Cast: - Choi Siwon
Cho(i) Kyuhyun
Shim Changmin
Kim Heechul
Lee Hyukjae
Hwang Tiffany
others
Pairing: Wonkyu, slight Yunjae GS, Incest. Jadi jika tidak suka dan merasa terganggu tidak usah mencoba untuk membacanya.
Peringatan Penting:
Mengandung konten yang tidak mendidik dan tidak layak dibaca dibawah umur 18 tahun atau mungkin lebih. Saya sudah memperingatkan...
Tentang Typo(s), saya sudah mencoba mengeditnya, tapi yah begitulah kacamata minus saya hanya sedikit membantu, jadi maaf kalau jadi tidak nyaman.
Chapter 9
LOVE OF EDEN
Tap
Tap
Tap
Choi Kyuhyun menapakan kaki telanjangnya, menaiki tiap anak tangga, merasakan sentuhan dingin lantai marmer di telapak kakinya. Sentuhan dingin yang selama ini dia tidak pedulikan, tapi sekali ini dia ingin merasakannya, dia ingin tiap bagian tubuhnya mampu menyimpan ingatan tentang rumah ini, rumah yang telah dia diami sejak dia lahir. Rumah kediaman keluarga Choi, kediaman yang diwariskan turun temurun dan tidak pernah ditinggalkan oleh pewaris Choi.
Ujung syaraf jemarinya menyapu lembut tiap bagian dinding, pegangan tangga, beberapa perabotan. Merasakan setiap teksturnya dan menyimpannya dalam ingatan. Mata indahnya merekam dengan jelas setiap jengkal ruangan, tidak ada yang terlewatkan. Telinganya menagkap tiap suara yang dihasilkan rumah ini, meski hanya desauan angin dan detak jam dinding.
Gadis itu tersenyum...sungguh selama ini dia tidak pernah menyadarinya, kediaman Choi begitu indah jika tidak dikatakan sangat mewah. Setiap orang pasti menginginkan menjadi bagian dari kediaman itu, dan Kyuhyun bersyukur bisa merasakannya. Merasakan segala kemewahannya, menikmati segala penghormatan yang disematkan kepadanya sebagai Nona di rumah itu, dan yang paling penting dari semua itu merasakan kasih sayang dan cinta yang berlimpah di rumah itu.
Kyuhyun telah mengelilingi seluruh bagian rumah, bahkan dia memasuki bagian sayap kanan bangunan utama tempat tinggal para pekerja dan pengurus rumah tangga keluarga Choi. Memasuki tiap kamarnya, tersenyum getir menyaksikan kamar-kamar itu kini terasa dingin dengan lemari pakaian yang nyaris kosong. Semua pekerja dan pengurus rumah tangga keluarga Choi diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan, membekali mereka dengan uang pesangon yang cukup untuk modal usaha. Dan Kyuhyun tidak bisa untuk tidak menitikan air mata ketika satu persatu dari mereka membungkuk dalam didepannya, mengucapkan kata 'selamat bertemu kembali' dan 'semoga Tuan dan Nona Choi selalu bahagia' dari tiap pekerjanya.
Kyuhyun berdiri di tepi pembatas lantai dua kediaman Choi. Tempat yang cukup untuk bisa mengamati hampir keseluruhan bagian rumah itu. Gadis itu tersenyum membayangkan beberapa memori masa kecilnya. Dia yang berlarian dengan rambut coklat ikal terurai di taman tengah dekat air mancur dengan Siwon yang berlari seolah hendak menangkapnya, tertawa riang tanpa beban. Kyuhyun kecil yang akan mengekor ketika ibunya berkutat di dapur dengan celoteh khas anak kecil tentang coklat yang enak, makanan manis yang menggiurkan dan betapa menyebalkannya brokoli dan paprika.
