Aku menggigit bibirku ragu-ragu apakah aku harus membukanya atau tidak.Tapi ini bukan apa-apa kan ?. Chanyeol adalah seorang presdir, tidak menutup kemungkinan bahwa Chanyeol juga menjalin kerja sama dengan hyung. Dengan jari sedikit bergetar aku membukanya.

Untuk : Chanyeol Park

Perihal : Keputusanmu

Chanyeol, kumohon pikirkan lagi. Aku tidak bisa

Jae Hyun, Byun

President of Source Corp, US

Ini beberapa minggu yang lalu . Batinku. Aku mulai mencari email-email dari hyung. Apa yang sedang mereka bicarakan. Apakah mereka sedang bernegosiasi ?.

Untuk : Chanyeol Park

Perihal : KAU TIDAK BISA

Chanyeol kau tidak bisa memutuskannya seperti ini. Kita sudah lama mengetahui satu sama lain. Aku tahu ini hanya alasanmu agar membuatku merasa bebas disini

Jae Hyun, Byun

President of Source Corp, US

Untuk : Chanyeol Park

Perihal : terkejut

Aku terkejut mendapatkan email terakhir darimu. Kau tidak sedang bersungguh-sungguh kan ?. Aku tahu kau masih mencintaiku Chanyeol. Chanyeol kau tidak bisa seperti ini. Aku tidak bisa menerima ini

Jae Hyun , Byun

President of Source Corp, US

Aku membungkam mulutku saat melihat email-email mereka. Hal yang baru kuketahui saat aku merasa sudah mengenal Chanyeol dengan baik. Fakta jika mungkin bukan aku satu-satunya yang duduk di kursi ini selain Chanyeol. Fakta jika aku melupakan kehidupannya sebelum bertemu denganku. Fakta jika Chanyeol berhubungan dengan orang lain. Fakta menyesakkan hati saat tau benar jika hyungku sendiri mencintai Chanyeol. Aku sangat tahu dengan hanya melihat beberapa email terakhir dari hyung jika hyung memiliki rasa kepada Chanyeol. Bagaimana bisa jadi serumit ini ?. Aku meng-close email Chanyeol. Setelah itu aku segera menutup laptopnya dan meraih tasku, pergi meninggalkan kantor Chanyeol. Satu-satunya yang bisa kupikirkan saat ini adalah berlari. Kemanapun.

Aku berakhir di perpustakaan Seoul. Menelungkupkan kepalaku diantara lenganku. Aku hanya tidak mengerti. Chanyeol sama sekali tidak pernah menyinggung tentang kakakku. Aku baru sadar jika aku juga tidak pernah bercerita tentang hyungku padanya. Chanyeol tipe orang yang akan mencari tahu segala sesuatu tanpa terkecuali. Lalu jika Chanyeol tahu mengenai hyungku , kenapa dia tetap disisiku ? Tidakkah ini terasa aneh baginya ?. Bertunangan dengan adik seseorang yang mencintainya. Apa yang sebenarnya Chanyeol ingin lakukan ?.Pikiran ini membuatku semakin sakit saja. Aku merogoh saku saat kurasakan getaran dari handphoneku.

"Yeobseo ?" ucapku.

"Ya, eodiya ?" tanya seseorang diseberang sana.

"Nugu ?" tanyaku.

"Aku Kyungsoo astaga !. Baek, ada apa ?" tanyanya.

"Oh kyungsoo, ada apa menelponku ?" tanyaku.

"Seharusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu ?" tanyanya.

"Apa maksudmu ? Aku baik-baik saja" ucapku.

"Oh ayolah..sudah berapa lama kita berteman ?. Itu terdengar seperti 'aku sedang tidak baik-baik saja' " ucapnya. Astaga kyungsoo.. Aku sangat ingin bercerita denganmu, tapi kurasa tidak sekarang.

"Sudahlah. Kubilang aku baik-baik saja. Tidak usah mengkhawatirkanku" ucapku.

"Terjadi sesuatu diantara kalian berdua ?" tanyanya. Aku mengeryit. Tak ingin meneruskan pembicaraan ini.

"Tidak. Kenapa tiba-tiba menanyakan itu ?"

"Wakil yayasan, maksudku kekasihmu baru saja menelponku" ucapnya.

