Disclaimer :: Tite Kubo
Warning:: OOC, AU, Typo(s), gaje, abal, dll~
Genre :: Gado-gado!
Ghost Haunts
Chapter 8 :: Bloody Mary
.
.
.
Bloody Mary...
Bloody Mary...
Bloody Mary...
Aku telah memanggilmu 3x, datanglah...
.
"Kau serius? Apa ini tidak berbahaya, Hinamori?" tanya Rukia khawatir pada temannya, Momo Hinamori beserta lainnya yang berkumpul di UKS. Hinamori tersenyum.
"Ayolah, Rukia! Ini kesempatan. Mumpung ramai, ketakutan kita berkurang, kan? Dan lagi, semua yang ada di sini juga penasaran pada legenda Bloody Mary. Kita akan membuktikannya malam ini juga!" ungkapnya senang. Meski Rukia bersikeras menentangnya, tapi tetap saja Hinamori tidak peduli. Sama dengan Ichigo dan lainnya, mereka acuh, malah asyik menonton pertengkaran kecilnya dengan Hinamori.
"Ichigo, hentikan mereka!" perintah Rukia.
Ichigo menggeleng. "Itu kemauan Hinamori, kita tidak berhak melarangnya, toh..." Ichigo menoleh pada Toushiro di sampingnya. "Kita tidak ikut main kan?" sambungnya dan di jawab anggukan Shiro.
Sikap Ichigo mencurigakan. Rukia pun ambil tindakan. Ia menghampiri teman-temannya dan menatap kecewa. "Bagaimana kalau Bloody Mary benar-benar nyata? Semuanya bisa terluka, bahkan mungkin terbunuh!" Rukia berusaha merujuk Ichigo agar menuruti kemauannya menghentikan permainan gila Hinamori. Namun tetap saja Ichigo mengabaikannya. Ia malah memegang pundak kecil Rukia kemudian memutarnya agar menghadap ke arah Hinamori. Ichigo menundukkan kepalanya, berbisik di telinga Rukia.
"Diam dan lihat apa yang akan terjadi pada orang pemberani seperti mereka menantang Bloody Mary..."
Tubuh Rukia tiba-tiba membatu. Ia tidak bisa bergerak, patuh begitu saja pada Ichigo.
Bloody Mary adalah legenda terperangkapnya roh wanita di dalam cermin akibat di bunuh oleh kekasihnya sendiri. Pernah mendengar peringatan seorang wanita tidak di perbolehkan berkaca menyisir rambutnya tepat pada pukul 12 malam? Ya, karena bisa saja Mary bersemayam muncul di kacamu. Mary dapat di panggil dengan cara memanggil namanya 3x sambil berputar di depan kaca atau cermin dengan keadaan gelap tepat pukul 12 malam. Dan kau akan melihat cerminmu bukan memantulkan sosok dirimu, melainkan wanita berambut panjang dan bergaun lusuh dengan wajah mengerikan menghadapmu dari cermin. Juga mencekikmu. Tapi ada juga versi lainnya, di negeri sakura, Jepang, lebih terkenal dengan Bloody Mary, anak kecil pembawa boneka bertubuh tidak utuh. Ketika kau memanggilnya, ia akan datang mengajakmu bermain mencari benda yang hilang. Anggota tubuh bonekanya. Jika kau tidak bisa mendapatkan anggota tubuh tersebut, maka kau harus membayarnya dengan anggota tubuhmu sendiri.
Lampu UKS di matikan. Ruang gelap gulita, hanya ada tiga lilin di lantai sebagai penerangannya.
Rukia dapat melihat Hinamori berputar di depan cermin terpasang di tembok sambil menyerukan nama tabu. "Bloody Mary... Bloody Mary... Bloody Mary..." ia mengatakan dengan nada bernyanyi. Ini benar-benar menantang namanya. Rukia ingin menghentikannya, tapi tubuhnya di tahan oleh Ichigo yang memaksanya untuk menonton ritual tersebut. Tidak ada perlawanan dari yang lainnya. Semua diam menurut, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah melakukan ritual pemanggilan sederhana itu, Hinamori berdiri di depan cermin. Ia menaikkan sebelah alisnya saat melihat tidak ada perubahan pada objek benda di depannya. Hinamori mendesah kesal. Gadis bercepol yang mengenakan gaun putih selutut itu berbalik sambil menggerutu. "Tidak terjadi apa-"
"HINAMORI, DI BELAKANGMU!" teriakan salah seorang dari semua temannya mengejutkan Hinamori. Belum sempat ia menengok ke belakang, ada sepasang tangan putih pucat mencekik lehernya dari belakang dan menariknya hingga menabrak cermin sampai menyebabkan retakan kecil.
