POWER OF LOVE
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Rate : M (18+)
Pairing : SasuNaru,xxxNaru,NejiGaara,ShikaKiba dll
Warning : Yaoi, boys love, boyxboy,OOC , typo , Mpreg (?),Lemon,OC
Yang gak suka ceritanya maupun ANTIYAOI dimohon untuk tidak membaca ini
●ω●
"bold"= ingatan
Chapter 9
"Hen…ti..kan jangan menyentuhku" gumam Naruto dalam tidurnya. Selama tiga hari akhirnya Naruto memberikan respon. Neji yang sedang membersihkan kamar Naruto,segera duduk disamping Naruto saat mendengar igauan Naruto. Sudah tiga hari ia tak masuk kerja untuk menjaga Naruto, Sasuke yang menjadi kepala sekolah sekarang tentu memberikan izin sampai Naruto benar-benar membaik. Walau tak masalah dengan ijin tapi setiap hari Neji harus khawatir dengan keadaan Naruto yang tak menunjukkan respon apa-apa. Neji mengguncang tubuh Naruto bermaksud membangunkannya. "Naru"
"Aku mohon hentikan…" Kepala Naruto bergerak ke kanan dan ke kiri dengan gelisah. Keringat juga membasahi wajahnya . Neji mengira Naruto mimpi buruk ,semakin keras mengguncang tubuh Naruto.
"Tenanglah Naruto,aku disini"
"NARUTO!" Tubuh Naruto mendadak kembali tenang. Kelopak matanya perlahan terbuka menampilkan mata sapphirenya yang tertutup selama tiga hari. Naruto mengerjapkan matanya pelan dan melihat Neji ada dihadapannya.
"Syukurlah kau sudah bangun" Neji menghela nafas lega. Akhirnya dia bisa tenang setelah harus dihantu rasa khawatir sepanjang hari. Neji membantu Naruto menyandarkan diri pada kepala kasur. Segelas air yang sudah ia siapkan di atas laci diambilnya dan membantu Naruto untuk minum.
Naruto merasa tubuhnya sangat lemah hingga tak mampu bergerak. Rasanya sudah berhari-hari ia tak makan sesuatu. Kepalanya juga masih sedikit pusing. "Sudah berapa lama aku tidur Neji nii?
"Tiga hari Naru" Neji kembali meletakkan gelas yang air didalamnya tinggal setengah di atas laci. Wajah Naruto bergitu pucat dan terlihat sangat lelah. Tentu saja ,selama tiga hari Naruto tak makan apa pun dan hanya mengandalkan infus yang dipasang oleh Tsunade agar Naruto masih bisa mendapat kebutuhannya.
"EHHH!? Tiga hari? Bagaimana mungkin Neji nii?" pekik Naruto kaget. Ia tak pernah tidur selama itu.
"Itu yang ingin aku tanyakan padamu Naru. Aku hampir gila karena kau tak kunjung bangun"
"Gomen ,aku menyusahkan Neji nii"
"Seorang saudara tak akan pernah merasa disusahkan Naruto" Neji tersenyum hangat dan mengacak rambut Naruto.
"Arigatou Neji nii. Ah,iya kapan Neji nii kembali?"
"Tiga hari yang lalu saat tau Menma diculik" Naruto terdiam. Bayangan kejadian waktu itu berputar di kepala Naruto. Tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit. Naruto mencengkram kepalanya dengan sebelah tangan.
Neji yang melihat itu ,sangat khawatir. Ia membuka laci dan mengambil obat yang diberikan Tsunade. Naruto menelan obat yang tidak ia ketahui itu. Neji kembali member Naruto air untuk mendorong obat itu masuk. Naruto sudah merasa lebih baik.
"Aku akan mengambil makanan untukmu. Aku yakin kau sangat lapar" Neji bangun dari duduknya. Saat akan berbalik pergi,ucapan Naruto menghentikan langkahnya.
"Neji nii tunggu. Apa Neji nii kenal dengan orang bernama Yahiko?"
"Yahiko? Tidak. Ada apa Naru?"
"Ah,tidak Neji nii. Tidak ada apa-apa"
"Baiklah" Neji menatap Naruto yang tertunduk. Yahiko? Ia belum pernah mendengar nama itu. Neji yang tak ambil pusing,melangkahkan kakinya keluar kamar Naruto.
Saat akan menuju dapur, Neji menghentikan langkahnya. Dia melupakan hal penting. "Tidak! Aku melupakan Menma" Neji dengan cepat menyiapkan makanan untuk Naruto. Sepiring nasi kare dan air diletakkannya di atas nampan. Itu bukan masakan Neji tentunya tapi masakan buatan Gaara. Selama Naruto tertidur Gaaralah yang mengurus makanan yang akan dimakan Neji dan Menma. Sebenarnya mereka ingin memesan makanan saja tapi Gaara bersikeras mengatakan makanan luar tak sehat,sehingga dia dengan suka rela membuat makanan untuk mereka
Neji memasuki kamar Naruto dan memberikan nampan itu kepada Naruto. "Naruto kau makan dulu. Aku akan menjemput Menma"
"Baiklah Neji nii , jaa ne" Neji dengan langkah cepat meninggalkan Naruto sendiri. Setidaknya Neji sudah memberikannya makanan sehingga ia tak perlu menahan lapar.
Naruto mengambil sesendok nasi karenya dan membawanya ke dalam mulut. Ia mengenal masakan ini,rasa yang berbeda dari yang lain, masakan milik Gaara. Kare buatan Naruto dibandingkan Gaara tentu lebih enak Gaara karena Gaaralah yang mengajarkan Naruto memasak. Waktu pertama kali belajar,memegang pisau pun Naruto tak bisa. Jika mengingat masa-masa itu,ia tak mengira ia akan bisa masakan seperti sekarang.
"Kau sudah sadar juga dobe"ucap Sasuke. Naruto kaget melihat Sasuke yang sudah duduk disampingnya. Kenapa bisa ia tak menyadarinya?
"Sasuke san,sejak kapan disini?"
