Dangerous Romance
Chapter 9
"Umm.. berapa lama lagi kita mendarat?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol yang berada dihadapannya dan kembali melanjutkan ciuman pada bibir tebal pria itu.
"Seharusnya sebentar lagi." Chanyeol menjawab cepat dan menarik tekuk leher Baekhyun untuk kembali memperdalam ciuman mereka sedangkan Baekhyun bergerak pelan diatas pangkuannya, naik turun membawa masuk batang keras miliknya untuk melesak kedalam lubang keintiman wanita itu.
Ya, mereka kembali melanjutkan kegiatan bercintanya, didalam toilet pesawat yang membawa mereka dari bandara Narita, Jepang menuju Bandara Guangzho-China. Tidak memperdulikan awak pesawat yang mungkin saja mendengar jeritan dan desahan antara mereka berdua.
"Aaahh.. Chanyeol.. kiss my neck please." Baekhyun menjadi pihak pemohon dan mengarahkan lehernya pada bibir Chanyeol. Dan Chanyeol selalu berhasil mengabulkan permohon Baekhyun dengan sangat baik. Bukan hanya sebuah ciuman pada lehernya, tapi juga lumatan dan gigitan kecil diberikan oleh Chanyeol pada leher putih mulus itu.
"Come to me." Chanyeol berbisik tepat dihadapan bibir Baekhyun sebelum melumat bibir tipis itu dengan panas dan kasar, sedangkan Baekhyun meremas rambut Chanyeol dengan keras dan bahkan tangannya kini tertahan pada dinding toilet merasakan gerakan naik turun yang ia lakukan sedaritadi membuat badannya menegang merasakan ledakan panas dalam dirinya yang akan keluar. Baekhyun mendesah keras namun karena bibirnya tertahan oleh ciuman Chanyeol suaranya terdengar hilang, hanya bunyi lumatan kedua bibir mereka yang bisa terdengar dan ketika ia menjerit karena kenikmatannya Chanyeol masih menahan bibirnya dan semakin memperdalam ciumannya, membiarkan Baekhyun melampiaskannya dengan cengkraman keras di rambutnya ataupun bahunya.
"Haaa.." Baekhyun mendesah pelan merasakan badannya mulai bergerak lemas, tangannya mengusap rambut Chanyeol tapi bibirnya masih bisa mencium bibir Chanyeol walaupun bukan sebuah lumatan penuh gairah.
Baekhyun menatap Chaneyol yang masih memandanginya, pria yang masih memangku badannya itu beralih mencium pipi dan bibirnya dan berjalan menuju leher dan juga pipi payudaranya yang masih tertutup dengan pakaian dalam yang ia kenakan.
"Chanyeol.." Baekhyun berbisik dan meraup wajah Chanyeol untuk melihat kearahnya, dan pria itu memeluk pinggang Baekhyun dengan erat dan menatap wajahnya.
"Kenapa?"
"A-aku.." Baekhyun memainkan surai rambut Chanyeol dan membiarkan tangannya menjelajahi setiap inci bagian dari wajah pria itu. Rambutnya, alisnya, dahinya yang penuh keringat, mata besar milik Chanyeol, hidung mancungnya, bahkan bibir tebal yang sedari tadi menciumnya kini ia sentuh dengan jari-jarinya lentiknya.
"Aku—
Bunyi ketukan pintu dari luar menjadi pemotong kalimat yang belum diselesaikan Baekhyun.
"Tuan Park, pesawat akan mendarat sebentar lagi. Mohon kembali pada kursi anda." Suara lembut dari seorang pramugari terdengar dibalik pintunya.
"Terima kasih, aku akan segera keluar." Chanyeol menjawab dan menahan tawanya sementara Baekhyun tersenyum kecil dengan mengigit bibir bawahnya, merasa malu karena keberadaaan mereka diketahui oleh pramugari dalam pesawat itu.
"Apa mereka tahu kita bercinta didalam?" Baekhyun berbisik pelan dihadapan Chanyeol.
