Trapped At The Other Dimension

Warning!

Garing, stress, gila, sarap, tulisan ngawur, typo (s), alur terlalu cepat, pendeskripsian kurang, dan masih banyak lagi... Ingat! Anda sudah diperingatkan!

Disclaimer!

Vocaloid bukan punya sayaa... #pundung

Me : Haloo! Ternyata yang ini udah chapter terakhir ya.. Cepat banget.. S-saya.. T-terharu TTATT

Rin : Halah! Lebay lo!

Me : Biarin! Hoo! Mari kita balas riview dari readers tercinta! (Readers muntah-muntah).

To : Chalice 07

Me : Senpaaiii! Makasih udah mau review lagi, sepertinya Rin kerasukan setan kegenitan.

Rin : BakAuthor! Itukan kamu yang nulisss!

Me : Nyehehe XD memang cepat ya... Habisnya saya ga bisa bikin adegan pertarungan yang seru sih... #dibunuh. Umm... Yang di cafe itu... Kalau mereka pesen makanan yang ada hubungannya dengan buah kesukaan mereka sudah mainstream! #plak.

Julia : Sekali lagi... Terimakasih atas reviewnya!

To : Namikaze Kyoko

Me : Kyo-chann! (ga apakan saya panggilnya begini?) Makasih udah mau Review lagii! ,

Kaiko : Iya dong, sebagai generasi penerus bangsa yang baik, kita itu wajib kepo! Ayo laksanakan gerakan anak muda kepo!

All : *sweatdropped*

Me : Oke.. oke.. Len memang rada ehemBegoehem sih..

Len : Aku ga begooo!

Me : Ya udah, Baka. Makasih atas reviewnya lagi ya, ini udah update.

To : Karen White

Me : Iya nih, cie ciee~ Maaf kalo adegan romancenya terlalu parah *sujud* itu saya buat pas lagi edan, stress, sarap, gila dan sinting..Sepertinya mereka ga bakal kissu lagi deh.. Umm... Untuk di fanfic ini saya mohon maaf ga bisa masukin saran Karen-chan.. Soalnya chapter ini chapter terakhir, mungkin akan saya masukan saran anda di fanfic yang lain.

Rin : Lo mo bikin fanfic yang lain?!

Me : Hehehe, iya.. Makasih buat reviewnya ya Karen-chan!

Me : To the storyy!

Chap 9 : The end of our journey

Normal POV

"Rin dan Len. Miku mau bertemu denganmu tuh." Ucap Kaito.

"Eh? Sekarang?" Tanya Len.

"Engga, tahun depan." Jawab Rin dengan muka 'you don't say'

"Oke deh." Ujar Len

Pernyataan dari Len berhasil membuat Kaito, Kaiko, dan Rin facepalm. Ternyata Len rada bego juga ya...

"Aduhh! Len! Maksud gw ya sekarang! Masa tahun depan sih?!" Teriak Kaito frustasi.

"Iye iye ah, lagian tadi Rin bilangnya tahun depan." Ucap Len sambil mendeath glarekan Rin.

"Lagian dianggap serius sih." Ujar Rin yang tidak mau kalah.

"Sudah-sudah ayo makan ind*mi* rasa ayamnya tuh." Ucap Kaiko dengan nada iklan ind*mi*

GUBRAAAAAAAAKKKKKKKK!

Yap.. Kaito, Len dan Rin pun jatuh dengan elitnya (baca : tidak elit).

'Owata!
taisetsu na yakusoku na no ni
owata
nante iiwake wo shiyou
owata
tobira ga me no mae de shimatta
owa-'

"Nii-chan, handphonemu bunyi tuh." Ujar Kaiko.

"Ekh?!" Jawab Kaito sembari menjawab panggilan yang ditujukan padanya.

"Moshi moshi.. Are? Ah.. Iya-iya kami akan segera ke sana, ya bye.." Ucap Kaito sambil menaruh handphonenya kembali.

"Ada apa Kaito?" Tanya Rin.

"Miku menyuruh kita cepat ke sana." Jawab Kaito.

"Oh..." Ucap Len yang sedang ber-oh-ria.

"Masih ah oh ah oh! Ayo buruan! Miku dah marah-marah tahu!" Ujar Kaito esmosi.. Eh, emosi...

Maka mereka bertiga (min Kaiko) pergi ke tenda a.k.a tempat Miku praktek (mangnya dokter?! -")) tanpa babibubebo babimu keseleo (?) mereka langsung masuk ke dalam seperti polisi yang mau meraziah rumahnya si firah madah...

"Kalau masuk pakai sopan satun napa?! Kalian mangnya ga diajarin ma nenek lo pada apa?!" Bentak Miku.

