Preview Last Part

.

.

.

Baekhyun membalikkan badannya ketika ia melihat memang benar ada sebuah mobil hitam yang berhenti tepat di depannya.

Seorang laki-laki paruh baya keluar dari mobil itu lalu menghampiri Baekhyun,

"anda siapa ya?" tanya Baekhyun bingung

Laki-laki itu hanya menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan

"aku Park Yoochun... appanya Chanyeol..." jawabnya

Baekhyun membelalakkan matanya kaget

.

.

.

.

She's Mine

Part 8

.

.

.

BGM – Astro -Again

.

.

.

.

"Baekkie!"

Gadis itu menoleh lalu melambaikan tangannya ke arah namja tinggi yang berlari menghampirinya

Grep

Namja itu langsung menenggelamkan Baekhyun di pelukannya begitu ia sampai.

Baekhyun tertawa kecil di pelukannya lalu membalas pelukan namja itu erat

Namja itu melepaskan pelukannya lalu memegang bahu Baekhyun erat, membuat gadis itu tak bisa menghindari tatapan matanya.

"Kau kemana saja? Sudah tiga hari kau menghindariku! Tiga hari!" tekannya sambil menunjukkan tiga jari di depan Baekhyun

Baekhyun hanya tersenyum kecil sambil mengangguk-angguk

"Mianhae, Chanyeol-ah..."

"Ada masalah? Kenapa kau tiba-tiba menghindariku, kudengar juga kau tidak bicara apapun pada Kai dan Kyungsoo... kau bahkan tidak pergi ke kampus, dan tidak pulang ke rumah, kau tidak tahu betapa khawatirnya aku, setidaknya..."

Chu

Ocehan Chanyeol terhenti sejenak ketika Baekhyun menutup mulutnya dengan sebuah kecupan tepat di bibirnya

"Baek..."

"Mianhae..."

"Ada masalah?"

Baekhyun menggeleng pelan lalu menunduk

"keadaan eomma menurun kemarin, jadi aku pulang untuk merawatnya," jelas Baekhyun

Chanyeol menghela napasnya pelan

"kenapa kau tidak memberitahuku? Setidaknya beritahu Kyungsoo atau Kai, mereka begitu mengkhawatirkanmu..." lanjut Chanyeol

Baekhyun mengangguk lagi pelan

"aku sudah mengabari Kyungsoo sebelum menemuimu tadi," ucapnya

"Baguslah... kau sudah makan? Ayo kita makan!" ajak Chanyeol

Baekhyun mengangguk lagi lalu tersenyum, ia menggandeng tangan Chanyeol

"Ayo!"

Chanyeol tersenyum lalu mengelus puncak kepala Baekhyun lembut dan berjalan ke arah mobil.

Baekhyun terus menggenggam erat tangan Chanyeol, bahkan ia tidak melepaskan genggaman itu sampai di mobil.

"kau kenapa sih? Rindu padaku?" tanya Chanyeol lalu terkekeh pelan

Baekhyun mengangguk semangat lalu mempererat genggamannya

"Tumben sekali kau diam..." sahut Chanyeol

Baekhyun tidak menjawab hanya tersenyum lalu memandangi Chanyeol di sampingnya

"Wae... "

Baekhyun menggeleng pelan

"Kenapa kau memandangiku seperti itu? Aku semakin tampan?" goda Chanyeol

Baekhyun hanya terkekeh pelan,

"hm... kau terlihat semakin tampan..." jawab Baekhyun

"aigoo... ada apa dengan Baekkie ku ini, eoh? Jarang-jarang sekali kau memujiku,"

Baekhyun lagi-lagi hanya membalas candaan Chanyeol dengan kekehan pelan

Sejenak mereka terdiam, dan Chanyeol yang fokus menyetir. Sesekali Baekhyun melirik Chanyeol dalam diam.

"Chanyeol-ah..." panggilnya

"Hm..."

