[ LoveStory ]

#Drama

#Romance

#Action

#Adventure

#Martial arts weapon

#Shoujo

#Kingdom

Pair : SasuSaku.

Naruto Masashi Kishimoto.

Rate : M

Alur cerita tentang kerajaan nuansa China.

Chapter 09

[ Pertanyaan sang bijak ]

StoryLine

Tidak jauh dari kerajaan Uchiha. Sebelah barat melewati perbatasan ada kerajaan yang selalu damai dan tidak kalah jauh dengan kerajaan Uchiha.

Hiashi sang raja dari kerajaan Hyuuga. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, saat sedang menikmati teh hijau di taman belakang istana.

"Undangan ya.." gumam Hiashi, setelah menyeruput teh.

"Iya baginda, undangan itu untuk kerja sama antar kerajaan, ini juga permintaan khusus dari Itachi Uchiha,"

Hiashi menatap lurus kedepan, menikmati pemandangan taman yang indah bertabur berbagai tanaman bunga matahari dan lavender.

"Putri ku benar-benar menyukai bunga matahari sejak dia datang," kata batin Hiashi.

"Neji, siapkan semuanya kita berangkat nanti malam." ujar Hiashi.

"Baik saya akan siapkan semuannya." balas Neji tegas.

"Yosh!, aku sudah siap! Cepat kalian serang aku!"

Seorang remaja sedang berlatih dengan 20 pria yang kini sedang membentuk formasi mengepungnya.

"Menma-sama benar-benar bersemangat hari ini" gumam salah satu orang yang kini sedang bersiap menyerangnya.

Taph.

Taph.

Taph.

Taph.

Satu melawan dua puluh orang, sangat terlihat tidak seimbang apalagi dengan pertarungan seni beladiri tangan kosong.

Namun yang terlihat tidak benar karena yang terjadi malah sebaliknya satu orang mengalahkan dua puluh orang dengan cepat.

"Hosh... Hosh.. Kalian sampai membuatku kewalahan hebat juga."

Kedua puluh orang itu hanya duduk bersilah dengan kedua tangan ke arah belakang sambil mengatur nafas.

"Hosh.. Kami kalah telak

Menma-sama, benar-benar luar biasa kuat" ucap salah satu dari mereka.

"Hehe... Kalian selalu saja banyak memuji.

Aku hanya lumayan kuat saja, mungkin ini efek kebanyakan latihan" balas yang dipanggil Menma.

"Dasar maniak berkelahi, semakin hari si kepala duren itu, makin hebat ya Onee-chan?"

"Hmm, dia sangat kuat berbeda dengan dulu. Benar kata baginda, kalau dia akan menjadi seorang yang hebat,"

"Heeh.. Nee-chan selalu malu-malu kalau membicarakannya."

"Tidak, biasa saja"

Hinata dan Hanabi adalah putri dari kerajaan Hyuuga. Mereka berdua sedang melihat remaja yang sedang berlatih tidak jauh dari tempat mereka berdua berdiri ditemani beberapa pelayannya.

"Hoi!! Kepala duren kemarilah!" teriak Hanabi asal ceplas-ceplos.

"Ke-kenapa kau panggil dia, da-dasar bo-bodoh!" ucap Hinata yang langsung menjadi gugup.

"Hehe... Jadi gugup..."

Menma yang merasa dipanggil langsung mendatangi mereka bedua setelah meminta para orang yang menjadi teman latihan sekaligus prajuritnya itu untuk meninggalkan tepat latihan.

"Yosh!, aku datang!"

"Dasar tidak punya sopan" gumam Hanabi.

Mereka bertiga terlihat sedang membicara sesuatu, dalam pembicaraan hanya Hanabi yang lebih terlihat akhrab dengan Menma.

"Pasar?"

"Iya, pasar. Aku ingin jalan-jalan, karena mati bosan didalam istana" ujar Hanabi.

"Aku malas mengawal" balas Menma.

"Haaah! Malas kau bilang!"

"Bu-bukan malas tepatnya takut.."

"Takut?"

"Sudah Hanabi, lebih baik tidak jadi saja" ujar Hinata.

"Tapi Nee-chan juga ingin jalan-jalan kan?"

"Iya tapi.."

"Yosh!, kalau begitu aku akan mengawal kalau Hinata ingin jalan-jalan!" ucap tegas Menma.

"Haah! Kau berubah pikiran tiba-tiba?"

"Ya, kalau Hinata yang ingin jalan-jalan aku pasti akan mengawal dan melupakan rasa takutku pada ceramah panjang Neji..." ujar Menma.

