Main Cast : HunHan

Support Cast : bermunculan sesuai dengan adegan

RATED M

Luhan datang ke tempat yang dijanjikan Sehun untuk makan malam berdua. Luhan bingung setelah sampai di tempat tujuan karena sepi tidak layak seperti restorant mewah yang dikatakan Sehun.

Ketika dilanda kebingungan, seorang anak kecil datang kepadanya dan memberikan sebuah kertas kecil.

"Naik ke lantai 3 Restorant"

Saat Luhan akan bertanya kepada anak kecil tersebut, anak kecil itu sudah menghilang duluan dari hadapan Luhan.

"Hah.." Luhan menghela nafas karena bingung dengan pesan yang diberikan oleh anak kecil tersebut. Luhan mengikuti perintah dari anak kecil tersebut untuk naik ke lantai 3. Setelah sampai di lantai 3, Luhan sungguh heran dengan kondisi tempat tersebut yang gelap gulita. Sesaat akan menghidupkan senter hpnya, lampu hidup dan Luhan terkejut dengan kondisi ruangan yang sungguh indah dengan bunga mawar dan dihiasi oleh lilin yang memperindah malam itu. Luhan meletakkan tasnya di meja yang disediakan dan memandang pantai di malam hari.

Luhan masih terpukau dengan keindahan restaurant yang berhadapan langsung dengan pantai dan tidak menyadari keberadaan Sehun yang berada tepat dibelakangnya. Dan seketika lampu padam lagi dan Luhan berniat balik arah untuk mengambil tas yang tadi diletakkan diatas meja.

Setelah mendapatkan hpnya dan berniat menghidupkan senter, lampu kembali menyala dan menampilkan Sehun yang sedang berlutut tepat di depannya sambil memegang sebuah kotak yang berisi cincin yang terdiri dari batu ruby dan emerald yang dipadukan dengan sangat indah.

"Do you wanna be my girlfriend" kata Sehun dengan mantap

Luhan hanya mampu menangis melihat Sehun yang sungguh - sungguh dengan ucapannya yang akan menjadi pelindung Luhan. Dia merasa baru kali ini ada pria yang setia dengannya walaupun si pria tahu bahwa Luhan bukanlah gadis yang baik dan polos.

"Aku menunggu jawabanmu Lu"

"I... Will be your girlfriend" Luhan menggantungkan kalimatnya karena tidak mampu menjawab dengan lancar ketika dia menangis.

"Terima kasih Lu. Aku akan menjadi pelindungmu mulais saat ini" Sehun langsung memeluk Luhan dan membantu Luhan untuk meredakan tangisannya. Luhan semakin terisak karena Sehun sangat peduli padanya dan tidak mempermasalahkan status Luhan.

"Aku juga mau mengucapkan terima kasih hun, karena sudah mau menerima diriku apa adanya walaupun aku bukan gadis yang baik"

"Aku sungguh mencintaimu Lu"

"Aku juga mencintaimu Hun"

Mereka berciuman tetapi tidak ada unsur nafsu di dalam ciumannya. Setelah mereka selesai ciuman, mereka makan dengan romantis ditengah cahaya lilin dan bunga mawar yang menghiasi ruangan tersebut.

"Terima kasih Lu sudah mau menerimaku"

"Aku yang harusnya berterima kasih padamu karena sudah mau mencintaiku"

"Aku sudah mempersiapkan diri kalau lamaranku ditolak. Aku tidak akan menangis kalau lamaranku ditolak, tetapi kau mengatakan 'Ya' membuatku menjadi senang"

"Jangan pernah membuatku kecewa Hun, aku tidak mau dikecewakan lagi pada hal yang sama"

"Aku janji kalau aku tidak akan mengecewakanmu Lu. Dan aku sebagai kekasihmu memintamu untuk berhenti melakukan sex bebas dengan partnermu. Kalau kau mau, aku bisa memberikan sex padamu kapanpun kau mau Lu" kata Sehun dengan tegas

"Baiklah. Tapi kau juga harus berjanji agar tidak melakukan sex bebas dibelakangku" kata Luhan sambil menatap Sehun yang hari ini terlihat lebih tampan

"Aku tidak yakin bisa Lu" goda Sehun

"Awas saja kalau kau main dibelakangku, akan ku siksa penismu ketika kita berjumpa. Firasat perempuan lebih kuat daripada laki - laki, dan aku bisa merasakannya dengan baik. Jadi hati - hati denganku" sarkas Luhan

"Kau pernah siksa penis orang Lu?" Sehun penasaran dengan kata - kata Luhan sebelumnya

"Pernah. Aku hanya mengikatnya di ranjang dan mengoleskan balsem satu botol ke penis dan testis pria dan dia sendiri yang akan berteriak kesakitan. Setelah itu kami menampar testisnya dengan bet tenis meja"

"Itu sungguh menyiksa pria Lu" kata Sehun dengan ragu

"Salah dia yang dengan beraninya mengejek Trio Diva sebagai pelacur rendahan yang butuh uang" kata Luhan yang mulai marah

Sehun bergidik ngeri mendengar penuturan Luhan tentang penyiksaan penis yang sungguh menyiksa bagi pria. Sehun berharap agar tidak jadi korban Luhan.