"Mungkin." Chanyeol menjawab santai dan mencium sebentar bibir Baekhyun. "Tapi aku tidak peduli." Ia kembali melumat bibir Baekhyun dan mengangkat badan wanita itu untuk berada dalam gendongannya dan merapatkan pada dinding toilet.
"Kita belum selesai." Chanyeol kembali berbisik dan Baekhyun hanya membalas dengan senyuman pada ciuman mereka dan mengalungkan kedua kakinya pada pinggang Chanyeol, membiarkan dirinya kembali dihentakkan dengan cepat pada dinding guna memberikan kenikmatan pada Chanyeol yang tengah bergairah penuh.
Desahan dari keduanya terdengar berisik bahkan bunyi kecupan basah jelas terdengar oleh dua orang pramugari yang berdiri didekat pintu toilet dan setelah itu kedua orang itu memilih beranjak menjauh dan mengabarkan kepada pilot pesawat untuk mengulur waktu mendarat karena dua orang penumpang mereka masih berada di toilet dan tengah melanjutkan kegiatan percintaannya.
Dangerous Romance
"Sedang apa kalian berdua disini?" pertanyaan yang Sehun lontarkan langsung mendapatkan jawaban dari Luhan berupa pukulan ringan pada perutnya. "Akh!"
"Bukannya memberikan ucapan halo dan kata lainnya malah bertanya tidak sopan!"
"Aw aw aw! Okey-okey!" Sehun meringis kesakitan, menahan sakit akan cubitan tajam dari jari-jari Luhan yang mencapit dan memutar daging pada perutnya.
Sehun yakin cubitan ini akan berbekas merah hingga besok pagi, namun belum selesai rasa sakit pada perutnya hilang, kepalanya sudah mendapatkan hadiah lainnya dari Kris yang memukul cukup kencang.
"YA! Aku ingin pulang saja!"
"Pulanglah, tidak ada yang ingin menahanmu disini." Sahutan Luhan terdengar datar.
Sehun menggerutu kesal, tangannya mengelus perut dan kepalanya bergantian setelah itu ia memilih menyusul Luhan untuk duduk bersama di ruang tunggu.
"Katanya ingin pulang." Kris mengejek sambil menahan tawanya melihat mata Sehun yang mendelik kearahnya dengan bibirnya yang mengerucut.
"Sebenarnya kita menunggu siapa disini?" Sehun mengabaikan rasa sakit dan kekesalannya dan memperhatikan Kris dan Luhan yang duduk sisi kanan dan kirinya sambil terus memandangi layar monitor penerbangan, tak jarang mereka juga sesekali memeriksa keadaan ponsel masing-masing dan mengetikkan pesan secara cepat.
"Pasangan baru itu belum tiba dari honeymoon-nya." Sahutan dari Luhan menjawab pertanyaan yang Sehun lontarkan.
"Bukannya mereka sudah tiba lebih dulu kan—
"Kami sudah menunggu hampir 4 jam dan belum ada kabar dari pesawat mereka tiba di bandara ini.
"Dan mereka juga tidak bisa dihubungi." Luhan menambahkan ucapan yang Kris jelaskan pada Sehun.
Dan laki-laki yang memiliki usia paling muda diantara mereka berdua tidak memberikan jawaban atau pertanyaan lainnya. Mulutnya menekuk kedalam dan kepalanya mengangguk-angguk berkali-kali, ia memilih untuk bergabung dan duduk disebelah Kris.
Mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua orang itu sedari tadi.
Menunggu pasangan Park yang sedang berbulan madu.
e)(o
Dangerous Romance
"Tidak ada kabar dari mereka akan tiba di China jam berapa?" kalimat itu diucapkan Sehun sebagai pemecah keheningan yang menyelimuti keberadaan dirinya, Kris dan juga Luhan yang masih setia menunggu hampir 1 jam sejak kedatangan dirinya dan bergabung menunggu Chanyeol dan juga Baekhyun.
"Ini sudah lima jam kita menunggu. Mereka itu benar-benar! Terlalu asik bercinta atau—
"Itu mereka!" Suara Kris memotong ucapan Luhan, pandangan mereka kini beralih pada Chanyeol dan Baekhyun yang baru saja terlihat berjalan menuju loket bagasi.