"Heh, dasar penakut diceramahi dasar kepala duren" ucap Hanabi.

Hinata hanya tersenyum sambil melihat dan mendengarkan perdebatan Hanabi dan Menma yang sebenarnya adalah Naruto.

Naruto kehilangan ingatannya saat kejadian pertarungan segit diperbatasan kerajaan Uchiha. Dia bersama Sai dan prajurit suka rela lainnya saat itu digaris depan usia mereka berdua baru 12 tahun.

Formasi Uchiha sangat kejam dengan prajurit muda sebagai tamengnya.

Naruto ditemukan oleh Jiraya di tebing jurang dekat sungai.

Dia kehilangan ingatan tentang asal usulnya.

Jiraya pun yang sebenarnya tahu bahwa Naruto adalah prajurit dari Uchiha, memilih untuk membawa Naruto ke kerajaan Hyuuga yang memang terkenal lebih memilih damai dan hanya bertempur jika sudah tidak bisa dihindari lagi.

Flash Back Story

"Apa kau tidak suka dengan nama itu?"

"Bukan begitu tapi nama itu terdengar aneh, Menma nama yang aneh."

Jiraya dan Naruto duduk didekat api unggun, mereka berdua ada di hutan menuju kerajaan Hyuuga.

Jiraya memutuskan untuk beristirahat dan bertanya banyak hal kepada Naruto.

"Apa pundakmu masih sakit?"

"Sudah lebih baik, mungkin akan cepat sembuh" balas Naruto.

"Kau terlihat sedih"

Jiraya tidak henti-hentinya memperhatikan Naruto yang kelihatan sedang murung sambil melihat api unggun.

Suasana hutan begitu gelap hanya cahaya api unggunlah yang menjadi objek utama mereka berdua.

"Aku lupa semuanya.." gumam Naruto.

"Ingatan mu akan pulih dengan berjalannya waktu" ujar Jiraya.

"Apa benar begitu" jawab Naruto dengan gumaman.

"Hey, bocah lebih baik kau kumpulkan semangatmu dan lupakan masalalumu itu, nanti juga akan kembali" ucap santai Jiraya.

"Bicara sih mudah, kau tidak merasakan yang aku alami kakek tua" ucap Naruto.

Pagi harinya mereka berdua melanjutkan tujuan menunju kerajaan Hyuuga. Naruto terus mencoba mengingat semuanya namun sia-sia, hanya rasa sakit kepala lah yang dia dapatkan.

Jiraya yang memang sangat dekat dengan Hiashi sang baginda raja, memberikan izin untuknya melatih Naruto juga menjadikannya prajurit di kerajaan itu.

"Bocah itu seperti kehilangan semangat hidupnya" ujar Hiashi.

"Nanti juga akan bersemangat lagi" sahut Jiraya.

Di taman bunga lavender, Hinata dan Hanabi sedang bermain. Sementara Naruto hanya duduk diam melihat kedua bocah kecil itu sedang bermain bersama.

"Jadi mereka adalah putri istana ya?" kata batin Naruto.

"Nee-chan, lihat rambutnya mirip duren kan?" bisik Hanabi ke Hinata.

"Iya, mirip" balas bisik Hinata.

"Mereka sedang bisik-bisik apa?" gumam batin Naruto.

"Hoi!, kepala duren sini kita main!" teriak Hanabi memanggil Naruto.

Hiashi yang sedang bersama Jiraya, mereka berdua hanya tersenyum.

"Ke-kepala duren?" gumam Naruto, sambil menatap bosan.

"Jiraya, kembalilah menjadi tangan kananku" ujar Hiashi.

"Maaf Hiashi-sama.

Saya memutuskan untuk berpetualang, untuk masalah menjadi tangan kanan mungkin bocah itu saja yang akan mengantikanku" balas Jiraya.

"Bocah itu?, apa kau bercanda mana mungkin dia bisa menjadi tangan kananku" ucap Hiashi.

"Untuk saat ini belum namun nanti dia akan menjadi seorang yang melampauiku" ujar Jiraya.

"Kenapa kau bisa seyakin itu?"

"Karena saya suka warna mata biru yang menunjukan sebuah tekat dan masadepan yang indah" ujar Jiraya.

"Kedengarannya kau serius" gumam Hiashi.

"Saya sangat serius" balas Jiraya.

"Jadi kau sudah bisa meramalkan masadepannya" gumam Hiashi.

"Mungkin" jawab Jiraya.

Hiashi menatap datar ke arah Jiraya yang dia kenal terkadang sangat mengesalkan

Flash Back End.

BERSAMBUNG

NEXT

Chapter 10

[ Menma ]