Kyuhyun seolah melihat bagaimana seriusnya Siwon kecil ketika membantu Ayah mereka berkutat dengan peralatan tukang, mengotori tangan mereka dengan oli dan tersenyum lebar ketika mendengar rentetan omelan Kim Jaejoong. Kyuhyun seolah menonton teater, semuanya tampak nyata. Bahkan ketika selama ini dia kesulitan untuk mengingat memori masa kecil, entah kenapa saat ini gadis itu bisa mengingatnya dengan baik.
Dia berusaha mengingatnya, memaksa otaknya bekerja mengingat semua kenangan indah yang tercipta di rumah itu. Mengangkat kepermukaan semua hal yang mampu membuatnya tersenyum dan menenggelamkan segala ingatan pahit jauh kedalam kelam hitam bagian otak yang tidak harus dia ingat.
Dia akan menyimpan semua kenangan itu, membawanya kemanapun dia pergi dan menjaganya sebagai ingatan manis.
Grep
Sepasang lengan kokoh melingkari pinggang dan perutnya, memerangkapnya dalam kehangatan pelukan dan penciumannya dapat menangkap dengan jelas aroma khas yang seolah membuatnya kecanduan untuk terus menghirupnya.
"Aku mencintaimu Kyuhyun."
Entah kenapa Kyuhyun akan selalu tersipu ketika mendengar pernyataan cinta dari pemuda yang kini mendekapnya. Sesering apapun dia mendengarnya, sesering itu juga gadis itu bersemu ketika mendengarnya.
"Selalu."
"Euuummmm..." Kyuhyun membalasnya dengan gumaman abstrak, terbuai dengan kehangatan yang dihantarkan udara diperpotongan lehernya.
"Dan selamanya"
Gadis itu kini memejamkan matanya, meraih tengkuk pemuda yang masih setia memeluknya dari belakang. Kyuhyun menolehkan wajahnya untuk meraih bibir sang pemuda dengan bibirnya, mengecupnya ringan namun basah.
Kyuhyun membalikan badan, namun tidak beranjak dari dekapan kakak kembarnya. Melingkarkan tanganya dileher Siwon, menatap langsung kedalam manik kelam pemuda yang selalu membuatnya tenggelam dalam pusaran cinta. Kyuhyun menggerakan bibirnya membentuk kalimat 'aku juga mencintaimu' tanpa suara.
"Kenapa tidak merekamnya Kyunnie?"
"Eummm?"
"Bukanhkah lebih praktis jika kau merekamnya, merekan tiap bagian rumah ini hmm?"
Kyuhyun tersenyum lembut, "Aku sudah melakukannya"
Siwon menaikan kedua alisnya, membentuk kerutan didahi yang tampak lucu dimata kyuhyun. "Aku tidak melihat kamera ditangamu"
Chup
Kyuhyun mencium kedua kelopak mata Siwon bergantian
"Aku sudah merekamnya dengan lensa yang lebih canggih"
Chup
Kyuhyun mengecup dahi Siwon
"Dan menyimpannya dalam memori yang abadi"
Kedua telapak tangan Kyuhyun diletakan didada Siwon yang tertutup sweater slimfit, mencetak dengan jelas lekukan otot dadanya. "Merasakan kebahagiannya didalam sini"
Kyuhyun menengadahkan wajahnya, mengerjapkan kedua matanya. Bibirnya tertarik membentuk sebuah seringaian. Untuk sesaat Siwon bingung dengan ekspresi yang diberikan Kyuhyun, bukankah beberapa saat yang lalu gadis itu tampak sendu dan seolah larut dalam kesedihan. Bahkan Kyuhyun tidak menyadari kehadirannya karena terlalu asyik menyelemi ingatan tentang rumah itu.
Kyuhyun mendekatkan bibirnya ketelinga kanan Siwon, "Siwonnie...ayo bercinta."
Blusshh
Gadis itu menenggelamkan wajahnya didada Siwon, berusaha menyembunyikan rona hebat yang menjalar dari pipi hingga telinga dan lehernya.