"Sejak tadi dobe. Kau baik-baik saja?"
"Iya aku baik-baik saja ,Sasuke san"
"Kulitmu pucat dobe"
"Mungkin karena aku tidur terlalu lama" Sasuke mengusap pelan wajah Naruto. Entah siapa yang memulai ,mereka saling mendekatkan diri. Sasuke mencium bibir pucat Naruto. Naruto memejamkan matanya dan merasakan sentuhan dibibirnya. Tangannya pun sudah terkalung di leher Sasuke.
Sasuke menggigit lembut bibir Naruto ,meminta ijin memasuki rongga mulutnya. Naruto membuka mulutnya dan membiarkan lidah Sasuke berkeliaran. Lidah Sasuke melilit lidah Naruto dan mengajaknya bermain.
"Nghh~ Sasu…ke san"
"Naruto,kau sudah sa…." Ucapan Kiba terpotong setelah melihat adegan panas di depan matanya. Kiba memandang kaget Naruto dan Sasuke, Gaara pun juga tak kalah kagetnya.
Naruto memukul dada Sasuke memberikan isyarat untuk melepaskan ciuman mereka. Sasuke menuruti permintaan Naruto. Ia mampu melihat bertapa merahnya wajah Naruto karena dipergoki sedang berciuman dengannya. Sedangkan Sasuke terlihat santai.
"Kiba ,Gaara etto …." Belum selesai bicara, Naruto melihat Sasuke yang berdiri dan mulai berjalan menjauhi kasurnya. Spontan Naruto menggenggam tangan Sasuke. "Sasuke san mau kemana?"
"Aku hanya ingin menerima telepon, dobe" Bisa terlihat ponsel Sasuke yang bergetar digenggamannya.
"Ah, iya hehe" Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal. Dia mengira Sasuke akan pergi. Dirinya masih belum ingin Sasuke pergi.
Sasuke berjalan melewati Kiba dan Gaara. Yakin Sasuke tak berada di dekat kamar Naruto,Kiba dan Gaara menghampiri Naruto. Kiba duduk di samping Naruto dan Gaara berdiri di samping Kiba.
"Naruto kau pacaran dengan Sasuke?" Naruto yang ditanya seperti itu hanya tersipu malu. Dan itu terlihat sangat manis.
"Tidak,Kiba"
"Yang benar belum,Naruto"ucap Gaara membenarkan ucapan Naruto. Naruto tak membantah ucapan Gaara dan tertunduk malu.
Mereka berdua memang sering melihat Sasuke dan Naruto jalan berdua di sekolah dan berfikir jika Sasuke dan Naruto sedang dekat. Gosip tentang hubungan mereka pun sudah tersebar di sekolah, gara-gara sebuah foto yang diambil oleh salah satu murid saat Sasuke menarik Naruto dilorong kelas.
Apalagi melihat tatapan Sasuke yang melembut saat melihat Naruto,siapa yang akan melihatnya tau jika Sasuke menyukai Naruto. Salahkan saja Naruto yang tak pernah sadar. Tapi mereka yakin Naruto juga menyukai Sasuke hanya saja kembali pada ketidaksadaran Naruto akan perasaannya.
Sasuke kembali masuk dan membawa kabar yang tidak ingin Naruto dengar. "Dobe,aku harus pergi" Wajah Naruto yang memerah pudar menjadi wajah kecewa. Padahal ia ingin lebih lama dengan Sasuke.
"Eh, kenapa?"
"Aku masih ada urusan di sekolah"
"Ba..baiklah" Naruto tertunduk lesu. Dia tak bisa melarang Sasuke untuk pergi. Melihat Naruto yang tampak kecewa,Sasuke mengecup bibir Naruto. Dan itu ditonton oleh Kiba dan Gaara."Aku akan datang lagi besok". Naruto mengangguk lemah. Sasuke tersenyum. Hal langka yang baru saja dilihat Kiba dan Gaara. Sasuke terliha dua kali lipat lebih tampan. Syukurlah mereka masih ingat masih memiliki Neji dan Shikamaru. Lagi pula siapa yang tak akan jatuh dalam pesona seorang Sasuke.
"Sampai jumpa" pamit Sasuke kepada mereka dan beranjak pergi.
"Sekarang siapa yang akan percaya jika kalian tidak pacaran? Ah,Naruto hubungan kalian sudah sampai mana?" tanya Kiba penasaran. Kiba mendekatkan wajahnya pada Naruto dan menatap mata Naruto intens. Naruto menjadi salah tingkah dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ma..maksudmu Kiba?"
"Kau mengerti maksudku Naru, apa hubungan kalian sudah sampai yang tidak-tidak?" Sebenarnya Kiba hanya bercanda menanyai hal itu tapi respon yang diberikan oleh Naruto membuatnya tak percaya. Wajah Naruto sangat merah dan sebuah anggukan membuat Gaara dan Kiba tidak bisa lagi menganggap ini sebuah candaan.
"Sasuke memakai pengaman kan?" tanya Gaara. Wajahnya tampak serius ,Naruto tak menemukan wajah datar Gaara yang biasanya. Naruto bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan yang agak memalukan itu.
"Gaara kenapa kau bertanya….."
"Jawab saja Naru" Gaara tak bisa menganggap hal ini tak penting. Jika orang lain dia tak akan peduli tapi Naruto berbeda. Kiba menatap nanar Gaara. Ia tau kekawatiran yang Gaara rasakan. Kiba juga tak bisa memungkiri itu hal yang penting jika terjadi pada Naruto. Syukurlah saat kejadian Naruto dengan Neji, Neji masih ingat untuk memakai pengaman.
"Sasuke san memakainya" jawab Naruto malu-malu.
"Jika kau melakukannya, ingat menyuruhnya memakai pengaman. Kau harus berjanji Naru"
"ba..baiklah Gaara. Aku janji" Naruto tak mengerti kenapa Gaara sangat serius tentang masalah itu. Ia juga tak suka melihat wajah serius Gaara ,terlihat menyeramkan jadi refleks saja Naruto menyetujui kata-kata Gaara.