"Lihatlah.. mereka benar-benar seperti pasangan pengantin baru." Luhan mengomentari bagimana Chanyeol yang tengah berdiri disana dengan Baekhyun, tangan lelaki itu terlihat sedang merapikan tatanan rambut wanita dihadapannya dan mereka berdua terlihat mengobrol dan tertawa bersama sesekali. Bahkan Baekhyun tak malu ketika memeluk Chanyeol dihadapan para petugas bandara dan orang-orang disekitar mereka, tak hanya itu Chanyeol juga dengan bebasnya meletakkan kepalanya pada bahu Baekhyun dan mencium pipi wanita mungilnnya sambil berbisik dan berakhir mereka saling merangkul satu sama lain.
Ketiga orang yang masih dalam posisi duduknya masih menonton apa yang dilakukan Chanyeol dan Baekhyun—dan begitu asyiknya mereka menonton adegan mesra itu belum ada komentar satu pun keluar dari mulut masing – masing hingga saat ini, sampai Luhan mengeluarkan lipatan uang dari dalam dompetnya, ditunjukkan pada Kris dan Sehun yang kini memperhatikan uang yang ada di tangan Luhan.
"Taruhan 500 RMB, mereka akan berciuman disana."
"Call." Sehun dan Kris menjawab bersamaan.
"Ada yang lebih menarik." Kris menyambung lagi. "Taruhan 2500 RMB mereka bercinta di dalam pesawat." Seringai ciri khas Kris diperlihatkan pada Luhan dan Sehun, mereka berdua menutup mulut dan tertawa mendengar apa yang dikatakan pria tinggi itu.
"Call!" Luhan beranjak berdiri dan menyalami Kris. "Sial, aku seharunya memikirkan itu tadi—ah!" Luhan menepuk keningnya sebentar, pandangannya kembali memperhatikan bagaiamana Chanyeol dan Baekhyun yang jauh disana masih saling merangkul dan tertawa berdua.
"Bukankah pemandangan ini akan lebih indah kalau keduanya benar-benar saling mencintai?" Ucapan yang Luhan katakan disahuti dengan anggukkan kepala dari Sehun dan dehaman singkat dari Kris.
"Kita hanya bisa bersabar dan melihat seberapa hebat perjuangan-nya. Sepupu kalianlah yang paling sulit untuk dibuka hatinya." Sehun menunjuk kearah Baekhyun dan Chanyeol diseberang sana dengan dagunya.
"Yah.. dia terlalu—
"Tidak usah dibicarakan lebih lanjut, percuma saja kita membicarakan mereka kalau memang dari keduanya masih menutup hati untuk masing-masing." Kris menjadi sosok bijaksana dengan melemparkan sahutan kearah Sehun dan Luhan yang sebelumnya membicarakan bagaimana kisah percintaan yang terlalu rumit bagi Sehun dan Baekhyun.
"Yes! Mereka berciuman disana." Luhan menepuk tangannya dan sontak membuat Kris dan Sehun mengalihkan pandangannya, melihat dengan jelas bagaimana Chanyeol dan Baekhyun berbagi ciuman dan saling menggerakkan kedua kepala mereka untuk bergerak ke kanan dan ke kiri guna memperdalam pagutan antara bibir masing-masing.
"Heol." Responds yang sama dilontarkan Kris dan Sehun.
"Mereka benar-benar—
"Gila."
"Madly fall in Love." Kalimat yang Luhan lontarkan melengkapi sepatah-patah sahutan dari Kris dan Sehun.
Sehun dan Kris menganggukkan kepala dan mengeluarkan uang sebanyak 500 RMB untuk diberikan pada Luhan sebagai pembayaran taruhan mereka.
"Baekhyun benar-benar terlihat mungil didalam pelukan Chanyeol." Kris kembali berkomentar.
"Ya, tapi mereka terlihat.. serasi." Luhan menambahkan. "Ini hanya perasaanku saja atau memang mereka tidak tahu kita berada disini menunggu mereka berdua."
