Disclaimer : Digimon © Akiyoshi Hongo
Sepulang sekolah, Kouichi datang ke gedung SMP bersama Izumi untuk menjemput Hikari, tapi mereka tidak masuk kedalam gedung, mereka hanya menunggunya diluar gerbang. Selagi menunggu Hikari, Miyako dan Nami yang melihat sosok Izumi datang menghampirinya.
"kak Izumiiii" panggil Miyako.
"oh..haii kalian berdua" sapa Izumi dengan ramah.
"tumben kakak disini, ada apa?" tanya Nami.
"oh..aku menunggu Sachi, kami mau pergi berbelanja gaun untuk besok pesta ulang tahunku, kalian datang kan?" tanya Izumi.
"pasti datang dong." Kata Miyako.
Setelah itu Izumi melihat sosok Hikari yang sedang berlari dari dalam gedung.
"Sachii!" teriak Izumi memanggil Hikari.
"hah…hah..hah..maaf kak, tadi aku membantu guru mengumpulkan tugas dulu" kata Hikari yang kecapean.
"hahaha..kamu tidak perlu buru-buru begitu, ayo Kouichi sudah menunggu didalam mobil" kata Izumi.
"heeeh? Ada kak Kouichi juga? Kenapa dia tidak keluar?" tanya Nami.
"eehh… dia sedang malas tekena sinar matahari katanya" jelas Izumi yang tidak masuk akal yang menyembunyikan bahwa alasan sebenarnya Kouichi tidak mau keluar dari mobil adalah, karena dia tidak ingin melihat wajah Takeru. "ayo kita berangkat, kami duluan yah" ucap Izumi.
Begitu Hikari masuk kedalam mobil, dia melihat wajah Kouichi, dan tiba-tiba teringat dia telah melanggar janjinya pada Kouichi untuk tidak berhubungan dengan Takeru lagi.
"bagaimana sekolah hari ini?" tanya Kouichi dengan lembut.
"baik…semuanya baik" kata Hikari yang sedikit gugup.
Dalam perjalanan, Hikari terus memandangi wajah Kouichi setiap 5 menit sekali, dia sangat bingung dengan perasaannya sendiri, saat dia bersama Kouichi dia merasa sangat nyaman, hangat dan berdebar-debar, saat bersama Takeru, dia lebih gugup, ada perasaan rindu, dan lebih berdebar-debar dari Kouichi. Saat Hikari memandangi wajah Kouichi, entah kenapa dia merasa sangat ingin memeluknya, tanpa dia sadari, tubuhnya mendekat, dan…
"Sachi?" tanya Kouichi yang bingung dengan tindakan Hikari.
Hikari yang sudah sadar segera menjauh dari Kouichi, untungnya Izumi duduk didepan jadi Hikari bisa agak menjauh dari Kouichi.
"ma…maaf kak…aku tidak sengaja" kata Hikari malu-malu.
"ah..i..iya" kata Kouichi yang juga grogi.
Izumi yang duduk didepan memandangi mereka dari kaca depan dengan tatapan meledek 'dasar pemula'
Begitu sampai ditempat perbelanjaan, Izumi langsung menarik Hikari masuk kedalam dan meninggalkan Kouichi dibelakang. Izumi dan Hikari memilih gaun yang cocok untuk mereka.
"heii heii…menurutmu lebih bagus yang mana? Gaun putih ini atau yang berwarna hitam ini?" tanya Izumi kepada Hikari.
Dia menunjukan gaun putih yang panjangnya semata kaki dan berbntuk kemben dengan gaun hitam yang panjangnya sama yang berbentuk triangle.
"aku lebih suka yang hitam" kata Hikari.
"begitu yah, baiklah kalau begitu aku pilih yang hitam, kamu pilih yang mana Sachi?" tanya Izumi.
"hhmm…aku bingung mau pilih yang mana, semua harganya sangat mahal" kata Hikari bingung.
"aahh..sudahlaah soal harga kamu tidak usah khawatir, ada Kouichi yang siap membayar…hahahahaha" kata Izumi yang menuju kasir.
"sudah memutuskan mau beli yang mana?" tanya Kouichi.
"belum kak, aku bingung semua bagus-bagus" kata Hikari.
"kalau begitu ambil saja semua" kata Kouichi dengan tenang.
"haahh! Jangan bercanda kak, aku hanya butuh satu..hahahhaa" kata Hikari tertawa.
"hahaha" tawa Kouichi yang sebenarnya apa yang dikatakannya tadi adalah benar. Kouichi melihat sebuah gaun yang sangat cantik, sebuah mini dress berwarna pink soft berbentuk tanktop sederhana tapi cantik, sesuai dengan Hikari.
"Sachi kemari sebentar" panggil Kouichi, Hikaripun menghampirinya dan Kouichi langsung mengambil mini dress itu dan menyocokannya pada Hikari.
