Baekhyun dan Chanyeol berjalan santai menuju Taman, mereka akan menghabiskan waktu bersama seharian ini. Tangan Chanyeol menggandeng Baekhyun selama perjalanan, membuat Baekhyun bersemu dan sangat sulit bernafas.

Baekhyun mendongak untuk melihat Chanyeol, tapi saat lelaki tampan itu balas melihatnya Baekhyun kembali menunduk. Ia tak punya nyali bertatapan dengan Chanyeol saat ini.

Tangan Chanyeol sangat hangat dan Baekhyun merasa nyaman dengan cara mengeratkan tautan mereka. Baekhyun pun menggigit bibir beberapa kali karena rasa gugupnya.

Hingga sampailah mereka di taman yang lumayan ramai itu. Banyak orang yang datang untuk sekedar ber-refreshing dan bermain.

Empat orang bocah tiba tiba berlari menghampiri Chanyeol dan Baekhyun.

"Chanyeol-hyung..."

"Chanyeol-oppa..."

Panggil keempat bocah itu lalu menghambur kepelukan Chanyeol. Chanyeol memeluk anak anak manis itu dengan tawa. Baekhyun memperhatikan mereka sambil tersenyum.

"Chanyeol-hyung, itu siapa?" tanya anak laki-laki bermata sipit setelah menyadari kehadiran orang lain bersama Chanyeol.

"Dia istriku, namanya Baekhyun..." jawab Chanyeol sembari mengusap punggung Baekhyun dan membuat lelaki cantik itu tersipu.

"Halo, namaku Park Baekhyun..." Baekhyun memperkenalkan dirinya saat anak anak di taman itu masih menatapnya asing.

Chanyeol tersenyum mendengar kalimat yang Baekhyun ungkapkan pada anak anak itu, Baekhyun mau mengakuinya sebagai suaminya dan memakai marganya.

"Baekhyun-eonni sangat cantik!" teriak salah satu anak gadis disitu dengan girang.

Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia bingung ketika anak gadis itu mengiranya seorang wanita.

"A-aku laki laki, kau harus memanggilku Baekhyun-oppa sayang..." pinta Baekhyun sambil membelai rambut panjang anak itu.

Chanyeol tertawa kecil, sangat lucu saat melihat Baekhyun kebingungan seperti itu.

"Jadi hyung-cantik ini laki laki?" sahut seorang anak laki laki tampan bertopi dan terlihat stylelish.

"Iya..." jawab Baekhyun.

"Istriku sangat cantik bukan?" tanya Chanyeol kepada anak anak disitu, mereka semua tersenyum sumringah dan mengangguk.

"Iya, sangat cantik" jawab mereka kompak.

Baekhyun tersenyum tersipu sambil menatap Chanyeol yang harus bertanggung jawab dengan perasaan malunya saat ini.

"Namaku Park Jisung..." ungkap anak laki laki bermata sipit.

"Aku Lee Jeno" itu anak yang bertopi.

"Aku Kim Yeri!"

"Dan Aku Hwang Yiyang"

Mereka memperkenalkan diri mereka kepada Baekhyun dengan antusias. Senyum manis pun selalu mereka kembangkan dan membuat Baekhyun turut bahagia melihat mereka. Mereka sangat lucu-fikir Baekhyun.

"Chanyeol-oppa, Baekhyun-oppa, ayo kita main!" ajak Yeri dengan semangat.

Mereka pun bermain bersama, Chanyeol menemani anak laki laki bermain gelembung sabun sambil kejar kejaran. Sementara Baekhyun bersama anak anak gadis lebih memilih duduk di rerumputan sambil merangkai bunga yang sudah di petik oleh Yeri dan Yiyang.

Baekhyun merangkai bunga, tapi pandangannya tertuju pada sosok jangkung yang sedang bermain bersama anak anak tak jauh di depannya. Baekhyun tersenyum lembut, berfikir bahwa Chanyeol benar benar lelaki yang menarik. Dari cara dia tertawa, tersenyum ataupun menatap Baekhyun, Baekhyun sangat menyukainya.

"Oppa!" panggil Yiyang si gadis cantik berwajah oriental.

Baekhyun tersigap, ia mengalihkan pandangannya pada si gadis sambil tersenyum ramah.

"Iya sayang, ada apa?" tanya Baekhyun.

"Baekhyun-oppa, apa Chanyeol-oppa juga orang yang baik saat di rumah?" tanya Yiyang, Baekhyun tersenyum menahan tawa. Anak kecil selalu bertanya hal yang terlihat jelas.

"Tentu saja, dia orang yang sangat baik"

"Apa Baekhyun-oppa mencintai Chanyeol-oppa?" tanya Yiyang lagi dengan polosnya.

Baekhyun tersenyum dengan rona merah di kedua pipinya, bagaimana ia mengatakan perasaanya kepada anak kecil. Bagaimana jika Yiyang mengadukannya dan membuat Baekhyun malu di depan Chanyeol.