"Wah, ada Kiba ojichan dan Gaara ojichan" ucap Menma yang melangkahkan kaki kecilnya memasuki kamar Naruto. Wajahnya tampak berseri-seri. Luka tiga hari yang lalu juga tampak memudar dari wajah dan tubuh Menma.
"Menma ,kau baru pulang?"
"Iya Kiba ojichan,Neji ojichan lupa menjemputku" Mata biru Menma teralih ke arah Naruto. Awalnya ia tampak terkejut kemudian air mata mengalir dari kedua mata indahnya. "Naru niichan sudah sadar, syukurlah hiks….hiks" Air mata Menma tak terbendung lagi mengetahui kaachannya baik-baik saja. Sesekali Menma mengusap air matanya dengan lengan. Ia tak ingin menunjukkan sisi lemahnya pada Naruto.
"Menma terus mengkhawatirkanmu Naru,dia menjagamu sepanjang malam selama tiga hari" ucap Gaara menghenyakkan hati Naruto. Naruto tak bisa berkata-kata. Seharusnya dia tak berlaku kasar pada Menma selama ini. Menma begitu peduli padanya tapi yang dia lakukan padanya, berlaku tidak peduli. Ia ingin memperbaiki semuanya.
"Ke..kemarilah"Mata berair Menma menatap Naruto. Tangisannya semakin keras dan menerjang tubuh Naruto. Ini seperti mimpi baginya. Tubuh Naruto begitu hangat. Ia tak pernah membayangkan bisa memeluk Naruto dengan leluasa. Apa Tuhan mendengarkan keinginannya?
"NARU NIICHAN" Naruto mengelus pelan rambut Menma dan membalas pelukan Menma. Entah kenapa kali ini dia tak merasakan sesak lagi. Syukurlah ia mampu mengendalikan tubuhnya yang menolak Menma.
Gaara dan Kiba tersentuh melihat pemandangan di depan mereka. Seperti inilah seharusnya hubungan antara Menma dan Naruto terjalin. Naruto yang mengelus rambut Menma dengan kasih sayang benar-benar seperti seorang ibu dimata mereka.
"Kau seperti seorang ibu Naruto" ucap Kiba.
"Mana mungkin,aku ini laki-laki" Menma yang membenamkan wajahnya didada Naruto ,mendongakkan kepalanya untuk melihat Naruto.
"Bagaimana jika Naru niichan bisa punya anak?"Naruto sedikit bingung dengan pertanyaan Menma. Tapi dia mencoba menjawabnya sambil membayangkan dia memliki seorang anak nantiny.
"Tentu saja aku akan menyayanginya bukankah jika itu terjadi aku istemewa"
"Kaach…."
"Menma" sergah Gaara cepat. Hampir saja Menma mengatakan hal yang dilarang oleh Neji. Menma hanya ingin kaachan tau bahwa ia anaknya dan Naruto bisa memperlakukannya seperti anak yang lain tapi harapannya tinggal harapan. Dia masih harus menyimpan rahasia yang Neji katakan padanya.
"Gomen" Menma kembali menenggelamkan diri di dada Naruto. Rasa kecewa menyelimuti hatinya. Kiba dan Gaara mengerti keinginan Menma tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat.
Naruto menatap bingung ke arah Gaara."Ada apa?"
"Tidak ada Naruto. Aku akan memasak makan malam dan Menma lebih baik kau ganti bajumu"
Menma mengangguk. Tubuhnya yang memeluk Naruto mulai mengendur dan terlepas. Dengan mata yang masih sembab ia pergi dengan tubuh gontai bersama Gaara. Sebelumnya Menma melihat Naruto dan searasa ingin mengatakan sesuatu,tapi Naruto tidak tau apa.
"Oh,ya ponselku mana?"
"Ponselmu hilang Naru tapi Neji sudah membelikanmu yang baru ada di dalam laci" Naruto membuka lacinya dan menemukan ponsel baru berwarna orange. Itu ponsel model terbaru tapi Naruto lebih menyukai ponsel lamanya. Bahkan disana ada number beberapa muridnya. Sekilas ingatannya tentang Yahiko yang memegang ponselnya muncul. Dia pasti yang membawa ponselnya. Naruto hanya menghela nafas atas kejadian yang menimpa.
.
Neji menyeruput tehnya lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa. Beberapa hari ini,ia sangat sibuk karena mengurus perkerjaan yang tertunda selama liburannya bersama Gaara.
Ada hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Siapa sebenarnya Yahiko yang ditanyai Naruto. Dia tak punya kenalan dengan nama Yahiko dan setaunya Naruto pun sama.
"Shikamaru kau mengenal orang bernama Yahiko?" Neji melihat Shikamaru yang menidurkan kepalanya di sandaran sofa. Ia sedikit prihatin denganShikamaru yang repot karena pekerjaan yang ditinggalkan oleh kepala sekolah yang lama walau sudah ada Sasuke,ia harus tetap membantu Sasuke.
Shikamaru membuka matanya. "Aku hanya pernah mendengarnya dari orang yang menculik Menma waktu itu"
"Ada apa Neji?" tanya Gaara. Ia baru saja keluar dari kamar Naruto dan akan membuat makan malam tapi melihat Neji dan Shikamaru bicara ,Gaara menjadi penasaran.
"Naru menanyakan orang bernama Yahiko padaku,Gaara"
"Yahiko? Siapa dia?"
"Kami tidak mengetahuinya"
"Sebaiknya kalian menjaga Naruto dan Menma baik-baik ,jangan sampai kejadian kemarin terjadi lagi" ucap Shikamaru kembali menutup matanya dan tidur.
Gaara duduk di samping Neji dan merapatkan tubuhnya. "Neji,ini soal Naruto. Dia sudah melakukan hal serius dengan Sasuke"
Neji tau maksud Gaara. Ia tak menyangka hubungan Naruto dan Sasuke sudah sejauh itu. Apalagi yang terjadi dengan Naruto yang tidak ia ketahui, seharusnya ia menjaga Naruto. Kekhawatirannya tiba-tiba muncul.