Siwon menganga, kemudian mengamati tingkah Kyuhyun yang makin menenggelamkan wajah didadanya. Dan Siwon dapat merasakan jemari Kyuhyun meremat sweater yang dikenakannya di bagian dada. Siwon tersenyum kecil, Kyuhyunnya begitu tampak manis dan menggemaskan. Bagiamana bisa Kyuhyun mengucapkan kalimat 'berbahaya' seperti itu dengan tingkah seperti gadis menginjak puber, tersipu malu.
"Eumm..apa yang kau katakan sayang? Aku tidak mendengarnya" Goda Siwon.
Siwon dapat merasakan, Kyuhyun mengerucutkan bibirnya yang masih menempel didadanya. "hiisshhhh Siwonnie pabbooo" Gerutu Kyuhyun.
"Bukan yang itu sayang, yang sebelum itu.."
Kyuhyun memukul pelan dada Siwon, "Lupakan tuan Choi!"
Kyuhyun menjauhkan badannya dan melepaskan pelukan Siwon, namun...
Grep
"Yakkkk..."
Gadis itu berteriak ketika tubuhnya terangkat, Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun. Menggendongnya seperti anak koala dengan kedua tungkai Kyuhyun yang melingkari pingang Siwon.
"Ayo bercinta dan meninggalkan kenangan indah tentang rumah ini sayang..." Bisik Siwon, sebelum menyerang Kyuhyun dengan ciuman panasnya.
Duagh
Bugh
Braakk
Mereka masih terlarut dalam ciuman panas dan tidak mempedulikan benturan punggung dengan perabotan dan pintu. Siwon bergerak terseok dengan Kyuhyun yang masih dalam gendongannya, kedua tampak tergesa. Kamar terdekat menjadi tujuan keduanya.
"Eeeuuunngghhh..."
Keduanya terjebak dalam tautan bibir yang seolah tidak akan terlepas, saling melumat, menghisap dan sesekali menggigit. Mengabaikan kemungkinan bibir mereka akan membengkak setelahnya. Pergulatan lidah yang tidak ada habisnya, saling mengecap panasnya rongga mulut yang justru terasa manis dan memabukan.
"Euungghhh...Aaghhhhh...SSsssshhhh, Baby...eeeuuuummmhhh"
Choi Siwon, pemuda berkulit kecoklatan namun tidak bisa menyembunyikan ciri khas warna kulit Asia menggelinjang. Otot tungkai, paha dan perut bagian bawahnya menegang. Makin memperlihatkan pahatan-pahatan sempurna yang terbentuk karena kerja keras. Tubuh telanjangnya mengkilap berbalut peluh.
"Arrgghhh..Kyuhyun...Akkhhhh..."
Dengan wajah menengadah, Siwon mengigit bibirnya kuat, menahan diri untuk tidak berteriak lebih kencang. Bagaimanapun dia harus bisa mengendalikan ekspresinya,meskipun hasrat dan gairah telah seratus persen menguasai diri.
Sluurrpppp
Slluurrpp
Dibawah sana, tepatnya diarea selangkangan pemuda yang banyak dipuja wanita,Choi Kyuhyun sedang memanjakan otot kejantanan Siwon. Melingkupi organ kejantanan itu dengan kuluman dan hisapan lembut. Menyentuh tiap permukaannya dengan lidah lembut sang gadis. Dan Siwon hanya bisa berbaring terlentang, pasrah dan takluk dalam kenikmatan yang telah dikecapnya sejak sepuluh menit yang lalu. Ini adalah pengalaman pertama diperlakukan Kyuhyun seperti itu, dan sungguh dia merasa tidak berdaya menolak semua kenikmatan yang diterimanya. Dia tidak percaya bagaimana Kyuhyun bisa melakukannya, menggodanya, menyentuhnya dan menjatuhkannya dalam dunia yang bagai dilingkupi kapas putih.
