Jeongmal mianhamnida, saya benar-benar lupa dengan ff ini *deep bow* tapi saya pasti akan menyelesaikannya. Kamsahamnida masih mau membaca dan mereview ff ini :"*
Disclaimer
All casts belong to God and themselves but the ff is pure belong to me
Cast
Lee Donghae
Lee Hyukjae
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim Youngwoon as Lee Youngwoon
And all Super Junior member as themselves
Genre
Romance, Angst
Rated
T
Warning
Yaoi, Boys Love, Shonen-ai, Boy x Boy, Alternate Universe, OOC, alur lambat. I had warn you, so, DON'T LIKE DON'T READ! NO BASHING! NO FANWAR! If you want to flame, just flame the story and use nice words, I'll take the blame.
Summary
"Tidak ada yang lebih hebat dari siapapun, Yesung hyung. Bahkan Michael Jordan sekalipun tidak akan menjadi pemain basket terbaik jika dia tidak memiliki tim yang solid dan mendukungnya sampai akhir. Bukan Hangeng hyung yang hebat hingga dia selalu bisa mencetak angka jika bola sudah ada di tangannya, tapi karena kita saling mengoper hingga dia bisa berada paling depan untuk mencetak angka. Bukan Donghae yang hebat dalam mengeksekusi bola penalti, tapi karena kita ada di sampingnya dan mendukungnya hingga ia yakin dia bisa melakukannya untuk kita. Kita saling melengkapi hyung, bukan saling mengungguli. Hyung mau kan menemani kami sampai akhir?"
.
.
.
.
.
"…kau tahu, kami sampai lupa yang mana pintu rumah kami sendiri." Kyuhyun tetap bercerita walaupun dia tahu Hyukjae tidak memperhatikannya. Setelah mengantar Hyukjae kembali ke UKS, Kyuhyun memilih untuk tinggal. Lagipula dia sudah menyelesaikan soal-soal try outnya. Hyukjae sendiri terlihat memandang ke arah lain.
"Kenapa kau malah mengajaknya mengobrol dan tidak menyuruhnya istirahat? Kau tahu kan, dia sedang sakit?" tanya Donghae yang baru datang. Kyuhyun dan Hyukjae langsung mengalihkan tatapannya ke arah datangnya suara.
"Hyukkie sedang bosan, jadi aku mengajaknya mengobrol, tapi sepertinya dia lebih suka mendengarku bercerita," jawab Kyuhyun. Donghae berjalan ke arah mereka dan berdiri di hadapan Kyuhyun yang sedang duduk di samping tempat tidur Hyukjae.
"Kau seharusnya beristirahat, Hyuk," kata Donghae lembut. Hyukjae mengacuhkannya. Dia masih kesal kerena Donghae tidak datang seperti yang dijanjikannya. Dan gara-gara itu, dia tidak bisa mengikuti try out ujian nasional. "Mianhae, aku baru bisa datang sekarang," kata Donghae meminta maaf. Hyukjae tetap mengacuhkannya.
"Sepertinya Hyukkie lebih suka mendengar ceritaku daripada mendengar permintaan maafmu," komentar Kyuhyun sambil memberikan senyuman manis kepada Hyukjae.
"Kau bisa pergi sekarang, biar aku yang menjaga Hyukjae," kata Donghae sambil beralih menatap Kyuhyun.
"Aku tidak butuh izinmu untuk menjaga Hyukjae, jadi kau tidak berhak memutuskan kapan aku bisa menjaga Hyukjae. Aku mau di sini saja menemaninya," tolak Kyuhyun.
"Tapi Hyukjae harus beristirahat sekarang, kau—"
"Kenapa bukan kau saja yang pergi? Sepertinya Hyukjae juga tidak suka kau di sini, buktinya dia bahkan tidak merespon semua yang kau katakan," potong Kyuhyun.
"Kenapa bukan kalian berdua saja yang pergi?" tanya Hyukjae akhirnya. Donghae dan Kyuhyun langsung menatap Hyukjae dengan pandangan tapi-aku-ingin-menemanimu-di-sini. "Bagaimana bisa kalian mengharapkanku beristirahat sementara kalian berdua berdebat di hadapanku?" sindir Hyukjae.