"Sudah ya Kyungsoo, kututup" ucapku menutup telpon dari Kyungsoo. Apa Chanyeol mencariku ?. Aku tidak siap bertemu dengan Chanyeol sekarang. Bagaimana aku menatapnya setelah mengetahui fakta tak terduga ini?.

Flashback

"Chan, kenapa ini tidak kau gantungkan ?"

"Aku tidak membutuhkannya"

"Lalu kenapa ada dreamcatcher disini ?"

"Kemarilah"

Pantas saja. Dreamcatcher itu terasa sangat familiar. Karena hanya kakak yang membuat dreamcatcher seperti itu. Dan dreamcatcher itu masih ada dikantor Chanyeol. Seharusnya dreamcatcher itu tidak ada jika Chanyeol benar-benar tidak membutuhkannya. Lalu apa artinya ini ?.. Oh God, Apa yang harus kulakukan ?.

Aku terbangun. Gelap. Dimana ini ?. Ah, kurasa aku diatas ranjang. Tunggu, bukankah tadi aku ada di perpustakaan ?. Lalu bagaimana bisa aku disini ?. Aku menyibak selimut dan turun dari ranjang. Ini rumahku. Menuruni tangga. Aku melihat eomma sedang membersihkan daun tanaman-tanaman hiasnya.

"Eomma ?" Panggilku.

"Oh, baekhyun ? Kau sudah bangun ?" tanya eomma. Aku bergabung duduk di ruang keluarga bersama eomma.

"Bagaimana bisa aku dirumah ? Terakhir kurasa aku berada di perpustakaan" ucapku. Eomma berhenti pada kegiatannya dan menatapku.

"Apa yang kau lakukan di perpustakaan ? Tidur ?" tanya eomma.

"Huh ?" ucapku tak mengerti.

"Chanyeol membawamu kemari dan mengatakan jika kau tertidur di perpustakaan" ucap eomma.

"Chanyeol menggendongku sampai kamar ?" tanyaku.

"Lalu apa Chanyeol menyeretmu ? Tentu saja dia menggendongmu Baekhyun..."

"Astaga"

"Chanyeol sangat khawatir padamu dan mengatakan pada eomma jika kau meninggalkan kantor Chanyeol dan pergi begitu saja tanpa memberitahu Chanyeol"

"Chanyeol sedang meeting tadi" ucapku.

"Kau bisa mengiriminya pesan" ucap eomma.

"Astaga, oke. Aku salah" ucapku.

"Hh...sebaiknya kau makan, eomma tahu dari tadi pagi kau belum makan" ucap eomma. Aku memilih berbaring di sofa.

"Aku sedang tidak mood untuk makan" ucapku.

"Wae ? Ada sesuatu yang terjadi diantara kalian ?" tanya eomma. Kenapa semua orang menanyakan keadaan kami berdua ?.

"Kami baik-baik saja eomma. Aku sedang tidak berada dalam mood untuk makan" ucapku.

"Baiklah, eomma tidak memaksa. Hanya saja jaga kesehatanmu". Aku mengangguk. Menatap langit-langit rumah. Sungguh, aku bingung apa yang harus kulakukan ?. Hyung masih memiliki perasaan pada Chanyeol. Ini akan sangat menyakitkan jika hyung tahu aku akan bertunangan dengan Chanyeol. Ta-tapi bagaimana denganku ?. Aku sudah jatuh terlalu dalam pada Chanyeol.

Flashback

"kakak sedang membuat apa ?"

"Ini namanya dreamcatcher baekhyun.. Ini bisa menangkap mimpi buruk !"

"Benarkah ?. Baekhyun juga ingin dibuatkan.."

"Nanti ya.. Hyung sedang membuatkan ini untuk seseorang "

"Nugu ?"

Hyung berbisik ditelingaku."Cinta pertama hyung"

"Wow ! Benarkah ? Apa itu cinta pertama ,hyung ?"

"Besok jika baekhyun-ie sudah besar, baekhyun-ie akan tahu"

"Baekhyun ingin segera besar !"

"Arraseo..arraseo.."

Jangan katakan.. Astaga !. Apa yang harus kulakukan ?!.

Aku menoleh pada eomma yang masih sibuk dengan tanamannya. Apa eomma tau jika Chanyeol dengan hyung dulu pernah bersama ?.

"Eomma ?" panggilku.

"Eoh ..". Bagaimana aku menanyakan ini ?.

