Wah akhirnya sampai juga di chap.8
Ga terasa padahal awalnya cuma iseng ^^
Gumawo buat yang dah dukung ff ni
.
.
.
CHAPTER VIII
JEALOUS
.
.
.
Hari itu, Siwon berangkat pagi-pagi ke toko 'U', disana nampak Yesung dan Heechul tengah bersiap-siap untuk membuka toko mereka. Dia pun bergegas menghampiri keduanya.
"Selamat pagi, Yesung Hyung dan mmm noona," sapa Siwon. Kedua orang yang dipanggilnya berbalik bersamaan dan masing-masing menunjukkan senyum mereka.
"Pagi, Siwon," jawab Yesung.
"Pagi, Siwonnie," kata Heechul. Mendengar namanya dipanggil dengan 'Siwonnie', Siwon terdiam apakah ummanya tahu bahwa dia adalah Siwonnya.
"Noona, panggilan apa itu?!" tanya Yesung sedikit kesal. Heechul hanya tersenyum.
"Ani, Yesungie. Noona hanya sedang….." belum sempat Heechul melanjutkan perkataannya Yesung sudah mengisyaratkannya untuk diam.
"Ne, Arraseo! Noona, mau bilang dia seperti anakmu bukan, nama yang sama dengan bocah ingusan yangtidak pernah kembali padamu noona?! Mungkin kini dia sudah lupa padamu!" ucap Yesung kesal, mendengarnya Siwon diam saja.
"Kau kenapa?" tanya Heechul kesal. Dia tidak suka klo putra kesayangannya dihina seperti tadi dihadapannya.
"Kau selalu saja membanggakannya noona!" kata Yesung santai. Dia melangkah kedalam setelah sebelumnya melempar celemek yang dia pakai.
"Dasar jail!" kata Heechul sambil tersenyum. Siwon menatap ummanya. Umma yang sangat menyayanginya. Umma yang tak pernah memarahinya. Orang yang selalu membelanya dan orang yang selalu ada dihatinya. Umma-nya, Kim Heechul.
"Mianne…." Gumam Siwon.
"Wae?" tanya Heechul pada Siwon.
"Ani!" jawab Siwon.
"Siwonnie, tolong jangan tersingggung dengan ucapan Yesung. Saat ini dia sedang kesal karena Wookienya tidak bisa datang. Tolong bantu angkat pot ini!" pinta Heechul. Siwon pun membantunya membereskan bagian depan toko.
Miaw!
Terdengar suara seeokor kucing dibawah satu buah pot. Heechul berjongkok dan mendapati kucingnya_Simba berada disana.
"Simba, keluarlah anak manis!" panggilnya sambil berusaha meraih anak kucingnya tersebut. Siwon yang berada tak jauh disana berdiri. Dia meresa ummanya memanggil namanya.
"Oh, ternyata memanggil kucingnya," kata Siwon.
"Akh, Simba!" kata Heechul kesal kucingnya tidak juga mendekat karahnya.
"Simba, kemarilah!" kata Siwon ikut membujuk anak kucing tersebut agar ke luar dari sana. Namun apa yang terjadi tangannya malah bersentuhan dengan tangan Heechul.
"…." Keduanya terdiam.
"Aku dapat!" kata Siwon sambil menarik anak kucing tersebut tapi sayangnya yang dia tarik adalah bagian ekornya hingga Simba, mengeong dan mencakar tangannya. "Ouch!" katanya sambil meringis. Kontan melepaskan ekor anak kucing tersebut.
Miaw!
Anak kucing itu melompat dan mendekat kerah Heechul. Heechul melihat Siwon yang meringis kesakitan.
"Kau tak terlukakan, Wonnie?" tanya Heechul tampak khawatir padanya. Melihat Heechul yang mendekat Siwon hanya mengibas-ngibaskan tangannya yang tergores.
"Tak apa, noona. Hanya luka gores. Salahku juga memegang ekornya Simba," kata Siwon. Heechul segera memangku anak kucingnya.
"Siwonnie, cucilah bekas cakaran Simba dan cepatlah masuk! Kenapa diluar terus?" tanya Heechul padanya.
"Oh, iya!" jawab Siwon. Sambil melangkahkan kakinya ke dalam.
"Noona, aku sudah sarapan. Aku mau berangkat latihan." Kata Yesung sambil melangkah ku luar dari dapur.
