New Savior : Uchiha Uzumaki Naruto
Chunin Exam
"Hoa... Membosankan sekali tebayou.." Gumam Naruto melangkah di tengah-tengah padatnya aktivitas warga Konoha. Kedua telapak tangannya ia letakan di belakang kepalanya."Hey Haku Chan.. Apa Zabuza Sensei tidak mengatakan kalau kita akan melakukan misi kelas B atau A kali ini? Aku benar-benar bosan dengan misi kelas D tebayou.." Lanjutnya menggerutu.
Haku yang berada di depannya melangkah santai menggelengkan kepalanya. "Tidak Naruto.. Zabuza Sensei hanya bilang untuk menemuinya di training ground 12" jawab Haku menolehkan wajahnya sedikit tersenyum manis pada Naruto.
'Jika seorang gadis bersikap manis pada seorang pria, berarti dia memiliki sesuatu yang tersembunyi' pikir Sai mengamati Haku. "Wah.. Sepertinya putri Es memiliki perasaan pada mulut besar" komennya dengam senyum aneh tak berdosanya.
Terlihat haku sedikit meronah sedangkan di kening Naruto muncul urat menyilang tebal. "KALO TERSENYUM BELUM TENTU ADA PERASAAN DASAR KAU BAKA.. DAN JANGAN PANGGIL AKU MULUT BESAR TEBAYOU.." Teriak Naruto menggunakan jutsu paling mengerikan, Big Head No Jutsu. Haki terkekeh sedangkan Si malah menambah senyuman tak berdosanya.
'Kami sama pasti membenciku memberikan rekan tim seperti makhluk ini' pikir Narto menghela Napas melemaskan seluruh bagian tubuhnya. "Ngomong-ngomong, dari mana kau Sai? Maksudku asalmu" tanya Naruto. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke tempat janji bertemu bersama sensei mereka.
"Oh... Aku berasal dari kesatuan Anbu 'Ne' Konohagakure No Sato" jawab Sai senyum biasanya.
"Anbu 'Ne'... Aku tidak pernah mendengarkan sebelumnya nama itu tebayou" gumam Naruto malas sambil menatap langit. "Apa Yondaime membuatnya untuk misi lainnya atau semacamnya?" Tanya lanjut Naruto.
Sai menggelengkan kepalanya. "Ne bukan berasal dari Hokage. Ne organisasi sendiri dengan kepemimpinan tersendiri di luar kuasa dari Yondaime Hokage" jawab Sai. Kali ini Naruto benar-benar sangat penasaran.
"Jika bukan dibawah pemimpin Hokage, maka siapa yang mempinnya? Kenapa Hokage tidak bisa campur tangan, itukan masih di dalam Konoha" gumam Naruto bingung sambil berpikir. Matanya lalu melebar setelah mendapatkan sesuatu di dalam benaknya. "Hah.. Kalian pasti anbu yang akan berkhianat menyerang Konoha kan" teriak Naruto cukup keras sampai beberapa warga di sekitar mereka berhenti beraktitas dan menatap bingung mereka.
Naruto langsung terenyum Nerves menggerakkan kedua telapak tangannya di hadapan para Warga. "Eto... Hehehe.. Gomen.. Aku hanya bercanda dengan rekanku saja tebayou" ungkapnya meminta maaf meski sedikit nerves. Haku menarik napas sangat dalam lalu menghelanya sedikit sweet drop, seeangkan sai hanya tersenyum aneh seperti biasa dengan lincahnya Naruto menarik Sai melanjutkaj perjalanan mereka.
'Kurasa Naruto Kun sudah mulai tertarik pada Root. Danzo sama pasti akan senang mendengarkan perkembangan ini' pikir Sai melanjutkan langkahnya. "Nanti aku akan jelaskan apa itu root, mungkin kau bisa hergabung dengan kami" ucap Sai.
Naruto melirik cepat kearah Sai lalu mengangkat kedua tangannya dan menempelkan kembali telapak tangannya di belakang kepalanya. "Namanya saja Root, artinya akar. Apa bagusnya menjadi akar jika aku bisa jadi pohon" gumam Naruto tidak tertarik pada tawaran Sai.
'Jika tidak berada di tempat ramai, aku mungkin akan menjelaskannya sekarang.' Pikir Sai menatap ke sekitarnya dimana begitu banyak penduduk di sekitar.