Ketika sebuah dorongan dalam tubuh siap meledakan semuanya, Siwon menarik Kyuhyun dengan tergesa dalam ciuman lembut. Dia tidak ingin mencapai puncak secepat itu, dia masih menginginkan hal yang lebih, dia ingin semuanya tumpah dalam tempat yang seharusnya, dibagian lain tubuh gadis yang kini menindihnya.
Keduanya kembali terlarut dalam ciuman basah dan lembut, terpejam, sesekali menyisipkan bisikan cinta dan senyuman bahagia dalam sesi ciuman yang bagai tiada ahir.
"Akkhhhh..."
Keduanya memekik tertahan secara bersamaan, saat lubang senggama Kyuhyun dipenuhi dengan kejantanan sempurna milik Siwon. Mereka terdiam sesaat, saling berpandangan.
Kyuhyun tersenyum lembut, mengalungkan tangannya dileher Siwon, lalu bergerak perlahan menaik turunkan pinggulnya. Menikmati hujaman yang menembus bagian sensitif tubuhnya, mengatur irama dan kecepatan, perlahan diawal,seolah menikmati tiap sisi yang saling bergesekan, merasakan diri Siwon yang kian memebsar dan mengeras dalam tubuhnya.
Namun ketika Siwon terlibat untuk ikut menyeleraskan gerakan, semuanya menjadi semakin cepat, gesekan yang membuat keduanya merintih, hujaman yang kian brutal menghasilkan teriakan dan desahan. Saling memburu, berpacu dengan gairah yang siap meledak kapan saja.
"Aaanngghhhh Siwon, akhhhh..oppa...eeummhhh...aaaukkkhh"
Kyuhyun yang pertama kali mencapai puncaknya, membuat gadis itu lunglai tidak berdaya dan jatuh dalam kungkungan tubuh kokoh Siwon yang kini menindihnya. Membiarkan pemuda pujaannya bekerja dengan stamina yang seolah tiada habisnya. Masih menghujam dengan kecepatan penuh, menghantarkan getaran dan lonjakan-lonjakan. Bahkan pemuda itu tidak mempedulikan Kyuhyun yang tampak lemah pasca orgasmenya karena dia yakin Kyuhyun masih sangat menikmati persetubuhan mereka, terbukti dengan remasan kuat yang masih dirasakan Siwon, membuat dirinya terus meneriakan nama Kyuhyun dalam setiap desahan dan helaan napasnya.
Semuanya seolah tidak dapat tertampung ketika Siwon sampai pada orgasmenya, pemuda itu sudah tidak mampu menahan ledakan yang sejak tadi ditahannya dan menumpahkanya pada saat yang tepat. Rasa hangat dan penuh kini dirasakan Kyuhyun bersamaan dengan ambruknya tubuh Siwon diatas tubuhnya.
"Siwon... kau yakin tidak akan menyesalinya?" Kyuhyun membelai rahang Siwon dengan ujung jarinya. Kini keduanya berbaring saling berpelukan, dengan Kyuhyun yang bersandar didada Siwon. Sesi bercinta yang memakan waktu berjam-jam sebenarnya membuat mereka mengantuk, namun mereka tidak segera tertidur melainkan menikmati kebersamaan selepas bercinta dengan obrolan hangat.
"Hmmm? Apa maksudmu?" Siwon makin mengeratkan rengkuhan tangannya ditubuh Kyuhyun, keduanya masih telanjang dan hanya tertutup bed sheet putih.
"Masih ada kesempatan jika kau ingin kembali..." Jawab Kyuhyun parau. Ini kesempatan terakhirnya, memastikan keseriusan Siwon-juga keseriusannya.
"Kau ingin ronde ke lima sebagai hukuman atas pertanyaanmu,hmm?" Siwon tersenyum jahil, dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Kyuhyun menenggelamkan kepalanya dipangkal lengan Siwon, menghirup sisa cologne yang bercampur peluh. Sungguh aroma yang memabukan.
