"Jangan-jangan…" Sasuke menatap Naruto curiga. "Kau sengaja pura-pura phobia gelap seperti wanita agar aku memelukmu dan menciummu seperti di drama-drama, ya?"
"AMIT-AMIT TEME!" Naruto membantah emosi. Tidak terima dituduh pura-pura hanya untuk disentuh badan kekar Sasuke. "Aku phobia gelap karena trauma." Ia menjelaskan. "Bukan untuk minta kau sentuh."
Naruto berpikir sejenak, "DAN SUDAH KUKATAKAN AKU ITU PUNYA 'BURUNG' YANG BESAR, KAN?!" Naruto selalu saja emosi jika sudah menyangkut urusan 'burung-berburung'. Ia tidak pernah suka jika kelakiannya mulai dipertanyakan.
Memang, ia sering mendapat pujian manis walau pun tidak sebanyak yang menyebutnya tampan, tapi sikap gentle-nya dan keahliannya dalam bela diri, serta otot-otot yang ada di lengan atau pun perutnya, bukan kah sudah cukup untuk menegaskan bahwa dia adalah lelaki sejati?
Wajah Naruto memerah seketika, begitu merasakan semua orang yang mendengar adu mulutnya dan Sasuke kini menatap ke arah sesuatu yang ada di selangkangannya, berusaha mengira-ngira apa benar ukurannya sangat besar seperti yang Naruto deskripsikan? Pasalnya, tadi Naruto mengatakan 'besar' dengan kedua tangannya yang ia rentangkan.
Mana ada orang yang memiliki 'burung' sepanjang itu?
Semua orang mulai berpikir ngeres.
"APA YANG KALIAN LIHAT? SIALAN?!" teriak Naruto berusaha menutupi rasa malunya. Ia mengalihkan perhatian dengan cara membentak semua orang. "MINTA KUHAJAR?!"
Semua orang langsung pura-pura tidak peduli dan kembali melanjutkan kegiatan yang mereka lakukan dan tadi sempat tertunda. Tahu betul si blonde akan sangat mengerikan jika marah terutama jika sudah didukung oleh kakak dan saudaranya. Mereka masih sayang nyawa.
"Ck!" Sasuke berdecak. "Kau memang Dobe!" ia melenggang pergi tak menghiraukan teriakan cempreng Naruto yang terus saja memakinya. Saat jaraknya sudah semakin jauh, tanpa ia sadari sudut bibirnya mulai terangkat membentuk sebuah senyuman tulus. "Kau memang menarik, ya, Namikaze?"
"SASUKEEEEEE!" teriak Itachi dari ujung lorong. Ia berlari pontang-panting dengan wajah pucat menghampiri Sasuke. Berteriak bak kesetanan karena memang sedang dikejar siluman. Sialnya, karena Gaara yang hendak melawan Kyuubi justru lagi-lagi dihadang oleh Shukaku yang tengah murka.
Padahal tadinya Shukaku sudah meninggalkan kelas dengan wajah ngambeknya, tapi saat Kyuubi mulai mendekati Itachi, ia kembali ke dalam kelas dan berkelahi dengan Gaara yang hendak membantu Itachi. Memang dasar Itachi sedang sial! Dan dengan kesalnya, dikutuklah Sasori jahanam yang keberadaannya kini entah di mana?
Selalu saja menghilang setiap kali Itachi membutuhkannya.
"SASUKE! TOLONG AKU!"
Sret!
Bruk!
Brak!
"Ugh!"
"Ew! Muehehehehehe!"
Disclaimer
Mashashi Kishimoto sensei have Chara. Yang lainnya asli dari pemikiran otak bebal Nay. Nyontek drama korea dikit sih. hehehe
Rating
T
Pairing
SasuNaru – ItaKyuu
Slight
SasoDei, GaaNaru, ShukaGaa
F4 : Uchiha Sasuke, Uchiha Itachi, Sabaku Gaara, Akasuna Sasori
Warning
OOC, BL, BoyXBoy, gay story, miss typos, sedikit lime mungkin?
Peringatan!
Fanfic ini hanya mengambil sedikit alur dari drama super keren BBF. Alur cerita, setting tempat, karakter, penokohan, semuanya murni dari pemikiran Nay. Jadi jangan aneh kalo nih fic beda jauh sama drama aslinya.
NO LIKE DON'T READ
Sasuke, Naruto, Gaara, Deidara = 17 tahun dan duduk kelas 11.
Itachi, Kyuubi, Sasori, Shukaku = hampir 19 kelas 12. Jadi Mikoto ma Kushina itu lahirannya tuntu alias setahun satu. Wkwkwkwk
"KYAAAA! JANGAN RAPE AKU SIALAN, MINGGIR KAU BEDEBAH!" Uchiha Itachi, untuk pertama kalinya setelah sembilan belas tahun hidup di dunia menjerit bak perempuan yang hampir diperkosa ramai-ramai, memasang tampang horror dan meninju membabi buta setelah ia terpeleset, menubruk Sasori yang kebetulan lewat sampai tubuhnya tertindih, lalu dihantam tubuh seseorang yang diyakini Namikaze Kyuubi.
"BRENGSEK! MENYINGKIR DARI PUNGGUNGKU!"
Kyuubi yang memang tidak pernah puas mengerjai Itachi itu justru memeluk punggung Itachi kian erat, terkekeh sambil mengelus-eluskan kepalanya ke punggung tegap sang Uchiha sulung dengan wajah iseng minta ditinju.
Sasuke hanya menghela napas berat. Entah sampai kapan kakaknya itu akan bersikap OOC dan mempermalukan marga Uchiha? Uchiha tidak berteriak, dan Uchiha tidak ada yang menjerit seperti wanita hanya karena phobianya.
Uchiha Itachi… benar-benar sudah bersikap keluar terlalu jauh dari karakter aslinya hanya karena seorang Namikaze Kyuubi.
Itachi bergulung-guling berusaha melepaskan Kyuubiyang memeluk punggungnya erat seperti koala. Tidak ambil pusing sekali pun punggung dan kepalanya Itachi bentur-benturkan ke dinding dan lantai. Kyuubi justru tertawa kesetanan seperti tidak merasakan apa-apa.