"Hey kalian berdua... Cepatlah.. Kalin tidak ingin membuat Zabuza sensei menunggu kan" teriak Haku yang sudah berada jauh di depan mereka.
Sau menganggukkan kepalanya lalu menambah kecepatan langkahnya, sedangkan Naruto hanya mengikuti malas dari belakang. Ia melirik sejenak ke samping kirinya dimana seorang bocah perempuan sekitar 7 tahun berlari cepat, dikejar oleh rekan-rekannya. Gadis itu sambil tertawa memegang kuas besar di penuhi cat.
'Hohoho... Mengingatkan masa lalu...' Pikir Naruto.
Flashback.
"Gahahaha... Kejar aku kalau bisa... " Teriak Naruto diakhiri menjulurkan lidahnya panjang ke arah kumpulan warga. Saat itu ia masih berusia 6 tahunan memegang kuas dipenuhi cat beserta kaleng cat di tangannyannya yang lain. Pakain putihnya tidak terlihat lagi putih, melainkan penuh warna cat.
"Hey... ITU DIA..." Teriak salah satu warga geram.
"Dia.. ITU DIA BOCAH SIALAN ITU.. KEJAR DIA" teriak yang linnya menunjuk ke arah Naruto yang malah mengejek kumpulan warga. Dia baru saja menyelesaikan proyek mencorat-coret rumah warga Konoha sehingga hampir seluruh warga mengejarnya. Kegiatan keseharian Naruto seperti biasa, melakukan kejailan.
Naruto berlari kembali sangat cepat dengan tawa keasyikan melihat ekspresi amarah warga. Sedangkan kumpulan warga geram mengejarnya siap meledak. Jika saja ia di dapatkan, kemungkinan ia akan di jadikan sebagai makanan anjing peliharaan mereka. Dengan berbagai senjata yang mereka pegang, dari peralatan bertani sampai peralatan dapur.
Naruto melompat kearah tembok lalu bersembunyi di atapnya pada saat menikung. Warga berhenti di pertigaan itu menebak kemana arah lari Naruto.
"Hey.. Kemana dia?"
"Aku tidak tau.. Mungkin dia kesana."
"Siall.. Bocah sialan itu lagi-lagi berulah."
"Jika seperti ini pada siapa kita akan mengeluh.. Ia tidak punya keluarga."
"Sial... Kalau aku menemukannya aku akan melumatnya hidup-hidup"
Ungkapan-ungkapan kesal paea warga yang berkerumun di tempat itu mencoba mencari keberadaan Naruto, tapi belum juga menemukannya. Di tengah kekesalan mereka, akhirnya satu persatu kembali ke tempat mereka masing-masing, pulang dengan tangan kosong.
Naruto mengangkat kepalanya dan terlihat grin lebar saat melihat ekspresi kekecewaan warga dari atas atap salah satu rumah warga. "Naruto Uzumaki siap melayani kalian tebayou.." Gumamnya berbisik. Ia berhasil untuk kesekian kalinya melakukan proyeknya.
End.
Tiba-tiba lamunan Naruto terhenti saat ia mersakan telinganya di tarik dengan kasar. "BERHENTI BERMALAS-MALASAN BAKA... CEPATLAH.. " Suara kesal dari Haku yang memerah karena Emosi menyeret paksa Naruto, menarik kupingnya.
"Guah.. Itu Sakiit gah.." Rintih keras Naruto memegangi telinganya. "WHOA.. TELINTAKU BISA SAJA COPOT HAKU CHAN."-
"Kalau tidak begini kau akan tetap malas-malasan baka" potong cepat Haku memutuskan untuk tidak melepaskan tangannya di telinga Naruto yang masih merintih kesakitan. Ia di seret paksa oleh putri Es.
"HEY.. LEPASKAN AKU KAU PRIA BERWAJAH JELEK... " Terdengar suara keras, teriakan seorang bocah. Haku berhenti melangkah, begitu juga Naruto dalam posisi miring karena kupingnya masih di tangan Haku menatap ke arah suara bocah yang bereriak.
Mereka melihat seorang bocah seumuran Haku sedang mengangkat bocah berumur 10 tahunan di kerak bajunya mengangkatnya sampai kaki bocah itu tidak menyentuh tanah. Bocah itu meronta-ronta dengan dua rekannya ketakutan di sekitar mereka.