"Apa dia…."
"Tapi Naruto bilang Sasuke menggunakan pengaman" ucapan Gaara sukses membuat Neji menghela nafas lega.
"Dan Menma mencoba mengatakan Naruto adalah ibunya, untunglah aku dapat menghentikannya sebelum itu terjadi "
"Syukurlah" Neji kembali menghela nafas. Entah kenapa sekarang masalah tiada henti datang. Neji benar-benar merasa beruntung memiliki Gaara sekarang. Gaara mau membantunya menjaga Menma dan Naruto. Gaara menggenggam tangan Neji erat,mencoba membuat Neji lebih tenang.
"Neji sebaiknya kau mengatakanya secepat mungkin, kau tak akan tau bagaimana perasaan Naruto jika tau dari orang lain bukan dari mulutmu"
"Hah,kau benar Gaara. Aku akan mulai memikirkan hal itu sekarang" Neji harus lebih ketat menjaga Naruto ,jika tidak mungkin kejadian itu akan kembali terulang.
(•̀ㅂ •́)و
Akhirnya hari ini Naruto bisa masuk kerja lagi. Sebenarnya Neji tidak mengizinkan Naruto untuk mengajar karena takut kondisi Naruto tidak fit. Bukan Naruto namanya jika tak dapat meluluhkan hati Neji. Dengan terpaksa Neji harus menyetujui permintaan Naruto tapi tentu dengan satu syarat ,ia harus meminum obatnya dengan teratur.
Naruto senang bisa mengajar lagi tapi sejak tadi Naruto heran melihat semua murid berbisik-bisik atau berteriak-teriak saat ia lewat di lorong kelas. Menurutnya ,penampilan yang ia gunakan seperti biasanya. Wajahnya juga sudah tidak pucat seperti kemarin. Apa karena dia tidak masuk empat hari? Walau begitu hari ini dia senang bisa bertemu dengan murid-muridnya. Banyak yang memberikannya hadiah. Hanya saja ia merasa sedikit kecewa belum bertemu Sasuke sejak pagi. Padahal dia sudah menyiapkan bento untuk Sasuke. Dia yakin Sasuke akan suka dengan bekal yang dia buat.
Naruto duduk di mejanya. Sekali lagi dia tak menemukan Sasuke disana. Padahal biasanya jam seperti sekarang Sasuke sedang kosong dan akan berada di mejanya. Naruto menopang dagunya kesal dan bergumam tidak jelas.
Kiba yang awalnya ingin memeriksa hasil kerja muridnya, berpaling ke arah Naruto. Terganggu oleh gumaman tidak jelas Naruto. "Naruto,kau kenapa?"
"Kemana Sasuke san? Aku tak melihatnya sejak pagi."
"Aku lupa memberitahumu. Sasuke adalah kepala sekolah jadi dia tidak bekerja di ruangan ini lagi" Naruto tak bisa memungkiri rasa keterkejutannya. Terakhir kali bertemu Sasuke,ia masih menjadi guru dan sekarang setelah empat hari berlalu ia sudah menjadi kepala sekolah. Bagaimana caranya, Sasuke baru sebulan bekerja tapi bisa mendapatkan jabatan yang tinggi. "Kepala sekolah? Kenapa aku tidak tau?"
"Kau terlalu lama tidur Naru"
"Aku akan menemuinya" Naruto melangkahkan kakinya menuju ruang kepala sekolah yang berada tak jauh dari ruang guru. Pintu berwarna coklat terbuka. Naruto melihat Shikamaru baru keluar dari ruang kepala sekolah semakin mempercepat langkahnya.
"Ah,Shikamaru Sasuke san ada di dalam?"
"Iya dia ada, masuklah hoam…"jawab Shikamaru sambil membukakan pintu untuk Naruto. Entah perasaannya saja atau Shikamaru lebih sering menguap akhir-akhir ini. Apa menjadi asisten kepala sekolah seberat itu?
Naruto masuk ke dalam sana tak lupa menutup kembali pintu itu. Ruangan kepala sekolah sangatlah luas ,ada sofa ,televisi dan toilet. Nuansa putih juga terasa disini. Tak banyak yang berubah dari terakhir kali ia memasuki ruangan ini.
"Ada apa lagi,Shikamaru? "ucap Sasuke. Sasuke tak melihat ke arah Naruto ,terlihat terlalu fokus dengan apa yang ada di atas mejanya. Banyak berkas di meja Sasuke sampai tak ada ruang kosong disana. Entah apa isi berkas-berkas itu,Naruto tidak tau.
"Sasuke san " Sasuke menyadari jika yang ada di depannya bukan Shikamaru tapi Naruto. Sasuke tak menoleh ke arah Naruto dan tetap fokus pada berkas yang ia baca. "Dobe ,ada apa?"
"Kau sudah makan?"
"Aku tak ada waktu untuk makan dobe ,banyak yang harusku urus"
"Aku membawa bekal untukmu. Bi..biar aku suapi" Sasuke akhirnya menatap Naruto yang sudah di depannya. Ia tak akan menolak tawaran bagus yang Naruto berikan padanya. "Hn" Naruto yang baru saja mendudukan diri dikursi tamu, mendengar permintaan atau yang lebih tepat perintah Sasuke membuatnya malu seketika. "Duduk dipangkuanku,dobe"
Naruto tak menjawab dan langsung duduk dipangkuan Sasuke. Naruto membuka kotak bekalnya. Dapat Sasuke cium wangi masakan Naruto, yang membuatnya harus menelan ludah. Seperti biasa semua serba tomat, termasuk menu baru yang belum pernah Naruto masukkan ke dalam bekal Sasuke, kare tomat.
Mata Sasuke masih fokus dengan berkas yang ia baca. Naruto mulai mengambil nasi kare tomat buatannya dengan sendok. Sendok itu melayang hampir sampai ke mulut Sasuke tapi kembali perintah Sasuke menghentikan gerak Naruto.
