Title: Karena Aku Mencintaimu
Cast: Oh Sehun, Kim Jongin, etc.
Genre: Romance, Family, Hurt
Author: jongtaemyung
Rated: T
WARNING: Typos! GS!
Part 8: what?!
.
.
Sehun menghampiri ibunya yang sedang duduk sambil menonton televisi. Wanita paruh baya tersebut terlihat begitu menikmati acara yang sedang ditayangkan saat ini. Ia lalu mengalihkan pandangannya begitu putranya duduk dengan kasar di sebelahnya, ia menyunggingkan sebuah senyuman.
"Satu tahun tidak melihatmu, kau semakin tampan saja, anakku." Sehun terkekeh mendengar ucapan ibunya. Tentu saja ia mengamini perkataan dari ibu tercinta. Ia memang tampan dan semakin tampan. "Kapan kau akan melamar Baekhyun?" gerakan tangan Sehun yang sedang menyisir rambutnya terhenti.
Wajahnya ia tolehkan ke arah ibunya dengan dahi mengernyit. "Melamar Baekhyun?" tanya Sehun dengan ragu. Apa ia tidak salah dengar?
"Baekhyun sering mengatakan pada ibu bahwa dia tertarik denganmu. Lagipula keluarganya sangat kaya, Sehun," Sehun mendengus mendengar ucapan ibunya. Jujur, ia tidak tertarik dengan siapapun kecuali Kyungsoo. Tetapi akhir-akhir ini ada satu nama gadis yang sedikit membuatnya tertarik. Dia, Kim Jongin.
"Kita juga sudah kaya, ibu. Lagipula aku sudah memiliki kekasih," jawab Sehun membuat ibunya menatapnya dengan alis tertaut. Sehun kini sedang berbohong padanya. Karena jujur saja, ia tidak menyukai Baekhyun. Gadis itu terlalu manja. "Kau sudah punya kekasih?!" tanya Taeyeon dengan pandangan tidak percaya.
"Iya. Aku berencana akan menikahinya dalam waktu dekat." Jawab Sehun enteng. Padahal dalam hati ia sangat takut. Ia hanya mengatakan apa yang ia pikirkan, tidak pernah dalam hidupnya ada niatan untuk menikah dalam waktu dekat. Dan ia yakin, gadis yang akan dia nikahi tentu saja Jongin. Tidak ada lagi gadis yang membuatnya tertarik selain Kyungsoo kecuali Jongin.
"Apa?! Yang benar saja, Oh Sehun! Seperti apa kekasihmu? Apa dia kaya?" tanya Taeyeon dengan menggebu-gebu. Sehun hanya menghela napas berat.
"Ibu akan tahu besok, karena aku akan mengajaknya kemari, hari ini aku sudah membuat janji dengannya untuk pergi ke kafe." Taeyeon menghela mapas kasar kemudian mengangguk. Ia harap kekasih dari sang putra benar-benar tipenya.
oOo
Jongin membuka pintu utama rumahnya. Sebelumnya ia telah mengintip melalui jendela yang ada di rumah mungilnya. Ia melihat Sehun sedang duduk di lantai depan rumah. Ia miris melihat Sehun yang seperti itu. Ia tidak menyangka pria itu tidak menyerah. Dengan bimbang ia membuka pintu untuknya.
"Ini sudah malam, Sehun. Apa kau tak berniat pulang?" Sehun terlonjak dari duduknya. Ia dengan cepat berdiri dan menatap Jongin dengan berbinar.
'Pulanglah..." perintah Jongin yang dibalas gelengan kepala dari Sehun. pria itu semakin mendekatinya.
"Izinkan aku menginap di rumahmu, Jong," Jongin membuka mulutnya. Apa ia tidak salah dengar?
"Yang benar saja, Sehun! Apa yang akan orang-orang bicarakan tentang kita?!" Jongin menjawab dengan menatap Sehun tidak percaya. Sedangkan pria itu menatapnya begitu memohon. "Aku mohon.. aku benar-benar tidak ingin pulang," Jongin berdecih. Ia tidak akan mengizinkan Sehun menginap di rumahnya.
"Menginaplah di hotel. Bukankah kau punya banyak uang?" Sehun terdiam mendengar pertanyaan Jongin. Jonginnya menolaknya.
"Papa.." panggil Haowen membuat Sehun melebarkan matanya. Ia langsung menatap berbinar-binar sang anak.
