Hai...hai...mina...!!!
Maaf kan kusanagi karena updatenya lama... XD
Kemaren kusanagi nulis fic baru... judulnya Brother for A Week dan Back To Academy...XD
Kalau sempet baca ya!
Dan jangan lupa isi guest book (review) dan meninggalkan wasiat (review) =3
Yapz...chappy 9... Selamat baca...
LOST
"Hentikan!!!" teriak Ukitake. "Apa yang kau lakukan? Tidak banyak orang yang mengetahui letak cincin raja disimpan. Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Ukitake dengan nada marah, "Apa yang sebenarnya kau rencanakan, taichou divisi 2, Kisaragi Ayame?"
Chapter: 9
"Khu...hu...hu...aku tak menyangka akan ketahuan secepat ini," kata Ayame sambil tersenyum sinis.
Ukitake terkejut melihat senyum sinis Ayame. Baru kali ini Ukitake melihat ekspresi seperti itu di wajah taichou baru divisi 2 tersebut. Biasanya Ayame sangat pendiam dan jarang menunjukkan emosi diwajah cantiknya dihadapan orang lain, 'Jadi ini sifat asli Kisaragi Ayame.'
"Kau sama sekali tak menjawab pertanyaanku, Kisaragi-taichou," kata Ukitake tak melepaskan pandangannya dari Ayame.
Lalu tanpa sepengetahuan Ukitake, Ayame telah menarik zanpakutonya. Lalu secepat angin Ayame mengayunkan zanpakutonya kearah Ukitake.
Walau sempat menghindar, tetapi gerakkan Ayame lebih cepat dari gerakkan Ukitake. Alhasil bahu kiri Ukitake berhasil Ayame lukai. Ukitake lalu bershunpo untuk menjaga jarak dengan Ayame dan menarik zanpakutonya untuk bersiap bertarung.
"Apa sebenarnya akan kau lakukan dengan cincin raja? Kenapa kau melakukan hal ini?" tanya Ukitake lagi.
"Aku akan membawa cincin raja demi Aizen-sama," jawab ayame sambil bershunpo kebelakang Ukitake dan menebas punggungnya.
Untungnya Ukitake kali ini brhasil mnghindar dan hanya haorinya saja yang sobek terkena sabetan pedang Ayame.
Mendengar nama Aizen disebut mata Ukitake terbelalak, "Aizen...ternyata dia masih hidup?"
"Ya...Aizen-sama masih hidup, dan dialah yang menolongku ketika aku terpisah dari rombongan klanku," kata Ayame sambil melepas haorinya. Lalu ia merobek bagian lengan bajunya agar tidak mengganggu.
Mata Ukitake terbelalak lagi ketika melihat tato dilengan kanan atas Ayame, "Kau...tato itu...bagaimana mungkin kau bisa masuk ke Soul society apa lagi Seireitei?" tanya Ukitake dengan nada terkejut, "Dan kenapa sampai saat ini kami tidak bisa melihat tato itu?"
"Owh...rupanya kau tahu tentang klanku ya?" tanya Ayame sambil memegan lengan kanannya, "Aku bisa masuk kedalam Seireitei berkat Aizen-sama. Aku akan membatu Aizen-sama membalaskan dendamnya, juga dendam klanku yang berabad-abad lalu kalian usir dari Soul Society," Ayame lalu menaikan reiatsunya dan mengarahkan zanpakutonya pada Ukitake.
"Gara-gara kalian klanku tak mempunyai tempat dan selalu berpindah dari dimensi satu kedimensi lainnya, akibatnya banyak anggota klan yang mati dan terpisah saat berpindah," kata Ayame dengan marah. Lalu dia melompat dan menyerang Ukitake dengan sangat cepat. Tak sia-sia ia menjadi taichou divisi 2 yang mengutamakan kecepatan.
~H~
Sementara itu didunia manusia, Karin dibantu oleh Ururu, Jinta dan tentu saja Yuzu mencari Toushiro keseluruh penjuru kota Karakura.
Hari sudah sore ketika mereka berhenti disebuah taman untuk beristirahat. Mereka merasa sangat letih berkeliling kota Karakura sepanjang hari.
Sementara Yuzu, Ururu dan Jinta duduk dibangku taman sambil menikmati minuman yang mereka beli untuk menghilangkan dahaga mereka, Karin berdiri dipinggir bukit dekat taman itu sambil menatap langit yang berwarna jingga. Matanya yang berkilauan terkena cahaya senja tampak begitu sedih dan khawatir, 'Toushiro...kau ada dimana?' tanya Karin dalam hati.