"Suapi aku dengan mulutmu dobe" Naruto menurut. Ia membawa nasi kare yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Sasuke sudah membuka mulutnya dan mempersilahkan mulut Naruto mentransfer makanan.
Naruto menyatukan bibir mereka dan mendorong nasi kare di dalam mulutnya ke dalam mulut Sasuke dengan lidah. Sesekali lidah Sasuke menarik lidah Naruto ke lebih dalam. "Mnnhhh~" Naruto melakukan hal sama berkali-kali hingga makanan di dalam kotak bekalnya habis.
Naruto yang ingin bangkit mengambil air di difenser dekat pintu merasakan sebuah gundukan di bokongnya. Naruto memerah. " Sasuke san kau mengeras…Nghh~" Milik Sasuke tepat menusuk lubang Naruto. Spontan Naruto berdiri dari pangkuan Sasuke dan tertunduk malu.
Tiba-tiba Sasuke menarik tangan kiri Naruto dan mengarahkannya pada miliknya. Sontak wajah Naruto memerah merasakan milik Sasuke yang mengeras. "Mau membatuku,dobe?"
Naruto yang tak mampu berfikir jernih lagi, berjongkok dihadapan milik Sasuke. Naruto membuka resleting celana Sasuke dengan giginya. Sasuke tak pernah menyangka Naruto dapat melakukan hal sesensual itu. Sasuke mengerang saat miliknya terbebas menjulang ke atas.
Naruto memandangnya dengan takjub. Perlahan namun pasti Naruto memijatnya dari atas hingga bawah. Naruto mencoba mendekatkan wajahnya pada milik Sasuke. Milik Sasuke begitu besar dan terlihat gagah. Naruto menjilat ujung kepala milik Sasuke lalu turun menjilat semua bagian milik Sasuke.
Setelah puas menjilatnya, Naruto menatap milik Sasuke. Mulut munyilnya mungkin tak akan cukup menampung milik Sasuke. Dengan pelan Naruto membawa milik Sasuke ke dalam mulut hangatnya. Hanya sebagian yang dapat masuk sedangkan sisanya Naruto pijat lembut. Dapat Naruto dengar Sasuke mendesis menahan rasa nikmat yang ia berikan. Hal itu membuat Naruto gencar memainkan milik Sasuke dengan lidahnya di dalam mulut.
Naruto mampu mengecap rasa milik Sasuke. Sedikit manis. Tiba-tiba Sasuke menjabak rambut Naruto dan mendorong kepalanya . Memaksa miliknya memasuki mulut Naruto seluruhnya. Naruto meringis merasakan milik Sasuke yang masuk lebih dalam hingga menyentuh ujung tenggorokkannya. Naruto merasakan mulutnya yang penuh.
Sasuke semakin cepat memaju mundurkan kepala Naruto hingga ia sampai pada puncaknya dan menyemburkan cairannya ke dalam mulut Naruto. Naruto menelan cairan Sasuke tanpa rasa jijik, karena terlalu banyak sebagian mengalir menuruni dagunya.
"Uhuk…uhuk" Naruto sedikit tersedak. Sedikit cairan Sasuke memasuki tenggorokkannya.
"Maaf dobe. Aku terbawa suasana"
"Daijoubu Sasuke san"
Pemandangan di depannya,membuat Sasuke menelan ludah. Cairannya terlihat menuruni dagu Naruto dan memberikan kesan sensual. Milik Sasuke yang semula lemas kembali bangkit hanya karena melihat Naruto. Naruto memerah melihat hal itu.
"Kemarilah dobe" Sasuke menepuk kakinya meminta Naruto kembali duduk dipangkuannya. Naruto duduk menghadap Sasuke. Milik Sasuke tertekan oleh bokong Naruto. Membuat mereka mendesah bersamaan.
"Cium aku dobe" Perlahan bibir cherry Naruto mendekat ke bibir Sasuke. Jantungnya berdegug kencang. Ia tak pernah segugup ini. Padahal hanya mencium bibir Sasuke saja.
Naruto menutup matanya erat dan mengecup bibir Sasuke. Bibir Naruto mulai melumat bibir Sasuke pelan. Untuk mempermudah Naruto ,Sasuke membuka mulutnya. Lidah Naruto masuk dan mengajak lidah Sasuke menari. Lidah Naruto sangat kaku. Sasuke hampir merasakan ini bukanlah ciuman.
Sasuke yang tak tahan menarik kepala Naruto dan memperdalam ciuman mereka.
"Mnnnhhh…. Sas..uke san"
Kedua tangan Sasuke tak tinggal diam. Tangannya menyelusup ke dalam kemeja Naruto. Memainkan nipple Naruto yang menegang. Dengan liai Sasuke menjilat dan sesekali menghisap nipple Naruto.
Sasuke melepaskan ciuman mereka. "Lepaskan semua celanamu dobe"
Naruto masih tetap diam dan tak membatah perintah Sasuke. Naruto berdiri di depan Sasuke. Naruto membuka sepatunya lalu melepaskan celana dan celana dalamnya. Bagian bawah Naruto sudah tanpa sehelai benang pun kecuali kaos kaki yang masih melekat di kakinya. Naruto menutupi miliknya dengan tangannya tapi Sasuke menatap tajam dirinya. Naruto menarik tangannya. Milik Naruto yang menegang pun terpangpang jelas dimata Sasuke.
Naruto memeluk tubuhnya dengan sebelah tangan. Wajahnya pun berpaling ke lain arah. Ia tak berani melihat Sasuke yang memandang intens dirinya. Kaki Naruto melangkah mendekati dan kembali duduk membelakangi Sasuke. Milik Naruto dan Sasuke saling bergesekan dan menimbulkan sensai nikmat bagi mereka. Entah sadar atau tidak Naruto menggesekkan miliknya dan milik Sasuke terus menerus.
"Menunggilah" Naruto menungging di depan Sasuke. Dapat Naruto rasakan ada sesuatu yang memasuki lubangnya dan ia memekik kaget. Benda asing itu mencoba memasuki lubangnya.
