LADY LUCK
By : Pinkupinku00
Cast : Sehun, Luhan, EXO's Members
Pairing : Hunhan, Baekyeol, Kaisoo, Kristao, Chenmin, Sulay
Genre : Drama, Romance
Rated : M
Length : Chapter
GS for Uke!
WARNING! This is GS, Idol Life, Typho.
Desclaimer : Fanfic ini murni karya ASLI ku. Buah dari pemikiran ku. Seluruh cast milik Tuhan YME, milik Orang tua mereka dan milik SM Ent.
Summary : "Sekali – kali bermainlah ke kamarku. Siapa tahu kita berbuat khilaf" – Sehun. Sehun member Boygroup EXO telah tergoda dengan tubuh Luhan yang merupakan member Girlgroup RED MOON yang kini sedang comeback dengan mengusung konsep 'seksi'. Apa yang akan Sehun lakukan untuk bisa mendapatkan Luhan?
DON'T LIKE, DON'T READ
R&R
Happy Reading. ^^
Chapter 9
EXO Side.
Setelah Luhan dan Kyungsoo selesai menyanyi, member EXO merasa ada yang aneh. Seharusnya Red Moon kembali duduk dikursi mereka, tapi kursi itu tetap kosong. Karena sudah hampir ending, member EXO dan Idol lainnya mulai meninggalkan kursi mereka dan menuju backstage. Saat melewati ruangan pribadi Red Moon, member EXO semakin dibuat penasaran karena ruangan itu terlihat sepi. Member EXO menghentikan langkah mereka untuk mencari tahu tentang Red Moon.
"Kenapa ruangan Red Moon sangat sepi? Apa mereka sudah pergi?" Tanya Chen.
"Mungkin mereka ada jadwal lain dan harus pergi lebih awal. Nanti aku coba hubungi Lay" Ucap Suho.
"Hyung, aku ke kamar mandi sebentar" Ucap Kai meminta ijin pada Suho.
"Ne, jangan terlalu lama Kai" Balas Suho.
"Jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini" Ucap seorang yeoja yang baru saja keluar dari ruangan Red Moon pada yeoja disebelahnya.
"Chogiyo.. Bukankah ini ruangan pribadi Red Moon? Kenapa terlihat sangat sepi?" Tanya Chanyeol pada kedua yeoja itu.
"Oh mereka sudah pergi" Balas yeoja itu.
"Bukankah acara ini belum selesai?" Tanya Kris.
"Ada sesuatu yang sangat mendesak, jadi mereka harus pergi lebih awal. Maaf kami harus bekerja" Ucap salah satu yeoja itu lalu membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan member EXO.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Sehun dingin. Tapi jika dilihat lebih dekat, sebenarnya nada dinginnya bercampur dengan nada khawatir walaupun tak terdengar jelas.
"Kalaupun terjadi sesuatu, itu bukan urusanmu! Apalagi tentang Luhan noona!" Sahut Chanyeol ketus sambil menatap Sehun dengan tatapan benci. Ia lalu pergi menuju ruangan pribadi EXO. Untung saja yang berada di koridor saat itu hanya member EXO dan beberapa staff yang terlihat sangat sibuk, jadi tak ada yang melihat tingkah laku chanyeol tadi.
"Ada apa dengannya?" Tanya Chen.
"Dia menjadi sangat sensitif setelah kejadian kau babak belur Sehun-ah. Apa ada masalah diantara kalian? Dan apa hubungannya dengan Luhan noona?" Tanya Suho.
"Ceritakanlah. Mungkin kita bisa membantumu" Ucap Kris bijak.
"Ani hyung. Tak ada masalah apapun. Mungkin Chanyeol hyung kelelahan jadi sangat sensitif padaku. Masalah Luhan, hanya masalah kecil hyung" Jawab Sehun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Yasudah, lebih baik sekarang kita ke ruangan. Mungkin Chanyeol sudah disana. Manajer bilang kita tak perlu mengikuti ending, jadi bersiaplah untuk pulang" Ucap Suho lalu berjalan menuju ruangan mereka diikuti keempat member lainnya.
.
.
.
.
Lady Luck
.
.
.
.
Kai Side.
Setelah ijin pada Suho untuk pergi ke kamar mandi, Kai langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi umum. Tapi sebelum sampai tempat tujuan, ia melihat seorang yeoja sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon di koridor yang sepi. Yeoja itu bicara dengan nada berbisik. Kai sangat mengenal yeoja itu karena dia adalah Hani, kekasihnya.
"Iya aku tak bohong padamu. Percayalah. Aku sangat mencintaimu. Masalah Kai, aku akan mengakhirinyanya besok" Ucap Hani dengan nada berbisik.