"Aku sudah berjanji akan menjagamu, Hyuk," jawab Donghae.
"Well, aku mungkin belum sempat berjanji, tapi aku akan melakukannya," jawab Kyuhyun.
"Tidak ada dari kalian yang punya kewajiban untuk menjagaku. Aku tidak apa-apa. Tidak bisakah kalian membiarkanku saja?" mohon Hyukjae.
"Kau tidak pernah mengizinkanku mendekatimu, jadi kau tidak perlu mengizinkanku menjagamu karena aku akan tetap melakukannya tanpa seizinmu," kata Kyuhyun.
"Apa kau akan beristirahat kalau aku meninggalkanmu?" tanya Donghae. Dia lebih suka Hyukjae tidur sekarang daripada berdebat dengannya untuk meyakinkan dirinya.
"Dengarkan aku sekali ini saja," kata Hyukjae memulai, "kalau kalian berhenti menggangguku, aku akan baik-baik saja. Kumohon, carilah orang lain untuk kalian jaga."
"Maaf, aku tidak bisa," kata Donghae dan Kyuhyun bersamaan.
Hyukjae memandang mereka pasrah. Dia menyesal sudah tawar menawar dengan mereka. Rasanya ingin ditelan semua kata-katanya yang pernah dikeluarkannya untuk kedua namja di hadapannya kini. Hyukjae membalikkan badannya dan berbaring memunggungi Donghae dan Kyuhyun. Tidak akan ada lain kali. Hyukjae tidak akan lagi menghiraukan apapun yang coba mereka lakukan atau katakan kepadanya mulai detik ini. Hyukjae berusaha tidur untuk mengumpulkan kekuatannya agar dia bisa pulang tanpa harus berjalan selangkah demi selangkah sambil memegangi dinding.
.
.
.
.
.
Siwon kembali mengumpulkan teman-temannya untuk membahas masalah pengunduran diri Yesung. Awalnya Yesung menolak karena dia sudah menganggap semuanya selesai kemarin. Lagipula Yesung juga masih sedikit kesal kepada Kyuhyun. Belum lagi tadi dia hanya bisa mengerjakan setengah dari semua soal try out. Dan Yesung tidak tahu dia berapa soal yang bisa dijawabnya dengan benar. Tetapi setelah dibujuk oleh Hangeng, akhirnya dia menurut juga. Dan di sinilah dia, di lapangan basket indoor sekolahnya—tempat mereka biasa berlatih—bersama Zhoumi, Donghae, dan Kyuhyun.
Donghae dan Kyuhyun sebenarnya tidak mau meninggalkan Hyukjae sendirian di UKS. Tetapi mereka juga tidak mau merusak persahabatan mereka selama ini dengan Yesung dengan bersikap seolah tidak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh namja yang sudah mereka anggap sebagai hyung sendiri. Setelah memastikan petugas piket akan mengabari mereka kalau Hyukjae terbangun, Donghae dan Kyuhyun bergegas menuju ruang latihan.
"Sekarang apa lagi?" tanya Yesung langsung.
"Yesung hyung," kata Siwon memulai. Sebagai kapten, dia bertugas menyatukan tim bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. "Kau tidak perlu keluar dari tim—"
"Tapi aku sudah—"
"—biarkan aku selesai dulu," kata Siwon meminta izin. Yesung mengangguk. "Seperti yang kalian semua tahu, sebentar lagi kita akan menghadapi ujian nasional. Kita tidak akan mengikuti pertandingan besar lagi. Lalu untuk apa kita tetap bertahan sebagai tim basket? Kenapa kita tidak berhenti saja sekalian seperti yang ingin dilakukan Yesung hyung?" Siwon memulai pidatonya. Dia berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan teman-temannya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang baru saja dilontarkannya dan implikasinya. Setelah dirasanya cukup, Siwon kembali melanjutkan.
"Bagiku, ini bukan sekedar untuk menjaga keeksistensian tim basket kita. Aku berharap kita bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa kita tidak akan berhenti di tengah jalan dalam mengerjakan suatu hal. Lagipula ini juga bukan soal mempertahankan prestise sebagai tim basket terbaik di sekolah, tapi menyelesaikan apa yang kita mulai. Bersama-sama sampai akhir.