Sementara itu ditempat Urahara...
Toushiro duduk diteras sambil menatap langit senja.
'Sekarang ini...kira-kira apa ya yang Karin lakukan,' tanya Toushiro dalam hati.
'Mungkin dia mengkhawatirkanku dan berusaha mencariku. Tapi kurasa saat ini dia sudah pulang dan mulai melupakanku,' memikirkan Karin melupakannya membuatnya merasa sedih.
Lalu tiba-tiba Yoruichi yang dalam wujud kucing muncul dari belakangnya, "Hei...bocah apa yang sedang kau lakukan," tanya Yoruichi.
Bulu dipunggung Toushiro berdiri karena kaget melihat Yoruichi.
"Apa kau sedang memikirkan tuanmu?" tanya Yoruichi sambil duduk disamping Toushiro. Lalu Toushiro mengangguk.
"Jadi, kau ingin pulang ya? Tenang saja nanti aku akan menyuruh Jinta dan Ururu untuk mencari majikkanmu."
Toushiro menggelengkan kepalanya. Walaupun ia merindukan Karin tapi dia tidak bisa pulang ketempatnya. Toushiro takut arrancar akan menyerang Karin kalau ia berada didekatnya.
Yoruichi memperhatikan Toushirou, lalu ia menyadari bulu Toushirou yang putih nampak agak cokelat.
"Bocah...badanmu kotor," kata Yoruichi. Lalu ia berdiri dan mendekati Toushiro. Lalu sambil nyengir kucing Yoruichi brkata, 'Saatnya mandi.'
Toushiro langsung menjadi pucat begitu Yoruichi selesai berbicara. Lalu Toushiro melompat kesamping untuk menjauhi Yoruichi. Toushiro lupa kalau kaki kiri depannya terluka, akibatnya ketika ia mendarat kakinya terasa sakit. Karena tak sanggup menahan sakitnya, Toushiro menggulingkan badannya kesamping sambil mengerang kesakitan.
"Kau Tidak apa-apa, bocah?" tanya Yoruichi dengan wajah khawatir.
Toushiro tidak menjawab. Hal itu membuat Yoruichi bertambah khawatir. Lalu Yoruichi berlari keluar untuk mencari Tessai. Ketika Yoruichi menemukannya, Yoruichi langsung meminta Tessai menyembuhkan Toushiro.
Setelah Tessai selesai melakukan kidou penyembuh pada kakinya, Toushiro merasa sakit dikakinya menghilang, lalu
Toushiro berdiri dengan keempat kakinya. Sekarang kakinya sudah benar-benar sembuh, 'Master kidou memang hebat,' kata Toushiro dalam hati, 'dia bisa menyembuhkan lebih baik dari Isshin-taichou.'
"Miau...!" (terima kasih) kata Toushiro dengan nada senang.
Melihat Toushiro senang Yoruichi pun tersenyum. Lalu Yoruichi teringat hal yang ingin ia lakukan sebelumnya. Ia berjalan mendekati Toushiro dan berkata, 'Nah...sekarang saatnya mandi,"
Lalu sebelum Toushiro kabur lagi, Yoruichi menggendongnya.
"Meong...meong. ..meong...!!!" (Aku ga mau dimandiin!!!) protes Toushiro sambil bergeliat berusaha melepaskan diri.
"Biar ku siapkan airnya," kata Tessai sambil berjalan meningalkan ruangan itu.
Lalu Yoruichi mengikuti sambil terus menggendong Toushiro yang masih terus meronta.
Ketika berjalan menuju kamar mandi mereka bertemu Urahara.
Urahara membuka kipasnya lalu menutupi wajahnya seperti biasanya, "Apa kau sedang mengasuh anakmu, Yoruichi?" tanya Urahara.
"diham hau hihuhe..." (diam kau Kisuke) kata Yoruichi masih menggendong Toushiro, "hebih haik hau hantu haku hegang hanak ini!" (lebih baik kau bantu aku memegang anak ini!) kata Yoruichi sambil mengirim death glare pada Urahara.
Melihat death glare Yoruichi, Urahara merinding lalu ia pun mengambil Toushiro dari Yoruichi dan memegangnya.
Setelah Toushiro dipegang oleh Urahara, Yoruichi pergi kesebuah ruangan. Lalu dia kembali dalam wujud manusia. Sambil nyengir Yoruichi mengambil Toushiro kembali dari Urahara dan membawanya kekamar mandi.