"Haowen!" dengan cepat Sehun menggendong anaknya. Ia kecupi pipi sang buah hati dengan gemas. Namun gerakan mengecupnya terhenti begitu merasakan sesuatu yang panas di dahi sang anak. "Kau sakit?" tanya Sehun khawatir. Ia menempelkan punggung tangannya di dahi sang anak. Jongin dengan cepat ikut menempelkan punggung tangannya di dahi Haowen.
"Kau sakit, sayang!" Jongin memekik tertahan. Mata Haowen tiba-tiba berkaca-kaca.
"Mama hikth.." Jongin semakin panik kala Haowen terisak, lalu dengan sayang ia mengambil Haowen dalam gendongan Sehun untuk ia gendong. Dikecupnya dengan sayang dahi sang anak. "Jongin..." panggil Sehun membuat Jongin menoleh. Wanita itu kini menatapnya dengan jengah.
"Sebaiknya kau pergi, Sehun," ujar Jongin dengan dingin. Haowen di gendongannya meronta-ronta mendengar ucapan sang ibu. Ia lalu menatap tidak suka pada ibunya. "Hao mau papa!" ujar bocah tersebut dengan suara seraknya. Jongin menelan ludahnya dengan susah payah.
"Jangan manja, Haowen!" ujar Jongin tegas. Haowen malah mengencangkan volume suaranya membuat ia kelabakan. Ia lalu mengusap-usap punggung kecil itu. "Hao mau papa hueee..." Jongin kini terdiam sedangkan Haowen di gendongannya semakin meronta-ronta minta dilepaskan. Sehun memandang wanita itu dengan sedih. Dengan perlahan ia mengambil Haowen dari gendongan wanita tersebut.
Sehun melenggang masuk meninggalkan Jongin yang terdiam bak patung di tengah-tengah pintu. Satu tetes air matanya turun. Ia meratapi nasibnya. Kenapa? Kenapa ia selalu kalah dengan Sehun? saat ia sibuk melamun, tiba-tiba sepasang lengan kekar menyentuh bahunya. "Masuklah, di luar dingin, kau bisa sakit nanti," Jongin hanya menurut saja saat Sehun membimbingnya masuk ke dalam. Perasaannya kini campur aduk.
"Mari kita rawat Haowen bersama, Jongin," Jongin hanya bisa menganguk pasrah. Percuma ia menyuruh Sehun pulang jika Haowen saja maunya dengan pria itu. Kakinya melangkah menuju dapur untuk merebus air. Sedangkan Sehun masuk ke dalam kamar yang tadi ia masuki. Ia segera menuju ke arah Haowen. "Papa.. jangan pelgi.." Sehun mengangguk. Ia membaringkan tubuhnya di samping sang anak, lalu di sambut tangan Haowen yang mencengkeram tangannya dengan erat.
"Papa tidak akan pergi, percayalah.. sekarang Hawoen tidur ya?" bocah itu mengangguk, ia akan berubah menjadi penurut jika dengan sang ayah. Sehun tersenyum lalu menyelimuti sang anak sebatas dada. Matanya meilirik ke arah bayi mungil yang berada di samping Haowen. Napasnya tercekat. Anaknya bersama Jongin. Ia menyesal tidak berada di samping Jogin di saat detik-detik wanita itu akan melahirkan anak mereka yang kedua.
Dikecupnya kening Taeoh dengan sayang. Air matanya jatuh begitu saja. Kenapa terasa begitu menyesakkan?
Jongin yang hendak masuk tiba tiba berhenti begitu saja. Ia begitu bahagia saat Sehun mengecup dengan sayang kening sang anak bungsu. Andai saja mereka masih bersama. Andai saja... Ia langsung menggelengkan kepalanya begitu sadar akan pemikirannya. Dengan cepat ia menaruh baskom berisi air hangat ke atas nakas. Ia mengambil kain bersih lalu mencelupkannya ke dalam air hangat.
Diperasnya kain tersebut lalu ditaruhnya di kening Haowen. Ia melakukannya dengan penuh perasaan. Tak luput doa yang ia selipkan, ia harap anaknya cepat sembuh. "Tidurlah, Hun, ini sudah malam," ujar Jongin. Ia hendak melangkahkan kakinya keluar sebelum suara Sehun menginterupsinya.