Mata Rukia terbelalak. Ia melirik Ichigo dan yang lain, namun mereka semua diam. Malah menyeringai senang seolah mendapat tontonan menarik. Sedangkan dirinya tidak dapat berbuat apa-apa. Ichigo membungkam mulutnya dan tangan lainnya di gunakan untuk menahan gerak tubuh Rukia dalam pangkuannya.
Kembali ke Hinamori, gadis itu berteriak-teriak minta tolong, tapi tidak ada satu pun yang berani mendekatinya. Di cermin tersebut, tampak sosok gadis kecil bak boneka barbie yang memiliki bola mata indah tengah tersenyum pada Hinamori.
"Boleh aku minta bantuan kalian semua? Anggota badan bonekaku hilang... Kaki kiri, kanan, tangan kiri, kanan dan kepala... Aku ingin kalian semua menemukannya..." suara Mary terdengar parau.
Kisah Mary di Jepang adalah seorang gadis SD yang berbeda dari teman-temannya. Karena perbedaannya itu, dia sering di sakiti dan di siksa. Sampai akhirnya, boneka wanita kesayangannya di hancurkan dan rasa marahnya yang tidak terkendali mendorongnya untuk bunuh diri, dan lokasi tempatnya bunuh diri, ia ada di depan sebuah cermin. Karena itu, rohnya terperangkap di sana.
Mary melepaskan tangannya di leher Hinamori. Kesempatan itu tentu tidak di sia-siakan Hinamori, ia bergegas menjauh dari cermin dan bergabung dengan gerombolannya.
Tapi Mary masih terlihat di cermin. Dia menunjuk ke arah Hinamori.
"Kaki kiri bonekaku ada di dalam otaknya. Jika ada yang bisa menemukannya, maka aku tidak akan mengambil kaki kiri kalian..."
Teman-teman Hinamori terkejut bukan main. Mereka langsung menatapi Hinamori dengan tatapan mata tidak percaya. Hinamori sendiri ketakutan. Ia menggeleng cepat. "Tidak! Tidak, dia bohong! Kaki kalian tidak akan di ambil!"
"Benarkah?"
Salah seorang wanita yang masuk dalam anggota game Bloody Mary melangkah maju. Ia adalah Haineko, perempuan masa bodoh pada orang lain, hanya mementingkan diri sendiri. Haineko semakin mendekat pada Hinamori hingga sahabatnya itu terpojok. Di balik perbincangan kecil yang mereka lakukan, tangan Haineko mengambil sebuah pisau lipat di saku celana jeansnya.
"Kau yang memanggilnya, Momo... Dan dia terbukti muncul dari cermin. Apa itu sebuah tipuan? Dan lagi, tangannya melewati cermin dan ia mencekikmu! Itu sudah sangat membuktikan bahwa dia nyata! Kami tidak ingin anggota tubuh kami di ambil!"
"Ha-Haineko, ini pasti tida- AKHHHHHHHHH!"
Rukia berteriak histeris melihat Haineko menghujamkan pisau lipatnya di dahi Hinamori sampai menembus ke dalam. Bukan cuma dia, semua yang berada di situ berteriak-teriak karena tindakan gila Haineko. Tubuh Hinamori langsung ambruk. Tubuhnya sudah tidak lagi bernyawa. Dan di saat itu, Haineko melanjutkan aksinya. Ia memutar-mutar pisaunya di kepala Hinamori hingga menciptakan lubang menganga. Luka berlubang di dahi Hinamori memberi celah untuk Haineko melihat isinya. Ketika Haineko menyipitkan matanya untuk mengintip isi kepala Hinamori, ia tersenyum. Bingo! Itu dia otak Hinamori.
"Hey, aku sudah dapat! Kakiku tidak akan di ambil!" teriaknya senang sambil terus mengoyak kepala Hinamori sampai tidak berbentuk. Tanpa peduli tindakan kejinya, Haineko menusukkan pisaunya di otak Hinamori dan mengaduk-aduknya. Tidak lama kemudian, pisaunya terasa membentur sesuatu dan tangan Haineko melesat masuk ke dalam gumpalan kenyal-kenyal lengket dalam otak merah muda sahabatnya yang telah hancur berantakkan. Ketika ia menarik tangannya, di antara jari telunjuk dan jempolnya, sebuah kaki boneka plastik terbasahi cairan lengket telah di dapatkannya.