Setelah melepaskan pita dilehernya, Yoruichi lalu mencemplungkan Toushiro kedalam bak yang sudah disiapkan oleh Tessai dan mulai mencuci Toushiro dengan shampo bau lavender.
Setelah merasa Toushiro sudah bersih, Yoruichi lalu mengeringkan bulu Toushiro dengan hair dryer.
Karena hawa hangat hair dryer dan bau lavender dari shampo, Toushiro merasa sangat mengantuk ketika Yoruichi membawanya keruang tengah dan meletakkanya diatas bantal.
Yoruichi sedang mengikat pita Toushiro kembali saat ia mendengar Ururu dan Jinta kembali.
"Kalian sudah kembali...Jinta, Ururu," kata Yoruichi ketika melihat mereka berdua.
"Hai..." jawab mereka singkat. Lalu Ururu mendekati Yoruichi dan melihat Toushiro yang sedang di elus-elusnya.
"Aah...inikan anak kucing Karin-chan?!" kata Ururu.
"Apa? Anak kucingnya Karin-chan?" teriak Jinta kaget, lalu ia segera berlari mendekati Toushiro.
"Anak kucing ini milik Karin-chan?" tanya Yoruichi sambil terus mengelus-elus Toushiro yang sudah tertidur.
"Ah...benar ini anak kucing Karin-chan, percuma saja kita mencarinya diseluruh penjuru kota Karakura kalau yang dicari ternyata ada disini," kata Jinta sambil duduk lemas.
"Uhum...kalau begitu aku akan menelepon Karin-chan," kata Ururu sambil keluar ruangan.
Dalam hati Yoruichi sedikit kecewa karena Toushiro akan kembali pada majikannya.
~H~
Sementara itu di Soul Society...
Para taichou gotei 13 mengadakan rapat darurat dimarkas divisi 1.
"Owh...jadi begitu..." kata soutaichou setelah mendengar cerita Ukitake tentang kejadian tadi siang.
Flash back...
Ukitake terkapar dilantai dengan luka sayatan sepanjang punggungnya dan tusukkan yang sangat dalam diperutnya.
Dengan mata yang mulai gelap Ukitake menatap Ayame yang berdiri disampingnya dengan bertopang pada zanpakutonya. Walaupun ia menang, Ayame juga terluka cukup parah.
Dengan tertatih-tatih Ayame mendekati tempat cincin raja disimpan. Lalu ia menyentuh permata merah ditengah segel penyimpan cincin raja.
Setelah itu permata merah itu berubah warna menjadi hijau dan segelpun terbuka.
Dari tempatnya terkapar Ukitake bisa melihat cahaya yang menyilaukan mata juga merasakan reiatsu yang sangat kuat saat segel terbuka.
Ayame lalu mengambil sebuah cincin emas dengan permata berkilauan warna pelangi, "Jadi ini cincin raja..." kata Ayame Sambil mengangkatnya keatas, "Dengan ini tujuan Aizen-sama akan tercapai dan dendam klan Kuroyami akan terbalaskan," Ayame tersenyum licik.
Lalu sirine darurat Seireitei berbunyi dan shinigami mulai berdatangan ketempat itu.
Dengan segera Ayame mengambil sebuah pisau kecil dari balik bajunya dan menyabetkannya keudara. Seketika, gerbang penghubung menuju Hueco Mundo terbuka.
Setelah Ayame masuk maka gerbang itu langsung tertutup kembali menigalkan Ukitake yang terkapar tak dapat bergerak.
Lalu setelah itu pandangan Ukitake menjadi gelap.
...End flash back...
"Tak ku sangka ternyata Ayame-chan adalah anggota klan Kuroyami," kata Kyoraku sambil menurunkan topinya menutupi matanya.
Ukitake yang sudah mendapatkan perawatan dari divisi 4 hanya diam sambil menatap lantai.
"Klan Kuroyami? Apa itu?" tanya Ichigo yang tak mengetahui sejarah klan Kuroyami.
"Dulu, klan Kuroyami adalah sebuah klan yang cukup besar dan merupakan klan yang mempunyai pengaruh besar di Soul Society. Tapi berabad-abad lalu mereka berbuat dosa besar yang membuat semua anggota klan mereka diusir dan diberi segel agar semua anggota klan dan keturunanya tidak bisa kembali ke Soul Society, berupa tato khusus pada lengan atas kanan mereka," jelas Ukitake dengan wajah serius.
"Owh...jadi, dosa besar apa yang mereka lakukan sebenarnya?" tanya Ichigo lagi. Dia sudah mulai mengerti sejarah klan Kuroyami.
