Tittle : Lie!

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Hangeng, Kim Heechul (GS), Lee Donghae, Lee Eunhyuk (GS).

Main pair : KyuMin, HanChul (Kyuhyun's parents), HaeHyuk (Kyuhyun's brother).

Genre : Hurt/Comfort/Romance

Length : Chapter's

Summary : Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dari istrinya, Cho Sungmin. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu tentang asal usul keluarganya sedangkan Sungmin sendiri tinggal dipanti asuhan sejak bayi?

.

.

Oh Pheonix present

.

.

.

.

.

.

Previous...

"Apa yang kau inginkan?"

"Menagih janji daddy!"

"Sayang, hentikan panggilan itu." Kyuhyun benar-benar mengerang seperti serigala terluka saat mendengar nada suara Sungmin yang berubah mendayu.

Kyuhyun jelas tahu janji apa yang dimaksud Sungmin, kandungan Sungmin sudah memasuki bulan ke-lima. Dan itu akhirnya penantian Kyuhyun berakhir.

Sejenak Kyuhyun menghela nafasnya dalam-dalam sebelum merubah ekspresi wajahnya.

"Kau mau lolipop daddy?"

Jelas saja Sungmin mengangguk antusias dan dengan segera bangkit dan duduk ditengah tempat tidur bak anak kecil yang akan diberi hadiah.

"Mau!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sinar matahari mulai memasuki celah-celah jendela kamar. Kyuhyun menggeliat pelan dan mengernyit saat memastikan jam dinakas tempat tidurnya. Ini hari sabtu, Kyuhyun berencana melanjutkan tidurnya sampai siang menjelang setelah menggarap tubuh istrinya semalam. Namun rencananya tidak sesuai dengan realita yang ada.

Ia berbalik, hendak memeluk si kelinci manis kesayangannya. Namun yang ditariknya hanyalah sebuah guling.

"Min?" suara serak Kyuhyun sedikit menggema diruang kamarnya, matanya menelusuri setiap sudut kamarnya, telinganya berusaha mencuri dengar bunyi sekecil apapun –berharap Sungmin ada dikamar mandi-. Namun kamar itu hening, kosong, hanya ada dirinya.

Kyuhyun mencoba bangkit dari tidurnya dan segera melangkah keluar kamar untuk mencari istri mungilnya.

Sementara itu, sosok yang sedari tadi Kyuhyun cari malah sedang berada didapur dengan setoples kue coklat dipelukannya. Wanita hamil itu sedang memperhatikan sang ibu mertua dan beberapa pelayan membuat sarapan untuk anggota keluarga Cho.

Sungmin memang sudah bangun sejak pagi dan langsung melesat ke dapur dengan alasan lapar, dan Heechul yang kebetulan berada disana hanya tersenyum dan menyodorkan setoples kue untuk mengganjal perutnya.

"Umma, Eunhyuk unnie belum bangun?" tanya Sungmin, wanita mungil itu sedikit bingung saat ia hanya melihat Heechul yang berada didapur, biasanya Eunhyuk juga berada disana dan mereka akan bergosip bersama.

Heechul hanya tersenyum ambigu mendengar pertanyaan menantu bungsunya itu, "Sepertinya dia belum bangun, mungkin Donghae meminta jatah akhir minggunya." Sungmin ikut terkikik ceria begitu paham apa yang dimaksud sang ibu.

Kehamilan Sungmin memang sangat berpengaruh besar pada Donghae dan Eunhyuk, yang mana mereka terus berusaha menyusul langkah besar yang diambil Kyuhyun dan berharap segera memiliki buah hati juga.

"Min? Kenapa main keluar begitu saja?" Sungmin, Heechul dan beberapa pelayan yang berada disana reflek menoleh kearah pintu dapur begitu mendengar suara bass Kyuhyun.

"Oh! Pagi, sayang." Sambut Heechul ceria.

"Pagi, umma." Balas Kyuhyun, masih terlihat berantakan dengan piyama nya, "Kenapa kau bangun lebih dulu? Aku masih ingin memelukmu, Min.." rengek Kyuhyun manja.

