Terima Kasih telah menyimak dan mereview. ^_^

Salam Hormat

Ishikawa Ayica.


Kisahku

By Ishikawa Ayica

This story is mine

Naruto selalu dan selamanya milik Masashi Kishimoto

Genre : Drama/Romance

Warning : AU, OOC, Gaje, abal, dsb

Don't Like Don't read


13 Tahun kemudian.

.

.

"Cih, ayah orang yang jahat. Jadi ayah menyerah pada Sakura ba-chan dan menikahi ibu?" tanya seorang bocah kesal pada ayahnya yang menceritakan sebuah kisah masa lalunya. Saat tak sengaja sang bocah menemukan sebuah foto kenangan sang ayah bersama seorang gadis yang bukan merupakan wajah ibunya. Sang bocah berumur 6 tahun tersebut mau tak mau memaksa ayahnya kembali berkisah tentang kejadian 13 tahun lalu.

"Bukan begitu konohamaru, ayah menyerah padanya karena ayah tau, sahabat ayah lebih menyayangi Sakura di banding kami. Dan juga rasa suka ayah terhadap Sakura ternyata bukanlah cinta, dan ayah malah jatuh cinta pada ibumu." Jawab sang kepala keluarga, Uzumaki Naruto.

"Itu benar sayang, Sasuke lebih mencintai Sakura, di banding ayahmu." Kata Hinata tersenyum pada buah hatinya.

"Lalu bagaimana dengan Neji ji-san dan Gaara Ji-san?" tanya Konohamaru bersemangat.

"Mereka juga menyerah. Gaara menyerah karena Gaara harus meninggalkan Sakura dan melanjutkan bisnis keluarganya di Suna gakure. Meskipun Gaara terpaksa melakukan itu. Neji adalah orang yang paling sulit untuk melepaskan Sakura, lebih tepatnya Neji tak pernah mau melepaskan Sakura, namun Neji tersadar dengan kasih sayang Sasuke untuk Sakura, Neji merasa kalah, dan merasa Sasuke adalah orang yang dapat membahagiakan Sakura." Jelas Naruto pada anaknya tersebut.

"Jadi Sasuke Ji-san masih menunggu Sakura ba-san sampai saat ini?" Tanya Konohamaru lagi.

"Bahkan Sasuke tak pernah meninggalkan Sakura lebih dari 2 jam. Pekerjaan kantornya selalu di kerjakannya di rumah Sakit. Sasuke itu, sungguh keras kepala." Kata Naruto lagi memijit kepalanya mengingat kelakuan Sasuke yang tak pernah mau mendengarkan nasehatnya.

"Ibu, aku boleh menjenguk Sakura ba-san? Aku ingin memberi semangat pada Sakura ba-san agar dia bisa cepat bangun." Kata Konohamaru tersenyum pada ibunya.

"Tentu saja sayang, ayo segera bersiap." Kata Hinata menurunkan Konohamaru dari pangkuannya.

"Uhm." Angguk Konohamaru bersemangat.

.

.

.

.

Naruto dan Hinata beriringan menuju kamar inap Sakura. Dan di sana Sasuke sedang berkutat dengan lembaran-lembaran kertas penting dengan tampang yang mengerikan.

"Yo, Teme. Semakin hari kau semakin hancur saja." Kata Naruto tersenyum menyengir lebar pada Sasuke yang menatapnya kesal. Yah, wajar saja jika Naruto berkata seperti itu, lihatlah penampilan Sasuke yang acak-acakan, dan lingkaran hitam di kantung matanya, meskipun tetap saja tak mengurangi ketampanan pria berumur 29 tahun tersebut.

"Urusai! Dobe!" balas Sasuke pada naruto. Kemudian Sasuke membereskan pekerjaannya dan mempersilahkan Naruto dan Hinata duduk di sofa tersebut. Sementara Konohamaru pergi menuju Sakura. Konohamaru duduk di kursi di dekat Sakura dan memegang rambut halus Sakura.