"Kau mau kemana?" tanya Sehun membuat langkah Jongin terhenti. Jongin membalikan badannnya sebelum menjawab pertanyaan dari Sehun. "Aku mau tidur," balas Jongin datar. Sehun mengangkat alis kirinya.
"Kau tidur di luar?!" tanya Sehun tidak percaya. Jongin hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya. Dengan cepat pria itu melangkahkan kakinya mendekati Jongin. "Aku tahu kau tidak kuat dengan sesuatu yang dingin, kau mau tidur di sofa sekecil itu, huh?" tanya Sehun tidak habis pikir. Ia bahkan meremas dengan kuat pergelangan tangan Jongin membuat wanita itu merintih kesakitan.
"Aku tidak akan membiarkan orang terhormat sepertimu tidur di sofa kecil itu. Lagipula aku sudah terbiasa tidur di sofa kecil itu, Sehun!" balas Jongin sambil menepis tangan Sehun dengan kasar. Kata-kata Jongin begitu menohoknya. "Tidak, aku akan tidur di sofa itu!" Jongin mendesah keras. Oh Sehun masih tetap keras kepala.
"Papa..." keduanya menoleh melihat Haowen yang membuka matanya. Sehun dengan cepat menghampiri anaknya. "Iya, sayang." balas Sehun dengan lembut disertai senyuman. Pria itu dapat melihat Haowen yang merengut.
"Jangan pelgi! Hao tidak mau papa pelgi!" Sehun hanya menganggukkan kepalanya. Ia menoleh ke arah Jongin dan wanita itu sedang menatapnya datar. "Mama..." panggil Haowen. Jongin dengan pelan menghampiri buah hatinya dengan tatapan kosong.
"Mama juga jangan pelgi. Hao mau tidul belthama papa, mama dan adik bayi,"
"APA?!" / "APA?!" Teriak Sehun dan Jongin secara bersamaan. Jongin memalingkan wajahnya tidak percaya. Mulutnya terbuka lebar dan wajahnya memerah hebat. "Sayang.. tapi-" Sehun mencoba buka suara namun gelengan Haowen membuat perkataannya terhenti. Jongin kini menundukan kepalanya.
Melihat mata Haowen yang berkaca-kaca membuat Sehun dan Jongin menghela napas lelah. "Jong.. tidurlah," dengan terpaksa Jongin membaringkan tubuhnya di samping Taeoh dengan kaku. Sehun menutup pintu kamar lalu menuju ke ranjang. Mata Haowen tidak pernah lepas darinya. Dengan gugup Sehun mulai membaringkan tubuhnya di samping Haowen membuat bocah tersebut tersenyum lebar.
Dengan manja Haowen memeluk lengan Sehun sedangkan pria itu hanya tersenyum manis sambil mengelus elus rambut sang anak. "Tidurlah.." perintah Sehun. Haowen menganguk dengan semangat dan mulai memejamkan matanya untuk tidur. Sehun melirik ke arah Jongin yang sedang menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. "Jongin, kau harus tidur."
Jongin mengabaikan Sehun membuat pria itu menghela napas panjang dan mulai memejamkan matanya. Ia yakin malam ini tidak bisa tidur. Begitu pula dengan Jongin, ia sama sekali tidak ingin memejamkan matanya. Hatinya entah kenapa terasa begitu sakit. Tidur seranjang tanpa ada ikatan? Sungguh, tidak akan ada hal paling menyedihkan selain itu.
oOo
"Aku tidak tahu bahwa ayahmu memiliki perusahaan yang ada di Amerika," ujar Jongin sambil melahap es krimnya. Sehun yang di sampingnya hanya tersenyum tipis.
"Itu bukan perusahaan ayahku. Itu milik keluarga Byun." Jongin mengangguk-angguk mengerti. Sehun pernah bercerita bahwa keluarga Byun sangat kaya.
"Lalu apa yang kau lakukan di Amerika selama satu tahun terakhir ini?" tanya Jongin. Ia menatap Sehun dengan penasaran.
"Aku belajar bersama Tuan Byun bagaimana cara menjalankan perusahaan dengan baik," jawab Sehun. Jongin lagi-lagi hanya mengangguk mengerti.
"Kenapa harus Tuan Byun?" tanya Jongin dengan bingung. Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Putri dari Tuan Byun yang menyuruhku. Awalnya aku menolak, namun melihat wajah memelas ayahku akhirnya aku menyetujui," balas Sehun. Setelah itu keheningan mulai tercipta.