"Aku menemukannya! Aku menemukannya, Mary! Kau tidak akan mengambil kakiku kan? Aku selamat, kan!" ujarnya girang sambil menunjukkan potongan kaki kecil di tangannya pada Mary.
Hantu gadis cilik itu tersenyum. "Terima kasih. Kau telah menamatkan game-mu,"
Di temukannya kaki boneka tersebut meloloskan Haineko dari game mautnya. Haineko tiba-tiba menghilang, membuat keributan pada semua yang masih ada di ruang UKS.
"Tenang, semuanya. Haineko berhasil. Dia berada di luar arena game ini. Jangan berpikir untuk mencoba kabur, karena kalian tidak akan bisa keluar dari sini sebelum menemukan potongan tubuh bonekaku," Mary menunjukkan sebuah benda, tubuh boneka yang tak sempurna. Ia memasangkan kaki yang telah di dapatnya dari Haineko ke boneka tersebut. Ia tidak akan hilang sebelum semua anggota tubuh bonekanya lengkap.
Dan ronde ke-2 di mulai...
.
.
"Ah, ah... Ini sangat seru! Sayang sekali sudah berakhir," celetuk Kokuto yang duduk nyaman di tempatnya.
Kaien berdehem. "Ya. Lebih hebat daripada game pembunuhan yang pernah ku mainkan,"
"Ah~ nafsu makanku jadi hilang," tambah Renji.
"Ini akan jadi foto terbaik sepanjang foto pembunuhan sadis," kata Ishida seraya mengambil kamera dari dalam tasnya.
Ichigo tertawa. Pemuda berambut oranye itu mendekatkan bibirnya ke telinga Rukia seperti sebelumnya. "Bagaimana, Rukia? Kau suka dengan teater berdarah ini? Sepertinya cukup sadis untuk gadis sepertimu," bisik Ichigo lalu mencium pipi Rukia. Sementara Rukia masih shock. Semenjak kematian Hinamori, tubuhnya terus basah oleh keringat. Matanya terasa pedih karena terus melihat adegan tiap adegan mengerikan yang di pertunjukkan Ichigo. Gaun ungu indah miliknya ternoda oleh cipratan darah yang menyebar setiap ada tusukan yang di lancarkan. Hampir sedikit lagi ruang UKS bercat putih ini menjadi merah sepenuhnya.
"Ah, ah... Ini sangat seru! Sayang sekali sudah berakhir," celetuk Kokuto yang duduk nyaman di tempatnya.
Kaien berdehem. "Ya. Lebih hebat daripada game pembunuhan yang pernah ku mainkan,"
"Ah~ nafsu makanku jadi hilang," tambah Renji.
"Ini akan jadi foto terbaik sepanjang foto pembunuhan sadis," kata Ishida seraya mengambil kamera dari dalam tasnya.
Ichigo tertawa. Pemuda berambut oranye itu mendekatkan bibirnya ke telinga Rukia seperti sebelumnya. "Bagaimana, Rukia? Kau suka dengan teater berdarah ini? Sepertinya cukup sadis untuk gadis sepertimu," bisik Ichigo lalu mencium pipi Rukia. Sementara Rukia masih shock. Semenjak kematian Hinamori, tubuhnya terus basah oleh keringat. Matanya terasa pedih karena terus melihat adegan tiap adegan mengerikan yang di pertunjukkan Ichigo. Gaun ungu indah miliknya ternoda oleh cipratan darah yang menyebar setiap ada tusukan yang di lancarkan. Hampir sedikit lagi ruang UKS bercat putih ini menjadi merah sepenuhnya. Potongan-potongan tubuh manusia bergeletakan di lantai seperti potongan boneka yang terpencar-pencar. Rukia gemetaran. Tubuhnya mengkhianati otaknya. Ia tidak bisa bergerak melawan Ichigo. Juga, Ichigo dan lainnya hari ini sangat berbeda. Mereka seperti bukan diri mereka sendiri, sangat menikmati tontonan kejam ini. Terlebih Renji, Rukia tidak menyangka Renji yang penakut bisa tahan melihatnya. Ini jelas aneh.
Sekarang tidak ada satupun teman-teman Hinamori yang hidup. Hanya mereka yang kuat bisa lolos dari game Bloody Mary walau mengorbankan sahabat mereka sendiri. Walau harus mencungkil mata demi mendapatkan kaki kiri boneka Mary, menggeledah isi dada demi mendapatkan tangan kanan, mengoyak usus demi mendapatkan tangan kiri. Lalu... Oh! Mary ketinggalan satu.
