This kiss is something I can't resist
Your lips are undeniable
This kiss is something I can't risk
Your heart is unreliable
(This Kiss – Carly Rae Jepsen)
Previous Chapter: Yoona menyatakan perasaan sukanya pada Kyuhyun. Tapi dengan tegas Kyuhyun menolaknya.
"Tunggu," tukas Kyuhyun saat bisa menyamai langkahnya dengan Sungmin.
"Ada apa?" Sungmin melirik Kyuhyun sekilas, tapi langkahnya tidak berhenti. Membuat Kyuhyun terus berusaha menyamai langkahnya."Aku ingin mengantarmu pulang," jawab Kyuhyun santai.
"Tidak perlu. Saya bisa pulang sendiri," sahut Sungmin sambil terus berjalan.
Kyuhyun mengambil langkah tepat di hadapan Sungmin dan berhenti mendadak. Hal itu membuat Sungmin juga ikut berhenti mendadak.
"Ups." Sungmin merentangkan tangannya saat tubuh mereka hampir bertubrukkan.
Sungmin memperhatikan sekeliling mereka karena beberapa siswa yang masih belum pulang mulai penasaran dengan keberadaan Sungmin dan Kyuhyun. Kyuhyun mengikuti pandangan Sungmin.
"Tidak perlu sungkan. Semua sudah tahu hubungan kita," Kyuhyun berkata sambil merentangkan tangannya.
Sungmin memutar bola matanya malas. "Jangan mengada-ada, Cho Kyuhyun. Tolong minggir, saya mau lewat."
"Baiklah. Mungkin belum saat ini, tapi…"
Kyuhyun tidak bergeming. Ia malah mengeluarkan pensil dari sakunya. Sungmin mengenali pensil pemberiannya. Alisnya berkerut karena tidak bisa memperkirakan apa yang akan dilakukan Kyuhyun. Kyuhyun menyelipkan pensil itu sehingga sejajar dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Sementara tiga jari lainnya terlipat.
Tautan di kening Sungmin semakin berlipat saat Kyuhyun menodongkan jari-jari dan pensilnya. Sungmin baru mengerti saat ibu jari Kyuhyun terangkat. Kyuhyun membidik Sungmin melalui ibu jarinya seolah-olah ia memegang pistol dan Sungmin adalah objeknya.
"… DOR."
Sungmin mengedipkan matanya cepat karena kaget.
Kyuhyun meniup ujung jari-jarinya seperti seorang koboy yang baru saja mendapat buruannya. Kemudian ia mencium pensil itu sebelum berkata, "I love you, Bu Guru!"
"Hahaha," Kyuhyun menyimpan kembali pensil itu di dalam saku kemejanya. Dan pergi dengan tawa bahagia meninggalkan Sungmin yang wajahnya memerah. Antara menahan malu juga marah. Belum lagi siswa-siswa yang dari tadi memperhatikan mereka mulai senyum-senyum ke arahnya. Hanya Sungmin yang merasa, mungkin ada tanduk di kepalanya yang mulai tumbuh.
Tring Tring Tring.
Bel masuk di SMA Suju berbunyi ke seluruh penjuru sekolah membuat semua siswa yang masih berada di luar kelas berlarian. Tapi hal itu tidak berlaku untuk seorang Cho Kyuhyun yang baru saja tiba. Dengan gerakan santai, ia melepas helm dan turun dari motornya. Saat ia melintasi lorong yang lengang menuju kelasnya, seseorang menahan lengannya.
"Hae!" Kyuhyun menyapa orang yang menyapanya, ternyata sahabatnya. Baru saja ia ingin mengajak Donghae bertos-tosan ria, tapi Donghae malah menghempaskan tangan Kyuhyun begitu saja. "Hei, brother. Ada apa?"
BUGH.
Tanpa antisipasi sebelumnya, Donghae memukul tepat di rahang Kyuhyun sehingga membuat tubuh Kyuhyun terjatuh.
Kyuhyun berang. Ia bangkit kemudian menarik kerah baju Donghae. Wajah mereka berdekatan. Donghae bisa melihat jelas kemarahan di wajah Kyuhyun. Ini yang pertama bagi dirinya, dan itu membuat nyali Donghae menyusut.