"Jongin..." panggil Sehun membuat langkah mereka terhenti. Pria itu menarik napasnya pelan.
"Ya?" balas Jongin dengan kening berkerut.
"Besok berdandanlah yang cantik, aku akan mengajakmu menemui orang tuaku." Tubuh Jongin menegang mendengar ucapan Sehun. Ia tidak tahu kenapa, tetapi ia merasakan sesuatu yang tidak enak di dalam hatinya. Apa Sehun- "Maukah kau menjadi kekasihku?" Jongin membulatkan matanya tidak percaya. Bibirnya terasa begitu kelu hanya untuk digerakkan.
"Jongin?" panggil Sehun sambil menyentuh pundak kecil Jongin. Gadis itu terlihat sedang melamun.
"Berikan aku waktu tiga hari, aku akan mengatakan jawabannya untukmu," ujar Jongin dengan tergesa. Matanya bergerak gelisah.
"Tidak, aku mau sekarang," ujar Sehun sambil menggelengkan kepalanya. Jantung Jongin saat ini berpacu dengan cepat. Seseorang yang ia tunggu, seseorang yang ia cintai, menginginkan ia menjadi kekasihnya. Namun, kelas mereka berbeda dan membuat ia gelisah juga ketakutan. "Sehun.. aku mohon beri aku waktu tiga hari," Jongin menatap Sehun dengan wajah memelas.
Pria itu menggelengkan kepalanya membuat Jongin mengambil napasnya lalu menghelanya dengan perlahan. Ia tidak tahu keputusannya benar atau tidak. Ia lalu menatap Sehun tepat di manik mata pria tersebut. "Apa kau mencintaiku?" tanya Jongin dengan hati-hati. Jujur saja, ia takut dengan jawaban Sehun. Ia takut jawaban tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Keterdiaman Sehun membuat Jongin kecewa. Ia tahu betul jawaban pria tersebut. Sehun tidak mencintainya. "Baiklah, aku mau menjadi kekasihmu," jawab Jongin dengan mantap. Sehun sedikit terlonjak dari jawaban yang Jongin lontarkan.
"Jongin-"
"Tak apa, aku mengerti,"
oOo
Oh Taeyeon dengan angkuh keluar dari mobil mewahnya. Di dalam mobil ada Baekhyun yang tetap terdiam di jok belakang. "Kau mau ikut atau tetap di sini?" tanya Taeyeon dengan perhatian. Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku menunggu di sini," Taeyeon mengangguk lalu melangkahkan kaki jenjangnya dengan anggun menuju rumah kecil yang ada di hadapannya. Matanya mendelik tidak suka melihat mobil sang putra yang terparkir di halaman. Dengan kesal Taeyeon semakin mempercepat langkahnya. Setelah berada di depan pintu, wanita paruh baya itu mengetuk pintu dengan sedikit brutal.
Pintu terbuka. Jongin seketika menegang melihat ibu Sehun yang menatap rendah ke arahnya. "Di mana Oh Sehun?" tanya Taeyeon dengan dingin membuat Jongin menelan ludahnya susah payah. Tanpa menungu jawaban Jongin, Taeyeon masuk begitu saja tanpa melepas high heelsnya. Jongin ingin protes, namun ia tidak memiliki nyali.
"Oh Sehun!" teriak Taeyeon membahana. Wanita itu berkacak pinggang karena tak menemukan sang anak. "I-ibu, Sehun s-sedang mandi," ujar Jongin takut-takut. Ia bahkan menundukkan kepalanya tidak berani menatap langsung ke arah Oh Taeyeon. "Apa-"
"Nenek!" ucapan Taeyeon terpotong saat Haowen berlari ke arahnya dan memeluk pinggangnya dengan manja. Tubuh wanita itu tiba-tiba menegang. Sudah berapa lama ia tidak mendengar bocah yang sedang memeluknya memanggilnya dengan 'nenek'? "Kenapa nenek tidak pelnah mengunjungi Hao lagi? huhu..." tanya bocah tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Mulut Taeyon tertutup, ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Memang, ia begitu membenci Jongin, namun tidak dengan Haowen, wanita itu tidak pernah membencinya. Dulu saat Sehun dan Jongin hendak cerai, Taeyeon menginginkan Sehun yang merawatnya, bukan Jongin. Tapi sayang, Haowen lebih memilih hidup bersama sang ibu daripada sang ayah.