"Ne aku tutup teleponnya" Lanjutnya lalu memasukkan ponselnya ke saku.
"Tak perlu besok! Sekarang saja kita akhiri semuanya, JALANG!" Ucap Kai dengan menekankan jata Jalang tapi dengan lirih. Hani tak terkejut mendengar kata kotor yang keluar dari mulut Kai.
"Bagus kalau kita akhiri sekarang. Lagipula kalau aku jalang, lalu siapa dirimu? Kau bahkan selingkuh denganku saat Kyungsoo masih menjadi kekasihmu. Berkaca Kai! Sekarang rasakan karmamu. Kau sudah berselingkuh dan menyakiti Kyungsoo dan sekarang kau akan merasakan apa yang Kyungsoo rasakan!" Ucap Hani dengan senyum remeh.
"Tapi dia juga selingkuh dibelakangku!" Ucap Kai yang berusaha menahan emosinya.
"Kai..Kai.. Kau memang bodoh. Kau sungguh tak peka. Kyungsoo masih mencintaimu tapi kau tak bisa melihatnya. Babo! Sekarang nikmatilah karmamu. Mungkin Kyungsoo sudah benar – benar melupakanmu" Ucap Hani lalu pergi meninggalkan Kai yang diam mematung.
"Apa maksud perkataannya? Kyungsoo mencintaiku?" Batin Kai.
BRAK!
Tiba – tiba ada seseorang yang menabrak punggung Kai membuat keduanya terjatuh ke lantai. Kai ingin mencaci maki siapa orang yang sudah berani menabraknya disaat keadaannya sedang kacau. Tapi Kai langsung diam seribu bahasa saat melihat orang yang menabraknya.
"Kyungsoo?" Ucap Kai.
Kyungsoo langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ia tabrak. Kai sangat terkejut melihat Kyungsoo yang sedang menangis.
"Ada apa denganmu?" Tanya Kai dengan nada khawatir.
"Bukan urusanmu!" Jawab Kyungsoo ketus lalu mulai melanjutkan langkahnya dengan tergesa – gesa. Tapi Kai langsung menarik tangannya membuat tubuh Kyungsoo langsung berbalik dan berhadapan dengannya.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?" Tanya Kai. Untung koridor itu memang benar – benar sepi karena itu jalan menuju kamar mandi dan semua idol sedang berada di stage.
"Apa urusanmu? Kau tak punya alasan untuk mengetahuinya" Jawab Kyungsoo.
"Aku punya!" Sahut Kai.
"Apa alasanmu?!" Tanya Kyungsoo dengan nada benci.
"Karena aku mencintaimu!" Lirih Kai.
Kyungsoo langsung diam mematung, begitu juga dengan Kai. Tapi seketika Kyungsoo langsung menghempaskan tangannya dan berlari menjauhi Kai.
"Ada apa denganku? Bagaimana Kalimat itu bisa keluar dari mulutku? Ah! Sial! Mungkin aku memang mencintainya. Tapi apa perkataan Hani benar kalau dia sudah tak mencintaiku?" Gumam Kai.
.
.
.
.
Lady Luck
.
.
.
.
Seoul International Hosptal. Rumah sakit termegah di daerah Seoul dan juga pelayananannya yanh sangat memuaskan. Didepan sebuah ruangan nomor 212 terdapat empat yeoja yang duduk dengan menundukkan kepalanya. Mereka bergelut dengan pikiran masing – masing. Sedangkan di dalam ruangan itu seorang dokter sedang menangani yeoja yang belum sadarkan diri.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin yang dikatakan Kyungsoo benar?" Tanya Baekhyun membuka percakapan. Walau hubungannya dan Luhan renggang akhir – akhir ini, tapi tak menutup kemungkinan ia khawatir pada Luhan.
"Tak mungkin. Luhan eonni tak mungkin hamil. Luhan eonni tak boleh.." Ucap Tao "Hiks hiks... tak mungkin" Lanjutnya sambil menangis. Lay langsung memeluk Tao yang ada disebelahnya.
"Tenang Tao, Luhan eonni tak mungkin hamil. Luhan eonni tak mungkin meninggalkan kita. Itu yang kau takutkan bukan?" Ucap Lay menenangkan. Tao hanya mengangguk.
"Luhan tak akan meninggalkan kita apapun yang terjadi. Red Moon itu enam, bukan lima. Akan ada jalan yang terbaik" Ucap Xiumin bijak.
"Eonni..hosh hosh.. Apa Luhan eonni belum selesai diperiksa? Hosh hosh" Tanya Kyungsoo yang baru saja datang bersama manajer dengan nafas tersenggal – senggal. Tadi setelah mengantar Luhan ke Rumah sakit, Kyungsoo meminta manajer mengantarnya ke gedung KBS untuk mengambil ponselnya yang kemungkinan besar tertinggal di toilet.
