Tadaaa!

Muncul lagi saya! Author yang baik hati dan tidak sombong

*Disorakin se kampung*

Fiuh! Untung Cuma disorakin, enggak di kawinin sama di arak arak ngider ngiderin kampung , kalo dikawinin sama balthier mah mau!

*di lempar sandal jepit sama fran*

"Idih! Ogah! Mening w sama fran aja lah"Balthier ngegandeng fran

"terus! w kawin sama siapaaa!"

"Sama Kebo sono!" balthier ngacir tanpa dosa

*Tiba Tiba muncul kebo, kebo nya senyum senyum nggak jelas*

"Kejammm kau balthier! Huhuhu" melirik ke arah kebo dengan tatapan sadis

"Neng ikut abang dangdutan yuk neng" si kebo ngajak author

"APE LU KATA! MUKE LU JAUH! KEBO EDAN!"

"Ye, Si eneng, abang kan ganteng neng! Cewe cewe pada kelepek kelepek ngeliat abang" si kebo memang edan

"yang ngeliat elu ganteng tuh matanya kicer! Tau!" author emosi sampe kata kata kasarnya keluar

"Eh! Kebo! Pergi sono! Siapa lagi yang mau dangdutan sama elu!"

*kebo dilempar monitor, kebo terkapar tak berdaya, kesian..*

Ah! Udah lah! Ke TKP!

Mohon map kalo episode sebelumnya nggak nyabung bung bung

*author bukan bermaksud untuk promosi la font*

~At Rabanastre Clinic~

~Balthier POV~

Aku mondar mandir di koridor… gelisah… seakan bersalah telah meninggalkan fumi sendirian… mengapa yang diserang harus anak itu!

Dia kan tak berdosa.. uhh.. aku ini paman yang BODOH!

"sudahlah balthier! Dia kan baik baik saja.." larsa mengingatkanku

"aku tak yakin…" aku masih mondar mandir gelisah

"tenanglah balthier, duduklah dulu" fran mengajakku duduk di sofa

"aku yakin, fumi baik baik saja…, dia kan anak istimewa.." fran meyakinkannku

"aku merasa sangat bersalah!" aku tertunduk sedih

Pak dokter keluar dengan wajah yang muram

Aku mengampiri lelaki paruh baya itu

"bagaimana keadaanya dokter!

"anak itu sepertinya, menerima benturan yang sangat keras di kepalanya, sehingga merusak sel otaknya… menurut saya… hidupnya tinggal beberapa jam saja..

Aku terkulai lemas mendengar penjelasaan dokter itu..

Fumi adalah satu satunya keluarga yang kumiliki, aku tak mau kehilangan dia..

"Fumi… Bertahannlah" aku Cuma bisa berharap dibalik pintu ruangan itu

Terlihat fumi mengalami luka yang serius

Selang oksigen tertancap di hidungnya

Entah sampai kapan ia tersadar dari koma nya

~Fumi POV~

Bayangannya ada di depanku

Kotaro…

Ku coba meraihnya..

Tetapi dia semakin menjauh pergi..

Masih kuingat kata katanya

"Fumi, Biarpun aku sudah tidak bisa menemanimu lagi, jadilah perempuan yang tegar, Jangan menangis!, hapuslah air matamu,.. fumi, slamat tinggal"

Ku raih tangannya, tetapi kemudian berubah menjadi debu…

Kotaro… jangan tinggalkan aku sendiri..

Kumohon..

Cahaya semakin terang dan ku dengar samara samar paman memanggil manggil namaku..

Kulihat disekitarku banyak sekali malaikat hitam..

Apakah aku akan mati?

Biarlah aku mati, aku ingin menyusul kotaro ke alam sana

Bersama kotaro..

~At Fumi's Room~

~Balthier POV~

Aku benar benar ingin masuk ke ruangan fumi

Tapi..

Suster sialan itu menghadangku

"maaf tuan. Anda tidak bisa masuk ke dalam! Karena pasien sedang koma!"

"Kenapa nggak bisa! Saya ingin ketemu adik saya!" aku ngotot

Aku mencoba menerjang pintu tapi langkahku dihadang oleh vaan dkk

"aduh! Pak tua! Jangan sembrono! Ini kan rumah sakit"

"tapi kalo terjadi apa apa dengan fumi gimana!" aku marah.. marah yang tidak biasanya

"jika anda bersikeras ingin masuk ruangan ini! Saya tidak segan akan memanggil sekutiti!" suster melongos pergi

"dia sama saja seperti ashe!" aku dongkol

semua terdiam, dan aku mencoba menenangkan diri

"sabar balthier, semua pasti baik baik saja"

"tapi feelingku sedang tidak bagus hari ini..