Sasori yang masih shock karena tadi sempat ditindih dua orang tidak waras itu langsung berdiri dan bergerak mundur menjauh, menggelengkan kepalanya sejenak karena tadi menghantam lantai cukup keras. Bersandar ke tembok dengan iris coklat madunya yang tidak lepas dari Itachi yang berguling semakin menjauh sambil menjerit-jerit, dan Kyuubi yang keras kepala tidak mau melepaskan pelukannya.
"LEPASKAN AKU RUBAH BULUK!"
"Cium dulu!"
"NAJIS!" Itachi meronta kian brutal saat sadar kepala Kyuubi bergerak ke sisi wajahnya, lewat sudut matanya ia melihat Kyuubi yang sedang memonyong-monyongkan bibirnya minta cium, wajah Itachi kian biru, perutnya mulai mual.
"SASORI BRENGSEK! KAU MEMANG BEDEBAH!" tentunya Itachi tidak akan melupakan bahwa kenistaan yang saat ini dialaminya juga karena sahabatnya yang muncul sembarangan. Itachi yang sedang berlari sekuat tenaga dari kejaran Kyuubi dikagetkan Sasori yang mendadak muncul di belokkan, membuat Itachi refleks mengerem kakinya namun sayangnya, Kyuubi justru terjatuh menghantamnya.
"Sori, Chi!" Sasori nyengir, menatap naas pada Itachi yang terus saja bergulingan. "Aku bantu, ya?"
"MENJAUH DARIKU, MENJAUH DARIKU SIALAN! AAAAARGGGGGHHHH!"
Duk!
"AW!"
Kali ini giliran Kyuubi yang berteriak, setelah Sasuke yang mendadak menghampirinya, tanpa berperikemanusiaan menginjak kepala Kyuubi dengan sorot matanya yang kian menajam. Membuat Itachi berhenti berontak hanya untuk melihat Sasuke yang sedang bertolak pinggang kemudian mendesah.
"Bastard Ayam! Singkirkan kakimu dari kepalaku!" kata Kyuubi murka.
"Kau memang sialan!" kata Sasuke jengah. Sasuke kian memperkuat injakannya, membuat Kyuubi tanpa sadar melepaskan pelukannya demi menepis kaki Sasuke yang menekan kepalanya sampai terasa pening. Itachi segera berdiri dan kabur menghampiri Sasori. Ia menatap Sasuke dan Kyuubi bergantian dengan wajah takut-takut. Kyuubi berdiri lalu mendengus.
"Aku. Akan. Membunuhmu…" desis Kyuubi. Sebelum ia sempat menyerang Sasuke, dari belakangnya Naruto muncul dan menahannya, membuat Kyuubi menoleh dan menatap Naruto marah. Kyuubi semakin jengkel saja.
"Berhenti mengganggu Itachi…"
"Huh?" Kyuubi memasang wajah mencemooh. "Kenapa aku harus melepaskannya?"
"Aku akan menghentikan aksi bully pada adikmu." Sasuke akhirnya menyerah, mulai tidak tega pada sang kakak yang dalam dua minggu, sudah dua kali masuk rumah sakit. "Semuanya selesai."
Sasuke berbalik kemudian berjalan santai, menghampiri anggota F4 yang sudah lengkap karena Gaara dengan wajah banyak memar mulai bergabung dengan Itachi dan Sasori, sedikit mendesah berat saat Shukaku menari-nari Hawai merasa sudah menang mengalahkan Gaara. Sungguh, anggota genk bunga bangkai itu bisa membuat F4 ketar-ketir dan bersikap OOC menghadapi mereka semua.
Yah, sebaiknya ini diakhiri saja. Sasuke tidak mau lagi lebih dipermalukan.
"Bagaimana kalau kita semua duel?" tantang Naruto. Ia masih tidak kapok sekali pun sehari sebelumnya dirinya kalah dan nyaris mati menghajar sepuluh preman. Ia tidak puas dengan hasil akhirnya.
Ia akan membalas setiap perlakuan yang Sasuke lakukan padanya. Ia akan membuat Sasuke menyesal karena pernah mengenal Namikaze Naruto dalam hidupnya. Yah, setidaknya itu menjadi sumpah Naruto dalam hati saat ini.
Sasuke tidak terlalu ambil pusing. Ia tidak mengerti kenapa si dobe itu keras kepala dan terus saja ingin memperpanjang perkelahian mereka? Apa si pirang tidak lelah? Lagipula memangnya apa yang si pirang itu harapkan dari perkelahian mereka? Heh?
"Untuk apa?" Sasuke berbalik. Berusaha agar tidak terlihat dirinya yang kalah, Sasuke menusuk Naruto dengan kedua onyx-nya secara telak. "Aku sudah melepaskanmu, Do-chan. Jangan semakin mempermalukan dirimu sendiri lagi."
"Pokoknya aku ingin kita duel!" Naruto keras kepala. Ia menunjuk hidung Sasuke tidak sopan. "Aku tidak mau menang karena kau mengalah."
"Duel?" Sasuke menatap Naruto hina. "Kau masih tidak jera, Do-chan?"
"Jika aku kalah aku rela kau perlakukan semaumu…" Naruto berkata pasti. Di sampingnya Kyuubi tampak tidak peduli. Pemuda pirang itu memang selalu bersikap seenaknya, kalau sampai dia kalah, Kyuubi tidak akan mau tahu lagi. "Tapi jika kau yang kalah, kau harus mau menjadi pelayanku selama satu minggu."
Tantangan Naruto membuat semua orang yang mendengarnya melotot horror. Tidak habis pikir si blonde akan sebegitu beraninya menantang Sasuke bahkan mengajukan persyaratan konyol. Mana mungkin seorang Tuan muda kaya raya seperti Uchiha Sasuke mau menerima tantangannya?
Sasuke seorang pangeran, ingat?
Ia tidak akan pernah mau diperintah atau dikendalikan siapa pun.
Semuanya menganggap Naruto sudah tidak sayang nyawa. Naruto bahkan menantang Sasuke tanpa perhitungan. Bisa saja Sasuke mulai lelah dan melampiaskan kekesalannya dengan cara membuat bangkrut perusahaan orangtuanya. Apa pun bisa pemuda raven itu lakukan jika dia sudah mencapai titik batas kesabarannya.
Sasuke mendengus. Seperti dugaan semua orang, ia memang tidak tampak tertarik. Wajah tampannya ia palingkan sama sekali tidak menunjukkan minat sama sekali terhadap apa yang Naruto tawarkan?