Sehun mengernyitkan alisnya dan kemudian mengeluarkan ponsel guna menelepon Chanyeol, dan untungnya teleponnya itu tersambung dan terlihat diseberang sana Chanyeol merogoh kantung celananya dan mengangkat panggilan telepon dari Sehun.
"Kenapa."Sahutannya terdengar tidak suka mendapatkan telepon dari Sehun.
"Ya, cepatlah ambil bagasi kalian! Kami sudah menunggu lima jam disini!" Luhan berteriak kearah ponsel Sehun yang memang sengaja diaktifkan mode speakernya.
"Luhan?"
"Hey Park! cepatlah!" Kali ini Kris yang bersuara. Dan barulah terlihat Chanyeol dan Baekhyun melihat kearah ruang tunggu dimana Luhan dan Kris melambaikan tangannya kearah mereka. Baekhyun menjadi pihak yang paling senang ketika melihat Luhan, bahkan wanita mungil itu meloncat-loncat dan melambaikan tangannya juga.
"Cepatlah keluar, kami sudah jenuh menunggu." Sehun berbicara pada teleponnya dan langsung mematikan sambungannya ketika mendapatkan jawaban dari Chanyeol.
Baekhyun menjadi pihak yang berlari lebih cepat ketika melihat Luhan tengah berjalan kearahnya.
"Aaaaaahhh aku merindukanmu!" Baekhyun memeluk wanita itu dan menciumi pipinya.
"Kau merindukanku tapi menghabiskan waktu bersama Chanyeol cukup lama!" Luhan memukul kepala Baekhyun dan kembali memeluknya.
Kris dan Sehun menghampiri Chanyeol yang masih mendorong trolley berisikan koper milik ia dan Baekhyun.
"Jadi.. bagaimana pengalamannya?" Kris merangkul bahu Chanyeol dan mengikuti langkah Chanyeol menuju tempat dimana Luhan dan Baekhyun masih saling berpelukan dan mengobrol dengan semangatnya.
"Hm." Chanyeol menyeringai penuh kemenangan dan Kris bertepuk tangan setelahnya.
"Hyung, kau memakai hadiah yang kuberikan kan." Sehun yang baru bergabung juga ikut bertanya.
"Yak!" Chanyeol melepaskan pegangannya pada trolley dan memukul badan Sehun. Ia bahkan mengaitkan lengannya pada leher Sehun dengan cukup kuat. "Kau mau mencari masalah hah, dia mengira itu permen!"
Kris tertawa terbahak-bahak mendengarnya, sedangkan Sehun yang masih berada dalam kukungan tangan Chanyeol juga ikut tertawa meskipun masih merasakan sakit pada lehernya karena sedikit tercekik.
"Itu kan bukan salahku." Sehun mengeluh dan Chanyeol juga sudah melepaskan kukunganya.
"Setidaknya berikan dia pil pencegah kehamilan dibandingkan kondom." Chanyeol menjawab pelan dan seketika Kris dan Sehun mendekat kearahnya.
"Kalian tidak menggunakkan itu?"
Chanyeol menggeleng.
"YAK!" Kris seketika berteriak dan sontak membuat siapapun yang berada disekitar mereka menoleh kearahnya dan memperhatikan tingkah ketiga orang pria itu.
"Yak! Pelankan suaramu! Baekhyun dan Luhan tengah memperhatikan." Chanyeol memukul badan Kris dan menarik leher pria itu untuk mendekat kearahnya.
"Ini pertama bagi kalian pasti akan—
"Pelankan suaramu!" Chanyeol kembali memprotest. "Aku juga tidak tahu dia akan menolak menggunakkan itu. Dan aku juga tidak bisa melarangnya—
"Yeah, seorang Park Chanyeol sangat menuruti perintah Byun Baekhyun." Sehun ikut berbisik. "Oh, mereka berjalan kearah kita." Sehun memperingati melihat Baekhyun dan Luhan yang tengah bergandengan menghampiri mereka berdiri.
"Kau harus mencari caranya sendiri." Kris menjawab cepat dan memukul kepala belakang Chanyeol sebagai penutupnya, dan itu bertepatan dengan Baekhyun dan Luhan yang sudah tiba.
