Main Cast : Hunhan

Other Cast : bermunculan sesuai dengan cerita

"Pagi pak" semua menunduk hormat ketika Sehun sang ceo memasuki halaman utama perusahaan tersebut sedangkan yang disapa hanya menatap lurus dan berjalan dengan tenang tanpa menjawab sapaan karyawannya

BLAM

"Sombong kali jadi orang" seorang staff sungguh tidak suka dengan gaya pemimpin yang baru, sombong dan tidak bisa berkespresi

"Walaupun begitu, dia tetap paling tampan" seorang staff yang merupakan fans berat Sehun tetap memuji Sehun walaupun sang ceo lebih sering memasang wajah datarnya dibandingkan dengan bersahabatnya

..

..

..

"Lu, kau memiliki rapat dengan Oh Corporation nanti siang" Hoya sebagai pemimpian Kim Corporation memberitahu pada manager handalnya untuk melakukan meeting dengan Ceo dari Oh Corporation

"Baik pak" Luhan sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Sehun setelah kejadian tersebut namun tuntutan pekerjaan membuat mereka harus sering bertemu dan menjadi kompak dalam hal pekerjaan

"Saya lihat anda tidak bersemangat ketika saya mengatakan akan rapat dengan Sehun sebagai ceo Oh Corporation. Biasanya wanita akan suka jika bertemu dengan pria tampan seperti Sehun" Hoya bingung dengan Luhan yang memasang wajah malas ketika dirinya mengatakan akan rapat dengan Sehun

"Dia sahabat saya ketika kuliah dulu pak, dan juga saya tidak suka dengan sifat sombongnya" Luhan tidak mungkin menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Hoya ayah angkatnya

"Baiklah, tetapi coba kau usahakan untuk membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan" Hoya meninggalkan Luhan yang masih termenung dengan ucapannya

"Aku akan mencoba" Luhan menyemangati dirinya untuk mencoba apayang dikatakan oleh ayah angkatnya sambil membereskan pekerjaannya agar bisa ke Oh Corporation untuk melakukan rapat bersama

..

..

..

"Luhan" Sehun yang baru saja dari ruang appanya terkejut ketika dirinya kembali keruangannya dan menemukan Luhan yang sudah duduk dengan santainya

"Aku ingin membahas kerja sama kita yang di Jeju" Luhan menatap sekilas kemudian mengutarakan tujuannya datang kemari

"Oh, baiklah" Sehun duduk dikursinya dan mereka berdua membahas pekerjaan dengan serius hingga memakan waktu satu jam kemudian Sehun sudah merapikan file yang tadi dibutuhkan dalam membahas kerja sama untuk proyek Jeju

"Lu, bagaimana kita makan siang bersama" Sehun mengajak Luhan untuk makan siang dan berharap Luhan menerima ajakannya

"Maaf, tetapi saya sedang diet" Luhan berbohong tentang diet, dia tidak ingin jatuh kedalam pesona Sehun untuk kesekian kalinya

"Lu kumohon untuk formalitas dalam rekan kerja" Sehun menggunakan trick lain untuk mengajak Luhan makan siang bersama

"Baiklah" Luhan luluh dengan trick formaitas dalam rekan kerja seperti yang dikatakan ayah angkatnya

"Ayo" Sehun senang karena Luhan mau juga makan siang bersamanya walaupun itu hanya formalitas, ketika mereka berjalan dilobi semuanya menatap iri pada Luhan yang bisa membuat Sehun menjadi lebih bewarna dalam artian dia lebih banyak tersenyum

..

..

..

"Kenapa kau memilih makan siang disini" Luhan terkejut karena Sehun mengajaknya makan dicafe kecil dekat kampus ketika mereka masih pacaran dulu

"Aku hanya ingin saja" Sehun mengatakannya dengan asal, padahal dalam hati berharap Luhan kembali kepadanya dan selamanya menjadi miliknya

"Oh" Luhan dan Sehun masuk kedalam dan disambut oleh bibi pemilik cafe tersebut sekaligus pengelola cafe tersebut

"Kalian tetap kompak datang bersama walaupun kalian sudah lulus kuliah" Bibi tersebut tidak menyangka bahwa Luhan yang cantik dan Sehun yang tampan akan tetap bersama jika mereka datang kecafenya

"Iya nek" Sehun menjawab sambil tersenyum lembut kemudian memesan makanan seperti biasa mereka makan dicafe tersebut sedangkan Luhan mencari tempat duduk yang biasa mereka tempati jika mereka makan dicafe tersebut

"Kau masih ingat dengan tempat duduk favorit kita jika makan disini Lu" Sehunn tersenyum lembut pada Luhan yang masih mengingat jelas masa – masa lalu mereka ketika pacaran