"Mereka menggunakan roh yang tinggal distrik 65 sampai 70 untuk menciptakan sebuah artifak, yang menyebabkan roh itu terjebak dalam artifak dan tidak bisa berrengkarnasi,' kali ini Ukitake yang menjawab.
Mata Ichigo terbelalak mendengar penjelasan Ukitake, dia tak menyangka ada sejarah yang begitu mengerikan di Soul society, "La...lalu...bagaimana dengan artifak itu?"
"Sudah dihancurkan," jawab Renji. Sejarah klan Kuroyami dipelajarinya saat diakademi, "artifak itu dihancurkan agar roh yang terjebak dalam artifak bisa berrenkarnasi."
"Owh..." Ichigo terdiam.
"Ano..." Kira yang sejak tadi terdiam mulai berbicara, "kalau mata-mata Aizen adalah Kisaragi-san, berarti Hitsugaya-taichou bisa terlepas dari hukuman kan?"
Taichou yang lain mengangguk-angguk membenarkan Kira. Tapi sayangnya soutaichou berpikiran lain.
"Hukuman Hitsugaya Toushiro masih berlaku," kata soutaichou.
"Ta...tapi kenapa?" tanya Ichigo kesal.
"Itu karena ketika Hitsugaya Toushiro menghilang, Kisaragi Ayame mempunyai kesempatan untuk menyelidiki semua penjuru Seireitei mencari tempat cincin raja disimpan, dengan alasan menyelidiki Hitsugaya, bisa saja semua itu memang sudah mereka atur," jawab taichou divisi 12, saat itu Ichigo ingin menonjok Kurotsuchi. Tapi sayangnya ia tidak bisa melakukannya dihadapan soutaichou. Maka ia menahan emosinya agar tidak menonjok Kurotsuchi sampai rapat berakhir.
~H~
Sementara itu di Hueco Mundo Aizen memegang cincin raja ditangannya sambil tersenyum licik, "Kerja bagus Kisaragi Ayame," kata Aizen kepada Ayame yang sedang berlutut dihadapannya.
Luka Ayame yang didapat ketika melawan Ukitake sudah dirawat dan hampir sembuh, "Terima kasih Aizen-sama..." jawab Ayame.
"Khu...hu...hu dengan ini, aku tinggal membutuhkan Hitsugaya Toushiro untuk melaksanakan rencanaku?" kata Aizen mulai tertawa licik.
"Uhum...Aizen-sama, aku tidak mengerti mengapa anda membutuhkan taichou muda itu untuk melaksanakan rencana anda," kata Ayame mulai berdiri.
"Nanti juga kau akan mengerti Ayame..." jawab Aizen, "baiklah Razel, segera bawa anak kucing itu kepadaku," perintah Aizen kepada espada no.9nya yang baru.
Lalu dengan segera espada berambut emas itu membungkuk kepada Aizen, "Hai...Aizen sama."
Ketika Razel akan pergi Aizen berkata, "Kisaragi Ayame, ikutlah bersamanya!" perintah Aizen kepada Ayame.
"Hai..." jawab Ayame singkat. Lalu iapun mengikuti Razel pergi.
~H~
Di Seireiter rapat kapten telah berakhir...
Ichigo mendekati Kurotsuchi dengan marah dan hendak memukulnya saat Nemu datang dan berbicara pada ayahnya.
"Mayuri-sama...aku ingin melaporkan sesuatu," kata Nemu.
"Apa itu Nemu? Apa itu hal penting?" tanya Kurotsuchi kepada putrinya.
Melihat Nemu, Ichigo menunda keinginannya sampai Nemu selesai berbicara.
"Salah satu ramuan hasil penelitian kita menghilang," kata Nemu.
Mendengar laporan Nemu, taichou yang ada disekitar situ tertarik dan mendengarkan laporan itu lebih lanjut.
"Apa kau bilang?" tanya Kurotsuchi dengan sangat marah dan menarik baju Nemu, "Kapan benda itu menghilang?"
"Aku tidak tahu pastinya tapi yang pasti benda itu menghilang sebelum Hitsugaya-taicho menghilang," jawab Nemu tanpa merubah ekspresi wajahnya.
"Apa? Sudah selama itu dan kau baru melaporkannya sekarang?" teriak Kurotsuchi sambil mengguncang-guncangkan tubuh Nemu.
"Benda itu bukan penemuan penting dan jarang diawasi. Anggota divisi baru menyadari benda itu menghilang tadi."
Mengetahui benda yang menghilang bukan benda penting, Kurotsuchi lalu melepaskan baju Nemu, "Benda apa itu?" tanya Kurotsuchi.
