Fei balik lagi! xDD
kali ini Fei udah bikin surat Percy untuk Molly. Fei sendiri ini bingung setting waktunya kapan, intinya setelah Fred udah mati…

Weaselle7: kok orang-orang jaman sekarang kejam banget ya? Wkwk boleh kok, tunggu ya~

Putri: boleh! Tapi Albus yang mana? Albus Severus atau Albus Dumbledore?

Rey619: Eh? Ngena ya? Wow, ga nyangka 0.0…

.

Disclaimer: Masih perlu Fei kasih tau?

.

.

.

Dear Ibu,

Kau tahu, aku selalu berusaha menjadi anak baik selama ini, selalu ingin membuat kau dan ayah bangga. Sungguh, kupikir malah aku sudah menjadi anak baik, malah, saking baiknya, aku malah memilih untuk meninggalkan kalian untuk pekerjaanku. Tanpa sadar, aku sudah dibutakan oleh kementrian.

Aku bersungguh-sungguh, aku benar-benar tidak habis pikir. Kupikir, semua yang "sempurna" adalah yang "benar", makanya aku jadi perfeksionis, menginginkan segala sesuatunya sempurna. Kupikir aku sudah melakukan hal yang benar dengan berpegang teguh pada kepercayaan bosku di kementrian, seakan aku seperti tidak punya seorang ayah yang bekerja di kementrian. Waktu itu aku malu, malu memiliki seorang ayah yang…yah, pecinta barang-barang muggle dan tidak punya niat untuk maju. Saking malu dan kesalnya, aku malah melontarkan kata-kata yang menyakiti perasaan kalian berdua.

Demi menjadi seseorang yang sempurna seperti yang kuyakini, aku tidak mau bermalas-malasan dan melakukan hal yang tidak berguna seperti Fred dan George. Tidak akan bermanja-manja seperti Ron dan Ginny yang memanggil kalian berdua dengan sebutan Mum atau Dad, aku memanggil kalian dengan sebutan Ibu dan Ayah. Dan kupikir aku pintar dan lebih bijak daripada kalian saat kalian percaya kata-kata Harry bahwa Voldemort telah kembali.

Awalnya kupikir aku yang benar, tetapi aku salah total. Fred dan George sama sekali tidak melakukan hal yang tidak berguna. Mereka hebat, membuka usaha sendiri, mereka jadi bosnya, bukan karyawan, dan mereka sukses besar. Ron dan Ginny ternyata bukannya bermanja-manja, tetapi mereka menunjukkan kalau mereka memang anak Ayah dan Ibu. Dan kalian semua, kalian…kalian terlalu murah hati menerima perkataan anak itu –Harry- yang kupikir hanya omong kosong. Bahkan Ibu masih terlalu baik hati untuk tetap membuka pintu rumah untukku, masih memintaku untuk pulang…

Aku sangat bangga pada diriku sendiri saat aku diangkat jadi prefek dan ketua murid. Aku juga tahu kalian pasti bangga, iya kan? Dan aku tambah bangga lagi ketika sesaat setelah lulus dari Hogwarts, kementrian langsung menerimaku menjadi salah satu di antara mereka. Yang mengejutkan, belum sampai setahun aku berkerja disana, aku langsung naik pangkat. Aku tahu kalian pasti bertambah bangga padaku. Tetapi, setelah kejadian itu, setelah kejadian Diggory mati, aku seperti merasa kehilangan. Tidak ada lagi Mu –maksudku, Ibu, yang selalu mendukungku dengan senyum hangatnya.

Saat aku memberi surat selamat kepada Ron atas keberhasilannya menjadi prefek, aku berkali-kali menulis tentang Harry. Aku menyuruh Ron untuk berhenti berteman dengan anak yang waktu itu kupikir sudah gila. Tetapi memang si bodoh Ron, dia tetap berteman dengan anak aneh itu, tambah dekat kelihatannya. Aku jadi berpikir ulang. Apakah ada yang salah dengan suratku? Apa jangan-jangan aku salah menulis, sehingga yang kutulis di surat adalah "bertemanlah dengan Harry" atau bagaimana? Maksudku, dia pembohong besar!

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku rasa kementrian telah membutakan mataku untuk melihat kebenaran yang sedang terjadi. Sampai-sampai aku tidak sadar kalau ada kaki tangan pelahap maut yang menyusup di tempat aku bekerja. Aku bodoh, aku tahu itu, aku tidak mempercayaimu, Ibu. Aku sangat bodoh!

Dan aku terlalu lemah! Saking lemahnya, aku tidak bisa menolong adikku sendiri, adik yang pernah "kutelantarkan"! Aku tidak bisa melindunginya. Anak dan kakak macam apa aku ini! Sudah pergi meninggalkan keluarga, saat kembali lagi aku tidak bisa melindungi saudaraku sendiri!

Kematian Fred adalah salahku, Bu, semua salahku..! Dia pergi, meninggalkan tawanya, matanya menerawang, tapi jiwanya sudah tidak ada! Dia sudah pergi dan ini salahku! Salahku, Bu!

Andai aku bisa memutar waktu yang telah berlalu, atau jika Hermione masih memiliki Time-Turner, aku ingin kembali ke saat perang itu –tidak, saat aku mulai pergi meninggalkanmu dan yang lain. Aku ingin kembali ke masa itu, ingin mengingatkan aku yang bodoh, agar jangan sampai aku meniggalkan keluargaku sendiri.

Aku tahu aku bodoh, dan aku masih berharap agar waktu dapat diputar ulang. Tetapi untuk saat ini, bolehkah aku menempati kamarku yang dulu?

.

Aku menyayangimu, Bu –maksudku Mum,

Percy

.

.

.

Oke! Inilah dia, dan Fei yakin pada ga ngerti apa yang Fei tulis di surat Percy ini, karena Fei sendiri gak tau apa yang Fei tulis…
chapter depan ada surat Petunia untuk Lily! Fei pastikan kalau modem ga bermasalah, langsung Fei update besok, soalnya sebenernya udah Fei buat!

Oke deh, REVIEW! xD