"Kepalanya belum di temukan,"
Rukia menelan ludah susah payah ketika mendengar suara bocah dalam cermin tersebut.
Semuanya semakin mengerikan ketika Ichigo mengeratkan cengkramannya di tangan Rukia.
Mary menyeringai. "Kepalanya ada di dalam perutnya," katanya menunjuk Rukia.
Dan dalam sedetik, Kokuto menancapkan pensil berujung runcing ke perut Rukia yang dapat menyebabkan darah mengucur deras.
Masih menancapkan pensil itu ke perut Rukia, Kokuto menyeringai lebar. "Hati-hati. Benda sederhana pun bisa membunuhmu..."
"Tapi mungkin lebih cepat menggunakan kapak, Kokuto…"
.
"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Teriakan mahadahsyat bersuara cempreng menggema hebat di sebuah kelas. Saking hebatnya, teriakan itu hampir menulikan telinga pendengarnya, bahkan orang tua di atas batas umur yang seharusnya bisa langsung game over di tempat. Si peneriak itu adalah Kuchiki Rukia. Ya, Rukia yang baru bangun dari mimpi indah. Ah, tepatnya mimpi buruk. Rukia mengatur napasnya. Meski semua mata tertuju padanya, ia cukup merasa lebih baik karena sudah berteriak sekerasnya. Lega.
"... Kau tidak apa, Kuchiki?" tanya salah seorang teman sekelas memasang wajah cemas. Rukia menggeleng.
"Tidak apa... A-aku cuma mimpi buruk, hehe," sangkal Rukia berpura-pura memperlihatkan semua baik saja.
"Hey, apa yang membuatmu berteriak sekencang ini, Rukia?"
Layaknya tentara siap siaga, Ichigo, Kaien, Kokuto, Renji dan Ishida secepat mengejar teroris langsung menghampiri bangku Rukia. Tentunya dengan gerakan gila yang terburu-buru karena panik sampai membuat Renji terpeleset kulit pisang.
"Siapa yang membuang kulit pisang sembarangan!" teriaknya kesal dan mengamuk tidak jelas. Sementara Ichigo mengintrograsi Rukia.
"Apa yang kau mimpikan?"
"Ti-tidak, hanya mimpi buruk. Sangat buruk..."
"Kalau begitu ceritakan padaku agar kau bisa lebih ringan, Rukia!" paksa Ichigo.
Rukia mendesah berat. "A-aku... Aku bermimpi buruk... K-kau menghamiliku..."
Jawaban Rukia akhirnya telah meringankan rasa penasaran Ichigo sekaligus membuat wajahnya merah padam. Ichigo masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Kekasihnya bermimpi seperti itu. Sangat luar biasa bagi Ichigo. Rasanya ingin pingsan.
BRUK!
"Ekh? Kurosaki pingsan!"
Eh? Beneran pingsan?
Di tempat tak jauh dari mereka, gerombolan konyol itu, Nura tersenyum melihat Rukia bersama grup aneh itu.
"Mimpimu menyenangkan, Rukia..."
.
.
"Mama, matikan lampunya!"
Seorang bocah laki-laki mencegah ibunya yang hendak mematikan lampu sebelum dia berangkat tidur malam ini. Si ibu heran. Baru kali ini anak lelaki berumur 7 tahun ini minta tidur dalam keadaan gelap.
"Kau yakin, Yosuke?" tanya sang ibu.
Bocah mungil itu mengangguk mantap. "Tenang saja! Mulai malam ini aku ikut gerakan penghematan listrik! Karena itu, matikan saja, Ma!"
Omong kosong. Alasan bocah satu ini ingin lampu kamarnya di matikan adalah karena ia ingin membuktikan pada teman-temannya bahwa ia tidak penakut seperti mereka kira. Hh... Dasar anak-anak.
Sang ibu mengalah. Ia menuruti kata anaknya meski ada sedikit keraguan di hatinya. "Baiklah. Selamat malam, Yosuke," kata sang ibu yang kemudian mematikan lampu kamar anaknya kemudian menutupnya.