"Benda itu adalah ramuan yang dapat merubah manusia atau shinigami yang terkena berubah menjadi kucing beserta Anti-toxinnya," jawab Nemu.
Mendengar kata 'Merubah' dan 'Kucing' dalam satu kalimat, tiba-tiba Ichigo menyadari sesuatu.
"A...aku...tahu dimana Toushiro berada," kata Ichigo.
Para taichou yang mendengar pernyataan Ichigo terbelalak.
"Sungguh?" tanya Renji dan Kira serempak.
"Benar juga...Toushiro adalah Toushiro," kata Ichigo dengan nada senang, sementara Taichou yang lain mengangkat sebelah alis mereka bingung dengan perkataan Ichigo, "pantas saja kelihatannya ia ingin mengatakan sesuatu kepadaku."
"Ukitake-san bisakah anda membukakan gerbang penghubung dunia manusia untukku?" tanya Ichigo kepada Ukitake.
"Uh? Ya baiklah! Tolong tunggu 10 menit," jawab Ukitake masih belum mengerti dengan apa yang Ichigo katakan.
"Aku akan membawa Toushiro kembali ke Seireitei," kata Ichigo dengan bersemangat.
~H~
Toushiro berdiri disebuah tempat yang sangat gelap. Lalu tiba-tiba muncul seberkas cahaya dari atas dan Karin berdiri ditengahnya.
Lalu pemandangan disekitarnya mulai jelas, dia berada ditengah sebuah hutan yang sangat kering kerontang dan sebuah jurang melintang diantara Karin dan dirinya.
"Karin...?" panggil Toushiro. suaranya bahasa manusia, dia menyadari kalau dia sudah kembali kewujud asalnya.
"Toushiro? Apa itu kau?" tanya Karin, "Ke...kenapa semuanya gelap? Kau ada dimana Toushiro," Karin berjalan mendekati jurang.
Toushiro ingin berteriak agar Karin tidak mendekati jurang tetapi suaranya tidak keluar, 'Karin...!!!'
"Toushiro kau ada dimana?" tanya Karin sambil terus berjalan menuju jurang sampai akhirnya kakinya terperosok dan...
Toushiro membuka matanya saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"Toushiro...?"
Orang itu adalah Karin, "Apa kau bermimpi?" tanya karin sambil mengelus-elus kepala anak kucingnya.
'Ka...karin...?' mata Toushiro terbelalak melihat Karin. Sekarang ini Toushiro sedang digendong dan dibawa pulang oleh Karin.
Ketika benar-benar sadar lalu dia berkata, 'Aku tidak boleh berada didekat Karin,' kepada dirinya sendiri. Lalu dia berusaha melepaskan diri dari Karin, dan Karinpun memeluknya tambah erat.
"Jangan pergi dariku Toushiro," kata Karin dengan nada sedih.
Lalu Toushiropun berhenti bergeliat.
"Aku tak mau kehilangan yang aku sayangi...lagi," kata Karin terisak sedih.
Mendengar hal itu Toushiro merasa bersalah kepada Karin karena sudah pergi meniggalkannya.
'Maaf kan aku Karin,' kata Toushiro dalam hati.
Lalu tiba-tiba muncul retakkan dilangit, lalu espada dan Ayame muncul dihadapan mereka berdua.
Yay...udah nyampe chappy 9...XD
Wah...nulisnya pegel...pegel...
Walow begitu kusanagi tetep lanjut nulis demi reader... Juga demi nyawa kusanagi yang diancem reader...XP
Akhirnya setelah sekian lama bikin account ini...kusanagi baru tau apa aja yang ada diaccount kusa... =3
Selama ini, karena jarang yang review kusanagi kira ga ada yang baca fic ini...Ternyata banyak juga loh yang baca...Udah lebih dari 1000 hit n sekitar 800 visitor...(kusa ga ngerti bedanya)
Bahkan ada juga yang masukin fic ini jadi salah satu fic favorit (bener-bener ga nyangka...O.o'a)
Thanx for:
Haruto Sakuraba
Maeve Zahra
Sora Chand
Satu lagi yang paling kusa ga nyangka adalah ternyata ada juga yang masukin Kusanagi jadi author favorit (diriku terharu...T.T...dan tambah semangat nulis...he he he)
Thanx so much for:
Haruto Sakuraba
Special thanx to:
Kireina-toushiro and Karyn Fuukajima Schiffer yang udah rajin review
And
You (all reader)
Mind to review?
-kusanagi-