Sungmin tersenyum manis dan mengelus surai coklat Kyuhyun begitu sang suami duduk disampingnya, "Tidurlah disini kalau begitu, aku akan membangunkanmu begitu sarapan siap dihidangkan."

Kyuhyun menggeleng, "Ayo pindah ke kamar saja, ini hari sabtu dan aku jarang bermanja padamu." Rajuk Kyuhyun lagi.

Sungmin baru saja ingin menolak dengan halus kalau saja suara lembut Heechul tidak menginterupsinya.

"Pergilah ke kamar, sayang. Umma akan memberitahu jika sarapan sudah siap. Kasihan suamimu."

Wanita yang sedang hamil lima bulan itu menatap sang ibu dengan pandangan ragu, namun anggukan Heechul membuatnya menyerah dan mengangguk pada suami tampannya. Setuju untuk kembali ke kamar.

Kyuhyun jelas tersenyum senang dan segera menggandeng lengan istrinya naik dengan hati-hati ke kamar mereka yang berada dilantai dua. Sungmin memeluk toples kue nya erat-erat sementara tangan yang lain menggenggam tangan Kyuhyun, berhati-hati dalam langkahnya.

Heechul tersenyum melihat pasangan suami istri itu sebelum akhirnya kembali melanjutkan masakannya yang sempat tertunda. "Tolong ambilkan wortel itu."

"Baik, Nyonya."

.

.

.

.

.

.

Victoria Song, wanita keturunan China yang tinggal di Korea semenjak menduduki bangku SMA, wanita yang dulu sempat membuat seorang Cho Kyuhyun tergila-gila setengah mati padanya. Namun akhirnya wanita itu berpaling pada lelaki lain bernama Nickhun, seorang bangsawan Thailand yang melakukan pertukaran mahasiswa saat kuliah dulu.

Sedangkan Zhang Yixing, adik angkat Victoria yang tinggal bersamanya, adalah pelajar disekolah yang Sungmin singgahi sebagai siswi disana. Laki-laki dengan lesung pipit menawan yang diadopsi oleh Tuan Song.

Saat ini, Victoria sedang menikmati teh pagi nya saat Yixing datang dengan wajah kurang bersahabat dan menyapanya dengan sinis.

"Haruskah kau memanggilku sepagi ini?" dengusnya sebal. Yang menjadi lawan bicaranya hanya tersenyum tenang dan menaruh cangkir tehnya dengan gaya elegan.

"Kau boleh kembali jika kau tidak ingin mendapatkan uang sakumu bulan ini, Zhang."

"Baiklah, baiklah. Ada apa?" tanya Yixing, terdengar pasrah.

Victoria tersenyum, jenis senyuman yang membuat Yixing segera sadar jika hal yang akan disampaikan oleh wanita itu bukan sesuatu hal yang sepele.

"Aku ingin menjalankan rencanaku... Sekarang."

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun berkutat dengan beberapa map bertumpuk diruangan kantornya, lelaki itu memakai sebuah kemeja coklat dengan lengan yang dilipat sampai kesiku dan sebuah celana kain berwarna hitam. Setelan semi-formalnya memang dipakai karena hari ini adalah hari sabtu. Setelah bermanja-manja dengan istri mungilnya itu, Kyuhyun mendapat telepon dari sang sekretaris bahwa ada beberapa dokumen yang harus diperiksa segera. Kyuhyun tidak bisa memaksa asistennya untuk mengantarkan dokumen itu kerumah.

Dan disinilah Kyuhyun sekarang, duduk diruangan nya dengan Sungmin yang merengek ikut. Perempuan itu duduk disofa ruangan Kyuhyun dengan sebungkus keripik kentang ditangannya. Sesekali matanya akan memperhatikan Kyuhyun yang begitu serius, dan setelahnya akan sibuk dengan makanannya.

"Kyu daddy, fighting!" seru Sungmin begitu melihat Kyuhyun menepuk bahu kirinya yang terasa pegal. Kyuhyun mendongak dan menemukan Sungmin yang sedang tersenyum manis dengan tangan mengepal diudara. Memberikannya semangat.

Kyuhyun tersenyum, sedikit bersyukur mempunyai istri yang begitu pengertian dan sedikit dewasa. Walaupun umur Sungmin masih menginjak 19 tahun.