"Baekhyun..ada yang ingin kau katakan ?" tanya eomma. Aku menggigit bibirku tidak yakin dengan apa yang ingin kukatakan.

"Baekhyun ?"

"I-itu..eomma tahu siapa kekasih hyung ?" tanyaku. Eomma terkekeh ringan.

"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu ?" tanya eomma.

"Hanya penasaran ?. Tidak boleh ?" ucapku.

"Arraseo..arraseo.. Eomma tidak tahu" . Aku terduduk.

"Mwo ?. Jinjja ? Eomma benar-benar tidak tahu ?" tanyaku. Eomma menggeleng.

"Hyungmu itu sedikit tertutup. Eomma benar-benar tidak tahu siapa kekasih hyungmu. Yang pasti, hyungmu menyukai seseorang. Beberapa kali dia pernah menutup diri dikamar. Murung tiba-tiba, entahlah. Eomma tidak begitu tahu" jelas eomma. Aku hanya mengangguk-angguk.

"Lusa adalah pertunangan kalian" ucap eomma.

"Mwo ? !" ucapku terkejut. Lusa ?

"Eomma hanya mengingatkanmu. Ibu dengar kalian tadi baru membeli cincin untuk pertunangan kalian. Bukankah dia romantis ?" tanya eomma.

Mengejutkanku dengan etalase-etalase itu, ya, dia romantis.

"Apa yang eomma bicarakan" ucapku beranjak dari sofa ingin menuju kamar. Aku tiba-tiba berhenti.

"Eomma ?"

"Hmm ?"

"Apa hyung mengetahui pertunanganku ?" tanyaku setelah menelan ludah meyakinkan diriku dengan apa yang kutanyakan.

"Belum. Eomma akan memberitahunya saat pertunanganmu" ucap eomma. Napasku tercekat. Tidakkah itu akan lebih menyakitkan untuk hyung saat mendengar berita tentang pertunangan ini ?. Aku kembali duduk di sofa.

"Eomma" panggilku.

"Ada apa baekhyun.. Daritadi kau memanggil eomma terus"

"Aku hanya penasaran. Kenapa .. Ke-kenapa bukan kakak yang ditunangkan dengan Chanyeol ?" tanyaku mencoba untuk terlihat normal tapi gagal. Keluarga Byun memiliki dua anak. Dan kenapa aku yang ditunangkan oleh Chanyeol ?. Eomma menghentikan kegiatannya.

"Ada apa ? . Jangan bilang jika kau tidak menyukai Chanyeol. Baekhyun-"

"Aniya. Eomma tidak seperti itu. Eomma juga tahu bagaimana perasaanku pada Chanyeol. Aku menyukainya eomma. Aku hanya penasaran kenapa bukan kakak yang ditunangkan dengan Chanyeol ? Eomma sudah berpikiran yang tidak-tidak" ucapku sambil memberi tatapan paling datar kepada eomma.

"Hah..lega mendengarnya. Kenapa bukan kakakmu ?. Sudah pasti karena kakakmu lebih tua dibanding dengan Chanyeol. Lagipula ayahmu pernah membicarakan tentang perjodohan dengan kakakmu, dan dia sangat amat menolak. Hyung mu mengatakan bahwa dia sudah memiliki seseorang yang dicintainya.." jelas eomma.

Benar eomma, dan itu Chanyeol, orang yang akan bertunangan denganku, gumamku dalam hati. Memejamkan mata menahan sebuah hantaman tak kasat mata yang memukul telak hatiku.

"Kami berpikir apakah kau saja yang dijodohkan dan lihat ?. Chanyeol bahkan mengatakan langsung jika dia tertarik padamu. Sebelum kami membicarakan tentang ini pun kau sudah jatuh cinta pada Chanyeol. Karena itulah kami sepakat untuk segera melaksanakan pertunangan kalian" lanjut eomma. Ah.. jadi begitu.

"Oh begitu.. Aku naik ke atas dulu eomma" ucapku lalu segera berlari kekamar.

Menjatuhkan diriku di ranjang. Apa yang harus kulakukan..?. Mengapa semua menjadi seperti ini ? Mengapa Tuhan mempertemukanku dengan Chanyeol jika akan ada hati yang akan menanggung rasa sakit nantinya ? Bagaimana ini bisa menjadi serumit ini ?!

Jangan lupa review

Terimakasih juga yang udah ngikutin ff ini dan always nge review tiap chapternya..

See you guys at next chapter !