"Baiklah, jangan lupa nanti tolong kau mampir ke rumahnya Shindong-ajushi." Kata Heechul mengingatkan. Dia meletakkan Simba di atas meja dan berjalan ke dapur untuk mengambil susu untuk Simba. Sedangkan Siwon tengah mencuci tangannya.
"Ne, noona," kata Yesung, dia berjalan kearah pintu kemudian berbalik. "Hei, Simba!" panggil Yesung otomatis Siwon berbalik. Yesung tersenyum dan berjalan kearahnya. Siwon tak tahu harus berbuat apa. Apa dia ketahuan. Namun, tiba-tiba Yesung membungkukkan badannya. "Jangan keluyuran terus dan jaga noonaku!" katanya seolah-olah anak kucing itu bisa memahami perkataannya. "Ada apa, Siwon?" tanya Yesung yang melihat pemuda itu berdiri setengah mematung.
"Ani, aku hanya sedang memikirkan sesuatu," kata Siwon berbohong menutupi rasa gugup yang dia terima dari pandangan Yesung hyung.
"Jaga toko baik-baik! Noona, aku berangkat!" teriaknya sambil keluar. Heechul segera bergegas keluar dari dapur.
"Dia sudah berangkat!" kata Siwon.
"Ah, anak itu memang, Siwonnie apa kau sudah sarapan?" tanya HEechul sambil meletakkan mangkuk susu Simba.
"Aku…." Baru saja hendak menjawab pertanyaan itu. Perutnya sudah terlebih dahulu memberikan jawaban.
"Ayolah. Aku tak suka sarapan sendiri!" kata Heechul padanya.
"Ne, umma," kata Siwon dengan memelankan kata 'umma'. Heechul hanya tersenyum padanya. Mereka berdua sarapan pagi bersama meski hanya dengan sandwich dan susu.
"Umma sudah lama kita tidak sarapan berdua seperti ini," gumam Siwon sambil sesekali mencuri pandangan akan ummanya itu.
.
.
Tak lama kemudian Sungmin, Kyuhyun dan Kibum pun datang ke toko tersebut tak banyak yang mereka lakukan pagi itu. Karena toko sudah rapi. Mereka hanya tinggal menunggu kirim bunga dari Shindong. Saat Sungmin, Kyuhyun, Kibum dan Siwon bertemu mereka saling mendiamkan satu sama lainnya. Heechul yang melihat masalah disana segera menghampiri keempat orangtersebut.
"Selamat datang semuanya," sapa Heechul ramah.
"Sedang apa kau hyung dibelakang sana?" tanya Kyuhyun curiga.
"Aku sarapan bersama dengan Heechul noona," jawab Siwon. Dia menatap Kibum, yeoja itu tampak sedikit pucat. "Hi, Bummie!" sapa Siwon. Kibum mencoba untuk tersenyum.
"Ini celemek kalian," kata Heechul. "Baiklah, Kyuhyun dan Minnie itu mobil tuan Shindong. Kita ambil bunganya sekarang," kata Heechul pada keduanya. Kyuhyun dan Sungmin segera keluar, meninggalkan dua orang lainnya yang berusaha untuk bersikap normal. Heechul orang yang terakhir keluar dari tokonya.
"Kudengar kau sakit,…. Apa kau sudah baikan?" tanya Siwon.
"Terima kasih, oppa. Aku sudah baikan!" kata Kibum sambil tersenyum.
"Hei, kalian jangan berdiri saja. Masih banyak bunga yang harus kami angkat!" kata Kyuhyun kesal.
"Kyunnie! Berikan mereka sedikit waktu," kata Sungmin yang sebal atas perbuatan namjachiingunya itu.
"Mianne, aku sampai lupa," kata Kibum sembari berlari keluar dari toko untuk mengambil bunga-bunga yang lain. Siwon pun bergegas hendak keluar namun
"Noona, kau baik-baik saja?" tanya Siwon di depan pintu.
"Ne," jawab Heechul sambil menyembunyikan wajahnya dibalik bunga mawar yang dibawanya. Siwon keheranan melihat Heechul yang seolah menghindarinya. Dia menghampiri Kibum dan membantunya untuk membawakan bunga-bunga yang baru saja dikeluarkan dari mobil tersebut.
.
.
Sekarang semuanya sudah berdiri berbaris didekat pintu. Heechul berdiri di depan mereka.
"Baiklah, seperti yang kalian harapkan. Mulai hari ini kalian akan belajar bagaimana caranya menjadi seorang florist. Hal yang pertama harus kalian lakukan selain tersenyum adalah mengetahui makna dari tiap bunga untuk membantu pelanggan kita menentukan pilihan yang tepat untuknya," kata Heechul.