"Terima kasih, sayang." Sahut Kyuhyun lembut, Sungmin mengangguk senang dan kembali fokus pada keripik kentang ditangannya.

Sejenak, Kyuhyun memperhatikan tingkah pola istrinya yang begitu lahap memakan cemilan yang Kyuhyun beli, atau terkadang membelai baby-tummy nya seakan mengajak sang jabang bayi mengobrol. Kyuhyun suka pemandangan dimana rasa lelahnya berkurang. Melihat Sungmin bagaikan obat penenang untuk Kyuhyun, dan Kyuhyun sedikit menyesal karena sempat mencintai seorang ular seperti Victoria.

Kalau saja Kyuhyun tahu bahwa Sungmin yang sejak berada didalam kandungan sudah tinggal bersamanya adalah jodohnya, maka Kyuhyun tidak perlu sampai harus mengemis cinta pada Victoria saat itu.

"Kyu?" Sungmin melambaikan tangan kanannya tepat dihadapan Kyuhyun yang terkesiap. Rupanya tanpa sadar lelaki itu melamun dan tak menyadari jika Sungmin mengerut heran dan memutuskan untuk menghampirinya. "Kau baik-baik saja?"

"Huh? I-iya.. ayo kita pulang."

"Kau sudah selesai?" tanya Sungmin.

Kyuhyun tersenyum dan menutup map biru –dokumen terakhirnya-. "Sudah, sayang."

"Bolehkah kita mampir ke kedai eskrim sebelum pulang?"

"Apapun yang kau mau, sayangku."

.

.

.

.

.

.

"Ahjussi, tolong berikan satu eksrim vanilla." Kyuhyun berujar ramah pada paman penjual eskrim langganan Sungmin. Saat ini, lelaki yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu sedang berdiri dan menunggu pesanan untuk istrinya dengan sabar. Sesekali melirik mobilnya yang terparkir di sebrang tepi jalan dengan Sungmin didalamnya.

Sungmin sendiri memilih untuk menunggu didalam mobil sambil memainkan handphone nya. Membalas pesan sang ibu mertua yang menanyakan keberadaannya dan Kyuhyun,

"Oh? Umma ingin eskrim juga." Sungmin bergumam sendiri tatkala Heechul memberitahu bahwa ia dan Eunhyuk juga menitip sebuah eskrim.

Gadis itu menoleh kearah jendela dan melihat sang suami masih mengantri untuk eskrimnya.

"Lebih baik aku saja yang kesana, kasihan kalau Kyuhyun harus kesini." Dengan berbekal pemikiran seperti itu, Sungmin keluar dari mobil dan berniat menyebrang jalan untuk menghampiri Kyuhyun.

Kyuhyun kembali melirik ke sebrang jalan dan sedikit terkejut saat melihat istri mungilnya keluar dari mobil.

"Min!" Kyuhyun berteriak dari ujung jalan, membuat Sungmin yang sedang memperhatikan jalan untuk menyebrang tersentak. Gadis itu mendongak dan bersitatap dengan Kyuhyun.

"Tunggu disana!" Sungmin meneriakkan kalimat itu dengan suara khas perempuannya dan tersenyum lebar. Membuat Kyuhyun mau tak mau ikut tersenyum meski atensi nya teralih penuh pada perempuan hamil itu.

Sungmin kembali menengok dengan hati-hati, setelah dirasa aman, ia baru melangkahkan kakinya untuk menyebrang. Namun baru dua langkah berjalan, Sungmin maupun Kyuhyun dikejutkan oleh teriakan panik seseorang.

"SUNGMIN! MENYINGKIR!" perempuan itu tersentak kaget dan reflek menoleh ke arah sumber suara dan menemukan seorang lelaki berlari dengan panik kearahnya.

Kyuhyun yang berada diseberang juga ikut menoleh dan mengernyit heran saat mulai mengenali postur tubuh lelaki yang sedang berlari kearah Sungmin, "Nickhun sunbae?"