"Aku tidak tahu masalahmu aku dengan senang hati menerimanya."
BUGH.
Pukulan dilayangkan Kyuhyun tepat di ulu hati Donghae. Tubuh Donghae tersungkur dengan keras di lantai. Belum sempat Donghae bangun, Kyuhyun sudah duduk di atas perut Donghae. Menarik kerah baju Donghae kemudian memberi satu pukulan keras di rahangnya. Satu pukulan lagi di pipi kanan Donghae membuat darah keluar dari sudut bibirnya. Kyuhyun melayangkan dua pukulan lagi di tempat yang sama setelahnya.
"Astaga, berhenti!" Jerit Sungmin yang baru saja akan melewati lorong untuk mengajar.
Kyuhyun tidak mempedulikannya, ia masih memukuli Donghae yang wajahnya sudah babak belur. Sementara Donghae tidak sanggup melawan Kyuhyun. Kyuhyun terlalu kuat untuk Donghae. Kyuhyun bukan tandingannya.
"BERHENTI!" Teriak Sungmin membuat kepalan tangan Kyuhyun yang akan memukul tertahan di udara.
Kyuhyun mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata Sungmin yang terlihat benar-benar marah.
"Kalian berdua ikut saya!" perintah Sungmin tegas.
Kyuhyun melepaskan cengkaramannya di kerah Donghae dan berdiri. Melihat Donghae terkapar dengan tatapan dingin.
"Sekarang ceritakan mengapa kalian berkelahi?" tanya Shindong.
Ya, Sungmin meminta bantuan Shindong untuk turut membantunya menyelesaikan kejadian ribut-ribut antara Kyuhyun dan Donghae.
Kyuhyun mengangkat bahunya. "Donghae tiba-tiba menyerangku saat aku baru datang."
Donghae yang sedang memegangi pipinya yang memar meringis sebentar. "Itu… itu karena Kyuhyun membuatnya menangis," timpal Donghae di antara ringisannya. Rahangnya pasti bergeser karena bicara sedikit saja terasa sangat sakit baginya.
"Menangis? Siapa?" Kali ini Sungmin yang bertanya.
"Oh, jadi itu alasanmu menyerangku!" Kyuhyun berseru karena mulai paham dengan situasi sebenarnya. "Jadi gadis bernama Yoona itu yang membuatmu hilang akal?"
"Yoona? Maksudmu Im Yoona?" Sungmin bertanya lagi.
"Ceritakan saja, Donghae," ujar Shindong dengan suara yang pelan dan kebapakan.
Donghae menatap Sungmin dan Shindong bergantian, dan tetap diam.
"Gadis itu kemarin menyatakan perasaannya padaku," Kyuhyun yang menjawab karena gemas melihat Dongahe yang diam saja. Mendengar jawaban Kyuhyun, Donghae mangangkat kepalanya. Tapi kemudian ia menunduk lagi dengan wajah yang merah padam.
"Aku mengatakan padanya bahwa aku tidak tertarik," lanjut Kyuhyun. "Aku tidak tahu kalau gadis itu menangis, dan mungkin Donghae menyukainya."
"Apa benar begitu?" tanya Sungmin.
Donghae menganggukkan kepalanya pelan. Kyuhyun mendecih, meremehkan Donghae.
"Kalau kau memang menyukainya, kau seharusnya mengatakannya langsung padanya. Kenapa malah memukulku?" semprot Kyuhyun membuat Donghae semakin beringsut malu.
"Cho Kyuhyun!" Bentak Sungmin. "Pak Shin, bisakah Anda membawa Donghae ke klinik. Kurasa luka Donghae perlu diobati," pinta Sungmin.
Shindong menangangguk. Lalu menuntun dan membimbing Donghae keluar dari ruangan konsultasi siswa itu.
"Apa kau juga terluka?" tanya Sungmin saat mereka hanya tinggal berdua.
Kyuhyun mengangguk sambil menunjuk rahang dan pipinya yang memerah. Sungmin duduk di samping Kyuhyun dan mendekatkan wajahnya untuk memlihat lebih jelas wajah Kyuhyun.
CUP.
Kyuhyun menyeringai setelah mencium pipi Sungmin secara tiba-tiba.
TBC