"Tidak ada yang lebih hebat dari siapapun, Yesung hyung. Bahkan Michael Jordan sekalipun tidak akan menjadi pemain basket terbaik jika dia tidak memiliki tim yang solid dan mendukungnya sampai akhir. Bukan Hangeng hyung yang hebat hingga dia selalu bisa mencetak angka jika bola sudah ada di tangannya, tapi karena kita saling mengoper hingga dia bisa berada paling depan untuk mencetak angka. Bukan Donghae yang hebat dalam mengeksekusi bola penalti, tapi karena kita ada di sampingnya dan mendukungnya hingga ia yakin dia bisa melakukannya untuk kita. Kita saling melengkapi hyung, bukan saling mengungguli. Hyung mau kan menemani kami sampai akhir?"
Yesung tahu itu benar. Dia menyesal sudah meragukan teman-temannya. Bahkan kapasitas otaknya yang pas-pasan bisa menangkap kesan tulus persahabatan yang disampaikan Siwon lewat pidatonya barusan. Yesung langsung memeluk Siwon saking terharunya.
"Kami juga mendukungmu, hyung, kenapa hanya Siwon saja yang kau peluk?" tanya Zhoumi tidak terima. Yesung tertawa sambil menangis. Dia beralih memeluk teman-temannya satu per satu.
"Bagaimana keadaan Hyukjae?" tanyanya sambil memeluk Donghae.
"Dia baik-baik saja. Jeongmal mianhaeyo hyung, aku memaksa pergi kemarin," jawab Donghae sambil meminta maaf.
"Gwaencahnayo, Hae-ah. Aku akan marah kalau kau tidak menjaga Hyukjae dengan baik," kata Yesung setengah bercanda. Donghae tertawa mendengarnya.
"Ne, hyung, aku akan menjaganya baik-baik," kata Donghae sambil melepaskan pelukannya.
Yesung kini berdiri di hadapan Kyuhyun. Semuanya memandang mereka dengan cemas. Siwon bergerak mendekat untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin terjadi. Tetapi sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yesung memeluk Kyuhyun dan Kyuhyun langsung membalasnya.
"Aku tahu, kau sangat menyayangiku walaupun aku dongsaengmu yang paling nakal," kata Kyuhyun percaya diri.
"Huh!" Zhoumi meneriakinya.
"Kau berutang nilai kelulusan padaku, Kyuhyun-ah," kata Yesung telak.
"Mwo? Hyung mau memerasku?" tanya Kyuhyun kaget. Yesung mengusap-usap kepala Kyuhyun dengan sayang yang diartikan ancaman terselubung oleh Kyuhyun.
"Hahha," yang lain menertawai Kyuhyun yang bereaksi berlebihan. Sepertinya otaknya terlalu cerdas dan mengartikan candaan Yesung sebagai ancaman. Kyuhyun memandang mereka tidak mengerti.
"Kenapa hanya aku hyung, mereka juga," protes Kyuhyun sambil menunjuk teman-temannya.
"Kau kan yang paling jenius di antara kita," Yesung memandang penuh arti ke arah Kyuhyun, "sekarang, mari kita menengok uri Hyukkie!" kata Yesung semangat.
"Let's go!" kata Siwon lega. Dia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Hyukjae. 'Thank's God!' ucapnya syukur dalam hati.
.
.
.
.
.
Bel tanda pulang akhirnya berbunyi. Kyuhyun langsung melesat keluar diikuti Siwon dan Hangeng yang harus mempercepat langkahnya untuk menyusul Kyuhyun. Mereka melewati kelas Donghae dan mendapati Donghae sudah ada di depan kelasnya menunggu mereka. Saat melewati kelas 3-3 Kyuhyun berhenti dan menengok ke dalam mencari seseorang. Matanya menelusuri setiap sudut kelas.
"Sungmin-ah," panggilnya setelah menemukan orang yang dicarinya. Sungmin berbalik dan mendapati Kyuhyun berdiri di depan kelasnya sambil memberikan isyarat untuk keluar. Dengan malas Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun.
"Kami mau menjemput Hyukjae di UKS. Ikutlah!" kata Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin.