"Aaahhhh…ngggg…"
Naruto merasakan jari Sasuke bertambah memasuki lubangnya. Ada rasa sakit yang Naruto rasakan tapi rasa sakit itu perlahan digantikan oleh rasa nikmat yang pernah ia rasakan saat melakukannya dulu dengan Sasuke. Merasa sudah cukup Sasuke mengeluarkan jarinya dan membawa Naruto kepangkuannya. Sasuke membuka lacinya dan mencari benda yang ia butuhkan sekarang.
"Sial aku tak membawanya. Kita hentikan saja dobe"
"Ke..kenapa?"
"Aku tak membawa pengaman dobe"
"Ak….aku ingin Sasuke san mengisi diriku"
Sasuke menatap punggung Naruto yang sedikit menunduk. Dia kaget mendengar pernyataan Naruto tapi juga sekaligus senang. Naruto merasa entah hilang kemana rasa malunya saat mengatakan hal itu. Bukanka itu hal yangsangat memalukan? Meminta seseorang untuk menanamkan benihnya di dalam di dalam tubuhmu.
Naruto menangkup wajahnya sendiri. Wajahnya sudah sangat panas dan memerah. Apa ia akan bertahan dengan perasaan yang mengguncang hatinya kali ini? Perasaan yang dia rasakan membuat Naruto melupakan janjinya kepada Gaara.
"Buka kakimu lebar dobe" Naruto menekuk kakinya dan mengangkatnya. Kedua tangannya menahan kaki Naruto.
Sasuke mengangkat tubuh Naruto dan dengan satu hentakan menanamkan miliknya di dalam Naruto.
"AKHHH AHHH… Sasuke san sakit hiks… sekali hiks.." Tak terasa air mata Naruto berlinang menahan rasa sakitnya. Ini lebih sakit dari sebelumnya. Naruto tak mampu menahannya.
Sasuke mencoba mengalihkan perhatian Naruto dengan melumat bibirnya. Setidaknya Naruto dapat melupakan sedikit rasa sakitnya.
Disela ciuman mereka,Sasuke menarik sebuah tali yang tergantung disamping. Korden yang awalnya tertutup tiba-tiba terbuka dan menampilkan pemandangan kota. Dirinya dan Sasuke pun terpantul disana. Betapa malunya Naruto melihat milik Sasuke yang tertanam di dalam tubuhnya. Dengan paksa Naruto melepaskan ciuman mereka.
"Kyaaa apa yang Sasuke san lakukan… Sasuke san tutup kordennya. Bagaimana jika ada yang melihat"
"Bukankah kau bergairah Naruto seperti kau menyebut nama Neji saat di toilet waktu itu?" Naruto memerah mengingat kejadian itu.
"Tidak…aku Aahhhh….ahhhh….nghhh..hhaaa Sas…uke san" Tiba-tiba Sasuke menggerakakan pinggulnya dengan cepat. Rasa sakit yang Naruto rasakan perlahan sirna dengan rasa nikmat yang luar biasa. Dia merasa dibawa ke surga oleh Sasuke.
"Aaahhh….ahhhh..Sasuke..Nghhh"
TOK TOK
Suara ketukan pintu menghentikan pergerakan mereka. Tubuh Naruto menegang seketika. Ia baru ingat melakukan hal intim di sekolah. "Sasuke san"
"Ssttt jangan mengeluarkan suara dobe" Sasuke membenarkan posisinya agar Naruto tidak terlihat. Sasuke bukanlah orang gila yang akan membiarkan dirinya dilihat orang sedang bercinta di dalam sekolah. Dan ia tak sudi membiarkan orang lain melihat tubuh Naruto.
"Masuk" Seseorang menghentikan ketukannya dan masuk ke dalam ruangan Sasuke. Sasuke tidak tau siapa yang masuk ke ruangannya karena ia membelakangi arah pintu.
"Dokumen yang Uchiha san minta sudah saya bawa" ucap seseorang sambil meletakkan sebuah map di atas meja Sasuke. Karena mereka terlalu kaget, mereka sampai lupa menutup korden dan orang itu dapat melihat pantulan Naruto yang meringkuk di pangkuan Sasuke. Sasuke tampak menenangkan Naruto dengan memeluknya. Orang itu hanya diam dan tak menampilkan ekspresi apa pun.
"Baiklah ,tinggalkan di atas meja"
"Saya permisi"
"Hn"
Suara pintu tertutup terdengar digendang telinga mereka. Naruto menghela nafas lega. Baru kali ini adrenalinnya benar-benar diuji. Rasanya ia ingin mati ditempat jika orang tadi melihat ia dan Sasuke melakukan hal yang tidak terpuji di dalam sekolah.
Sasuke mengangkat kaki Naruto lebar kembali dan membawa Naruto berjalan dengan miliknya yang masih di dalam Naruto. Naruto memekik kaget ,karena Sasuke membawanya lebih dekat ke arah jendela. Sasuke terhenti. Sasuke hanya diam dan membiarkan Naruto melihat pemandangan diluar jendela. Entah kenapa gairahnya bertambah diperlakukan seperti itu.
Benda yang semula diam tenang di dalam tubuhnya tiba-tiba bergerak dan membentur titik nikmat Naruto.
"AHH.. Sasuke "
Sasuke tersenyum melihat Naruto yang mulai memanggil namanya. Sasuke menambah kecepatan sodokannya. Naruto melenguh nikmat. "Ini nikmat Sasuke… Aahhh… lagi Sasuke. Sasuke tutup kordennya"
"Tutup? Bukankah kau suka jika orang lain melihatmu seperti ini Naru~"
"Tidak!"
"Benarkah? Aku akan meminta Shikamaru untuk melihat kita dari bawah"
"Sasuke jangan" Naruto mulai panik. Sasuke mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Shikamaru. Naruto menutup mulutnya dengan tangan agar suara desahannya tak terdengar.
"Shikamaru lihatlah jendelaku dari bawah,apa ada yang rusak?" Naruto menggelengkan kepalanya. Berharap Shikamaru tidak akan melakukan hal yang diperintah Sasuke.