"Tidurlah sayang, besok kita perlu menyelesaikan banyak hal."Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun kemudian menarik kepala gadis itu agar bersandar didadanya.
"Dan mengunjungi makam leluhur..." Sambung Kyuhyun, kemudian melingkarkan lengannya keperut Siwon menyamankan diri sampai akhirnya tunduk pada rasa kantuknya.
W
O
N
K
Y
U
Didepan sebuah tembok marmer setinggi lima meter, Choi Siwon dan Choi Kyuhyun bersujud tiga kali. Tembok marmer bertuliskan seluruh keluarga Choi, leluhur mereka. Masih ada ruang kosong disana, menantikan nama baru untuk dipahat diatasnya. Tembok marmer yang berada di puncak bukit pemakaman keluarga Choi, simbol prasasti keturunan bangsawan Choi.
Siwon dan Kyuhyun berdiri dangan kepala menunduk setelah menyelesaikan penghormatan untuk para leluhur. Keduanya terdiam beberapa saat, hanya suara angin dan gemirisik daun pohon kkot yang menjadi sumber bunyi-bunyian di pemakaman itu.
"Kami datang..." Siwon membuka suara. "Sebagai keturunan keluarga Choi yang masih hidup saat ini, kami datang kehadapan kalian."
Siwon mengangkat pandangannya, menatap detail pahatan marmer yang ada didepannya, mulai membaca satu persatu nama-nama yang terpahat disana sampai pada pahatan nama CHOI YUNHO. Siwon tersenyum getir, dibawah nama CHOI YUNHO tentu nama dirinya dan Kyuhyun yang akan mengisi ruang kosong dibawahnya. Tapi dia ragu apa setelah ini, namanya dan nama Kyuhyun akan terpahat disana sebagai pengakuan terhadap bagian dari keluarga Choi. Hanya nama-nama dengan marga Choi yang terukir disana, tidak mengikutkan nama dengan marga lain termasuk istri atau suami dari keluarga Choi.
"Kami tahu, kalian diatas sana merasa malu atas perbuatan kami dan mungkin akan memaksa kami untuk menanggalkan nama Choi." Siwon berhenti sesaat. "Kami salah, kami menyadarinya dan kami disini bukan untuk meminta pengampunan dari kalian. Dosa yang kami perbuat mungkin tidak akan terhapus meski kami berlutut dihadapan kalian selama seribu tahun. Jika kalian bertanya apakah kami menyesal? Kami menjawab tidak. Kalian boleh murka kepada kami dan kami menerimanya."
Siwon merasakan sebuah tangan menggenggam tangan kirinya, Siwon menoleh sekilas dan tersenyum lembut kearah Kyuhyun.
"Choi Siwon dan Choi Kyuhyun sebagai penerus keluarga Choi yang masih hidup saat ini telah melakukan perbuatan dosa besar. Perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh keturunan bangsawan Choi yang selalu menjaga kehormatan selama berabad lamanya. Oleh karena itu, kami merasa tidak pantas untuk menyandang nama itu dipundak kami, kami tidak pantas menerima kehormatan yang selalu disandang keluarga Choi, kami tidak pantas menikmati semua kekayaan yang dimiliki keluarga Choi. Dan mulai haru ini kami akan meninggalkan semuanya."
Siwon merasakan genggaman Kyuhyun menguat ditangannya, Siwon membalas dengan sama kuatnya. Memberi kepastian kepada gadis itu bahwa keputusan mereka sudah bulat dan tidak akan berubah.