Sasuke mulai lelah… ia lelah pada pemuda blonde yang bahkan sudah beberapa hari itu hadir di dalam mimpinya. Terus meneror Sasuke membuat si bungsu Uchiha frustasi.
"Namun kali ini berbeda dari yang kemarin." Naruto tentunya tidak mau mengambil resiko kalah. Oleh karena itu tadi ia sudah memikirkan rencananya untuk mempermalukan si bungsu Uchiha. Ia menyipitkan matanya saat Sasuke tidak juga memberi respon. "4 lawan 4."
"4 lawan 4?" beo Gaara dan Shukaku yang tadi awalnya masih sibuk sendiri. Mau tidak mau perhatian mereka teralihkan juga. Gaara menatap Naruto tidak mengerti, kenapa si pirang itu menginginkan mereka semua berkelahi? Apa yang sedang si pirang itu rencanakan?
"Yah!" Naruto mengangguk pasti. "Tapi yang mengambil resiko hukuman hanya aku juga si Teme." Imbuhnya tidak ingin merugikan siapa pun selain dirinya juga Sasuke. "Kau setuju?"
"Apa itu artinya aku juga diikut sertakan?" Tanya Deidara. Ia tadi datang bersamaan dengan Naruto. Tersenyum iblis melihat Sasori yang memasang wajah pucat. Deidara masih sangat dendam pada pemuda itu. Ia benci setiap ada orang yang meragukan gender-nya bahkan menganggapnya adalah seorang wanita.
Deidara benci Sasori…
Si pirang itu benar-benar membencinya.
Sasori ingin membuka mulutnya. Ia tidak setuju kalau sampai 'gadis' yang disukainya itu turut serta dalam perkelahian mereka. Sasori tidak akan tega melihat wajah 'cantik' itu terluka, ia juga tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Deidara. Tapi Sasori tidak boleh bicara. Ia ingat betul pemikirannya beberapa jam sebelumnya ; Deidara adalah seorang gadis yang sedang menyamar menjadi pria di sekolahnya.
Sasori tidak boleh membuka 'penyamaran' Deidara. Ia harus membungkam mulutnya agar Deidara tidak semakin membencinya. Sasori harus menutup rapat mulutnya, sampai Deidara sendirilah yang membongkar identitasnya.
Sasori semakin ngawur!
"Kenapa kalian diam saja?" Kyuubi mulai mengambil alih. Ia tahu permainan Naruto dan ingin ikut serta ke dalamnya. Tentunya empat lawan empat akan sedikit menguntungkan untuk kelompoknya. Apalagi orang yang terkenal dan dianggap paling kuat, sama sekali tidak berkutik melawannya.
Sebenarnya… Kyuubi cukup meng-handle Itachi, membuat lelaki itu kewalahan mengikuti pertarungan mereka sambil sesekali membantu Naruto melawan Sasuke. Untuk Gaara, Shukaku sudah menjadi lawan yang sangat tipis kemungkinannya bisa pemuda Sabaku itu kalahkan. Dan untuk Sasori…
Kyuubi sedikit berpikir, apa mungkin menyerahkan pemuda Akasuna itu pada Deidara adalah pilihan yang tepat?
Sudahlah… jika Itachi sudah melarikan diri, Kyuubi bisa membantu sepupu pirangnya itu agar memenangkan perkelahiannya bukan?
"Kenapa Teme?" Naruto tidak sabaran. Sejak tadi wajah lempeng Sasuke tidak menunjukkan ekspresi sama sekali. "Kau takut? Heh?"
"Aku tidak takut pada siapa pun." Sasuke mendecih. Ia sedikit mundur berdiri sejajar dengan Itachi. Harga dirinya terinjak-injak saat Naruto menganggapnya lemah dan takut menerima tantangan dari si bungsu Namikaze. Tanpa pikir dua kali, Sasuke menganggukkannya. "Aku menerima tantangan kalian."
Jawaban Sasuke yang sama sekali tidak mendapat persetujuan ketiga rekannya ternyata tidak menuai protes, kecuali dari Sasori, yang bersumpah akan menghindari perkelahiannya dengan Deidara namun tidak akan membiarkannya melawan orang lain selain dirinya. Sasori akan memastikan Deidara tidak akan terluka terlalu parah.
"Itachi… kau bisa melawan si preman itu." Sasuke berbisik. Ia pun akan menjauhkan Itachi dari Kyuubi agar tidak berdekatan dengan si sulung Namikaze. Tapi tampaknya Sasuke harus mengurungkan niatnya, Shukaku yang seperti orang kesurupan itu mulai kembali menyerang Gaara bahkan sebelum perkelahian mereka dimulai. Shukaku memang sipenggila berkelahi.
"Baiklah, kau diam saja. Tampaknya Sasori sudah memilih lawannya sendiri." Sasuke mendengus. Ia melihat Sasori sudah maju berdiri berhadapan dengan Deidara. "Kau menjauhlah dari pertarungan, jangan sampai rubah itu menangkapmu…"
"Sasori!" panggil Sasuke. Sasori yang masih mematung itu melirik Sasuke yang berdiri tidak jauh darinya. "Selesaikan dengan cepat, dan segera bantu aku."
Walau tidak yakin, Sasori menganggukkan kepalanya. Ia akan berusaha mengalahkan Deidara dengan beberapa serangan di titik yang tidak terlalu membahayakan. Walau bagaimana pun ini perkelahian yang mengorbankan harga diri. Harga dirinya dan kelompoknya sebagai orang-orang terpandang dan selalu menjadi nomor satu di KHIS.
Sasori memang menyukai Deidara, tapi bukan berarti ia akan mengalah begitu saja. Ia akan berusaha menyelesaikannya dengan cepat. Walau bagaimana pun, meninggalkan Itachi sendiri dengan ancaman bisa kapan saja diserang Namikaze Kyuubi, tidak ada satu pun di antara anggota F4 yang menginginkan.
"Kita mulai." Geram Sasuke pelan.
.
..
Bugh-bugh-bugh!
Sasuke tampak kewalahan. Walau bagaimana pun melawan Naruto saja ia sudah sangat kerepotan, apalagi sekarang si pirang itu dibantu kakaknya yang sudah seperti kesetanan. Menyerang membabi buta berhasrat ingin membunuhnya, menghantamkan kepalan tinju dan tendangannya ke tubuh Sasuke membuat pemuda raven itu meringis menahan nyeri.