"Kau pasti tidak akan melakukan hal itu pada pacarmu yang tampan ini kan" kata Sehun dengan ekspresi yang sedang menunjukkan aegyo

"Tergantung"

"YAK LU! Aku tidak mau penisku jadi korban penyiksaanmu. Itu sungguh kejam"

"Kenapa kau yang berteriak. Kalau kau tidak melakukan kesalahan padaku sebanyak tiga kali maka aku tidak akan menyiksamu"

"Baiklah" kata Sehun dengan ekspresi ketakutan dan berdoa dalam hati agar tidak mengecewakan Luhan

"Hun, ayo pulang aku sudah mengantuk. HOAM.."

"Baiklah kita pulang"

.

.

.

.

.

Sehun menginap di apartement Luhan karena pemilik apartement yang memaksa dan menahan Sehun dengan cara menindih tubuh Sehun.

"Lu, jangan seperti ini" Sehun risih dengan Luhan karena menindih tubuh dan adiknya. Dia takut akan memperkosa Luhan malam ini

"Baiklah" Luhan berniat beranjak dari tubuh Sehun, tetapi sebelum turun dengan sengaja Luhan menekan lututnya ke penis Sehun

"Ahh..."

"Kau kenapa Hun?" tanya Luhan sok polos

"Aku tidak apa - apa. Mungkin badanku pegal karena ditindih sama badanmu Lu, kau bertambah berat" Sehun mengelak dan mencoba menggoda Luhan

"YAK! Aku tidak berat" Luhan dengan sigap mencubit paha Sehun dengan kuat

"ARGH... SAKIT LU... AMPUN... AWWW... LEPAS LU... NANTI KULITNYA TERKELUPAS... ARGH..." Sehun kesakitan akibat cubitan dahsyat Luhan

Luhan melepaskan cubitannya karena melihat Sehun hampir menangis karena kesakitan. Dia mengusap sayang paha Sehun karena merasa bersalah mencubit paha Sehun dengan tenaga kuat.

"Aku minta maaf Hun" kata Luhan dengan tulus

Sehun tidak menjawab karena dia merasakan tangan halus Luhan mengusap sayang pahanya yang dicubit Luhan. Karena terlalu keenakan diusap Luhan, Sehun merasakan penisnya bangun hanya dengan sentuhan kecil Luhan di pahanya dekat dengan daerah selangkangannya.

"Sudahlah. Aku mau tidur" kata Sehun singkat

Luhan hanya mampu berdiam diri melihat Sehun yang langsung berbalik badan dan tidur memunggungi Luhan. Dalam hati Luhan berkata bahwa besok dia harus mendapatkan maaf dari kekasih tampannya.

Sehun belum tidur tetapi dia tidak mungkin menyerang Luhan sekarang, Luhan mengatakan bahwa dia sangat mengantuk dan tertidur di mobil saat akan pulang ke apartement Luhan.

Sehun hanya bisa mendiamkan penisnya yang sedang bangun daripada meminta Luhan untuk membantunya.

.

.

.

.

.

Pagi harinya Luhan bangun lebih cepat daripada biasanya, dia melihat wajah damai Sehun ketika tertidur. Terlihat lebih tampan daripada ketika dia membuka mata. Terlalu fokus menatapi wajah tampan Sehun hingga tidak sadar Sehun terusik dengan kegiatan Luhan yang mulai meraba wajah Sehun.

"Sedang menikmati wajah tampanku"

"Tidak" kata Luhan sambil melepas tangannya dari wajah Sehun hingga memberikan gerakan kecil menampar Sehun

"Aku tahu aku tampan, tetapi tidak usah memandangku seperti itu. Dan juga baru kali ini ada wanita yang berani menamparku di pagi hari"

"Aku tidak sengaja menamparmu, aku hanya mengagumi wajahmu yang lebih tampan ketika tertidur" Luhan membelai sayang pipi Sehun yang tidak sengaja ditamparnya

"Jadi ketika bangun aku jelek"

"Bukan. Wajahmu lebih terlihat tampan ketika tertidur Hun"

"Memang dasarnya aku tampan" sombong Sehun

"Iya tampan tapi wajahmu datar"

"Memang wajahku begini, tapi tampankan"

"Teserah. Aku mau masak untuk sarapan kita sebaiknya kau mandi Hun"

"Iya Lu. Morning kissku mana?"