"Mendokusai,aku akan melihatnya"
Sasuke tanpa henti menggerakkan pinggulnya maju mundur. Tentu Naruto mendesah tapi ia harus menahannya karena Sasuke tidak mematikan saluran teleponnya kepada Shikamaru.
"Lihat Shikamaru sedang melihatmu Naru~"bisik Sasuke ditelinga Naruto. Naruto melihat ke bawah. Shikamaru tepat melihatnya. Pandangan yang begitu intens dari mata sipit Shikamaru. Naruto tak sanggup lagi.
"Tidak! Jangan lihat AHHHH…"Suaranya tak terbendung lagi dan Naruto klimaks untuk pertama kalinya. Cairannya menyembur tepat di bayangan Shikamaru . Sasuke menjauhkan ponselnya agar Shikamaru tak mendengar desahan Naruto.
"Tidak ada yang rusak"
"Oh,mungkin perasaanku saja,kau bisa kembali Shikamaru"
"Mendokusai"
Sasuke menutup sambungan teleponnya. Milik Sasuke kembali membentur titik nikmat Naruto dengan membabi buta. Naruto kembali menegang. Ia tak henti-hentinya mendesah. Ia merasa bagaikan seorang pelacur tapi hanya pelacur untuk Sasuke. Dinding lubang Naruto mulai menyempit dan menjepit erat milik Sasuke.
"Naruto ,aku mencintaimu"
"Ahhh….Ahhh…Sasuke aku juga mencintaimu"
Sasuke sangat senang mendengar pengakuan Naruto. Ternyata Naruto merasakan hal yang sama dengannya. Sasuke mengecup bibir Naruto singkat dan semakin mempercepat temponya.
"Kau milikku Naruto"
Naruto sudah tidak tahan lagi,ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya. "Sasuke aku…."
"Kita keluar bersama-sama Naruto"
Mereka saling meneriaki nama pasangan mereka. Kenikmatan mereka sudah sampai pada puncaknya. Naruto dapat merasakan ada cairan hangat yang memenuhi lubangnya. Bibir mereka kembali menyatu merasakan kembali sesuatu yang sudah menjadi milik mereka. Naruto merasa ia sangat bahagia hari ini.
.
Naruto sudah memakai pakaian dengan rapi begitupun dengan Sasuke. Naruto berdiri di samping Sasuke dan membantunya membereskan kekacauan yang mereka buat. Sesekali dia merasa sakit dibagian bokongnya. "Akhh…"
"Kau tak apa-apa dobe?"
"Tidak ,Sa..suke." Naruto mencoba untuk memanggil nama Sasuke dengan yang Sasuke inginkan walau sedikit belum terbiasa.
TOK TOK
Shikamaru masuk ke dalam ruangan. Naruto matanya membulat dan menundukkan kepalanya.
"Shi…kamaru" gumam Naruto hanya mampu di dengar Sasuke. Sasuke menyeringai karena berhasil mengerjai Naruto tadi.
"Ini berkas yang kau minta" Shikamaru meletakkan berkas yang dimaksud olehnya. Matanya melihat ke arah Naruto yang tertunduk. "Kau kenapa Naruto?" Naruto mendongakkan kepalanya. Matanya melihat Shikamaru. Reaksi yang Shikamaru berikan tak seperti yang ia bayangkan.
"Eh,tidak ada apa-apa"
" boleh pergi" Shikamaru keluar dari ruangan. Naruto bertanya-tanya kenapa dengan Shikamaru yang tampak tak melihat kegiatannya dengan Sasuke.
"Kenapa Shikamaru tampak biasa saja?"
"Ruangan ini tak bisa dilihat dari luar,dobe"
"EH?! Kau mempermainkanku Sasuke"
"Aku tak mempermainkanmu dobe, kau yang terlalu terangsang sampai tak menyadarinya" Bibir Sasuke menyunggingkan sebuah seringai. Naruto hanya bisa menahan malu. Rasanya ingin mengelak semua perkataan Sasuke tapi ia tak melakukan itu,mungkin yang dikatakan Sasuke memang benar.
"A..ku harus mengajar. Jaa ne Sasuke"
"Hati-hati dobe" Sasuke menarik tangan Naruto. Mengecup bibir yang resmi menjadi miliknya sekarang. Naruto dengan malu keluar dari ruangan Sasuke. Mereka resmi menjadi pasangan kekasih sekarang. Ia merasa bahagia Sasuke memiliki perasaan yang sama dengannya.
Naruto yang terlalu asyik dengan bayangannya dengan Sasuke tak menyadari seseorang yang muncul dari balik lorong. Hal hasil tubuhnya menabrak sebuah tubuh. Tubuhnya sedikit oleng tapi syukurlah ia masih bisa menjaga keseimbangan. "Ahh,Gomen" ucap Naruto. Tentu saja dalam hal ini dia yang salah.
"Daijoubu" Naruto melihat orang di tabrak. Orang yang sangat tinggi mungkin sedikit melebihi Sasuke dan berambut orange. Wajahnya begitu tenang ,sesekali senyuman bertengger di bibirnya yang tipis itu dan terlihat sangat tampan. Naruto sempat terpana lalu menggelengkan kepalanya,dia harus ingat sudah milik Sasuke sekarang. Jika dipikir-pikir Naruto belum pernah melihat orang tampan ini sebelumnya.
"Maaf,tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya"
"Aku guru baru disini. Namaku Kyuubi Namikaze"
"Kyuu…bi?" Entah dimana Naruto pernah mendengar nama itu. Ah,iya nama boneka rubahnya. Naruto memberinya nama Kyuubi. Naruto tertawa kecil mengingat nama Kyuubi yang sama dengan bonekanya.
"Ada apa?"
"Ah,tidak bukan apa-apa. Aku Naruto ,Uzumaki Naruto. Salam kenal Namikaze san" Naruto harus mendongakan kepalanya untuk melihat Kyuubi yang sangat tinggi. Melihat Sasuke saja ia sudah kesulitan dan sekarang harus ada yang lebih tinggi dari Sasuke. Baru sebentar melihat Kyuubi, lehernya sudah pegal. Naruto menatap bola mata Kyuubi. Warna Ruby yang indah.