"Kau mencintaiku?" tanyanya tiba-tiba

Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun kaget lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan

"kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?" tanya Chanyeol balik

"kau mencintaiku?" tanya Baekhyun lagi seakan tidak bisa mendengar pertanyaan Chanyeol

"tentu saja aku mencintaimu... aku sangaaaaattt mencintaimu! Kau tahu itu..." jawab Chanyeol

Baekhyun tersenyum lalu memainkan tangan Chanyeol lembut dan menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol

Chanyeol hanya terkekeh pelan melihat kelakukan Baekhyun yang tiba-tiba manja

"Ada apa kau ini? kau terbentur sesuatu? Atau salah makan?" tanya Chanyeol

Baekhyun menegakkan kembali kepalanya lalu memandang Chanyeol kesal

"memangnya aku tidak boleh bermanja pada pacarku sendiri!" protes Baekhyun

Chanyeol tertawa lalu menarik kembali kepala Baekhyun bersandar di pundaknya

"arasseo... sini senderan lagi!" ucapnya sambil terkekeh pelan, entah mengapa ia sangat bahagia melihat tingkah Baekhyun yang sok manja hari ini, ia melirik Baekhyun yang sedang memanyunkan bibirnya sejenak lalu kembali fokus menyetir.

Baekhyun pun melirik Chanyeol sejenak lalu terdiam, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun menggeliat pelan lalu melirik Chanyeol yang berbaring nyaman disampingnya, ia tersenyum lalu mengulurkan tangannya mengelus pipinya.

Jari telunjuknya menyusuri bentuk wajah Chanyeol, mulai dari dahi, mata, hidung, sampai ke dagunya.

Ia kembali lagi menyentuh bibir Chanyeol lalu mengecupnya pelan.

"Saranghae….. Chanyeol-ah…."

"Nado…"

Baekhyun tersentak kaget dan hampir saja terjatuh dari sisi ranjang, namun dengan cepat tangan Chanyeol meraih pinggulnya

"wah! Ya! Kau mengagetkanku!" kesal Baekhyun lalu memukul pelan dada Chanyeol

Chanyeol terkekeh lalu menarik Baekhyun mendekat dengannya.

"kau semakin kesini semakin nakal ya ternyata," goda Chanyeol

"apanya?" sanggah Baekhyun pura-pura tidak tahu sambil menundukkan wajahnya, menghindari tatapan Chanyeol

Chanyeol mengelus pipi Baekhyun lalu menarik dagu gadis itu sehingga ia memandang ke arahnya.

"kau mengajakku ke kamar hotel, bahkan sampai mencuri satu ciuman ketika aku tertidur… hm…. Sepertinya baekki ku yang manis ini sudah tidak lugu lagi," goda Chanyeol lagi

Chu

"terserah kau saja! Lagipula siapa bilang aku ini lugu," balas Baekhyun setelah mencuri satu lagi ciuman lalu berusaha kabur tapi dengan cepat lengan kekar itu menariknya kembali ke dalam pelukannya

"hm… kurasa anak nakal ini perlu dihukum!"

.

.

.

.

.

.

.

Gadis manis itu berjalan menyusuri pasir, merasakan kasarnya pasir di telapak kakinya. Perlahan kakinya melangkah masuk ke dalam air. Ia menghentikan langkahnya setelah beberapa saat lalu melipat tangannya di dada dan menutup matanya.

Ketika kau harus memilih... hidupmu atau napasmu… yang manakah yang akan kau pilih?

Kurasa kau tidak akan bisa memilih, karena keduanya sama pentingnya bagimu. Tanpa napas kau tidak akan memiliki hidup, dan tanpa hidup maka napasmu tidak akan ada gunanya lagi.

Tapi ketika kau tidak punya pilihan lain tapi memilih satu dari antaranya…. Apa yang akan kau pilih?

Grep

Gadis itu tersentak pelan, sepasang tangan kekar melingkar di perutnya, memeluknya erat. Sesaat kemudian ia merasakan wangi yang sangat ia kenali, wangi Chanyeol.

"Kau disini ternyata, baek…."

Baekhyun tersenyum ketika suara bass itu terdengar begitu dekat di telinganya, entah sejak kapan ia menyukai cara namja itu memeluknya, cara ia menyebut namanya, bahkan suara dan aroma tubuhnya.