Si anak langsung memejamkan matanya rapat-rapat. Tidak ada niatan sedikitpun untuknya membuka mata. Karena ia takut gelap. Ini baru pertama kali dalam hidupnya tidur sendirian di kamar gelap. Sendirian. Gara-gara kegelapan ini, Yosuke jadi ingat bermacam-macam pikiran mengerikan. Bagaimana kalau ada mayat di kolong kasurnya? Bagaimana kalau ada wanita berambut panjang dan bergaun putih berdiri di samping kasurnya? Bagaimana kalau guling yang di peluknya berubah wujud menjadi manusia terbalut kain kafan? Bagaimana kalau ada wanita tanpa kaki menyeret-nyeret tubuhnya di lantai dan menuju ke arahnya?
Brak!
"Hiyyy!"
Suara gaduh kecil yang tidak tahu asalnya langsung membuat bocah bernama Yosuke itu menyembunyikan tubuhnya dalam balutan selimut.
Tubuhnya berguncang hebat sampai kasurnya mulai bergerak-gerak. Apalagi angin malam yang masuk lewat celah jendelanya besemilir menghembus di kulitnya, semakin meningkatkan ketakutannya.
Yosuke ingin ke belakang, tapi dia takut pada suara gaduh itu. Ini seperti antara hidup dan mati! Kalau ia tidak segera ke toilet, ia mengompol dan akan menjadi bahan ledekan saudara-saudaranya, tapi kalau nekat dan bertemu hantu mengerikan, dia bisa depresi!
Sudah di ambang batas pertahanan, Yosuke akhirnya menyingkirkan selimutnya dan bangun dari kasurnya. Tepat saat ia melayangkan selimutnya ke atas, sesosok anak kecil bermuka rata dan berpakaian kimono meloncat tepat di depan wajah Yosuke sambil bergumam, "BAAAAA!"
Air mata Yosuke tidak dapat lagi di bendung. Meledaklah tangisannya. "MAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
.
"Hey, Renji, cepat bangun! Kau bisa terlambat ke sekolah!"
"Uhhh... Iya, iya, sebentar lagi, ibu..."
Inilah rutinitas pagi Renji, membuat ibunya harus masuk ke kamar hanya untuk membangun putra pertamanya. Renji sangat sulit bangun pagi. Mau membakar rumah pun mungkin dia masih bisa tidur nyenyak. Tapi sang ibu tidak kehabisan akal. Wanita yang masih terbilang muda itu berteriak memanggil putra keduanya.
"Jintaaaaaa~, ambilkan itu!"
"Segera, Kaa-san!" balas anak keduanya yang bernama Jinta itu penuh semangat.
Tidak lama kemudian, bocah pendek dengan rambut merah seperti Renji datang memasuki kamar sambil membawa ember berisikan...
"Renji, kau mau kepiting merah kita masuk ke dalam celanamu?" bisik sang bunda Renji penuh rasa sayang dan cinta pada si anak.
Renji langsung bangun. Dia merentangkan kedua tangannya. "Ouh~ mataharinya enak, aku jadi semangat!" katanya menutupi ketakutannya pada hewan bercapit yang ibunya katakan. Renji trauma. Sewaktu kecil, dia memiliki kenangan kurang menyenangkan dengan kepiting. Uhm, yah, kepiting itu melukai simbol pria miliknya. Sadis.
Sang ibu tersenyum puas. Kepiting peliharaan Jinta memang pembawa berkah.
.
"Sial... Aku masih mengantuk..."
Renji masih saja menguap selama dia sibuk mengganti baju. Ketika ia mengambil seragamnya yang menggantung di gagang pintu lemari, sebuah benda terlempar jatuh berasal dari saku seragamnya. Renji mengangkat sebelah alisnya. Ia tidak mengingat pernah menyimpan sesuatu di sakunya. Karena penasaran dengan benda jatuh itu, dia mencari-carinya di setiap sudut lantainya sampai di bawah kolong kasur.
Di tempat lembab dan sedikit gelap itu, Renji melihat seorang anak kecil berkimono putih dengan rambut bob tidur di bawah kasurnya.
"Eh?" suara kaget Renji membangunkan bocah kecil itu. Anak perempuan kecil itu tersenyum manis pada Renji, dia tertawa-tawa senang seolah menemukan mainan baru.
"Kakak, gendong!"
.
"Aku tidak terima! Padahal aku mencontekmu, jawaban kita juga sama, tapi kenapa nilai kita berbeda, Ishida! Ayo kita ke ruang guru sekarang juga untuk meluruskan masalah ini!"
"He? Kau saja yang buat kesalahan, Kaien! Belajarlah menulis jelas, gara-gara tulisanmu mirip ceker ayam, guru tidak bisa membaca jelas jawabanmu!"
"Si-siapa yang kau bilang tulisan ceker ayam!"