"YAK GEGE! Kenapa kau memukul Chanyeol!" Baekhyun lebih dulu berteriak kearah Kris , bahkan wanita itu mendorong badan Kris untuk menjauh dari posisi Chanyeol dan dirinya langsung merangkul erat pinggang Chanyeol. "Kenapa kau memukulnya!" Baekhyun kembali berteriak marah.
"Salahkan pacarmu itu yang membuatku menunggu lima jam!" Kris bertolak pinggang menghadap ke Baekhyun dan memasang wajah kesalnya.
"Siapa suruh menunggu, aku kan tidak minta dijemput oleh kalian." Baekhyun menjawab dan menjulurkan lidahnya kearah Kris.
"Ya-ya! Aku tahu kalau kau bersama pacarmu itu selalu melupakanku." Kris menunjuk kearah Chanyeol yang tengah memperhatikan tingkahnya dengan Baekhyun seakan-akan adalah kakak adik yang tengah bertengkar.
"Bisakah kalian hentikan, aku sudah lapar." Luhan memotong dan memperhatikan satu per satu wajah keempat orang yang ada dihadapannya, tangannya saling tersikap didepan dada namun wajahnya menunjukkan kekesalan.
"O-oh, ayo kita makan!" Baekhyun langsung berpindah memeluk Luhan dan berjalan menuju mobil mereka yang sudah lama menunggu.
Dangerous Romance
Kris menjadi supir yang penuh kesabaran didalam mobilnya sendiri yang mana kini sudah dipenuhi oleh Luhan yang duduk disampingnya dan ketiga orang lainnya duduk di kursi penumpang belakang dengan posisi Baekhyun berada di tengah-tengah diantara Chanyeol dan Sehun. Setelah mereka selesai menyantap makanan Khas Negeri Tirai Bambu itu, tujuan lainnya adalah mengantarkan Sehun dan Chanyeol menuju hotel tempat dimana mereka menginap malam ini.
"Chanyeol, kenapa kau tidak menginap bersamaku?' suara Baekhyun yang bertanya memecah keheningan didalam mobil itu. Luhan melirik kearah Kris dengan menyeringai kecil sedangkan Sehun yang berada disebelah Baekhyun ikut tersenyum dan mengalihkan pandangannya kearah jalanan.
"Aku ada pertemuan dengan investor besok pagi, dan kantornya dekat dengan hotel itu." Chanyeol menjawab dengan lembut dan mengusap kepala Baekhyun yang bersandar di dadanya. Oh ya, Baekhyun menyandarkan badannya sepenuhnya pada Chanyeol, kepalanya berada didada Chanyeol dan bahkan tangannya tidak lepas dari pinggang lelaki itu. Hanya kakinya saja yang berada jauh dan diusapkan pada kaki Sehun yang berada disebelahnya.
"Ya, Noona! Bisakah kakimu diam dan tidak bergerak-gerak!" Sehun memegang kedua kaki Baekhyun dan menghempaskan secara kasar kearah lain.
"Ish! Kenapa? Kau mau Luhan yang menggerak-gerakkan kakinya?" Baekhyun mengomel namun suaranya menggoda kearah Sehun, apalagi disaat ia menyebutkan naman Luhan. Dan itu berhasil membuat Sehun salah tingkah dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela lagi.
Luhan menoleh kebelakang dan melihat bagaimana kaki Baekhyun masih menggoda kaki Sehun.
"Ya, Baekhyun. kenapa kau tidak menggoda Chanyeol saja hah?"
"Kalau aku menggoda Chanyeol, aku akan berakhir dikamar hotel bersamanya." Baekhyun menjawab santai dan menatap kearah Luhan, sedangkan Chanyeol yang merasa namanya disebut hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan Kris dan Sehun yang susah payah menahan tawanya dan tidak mau menyahuti ucapan Baekhyun.
"DASAR WANITA MESUM!" Luhan menjawab dan kembali pada posisi duduknya.
"Ish kau juga mesum Luhan." Baekhyun masih menyahuti sampai akhirnya Chanyeol yang membungkam mulut kecil nan cerewet itu dengan lumatan lembut di bibir Baekhyun.