"Aku tidak bisa, sekarang hari Sabtu, eomma dan appa pasti sudah ada di rumah," tolak Sungmin.
"Sebentar saja, kita hanya akan menjemputnya. Setelah mengantarnya pulang, aku akan mengantarmu," bujuk Kyuhyun.
"Mian, tapi aku benar-benar tidak bisa," kata Sungmin sambil melepaskan pegangan Kyuhyun pada tangannya.
"Baiklah, tapi lain kali kau harus ikut aku bertemu Hyukkie," kata Kyuhyun akhirnya. Sungmin berbalik dan melangkah kembali ke dalam kelasnya untuk mengambil tas dan pulang. "Aku akan datang ke rumahmu sore ini," teriak Kyuhyun sebelum meninggalkan kelas Sungmin dan berlari menyusul teman-temannya.
Sungmin menghela nafasnya berkali-kali. Perasaan yang tengah dirasakannya saat ini lebih rumit dari soal matematika yang tadi dikerjakannya. Kenapa hanya dia saja yang merasakannya? Kenapa Kyuhyun juga tidak ikut merasakan hal yang sama? Setidaknya Sungmin bisa menyerahkan pemecahan masalahnya kepada otak jenius Kyuhyun. 'Apa yang harus kulakukan?' teriaknya frustasi dalam hati.
Sementara itu, Donghae, Kyuhyun, Siwon, Yesung, Hangeng, dan Zhoumi baru saja tiba di UKS dan mendapati pintu UKS sudah terkunci rapat. Tok tok tok. Yesung mengetuk pintu UKS.
"Apa yang kau lakukan hyung?" tanya Kyuhyun.
"Apa lagi? Tentu saja membangunkan Hyukjae. Kau tidak kasihan dia terkunci di dalam?" tanya Yesung polos. Kyuhyun memandangnya datar, tetapi sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak.
"Hahha~, Hyukkie tidak ada di dalam hyung, dia pasti sudah pulang dari tadi," kata Kyuhyun di sela-sela tawanya.
"Kau tahu dari mana, Kyu?" tanya Yesung lagi.
"Petugas piket tidak mungkin meninggalkan Hyukjae di dalam, hyung," kali ini Siwon yang menjawab.
"Kalau begitu apa yang kita tunggu, kita harus menyusulnya segera!" ajak Yesung. Kyuhyun kembali tertawa terbahak-bahak.
"Sebaiknya kita pulang saja," kata Donghae. Yesung memandang Donghae heran.
"Tapi—"
"Ya, Hyukkie pasti sudah pulang dan kini sedang beristirahat di rumahnya. Kalau kita menyusulnya, kita hanya akan mengganggunya," kata Kyuhyun setuju.
"Aku heran pada kalian berdua," kata Yesung tidak mengerti.
"So, where we gonna go now?" tanya Siwon kemudian.
"Aku mau pulang saja, lagipula sebentar sore aku akan ke rumah Sungmin. Kau ikut kan, Hae-ah?" Kyuhyun memandang Donghae.
Donghae menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Ya, tapi kita pergi bersama," jawab Donghae. Kyuhyun mengangguk mengerti.
"Bagaimana denganmu, hyung?" tanya Siwon kepada Hangeng.
"Aku harus ke Cina mengurus beberapa hal sekalian menemani Zhoumi menghadiri acara makan malam bersama tunangannya yang cantik," jawab Hangeng sambil mengedipkan sebelah matanya kepada teman-temannya. Zhoumi mendengus.
"Well, berarti aku harus menghabiskan malam mingguku bersama Yesung hyung lagi," kata Siwon pasrah.
"Sepertinya kau sangat terpaksa sekali, Siwon-ah!" komentar Yesung.
"Hahha, kalian berdua segeralah mencari pacar atau sebentar lagi orang-orang akan berpikir kalau kalian berdua pacaran," goda Hangeng.
"Huh, kau sendiri selalu berdua dengan Zhoumi. Jangan sampai tunangan Zhoumi menganggapmu saingannya," balas Yesung. Mereka tertawa. Tiba-tiba Yesung memandang Donghae dan Kyuhyun. "Kalian bertiga, aku tidak mengerti," gumam Yesung.