Satu pukulan dilemparkan Naruto ke wajah Sasuke, kemudian Naruto terpental saat merasakan satu tendangan mengerikan yang mampir ke perutnya. Sasuke sedikit melebarkan matanya, tidak menyangka kakaknya akan ikut bergabung dan membantunya. Napasnya memburu, seulas senyuman tipiss terukir di bibir Sasuke saat melihat raut wajah dingin Uchiha Itachi.
Yah, walau yang diserang Itachi adalah Naruto, bukan Namikaze Kyuubi.
Itachi tidak mungkin hanya diam saja melihat adiknya dihajar habis-habisan bukan? Sasuke menjadi segalanya untuknya, tanggung jawabnya, dan anggota keluarga yang amat disayanginya. Karena itu, sesekali ia akan menyerang Naruto jika si pirang itu jaraknya sedikit menjauh dari Kyuubi.
Itachi akan berusaha mengurangi interaksi perkelahian dua lawan satu yang kini sedang adiknya hadapi. Ia akan menghadang Naruto atau menghajarnya, setiap kali si pirang lengah dan ada dalam posisi menjauh dari Namikaze Kyuubi.
Kyuubi mendecih. Ia menghampiri Itachi tapi Itachi langsung mundur ke belakang Sasuke, Kyuubi kembali melawan Sasuke, mereka terus saja bertukar tinju dan tendangan.
Naruto merintih, ia berdiri sambil mengusap perutnya, tanpa pikir dua kali ia kembali bergabung ke pertarungan. Untuk menguntungkan dirinya sendiri, sengaja Naruto melawan Sasuke dengan zona aman yang satu meter di dekat Kyuubi. Membuat Itachi yang ingin menyerangnya selalu langsung mundur saat Kyuubi maju, menghentak kakinya, menggertak Itachi.
Brengsek!
Phobia Itachi memang menyebalkan. Ini merugikan kelompoknya dan amat menguntungkan bagi kelompok Naruto. Apa yang harus dia lakukan? Itachi mulai geram pada dirinya sendiri. Jika begini caranya, Sasuke akan kalah. Sasuke akan diperbudak oleh si blonde yang tampak percaya diri sejak awal itu.
Brengsek!
Apa sejak awal F4 memang sudah dijebak?
"Jangan hanya menghindar, lawan aku, sialan!" maki Deidara dari sudut yang lain. Sejak tadi ia berusaha menyerang Sasori yang terus saja menghindar dan sesekali menangkis pukulan dan serangannya. Rupanya inilah rencana Sasori, ia tidak mungkin bisa balas menyerang Deidara, dan berinisiatif membuat si pirang itu kelelahan.
Tapi faktanya… Deidara memang bukan pemuda lemah. Sesekali hantaman tinju dan tendangannya mengenai lawannya, membuat Sasori kesakitan sekaligus bertambah kagum. Tidak menyangka bahwa Deidara begitu kuat dan lihai dalam bertarung. Pantas saja semua orang percaya bahwa si pirang itu memang laki-laki.
Sasori masih tidak mau menerima kenyataan bahwa Deidara memang lelaki sejati. Lol!
"Hentikan ini, aku tidak mau menyakiti seorang gadis…" Sasori menatap Deidara sedih, tidak sadar dengan Deidara yang semakin memelototkan mata birunya menatap Sasori bengis. Tidak percaya bahwa setelah melihat sisi lelakinya pun, Sasori masih saja menganggap Deidara seorang gadis.
Deidara menggeram, ia berteriak nyalang membuat semua orang yang sibuk menonton perkelahiannya itu menutup telinga ketakutan. Padahal mereka sudah yakin jarak mereka cukup jauh dari tempat perkelahiannya Deidara dengan Sasori.
"AKU AKAN MEMBUNUHMU! AKASUNAAAAAA!"
Dan kegilaan Deidara, membuat Sasori harus mengurungkan niatnya yang hendak tidak melawan sama sekali atau dirinya sendiri lah yang akan mati.
.
.
"HAHAHAHA! LAWAN AKU PANDA, HAJAR AKU KALAU KAU BISA!"
Sepertinya, di sini yang bernasib paling sial adalah si bungsu Sabaku. Sudah tadi dia dihajar habis-habisan oleh Shukaku, lagi-lagi ia harus menghadapi tinjuan dan tendangan maut dari pemuda itu.
Napas Gaara sudah terengah, ia kehabisan stamina namun terus berusaha berdiri mempertahankan harga dirinya. Gaara meludah darah, ia menatap Shukaku dengan zamrud cerahnya yang kini berubah merah menyala, wajah lebamnya membuat Shukaku yang sedang menari-nari itu terpaku kemudian menatap pemuda di depannya menyelidik.
"HAHAHAHAHA!" Shukaku kembali tertawa. Hanya ada satu goresan di wajahnya, dan lukanya tidak terlalu parah. "Kau harus berkaca, kedua lingkar matamu semakin hitam mungkin karena terkena tinjuku!" katanya semakin asal. Menunjuk-nunjuk kedua kelopak mata Gaara tidak sopan.
Tidak sadar bahwa sejak tadi tak ada satu pun pukulannya yang bisa mengenai mata Gaara, lingkar mata Gaara memang sudah hitam dari sananya. Shukaku memang terlalu percaya diri.
"Haruskah aku meladeni manusia tanpa otak sepertimu?" Gaara mendesis miris. Mengutuk nasibnya yang amat sangat sial karena harus mendapatkan musuh bertenaga badak namun sama sekali tidak punya otak.
.
.
Tendang-tendang-tendang!
Tiga tendangan secara bergilir dilakukan oleh Naruto dan Kyuubi menghantam perut Sasuke. Bungsu Uchiha itu terlempar mundur, menubruk Itachi yang dengan sigap menangkap adiknya kemudian menggeram marah. Tidak tega melihat adik semata wayangnya terus berusaha berdiri dan melawan sekali pun sudah sangat tidak memungkinkan.
Tidak bisa lagi.
Itachi membantu Sasuke berdiri tegak. Ia menutup matanya rapat-rapat kemudian menghela napas berat. Berusaha menenangkan dirinya dan tidak bertindak gegabah. Sedetik kemudian saat ia membuka mata, lagi-lagi Sasuke terlempar ke arahnya karena tendangan di wajah dari Namikaze Kyuubi.