"Bibirmu bengkak Uzumaki san"
"EH,?!" pekik Naruto. Rasa panas langsung menjalar naik ke wajah Naruto. Ia bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan Kyuubi. Sasuke tanpa henti mencium bibirnya. Ia tak tau akan terlihat begitu bengkak.
Kyuubi tersenyum. "Daijoubu aku mengerti. Aku harus pergi mengajar. Sampai jumpa Uzumaki san"
"Ah, iya Namikaze san" Setelah kepergian Kyuubi. Naruto memegang bibirnya. Memang sebengkak apa bibirnya sekarang. Naruto pergi ke ruang guru dan duduk di mejanya. Tangannya sibuk mencari kaca yang ia simpan di dalam laci,kalau dia tak salah ingat.
Setelah menemukannya ,Naruto melihat bibirnya yang sangat tebal. Bibirnya sangat bengkak pantas Kyuubi sampai mengatakan hal itu padanya. Dan sekarang bagaimana cara menyembunyikan bibirnya.
"Naruto ,kenapa bibirmu?" ucap Kiba dari mejanya.
"Sasuke menciumku"
"Wah,Sasuke hebat sekali sampai membuat bibirmu seperti itu. Eh,Tunggu kau biasanya memanggilnya dengan Sasuke san. Jangan bilang….."
"Aku sekarang ke..kekasih Sasuke"
"KAU PACARAN DENGAN SASUKE" Kiba berteriak sangat keras hingga orang-orang didalam ruangan dan beberapa murid yang lewat mendengar ucapannya. Narutosegera membekapmulut Kiba. Semua orang melihatnya. Para wanita berteriak histeris sedangkan para pria hanya bisa mendesah kecewa mendengar berita itu. "Kyaaaaaa…"
Sudah terlambat,berita itu pasti akan tersebar. Apalagi murid-murid perempuan yang mendengar itu di luar dengan histeris mereka berteriak dan berlari,mereka akan menyampaikannya apa semua teman-temannya. Naruto melepaskan tangannya dari mulut Kiba. Ia menggembungkan pipinya dan membuang pandangannya dari Kiba.
"Gomen Naruto hehe, " Kiba merasa bersalah. Ya setidaknya ia menyebarkan bahagia ke semua orang.
"Besok aku yakin beritamu termuat di berita sekolah lagi,Naruto" Mendengar ucapan Gaara,Naruto menghadapkan pandangannya ke meja Gaara yang ada disamping kanannya. "Lagi?"
"Kau tidak tau? Lihatlah" Gaara memperlihatkan fotonya sedang ditarik Sasuke di lorong sekolah. Naruto ingat ,itu saat Sai mencoba menciumnya dan Sasuke menariknya ke atap.
"Itu kan fotoku dengan Sasuke "
"Sebenarnya sudah ada berita kedekatanmu dengan Sasuke sejak tiga hari yang lalu"ucap Kiba. Sekarang ia tau kenapa semua murid melihatnya. Ia tak mengira ada orang yang dengan iseng memotretnya ,untunglah bukan saat Sai berniat menciumnya.
"Pantas semua melihatku tadi" Naruto akhirnya mengetahui alasan semua orang melihatnya. Lain kali dia harus berhati-hati agar tidak ada yang memotret lagi kegiatan mesranya dengan Sasuke.
"Uzumaki san" Mereka mengalihkan perhatian mereka ke depan. Di sana ada Kyuubi yang berdiri tegak dengan senyuman lembut yang mampu meluluhkan siapa saja.
"Namikaze san ,ada apa?"
"Kau wali kelas 2-B kan Uzumaki san? Bisa aku minta data muridmu?" Naruto tak bisa lepas menatap mata Kyuubi. Ia tak yakin dia pernah mendengar nama Kyuubi karena nama bonekanya. Apa ia pernah bertemu dengan Kyuubi sebelumnya? Wajahnya tak asing. Entah kenapa saat Kyuubi dekat dengannya,ia merasa jantungnya berdetak keras.
Melihat sahabatnya melamun ,Kiba menyenggol tangan Naruto. "Eh,iya iya bisa. Tunggu akan aku ambil"
Naruto memberikan map merah kepada Kyuubi. Kyuubi tersenyum hangat. "Arigatou Naruto"
Tubuh Naruto seketika tak mampu bergerak. Saat Kyuubi mengucapkan namanya ,serasa ada perasaan yang menyeruak di dalam dadanya. Kyuubi sudah pergi meninggalkannya tapi tangan Naruto masih dalam posisi masih menyerahkan map. Air mata jatuh mengenai meja kerjanya.
Kiba dan Gaara memandang Naruto. Mereka terkejut mendapati Naruto menangis. "Naruto kau menangis" ucap Kiba membuyarkan lamunannya.
"Eh..." Naruto menyentuh pipinya yang basah. Ia tak menyadari jika ia menangis. Sebenarnya ada apa dengannya?
TobeContiune
(•̀ㅂ •́)و
Perlu waktu lama aku nemuin akhir dari chapter ini. Yang biasanya uptade 3hari jadi 4hari. Aku pengen banget selesaiin cerita ini secepatnya tapi apa daya kalau alurnya terlalu cepet aku merasa tak rela :'v , Aku udah gregetan sendiri mau buat cerita bagian klimaksnya :"v Ada yang mau cerita ini dipercepat kah? :'D
Lagi-lagi ada konten lemon dan membuat chapter ini panjang. Hanya lemon yang mampu membuat fanfic saya memanjang :'D . Dan aku malu membaca kembali lemon yang aku buat jadi maaf jika ada typo disana./_/Mungkin lain di skip kali lemonnya ya:'v.
Oh ya untuk disini udah ada tanda yang gk suka yaoi untuk tidak membacanya tapi kayaknya tulisanku terlalu kecil untuk dibaca. :v
See you….
Note : Cerita ini sepertinya semakin mengsong hahaha dan maaf tentang typo ;-;