Ketiga orang lainnya yang melihat kejadian itu hanya bisa terpana dan membuka mulut cukup lebar tapi tidak berkomentar apapun, mereka hanya menggelengkan kepala bergumam pelan dan kembali memandangi jalanan disekitar yang dilalui mobil Kris dibandingkan harus melihat bagaimana bibir Chanyeol yang melumat dan menyesap bibir kecil Baekhyun,
Bunyi kecipak yang terbentuk karena pergerakan bibir mereka terdengar jelas hingga Luhan dan Sehun sama-sama menutup telinganya. Beruntungnya Chanyeol lebih dulu menyudahi ciumannya sebelum Kris berteriak didalam mobil, tapi meskipun ia sudah melepaskan dan menjauhkan bibirnya dari Baekhyun, jari-jari lentik wanitanya itu menahan kerah bajunya dan kembali mencium bibir Chanyeol.
"Okey. Stop!" Kris menghentikkan mobilnya dan langsung menarik-narik baju Baekhyun guna menjauhi sepupu kecilnya itu dan menghentikkan acara berciuman mesra mereka.
Chanyeol melepaskan ciumannya dan mencium sebentar bibir Baekhyun sementara si wanita mungil itu mendelik tajam kearah Kris dan masih memeluk pinggang Chanyeol.
"Kita sudah sampai di hotelmu." Kris menginformasikan dan menunjukk kearah lobby Hotel yang sudah berada di sisi kiri mobilnya.
Baekhyun melihat nama hotelnya langsung menahan Chanyeol untuk membuka pintu mobil, wajahnya ditenggelamkan pada dada Chanyeol sedangkan tangannya yang lain menarik kaos yang Chanyeol gunakkan supaya pria itu tidak beranjak pergi dari mobil Kris.
"Astaga Baekhyun! Chanyeol hanya menginap di hotel untuk dua hari!" Kris mengomel dan menarik tangan Baekhyun yang masih menahan badan Chanyeol. Luhan yang duduk dikursi penumpang tidak mau ikut turun tangan dan memilih membiarkan Kris yang berurusan langsung dengan Baekhyun. Bahkan Sehun yang sebelumnya masih duduk didalam mobil kini sudah beranjak keluar dan tengah mengeluarkan kopernya dan masuk kedalam lobby hotel.
"Aaaahh Chanyeeoolll.. aku ikut menginap ya.. yaa.. yaaa.." Baekhyun merengek dan mencoba melepaskan tangan Kris yang menarik-narik tangannya.
"Hey, aku hanya menginap dua hari dan setelahnya menginap di rumah Kris okey. Besok malam kita bertemu di acara pembukaan yayasan." Chanyeol ikut meyakinkan Baekhyun tapi wanita itu masih menggelengkan kepala dan memperat pelukannya pada pinggang Chanyeol.
"Kau tidak mengatakan apapun mengenai menginap dengan Sehun." Baekhyun menatap Chanyeol dengan kesal, bibirnya sudah mengerucut kedepan dengan nafasnya yang tergesa-gesa menunjukkan ia marah.
"Minseok memberitahuku mendadak mengenai ini. Besok siang aku akan makan siang bersamamu, aku akan kerumah Luhan besok siang." Chanyeol meyakinkan Baekhyun sambil melepaskan cengkraman tangan wanita itu dari pinggangnya sedangkan Baekhyun masih menatap kedua mata Chanyeol, meyakinkan dirinya sendiri bahwa Chanyeol tidak mungkin berbohong padanya mengenai rencana makan siang besok bersamanya.
"Kau tidak berbohong kan?"
"Apa aku pernah berbohong padamu?" Chanyeol langsung membalikkan pertanyaannya kearah Baekhyun dan wanita itu langsung menggelengkan kepala.
"Kau butuh istirahat, lagipula besok kita bertemu. Aku akan langsung menuju rumah Luhan setelah selesai bertemu investor besok." Chanyeol kembali meyakinkan dan kali ini Baekhyun sudah melepaskan pegangan tangannya pada pinggang Chanyeol dan memundurkan badannya, menjauhi dari badan Chanyeol tapi kepalanya masih menunduk enggan untuk mlnatap Chanyeol kembali.