"Belum Kyung" Jawab Lay lirih. Kyungsoo langsung mendudukkan dirinya disamping Baekhyun.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Luhan eonni? Hiks..aku takut terjadi sesuatu padanya" Ucap Kyungsoo yang kini menangis sambil memeluk Baekhyun.
"Sssst..tenanglah Kyung. Tak akan terjadi apa – apa dengan Luhan" Ucap Xiumin menenangkan Kyungsoo.
CKLEK!
Pintu ruang nomor 212 terbuka. Seorang dokter muda yang mereka panggil Dokter Kim keluar dari ruangan itu dengan ekspresi yang sulit diartikan. Dokter Kim adalah dokter pribadi Red Moon sekaligus teman Luhan. Ia adalah seorang dokter umum tapi ia mengetahui segala hal yang berkaitan dengan dunia kedokteran spesialis.
"Aku perlu bicara dengan manajer Park dan Xiumin-shi. Mari ikut keruanganku dan yang lain boleh melihat Luhan tapi jangan gaduh karena Luhan masih belum sadarkan diri" Ucap Dokter Kim.
Manajer Park dan Xiumin hanya mengikuti Dokter Park menuju ruangannya. Sedangkan keempat yeoja lainnya langsung berhamburan masuk ke ruangan luhan.
"Duduklah" Perintah Dokter Kim saat mereka sudah sampai di ruangannya.
"Jadi apa yang terjadi pada Luhan dokter Kim?" Tanya manajer Park.
"Sebelum aku menjawab, aku ingin bertanya. Apa akhir – akhir ini Luhan sering meminum minuman beralkohol?" Tanya Dokter Kim.
"Sepertinya tidak. Setelah dulu Dokter Kim memberitahukan padanya bahwa lambungnya tak bisa menerima minuman beralkohol, Luhan tak pernah meminum minuman beralkohol lagi" Jawab Manajer Park.
"Kau yakin Manajer Park?" Tanya Dokter Kim. Manajer Park hanya menganggukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana denganmu Xiumin-shi?" Tanya Dokter Kim pada Xiumin.
"Sepertinya tidak juga. Tapi...AH! Aku mendengar dari Kyungsoo kalau dia selalu mencium bau alkohol saat dia berkunjung ke apartemen Luhan" Kata Xiumin.
"Hmm...disini letak kesalahannya. Dari data yang kami peroleh saat pemeriksaan, iritasi lambung Luhan semakin parah. Kami menyimpulkan bahwa dia sudah meminum minuman beralkohol diatas batas yang semestinya dan meninggalkan jadwal makannya. Apa dia sedang ada masalah?" Tanya Dokter Kim setelah menjelaskan jasil pemeriksaan Luhan.
"Entahlah Dokter. Dia tak menceritakan apapun pada kami. Sebulan ini dia selalu tidur diapartemennya dan kami mengira dia baik – baik saja. Kyungsoo juga bilang bahwa Luhan terlihat biasa saja saat dia berkunjung, seperti tak ada masalah" Jelas Xiumin.
"Mungkin kau harus menanyakan pada Luhan saat dia bangun nanti. Disini juga terselidiki bahwa Luhan sedang stres, pikirannya sangat kacau. Seharusnya dia tak boleh mengalami stres dalam keadaan seperti ini" Ucap Dokter Kim.
"Lalu apa itu bisa disembuhkan? Tolong berikan yang terbaik untuk Luhan" Pinta Manajer Park.
"Ada satu hal yang membuat tim kami bimbang. Kami dihadapkan oleh dua pilihan yang sangat berat. Jika dalam waktu tiga hari kondisinya semakin memburuk, kita terpaksa harus menghilangkannya dan itu adalah pilihan yang sanagt berat" Ucap Dokter Kim.
"Menghilangkan? Apa maksud Anda?" Tanya Manajer Park.
"Kalau dalam waktu tiga hari kondisinya semakin memburuk, kami terpaksa harus menghilangkan janin yang ada dalam kandungan Luhan" Ucap Dokter Kim.
"APA?!" Teriak Xiumin dan Manajer Park bersamaan.
"Lu..Luhan hamil? Tidak tidak.. Dokter pasti salah. Anda pasti salah Dokter! Luhan tak mungkin.. tak mungkin..hiks hiks" Ucap Xiumin.
"Apa Anda tak salah memeriksanya Dokter? Luhan tak mungkin hamil. Dia selalu bilang bahwa mereka selalu memakai pengaman saat bercinta. Anda pasti salah" Ucap Manajer Park.