"Giliranku, Sasuke…" Itachi berkata lembut. Ia menarik bahu Sasuke agar mundur dan berdiri di belakangnya, mulai memasang kuda-kuda tidak peduli sekali pun Namikaze Kyuubi lah yang menjadi lawannya.
Melihat sorot mata tajam Itachi, Naruto sedikit merinding. Ia mundur selangkah berdiri di belakang Kyuubi yang tampak tidak terusik sama sekali, tidak merasa terintimidasi dengan tatapan membunuh Uchiha Itachi.
"Well… Cintaku, sebenarnya aku tidak mau melawanmu, tapi jika itu maumu, aku bisa apa?" Kyuubi mengerling. Itachi berusaha menahan gejolak mual di perutnya. Ia tidak akan kalah. Sumpahnya di dalam hati, ia tidak akan kalah hanya karena akal bulus rubah di depannya.
Itachi mengambil langkah mundur selangkah saat Kyuubi maju, tapi hanya untuk menyiapkan diri, sebelum dirinya melompat tinggi mengarahkan tendangannya menghantam telak dada Namikaze Kyuubi.
Kyuubi terlempar lima meter sebelum akhirnya mendarat di lantai dengan debuman keras menyakitkan. Semua orang yang menyaksikan kekuatan monster Itachi menatapnya horror. Kyuubi terbatuk-batuk, ia meludah darah berusaha bangkit menahan ngilu di ulu hatinya. Itachi benar-benar berniat membunuhnya.
Jika begini caranya… pasti Kyuubi lah yang akan kalah.
Apa dia menyerah saja?
Kyuubi berdiri tegak, ia terkekeh gila dengan sorot rubinya yang kian menyala. Kyuubi tertawa, tertawa karena rasa sakit efek tendangan Itachi yang seperti hendak meremukan semua tulang rusuknya.
"HAHAHAHA!" Naruto bahkan tidak bisa memperkirakan segila apa seorang Namikaze Kyuubi? Kenapa dia justru tertawa disaat mendapat serangan yang bahkan hanya dengan melihatnya saja, Naruto bersumpah tidak ingin mendapatkan serangan yang sama? Sebenarnya ada apa dengan otak kakak semata wayangnya itu?
"Ini semakin menarik, menarik. Aku tidak menyangka kau itu adalah uke tsundere, Ita-chan." Kyuubi menyisir rambutnya ke belakang dengan lima jari kanannya. Ia tersenyum menghina sebelum akhirnya kembali bersiap-siap membalas serangan.
Dia akan menang.
Bagaimana pun caranya, Kyuubi akan menang dan membunuh Uchiha Itachi.
Itachi kembali memasang kuda-kuda, ia menunjukkan seringaian keji khas Uchiha tanpa banyak bicara.
Pukul-pukul-pukul!
Kyuubi mulai kewalahan, ia sudah nyaris menghimpit tembok tapi Itachi terus saja mengarahkan tinju ke wajahnya, membuat Kyuubi beberapa kali harus memekik karena menerima serangan. Sesekali serangan balasan pun ia kerahkan, membuat Itachi mundur sebelum akhirnya kembali maju dan balik menghantamkan kepalan tinju atau pun tendangan.
Ini benar-benar merugikan.
Stamina Kyuubi sudah terkuras habis. Kyuubi yakin, tidak sampai lima pukulan Itachi yang mengenai tubuhnya, ia pasti sudah jatuh pingsan.
Kedua rubi itu berusaha ia buka lebar-lebar, tidak akan menerima bentuk kekalahan mengerikan yang akan membuat ganknya semakin dipandang hina. Ia akan melakukan cara licik sekali pun itu akan meruntuhkan imej gentle-nya.
Kyuubi tidak keberatan melakukan tindakan curang, jika itu bisa membawakan kemenangan untuknya.
Curang, heh?
Sorot mata datar Itachi membuat Kyuubi sedikit merinding. Sama sekali tidak ada napas memburu, seolah menunjukkan pada dunia bahwa seorang Namikaze Kyuubi bukanlah apa-apa di matanya, Itachi bahkan sama sekali tidak terlihat lelah.
Kyuubi menyeringai, ia melemparkan kiss bye membuat Itachi yang hampir meninjunya itu mundur selangkah dengan perutnya yang kembali mual. Ekspresi Kyuubi benar-benar membuatnya jijik.
Itachi menggeram, ia tidak mau lagi dipermalukan. Mengumpulkan seluruh tenaganya di kepalan tinju tangan kanannya, hendak menghantam Kyuubi dan membuatnya kalah dengan satu lagi pukulan saja, Itachi terpaku saat dengan cepat Kyuubi menarik kerah jas hitamnya, menarik sekuat tenaga membuat tubuhnya menghimpit tubuh pemuda bersurai orange kemerahan, lalu mengadukan bibir mereka dan melumat bibir Itachi seolah mereka sudah biasa melakukannya.
Mata Itachi membulat horror. Apalagi saat dirasakannya gesture daging lembut sedikit kasar itu kian beringas menjilati bibirnya. Sebelah tangan Kyuubi merayap menarik rambut Itachi, menekannya dan memperdalam ciuman mereka.
Bruk!
Dan seperti yang Kyuubi duga sebelumnya, tubuh Itachi langsung melemas dan Itachi pingsan tepat setelah Kyuubi melepaskan cengkeramannya.
"ITACHI-SAMA!" teriakan semua orang yang ada di sekeliling Itachi kian riuh saat Itachi lagi-lagi dibuat pingsan dengan wajah membiru, dan mulut mengeluarkan busa.
Ternyata…
Sejak awal ciuman Kyuubi memang berbisa.
"HAHAHAHAHA!" Kyuubi tertawa setan. Merasa puas karena kemenangan licik yang dia dapatkan. "Aku menang, aku menang, AKU MENANG!" Kyuubi menginjak-injak wajah Itachi, ia mendengus dan kemudian mengelap bibirnya kasar.
"KERIPUT BRENGSEK! BERANINYA KAU LAGI-LAGI MENCIUM BIBIR SEKSIKU!"
Dan Kyuubi kian lupa diri, ia tidak mau mengakui bahwa ciuman mereka terjadi karena dirinya lah yang memulai.
Memang otaknya sudah eror bawaan lahir, sih.
.
.
"Ahh…" Naruto tersenyum disela-sela napasnya. Terpenggal satu-satu setelah perkelahian sengit antara dirinya dengan Sasuke. Saat ini ia sedang menduduki perut Sasuke dengan si bungsu Uchiha yang sudah tidak bisa lagi melawannya.