"Ne, noona!" ucap Kyuhyun lantang. Yang lainnya terdiam dan tertawa geli milihat kesiapan seorang Lee Kyuhyun.
"Baiklah, kita mulai dari sebelah sini. Ada berbagai macam jenis bunga mawar dengan berbagai macam warna yang bisa kalian lihat sendiri," kata Heechul. "Mari kita mengenal mereka, bunga mawar bunga yang melambangkan sesuatu yang bermakna cinta atau cantik. Mawar merah atau pink untuk mengatakan 'I Love You', bunga mawar kuning untuk 'Persahabatan', mawar putih untuk 'cinta yang suci', mawar ungu untuk 'love at fist sight', bunga daisy untuk 'kepolosan atau kesucian'. Lalu anggrek untuk 'Keanggunan'. Tulip untuk 'Cinta yang indah' bunga carnation untuk 'Kasih sayang', bunga Lili 'Cinta yang suci'…. " kata Heechul sambil terus berkeliling di dalam tokonya sambil tangannya menyentuh bunga-bungaan tersebut.
"Hmm!" Siwon melihat asal suara tersebut. Sungmin tengah menatapnya keheranan.
"Apa?" tanya Siwon tanpa bersuara. Ya, dia lagi-lagi terhipnotis oleh Heechul. Seperti malam itu, dia melihat peri-peri kecil yang baru saja bangun dan bersembunyi di dalam bunga-bunga tersebut. Ilusi yang aneh.
"Baiklah, sekarang silahkan kalian mencoba mengingat nama-nama mereka dan menyebutkan maknanya!" kata Heechul. Dengan bergantian mereka menyebutkan nama bunga itu satu per satu.
"Unnie bisa ajari kami cara merangkai bunga?" tanya Sungmin.
"Tentu saja, sekarang pilihlah bunga yang kalian sukai," kata Heechul. Mereka pun bergegas mencari bunga yang mereka sukai.
"Noona, aku mau bunga mawar merah," kata Kyuhyun.
"Pilihan yang bagus, untuk siapa bunga itu?" tanya Heechul jail.
"Untuk Sungmin noona tentu saja," kata Kyuhyun.
"Apa? aku tak mau menerima karangan bunga anehmu," kata Sungmin dengan wajah yang bersemu merah.
"Kau suka warna pink bukan Sungmin?" tanya Heechul melihat bunga mawar yang dipegang oleh Sungmin. Dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kibum apa yang kau pilih?" tanya Heechul.
"Mawar putih untuk 'Cinta yang suci'" jawabnya dengan wajah yang tersipu.
"Manis sekali," kata Sungmin.
"Siwonnie?" tanya Heechul pada Siwon yang tengah kebingungan memilih bunga apa.
"Mianne, noona. Aku tak tahu harus memilih bunga yang mana?" Kata Siwon. Sedangkan yang lain merasa heran mengapa Heechul memanggilnya Siwon dengan Siwonnie.
"Bagaimana, klo bunga ini. Mawar ungu untuk 'cinta pada pandangan pertama'," kaat Heechul mengusulkannya. Keduanya berpandangan untuk beberapa saat.
"Ya, itu bunga yang bagus Siwon. Tampak begitu mahal dann mewah seperti dirimu," kata Sungmin.
"Tukang pamer!" kata Kyuhyun sebal.
"Ne, pilihan yang bagus," kata KIbum sambil tersenyum.
"Baiklah," jawab Siwon. Dia teringat saat pertama kali bertemu dengan ummanya dia merasa tertarik dan menyukainya begitu saja. Siwon hanya tersenyum simpul.
"Waeyo!?" tanya Kyuhyun yang ada di depan Siwon.
"Ani! Aku hanya teringat pada seseorang yang kusukai saja," katanya setengah berbisik di telinga Kyuhyun.
Saat semuuanya tengah berkonsentrasi untuk membuat buket tercantik terdengar suara pintu toko yang terbuka. Disana telah berdiri seorang namja yang memakai baju rapi dengan sebuah buket bunga matahari.
"Annyeong!" sapanya sambil melihat sekeliling begitu banyak bocah disini.
"Teukie, masuklah!" kata Heechul sambil menghampirinya.
"Heenim, untukmu!" kata Leeteuk. Heenim menerima bunga tersebut.
"Aku simpan dulu ya? Duduklah!" kata Heechul. Leeteuk menatap sekeliling ruangan, yang indah itu.