"Tidak, kami tak salah memeriksanya. Luhan temanku, aku tak mungkin berbohong. Luhan memang sedang mengandung, dan usia kandungannya hampir memasuki bulan kedua. Kami masih sanggup menghilangkan janin itu karena usianya masih sangat muda dan belum terbentuk. Jika dibiarkan tetap hidup, kandungan itu akan lemah dan mungkin akan mati ketika ada dalam perut Luhan karena efek dari alkohol yang diminum itupun ada konsekuensinya jika kita menghilangkan janin itu. Kemungkinan Luhan untuk hamil lagi setelah ini sangat kecil, kecuali ada sebuah keajaiban" Jelas Dokter Kim.
Xiumin dan Manajer Park hanya diam mematung mendengar penjelasan Dokter Kim. Mereka sangat terkejut dengan penuturan Dokter Kim. Kalau memang Luhan mengandung dan kondisinya tiga hari ke depan membaik maka tak menutup kemungkinan agensi akan mengeluarkannya dari Red Moon. Hal yang tak pernah terbayangkan sedikitpun oleh Xiumin.
"Apa yang harus kukatakan pada mereka? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa itu anak Sehun? Rasanya aku tak sanggup menerima kenyataan ini" Ucap Xiumin dalam hati.
.
.
.
.
.
Xiumin dan Manajer Park berjalan gontai menuju ruangan nomor 212. Xiumin terlihat sangat kacau, matanya yang sembab ditambah tubuhnya lemas tak bertenaga.
"Apa aku bisa mengatakannya pada mereka? Aku tak sanggup. Tuhan aku sungguh tak sanggup" Ucap Xiumin dalam hati.
"Yobosaeyo? Ah Xiumin-ah, kau masuklah duluan. Katakan pada mereka yang sebenarnya. Aku akan menyusul setelah aku menyelesaikan urusanku" Ucap Manajer Park saat mereka sudah didepan pintu ruangan nomor 212. Manajer Park terlihat sedang dihubungi oleh seseorang.
Xiumin menarik nafas dalam – dalam dan menghembuskan nafasnya kasar sebelum membuka pintu ruangan didepannya. Ia berusaha menyiapkan mentalnya untuk bertemu dan menceritakan semuanya pada keempat dongsaengnya. Akhirnya dengan segenap keberaniannya, ia membuka pintu itu.
KLEK!
"Eonni, bagaimana keadaan Luhan eonni? Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Kyungsoo yang melihat Xiumin masuk ke ruangan itu.
Xiumin belum menjawab pertanyaan Kyungsoo dan ia terus melangkah mendekati keempat yeoja itu. Ia duduk diantara Baekhyun dan Kyungsoo.
"Luhan, iritasi lambungnya sudah sangat parah. Dokter Kim menyimpulkan bahwa Luhan sudah meminum minuman beralkohol melebihi batas wajar. Dan juga kalau kondisi Luhan dalam tiga hari tak membaik, Luhan akan..." Ucap Xiumin menghentikan perkataannya.
"Luhan eonni akan apa?" Tanya Tao dan lay bersamaan.
"Luhan akan...akan kehilangan bayinya" Ucap Xiumin lirih.
"MWO?!" Teriak keempat yeoja itu bersamaan.
"Jadi...jadi Luhan eonni..." Ucap Baekhyun yang merasa tak sanggup mengatakannya.
"Tak mungkin. Eonni pasti bohong kan?" Tanya Kyungsoo yang kini sudah menangis. Kelima yeoja itu menangis, mereka tak menyangka akan seperti ini jadinya.
"Aku tak berbohong Kyung. Usia kandungan Luhan hampir masuk dua bulan. Tapi kalau tiga hari kedepan kondisi Luhan tak membaik, Dokter Kim terpaksa menghilangkan janin itu. Tapi Jika kondisi Luhan membaik, maka... Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Kemungkinan besar Luhan akan.."
"Stop it! Luhan eonni tak boleh meninggalkan Red Moon. Apapun yang terjadi. Kalau satu pergi maka semua akan pergi, bukankah itu janji kita dulu?" Kyungsoo memotong ucapan Xiumin. Ia berteriak tanpa mempedulikan Luhan yang bisa saja terbangun karena suaranya.
"Kyung, tenanglah. Aku yakin akan ada jalan yang terbaik untuk semua ini" Ucap Lay menenangkan Kyungsoo.
"Ada berita buruk. Sehun dan Luhan sudah berpisah. Mereka mengakhiri hubungan mereka sekitar satu bulan yang lalu" Ucap Manajer Park yang baru saja masuk keruangan itu.
"MWO?!" Teriak kelima yeoja yang baru saja mendengar penjelasan Manajer Park.
"Kenapa ini menjadi sangat rumit" Ucap Xiumin sambil memijit keningnya.