"Hm" Luhan menjawab sekilas sambil memainkan handphonenya karena dia tidak ingin jatuh cinta kedalam pesona Sehun untuk keberapa kalinya

"Pesanan datang" Bibi tersenyum membuat suasanan canggung menjadi lebih bewarna karena mereka bisa makan dengan tenang tanpa rasa canggung

"Habis ini kau mau kemana Lu" Sehun menanyakkan pertanyaan yang sungguh ambigu

"Aku mau kembali ke Kim Corporation, aku harus bekerja" Luhan membuang muka karena dia tidak mau bicara terlalu banyak dengan Sehun

"Tatap aku jika kau sedang bicara" Sehun emosi karena Luhan tidak menatap wajahnya ketika membalas pertanyaannya

"Sudahlah, kau meributkan hal kecil. Aku saja yang lebih banyak kau lukai tidak menuntut apapun" Luhan menyerang telak Sehun sedangkan yang diejek hanya diam, dia sadar dirinya sudah memberikan banyak luka pada istrinya namun dirinya masih egois pada saat itu

"Kenapa kau jadi membahas masa lalumu" Sehun tidak mau kalah dari Luhan sehingga bertanya balik

"Sudahlah, bukan urusanmu. Aku pulang sendiri naik taxi" Luhan beranjak dari duduknya namun tangan Sehun menarik pergelangan tangannya hingga jatuh duduk ke posisi semula

"Bisakah kita tidak meributkan masa lalu" Sehun merasa kecewa dengan Luhan yang selalu mengungkit masa lalunya yang buruk

"Tidak, kau sudah keterlaluan Sehun dan semalam baru saja kau mau mencelakai Sehan. Aku tidak ingin bersamamu lagi" Luhan menarik kasar tangan Sehun agar lepas dari pergelangan tangannya dan kemudian berlari keluar dari cafe tersebut sambil menghapus air matanya yang tumpah begitu saja

"Aku minta maaf Lu" Sehun menyesal sudah memberikan luka pada Luhan dan baru saja menambah luka baru pada istrinya tentang kejadian semalam

..

..

..

Malam harinya Sehun mencoba tidur namun kesulitan karena dirinya selalu kepikiran degan Luhan tadi siang yang menangis sendu.

"ARGH..." Sehun menjambak kasar rambutnya karena kesal tidak dapat tidur dengan nyenyak

Sehun mencoba memejamkan mata dan mengosongkan pikirannya agar bisa tertidur, tak berapa kemudian Sehun tertidur dan memimpikan dirinya berada di sebuah sekolah anak – anak

"Appa" seorang anak laki – laki kecil berwajah tampan berlari kearah pemuda tinggi tampan, sedangkan sang pria dewasa tersebut mengangkat tubuh anak tersebut kedalam pelukannya

"Anak appa kenapa bahagia sekali?" Siwon sebagai appa dari anak tersebut bertanya kenapa anaknya bahagia hari ini

"Sehan mendapat nilai seratus ketika menggambarkan keluarga kita yang terdiri dari Sehan, Appa Siwon, dan Eomma Luhan" Sehan mencium appanya karena dia sungguh senang bisa mendapat nilai seratus karena hasil gambarannya sedangkan Sehun terkejut dengan penuturan anak tersebut yang mengatakan dirinya adalah Sehan dan eommanya Luhan namun appanya bukan bernama Sehun tetapi Siwon

"Sehan, aku appamu bukan dia" Sehun tidak terima ketika Sehan tidak mengakui dirinya sebagai appa namun orang lain sebagai appanya

"Baiklah, ayo pulang tadi eomma sudah masak banyak untuk Sehan" Siwon membawa Sehan masuk kedalam mobil namun seseorang mencekal tangan Sehan sehingga Sehan kesakitan

"Argh..." Sehan kesatikan ketika seseorang menarik tangannya namun dia terkejut ketika mengetahui siapa yang menarik tangannya

"Ahjussi siapa? Kenapa menarik tangan Sehan?" Sehan bertanya pada Sehun namun Siwon hanya diam aja karena dia ingin melihat reaksi orang asing tersebut pada anaknya

"Aku Sehun dan aku appamu Sehan" Sehun mengatakannya dengan terburu – buru agar sang anak mengenali dirinya

"Bukan, Appa Sehan yaitu Appa Siwon bukan ahjussi maaf untuk mengatakannya ahjussi mungkin Sehan hanya mirip dengan anak ahjussi yang sudah tiada" Sehan berbicara kasar namun dirinya juga harus tegas mengatakan bahwa dirinya bukan anak dari ahjussi tersebut

"Tidak, kau anakku Sehan dan istriku bernama Luhan" Sehun menguncang bahu Sehan agar sadar dengan apa yang baru saja dikatakannya

"Appa... Hiks" Sehan ketakutan dan memanggil Siwon Appa untuk menolongnya sedangkan Siwon langsung turun tangan ketika anaknya menangis diganggung oleh orang asing

