid-sama tahu perasaanku padanya. Aku bertemu dengannya sewaktu remaja. Tapi, beberapa minggu lalu aku melihatnya."

"Apa kau jatuh cinta pada maid-sama?" (Baca : Len)

"Kurasa, iya.."

( Len langsung menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya (?) )

(Gakupo senyum-senyum gajelas )

(Gumi memeluk Single CD Kaito dengan erat)

(Ruko ketiduran . Zzzzzz)

"Marilah kita mendengarkan lagunya! Ano Hi Ano Toki no Maid-sama!"

Setelah itu, terdengar lagu diputar.

Ano hi ano toki

(Hari itu waktu itu)

Furidashita ame

(Turun hujan)

Hajimete no meido-sama ni aeta nara

(Pertama kali aku bertemu maid-sama) *bener ga sih bahasanya =w=?*

Nekomimi to

(Dengan kuping kucing)

Kawaii desu ne

(Manisnya dirimu)

Kono kimochi osaetsuketa

(Ingin ungkapkan perasaan ini)

"Suki" nante to iu

(Kata "suka" )

Shiranai kedo

(Aku tidak tahu, tapi..)

Yada! Kotae wa omoidasenai

(Tidak! Aku tak memikirkan jawabannya)

*ngarang banget bahasanya /nyakar tembok/*

Boku to kimi wa

(Antara aku dan kau)

Demo kimi no chikara

(Tetapi kekuatanmu)

Boku o tasukete

(menolong diriku)

Ano hi, ano toki o

(Hari itu, saat itu)

Kurikaeshitai

(Ingin kuulang kembali)

Kepala IA serasa berputar. Mendengar kata "maid" membuat otaknya terpaksa diputar kembali. Kepalanya terasa makin penuh.

DIIN! DIIIN!

Mobil dibelakang IA sibuk mengklakson agar IA segera jalan. IA pun tersadar dan melajukan mobilnya kembali.

Ekstra End


Apa ini? Gajelas banget ._.) Oya, soal lagunya, itu basa jepang ngarang ala Panda *digiles* kalau ada yang salah atau gak sesuai ama basa indonesianya, tolong kasitau Panda ya ._.) Panda ga begitu ngerti soal grammar bahasa Jepang ._.)*always bad at grammar* Arigatou gozaimasu (_ _)