"Em...itu...kita kan sudah menikah sayang..." jawab Baekhyu tak mau terang terangan.

"Jadi kalau sudah menikah itu saling mencintai ya?"

Baekhyun tersenyum miring, Yiyang masih saja menguak rasa penasarannya. Baekhyun jadi bingung harus menjawab apa.

"Tentu saja Yiyang! Kalau tidak saling cinta kenapa menikah" itu Yeri, yang tiba tiba menjawab rasa penasaran temannya dengan sedikit kesal.

Baekhyun bernafas lega, setidaknya bukan dia yang mengatakan dengan terang terangan.

Saat Baekhyun dan kedua anak gadis itu kembali sibuk bemain merangkai bunga, Park jisung, anak laki laki bermata sipit itu berlari menghampiri Baekhyun lalu memberinya sebuah bunga matahari.

"Kau sangat cantik seperti bunga Matahari, aku mencintaimu Park Baekhyun" ujar Jisung dengan senyum polos. Baekhyun terkejut bukan main, kenapa anak ini tiba tiba bicara ngawur.

Baekhyun menatap Chanyeol penuh tanya, tapi Chanyeol malah terlihat menahan tawa bersama Jeno. Sepertinya ada yang menyuruh Jisung mengatakannya-fikir Baekhyun.

"Jisung, siapa yang menyuruhmu?" tanya Baekhyun pelan pelan, mencoba untuk tidak memperlihatkan keterkejutannya.

"Aku hanya menyampaikan pesan dari Chanyeol-hyung untuk Baekhyun-hyung saja, dan bunga ini juga dari Chanyeol-hyung" jawabnya sambil tersenyum iseng membuat mata sipitnya tinggal segaris.

Baekhyun sangat tersentuh, ia menatap bunga Matahari itu lalu menatap Chanyeol dengan senyum tersipunya. Jadi Chanyeol melihat Baekhyun secantik ini?-tanya Baekhyun dalam hati.

Chanyeol terlihat melambai pelan pada Baekhyun, senyumannya pun tak kalah bersemu dari Baekhyun.

"Terimakasih sayang..." ujar Baekhyun pada Jisung sambil membelai pelan rambut hitamnya. Jisung mengangguk lalu berlari untuk pergi bermain dengan Chanyeol dan Jeno lagi.

Baekhyun masih menatap Chanyeol penuh kasih sayang walaupun lelaki tampan itu kini kembali asyik bermain gelembung sabun.

Baekhyun semakin mencintai lelaki itu dari hari ke hari.

"Ketika aku dewasa nanti, aku juga mau punya suami seperti Chanyeol-oppa" ungkap Yeri dengan mata yang berbinar. Baekhyun terkikik geli sambil mengamati bunga Matahari yang ia genggam.

Lihat, akibat ulah Chanyeol yang romantis ini, anak anak gadis jadi iri.

"Aku juga! Aku mau menikah dengan Chanyeol-oppa saat aku dewasa nanti!" terang Yiyang yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Baekhyun dan Yeri.

"Yiyang, kau tidak boleh menikah dengan Chanyeol-oppa..." larang Yeri sambil berkacak pinggang, sementara si gadis cantik itu malah memasang wajah polos tak mengerti.

"Kenapa? Aku juga mau dapat bunga seperti Baekhyun-oppa" balas Yiyang masih bersikukuh.

Baekhyun tak bisa menahan tawa, gadis cantik ini benar benar polos dan lucu.

"Chanyeol-oppa kan sudah menikah dengan Baekhyun-oppa! Kau tidak boleh mengganggu mereka" Yeri terlihat kesal pada teman polosnya itu.

"Lalu aku menikah dengan siapa agar aku dapat bunga?"

"Mana ku tau?"

Baekhyun tersenyum lembut lalu menggenggam tangan mungil kedua gadis centik itu.

"Suatu hari nanti kalau kalian sudah dewasa, pasti ada seseorang yang sangat mencintai kalian, dan kalian akan mendapat hal yang lebih istimewa dari bunga" ujar Baekhyun seakan memberi harapan baru untuk Yiyang.

"Hal istimewa apa itu oppa?" tanya Yiyang antusias.

"Kasih sayang..." jawab Baekhyun.

0o0

Baekhyun duduk di kursi taman, anak anak periang itu sudah pulang satu jam yang lalu karena hari mulai sore. Baekhyun dan Chanyeol masih berniat untuk tinggal lebih lama, mungkin setelah Chanyeol kembali membawa Es krim.

Anginnya semakin kencang tapi menyejukan, Baekhyun dengan senyum yang mengembang masih setia menunggu Chanyeol datang bersama Es krim Strawberry-nya. Sambil sesekali ia berfikir untuk berbicara banyak pada lelaki tampan itu, walaupun akhirnya ia hanya akan diam karena rasa gugup yang tiba tiba melanda jika berdekatan dengan Chanyeol.

"Baekhyun!" sapa seseorang, tapi dia bukan Chanyeol yang Baekhyun tunggu.