"Hoi, dobe, apa yang anakmu lakukan?" tanya Sasuke pada Naruto memandang Konohamaru tak suka.

"Yare-yare~ Kau bahkan mencemburui anakku, dia hanya ingin bertemu sahabat yang ku sayangi, apa salahnya." Kata Naruto mengejek Sasuke.

"Kaa-san, rambut Sakura ba-san cantik yah. Halus seperti rambut Kaa-san" kata Konohamaru menengok ke arah Hinata yang tersenyum pilu.

"Ba-san, ayo bangun, ba-san, tidur terlalu lama itu melelahkan, di sini ada banyak orang yang merindukanmu, oh ya, perkenalkan, aku putra dari sahabatmu, Uzumaki Naruto dan Hyuuga Hinata, namaku Uzumaki Konohamaru, salam kenal Sakura ba-san." Kata Konohamaru tersenyum lembut pada sosok Sakura yang terbaring itu. Tak ada respon yang berarti, hanya suara dari alat pendeteksi detak jantung yang berbunyi bersama detakan detik jarum jam yang semakin berlalu. Hinata kemudian memeluk Konohamaru, mengajak Konohamaru pulang ke rumah ayah dan ibu Hinata, memang Hinata sudah ada janji dengan kedua orang tuanya sebelum datang membesuk Sakura, kemudian Hinata pamit bersama Konohamaru, meninggalkan Naruto dan Sasuke di dalam ruangan ini.

"Kau masih menunggunya?" tanya Naruto pada Sasuke yang kini duduk di tempat Konohamaru tadi, dan menggenggam tangan Sakura.

"Selalu." Balas Sasuke manatap sendu pada Sakura, tak sadar air mata jatuh membasahi kedua pipi Sasuke.

"Sampai kapan?" tanya Naruto menunduk sedih. Naruto tau tak seharusnya ia bertanya seperti itu kepada sahabatnya, ia mengerti rasa cinta Sasuke untuk Sakura, ia tau Sasuke akan sanggup menunggu hingga akhir hayatnya, namun jika boleh jujur Naruto seolah merasa Sasuke semakin hari semakin hancur. Pelampiasannya adalah pekerjaanya, meskipun pekerjaannya selalu sukses namun itu hanya merupakan pelarian stress Sasuke dari Sakura, ia harus bekerja agar tak merindukan Sakura, meski kenyataannya di lubuk hati Sasuke, dia selalu merindukan gadis itu.

Sasuke tak menjawab pertanyaan Naruto.

"Kau tau Sasuke, aku tak menyalahkan Sakura dan dirimu, aku tau tak seharusnya aku mengatakan ini, tapi kau harus menikah. Kau pria yang mapan, dan kau tak mungkin selamanya akan begini. Bagaimana jika Sakura tak pernah bangun dari tidur panjangnya." Kata Naruto masih menunduk sedih.

"Dengan siapa? Dengan siapa aku harus menikah? Denganmu? Cih jangan bercanda. Bagaimana aku bisa menikah jika hatiku ada di sini, di depanku, dan dia masih enggan untuk sekedar membuka mata menyapaku." Kata Sasuke penuh kesedihan dalam kata-katanya, Sasuke menidurkan kepalanya di tangan Sakura, ia menangis, ia sakit melihat Sakura dalam keadaan seperti ini. Sudah 13 tahun Sakura seolah hidup namun tak benar-benar hidup, seolah mati namun tak benar-benar mati. Dan Sasuke tak pernah bisa merelakan gadis yang di cintainya itu.

Sasuke menangis, ia mengeluarkan semua kerinduan dan sesak dalam hatinya. menyaksikan cintanya yang terbaring lemah dan tak berdaya, dalam keadaan koma. Sudah 13 tahun waktu berlalu dengan keadaan yang sama, namun cinta dan perasaan Sasuke untuk Sakura selalu berkembang tanpa batas Usia. Sasuke akan rela menunggu gadis itu untuk kembali padanya, berapapun lamanya waktu berlalu, jikapun Sasuke harus kehilangannya, Sasuke akan menunggu keputusan tuhan untuk takdirnya.