Walau bagaimana pun, sejak awal Sasuke memang sudah tidak punya stamina, saat Itachi bertarung melawan Kyuubi dan ia kembali dihadapkan dengan Naruto, ia tidak bisa fokus seutuhnya, matanya berkunang-kunang, ia sangat kelelahan.
Awalnya, Sasuke bisa menghindari beberapa pukulan yang hendak Naruto arahkan, namun ternyata ketidak fokusannya membuat Sasuke lengah. Dalam satu tendangan mematikan khas Namikaze Naruto, ia menubruk dinding sebelum akhirnya terkulai di lantai kemudian Naruto menaiki perutnya dan meninju pipinya beberapa kali.
Dan sudah dapat dilihat, kemenangan kini berpihak pada si Namikaze-Uzumaki.
"Kau kalah Teme, kau akan menjadi budakku, mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan Naruto-sama." Naruto berbangga diri sebelum kembali tertawa. Melihat itu Sasuke hanya mendengus sebelum akhirnya membuang muka.
Sumpah demi apa pun, Sasuke baru pertama kalinya merasa seluruh tubuhnya seolah hendak dibagi dua. Tulang-tulangnya remuk membuat dirinya bahkan kesulitan walau hanya untuk bicara.
"Selama seminggu ke depan aku tidak akan masuk sekolah." Sasuke berkata enteng setelah cukup punya tenaga.
"APA?! KAU MAU MENGINGKARI JANJIMU SENDIRI, TEME?!" Naruto tidak terima, ia kembali mengacungkan tinjunya tinggi-tinggi yang dipandang horror oleh Sasuke. Demi Tuhan, wajah super tampannya sudah cukup bonyok dibuat Naruto. Sasuke tidak mau mendapatkan pukulan lagi-lagi dan lagi.
"Tidak, bukan itu. Aku akan menyembuhkan semua luka-luka di tubuhku dulu, idiot, setelah itu, baru aku mau menjalani hukuman selama satu minggu itu." Sasuke mendengus.
Naruto tampak berpikir sejenak, tapi menjahili Sasuke yang terluka parah ternyata tidak akan menyenangkan juga untuknya. Karena itu, ia menganggukkan kepalanya, setuju asal Sasuke tidak mengingkari janjinya.
"Kau pegang sendiri ucapanmu!" ancam Naruto serius. "Semua orang di sini menjadi saksi kekalahanmu. Kalau sampai kau ingkar, marga pengecut dan banci akan melekat di nama tengah para Uchiha."
Naruto berpikir sejenak, kemudian ia melanjutkan kalimatnya, "Dan kau tidak punya burung."
"Terserah kau Idiot!" Sasuke berusaha agar tidak menggeleng. Benar-benar kagum pada Naruto yang masih saja menjadikan 'burung' sebagai objek mereka untung saling menghina.
Sasuke mengedarkan pandangannya. Ia meringis saat melihat semua anggota F4 dikalahkan oleh gank Naruto. Itachi masih dalam keadaan pingsan dengan Kyuubi yang menginjak kepalanya, Sasori tidak jauh darinya tidak berkutik melawan Deidara yang terus saja menampari wajahnya bolak-balik sambil menangis sesenggukkan karena Sasori yang tetap tidak jera menganggapnya wanita.
Dan Gaara...
Sasuke meringis, melihat lima belas meter darinya, pemuda Sabaku itu tampak tergeletak dengan Shukaku yang menindihnya sambil mencubit kedua pipi Gaara kuat-kuat. Berusaha tidak menanyakan apa yang sedang mereka lakukan? Sasuke kembali memfokuskan matanya menatap safir biru yang sejak tadi terus terarah padanya.
Aliran darah Sasuke seperti membeku, melihat senyuman tulus yang Naruto berikan kepadanya, wajah bahagia yang seolah setelah sekian lama melewati fase derita, membuat Sasuke terpesona dan mengagumi paras tampan pemuda pirang yang kini mulai beranjak dari perutnya.
'Apa-apaan ini?' gumam Sasuke dalam hati, saat matanya tetap tidak mau melepaskan diri dari sosok Namikaze Naruto, yang masih saja membanggakan diri pada semua orang bahwa dia sudah berhasil mengalahkan sosok pemuda yang begitu semua orang agungkan, dan bernama Uchiha Sasuke. Dan juga… memiliki burung yang lebih besar dari si 'Teme'.
Sasuke sedikit mengerutkan alisnya, kenapa Naruto asal menebak padahal mereka bahkan belum pernah melihat ukuran masing-masing?
'Kenapa mataku tidak mau berkedip?' Sasuke mengutuk matanya sendiri. Tidak mengerti kenapa ia terus saja menatap sosok Namikaze-Uzumaki bungsu itu dengan tatapan menelanjangi? Sasuke bahkan berpikir untuk mencongkel kedua matanya sendiri.
'Dia…' pada akhirnya Sasuke tidak bisa membohongi perasaannya, perasaan hangat dan senang karena melihat Naruto bahagia. 'Indah…'
'Benar-benar indah…'
Tebese
Well… sebelumnya Nay mau minta maaf, karena fic ini baru dilanjut setelah 3 bulan hiatus. Hiks.
Kemarin itu Nay baru kena musibah, pulang pemotretan kan Nay malam itu biasanya nyetir sendiri, pas lewatin satu kawasan yg agak sepi Nay nabrak orang. Kasusnya lumayan ribet gara2 Nay gak mau ngaduin ke orangtua Nay. Papi Nay soalnya orangnya tegas, dia pasti nyuruh Nay nyerahin diri ke polisi.
Karena itu Nay coba buat ngajak damai keluarga korban. Awalnya mereka minta uang 50jt, katanya buat berobat soalnya bapak2 itu lukanya parah. Nay gak ada uang, makanya mobil Nay digadein. Tiap Mami nanya mobil Nay ke mana? Nay pasti jawab lg di-service
Tapi ternyata Nay terus dimintain uang, Nay ampe harus jualin laptop (Ampe gak bisa nulis), i-pad, ampe perhiasan yg dibeliin Mami dari Arab buat Menuhin semua yg mereka minta. Yg sisa Cuma cincin tunangan doang. Ampe akhirnya orangtua Nay curiga pas laptopnya Abang ilang, mereka nuduh pembantu di rumah Nay, malahan udah mau lapor polisi.