"Kami sudah memutuskan untuk meninggalkan apa yang telah kalian bangun dan wariskan kepada kami. Kami tidak pantas untuk mewarisi semuanya. Sekali lagi, kami tidak mengharapkan pengampunan dari kalian karena kami tahu kalian tidak akan mungkin mengampuni kami. Kami berdiri disini untuk pamit, kami akan pergi dan kami tidak tahu apakah kami akan datang kembali kesini atau tidak. Nama Choi yang masih kami sandang tidak lebih dari sebutan sebuah nama, sebagai pelengkap keperluan administrasi saja. Semua yang melekat pada nama Choi yang kami sandang sebelumnya telah kami lepas. Kami pamit... selamat tinggal"
Siwon mengahiri kalimatnya dengan mata yang terpejam, tangannya makin kuat menggenaggam tangan gadis yang berdiri tepat dibelakangnya. Siwon membungkuk dalam kemudian membalikan badannya dan berjalan menuruni bukit dengan Kyuhyun yang mengikutinya, mereka tidak menoleh kebelakang, terus berjalan menuruni tangga hingga sampai ke tempat dimana dua gundukan tanah yang sangat familiar bagi keduanya.
Brugh...
Kyuhyun berlutut dihadapan dua gundukan tanah itu, kepalanya tertunduk, dan butiran bening mengalir deras, jatuh bebas membasahi rumput dan menyatu dengan salju beku diujung rerumputan.
Gadis itu terisak hebat, bahunya terguncang, telapak tangan menangkup mulut menahan agar raungan keras tidak tersuarakan keluar.
Siwon berdiri dibelakang, menyaksikan gadisnya berlutut dengan tangis yang kian menjadi, Untuk saat ini Siwon membiarkan Kyuhyun menumpahakan air mata didepan makam orang tua mereka. Kondisi pemuda itupun tak jauh beda, menangis dalam diam, meredam tiap isakan.
"Ma..Hiks..af, maaf...hiks..kami. Maafkan kami..." Kyuhyun membuka suara ditengah isakannya. "Kumohon...maafkan kami...Appa..hiks..eomma..."
Kyuhyun seolah kehilangan tulang dalam tubuhnya, lututnya sudah tidak mampu menahan beban tubuhnya, tubuhnya gemetar dan seketika hampir tersungkur, sebelum sepasang lengan kokoh merengkuhnya, menceegah gadis itu ambruk ditanah.
Kyuhyun meraung hebat dalam dekapan Siwon, tidak mempedulikan jika mereka saat ini berada ditengah pemakaman luas.
"Aku...aku..mencintainya. Aku mencintai Siwon...kakak kembarku, aku mencintainya...dan aku hampir gila karena perasaan yang besar ini kepadanya." Kyuhyun berteriak entah pada siapa, dia berharap gundukan tanah yang ada didepannya memiliki telingan sehingga apa yang dia katakan dapat langsung terdengar oleh orang tuanya yang terbaring dalam dinginnya tanah.
"Aku tidak bisa dan tidak mau untuk menghapus perasaan ini, kuharap kalian mengerti. Tidak, kalian tidak akan mengerti, karena aku juga tidak mengerti kenapa aku begitu mencintai dia, aku mencintainya...sungguh. Dan aku memilih untuk bersikap egois, aku akan tetap menjaga cinta ini dan memiliki dia dalam hidupku, cukup dia saja."
Siwon merangkul Kyuhyun lebih erat, menciumi puncak kepala gadis itu yang tertutup beanie putih, membasahinya dengan air mata.
"Cinta kami...cinta penuh dosa, tapi kami tidak mau melepaskannya...Maaf..."
Mereka memberi penghormatan didepan makam orang tuanya, menuangkan soju dan meletakan dua ikat lili putih diatas nisan keduanya.
"Kami pamit...Appa..Eomma..kami menyayangi kalian."
Kedua pewaris Choi, atau bisa dikatakan mantan pewaris Choi berjalan begandengan meninggalkan area pemakaman. Mungkin ini terahir kalinya mereka datang kepemakaman ini, entah kapan mereka bisa datang kembali, mereka tidak tahu.