"Kami bertiga?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.
"Ya, kau, Donghae, dan Sungmin," jawab Yesung.
"Tentu saja kami bersahabat," tegas Kyuhyun.
"Kupikir kau menyukai Sungmin karena kau selalu menggodanya, tapi Hyukjae…" Yesung terlihat berpikir, "tentu saja Donghae dengan Hyukjae, kau dengan Sungmin. Bagaimana?"
"Apa sekarang kau membuka biro jodoh, hyung?" tanya Kyuhyun sarkastik. Yesung mengangkat dua jarinya membentuk huruf V sambil memasang cengiran yang terlihat bodoh di mata Kyuhyun. Kyuhyun memutar kedua bola matanya bosan. Mereka kini berjalan menuju parkiran.
.
.
.
.
.
"Mianhae," kata Donghae.
"Gwaenchanayo, Hae-ah," kata Sungmin. Mereka kini duduk di pinggir kolam renang sambil memainkan kaki mereka di dalam air. Kyuhyun sedang mengobrol dengan kedua orangtua Sungmin di seberang kolam.
"Anni, tidak seharusnya aku membentakmu," kata Donghae dengan nada menyesal.
"Aku tahu kau sangat khawatir padanya. Kau benar-benar suka padanya, ya?" tanya Sungmin maklum. Pertanyaan ini sudah sering Donghae dengar. Bahkan dirinya sendiri sudah sering menanyakan pertanyaan yang sama yang belum bisa dijawabnya.
"Entahlah Sungmin-ah, aku sebenarnya juga tidak yakin dengan perasaanku padanya," Sungmin mendengarkan dengan cermat, "tapi satu hal yang pasti, aku tidak bisa mengabaikannya. Ini mungkin terdengar konyol, tapi aku merasa ada sebuah ikatan yang mengikat kami yang membuatku tidak bisa jauh darinya," jelas Donghae.
"Aku tidak tahu harus berkomentar apa, segala sesuatu yang menyangkut Hyukjae rasanya sangat sulit," Donghae memandang Sungmin tidak mengerti, "kau tahu sendiri, dia sangat tertutup. Siapa yang tahu apa yang sedang dipikirkannya?" kata Sungmin sambil mengangkat bahunya.
"Kalian sedang membicarakan aku, ya?" tanya Kyuhyun yang sudah berada di belakang mereka.
"Huh, kau terlalu percaya diri," kata Donghae sambil memercikkan air kolam ke arah Kyuhyun.
"Ya! Kau sudah tua untuk bermain air, Hae-ah," sindir Kyuhyun sambil menghindari serangan Donghae. Sungmin tertawa melihatnya. "Aku pikir kau sudah lupa bagaimana caranya tertawa, Sungmin-ah," komentar Kyuhyun.
Sungmin memang sudah jarang tertawa lepas seperti dulu. Ini pertama kalinya semenjak Kyuhyun pulang. Rasanya sangat lega. Untuk sekali ini, Sungmin ingin menyingkirkan semua perasaan tidak nyaman yang dirasakannya saat bersama Kyuhyun. Sungmin menggeser duduknya sedikit ke kiri untuk memberi Kyuhyun tempat di tengah-tengah.
"Duduklah," kata Sungmin sambil menepuk tempat di sebelahnya. Kyuhyun menurut.
"Rasanya seperti kembali ke masa lalu," gumam Donghae. Kyuhyun dan Sungmin memandang Donghae, mereka bertiga lalu tertawa sambil memercikkan air ke satu sama lain. 'Begini rasanya lebih mudah,' kata Kyuhyun dan Sungmin dalam hati.
To Be Continued
Semua review yang masuk akan saya balas di setiap chapter. Baik itu ff oneshoot ataupun multichapter. Yang review lewat akunnya, saya balas di akun masing-masing ya ^^
iss sie jewels : hahha XD baca terus aja :p
anchofishy : kenapa hyuk gak sama yesung aja ya *plak* kamsa^^
nvytr : mianhae, lanjut~!
Anonymouss : haishh, lagi2 manggil eon tapi gak nulis nama u,u iya, baca ulang aja kalau lupa :p lanjut~!
Kota Daeng, 08-09072012