"sudah kuduga akan cocok, kau ambil yang ini, dipadukan dengan …" kata Kouichi yang mencari sesuatu disekelilingnya "ah..dengan syal ini," kata Kouichi sambil memberikan syal halus berwarna putih "lalu kau pakai sepatu ini" kata Kouichi sambil mengambil high heels berwarna putih.
"waaaw..Kouichi, tidak kusangka kau mengerti style wanita" kata Izumi kagum.
"tapi kak..kita kesini hanya untuk membeli gaun" kata Hikari
Tapi perkataan Hikari tidak didengarkan oleh Kouichi, Kouichi membawa semua barang itu kekasir dan membayarnya.
"kak..aku belum tahu itu cukup atau tidak denganku" kata Hikari
"pasti cukup, aku tahu ukuranmu, aku kan sering memelukmu" kata Kouichi sambil tersenyum.
"dasar mesum" kata Izumi jengkel.
"ha? Kenapa? Kau iri Kouji tidak pernah begini kepadamu?" ejek Kouichi.
"ya! Dan dia sangat bodoh, setiap dia menemaniku beli baju dan kalau aku menanyai pendapatnya, dia selalu berkata 'kalau kau suka beli saja' " kata Izumi yang mengikuti gaya bicara dan ekspresi Kouji.
"ahahahaa…kak kouji aneh sekali" kata Hikari.
"memang, dia manusia teraneh yang pernah kutemui" kata Izumi yang sedikit kesal.
"tapi kau mencintainya kan?" tanya Hikari menggoda.
"tentu saja aku sangat mencintainya, kau tahu, kalau Kouji datang romantisnya, aahhh..dia sangat kereeen, kadang dia memanjakanku, membelai rambutku, menciumku dengan lembut sambil memanggil namaku, apalagi saat dia mulai mencium leherku dan…" belum menyelesaikan omongannya Kouichi menghentikannya.
"woow wooow woow! Izumi! Too much information" kata Kouichi yang wajahnya memerah.
"ahahaha…Kouichi, jangan-jangan kau membayangkannya yaaah" kata Izumi meledek.
Tiba-tiba terdengar suara perut berbunyi, Kouichi dan Izumi menoleh kearah Hikari yang mukanya juga memerah antara karena mendengar cerita Izumi dan lapar.
"ma..maaf" kata Hikari malu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk makan direstoran terdekat disana.
"hahahaa..kenapa kamu tidak bilang saja sih kalau kau lapar?" kata Izumi yang tertawa.
"a..aku malu" kata Hikari.
"mau sampai kapan kau malu pada kami?" kata kouichi yang duduk disampingnya.
"uumm…maaf hehehehee" kata Hikari simple.
Merekapun makan dengan bercanda ria, Izumi bercerita panjang lebar tentang dirinya, Kouji dan keluaganya, saat Izumi dan Hikari ngobrol, Kouichi hanya memandangi wajah Hikari yang tertawa, dia terpesona dengan kecantikan Hikari, sampai dia memutuskan sesuatu.
"Sachi" panggil Kouichi yang menyenderkan dagu memakai tangannya dan memandangi Hikari dengan lembut.
"ya kak?" jawab Hikari yang menoleh.
Izumi melihat tatapan Kouichi pada Hikari dan tersenyum sambil meminum minumannya.
"aku mencintaimu" kata Kouichi dengan tenang dan tersenyum.
Hikari yang shok dengan pernyataan Kouichi diam tak bisa berkata apa-apa, sedangkan Izumi yang sama kagetnya tersedak dengan minumannya sendiri.
"wha..uhuk..uhuk..Kouichi.." kata Izumi yang tersedak.
"aku mencintaimu sejak kau tinggal dirumahku" kata Kouichi yang memperjelas. Izumi tidak menyangka Kouichi akan mengatakannya secepat ini.
"k..kak..a..aku" kata Hikari yang mukanya benar-benar merah seperti kepiting rebus.
"hahaha…tidak perlu dijawab sekarang, aku hanya ingin mengungkapkannya saja." Kata kouichi yang tersenyum "ayo kita lanjutkan makan'
Hikari bingung harus berkata apa, dia sangat senang dapat pernyataan dari Kouichi dan ingin membalasnya dan bilang kalau dia juga mencintainya, tapi sekilas, wajah Takeru terlintas dipikirannya.
'kenapa? Kenapa wajah Takeru tiba-tiba terbayang olehku?' pikir Hikari.
"heii.. sudah jangan dipikirkan, ayo kita lanjutkan makan" kata Kouichi.
"ah..i..iya" jawab Hikari.
Disamping itu, Takeru yang sedang berjalan menuju pulang dihalangi oleh beberapa orang, termasuk Daisuke.