"memangnya aku bisa kemana.." jawabnya

Chanyeol tidak menjawab hanya menyenderkan kepalanya di pundak sempit Baekhyun

"Aku bermimpi aneh…. Dan itu menakutkan untukku…." Ucap Chanyeol

"kau sudah dewasa masih bisa ketakutan karena mimpi…." Sahutnya

"Aku bermimpi kau meninggalkanku…. Jauh… ketempat yang tidak bisa kujangkau…" cerita Chanyeol

Baekhyun tidak lagi menyahut, hanya terdiam

"lalu ketika aku membuka mataku… aku tidak bisa menemukanmu di sampingku… aku takut baek, aku takut mimpi itu jadi kenyataan, dan aku tidak mau…." Lanjut Chanyeol sambil mengeratkan pelukannya pada Baekhyun

Baekhyun menyentuh lengan Chanyeol yang memeluknya erat.

Ia membalikkan tubuhnya menghadap Chanyeol yang kini menatapnya lembut

Baekhyun menyentuh dada Chanyeol lembut

"aku… akan selalu ada di hatimu… chan…"

Lalu menyandarkan kepalanya nyaman di dada bidang seorang Park Chanyeol.

Chanyeol balas memeluknya erat, tanpa ia sadari setetes airmata lolos dari pelupuk mata Baekhyun

Aku mencintaimu, Park Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Senyuman di wajah tampan itu tidak kunjung menghilang, sementara tangan kanannya sibuk menggenggam dan memainkan tangan Baekhyun.

"Pipimu bisa keram kalau tidak berhenti tersenyum seperti itu," sindir Baekhyun

"Biar saja… aku tampan kan kalau tersenyum!" balasnya percaya diri

"hahaha… terserah kau saja lah," balas Baekhyun lalu mengalihkan kembali pandangannya ke luar kaca mobil

Chanyeol menoleh kearah Baekhyun yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Bukannya ia tidak menyadarinya, kalau sejak kemarin Baekhyun tampak aneh. Ia sering melamun dan menjadi lebih manja daripada biasanya, ia hanya tidak bilang karena tidak ingin merusak mood.

"baekhyun-ah…." Panggilnya

"Hm?" sahut Baekhyun lalu menoleh

Chu

Bibirnya dihadiahi kecupan singkat oleh Chanyeol yang kembali fokus pada kegiatan menyetirnya.

Dalam hitungan detik pipi Baekhyun terasa memanas lalu memerah seperti kepiting rebus

"YAAA!" kesalnya lalu memukuli lengan Chanyeol

Chanyeol hanya tertawa puas lalu tangan kanannya meraih tangan Baekhyun, dan menngecupnya pelan, menghirup wangi tangan Baekhyun yang begitu ia sukai.

"Baekhyun-ah…." Panggilnya lagi

"apa lagi?" sahut Baekhyun

"Apakah kau bahagia?"

Baekhyun menoleh dan melihat wajah Chanyeol terlihat lebih serius daripada biasanya

"Maksudmu?"

"Apakah kau bahagia bersamaku?" tambah Chanyeol memperjelas pertanyaannya

Baekhyun terdiam sejenak sambil memerhatikan wajah Chanyeol,

"Aku bahagia…. Aku sangat bahagia…." Jawabnya

.

.

.

.

.

.

.

Tok

Tok

Tok

"Nona Byun sudah datang," ucap sang sekretaris di depan pintu ruangan direktur utama perusahaan itu.

Sang direktur lengkap dengan jas hitamnya hanya berdiri membelakangi meja kerjanya, menghiraukan sekretarisnya.

"suruh dia masuk,"

Sekretarisnya hanya mengangguk lalu mundur beberapa langkah, mempersilahkan gadis mungil itu masuk ke ruangan.

Dengan canggung gadis itu hanya mengangguk pelan lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan langkah ragu.

"Kau datang lebih cepat dari pada yang aku perkirakan," ucap direktur Park dengan suara berat

Gadis mungil itu bergeming sejenak lalu menarik napas dalam-dalam, berusaha untuk tidak terlihat lemah.

Direktur Park berbalik lalu tersenyum meremehkan kearah gadis mungil yang hanya berjarak beberapa langkah dari pintu ruang kerjanya itu.