Kyuhyun tak sempat berfikir mengapa Nickhun ada ditempat yang sama dengannya atau bagaimana dia berlari dengan cepat, saat matanya melihat sebuah mobil melaju kencang, menuju kearah Sungmin yang terdiam kaku.

"SUNGMIN!" Kyuhyun dengan segera berlari menghampiri Sungmin, mencoba menggapainya. Namun sepertinya jaraknya agak terlalu jauh dan Kyuhyun berdiri di sebrang jalan.

Kejadiannya begitu cepat, Sungmin berdiri kaku tanpa ada perlawanan karena shock dengan mobil yang melaju kencang menghampirinya.

Kyuhyun, Nickhun dan mobil itu saling berlomba menuju kearah Sungmin yang tak berkutik.

Dan semuanya selesai dalam hitungan detik.

Dua detik sebelum mobil silver itu menyentuh Sungmin, Nickhun berhasil menariknya dengan keras dan membanting tubuhnya sendiri ke trotoar dengan Sungmin diatasnya. Laki-laki itu sengaja mengorbankan dirinya menjadi bantalan Sungmin agar kandungan Sungmin tidak terbentur. Sebagai gantinya, ialah yang mengalami nyeri dipunggung dan juga perutnya secara bersamaan karena perut Sungmin menyundulnya.

"Akh!"

Sungmin dan Nickhun sama-sama mengaduh keras.

"Sungmin!" Kyuhyun berhasil mencapai tempat dimana Sungmin dan Nickhun berada, dan dengan segera mengangkat Sungmin dari atas tubuh Nickhun yang masih mengerang kesakitan.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun panik, Nickhun mengangguk kendati tubuhnya remuk luar biasa. "Aku akan membawa kalian berdua kerumah sakit. Sabar sebentar."

"K-kyu.. s-sa-sakit.." ringis Sungmin.

Kyuhyun ingin sekali menangis mendengar rintihan Sungmin, namun ditahannya dan menggenggam tangan simungil, "Sabar sebentar, heum? Kau akan baik-baik saja, sayang.."

Sementara itu, mobil silver yang gagal menabrak tubuh Sungmin terhenti, sang pengemudi yang memakai topi hitam melirik dari spion mobilnya dan melenguh pendek.

"Noona akan membunuhku setelah ini." Ujarnya enteng, seakan tak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang ia lakukan dan kembali mengemudikan mobilnya meninggalkan ketiga orang disana.

.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun terlihat mengatupkan kedua tangannya dan berjalan mondar-mandir dikoridor rumah sakit. Sungmin dan Nickhun memang sudah dibawa kerumah sakit, kedua orang itu tengah diperiksa sekarang. Dan Kyuhyun tak bisa tenang karena belum ada satu dokterpun yang keluar dari unit gawat darurat itu.

"Kenapa lama sekali!" gerutunya, Eunhyuk, Heechul, Hangeng dan Donghae yang baru saja diberitahu Kyuhyun tentang insiden kecelakaan yang disinyalir secara sengaja itu hanya terdiam dengan pemikiran masing-masing.

"Duduklah, sayang.." Heechul kembali berusaha membujuk Kyuhyun. Namun Kyuhyun seakan tak mendengar itu semua.

Pada akhirnya, dokter yang telah ditunggu-tunggu oleh Kyuhyun dan yang lain keluar dari ruang gawat darurat dan langsung diserbu oleh Kyuhyun.

"Bagaimana keadaan Sungmin dan Nickhun, dokter?"

Sang dokter tersenyum tipis dan membuka maskernya. "Kedua pasien dalam keadaan baik, Tuan. Bayinya juga sudah baik-baik saja."

Bukan main leganya Kyuhyun mendengar kabar tersebut, lelaki itu langsung jatuh terduduk disamping sang ibu yang senantiasa mengelus punggungnya.

"Kedua pasien akan dipindahkan ke kamar rawat sebentar lagi."

"Terima kasih, dokter." Sambut Donghae lega, sang dokter mengangguk dan tersenyum ramah sebelum kembali kedalam ruang UGD.

Donghae dengan segera menghampiri Kyuhyun yang masih menundukkan kepalanya ditemani belaian sayang sang ibu.