"mau apa kalian?" tanya Takeru dengan tenang.
"hanya ingin memberikan kebaikan untukmu" jawab Daisuke "aku ingin tanya, siapa nama gadis kemarin yang bersamamu?"
"bukan urusanmu" kata Takeru yang mengabaikannya dan terus berjalan.
"apakah nama anak itu Sachi Minamoto?" tanya Daisuke dengan nada yang menantang, Takeru menghentikan langkahnya dan berbalik ke Daisuke.
"jauhi dia" kata Takeru dengan nada marah.
"whooaaw… ternyata benar, gadis itu berarti untukmu, Sachi Minamoto itu, atau bisa kubilang sebagai….Hikari Yagami?" kata Daisuke.
Mendengar Daisuke menyebutkan nama Hikari, Takeru sangat shok dan mengahampiri Daisuke.
"apa maksudmu!" tanya Takeru dengan nada marah dan penasaran.
"sudah kubilang kan, aku menemuimu untuk memberikan kebaikan, Sachi itu adalah Hikari, Sachi hilang ingatannya bukan? Minamoto bersaudara itu telah mengubah identitasnya" jelas Daisuke
"huh! Kau tidak punya bukti! Jangan bicara sembarangan!" bentak Takeru.
"wah..wah…wah..seorang Takeru Takaishi mantan ketua geng jalanan bisa semarah ini? Tidak pernah kulihat sebelumnya, apa gadis itu sangat berarti untukmu?' tanya daisuke dengan tawa yang sinis.
"aku akan mencari buktinya sendiri" kata Takeru yang meninggalkan Daisuke dan anak buahnya.
"boss… bagaimana kalau Takeru meminta bantuan orang itu?" tanya anak buahnya.
"tidak masalah, kita punya cadangan orang yang jenius" kata Daisuke.
Takeru yang berjalan cepat langsung mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.
'angkaat…angkaaat..angkaaat" gumam takeru sambil berjalan. Dan tiba-tiba telepon itu diangkat oleh seseorang dan orang itu berbicara.
"ya hallo" kata orang itu.
"hei…sudah lama tak bertemu" sapa Takeru dengan ramah.
"Takeru? Whaaw..ada apa?" kata orang yang ditelepon itu dengan ceria.
"hhmm..yaaah…aku butuh sedikit pertolonganmu" pinta Takeru.
"hahaha..jangankan sedikit, banyakpun aku akan menolongmu, kawan" kata orang itu dengan senang.
"hhmm….bisakah kau datang kerumahku nanti malam? Ini sangat penting" kata Takeru.
"roger" kata orang itu.
"thanks," kata Takeru dan langsung menutup teleponnya.
Malamnya dikediaman Minamoto, didalam kamar kouji.
"jadi..Kouichi telah mengatakan perasaannya pada Hikari?" kata Kouji yang berdiri dekat jendela memakai piyamanya.
"iya..aku sangat kaget, tidak menyangka saja akan secepat itu" kata Izumi yang duduk dikasur Kouji.
"lalu apa reaksi Hikari?" tanya kouji.
"yaah..dia hanya diam dan wajahnya…hahahaa…wajahnya memerah..lucu sekalii..andai saat itu aku membawa handycam, aku pasti akan merekamnya" kata Izumi yang tertawa.
"hahaha..kau memang iseng" kata Kouji yang menghampiri Izumi. "dari pada memikirkan hubungan orang lain" kata Kouji yang mencium bibir Izumi "bagaimana kalu kita memikirkan hubungan kita?"
"hihihi… apa yang mau dipikirkan lagi? Kita kan sudah bersama, ayahku juga sudah menyutujui hubungan kita" kata Izumi yang melingkarkan kedua tangannya keleher Kouji.
"bukan itu maksudku, besok, keluarga Kanbara akan datang kan?" kata Kouji yang duduk disamping Izumi.
"Kouji, ayah sudah membatalkan pertunangannya dulu, tidak akan jadi masalah tenang saja, lagi pula, aku tidak mau dengannya, karena satu-satunya laki-laki yang aku cintai Cuma kamu" kata Izumi sambil senyum.
Kouji tersenyum kembali pada Izumi dan bilang "aku juga sangat mencintaimu" sambil mencium birbinya dengan sangat lembut, ciuman itu berlangsung agak lama, sampai Izumi merasa situasi dan kondisi Kouji sudah mulai meninggi.
"ngh..Kouji..a..aku harus pulang..ini sudah malam" kata Izumi ditengah-tengah ciuman mereka.
"15 mnit lagi..pleasee" kata Kouji meminta.
"hihihihi…aku tidak tahu kalau kau cukup hanya dengan 15 menit?" ledek Izumi yang melanjutkan ciuman mereka.
Dikediaman Takeru.