"jadi…. Bagaimana dengan tawaranku?"

.

.

.

.

Flashback on

"aku Park Yoochun... appanya Chanyeol..." jawabnya

Baekhyun membelalakkan matanya kaget

Ia buru-buru membungkuk hormat kearah lelaki itu

"Annyeonghaseyo, Byun Baekhyun imnida," sapanya sopan

Yoochun hanya tersenyum tipis lalu maju beberapa langkah untuk melihat wajah Baekhyun lebih dekat.

"Kau mirip sekali dengan ibumu…" ucapnya

Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung

"ne?"

"Ibumu…. Persis kau saat ia masih muda…" lanjutnya lagi

"Anda kenal ibu saya?" Tanya Baekhyun

"lebih dari sekedar kenal…. " jawab Yoochun

Baekhyun kembali mengernyitkan dahinya, ia benar-benar bingung sekarang.

"dan kurasa… kau akan sangat ingin bertemu dengan ibumu sekarang, " lanjut Yoochun

"ne?"

.

.

.

.

.

Gadis itu memegang tangan ibunya erat, alat di samping tempat tidur ibunya berbunyi terus seakan menjadi penentu hidup mati ibunya.

Cklek

Suara pintu terbuka tidak mengusiknya karena ia tahu betul siapa orang yang masuk ke kamar ibunya saat itu.

"Bagaimana anda bisa mengenal ibu saya?" tanyanya lirih tanpa membalikkan badannya.

"Aku mencintainya…"

Jawaban itu sontak membuat Baekhyun membalikkan badannya kaget.

"sebagaimana kau mencintai anakku…" lanjutnya

Cukup untuk membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya dari sang ibu

"dan aku tahu bagaimana akhir dari cinta bodoh itu,"

.

.

.

.

.

Baekhyun terdiam di tempatnya, sekarang ia duduk di coffee shop di rumah sakit itu. Ia sempat melihat ke sekeliling dan tahu betul rumah sakit ini adalah rumah sakit ternama. Entah bagaimana ia harus membayar biaya rumah sakit ibunya.

Kepalanya seakan berputar dan itu membuatnya mual. Ia bahkan tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan, ayah Chanyeol adalah mantan kekasih ibunya, dan mengapa ia harus mengetahuinya.

Ia hanya diam tanpa bisa berpikir jernih, sibuk dengan jarinya yang basah karena keringat.

"Aku akan menanggung semua biaya pengobatan ibumu, Byun Baekhyun,"

Baekhyun mendongak kaget, wajahnya terlihat sangat kacau dengan bekas airmata yang Nampak jelas di pipinya dan semua pikiran yang menganggunya. Ia memandang namja di depannya kaget, apakah telinganya bermasalah, atau ada sesuatu dibalik semua ini.

"tapi... dengan satu syarat..." lanjutnya

Hati Baekhyun mencelos, ia tahu tidak ada yang gratis di dunia ini.

"Jauhi anakku!" ucapnya tegas dengan penuh penekanan

Bagaikan disambar petir

Baekhyun terpaku di tempatnya. Kalau kehilangan eomma sama saja kehilangan hidupnya. Maka kehilangan Chanyeol sama saja kehilangan oksigen untuk hidupnya. Ia tidak bisa hidup tanpa Chanyeol.

Genggamannya semakin kuat dan ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih.

"kau tidak perlu memutuskannya sekarang…. Aku akan memberikanmu waktu, datang padaku ketika kau sudah memutuskannya.. tapi ingat… aku bukanlah orang yang bisa menunggu lama," ucapnya lagi lalu beranjak dari tempatnya meninggalkan Baekhyun sendirian.

Flashback off

.

.

.

.

.

"kita sudah sampai Baekhyun-ah,"

Suara lembut Chanyeol menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.

"Ayo turun," lanjut Chanyeol

Baekhyun mengangguk pelan lalu membuka sabuk pengamannya dan mengikuti Chanyeol untuk turun dari mobilnya.

"YA! BYUN BAEKHYUN!"

Suara nyaring yang begitu ia kenal, tanpa sadar ujung bibir Baekhyun tersenyum.