Naruto kemudian mendekat di sisi ranjang Sakura dan memegang tangan Sakura yang lainnya yang tak di pegangi Sasuke.

"Sakura, aku tau kau mendengarkanku. Sasuke mungkin tak pernah menceritakan apa saja yang sudah terjadi 13 tahun belakangan ini. Banyak waktu sulit yang terlewati tanpamu, di bangku sekolah dan Universitas. Aku sudah menikah dengan Hinata, kau mungkin sudah mendengar suara Konohamaru menyapamu tadi, Gaara sekarang menjadi direktur utama di Sabaku Corp. Di sunagakure. Dia selalu menjengukmu tiap akhir pekan, Neji saat ini sedang menjalankan bisnis keluarga Hyuuga di 5 Negara di eropa. Si menyebalkan itu sedang sibuk, namun dia selalu menitipkan salam untukmu. Dan sahabat bodohku yang menggenggam tanganmu ini, mulai hancur. Ia sukses besar, bahkan sekarang Uchiha corp adalah yang terbesar di dunia, namun semuanya tak berarti Sakura, tanpamu. Si bodoh ini selalu menangisimu, mungkin ia jarang bercerita di sampingmu, namun ia selalu menangis di sisimu. Aku ingin membuat pengakuan yang tak pernah orang lain ungkapkan padamu Sakura, Gaara dan Neji sangat mencintaimu,, namun si bodoh teme lebih mencintaimu. Sudah 13 tahun berlalu dan dia tetap menantimu, melewatkan masa mudanya, asal kau tau Sakura, si bodoh ini tak pernah pacaran hingga di usianya yang sekarang. Bukankah menyedihkan? Jika kau mendengarkanku, ku mohon kembalilah Sakura, aku mohon, kembali pada kami, kami semua merindukanmu. Kau lihat aku bahkan jadi secerewet ini, meskipun aku memang sangat berisik. Tapi Sakura, Sasuke membutuhkanmu.." Ucap Naruto panjang lebar. Naruto menunduk sedih kemudian melepaskan genggamannya pada Sakura. Sakura masih tetap sama. Naruto kemudian menepuk punggung Sasuke sementara Sasuke masih menunduk menindih tangan Sakura dengan kepalanya. Naruto pamit dan meninggalkan Sasuke dan Sakura berdua.

Beberapa menit berlalu dengan kesunyian hingga akhirnya Sasuke membuka suara.

"Si bodoh itu terlalu banyak berkisah. Apa kau terganggu? Aku harap tidak. Kami semua memang merindukanmu, Sakura. Sial. Naruto benar, mereka semua telah bekeluarga, Itachi-niii juga. Kaa-san dan Tou-san sering bolak balik keluar negeri namun mereka selalu menjengukmu dan mengikuti perkembanganmu, seperti yang ku sebutkan selama 13 tahun ini. Sakura, aku.." Sasuke terdiam dan kembali memijat keningnya. Seorang suster memasuki ruangan Sakura untuk mengecek keadaan Sakura. Sasuke keluar sebentar untuk membasuh muka. Dan kembali ke ruangan Sakura menemani Sakura lagi.

"Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja? Maafkan aku Sakura, tapi aku tak akan berhenti menantimu, aku akan terus berada disisimu, Sakura, aku mencintaimu.." Kata Sasuke menunduk sedih dan mencium punggung tangan Sakura, beriringan dengan kata itu, Sakura meneteskan air mata. Sasuke terkejut dan mengusap air mata Sakura.

"Kenapa kau menangis Sakura? Kau baik-baik saja? Sakura.." tanya Sasuke cemas dan menggenggam kuat-kuat tangan Sakura. Tak ada jawaban dari gadis tersebut. Matanya masih tertutup seperti keadaannya 13 tahun ini. Namun air matanya mengalir deras di pipinya.