"Huwweeee! Sorry my dear Miku!" Teriak Kaito sambil meluk-meluk kakinya Miku.

"Hush hush! Malu gw punya pacar kayak lo!" Teriak Miku sambil menendang-nendang Kaito.

Sementara Meiko, Rin dan Len hanya ber-sweatdrop-ria.

"E-etto.. Miku-chan, ramuannya udah jadi?" Tanya Rin.

"Eh? Oh ya! Udah jadi kok! Tenang saja!" Jawab Miku dengan wajah berseri-seri.

"Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu?! Retsu goo! Let's Go! Ràng wǒmen qù!" Teriak Rin.

"Okeeehhh!" Teriak yang lain secara serempak.

Maka mereka pergi dan berangkat menuju.. Menuju.. Menuju.. Menuju mana ya? (Readers : gubrakkk!) Just kidding! Nyehehehehe! Mereka berjalan menuju tanah lapang.

"Kapan nyampenya sih?!" Teriak Rin yang tampaknya sudah capek berjalan.

"Kapan-kapan." Jawab Len santai.

"Haah?! Apa?!" Teriak Rin frustasi.

"Udah lah, ga usah berantem kalee, lagian kita udah nyampe kok!" Ucap Miku.

"Horeee! Akhirnya kita bisa pulangg!" Teriak Rin seperti anak kecil yang dikasih balon.

"Ye elahh! Lebay amat sih jadi orang, selow aja kaleehh!" Ucap Len.

"Gw ga lebayy! BakaLen!" Teriak Rin.

"Tadi barusan apaan?!" Tanya Len.

"Itu namanya overdramatic!" Balas Rin.

"Sama aja, dodol!" Teriak Len.

"Oh sama ya? Ehehehe.. Gw ga tau.." Ucap Rin.

Dan sudah bisa ditebak mereka melakukan ibadah headbang (?) Di mana mereka headbang? Saya juga tidak tahu.. Hanya Tuhan yang tahu #plak

"Sudah sudah, ayo kita tuang ramuan ini ke tanah!" Ujar Miku.

"Okehh!" Teriak Rin.

"Ichi!" Teriak Kaito.

"Ni!" Teriak Meiko.

"San!" Teriak Len.

Pada hitungan ke tiga Miku langsung menuangkan cairan itu ke tanah, tiba-tiba saja tanah di sekitar mereka bersinar terang seperti cahaya dewa (?) Dan membungkus tubuh Len dan Rin (?).

"Byee Miku, Kaito, dan Meiko!" Teriak Rin sambil melambaikan tangan ala (?).

"Sampai bertemu lagi!" Sambung Len.

"Baka! Kita ga bakal ketemu lagi tahu!" Teriak Meiko.

"Oh ya.. Huweeeee! Kaitooo! Meiko! Mikuuu! Gue bakal kangen sama kaliaaaannn!" Teriak Rin.

Sementara Meiko, Kaito, dan Miku hanya bisa sweatdropped..

"Byeee!" Ucap Len.

Seketika itu juga tubuh mereka hilang terbungkus cahaya itu, cahaya yang membawa mereka pulang.

BUAAAAGGGG!

"I-ittai.. Sakit.." Ucap Rin, karena ia mendarat dengan tidak elitnya.

Begitu juga dengan Len.

"Cahaya sialan! Ga bisa jatuhin kita secara elit ?!" Umpat Len.

Tiba-tiba ada sesuatu yang turun dari langit.. Mari kita lihat itu apa.. Itu adalah.. Bidadari yang ada di iklan exa (deodorant)! Hanya bercanda,yang jatuh adalah selembar foto dan jatuh tepat diantara mereka..

"Apaan tuh?!" Seru Rin.

"Ayo kita lihat!" Ajak Len.

Maka Len mengambil foto itu dan..

"Inikan foto kita, Miku, Kaito, Kaiko, dam Meiko!" Ujar Rin.

"Tapikan kita ga pernah foto sama mereka." Ucap Len.

"Iya juga ya.. Tapi kok ada Kiyoteru-sensei di sini?" Tanya Rin.

"Mana?" Tanya Len.

"Ini." Ujar Rin sambil menunjuk Kiyoteru.

"Hah?! Kok bisa?!" Teriak Len.

"Mana gue tahu BakaLen! Orang tadi gue yang nanya!" Teriak Rin.

"Oh iya ya.." Ucap Len.

Rin pun membalik foto itu, dan ternyata terdapat sebuah tulisan.

"Rin dan Len, foto ini bisa sampai di tempat kalian karena Miku memakai kekuatannya untuk meneleport foto ini.. Nah, jaga diri kalian ya di dimensi kalian.

-Kiyoteru-"

"Hah?! Ga salah?! Yang nulis Kiyoteru-sensei?!" Teriak Len.