"Hiks..hiks..aku tak mau Luhan eonni meninggalkan kita. Red Moon akan selalu berenam apapun yang terjadi" Ucap Tao sambil menangis sesenggukan.
Mereka terus menangis tanpa mengetahui seseorang yang berada di ranjang juga ikut menangis. Luhan mendengar semuanya dan Luhan juga ikut menangis. Ia ingin tetap bersama Red Moon, tapi ia juga tak akan sanggup kehilangan janin yang sedang dikandungnya. Walaupun mungkin Sehun tak akan bertanggung jawab, tapi dia akan tetap memberikan kesempatan pada bayinya untuk hidup.
.
.
.
.
Lady Luck
.
.
.
.
Baekhyun Side.
Setelah kelima member Red Moon menangis bersama saat mengetahui kenyataan tentang Luhan, Baekhyun meminta ijin untuk pergi ke Taman Rumah sakit. Ia berjalan menuju Taman dengan pikrannya yang berpusat pada satu hal.
"Apa yang kulihat waktu itu salah? Apa Chanyeol memeluk Luhan eonni karena Luhan eonni sedang terpukul karena hubungannya dengan Sehun berakhir? Apa aku hanya salah paham?" Berbagai pertanyaan terus muncul dan membuat Baekhyun semakin frustasi.
Saat sampai di Taman, baekhyun mendudukkan dirinya dibangku Taman yang kosong. Ia terlihat bimbang karena sedari tadi ia terus memainkan ponsel yang dipegangnya dan menggigit bibirnya. Setelah lama berpikir, akhirnya Baekhyun mulai menghubungi seseorang.
"Temui aku di Taman Rumah sakit Seoul International Hospital sekarang" Ucapnya pada seseorang lewat sambungan telepon.
"Hwaiting!" Ucapnya menyemangati dirinya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian datanglah seseorang yang ditunggu Baekhyun. Ia langsung duduk disamping Baekhyun dengan raut khawatir.
"Baek, apa yang terjadi? Kenapa kau disini? Kau sakit?" Tanyanya dengan nada khawatir.
"Aniyo. Bukan aku. Aku...maafkan aku Chanyeol-ah" Ucap Baekhyun lirih pada namja disampingnya, Chanyeol. Ia menundukkan kepalanya, tak berani menatap Chanyeol.
Baekhyun diam, menunggu jawaban Chanyeol. Ia tahu, Chanyeol pasti sangat kecewa padanya karena ia telah salah paham dan tak berniat untuk mendengar penjelasannya lebih dulu. Dan juga Chanyeol pasti kecewa gara – gara kejadian di Club waktu itu.
"Aku tak berharap banyak padamu. Aku hanya ingin minta maaf. Aku tak memaksamu untuk memaafkanku karena aku memang tak pantas untuk kau maafkan. Aku memang bodoh, seharusnya aku tak gegabah dan tak mudah tersulut emosi. Aku memang bukan Baekhyunmu yang dulu, aku tak pantas untukmmmmpp"
Chanyeol langsung membungkam bibir Baekhyun. Ciuman itu sangat lembut dan memabukkan, membuat keduanya memejamkan mata mereka menikmati pagutan lembut itu. Persetan dengan dimana mereka berada sekarang, mereka semakin memperdalam ciuman mereka. Lagipula tempat duduk yang mereka tempati minim akan cahaya dan jam sudah menunjukkan pukul 00:00 KST, jadi tak ada yang melihat mereka.
"Jangan katakan kalau kau tak pantas untukku sayang. Itu sangat menyakitkan. Aku sangat mencintaimu. Kau tak perlu meminta maaf, karena kau tak salah. Tak ada yang perlu dimaafkan Baek. Saat ini yang perlu kau tahu, aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya" Ucap Chanyeol setelah melepaskan pagutan mereka lalu mencium kening Baekhyun.
"Aku mencintaimu Yeol. Aku berjanji akan berubah. Aku akan menjadi Baekhyunmu yang dulu hiks hiks Gomaweo hiks hiks" Ucap Baekhyun yang kini sudah menangis.
"Sssst...uljima chagiya.. Jangan paksakan dirimu untuk kembali seperti dulu karena aku mencintaimu apa adanya, arra?" Ucap Chanyeol sambil menghapus air mata Baekhyun dengan kedua ibu jarinya. Baekhyun hanya mengangguk lalu memeluk Chanyeol.
"Oh, aku sampai lupa. Kenapa kau ada disini sayang?" Tanya Chanyeol.
"Luhan eonni sedang sakit Yeol" Jawab Baekhyun lirih.
"MWO?! Ada apa dengannya Baek? Apa yang terjadi pada Luhan noona?" Tanya Chanyeol dengan nada khawatir.