"Basuh wajahmu, Kyu. Kau lusuh sekali." Kakak semata wayangnya itu mencoba mencairkan suasana dengan meledek Kyuhyun. Kejadian ini memang sangat memukul hati mereka. Karena calon cucu sekaligus keponakan mereka yang akan datang nanti.

Kyuhyun tersenyum kecil dan bangun dari duduknya, "Tolong jaga Sungmin sebentar, hyung." Pintanya. Donghae mengangguk.

Donghae masih menatap punggung lebar Kyuhyun sampai ia menghilang di koridor, detik kemudian, raut wajah anak sulung Cho otu berubah drastis.

"Aku akan menjamin Victoria didepak dari negara ini. Selamanya." Desisnya berbahaya.

.

.

.

.

"Gagal?!" laki-laki bermata sipit itu mengangguk enteng saat melaporkan hasil pekerjaannya pada kakak perempuannya yang cerewet. "Bagaimana bisa gagal, bodoh?!"

"Seseorang lebih cepat menolongnya, itu diluar perkiraanku." Sahut Yixing jengah.

"Bodoh! Harusnya kau bisa mengira-ngira!"

"Aku tidak bodoh, noona!"

"Kau iya!" sahut Victoria keras. "Sungmin keparat!"

Yixing hanya mendengus keras sementara Victoria menatapnya dengan tajam. "Kalau noona ingin melenyapkannya, lakukan sendiri." Ujarnya ketus dan pergi dari kamar sang kakak tiri.

"Mau kemana kau, bocah?!"

"Pulang ke Guangzhou. Ayah akan mengirimkanku tiket dan aku tidak ingin tinggal denganmu. Sekolahku juga sudah selesai dan aku sudah mengikuti keinginanmu. Masalah gagal atau tidak itu bukan urusanku." Jelasnya lalu menutup pintu dengan keras. Meninggalkan Victoria yang meraung bagai serigala terluka.

"Lee Sungmin keparat!"

.

.

.

.

"Oh? Sunbae?" Kyuhyun terkejut begitu melihat Nickhun tengah bersandar diranjangnya, ia tak menyangka jika Nickhun sudah sadar.

Nickhun tersenyum lemah dan menatap Kyuhyun yang duduk disamping tempat tidurnya. "Bagaimana keadaan Sungmin dan bayinya?"

Kyuhyun ikut tersenyum dengan tipis saat Nickhun malah mengkhawatirkan keadaan istrinya dibanding dirinya sendiri, "Mereka berdua baik-baik saja, kau seharusnya juga mengkhawatirkan dirimu sendiri, sunbae."

"Aku tidak bisa tenang begitu saja, calon cucu pewaris keluarga Cho harus sehat apapun yang terjadi." Guraunya. Kyuhyun tersenyum.

"Terima kasih banyak atas bantuanmu, sunbae. Aku berhutang padamu." Ujar Kyuhyun tulus, Nickhun mengibaskan tangannya dengan santai.

"Tidak perlu berterima kasih, Kyuhyun-ah." Sahut Nickhun, "Jadi, bagaimana rencanamu selanjutnya untuk wanita itu?" tanyanya.

Kyuhyun merubah ekspresi wajahnya begitu mendengar pertanyaan dari Nickhun. "Aku tidak akan pernah melepaskannya. Dia harus ada untuk membalas penderitaan Sungmin!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue..

Halo? Hai? Readers tercintah.. berapa lama pheo pergi? Satu bulan? Dua bulan? Astaga mohon maaf lahir dan batin readersnim {} terima kasih untuk semua readers yg sudah menunggu dan menunggu ff ini..

Pheo sempet fokus di real life kemarin karna sem akhir dan persiapan ujian. Dan pheo tau chap ini sedikiit sekali nd gak memuaskan.. tapi ini baru pemanasan yaaaa.. pertanda kembalinya pheo ke dunia fanfic.

Chap selanjutnya mungkin akan agak lama, tapi jangan khawatir, pheo tidak pernah menghiatuskan ff ini. Tunggu kelanjutan nya yaaaa.. betewe masih ada yg nunggu kah? Boleh pheo minta review nya?

Gomaseumnida readersnimm~

.

.

.

.

Oh Pheonix

2017