"Tuan Park kenapa anda malah memberikan bunga matahari untuk unnie?" tanya Sungmin keheranan.
"Yah, itu mungkin karena Mr. Park takut ditolak oleh noona!" tebak Kyuhyun.
"Aniya, Heenim memang menyukai bunga matahari. Aku ingin melihatnya tersenyum dan bukannya menggerutu karena dibawakan bunga yang tidak dia sukai," kata Leeteuk yang merupakan teman lama Heechul.
"Jinja!" kata Kyumin kompak.
"Tentu saja, aku kan temannya!" kata Leeteuk dengan malas. Member tahukan bunga kesukaan Heechul.
"…." Siwon yang diam saja menatap karangan bunga miliknya. Sedangkan Kibum yang ada disana terus memperhatikan perubahan sikap Siwon_namja yang disukainya.
"O…oppa?" tanya Kibum. Siwon yang merasakan sentuhan hangat ditangannya menatapnya dan tersenyum. Dia berusaha menghindari yeoja cantik itu. Masih merasa bersalah karena menolak perasaannya.
"Hmm, ada cinta nih!" kata Kyuhyun jail. Saat itu Heechul baru saja keluar dari dapur dengan tangan yang membawa pas yang berisikan bunga matahari tersebut sedikit terkejut. Siwon menatapnya, namun Heechul hanya tersenyum dan menghampiri Leeteuk. Siwon segera melepaskan genggaman tangan Kibum.
"Ayo, kita ngobrol di dalam tidak enak klo ngobrol disini!" ajak Heechul pada Leeteuk sambil meletakkan bunga tersebut. "Kalian boleh beristirahat," kata Heechul menyuruh mereka pergi keluar.
"Baik," jawab mereka kompak. Sedangkan Siwon belum juga beranjak dari sana, dia tidak ingin meninggalkan ummanya disana bersama namja lain. Hal ini membuatnya gusar dan cemburu.
"Ada apa Siwon?" tanya Heechul menatap padanya.
"Aku pergi dulu," kaat Siwon sambil menutup bibirnya. Apa yang baru saja dikatakan hatinya sangat mengejutkan. Ini hal yang tidak mungkin terjadi? Aku menyukai umma? Aku menyayangi umma. Aku mencintai Kim Heechul_Ummaku.
"Merepotkan sekali bukan menjadi babysitter untuk mereka semua," kata Leeteuk.
"Tidak mereka semua anak-anak yang baik," kata Heechul. Leeteuk menatap sekelilingnya dan tiba-tiba menggenggam tangan Heechul. Ia berlutut dihadapannya. "Teukie?" Heechul tampak kebingungan.
"Kim Heechul maukah kau menjadi kekasihku," kata Leeteuk dengan PDnya.
"Leeteuk, aku…. Aku hanya menganggapmu sebagai temanku saja. Maafkan aku," jawab Heechul. Leeteuk menatapnya dengan pandangan tak percaya. Namun, dia tersenyum.
"Aku tahu. Apakah kau masih memikirkan namja Cina brengsek itu?" tanya Leeteuk.
"Dia bukan namja berengsek!" kata Heechul marah.
"Ya, bagimu dia itu yang terbaik bukan?! Kau terlalu buta untuk menatapku?!" kata Leeteuk lagi.
"Teukkie, kau adalah temanku. Seharusnya ku katakana itu sejak dulu tapi maafkan aku. Aku telah memanfaatkan kebaikan hatimu. Ini semua tidak ada hubungannya dengan Hangeng. Dia hanyalah masalaluku. Percayalah, aku bukan orang yang tepat untukmu," jawab Heechul. Leeteuk terdiam dan kemudian bergegas keluar dari rumah tersebut. "Teekie, mianne…." Heechul terperosok di lantai. Kakinya terasa lemah.
.
.
Sedangkan segerombolan anak-anak yang tengah menghabiskan makan siangnya terkejut dengan sosok namja yang tengah menahan tangis dan menabrak kursi salah satu dari mereka.
"Tuan Park, anda baik-baik saja?" tanya Sungmin. Sedangkan tuan Park yang terjerembab di jalan itu menangis tersedu-sedu di hadapan siswa-siswanya tersebut.
"Tuan Park…. Sakit…." Kata yangtertimpa.
"Diam kau bocah jail," katanya sambil mencoba berdiri.
.
.
"Noona?!" teriak seorang namja yang baru saja masuk ke dalam toko. Namun, orang yang dicarinya tidak ada disana. Dia memanggil namanya lagi.