Tangan keduanya tetap bertaut erat, seolah mereka akan terpisahkan jika mereka mencoba untuk melepaskannya. Kyuhyun, gadis itu sebenarnya sudah tidak sanggup untuk berjalan. Lututnya gemetar dan tubuhnya seakan tanpa nyawa, melayang tak tentu arah. Jika Siwon tidak menopangnya dengan rangkulan, gadis itu akan jatuh puluhan kali.
Seperti biasa, mereka akan berpamitan kepada pasangan paruh baya yang menjadi pengurus pemakan itu, pasangan yang tinggal di rumah kecil didekat gerbang pemakaman, pasangan yang telah mereka kenal sejak mereka kecil, pasangan yang selalu menawarkan teh hangat dan kue kering dari tepung gandum yang sederhana. Tapi ketika melihat senyum tulus yang selalu mereka berikan, semua kesederhanaan itu berganti jamuan hangat yang terasa mewah.
Seperti saat ini, Siwon dan Kyuhyun menyempatkan diri untuk menikmati teh hangat dan kue yang baru diangkat dari pemanggang. Tidak banyak yang mereka bicarakan, hanya seputar musim dingin yang akan berahir dalam waktu dekat, digantikan musim semi yang selalu mereka tunggu, dan pemakaman itu akan lebih indah saat musim semi dengan rerumputan hijau dan pohon kkot yang berbunga.
Saat Siwon dan Kyuhyun berpamitan, mereka berempat berangkulan dan Nyonya Nam wanita paruh baya dengan tangan hangat merangkul Kyuhyun lama, menitikkan air mata, berpesan agar mereka selalu bahagia. Pasangan itu tidak tahu apa yang terjadi, tapi melihat sikembar Choi datang dengan dua koper besar tanpa mobil mewah yang selalu mereka tumpangi, mereka setidaknya dapat menerka hal buruk sedang terjadi.
Air mata Kyuhyun seolah tak terbatas, dia kembali menangis dalam rangkulan wanita sederhana yang kini membelai punggungnya. Merasakan kehangatan dari dekapan wanita paruh baya yang bukan siapa-siapa baginya, tapi Kyuhyun merasa nyaman berada dalam pelukan wanita itu.
Siwon meninggalkan sejumlah cek yang bisa dicairkan kapanpun kepada Tuan Hong sang pengurus makam. Berpesan agar tetap menjaga dan mengurus makam keluarga Choi, meninggalkan uang perawatan makam yang jumlahnya akan membuat orang pingsan karena angka nol yang tertera.
Siwon dan Kyuhyun berjalan dengan menyeret dua koper bersama mereka yang sebelumnya dititipkan kepada pasangan pengurus makam, sampai di halte bus yang berjarak tiga ratus meter dari pemakaman dengan udara yang menusuk tulang. Mereka duduk dihalte dengan saling bergenggaman tangan, sarung tangan telah mereka lepas, dan memilih saling bergenggaman untuk menghalau hawa dingin.
Kyuhyun tersenyum, meski jejak air mata belum sepenuhnya kering. Menyandarkan kepala dipundak Siwon.
"Aku merasa kita sedang melakukan adegan dalam drama." Ujar Kyuhyun
"Hmmm"
"Duduk di halte ditengah udara dingin, saling bergenggaman tangan, bukankah itu tampak indah?"
Siwon memiringkan kepalanya, membuat kepalanya dan kepala Kyuhyun saling berhimpitan. "Ini pertama kalinya kita duduk di halte. Hmmm bagaimana kalau kita berciuman? Bukankah itu lebih indah dari drama?"
"Yak.." Kyuhyun memukul pelan paha Siwon, pipi pucatnya tampak bersemu.