Pintu bel rumah berbunyi dan Takeru bergegas membuka pintu itu, ketika dibuka, ternyata Yamato yang datang.
"hah..kau?" kata Takeru bingung.
"hei! Tidak sopan dengan kakak sendiri, aku mau menginap disini, ayah tidak pulang karena banyak kerjaan" kata Yamato yang langsung duduk di sofa.
"Yamato.." panggil Takeru "apa kau tahu kalau Hikari hilang ingatan?"
Yamato terdiam tidak berani melihat kearah Takeru, dan bel pintupun berbunyi kembali, Takeru bergegas membukanya.
"yoo..aku datang" kata orang yang tadi Takeru telepon.
"terima kasih sudah datang, Ken" kata Takeru.
"santai saja..oh iya, aku menginap disini yah, karena hari sudah malam" kata Ken.
"iya, kebetulan ibuku sedang keluar kota..jadi…bisa kita mulai sekarang?" kata Takeru
"hei, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Yamato yang menghampiri Ken yang membuka laptopnya dan memakai kacamatanya dan pertanyaan Yamato diabaikan oleh Ken dan Takeru.
"tolong kau cari data gadis ini, dia bernama Sachi Minamoto" kata Takeru yang menunjukan foto Hikari.
Yamato yang melihatnya sangat terkejut dan langsung memberontak.
"whoa..heii..heii…heiii..kalian keterlaluan, untuk apa melihat identitas orang diam-diam" kata Yamato yang khawatir dan mencegahnya agar Takeru tidak menemukan kebenarannya, dia menutupi laptop Ken dengan kedua tangannya.
"tolong singkirkan tanganmu" kata Ken dengan tenang, Ken kalau sudah memulai aksinya dia akan sangat tenang dan keren.
Ken pun mencoba mencari data Hikari, dia mencari, mencari dan mencari, memecahkan kode dan segala macam, sampai akhirnya menemukannya.
"dapat" kata Ken.
"Sachi Minamoto, umur 13tahun pernah masuk rumah sakit Odaiba dan ditangani oleh dokter Jyou, bersekolah di SMP Odaiba.." jelas Ken panjang lebar.
'anak ini berbahaya' Yamato yang tersenyum heran.
"hanya itu?" Tanya Takeru
"iya… tapi…sepertinya ada yang aneh" kata Ken "informasi ini seperti telah diedit oleh seseorang"
Yamato yang juga penasaran akhirnya melupakan tujuannya untuk menghalangi Takeru untuk tahu kebenarannya. Sesaat laptop Ken mati tanpa sebab.
"haah? kenapa ini?" tanya Takeru.
"hhmmm..menarik..ada yang mecoba ikut campur urusan kita, Takeru, sepertinya kau akan berhutang banyak padaku" kata Ken yang membetulkan kacamatanya yang melorot.
"aku mengandalkanmu, Ken" kata Takeru dengan muka serius.
"baiklah..perang hacker dimulai" kata Ken yang memasang muka iblis dan membuat Yamato merinding melihatnya.
Diluar sana, ditempat geng Daisuke.
"bagaimana? Kau bisa meng hack nya?" tanya Daisuke kepada anak kecil yang jenius yang memegang laptop disampingnya.
"kebetulan dia sedang memulai aksinya, begitu dia lengah, aku mengacaukan sistem computerisasi laptopnya" kata anak kecil itu.
"hahahaha…kau memang jenius, tidak sia-sia kami membayarmu mahal, Iori" kata Daisuke.
Dikediaman Minamoto.
"Kouji..ada apa memanggilku malam-malam begini" kata Junpei.
"ah Junpei, aku mau minta tolong padamu, aku punya firasat buruk tentang besok" kata Kouji.
"tolong untuk apa? Katakana saja" kata Junpei yang tersenyum.
"tolong siapkan semua penjaga Minamoto, dan aku tunjuk kau sebagai ketuanya" kata Kouji.
"waah..suatu kehormatan untuk membantumu Kouji" kata Junpei.
"heii…jangan formal begitu" kata Kouji.
"tidak, sejak kau menolongku dan keluargaku, aku sangat hormat padamu" kata Junpei dengan senyum.
"sama-sama..dan tolong sampaikan pada tomoki, aku juga butuh bantuannya sebagai hacker yang handal" pinta Kouji.
"siap, aku akan menyampaikannya, besok pagi aku akan kembali dengannya" kata Junpei yang langsung pamit pergi.
'firasat apa ini…mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa besok' Kouji yang duduk disofa mencemaskan hari esok, dan tanpa sadar dia telah tertidur disofa.
(ngebayangin Ken pake kacamata) pasti kereen bangeeeet...hahahahaa...mudah-mudahan ceiratanya makin menarik...atau jangan-jangan makin ngga jelas? huhuhuuu...thx for reviewnya yaaaahh...
