Enjoy Every Last Breath

(Menikmati Setiap Nafas Terakhirku)

Created By : WijayaKim17

Main Cast : Kyungsoo, Chaenyeol (CHANSOO)

Cast : Suho (Kyungsoo's Father), Irene (Kyungsoo's Mother), You'll be find more.

Genre : Family, Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Drama

Synopsys :

Cerita ini mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang anak bernama Kyungsoo. Ia menderita salah satu penyakit mematikan di dunia yaitu Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Otak). Dokter menyatakan bahwa usianya hanya beberapa bulan lagi. Bagaimanakah perjuangan Kyungsoo melawan kanker? Bagaimana ia menghabiskan sisa waktunya? Silahkan simak ceritanya sampai chapter terakhir ya...^_^"

Read to the end, then you can know whether you like this story or not?

This is my first story, hope you'll be like it.

NO PLAGIAT

Enjoy and Happy Reading ^-^


Previous Chapter :

"Eomma. Appa. Aku sangat merindukan kalian. Kalian tahu? Aku selalu kuat menahan rasa sakitku karena kalian. Sekarang, saat kalian tidak bersamaku. Rasa sakit ini terasa begitu menyiksa. Aku tidak sanggup menahan rasa sakit ini tanpa adanya kalian disisiku. Apa aku akan mati disini? Apa aku akan mati tanpa melihat eomma dan appa untuk yang terakhir kalinya?". Kyungsoo menangis dan hanyut dalam kesedihannya.


Chaenyeol menghampiri Kyungsoo. Dan langsung duduk di sampingnya.

"Hey!, sedang apa kau disini malam-malam? Apa itu?"

"Kenapa kau selalu ingin tahu urusanku? Urus saja urusanmu sendiri!", jawab ketus Kyungsoo sambil menghapus air mata dan memasukan foto kedalam sakunya.

"Kenapa kau selalu saja bersikap seperti itu padaku?"

Kyungsoo memutar matanya malas.

"Kau itu!, selain menjengkelkan ternyata kau bodoh juga. Apa kau sudah lupa?. Kau telah menabrakku dua kali, dan kau tidak pernah menyadari kesalahanmu itu!"

"Astaga! Kau ini masih saja marah karena hal itu, akukan sudah minta maaf tadi pagi"

"Permintaan maaf mu tidak tulus. Bahkan, kau membuat keadaan menjadi terbalik. Kau membuatku harus meminta maaf duluan. Padahalkan kau yang salah"

"Apa aku memaksamu untuk meminta maaf? Tidak kan?"

"Kau memang tidak memaksa, tapi, situasi yang memaksaku. Kalau saja aku tidak mengetahui kau seniorku, akupun tidak akan pernah melakukannya"

"Baiklah baiklah. Mianhe", sambil menjulurkan tangan.

"Semudah itu?. Sunbae, jika kau ingin meminta maaf, kau harus melakukannya dengan tulus"

"Aigoooo!"

Chaenyeol memegang pundak Kyungsoo dan membalikan badannya, sekarang mereka saling berhadapan.

"Kyungsoo... aku minta maaf atas semua kesalahanku", ucap Chanyeol sambil menatap mata Kyungsoo.

Kyungsoo kaget dan hanya terdiam, jantungnya berdetak kencang, perasaannya sangat tidak karuan. Melihat Kyungsoo yang seperti itu, Chaenyeol berfikir bahwa Kyungsoo pasti masih belum yakin dengan permintaan maafnya.

Chaenyeol langsung memegang kedua tangan Kyungsoo, dan kembali menatap matanya dalam-dalam.

"Kyungsoo.. maafkan aku, aku menyesali semua kesalahan yang aku buat. Maaf jika aku selalu membuatmu kesal. Kau mau kan memaafkan ku?", ucap Chaenyeol.

Kyungsoo masih terdiam kaget sambil terus menatap Chaenyeol heran. Perasaanya sangat aneh, ia sangat gugup sekali.

Melihat Kyungsoo masih bersikap sama, Chaenyeol menarik lengan Kyungsoo lalu menciumnya.

Kyungsoo semakin terkejut saat Chaenyeol mencium tangannya. Matanya melotot karena kaget. Jantungnya semakin berdetak kencang. Perasaannya semakin tidak karuan. "Tuhan, ada apa ini? Kenapa dia mencium tanganku? Astaga tuhan, kenapa aku jadi gugup seperti ini?", ucap Kyungsoo dalam hati. Tapi sayang, suasana itu berubah drastis saat Chaenyeol mengadahkan kepalanya dan melihat wajah Kyungsoo.

"Aaaaaahhhhhhhhh!", Chaenyeol berteriak keras.

*PLAK*

Kyungsoo refleks menampar Chaenyeol yang membuatnya kaget karena teriakannya.

"Kenapa kau menamparku?"

"Kau!, kenapa kau berteriak?"

"Kau yang menakutiku. Kenapa kau melotot seperti itu? Aku sangat takut"

*PLAK*

"Kenapa kau menamparku lagi?"

"Kau mengejekku?"

"Jujur Kyungsoo kau sangat menakutkan. Jangan melotot seperti itu, matamu sudah bulat dan besar. Kau membuatku takut"

"Kenapa kau mencium tanganku?"

"Kau kan menyuruhku meminta maaf dengan tulus"

"Apa harus seperti itu?"

"Mungkin", jawab Chaenyeol polos.

"Babo!"

Suasana menjadi berubah, mereka saling diam satu sama lain. Kyungsoo tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian saat Chaenyeol mencium tangannya. Sedangkan Chaenyeol tak kuat menahan tawa saat melihat wajah Kyungsoo tadi. Tak ingin saling diam terlalu lama Chaenyeol pun memulai pembicaraan kembali.