Akhirnya Nay ngaku, Nay ngaduin semua yg udah Nay lakuin sama semua barang yg Nay jual. Mami Nay langsung pingsan. Soalnya uangnya emang lumayan gede. Abang Nay itu lawyer, akhirnya kasusnya diperpanjang. Ternyata keluarga yg selama hampir sebulan Nay kasih uang itu penipu. Luka bapak2 itu gak parah, bisa dibilang Cuma goresan doang, gak ada rusuk patah ampe tulang nusuk iga kayak yg mereka certain ke Nay. Dia pake perban palsu tiap Nay dateng buat jenguk. Pantesan aja selalu nolak tiap Nay nawarin diri buat nganter ke dokter.
Kemarin sore, alhamdulillah kasusnya selesai juga. Bapak2 sama istrinya itu udah ditangkep polisi, mereka juga dituntut ganti rugi semua uang yg udah Nay kasih. Tapi efeknya lumayan berat jg buat Nay, Nay yg harusnya nikah bulan agustus ini jadi diundur ampe akhir desember. Abang Nay emang dari awal gak seneng sama Tunangan Nay, dia bilang Nay masih kecil buat dinikahin, takut tunangan Nay apa2in. #speechless. Jadi nunggu ultah ke 20 dulu baru boleh nikah. Nay jg udah berenti jadi model, jadinya punya waktu luang lebih banyak buat nyiapin persiapan nikah nanti. Muehehehehehe.
Well… mungkin di antara kalian jg ada yg ngalamin kasus yg serupa. Hati2 aja deh, mudah2an para penipu kayak mereka dienyahkan aja dr muka bumi. Nay saking frutasinya ampe mikir buat bunuh diri loh. Bingung mikirin dapet uang banyak darimana sementara Nay kerja Cuma jd modeling ma staff HRD biasa. Mahasiswa lagi. Udah gitu gak berani minta sama orangtua. Rasanya legaaaa banget sekarang, dibeliin laptop lg ma Mami, makanya bisa update lg. muehehe. Be carefull all!
Oke, curcolnya panjang banget, ayo kita bales review :
darKnight21, LadySeptiSasuNaru, X-ray, altadinata, Nanda, Fitria, Guest (2), rylietha . kashiva, Guest (3), Blueonyx syiie, Namikaze-chan, Reikai Eran, dezznamikaze . qorryangell, lemonade, ana . karina . 12576, Harpaairiry, miszshanty05, EstrellaNamikaze
Ini dilanjut, makasih udah review
Yamamura sayuri
Salam kenal juga. Kyuubi ababil biar tampil beda. Hahaha
Kimfida62
Selamat datang di fandom Naruto. Semoga semakin jatuh cinta sama fic2 karya para author semua.
Guest (1)
Maaf karena gak sesuai sama yang kamu pikir. Tapi Nay sebagai author juga punya kehidupan nyata yang lebih penting dari Cuma sekedar nulis cerita. Nay yakin semua author juga ngalamin hal yang sama. Kamu bakalan ngerasain posisi Nay kalo kamu juga jadi author. Karena itu, marilah coba menulis dan meramaikan fandom SasuNaru juga. ^^
Kalo kamu gak suka sikap Itachi yg OOC di sini, silahkan tekan tombol back, karena Nay gak bakalan ngerubah karakter tiap tokoh sebelum di timing yg pas. Di sini kalo slight KyuuIta, tapi kalo pairing, baru ItaKyuu. Tp makasih reviewnya. muehehehe
Kurorrain
Kepikiran Itachi yg jadi ngejar2 Kyuubi? Nay juga mungkin mikir yg sama. Hahaha
Sunny
Di sini Nay gak bakalan ngerubah karakter, Kyuubi tetep kuat dan gak bakalan berubah mellow. Hahaha. Biar lain dari yg lain. soal MLU, Nay blm kepikiran lanjut, msh pengen namatin yg ini dulu.
Namika Imamura
Hah? Kasih bumbu angst? Nay gak yakin, tapi mungkin nanti kalo udah pada saling doki-doki. Wkwkwk
Calico Neko
Naru emang setres. Ckckck. Gaara kan slight doang, yg jadi pair utama SasuNaru ma Itakyuu. Maklum kalo munculnya makin jarang, ya? Hehehe
NamiMirushi
Cuma fic Nay yg suka SasuNaru? Makasih, coba baca SN dr author yg lainnya jg, siapa tau makin jatuh cinta sama nih pair. Hahaha
Sara Nurdia Rosa
Makasih udah mau sabar nunggu
Rini melyanti
Nay sendiri rencananya gak nyampe 20 chapter. Tapi juga ngikutin alurnya biar gak terkesan buru2. Jadi belum pasti. Hehe
RisaSano
Gak ada incest di sini. Nay sendiri agak merinding sekarang baca cerita incest. Hahaha
Angelic yet Demonic
Maaf, gak maksud bikin kamu disangka gila, tapi pengen bikin kamu gila. Huahaha. Dituduh baca hentai? Ikut dooong #taboked
Jisung Hwang
Di sini Kyuubi lebih agresif lagi. Hahaha
L GUEST
Naru takut gelap? Nanti bakalan diceritain. Sip, ini update
Queenymaif
Di sini gak terlalu ketawa kan? Nanti gila loh. Hahaha
Nitya-chan
Yg bikin cerita ini emang Nay kok. Cuma dulunya akun ini ada 2 orang yg punya.
Minae cute
Iya, Sasori gak mau nerima kenyataan kalo Dei cowok, karena dia gak mau jadi homo. Wkwkwk
TheBrownEyes'129
Nay gak yakin chap ini lebih bagus dari chap kemarin. Tp semoga gak kecewa aja ya. Maklum, bangkit dr hiatus. Umur Nay masih 19. Hahaha
MitsuKouFudo . A
Gak pinter ngomong jg gpp. Makasih udah mampir. He
Bryan Andrew Cho
Iya, SN gak nyadar mereka mulai saling ngebutuhin. Nay sengaja gak masukin peran orangtua. Biar ceritanya gak bikin stress. Hehe
NaeAizawa
Iya, gak bakalan ada hari tenang di KHIS. Naru di anime aslinya aja hobinya emang tereak. Payah #Taboked
RaFa LLight S . N
Nay update chap 8 tiga bulan lalu loh Rafa. Hahaha
ShukaGaa mulai ada flirting, di sini SHukakunya sinting sih. Hahay
DiebleNoAngeloNeroTheDevil
Astaga, namamu susah sekali. Hiks. Ketawa ampe bangunin tetangga? Nay tetanggamu itu loh. Untung belum lempar panci.