Baekhyun mulai menceritakan keadaan Luhan dari iritasi lambung sampai janin yang berada dalam kandungan Luhan.
"Baek...kau bercanda bukan? Luhan noona tak mungkin hamil. Tak mungkin Baek" Ucap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya setelah mendengar tentang keadaan Luhan.
"Aku tak bercanda Yeol. Dan aku yakin pasti itu adalah anak Sehun. Aku takut Yeol, aku takut Luhan eonni meninggalkan Red Moon dan aku juga takut kalau Sehun tak mau bertanggung jawab kalau janin itu masih bisa diselamatkan" Ucap Baekhyun.
"Brengsek! Semua ini salah Sehun! Dia sudah berani menyakiti Luhan noona dengan berselingkuh dengan wendy. Aku yakin satu bulan terakhir Luhan noona pasti sering mabuk - mabukkan. Aku harus memberitahu Sehun dan aku akan memaksanya untuk bertanggung jawab!" Ucap Chanyeol dengan nada marah.
"Jadi Sehun berselingkuh dengan Wendy? Kalau aku tahu dari awal aku tak akan membiarkan Luhan eonni sampai mabuk - mabukan. Yeol, kau harus menemui Sehun sekarang" Perintah Baekhyun. Chanyeol hanya mengangguk paham.
"Aku pergi sayang. Jaga dirimu baik - baik dan tolong jaga Luhan noona" Ucap Chanyeol lalu mencium kening Baekhyun dan beranjak pergi.
Tanpa sepengetahuan mereka, ada seseorang yang sengaja mendengar percakapan mereka dibalik pohon besar.
"Aku mendapat info sayang. Luhan hamil dan itu anak Sehun. Sekarang Chanyeol akan menemui Sehun dan akan memintanya untuk bertanggung jawab. Tenang sayang, besok saja kita bertindak" Ucap seseorang itu pada sambungan teleponnya.
.
.
.
.
Lady Luck
.
.
.
.
'BUGH!'
"Brengsek kau Oh Sehun! Berani sekali kau menghamili Luhan noona!" Teriak Chanyeol yang baru masuk dorm dan langsung memukul Sehun membuat member EXO lainnya mendekati mereka.
"A..apa? Luhan hamil?" Tanya Sehun.
"Ya! Dia hamil dan itu adalah anakmu! Sekarang juga kau harus bertanggung jawab apapun yang terjadi!" Teruak Chanyeol yang mulai menahan dirinya untuk tidak memukul Sehun lagi.
"Apa?! Sehun, kau?" Tanya Suho yang baru datang bersama member EXO lainnya. Suho langsung memijit keningnya, untung saja manajer sedang pergi ke gedung SM jadi keadaannya tak semakin kacau.
"Kau sudah berani menyakiti Luhan noona, kau bersilingkuh dengan Wendy dibelakangnya. Sekarang aku mohon bertanggung jawablah Hun. Jangan siksa Luhan noona terus - menerus. Dia sudah sangat rapuh Hun. Hyung mohon" Ucap Chanyeol memohon pada Sehun.
"Antarkan aku padanya besok Hyung. Jemput aku diapartemen jam 7 malam setelah jadwal individuku selesai" Ucap Sehun lalu pergi dari dorm menuju apartemennya.
.
.
.
Sehun Side.
Sehun langsung mengendarai mobilnya menuju apartemennya. Terkejut? Ia sangat terkejut mendengar bahwa Luhan sedang mengandung anaknya. Ia bingung harus bahagia atau sedih, tapi jauh dilubuk hatinya ia merasa bahagia. Ia merasa harus bertanggung jawab pada janin itu. Entah apa alasannya, yang pasti saat ini ia sadar bahwa ia memang mencintai Luhan.
"Wendy, datanglah ke apartemenku besok pagi" Ucap Sehun pada Wendy melalui sambungan telepon lalu langsung memutuskan sambungam telepon itu.
"Ya, aku harus mengakhiri hubunganku dengan Wendy. Aku akan bertanggung jawab, aku akan mulai untuk mencintai Luhan" Gumam Sehun.
.
.
Keesokan paginya, Wendy berjalan dengan ceria menuju apartemen Sehun.
"Sayang..." Sapa Wendy saat Sehun membukakan pintu lalu memeluknya.
"Wen, ada yang perlu kita bicarakan" Ucap Sehun to the point sambil melepas pelukan Wendy.
"Ayolah sayang, ini masih pagi. Lagipula aku akan membuatkan sarapan untukmu" Ucap Wendy sambil menunjukkan plastic bag yang berisi berbagai bahan makanan.
"Baiklaj setelah sarapan saja kita membahasnya" Ucap Sehun lalu berjalan menuju sofa untuk menonton televisi. Sedangkan Wendy berjalan menuju dapur setelah sebelumnya meletakkan tasnya di sebelah Sehun.