"Tidur yang nyenyak." Chanyeol berucap sebelum membuka pintu mobil, bahkan ia sempat mencium kepala Baekhyun sebentar dan kemudian melangkah keluar.
Kris ikut keluar dan membantu Chanyeol mengambil kopernya.
"Tidak ada pertemuan investor bukan?"
"Tidak. Hanya pertemuan biasa, aku harus bergerak cepat."
"Hm. Aku tahu, waktumu masih ada dua tahun kurang.. tapi ya itu berjalan cukup cepat."
"Ya, aku tahu!" Chanyeol mengusap lengan Kris setelah pria itu menutup bagasinya. "Ingatkan Luhan untuk memberikannya pil itu."
"Ck. Sebenarnya aku setuju dengan rencana awal untuk membuatnya hamil lebih cepat. itu mempermudah membawa kalian ke—
"Rencana sudah berubah okey, jadi ikuti saja." Chanyeol membawa kopernya dan melangkah masuk kedalam lobby hotel, meninggalkan Kris yang masih berdiri bersandar pada badan mobilnya sampai Luhan yang harus menyadarkan dirinya untuk kembali masuk dan membawa mobil mereka menuju kediaman Xi.
Baekhyun masih menunduk dan meremas sweater hitam yang ia gunakkan, sweater yang Chanyeol pakaikan padanya ketika mereka akan mendarat karena baju yang ia gunakkan disobek paksa oleh Chanyeol saat percintaannya didalam ruang toilet pesawat. Dan mengingat kejadian itu membuat Baekhyun menitikkan air mata dan tertawa kecil bersamaan, membuat dua orang yang berada di dalam mobilnya saling menatap bingung dan memperhatikan Baekhyun yang tengah terisak dalam duduknya.
"Baek.." Luhan mencoba menenangkannya, tangannya terulur menggenggam tangan Baekhyun yang meremas sweternya. "Chanyeol hanya terpisah tidur denganmu semalam, lagipula besok ia berjanji akan bertemu denganmu kan." Luhan mengingatkan lagi apa yang Chanyeol katakan sebelumnya. "Lagipula, kau bisa meneleponnya. Jarak hotel dengan rumahku tidak jauh Baekhyun, jadi jangan seperti anak kecil yang terpisah dengan orangtuanya." Suara Luhan terdengar lebih tegas ketika menyadari bahwa Baekhyun semakin terisak.
Luhan dibuat bingung melihat apa yang terjadi dengan Baekhyun, pada akhirnya Kris menambah kecepatan mobilnya guna bisa cepat tiba pada rumah Luhan dan membiarkan dua wanita ini bisa bercerita mengenai apa yang dirasakan.
"Luhan.." Baekhyun menyebut nama Luhan dan mengenggam tangan wanita itu yang masih berada didekat tangannya.
"Sudah, jangan menangis. Besok aku akan meminta Kris yang langsung menjemput Chanyeol supaya kau tidak khawatir pacarmu itu hilang atau lupa akan janjinya." Luhan menyahuti dan tersenyum kearah Baekhyun yang kini sudah mengangkat wajahnya, memperlihatkan hidung dan pipinya yang sudah berwarna merah padam hanya karena menangis sebentar.
"Oh astaga lihatlah wajahmu, semua berwarna merah." Luhan memberikan tissue pada Baekhyun dan membantu membersihkan air mata di pipinya.
"Aku mencintainya."
Baekhyun semakin terisak dan kembali menangis, sedangkan Luhan membeku dalam diamnya dan Kris hampir saja menghentikkan laju mobilnya mendadak ketika mendengar ucapan yang baru saja keluar langsung dari mulut Baekhyun.
"Baek.."
"Aku benar-benar mencintainya, aku tidak berbohong atau pun mengada-ada.. aku benar-benar mencintainya. Aku mencintai Chanyeol, Lu!"
e)(o
Dangerous Romance