Versi beda? Sasu yg diculik and Naru yg nyelamatin? Mph… ide Nay tampung ya. Tp Nay gak janjiin. Oke?
Amelia
Lucu bagian burung doang nih? Hehe
Vermthy
Itachi kapan jadi seme? Mungkin gak lama lagi, #mungkin
Masalah chap masih belum jelas. Nay mau jalanin aja dulu. Hehe
Zara Zahra
Ahh, baru ada yg peka loh masalah di lift. Si Sasuke emang sengaja ngajak berantem biar naru gak takut loh. Hahahaha
Untuk chap, Nay msih blm tau.
Nam Min Seul
Kyuubi emang gak ada matinya. Ganggu Itachi mulu
Nasusay
Ini dilanjut. Yg terjadi ada di cahp ini yaaaaa
Zen Ikkika
Di chap ini banyakan berantemnya drpd humor. Maklum, Nay gak bakat di humor.
Mey . chan . 5872682
Gpp baru review di chap 8 jg. Semoga di chp ini jg km review lgi. Hehehe
Kazekageashainuzukaasharoyani
Astaga! Namamu susah sekali. Hiks. Malah kerasa jadi humor? Pdhl Nay yakin awalnya masih drama. Wkwkwk
Maki Kuro Twinsdevil
Pairingnya? Coba baca openingnya. Hayoooo
Chiimao13
Eh, ternyata msh ada yg nyadar jg kalo di lift itu emang jadi cara Sasuke sendiri buat meduliin orang #Sasukeedan
Iya, pairing ItaKyuu berkembang biar berkat Shukaku ma Gaara. Sasori masih gak sadar, padahal di sini udah digaplok bolak-balik. Buahahaha
Chocopie
SasuNaru banyakin? Di sini udah lumayan banyak belum? #belum
Loh, Nay kan sering nyumbangin fic RateM di SN. Wkwkwk
Love kyuuuuu
Iya, SasuNaru sedang krisis kayaknya. Mari berdoa biar para author bangkit dari hiatus mereka
Ameru chan
Adegan di mobil drama doang kok, biar Itachi mau masuk sekolah lagi. Hehehe
Collitha
Makin ngelantur and tambah gila? Nay anggap pujian boleh? Hahaha
OnixSafir1023
Hah? Mules gara2 baca ini fic? Minta obat? Nih, sebagai obat Nay udah lanjutin. Tp setelah 3 bulan kamu mules masih idup gak ya? #tendanged
Iya, yg ngakak edan di akhir itu si Kyuubi.
Juniel Is A Vampired Hybrid
Suka sama sebutan Sasgay-teme-incest-sama? Nay juga. Hahahay
Megajewels2312
Gak suka NejiGaa juga? #tos
Itachi jadi uke kyuu? Jangan, nanti dimasukin dong #maksudlo?
Kina Prince Dobe-Nii
Naru jauhin Sasu? Gak mungkin, mereka udah Nay jadiin jodoh sehidup semati. BUAHAHAHAHAHA
Yamaguchi Akane
Aduh, kamu jg nyadar Nay di sini bikin Sasu peduli ma Naru dengan cara lain? hahay
Iya, Shukaku seme nyeleneh. Nay aja ampe gak habis pikir. Wkwkwwk
FayRin Setsuna D Fluorite
Nay jg pas nulis Kyuubi bilang BAKEKOK ketawa ampe jungkir dari kursi #lebay
Fujo-Fujo Sang
Iya, pairingnya makin gak ada yg waras aja. Hahay
Kkhukhukhukhudattebayo
Banyakin SasuNaru? Tenang, pasti ada momen buat mereka berdua kok.
Nah, di sini Sasuke udah mulai ada rasa tertarik sama Naru kan? Hohoho
Juan matheus asarya
Jadi fic keseratus genap yg kamu favorit? Makasih? #dapetmedali
Yuzuru Nao
Aduh, ketauan F4 nanti kamu digigit loh. Kayaknya sih Itachi pilih Nay. #gampared
Gici love sasunaru
Yg special uke nay gak lanjutin dulu ya. Mau namatin ini dulu
Banyakin Itakyuu? Ganti jdul dong. Haha
Ayuki siFujho
Reaksi sasuke di dalam lift gak seperti yg kamu bayangin? Tapi kan itu biar tambah so sweet. Haha
Siihat namikaze natsumi
Drama SasuItaSaso gila? Hahaha
Fisuki yukari
Di sini Sasu mulai ada flirting ma Naru loh
Ethi . deidaraun
Jangan ketawa kelamaan, nanti tetangga pada takut
Yun Ran Livianda
Chapnya masih sangat panjang mungkin. Jatuh cinta sama semua fic Nay kecuali yg straight? Terima kasih. Hehe
Dame dame no ko dame ku chan
Lucu? Makasih, Nay emang unyu2
Liani
Aduh, baru ada readers yg nyadar Nay itu cantik. Hohoho
Hyull
Hai jg Hyull, SR? makasih udah mau nyempetin review. Chap ini review lg yaaa.
GaaNaru? Di sini udah mulai ganti jadi ShukaGaa kayaknya. Haha
The Servant of Lucifer
Romance SasuNaru? Nay jg gak tau kapan? Hehe
Yhanie . tea . 5
Gak ada apa2 di lift. Malah saling hina kayak biasa. Hahaha
Vianycka Hime
Di sini Nay berusaha bikin Sasuke gak terlalu gimaanaa gitu. Haha
Hanazawa kay
Iya, di sini Kyuubi makin sinting lg. haha
Yaoumi . S
Aduh, ngakak sampe adek nangis? Jangan2 ngakak sambil ngacungin golok ya? Hahaha
Makasih.
Luce stellar of Hyuzura
Makin seru? Makasih, ampe nginjek capslock gitu ketawanya. Hehe
Well… yg review lumayan banyak ya? Nay harap di chap ini juga sama banyaknya yaa… hiks
Ayo, kasih Nay semangat buat lanjutin fic ini. Makin banyak review, makin update kilat, mungkin?
RnR peliiis?