Dengan cepat Luhan mencium Sehun dan langsung lari keluar kamar untuk menyiapkan sarapan dan mencegah penyerangan di pagi hari.

Selesai mandi Sehun langsung kebawah dan sarapan bersama Luhan, Sehun tersenyum sendiri melihat Luhan yang sungguh sempurna sebagai seorang istri. Sehun membayangkan masa depannya bila menjadi suaminya Luhan

"Jangan senyum seperti orang gila" Luhan pusing melihat Sehun tersenyum sendiri

"Gila karena melihatmu kan tidak masalah kan Lu"

"Jangan gombal Hun. Aku mau cepat ke kantor hari ini dan mengurus masalah yang sungguh membuatu pusing"

"Aku juga ingin minta maaf Sehun karena kemarin aku mencubitmu terlalu keras" sesal Luhan

"Tidak apa - apa. Aku akan mengantar dan menjemputmu dari kantor mulai sekarang. Karena aku adalah kekasihmu, dan lagian aku akan menjumpai Kris nanti"

"Baiklah" Luhan tidak bisa menolak ajakan Sehun

Mereka berangkat ke kantor bersama dengan menggunakan mobil Sehun yang terpakir di basement apartement Luhan. Mobil mereka membelah jalan yang sangat ramai di pagi hari.

.

.

.

.

.

Sesampainya dikantor, Luhan mengajak Sehun keruangannya karena Kris tidak mungkin cepat datang. Jadilah Sehun menunggu Kris di ruangan Luhan yang sungguh nyaman dan rapi

Luhan menelepon seluruh kepala bagian untuk berkumpul diruangannya sekarang, Sehun binggung dengan apa yang akan Luhan diskusikan dengan kepala bagian.

TOK TOK TOK.

"Masuk" kata Luhan dengan tenang

"Silahkan duduk semuanya, saya ingin menyampaikan bahwa pria yang disamping saya adalah pacar saya. Jadi saya minta agar kita tidak melakukan one stand night di Club XOXO seperti dulu" Luhan mencoba untuk melepaskan kebiasaan buruknya mengingat Sehun adalah calon pendamping untuknya.

Sehun yang duduk disebelah Luhan hanya tersenyum dalam hati, dia bisa melihat wajah putus asa dan kecewa dari Siwon (Kepala Bagian Keuangan), Minho (Kepala Bagian Pembelian), Chanyeol (Kepala Bagian Penjualan), Kai (Kepala Bagian Lapangan), Taeyong (Kepala Bagian Pembukuan), Suho (Kepala Bagian Pajak), dan Yonghwa (Kepala Bagian Produksi)

Mereka kecewa dengan pernyataan Luhan yang mengatakan bahwa mulai hari ini mereka tidak akan melakukan one stand night seperti dulu. Mereka mencoba menghargai keputusan Luhan walaupun menyakitkan. Mereka izin satu persatu untuk keluar dari ruangan Manager Lu.

"Kenapa kau melepas mereka" tanya Sehun sok polos

"Aku mencoba setia padamu. Dan bila kau yang tidak setia padaku, jangan salahkan aku bila penismu akan kuoleskan balsem dan menjadi bola tenis meja" kata Luhan dengan nada mengancam

"Baiklah" pasrah Sehun sambil mengangkat kedua tangannya keatas tanda menyerah

Sesampainya Kris di Wu Corporation, dia langsung masuk ke ruangan Luhan untuk memberikan berkas yang diminta oleh Luhan. Kris terkejut melihat kehadiran Sehun diruangan Luhan, karena tidak ada pemberitahuan kalau Sehun akan mengunjungi Wu Corporation.

"Terima Kasih Kris, dan perkenalkan Sehun adalah pacarku"

"Oh, tertanya kamu pacar dari rusa itu. Pantasan kamu berada di ruangannya"

"Iya. Saya pacar Luhan" akui Sehun

"Saya datang kesini untuk membahas dengan anda tentang proyek baru kita yang ada di Jepang" Sehun mengungkapkan tujuannya datang ke Wu Corporation

"Baiklah, kita bicara diruangan saya saja" Kris meninggalkan ruangan Luhan

"Sayang. Aku pergi duluan ya, nanti sore aku jemput kamu setelah selesai kerja" Sehun membelai kepala Luhan

"Iya Hun" Luhan tersenyum

~TBC~