Tubuh mungil itu menabraknya cukup keras lalu memeluknya erat, ia membalas pelukan itu, mengingat betapa berharganya gadis itu bagi hidupnya.

"kyungsoo-ya, aku baik-baik saja,"ucapnya pelan

Kyungsoo melepas pelukannya lalu menatap Baekhyun kesal

"YA! Kau itu punya ponsel tidak sih! Kau kan bisa meneleponku! Atau setidaknya mengirim pesan, aku pikir ada apa-apa padamu!" kesal Kyungsoo lalu memukuli sahabatnya itu.

Baekhyun menahan tangan Kyungsoo lalu tersenyum tanpa rasa bersalah,

"Aku baik-baik saja kok," balas Baekhyun lagi

"Hah! Anggap saja aku bodoh karena sudah mengkhawatirkanmu!" kesal Kyungsoo lalu berlari masuk ke dalam rumah

Baekhyun menghela napas pelan sembari menatap punggung Kyungsoo yang menghilang di balik pintu

"Baek," panggil Chanyeol

"Chanyeol-ah, aku rasa kau lebih baik pulang sekarang, aku akan berusaha menenangkan Kyungsoo," jelas Baekhyun

Chanyeol mengangguk mengerti lalu menarik Baekhyun mendekat dan mengecup pelan puncak kepala Baekhyun

"Arasseo, telepon aku kalau ada apa-apa, Saranghae," ucap Chanyeol pelan lalu tersenyum lembut ke arah Baekhyun

Baekhyun balas tersenyum, lalu melihat Chanyeol pergi dengan mobilnya.

Baekhyun buru-buru melangkah masuk ke dalam rumahnya dan Kyungsoo.

"Kyungsoo-ya..." panggilnya pelan sambil menyempilkan wajahnya dari balik pintu, dilihatnya Kyungsoo duduk di sofa sambil memunggunginya.

"Kyungsoo-ya..." panggil Baekhyun lagi, namun masih tidak ada jawaban

Baekhyun menutup pintu rumah lalu berjalan mendekati Kyungsoo dan duduk di sampingnya

"Kyung..."

"Apa yang akan kau lakukan?" potong Kyungsoo

Baekhyun terdiam

Bohong kalau Baekhyun bilang ia tidak mengabari Kyungsoo. Kyungsoo adalah orang pertama tempat ia melarikan diri, karen Kyungsoo berarti lebih dari sekedar sahabat untuknya, Kyungsoo adalah keluarga baginya.

"Baekhyun-ah... apa yang akan kau lakukan?" tanya Kyungsoo lagi

"Aku... aku sudah memutuskannya Kyung..."

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

.

.

Okeh... saya tahu ini super lama... lama nya kebangetan... iyaaa katain aja author ga bertanggung jawab ini..

Sebelumnya saya mau jujur-jujuran dulu sama readers yg masih nungguin FF ini...

Firstly, Terimakasih banyak atas review dan ketertarikan kalian sama FF ini, seriously!

Many things happened guys, saya juga harus menjalani kehidupan nyata saya yang ternyata sangat menyita waktu saya.

Secondly, sejujur jujur jujur nya, saya udh ga begitu suka EXO lagi, pengaruh ga? Banget... ternyata hal itu membuat feel saya buat ngelanjutin FF ini ilang total. Bahkan saya sadar saya masih punya 2 FF EXO lagi yang masih terlantar,

Third, sejujur jujur jujurnya lagi, saya sempet mau menghapus 3 FF yg belum selesai itu (hujat aja gw iya gw tau) tapi... dengan segala hati yang merasa masih punya tanggung jawab buat ngelanjutin FF ini, dan tanggung jawab sama orang yg udh review dan menunggu FF ini... bahkan belakangan pun masih suka review juga... (seneng banget gw bacanya) maka saya putuskan untuk mulai melanjutkan 3 FF tersebut...

Terakhir, saya masih butuh dukungan kalian semua... kalau memang kalian masih mengharapkan FF ini dilanjutkan, author memang ga bisa menjanjikan buat update dengan cepat, tapi author bisa menjanjikan untuk melanjutkan semuanya sampe beres.

Please kindly review this story!

Thank You!