Aku mendengar sesuatu yang tidak biasanya

Ku tengok pendeteksi detak jantung

Nut….nutt…nuttt….nuttttttttt…..

"fumi!, dokter! Fumi! Fumi nggak mungkin.." aku panik dan mendobrak pintu itu

Layar menunjukan garis lurus…

Nafas fumi terhenti..

Ini.. nggak mungkin terjadi

Fumi… fumi telah…

Meninggal

~At Somewhere I Don't Know~

~Fumi POV~

Aku terbang makin jauh ke tempat kotaro berada

Disana kulihat banyak sekali orang orang yang bahagia.. pergi mencari orang yang disayangnnya

Aku pun mengikuti jalan setapak menuju danau keabadian..

Disanalah orang orang yang sudah mati terkumpul disana, hidup kembali

Aku melihat banyak sekali orang orang yang melambaikan tangannya dari ujung danau sana.. ekspresi raut wajah mereka sangat senang

"Kakek!" dua anak dibelakangku berlari menghampiri kakek nya yang melambaikan tangan, seperti mengajak mereka ke sana

Ah! Ada kotaro juga disana!

Hupp! Kumulai berlari menuju danau itu tapi tunggu!

Dua anak itu terjeblos ke dalam jurang yang sangat dalam…

Dan mereka berteriak diselingi suara seseorang tertawa dengan seramnnya

Langkahku terhenti

Aku ketakutan…

Aku harus bagaimana?

Ekspresi kotaro disana

Dia.. Dia menangis

Dan lambaian tanganya seakan ingin mengusirku

"Pergilah Fumi! Tempatmu bukan disini! Kembalilah bersama pamanmu! Jangan kau sia siakan hidupmu!" kotaro berteriak sekuat tenaga

"tapi… aku ingin slalu bersamamu kotaro" aku mulai menangis.

"Aku kan slalu ada dihatiku slamanya fumi… dan jangan menangis lagi! Kamu harus jadi perempuan yang tegar!"

Aku terenyuh..

Aku telah meninggalkan paman.. paman yang slalu ada untukku

Pasti dia sedang sedih saat ini.. Memikirkanku

Teman temanku..

Vaan yang cuek

Penelo yang slalu menemani vaan

Larsa teman setia ku..

Kak Fran pacar paman.. aku harus membuat mereka menikah

"OK! Aku masih punya misi yang harus aku selesaikan!"

Tiba tiba ruangan menjadi sangat terang

"dimana aku?" mata ku mejap mejap silau

"ah fumi! Syukurlah!" paman memelukku dengan erat

"uhuk uhuk.. pa .. paman.. lepaskan a.. aku" aku mengap mengap nggak bisa napas

teman temanku semuanya ada disini..

aku orang yang bodoh!

Mengapa aku harus mati jika ada teman teman yang setia dan slalu ada untukku?

"ayo kita pulang paman" aku mencabut semua selang selang yang menempel di tubuhku

"fumi-chan! Kamu kan belom sembuh!" paman khawatir

"nggak paman, aku udah sembuh kok" aku senyum senyum nggak jelas

"ya udah ayo kita pulang" aku pergi ke pintu kamar

"Aku BEBASSSSS Yayyy!" aku berlari lari di koridor

"Tinggal tiga hari lagi, aku harus membuat mereka jadian dan menikah!" Pikirku dalam hati

"Arrrrggghhhhhhh" aku menggaruk garuk kepala seperti orang gila

"Gawattt! Masih ada misi yang harus diselesaikann" aku ngacir meninggalkan mereka semua

"Beneran nggak apa apa tuh bocah?" larsa kebingungan

"anak aneh" penelo kebingungan juga

"sudahlah, biarkan saja" vaan nggak peduli

Bersambung

Kyaaa! Balthier sama Fran mau nikah!

Good Job Fumi! *author mengacungkan jepol ke fumi

*nantikan di episode berikutnya! Yang mau liat wajahnya fumi

Liat aja di poto propil facebook ku ya!

Sampai jumpa di episode berikutnya!

~Salam manis author