"Oh, baiklah, aku ganti ceker bebek!"
"eyemu!"
"Hey, hey! Berhenti bertengkar, Ishida, Kaien! Kalian ini seperti anak kecil saja! Dari tadi kalian jadi tontonan teman-teman lainnya," sela Kokuto menengahi pertempuran mulut antara kedua sahabatnya yang panas karena persoalan nilai.
Ichigo dan Rukia menghela napas mereka, lelah dengan sikap kekanakan Kaien dan Ishida yang selalu berubah menjadi anjing-kucing kalau bertengkar.
"Ehm, tumben Renji belum datang. Apa dia kesiangan?" kata Ichigo menengok ke pintu kelas menunggu kedatangan Renji.
"Mungkin saja. Dia kan susah di bangunkan," jawab Rukia asyik memainkan game PSP Kaien. Ah, Rukia ketularan Kaien nih.
Melihat Rukia, Ichigo jadi senyum-senyum sendiri. Ia teringat pada kebohongannya pada Inoue tentang hubungan mereka. Ichigo sebenarnya ingin tahu reaksi kekasihnya ini jika mengetahui apa kebohongan yang dia ucapkan pada Inoue. Tentang mereka sudah melakukan ah-uh-ah-uh.
"Ehm, Rukia," panggil Ichigo pelan. Rukia menghentikan kegiatannya lalu menghadap ke arah Ichigo.
"Apa?"
"Aku dan I-"
"ISHIDAAAAAAAAA!"
Ichigo kenal suara ini. Renji. Ah, kenapa dia selalu muncul di waktu yang tidak tepat. Renji berlari urakan ke tempat Ishida. Ketika Ichigo hendak menarik seragamnya untuk memberi pelajaran, Ichigo tercengang melihat punggung Renji di tempeli bocah perempuan berkimono. Ichigo shock. Rupanya teman baiknya sudah mendahuluinya terjun ke dunia dewasa sampai menciptakan anak!
"Ishida, Ishida! Bagaimana ini, aku di tempeli Zashiki Warashi! Lihat!" Renji membalikkan badannya, menunjukkan bocah mungil berambut bob seperti Hanako menempel ketat layaknya koala di punggungnya. Ishida, Kaien, Kokuto, Ichigo dan Rukia segera mendekat berdesakan ingin melihat Zashiki Warashi atau biasa di sebut sebagai malaikat rumah. Zashiki Warashi berwujud anak kecil berusia 5 tahun tersebut balas menatapi satu persatu gerombolan konyol di depannya. Dia kemudian memasang senyum lucunya.
"Hai, kakak-kakak~" sapanya ceria.
Rukia terkagum pada bocah kecil ini. Ia sangat imut, mungkin akan semakin imut lagi jika di pakaikan kostum Chappy.
"Hya, Renji! Pelihara saja dia!" saran Rukia gembira.
"Apa? Pelihara? Kau kira ini binatang, Rukia? Argh! Dia tidak mau lepas dari punggungku, Ishida! Bagaimana cara mengusirnya!" raung Renji.
Ishida langsung membentak. "Bodoh! Kau tidak boleh mengusirnya! Kau mau rumahmu terbakar!"
"Kau tidak tahu, Renji? Zashiki Warashi hanya youkai yang butuh kasih sayang. Dia tidak mengganggumu, dia cuma ingin menumpang sebentar di rumahmu. Dia youkai baik yang senang hidup berdampingan bersama manusia berkeluarga sejahtera," tambah Kokuto sambil mengelus pelan rambut Zashiki.
"Keluarga sejahtera? ... Aku tidak merasa keluargaku sejahtera. Setiap pagi, aku di beri ancaman kepiting di celana!"
Ouh, Renji. Kau terlalu mengumbar aib.
"Uhm, tapi kudengar Zashiki Warashi itu ditakuti ya?"
"Yeah, memang masyarakat Jepang takut dengan kehadirannya karena Zashiki Warashi membawa keberuntungan serta kesialan, Rukia. Jika kau bisa bertahan mengurusinya, dia akan memberimu keberuntungan melimpah sebagai balas budi. Tapi jika kau mengusirnya dengan cara tidak menyenangkan, Zashiki Warashi akan memberimu kesialan bertubi-tubi sampai akhirnya rumahmu yang di tinggali Zashiki Warashi terbakar. Apa kau pernah dengar berita terbakarnya hotel Ryokufuso? Banyak yang mengedarkan penyebab kebakaran tersebut berasal dari anak kecil misterius memakai kimono yang bermain api di dekat penginapan itu. Tentu saja kan adalah Zashiki Warashi," jelas Ishida.