Taeyeon melupakan fakta bahwa ia pasti akan bertemu dengan Haowen jika ia ke rumah Jongin. Fyi, Haowen adalah kelemahannya. "Nenek?" pangil Haowen saat seseorang yang ia peluk tidak merespon. Jongin juga bingung harus melakukan apa. Jadi dia pergi, meninggalkan Haowen bersama dengan Taeyeon. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah.
Taeyeon langsung menggendong Haowen begitu Jongin keluar dari rumah. "Haowen melindukan nenek?" tanya Taeyeon dan bocah itu hanya mengangguk. Wanita paruh baya itu tersenyum senang.
"Haowen ingin papa?" tanya Taeyeon lagi dan dibalas anggukkan dari Haowen membuat Senyumannya semakin lebar.
"Bagaimana kalau Haowen ikut dengan papa saja?" tanya Taeyeon, namun bocah tersebut hanya terdiam.
"Haowen mau 'kan hidup bersama papa?" tanya Taeyeon dan Haowen menganggukkan kepalanya.
"Hao mau, tapi Hao tidak mau pithah dengan mama," balas Haowen dengan jujur. Taeyeon terdiam. Dengan perlahan ia menurunkan Haowen dari gendongannya. "Tapi Hao harus pisah dengan mama kalau Hao mau hidup bersama papa,"
"Apa yang ibu katakan?!" Sehun muncul dengan handuk yang melilit pinggangnya. Ia sempat terkejut melihat sang ibu berada di rumah Jongin. "Ah... Sehun..." gumam Taeyeon.
"Jangan coba untuk memisahkan Haowen dengan Jongin. Ibu... aku akan menikah lagi dengannya," mata Taeyeon membulat mendengar ucapan Sehun yang terdengar begitu serius.
"APA?! APA IBU SALAH DENGAR? LALU BAGIMANA DENGAN BAEKHYUN?!"
"BAEKHYUN MENGANDUNG ANAK CHANYEOL! BAYI YANG DIKANDUNGNYA BUKAN ANAKKU! ASAL IBU TAHU SAJA, AKU TIDAK PERNAH MENYENTUH BAEKHYUN SEMENJAK PERNIKAHAN KAMI!"
.
.
.
TBC
Haiii saya comeback~~! Makasih yang udah nunggu, baca, review, fav, follow huhuhu ;D See u next chapter!
KJISM: Kangeun juga ;D
Novisaputri09: makasih yah udah review, iya emang jongin itu keras kepala huhu
Vallerya shin natha: haha ini telat 3 bulan yah :D okeee fighting!
Baybay: ini da lanjuutt~~ hwaiting!
Kimjngin: wae? Hahaha
Bellasafir48HKHKS: ini udah lanjut yaa! Happy ending ko nantinya wkwkwkw
Cikwang: ini lanjut ya, dear:*
Bksekaii: okaiii!
Uchiha merry: waah suka banget sama saran kamu, ching^^ thankyouuu~
Sheehun: wkwkw iya deh iyaa :D
Jeyjong: mari bunuh Baek bareng bareng :D
2463: setuju deeehh^^
Hunkailover: okee,,, ganbatte!
Jongie: okaiii ini lanjuuut~~
Cute: okeh okeh siip^^
Org: ceritanya makin ga jelas? Gausah dibaca gih. Lagian aku ga maksa kamu buat baca, dan aku bikin ff ga dibayar ko.
Leon: maaf ya, aku kan penulis baru, jadi ceritanya juga belum bisa bagus. Thanks yah sarannya^^
Sekaipusmeong: thankyou.. ini dah lanjuttt~
Dhantieee: thanks, dear:*
Park RinHyun-Uchiha: pada masanya akan kebongkar koq :D
Hkhs9488: thanks ya udah review:*
milkCoffee9488: okeee.. doa ae semoga happy end^^
dyla28: okeee ini lanjutt~
jamurLumutan434: okee thanks udah nunggu~~
xiaohen: dipaham paham doong:D
MiOS: thanks yo udah review~
Nico984: harap sabar~
Kentang Goreng97889495: aku juga enek sama Baek..
Jongiebottom: oke ini lanjuut~
KM-FARA: Maapkeun ini gabisa update kilat TT
Makasih semuanyaaa~~~