"Apa kau sudah memaafkanku?"

"Belum"

"Astagaaa Kyungsoo"

"Jangan salahkan aku. Kau sendiri yang membuatku menjadi semakin sulit memaafkanmu"

"Kau ingin aku berbuat apa Kyungsoo?"

"Hmmm, begini saja. Kau masih ingat kejadian kita di stasiun?"

"Masih"

"Baguslah. Pasti kau juga ingatkan, pada kopi dan makananku yang kau tumpahkan?"

"Ya, lalu?"

"Kau masih ingatkan saat itu aku marah dan meminta ganti rugi?"

"Terus?"

"Apa kau sudah menggantinya?"

"Belum"

"Ganti rugi sekarang! Aku ingin kopi dan makananku kembali sekarang juga. Aku sangat lapar dan kantuk"

"Astaga... kau iniiii!", ucap Chenyeol menahan tawa.

"Asal kau tahu Chaenyeol-Sunbae. Aku sama sekali belum mencicipi kopi dan makananku saat itu. Sedikitpun belum. Aku bahkan sampai kelaparan di kereta"

"Hahaha, kau ini sangat berlebihan"

"Heyyy! Kau jangan asal bicara tuan. Kau tidak merasakan bagaimana tersiksanya aku saat itu"

"Yayayaya, aku akan menggantinya sekarang juga, tapi, jika aku sudah mengganti kopi dan makanan mu. Apa kau akan memaafkanku?"

"Ne"

"Jinca?"

"Ne sunbaeeee.., cepatlah. Aku sangat lapar"

"Iya iya, kau ini sangat tidak sabaran"

Mereka pergi keluar area kampus untuk mencari supermarket 24 jam, tapi setelah berjalan cukup jauh mereka sama sekali tidak menemukan supermarket yang buka.

"Ah, sunbae, kita sudah lama berjalan, tapi tidak ada satupun supermarket yang masih buka, aku sangat lelah"

"Kau ini, baru jalan segitu saja sudah merengek"

"Aku serius sunbae, aku sangat lelah"

Tiba-tiba Chaenyeol menghentikan langkahnya dan berjongkok di depan Kyungsoo.

"Cepat naik"

"Apa kau akan menggendongku? Tidak-tidak, aku bukan anak kecil"

"Kau lelah tidak?"

Kyungsoo naik ke punggung Chaenyeol.

"Astaga Kyungsoo. Ternyata kau berat juga"

"Sudah pasti. Biarpun kecil, tapi aku berisi tahu"

Merekapun meneruskan perjalanan mereka. Tak lama mereka menemukan satu warung ramen yang masih buka.

"Hey, Kyungsoo. Lihat itu!, ada warung ramen, masih buka lagi. Kau mau?"

"Waktu kita bertabrakan di stasiun, aku tidak membawa ramen, sunbae!"

"Kau ini! Ini sudah malam, kita sudah berjalan sejauh ini dan belum menemukan supermarket yang buka. Kau ingin mencarinya sampai pagi?"

"Yayayaya, kau ini cerewet sekali sunbae, ya sudah kita makan disana saja"

Chaenyeol hanya terkekeh melihat tingkah Kyungsoo. Merekapun masuk ke warung ramen itu dan langsung memesan ramen, setelah itu mereka mencari tempat duduk.

"Apa punggungmu sakit sunbae?"

"Menurutmu?"

"Sini, biar aku pijat"

"Tidak usah, aku ini lelaki yang kuat. Aku tidak akan merengek sepertimu", ucap Chaenyeol menyindir sambil tertawa kecil.

"Ish. Kau ini!"

Chaenyeolpun tertawa lepas melihat wajah Kyungsoo yang memerah karena malu. Mereka terus mengobrol dan bercanda sambil menunggu ramen mereka datang. Tanpa mereka sadari ternyata hubungan mereka semakin dekat.

Tiba-tiba Chaenyeol teringat kejadian saat Kyungsoo mimisan di toilet.

"Kyungsoo?"

"Ne?"

"Tadi sore kau mimisan, apa kau baik-baik saja?"

"Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan"

"Benarkah?. Aku tahu, aku bukan siapa-siapa bagimu, tapi jujur, aku sangat mengkhawatirkanmu"

Kyungsoo terkejut mendengar perkataan Chaenyeol. Sangat berbeda dari sebelumnya, Kyungsoo sama sekali tidak marah, heran, kesal, atau apapun itu saat mendengar ucapan Chaenyeol. Ia justru merasa senang Chaenyeol mengkhawatirkannya sekarang.

"Gomawo Kau sudah mengkhawatirkan aku sunbae. Maafkan ucapan ku saat itu. Mulai sekarang, kau jangan pernah menganggap kalau kau bukan siapa-siapa untukku."

Chaenyeol terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Kyungsoo.

"Lalu kau menganggap aku sebagai siapa sekarang?"

Kyungsoo bingung saat Chaenyeol bertanya hal itu padanya.

Kyungsoo ragu akan perasaannya terhadap Chaenyeol saat ini, ia merasa begitu nyaman bersama Chaenyeol. Tapi Kyungsoo tidak ingin tergesa-gesa, ia belum percaya pasti dengan perasaannya saat ini, ia merasa ini masih terlalu cepat.

Disisi lain Chaenyeolpun memikirkan hal yang sama. Meskipun sejak pertama kali Chaenyeol memang sudah memiliki ketertarikan pada Kyungsoo, tapi ia tidak ingin terlalu cepat percaya dengan perasaannya. Apalagi pertemuan mereka yang tidak diawali dengan baik.

"Kau temanku, sunbae", jawab Kyungsoo.

-To Be Continued-


Terus ikuti ceritanya yaa...