Muka Renji seketika berubah pucat. "J-jadi... Aku harus mengurus youkai? Makhluk gaib ini?"
Kokuto dan Ishida mengangguk bersamaan. "Yeah, selamat mengasuh anak, Renji!"
Oh, Zashiki Warashi, selamat! Kau sementara ini punya bapak angkat!
.
.
"Kau yakin akan menggunakan puisi Tomino? Kau tidak takut terjadi sesuatu padamu nantinya?" tanya seorang wanita pirang di belakang panggung yang di gunakan untuk lomba membaca puisi. Kawan wanita pirang yang merupakan peserta lomba tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Tenang saja! Juri pasti tidak tahu puisi siapa ini. Aku yakin puisi Tomino akan membawaku memenangkan lomba!" ujarnya lepas bebas tanpa ada rasa takut tentang puisi Tomino.
Wanita pirang tersebut menyerah. Kawannya keras kepala. "Baiklah, selamat berjuang ya. Giliranmu sudah tiba,"
Kawan wanita itu mengangguk. Ia kemudian berjalan menaiki panggung dan berdiri tegap dengan kertas puisi di tangannya. Para juri lomba puisi memberi tepukan agar wanita itu tidak gugup. Dan di mulailah, ia membaca puisi yang ia dapat dari legenda kuno Jepang;
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu,
Gema tangismu melolong melalui neraka,
Serta darah memekarkan bunga merah melalui tujuh gunung dan lembah neraka.
Dia (Tomino) yang lucu berjalan sendirian untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung,
Menancapkan duri ke dalam daging yang segar sebagai tanda untuk dia (Tomino) yang lucu.
Puisi selesai di bacakan. Para juri terkesima. Mereka memberi tepuk tangan pada wanita itu. Sang wanita tentu senang bukan main mendapat tepukan meriah. Senyum puas berkembang cerah di wajahnya, namun tak lama kemudian semua itu sirna. Tiba-tiba matanya melotot, lidahnya terjulur kaku keluar dari mulutnya. Si wanita jatuh sambil memegangi lidahnya yang terasa di tarik-tarik dengan gunting. Para penonton beserta juri langsung berlari panik menghampirinya. Si wanita mengeluarkan suara kesakitan tidak jelas. Ia terus berguling-guling sampai akhir penyiksaannya datang. Daging tidak bertulang di mulutnya putus meloncat seperti di gunting. Darah dari mulutnya langsung menyembur menciprat membasahi kertas puisinya.
Semua berteriak, ada yang langsung pingsan. Sedangkan teman wanita malang yang bicara di belakang panggung barusan memandang ngeri pada sahabatnya. Dia gemetaran. Bulir-bulir keringatnya bercucuran tiada henti.
Dia mengacak rambutnya frustasi, ketakutan. Ini pasti karena puisi Tomino. Pasti!
Haiku no Tomino (Puisi Tomino), Tomino adalah legenda Jepang tentang sebuah puisi kematian yang dapat mencelakai bahkan membunuh siapapun yang mengucapkan puisi ini dengan suara keras. Tomino adalah gadis kecil yang lahir cacat. Ia menulis sajak puisi untuk kedua orang tuanya, tapi karena puisinya aneh, kedua orang tua Tomino menghukumnya. Gadis itu di kunci ke dalam gudang sempit, tidak di beri makan hingga akhirnya meninggal. Selang beberapa hari kematian Tomino, kedua orang tua Tomino di temukan meninggal secara tidak wajar.
Kakaknya memuntahkan darah, adik yang meludahkan api.
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga.
Tomino meninggal sendirian dan terjun ke dalam neraka.
Neraka kegelapan tanpa di hiasi bunga.
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan.
Dicambuk dan di pukul sangatlah mendebarkan.
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara.
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan dari domba emas dan dari burung bulbul.
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit?
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka.
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah.
Tujuh tingkat di dalam kegelapan lembah neraka.
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba.
Di mata Tomino yang lucu, meneteskan air mata tangisan burung bulbul di balik hujan dan badai.
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu.
Gema tangismu melolong melalui neraka, serta darah memekarkan bunga merah.
Melalu tujuh gunung dan lembah neraka, Tomino yang lucu berjalan sendirian.
Untuk menjemputmu ke neraka.
Duri-duri berkilauan dari atas gunung.
Menancapkan duri ke dalam daging yang segar.
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu.