"Anda sudah mendengar perkataan anak saya kan? Dia bukan anak anda dan sebaiknya anda pergi menjauh sebelum saya lapor kepada polisi" Siwon membawa Sehan kedalam gendongannya dan memeluknya dengan lembut agar sang anak berhenti menangis

"Ayo pulang" Siwon memasukkan Sehan kedalam kursi disebelah kemudi kemudian diirnya masuk dengan cepat agar bisa lari dari orang gila yang mengakui dirinya sebagai Appa Sehan

"Sehan... Sehan" Sehun berlari mengejar mobil tersebut namun nasibnya malang dan harus jatuh karena mobil yang dikendari Siwon sungguh kencang, hujan membasahi kota Seoul dengan derasnya sedangkan Sehun masih setia menangis dibawah hujan karena dirinya kecewa dengan perkataan sang anak yang mengatakan dia bukan appanya

"SEHAN" Sehun terbangun dan berteriak kencang karena dirinya merindukan anaknya tersebut

"Cuma mimpi" Sehun terkejut dengan mimpinya, namun hatinya sudah bulat dan harus bertemu dengan Sehan untuk meminta maaf atas kelakukaan buruknya selama menjadi appanya

"Kumohon jangan kau datang kedalam mimpiku lagi" Sehun memohon kepada Tuhan agar tidak memimpikan anaknya

..

..

..

Setelah kejadian tersebut Sehun selalu merasa gelisah ketika sedang menyendiri, dirinya akan selalu terbayang tentang Sehan yang dipeluk appa barunya yang bernama Siwon.

"AKH... KENAPA AKU JADI KEPIKIRAN DIRINYA" Sehun masih enggan memanggil nama anaknya dengan sebutan Sehan

CLECK

"Kau kenapa, kenapa hancur sekali" Appa Sehun masuk kedalam ruangan anaknya untuk membahas masalah proyek harus berakhir bertanya mengenai kondisi anaknya yang berantakan dengan rambut yang hancur dari tatanannya

"Aku selalu kepikiran dengan anaknya Luha pa" Sehun menjawab pertanyaan appanya sambil menatap kosong kearah komputernya

"Mungkin karmamu sudah berjalan, ku harap kau tidak terlambat untuk menyadari kesalahanmu dan meminta maaf pada mereka itu pun jika mereka masih bisa memaafkan dirimu" Appa Sehun sebenarnya masih peduli pada anak tampannya namun jika dia memakai cara lembut maka Sehun tidak akan pernah berubah dan menyadari kesalahan yang diperbuatnya

"Appa, apakah aku salah jika cemburu dengan Sehan yang mendapat perhatian lebih dari Luhan" Sehun berkata jujur pada Appanya sedangkan sang appa yang diajak bicara terkejut dengan pengakuan sang anak

"Kau gila, kau menyakiti mereka berdua hanya karena kau cemburu dengan Sehan yang lebih manja dan mendapat perhatian dari Luhan? Dimana otaku Sehun" Appa Sehun sungguh emosi melihat anaknya yang kekanakan dan manja, wajah saja yang dewasa dan tampan namun sifatnya melebihi Sehan yang masih kecil

"Begitulah" Sehun menjawab asal sedangkan sang Appa berjalan mendekat kearah anaknya dan menarik kerah bajunya

"Appa, appa kenapa?" Sehun terkejut dengan apa yang dilakukan appanya kepadanya

"Kau yang kenapa, kau harus ingat Sehun kau adalah seorang appa yang sudah memiliki istri dan anak. Seharusnya kau melindungi mereka bukan menyakiti mereka karena hanya cemburu dengan anak sendiri. Jika kau terus begini, maka kau tidak akan bisa menikah dengan wanita manapun dan memiliki anak. Kau lebih baik jadi duda saja" Appa Sehun melepaskan tarikannya pada kerah sang anak

"Walaupun aku duda, tetapi aku adalah duda tertampan yang ada didunia ini" Sehun menyombongkan dirinya namun harus berakhir kesakitan

PLAK

"APPA" Sehun berteriak kesakitan ketika appanya memukul kepalanya

"Apa, sudah berani berteriak pada appamu" Appa Sehun memasang wajah cuek

"Nanti anak appa bisa bodoh, apa appa mau punya anak bodoh?" Sehun mengusap sayang kepala belakangnya yang baru saja dipukul ayahnya

"Memang kau sudah bodoh, makanya kau bisa buta akan rasa sayang Luhan kepada Sehan" Appa Sehun keluar dari ruangan sedangkan Sehun mencerna kata - kata appanya yang ada benarnya

"Haruskah aku menerimanya dengan lapang dada" Sehun bertanya pada dirinya sendiri

~TBC~