"Siwonnie, kau berisik sekali…." Kata seseorang dari lantai atas. Siwon menatapnya, kedua matanya tampak sembab apa dia menangis. Siwon segera menghampirinya dan memeluknya.
"Jangan mencintainya…. Lupakanlah dia…." Ucapnya sambil memeluknya erat.
"Siwonnie…" Heechul terdiam. Ada perasaan rindu yang tidak bisa dijelaskan. Dia merasa nyaman berada dalam dekapan namja itu.
"O..oppa…." Kibum terkejut. Di depan pintu toko dia berdiri. Dia sendiri tidak tahu. Namun, sejak Kyuhyun yang tertabrak Tuan Park, Siwon segera bergegas menuju toko. Dia mengikutinya dan melihat hal itu. Siwon tengah memeluk Heechul unnie. Dia merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya.
.
.
Beberapa jam kemudian, jalanan yang sepi,
"Kasihan sekali, Tuan Park," kata Sungmin.
"Sudahlah, jangan bahas tentang dia lagi!" kata Kyuhyun sebal. Dia yang terluka dan Minnienya malah mengkhawatirkan namja lain.
"Waeyo? Diakan sakit hati dan terluka, Kyunnie. Jangan marah, ya!" kata sungmin. Kyuhyun hanya diam saja dan menarik tangan Sungmin.
"Kibum, ayo pulang!" ajak Kyuhyun.
"Ne!" teriak Kibum, "Ada yang tertinggal! Aku ke toko dulu," kata Kibum.
"Jangan lama-lama!" teriak Sungmin.
"Ajak Hyungku juga!" kata Kyuhyun malas.
Kibum hanya menganggukkan kepalanya. Berbalik dan segera masuk kembali ke toko. Siwon tengah duduk di kursi pelanggan sambil memindah-mindahkan chanel televise.
"Bummie, ada apa?" tanya Siwon.
"Ada barangku yang tertinggal oppa," jawab Kibum. Dia seolah-olah tengah mencari sesuatu. Siwon menghampirinya dengan maksud membantunya. Tiba-tiba tangannya di genggam oleh Kibum. Siwon menatapnya.
"Kibum…."
"Oppa, saranghae!" kata Kibum tiba-tiba. Ini kedua kalinya yeoja itu memberanikan dirinya untuk menembaknya.
"Kibummie…. Oppa minta maaf tapi….." kata Siwon terpotong namun Kibum mendekat dan mengisyaratkannya untuk diam.
"Aku tahu, dan aku tak ingin mendengar penolakanmu oppa," kata Kibum sambil menahan air matanya. Siwon jadi serba melepaskan genggaman tangannya. Dia berbalik hendak keluar dari ruangan itu.
"Kibummie, tunggu. Ini mianne!" kata Siwon sambil berusaha menahannya.
"Oppa, terima kasih," jawab Kibum dan meninggalkan Siwon sendirian di sana.
"Kenapa tak kau kejar yeoja itu?" tanya Heechul dari dapur. Siwon yang melihatnya tertunduk malu. Apa dia ketahuan.
"Noona?" kata Siwon keheranan.
"Pergilah, sebelum terlambat," kata Heechul menyuruhnya untuk mengejar Kibum. Siwon merasa bimbang. Diapun berjalan keluar setelah mengambil jaketnya terlebih dahulu. "Dasar anak muda," kataHeechul sambil mengusap tangannya perlahan. Dia melihat ke lantai dimana ada buket mawar unggu milik Siwon. Dia menghampirinya dan mengambil buket tersebut. Dia merasa pandangannya meremang. Dan akhrinya terduduk disana.
Terdengar suara pintu yang terbuka. Dia menatap orang yang ada dihadapannya. Dia mencoba untuk berdiri.
"Noona…. Noona kau kenapa?" tanya Yesung yang baru saja pulang. Dia menghampiri Heechu yang tengah menangis.
"Yesungie…. Noona tak tahu…. Tiba-tiba saja….." ucapnya. Yesung hanya dapat memeluk noonanya. Dia merasa sedih saat noonanya menangis. Dia menatap sekeliling ruangan, mencari teman-temannya yang seharusnya ada disana menemani noonanya.
.
.
.
TBC
FF 'Not A Cinderella' di hapus tapi dah diupdate lagi kok dengan judul "My Cinderella Hyung"
Gumawo!
Tetep dukung author ne!
HWAITING!