Baekhyun mengamati lelaki tinggi itu, dan matanya membelak ketika ia berhasil mengenalinya.

"Kris!" Baekhyun terkejut ternyata Kris juga ada di Taman ini, lagipula ini kan memang tempat umum.

Kris tersenyum ramah, namun Baekhyun tau itu tidaklah tulus dan lebih terlihat menyimpan luka, kerena sekarang Baekhyun sudah bisa membedakan mana yang tulus mencintainya dan mana yang hanya memanfaatkannya.

"Kau sendirian?" tanya Kris sambil duduk di sampingnya tanpa permisi. Baekhyun sedikit menggeser tempat duduknya karena ia masih memikirkan perasaan Chanyeol.

"Tidak, aku bersama suamiku" jawab Baekhyun pelan namun tegas.

"Oh begitu? Kau bilang kau tidak mencintainya?" tanya Kris setelah ia mengingat pesan terakhir Baekhyun padanya yang dulu ia abaikan.

"Itu dulu, tapi sekarang beda" jujur Baekhyun, rasanya Baekhyun sangat bangga karena ia bisa memiliki cinta seperti Park Chanyeol.

Kris mengangguk pelan, tatapannya sendu sambil menerawang ke langit.

"Maaf aku tidak datang ke pernikahanmu kemarin"

"Tidak apa apa..." Baekhyun sedikit tersenyum dengan paksa, ia hanya ingin menunjukan bahwa itu bukanlah masalah dan mereka masih bisa berteman.

"Baekhyun, aku tau ini lucu, tapi apa kau masih punya rasa padaku?" Kris menatap manik hazel Baekhyun dengan intens, namun Baekhyun hanya menampilkan kesan biasa saja, getaran di hatinya yang ia miliki dulu untuk Kris sudah tidak bisa ia rasakan lagi.

"Maaf, tapi rasa itu sudah lama hilang Kris..."

"Apa itu karena kau mencintai suamimu sekarang?"

"Iya, aku sangat mencintainya, dia lelaki yang baik"

"Padahal aku masih berharap padamu Baek, maafkan keslahanku yang dulu karena menyia-nyiakanmu"

Baekhyun heran dengan Kris, dulu saat ia membutuhkannya, Kris malah menghilang dan tidak peduli. Tapi saat Baekhyun ingin bahagia dengan cinta barunya, Kris malah datang bersama rasa bersalahnya. Sebenarnya apa maunya?

"Aku memaafkanmu, tapi jangan berharap lagi padaku Kris... aku tidak akan mengkhianati Chanyeol"

"Aku faham, aku yang salah. Kau tau Baek aku mendapat karma, Lalisa meninggalkanku untuk laki laki lain" Ungkap Kris dengan sedih.

"Aku turut bersedih, semoga kau bisa menghargai orang lain kedepannya"

Kris mengangguk lemah, sekarang Kris pasti terlihat rapuh di depan Baekhyun. Namun Baekhyun tidak akan memberikan perhatian yang lebih lagi seperti dulu, karena ia sekarang hanya milik Park Chanyeol seorang.

"Semoga kau bahagia Baek..."

"Kau juga"

"Aku akan pulang, terimakasih karena sudah memaafkanku" ujar Kris sebelum ia kembali melangkah pergi. Baekhyun meng-iyakan dengan senyum tulus dan anggukan kecil.

Tak lama setelah itu, Chanyeol datang bersama Es krim Strawberry dan Pisang. Ia tersenyum sambil melangkah dengan hati hati.

"Maaf menunggu lama"

Chanyeol menyerahkan Es krim Strawberry pada Baekhyun dan langsung di terima dengan senang hati. Lalu lelaki tinggi itu duduk di samping Baekhyun dengan jarak yang membatasi.

Baekhyun menatap jarak di antara mereka, sedikit sedih karena Chanyeol tidak mendekat padanya.

"Apa itu tadi Kris?" tanya Chanyeol tanpa basa basi, Baekhyun berhenti menjilat Es krimnya dan menatap Chanyeol penuh tanya. Bagaimana ia bisa mengenal mantan kekasihnya itu?

"Iya..."

Chanyeol hanya mengangguk sambil tersenyum, ia tidak mau banyak bertanya dan membuat istrinya itu tidak nayaman. Baekhyun merasa tidak enak ketika melihat sorot mata Chanyeol yang sendu. Apa Chanyeol cemburu melihat Kris menemui Baekhyun tadi?

Baekhyun sangat ingin bertanya tentang apa yang Chanyeol fikirkan, tapi lelaki mungil itu memilih diam kerena tidak mendapat kalimat yang sesuai. Mungkin Chanyeol akan kembali seperti semula dan melupakan pertemuan Kris dan Baekhyun nanti...

To Be Continued

don't forget to Revew

please lah jangan jadi pembaca yang bisu...

Terimakasih buat @cybee @pcydiehard @AdekLee99 karena udah revew chuuu~