Plip Plip Plip Plip
"Wen, sepertinya ponselmu berbunyi. Bukalah, siapa tahu dari manajermu" Teriak Sehun.
"Ah! Tanganku kotor Hun. Bisakah kau membukakannya untukku? Buka saja dan katakan isinya padaku" Balas Wendy.
Sehun langsung saja membuka pesan itu. Seketika ia meremas ponsel Wendy dan dapat dilihat wajahnya memerah menahan amarahnya.
'Wen, ini Luhan RM dan Chanyeol EXO bukan? Aku mendapatkan foto ini dari temanku yang bekerja di Black Club. Katanya foto ini diambil sekitar sebulan yang lalu. Aku hanya ingin tahu saja, kau kan juga seorang Idol pasti mengenal mereka'
Itulah isi pesan yang Sehun baca. Sehun terus melihat foto yang dikirimkan pada Wendy dengan raut wajah marah. Didalam foto itu, Luhan dan Chanyeol sedang berpelukan diatas ranjang dengan keadaan tubuh mereka full naked yang tertutup selimut.
"Sayang, kenapa tak menjawab pertanyaanku? Apa isi pesannya?" Tanya Wendy yang tiba - tiba merebut ponselnya.
"Omo! Bukankah itu Luhan eonni dan Chanyeol oppa? Kenapa mereka.."
"Pulanglah Wen. Aku ingin sendiri" Ucap Sehun.
"Tapi saya.."
"KELUARLAH!" Teriak Sehun yang membuat Wendy langsung keluar dari apartemen Sehun.
" ARRRRGGGGHHH!" Teriak Sehun sambil menjambak rambutnya.
.
.
.
.
Lady Luck
.
.
.
.
19.00 KST.
Salah satu ruangan di Seoul International Hospital terasa sangat hening, padahal didalam ruangan tersebut ada enam yeoja dan satu namja. Tapi suasana tetap terasa sangat hening. Member Red Moon tak banyak bicara. Ketakutan masih merasuki tubuh mereka, ketakutan akan kehilangan. Luhan sendiri, setelah ia bangun dari tidurnya kemarin, ia menjadi sangat pendiam. Sedangkan Chanyeol yang sedang menjenguk Luhan juga hanya diam. Ia sengaja tak memberitahukan kalau Sehun akan datang kesini dan akan bertanggung jawab. Biarkan itu menjadi kejutan.
CKLEK! Pintu ruangan terbuka dan masuklah lima namja yang merupakan member EXO.
"Akhirnya kalian sampai. Luhan noona, Sehun ingin mengatakan sesuatu padamu" Ucap Chanyeol.
"Se...Sehun?" Panggil Luhan dengan raut wajah terkejut. Ia sangat terkejut Sehun ada disana.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Luhan.
"Aku hanya ingin mengatakan satu kata padamu." Jawab Sehun dingin.
"Katakanlah Hun" Ucap Luhan.
" H!" Teriak Sehun. Mereka semua terkejut dengan ucapan Sehun. Semua orang yang ada disana sudah tahu tentang hubungan mereka dan tentang perselingkuhan Sehun. Dan kata yang diucapkan Sehun membuat mereka sangat marah.
Chanyeol hampir memukul Sehun tapi ditahan oleh teman - temannya.
"Kau hamil? Dan kau meminta pertanggung jawabanku? Kenapa harus aku? Seharusnya dia yang harus bertanggung jawab! Janin yang sedang kau kandung anaknya bukan? Itu bukan anakku! " Teriak Sehun sambil menunjuk Chanyeol.
Semua yang ada disana sangat terkejut, apalagi Baekhyun, Chanyeol dan Luhan. Luhan sudah mulai menangis.
"Apa maksudmu? Ini anakmu! Aku tak pernah melakukannya dengan siapapun kecuali dirimu, apalagi dengan Chanyeol, aku tak pernah. Kita melakukan terakhir kali dua hari sebelum kita berpisah dan kau tak memakai pengaman. Ini anakmu Sehun!" Teriak Luhan.
"Cih! Bitch! Kau mau memanfaatkanku dengan cara aku harus bertanggung jawab pada anak hasil hubunganmu dengan orang lain?! Dasar Bitch!" Teriak Sehun lalu melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu. Luhan mematung, ia masih berusaha mencerna setiap perkataan Sehun. Ia memang hanya diam mematung, tapi air mata terus keluar dari mata rusanya.
"BRENGSEK KAU OH SEHUN! KEMBALI KAU! ITU ANAKMU, BUKAN ANAKKU BRENGSEK!" Teriak Chanyeol yang masih berusaha melepaskan kungkungan Keempat member EXO.