Jangan mendengar atau membaca puisi ini sebanyak 3x, itu adalah aturannya. Jika melanggarnya, sesuatu akan terjadi padamu...
To Be Continued...
AriadneLacie :: Halo juga! Hehe, maaf, itu buat summary lanjutan cerita setelah Kashima Reiko. Walah, Aria ternyata tau lagu eto, haha xD. Saia juga aslinya bukan penggemar horor, tapi penasaran ama asal-usul hantu2 geto. Makasih udah repiu XD
Unknown :: Ahahaha, baguslah kalau bisa ngakak. Gpp mesum, toh saia juga mesum, dan di dunia ini banyak juga yang mesum! #koq malah bicara ttg mesum?# wah, pas kecil? Tapi kau beruntung gak di datangi. Soalnya tuh lagu apalagi kalo anak kecil pasti di datangi, anak kecil kan peka bgt ama hal gaib ==. Halah, aku juga dpt ilmu hantu2nya dari inet koq, hehe. Makasih dah repiu xD
Gemin24 :: Ahaha, gpp. Yah, aku lagi pengen Kon ikutan masuk, jadinya geto. He? Jam 2 malem? Kuat bgt 0.0, khekhekhe, baguslah bisa ktawa. Aku bkin Inoue ky geto bukan maksud ngebash, cuma gak tau lagi cwe Bleach mana yg enak di pake ==, wah, idemu bagus! Ntaran aq buat! Makasih ya udah repiu xD
Natsu D. Zero :: Gak takut nulis, tapi takut mbayangin. Apalagi klo dah tau gambarny ==, Haseeek! Pemberani dia! XD, hehe, makasih repiuny xD
Maknae Kazuma :: Ohoho, diriku tidak suka yang terlalu tegang, enakan ada lawakannya dikit xD, dikit ae acara rayu2annya xD, maaph klo bkin Inoue OOC ==, gak tau arti kidungnya? Artinya ini ; Menjelang malam, dirimu akan lenyap…
Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Awas jangan menampakkan diri…
Aku sedang dalam kemarahan besar…
Jin dan setan yang kuperintah…
Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…
makasih dah repiu xD
Curio Cherry :: Mugetsu mau mandi! #?# ehehe, soal iku jek rhs! Suwun yo wes repiu xD
Akihisa Pyon :: Aku bkin Bloody Mary versi sendiri, soalny aq gak tau bnyk ttg eto ==, makasih ya udh repiu xD
Piyocco :: Ealah, linu? Wkwkwk. Aq juga linu mbayanginnya ==, makasih ya repiunya xD
Ara Yuzuriha :: Wow, 8 chap sekaligus? Makasih! Oh, itu aq juga pernah denger! Tapi gak tau apa namany, tp pkoqnya dia itu yuurei, bukan youkai. Makasih dah repiu n salam kenal xD
Zanpaku Nightfall Akenomyosei :: Takut tapi penasaran loh mbak xD! Haseeek, bahasamu xD. Hehe, makasih yah repiuny xD
Chadeschan :: Iyap! Bnr bgt! Hantu Indo? Aq taunya cuma kunti, poco, yul, gender, sot, n goyang karawang (?), pkoqnya yg sering di buat film. Dah dgr kidungnya? Makasih dah repiu xD
Chlie Hanariunnse :: Soal lagu jawa yah, itu lingsir wengi katanya emang bisa manggil setan. Lagu itu aslinya buatan sultan kalijaga yg di ciptakan untuk menyebar agama islam, tp gr2 lagu eto di plesetin n di nyanyiin siapa geto, jd pemanggil setan. Aq sendiri gak tau bener apa gak, soalnya baru denger pas lirik "Lingsir wengi~ sliramu..." udah buru2 aq matiin xD, makasih dah repiu xD
David :: Iya, aq orang jawa. Aq belum pernah dgr yg di film Kuntilanak kaya gemana model lagunya.. Soalnya tuh lagu banyak versinya. Ada yang versi dangdut koplo ato remix ==, makasih ya repiuny! XD
Kimi Na Na :: Wahahaha, makasih dah repiu xD
D-N-D Mozaik :: Aq gak tau film Paranormal Ac eto apa, yg aq tau cuma Masih Dunia Lain == #?
Tp makasih atas promosi filmnya, coba aq tonton ntar! Makasih dah repiu xD
Wuoh! Akhirnya kesampean juga balas repiu tanpa buru-buru, plong bgt rasanya! XD
makasih buat semua yang udah repiu. Mohon repiu lagi kalo berkenan ^^