"K-kok bisa?" Tanya Rin.

"Gue juga ga tahu.. Yang jelas sekarang sudah mulai sore, ayo kita pulang, lalu besok kita bisa menanyakan ini ke Kiyoteru-sensei." Ucap Len.

"Ya udah deh." Ujar Rin pasrah.

Rin POV

"Tadaimaa~"Ucapku sambil membuka pintu rumahku.

"Okairi, Rin kamu dari mana saja?!" Tanya Rinto dengan nada cemas, maklum Rinto nii-chan kan sister complex...

"Tadi ada rapat osis." Jawabku malas.

"Oh begitu." Ucapnya lagi.

Akupun langsung pergi ke kamarku dan menghempaskan diriku di tempat tidur, sebenarnya apa yang telah terjadi padaku dan Len? Kenapa hanya kami yang harus masuk ke dalam dimensi yang lain? Tanpa aku sadari aku tertidur...

Normal POV

-Keesokan harinya-

"Ohayou, Rin." Ucap Len.

"Ohayou juga Len." Balas Rin.

"Eh? Kok mereka ga berantem?" Bisik beberapa murid.

"Tidaaakkkk! Len-sama kuuu!" Ucap salah satu FG-nya Len.

"Mungkin mereka pacaran." Bisik salah satu murid ke murid yang lainnya.

"Ohayou Rinny!" Ucap Lenka ceria.

"Ah, ohayou Lenka-chii!" Balas Rin.

"Ciee, yang pagi-pagi dah berduaan!" Goda Lenka.

"Ah, Lenka! Berisik Lo!" Ucap Rin sambil blushing.

"Mangnya kenapa Rin? Kan kita udah pacaran." Ucap Len santai.

"Apa?! Mereka udah pacaran?!" Teriak seisi kelas.

"Len! Kenapa harus bilang kita udah pacaran sih?!" Teriak Rin.

"Biarin, semuanyakan harus tahu kalau kita udah pacaran." Ucap Len santai.

"Len, kita jadi tanyain ke Kiyoteru-sensei ga?" Bisik Rin ke Len.

"Oke, kita tanya sekarang ya." Bisik Len.

Maka kedua sejoli ini berjalan keluar sambil bergandengan tangan yang pastinya mendapat sorakan murid-murid yang lain. Saat mereka sampai di ruang guru, mereka bertanya pada salah seorang guru di sana.

"Etto... Meito-sensei, apakah kamu melihat Kiyoteru- sensei?" Tanya Rin.

"Hah? Kiyoteru? Di sini tidak ada guru yang namanya Kiyoteru." Jawab Meito-sensei.

"Hah?!" Ucap Rin dan Len tidak percaya.

Tapi setelah menanyakan ke semua guru, sampai kepala sekolah sekalipun mereka mendapat jawaban yang sama yaitu tidak ada guru yang bernama Kiyoteru di sekolah ini.

"Rin, kok semuanya sepertinya melupakan Kiyoteru-sensei ya?" Tanya Len.

"Mana gue tahu! BakaLen! Kalo gue tahu ya gue ga bakal mikirin itu!" Jawab Rin.

"Mungkin dia memang bukan dari dimensi ini, mungkin dia sebenarnya dari dimensi sana." Ucap Len.

"Mungkin saja." Gumam Rin.

Tanpa mereka ketahui, di atas pohon, seorang laki-laki yang berumur sekitar tiga puluhan sedang mengawasi mereka sambil tersenyum.

-The End, Owari-

Me : Chap Kali ini pendek bangett! Huweeee!

Rin : masalah gitu buat gue?

Me : Rinny jahaaattttt!

Rin : Biarin.

Me : Ummm... Saya mau mengucapkan terimakasih pada :

-) Mugi-pyon

-) Harada Ayumi-chan

-) Okunoki

-) Namikaze Kyoko

-) Mayu-chan

-) Fafa

-) Nialler1Unlock-Kagamine

-) Chalice 07

-) Chisami Fuka

-) Shinichi Rukia

-)nekonekoyosh

-)Karen White

-) Dan para Readers sekalian.

Jujur pas pertama kali saya nulis chapter 1 saya kira ga bakal ada yang me-review, pas awal-awal menerima review saya senang sekali, dan karena review-review anda readers sekalian, penulisan saya menjadi lebih baik, serta dukungan dari para readers maupun senpai-senpai saya, saya dapat menyelesaikan fanfic ini... Saya sungguh minta maaf jika selama ini balasan Review saya kasar atau apapun yang tidak enak di hati para reviewers... Ummm... Akhir kata, terimakasih telah mendukung saya selama menulis fanfic ini *membungkuk* sampai jumpa di fanfic saya yang lain.