"Kau bersedih? Jangan lakukan itu Sakura, kau tak boleh bersedih, kau harus kuat dan kembalilah, jangan memikirkan apapun. Apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu, Uchiha Sakura." Kata Sasuke tulus pada Sakura.

.

.

.

Hari demi hari terlewati, kondisi Sakura sudah menunjukan perkembangan yang lebih maju, meskipun Sakura masih dalam keadaan koma. Pada hari ini Sasuke sedang menemani Sakura seperti kebiasaannya yang sudah-sudah.

Sasuke sedang menggenggam tangan Sakura erat, menatapnya sendu, dan berkali-kali mengusap wajah lelap Sakura. Secara perlahan Sasuke merasakan Sakura menggenggam tangannya dengan erat, dan secara perlahan Sakura mulai membuka kedua kelopak matanya yang telah tertutup selama 13 tahun ini. Sasuke menatap Sakura tercengang dan tak percaya. Air mata jatuh di kedua pipinya tanpa ia sadari, menatap kekasihnya yang sedang berusaha tersenyum dan memandangnya letih. Memandang wajah Uchiha Sasuke dewasa yang di rindukannya dalam lelapnya, memandang wajah Uchiha Sasuke yang kini tersenyum dengan air mata, senyuman kebahagiaan yang tak pernah tampak selama hidupnya.

Hari semakin senja bagiku dan bagimu.

Aku duduk menatap matahari terbenam dalam penantianku.

Kau kekasihku tak bergeming, tak tersenyum.

Ragamu bersamaku namun jiwamu pergi merantau alam mimpi.

Kau telah bermimpi begitu lamanya,

Adakah keindahan di alam itu sehingga kau enggan tuk kembali.

Namun meskipun begitu aku akan tetap menantimu,

Karena aku mencintaimu.. kekasihku.

Sasuke memanggil dokter, dan menghubungi para sahabat dan keluarganya yang langsung berdatangan menjenguk Sakura. Menangis memeluk Sakura, bersyukur atas kembalinya Sakura. Semakin hari Sakura semakin membaik. Dan di malam ini malam terakhir Sakura menginap di rumah Sakit yang ia tempati.

"Terima kasih sudah menungguku, Sasuke-kun." Ucap Sakura menatap Sasuke yang sedari tadi menatap Sakura tanpa lelah dan jengah.

"Terima kasih sudah kembali, Sakura." Kata Sasuke tersenyum dan mendekati Sakura.

"Bodoh! Kenapa menungguku selama itu?" tanya Sakura yang memandang Sasuke sendu dan menangis.

"Karena aku mencintaimu.." Kata Sasuke kemudian merengkuh Sakura yang menangis di teredam di dada Sasuke.

"Aku juga mencintaimu, Sasuke-kun" ucap Sakura masih terisak.

Penantiannya berakhir

Sang gadis kembali kedalam pelukan

Kisah cinta terjalin, menebus waktu yang terlewatkkan

Untuk dapat bersama selamanya

Hingga keduanya benar-benar terpisah oleh sebuah kematian

Dan bertemu kembali dalam dunia baru

Untuk bersatu tanpa ragu.

Aku mencintaimu, Sakura..

Aku mencintaimu, Sasuke..


OWARI~~


Spesial Thanks untuk para reviewers dan Readers sekalian

Uchiha Shesura-chan

hanazono yuri

poo

tohko ohmiya

Sky no Raven

YP

mitsuka sakurai

Ichi

Helshkia Lei Lipulli

Nanda gelembung

Gray

desypramitha2

Aoi

Lala yoichi

Momo kuro


Thanks

Arigatou Gozaimasu

Gracias

Terima Kasih

Xie"

Pokoknya Terima kasih atas segala dukungannya selama ini.

Sampai jumpa lagi di FFn yang lainnya. ^_^

*Ojigi*