"Baek.." Ucap Chanyeol lemah karena sudah lelah berteriak dan meronta.
"Yeol, aku percaya padamu. Tenanglah, sekarang yang harus kita pikirkan adalah keadaan Luhan eonni" Ucap Baekhyun sambil mendekati Chanyeol lalu memeluknya.
"LUHAN!" Teriak Xiumin yang melihat Luhan berlari keluar dari ruangan setelah sebelumnya melepas jarum infusnya secara paksa.
Semua orang panik dan langsung berlarian keluar untuk mengejar Luhan. Luhan sudah menghilang karena ia memang terkenal dengan larinya yang sangat cepat. Mereka akhirnya menyebar untuk mencari Luhan.
.
.
.
"Sehun tunggu!" Teriak Luhan saat ia menemukan Sehun sedang berjalan melewati Taman Rumah sakit. Hujan tiba - tiba saja turun dengan derasnya, tapi Luhan tak mempedulikannya.
"Apa maksudmu kalau ini bukan anakmu?! Aku bersumpah aku hanya melakukannya denganmu! Aku tak pernah melakukannya dengan Chanyeol" Jelas Luhan diantara guyuran air hujan.
"Cih! Kau masih mengelak kalau itu bukan anakku? Aku punya bukti kau tidur diranjang bersama dengan Chanyeol hyung dalam keadaan telanjang. Kurang bukti apa lagi, bitch? Kau hanya memanfaatkanku bukan?" Ucap Sehun yang juga kini diguyur air hujan.
"INI ADALAH ANAKMU SEHUN! JAGA UCAPANMU! AKU BUKAN BITCH! KALAU KAU TAK MAU BERTANGGUNG JAWAB, KATAKANLAH! JANGAN MENGATAKAN HAL BODOH! KATAKANLAH!" Teriak Luhan.
"AKU SUDAH BILANG DIA BUKAN ANAKKU, KENAPA AKU HARUS BERTANGGUNG JAWAB? SEMUA INI TAK ADA HUBUNGANNYA DENGANKU! DASAR JANIN SIALAN! JANGAN MANFAATKAN AKU DENGAN JANIN SIALAN ITU!" Teriak Sehun.
JDER! Petir menggelegar seperti menyimbolkan hati Luhan saat ini yang seakan pecah berkeping - keping.
"JANIN SIALAN? KAU BOLEH MENGATAIKU SESUKAMU! TAPI JANGAN PERNAH KAU MENGATAI ANAKKU DENGAN MULUT KOTORMU. DIA ANAKKU DAN AKU AKAN MELINDUNGINYA APAPUN YANG TERJADI. AKU AKAN MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN INI! AKU BISA HIDUP TANPAMU! AKU MEMANG SANGAT MENCINTAIMU, TAPI MUNGKIN INILAH SAATNYA AKU UNTUK BERHENTI!"
"AKU BERJANJI DAN BERSUMPAH PADA ANAKKU, AKU AKAN MELUPAKANMU! AKU AKAN PERGI JAUH DARIMU! AKU TAK AKAN MENEMUIMU LAGI! AKU TAK AKAN MENGGANGGU HIDUPMU! PERGILAH! PERGILAH DAN JANGAN GANGGU HIDUPKU DAN ANAKKU!"
"DAN AKU BERJANJI, AKU TAK AKAN PERNAH MENCINTAIMU LAGI!" Teriak Luhan.
JDER!
"LUHAN/EONNI!" Teriak Chanyeol dan Baekhyun saat melihat Luhan ambruk dan tak sadarkan diri. Mereka langsung mendekati Luhan dan membawa Luhan kedalam ruangannya meninggalkan Sehun sendirian.
"Luhan..." Guman Sehun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Holaho~ Pinku balik lagi... Ini pinku ngebut bngt nulisnya.
Pada banyak yang ngga baca pesan pinku sih. Kan pinku bilang mau pokus SBMPTN dulu tapi pada bnyk yg mnta fast update. Kan pinku jadi kepikiran terus malah ngga bisa pokus belajar. Cieee yang terus terusan kepikiran bhahahaq Tapi gapapalah..apa sih yang ngga buat Reader-dul~
Maaf ya di chap 8 ada yang ilang. Itu seharusnya L joe visualnya teen top, temennya chanyeol. Di documentku itu ada tapi pas upload di ffn ngilang.
Maaf ya kalo ini kurang memuaskan. Makasih buat kalian yang udah review(maap ngga sempet bales), ngefollow, ngefav, yang nungguin ni ff juga. Thanks and Love y'all~
Udah deh maap maapannya. Disimpen buat lebaran nanti. kkk
Jangan lupa review ya~
Tengkyung :3
Bye bye ~