Kedunya larut dalam tautan bibir yang lembut, merasakan kehangatan yang seolah membius keduanya. Melupakan kepiluan yang beberapa waktu lalu melingkupi hati, menggantikannya dengan getaran indah yang membuat jantung keduanya berdegup cepat. Siwon mengulum bibir bawah Kyuhyun, menyesapnya ringan dan lembut namun tetap membuat sang gadis mengerang.
"Aku mencintaimu sayang..." Siwon berbisik tepat dibibir Kyuhyun, membuat gadis itu merona semakin hebat.
Ckiiitttt...
Srrraakkk...
Kedatangan bus tepat dihadapan mereka, menghentikan keduanya. Bus yang hanya berisi beberapa orang saja didalamnya. Siwon dan Kyuhyun memilih duduk di deretan belakang, duduk berdampingan dengan tangan yang masih bertaut.
"Kita pergi sayang...,kau siap?" Tanya Siwon, matanya memancarkan tatapan teduh yang hanya diberikan pada gadis yang ada disampingnya.
Kyuhyun mengangguk mantap yang dihadiahi Siwon dengan kecupan di kening gadis itu.
Hanya lima menit saja bus itu berhenti di halte, menepati jadwal yang telah diatur. Setelahnya bus itu akan membawa penumpangnya ketempat tujuan dan berahir di bandara internasional Incheon.
Anak kembar dari keluarga Choi, memulai semuanya...
Membuka lembaran baru sebagai pribadi yang baru, semua terasa berat namun ringan disaat yang bersamaan. Mereka siap menghadapinya dan mereka harus bisa. Pilihan menjadi egois tidak boleh mereka sesali. Banyak yang tersakiti, banyak yang kehilangan, tapi bukankah banyak juga yang merasa diuntungkan? Itulah kehidupan. Terkadang menjadi egois menjadi satu-satunya pilihan untuk bisa bahagia. Mengabaikan yang lain, dan memilih diri sendiri.
' HANYANG MED AKAN SEGERA MERILIS PERNYATAAN RESMI MENYUSUL BERITA PENGUNDURAN DIRI PENERUS HANYANG SEKALIGUS PEWARIS KELUARGA CHOI'
Sebuah News Stikker disebuah billboard raksasa milik perusahaan pemberitaan Korea menyita perhatian Siwon dan Kyuhyun. Kyuhyun menyurukan kepalanya diperpotongan leher Siwon yang dibalas Siwon dengan pelukan.
"SSshh... Semuanya akan baik-baik saja baby" Bisik pemuda itu.
Kyuhyun mengeratkan rangkulan tangannya dileher Siwon dan mengangguk samar.
To Be Cont...
Annyeong...
Maaf, makin kesini saya benar-benar kehilangan banyak waktu untuk bisa tetap melanjutkan Fanfict ini. Dan ketika berhadapan langsung dengan PC, terkadang malah blank..kkkkkk
Untuk Chap ini, sebenanya panjang sekali...karena tadinya saya mau membuatnya sampai part ahir. Tapiii...takut yang baca jenuh...jadi dipotong aja yah, mudah-mudahan chap selanjutnya masih ada yang menunggu buat baca, soalnya chap depan itu END kkkkkk. Ada yang mau bertanya apa yang terjadi dengan sikembar? Tunggu chap depan, okeh? Tapi jika baca chap ini pasti ketebak dong, iisshhh g jadi bkin pensaran..aarggghh saya memang buruk bikin alur cerita.
Okeh...terimakasih banyak buat yang masih menunggu fanfict amatiran ini, terimakasih untuk semua respon,semua follow, fav dan masukan berharga...semuanya membuat saya terharu serius! Dan, saya kembali menegaskan fanfict ini mengandung nilai-nilai tabu yang mungkin akan mengganngu sebagian orang, saya mohon maaf. Semoga tidak meninggalkan efek negatif bagi siapapun.
Silahkan dinikmati dan diberi respon jika berkenan...
HUG&KISS
Sebarkan Cinta Wonkyu Sehagad Raya.
EVERADIT