"KAU SUDAH KURANG AJAR PADAKU DENGAN MENABRAKKU SAMPAI TERJATUH DAN MEMBUAT PAKAIANKU KOTOR. AKU AKAN MENGAJARKANMU SOPAN SANTUN BOCAH" terdengar bocah yang lebih tua itu meneriaki Bocah di tangannya. Dua rekan bocah 10 tahun itu terlihat ketakutan membayangkan rekannya akan di hajar.
"Sudahlah Kankuro.. Lepaskan dia dan jangan bertingkah di desa orang lain" suara wanita mencoba menghentikan rekannya. Gadis dengan buah dada sekitar C cup dan blonde empat kuncir. Dibelakangmya ada sebuah kipas yang tertutup.
"Diamlah Temari.. Aku akan mengajarkan bocah ini sopan santun dan cara menghargai orang yang lebih de"-
"HEY KAU... " Terdengar suara Naruto dari jarak sekitar 10 meter di belakang rekan bocah malang itu. "LEPASKAN DIA ATAU KAU AKAN MENYESAL.. " Teriaknya lanjut dalam posisi masih di jewer Haku.
'Huh... Bocah itu masih sementara dihajar tapi masih berulah seoalah bisa menghajarku.' Pikir Sweet drop Kankuro.
"Jangan ikut campur urusan orang lain.. " Ucap datar Haku tidak peduli melanjutkan menarik telinga Naruto menyeretnya.
"He-Hey.. Itu bukan orang lain tebayou.. Lepaskan aku Haku chan.. Aku akan menghajarnya dulu sebelum menemui Sensei" protes Naruto memegangi telinganya yang masih di tarik oleh Haku.
"Naruto Nii Chan... " Terdengar teriakan bahagian dua rekan bocah yang sementara di angkat. Bocah itu melebarkan matanya terkejut mendengarkan rekannya menyebut nama Naruto lalu perlahan menggerakan wajahnya mencari tau apa benar apa yang ia pikirkan.
"Hahaha... Apa ninja Konoha selemah itu? Ia hanya bisa besar mulut saja. Ia bahkan diperlakukan seperti bocah seperti itu.. Gahahaha.. "Terika Kankuro mengejek Naruto saat melihatnya diperlakukan sadist oleh rekannya sendiri.
"APA KAU BILANG MUKA ANEH... LEPASKAN AKU HAKU CHAN DAN BIARKAN AKU MENGHAJAR MUKA PENUH MAKE UP ITU" teriak Naruto tidak terima hinaan Kankuro.
"INI BUKAN MAKE UP BAKA.. INI ADALAH CAT TENTARA.." Teriak emosi Kankuro.
Terlihat haku melepaskan perlahan tarikan tangannya di kuping Naruto, kemudian seperti tepuk tangan membersihakan kedua telapak tangannya. "Baiklah.. Lakukan dengan cepat.." Ucap Haku memberikan izin pada Naruto yang langsung tersenyum. Ia kemudian melangkah mendekati Kankuro yang sedikit gelisah bersama Rekannya yang blush menatap wajah Naruto gagah berni saat melangkah karena angin mengibas-ibas rambut merahnya.
"Hehehehe... Naruto Nii Chan sudah datang, sebaiknya kau bersiap muka Make up.." Ucap menyeringai evil bocah yang masih di genggaman Kankuro.
"INI BUKAN MAKE UP DAN JANGAN SEBUT MAKE UP KAU BOCAH SIALAN..." Teriak Kankuro geram menggerakan tangan kanannya akan menghajar bocah itu. Mata bocah di genggaman dan rekannya melebar ketakutan, lalu di pejamkan bersiap menerima pukulan itu, pasti akan sakit.
Tensi terasa panas, waktu terasa bergerak melambat. Pukulan itu semakin dan semakin dekat akan menyentuh wajah bocah malang itu. Tapi tiba-tiba pukulan itu berhenti saat menyentuh pipi Bocah malang itu. Mata Kankuro dan Temari melebar, terkejut saat itu.
"Teruskan pukulanmu dan lehermu akan terpisah dari badanmu" suara berasal dari belakang Kankuro. Dari lehernya, perlahan menetskan darah, terluka karena kunai di tangan kanan Naruto, melngkar di lehernya. Sedangkan tangan kirinya memegangi katananya di arahkan ke leher Temari, membuatnya tidak bisa bergerka sama sekali.
'Si-siapa dia... Aku bahkan tidak bisa melihat gerakannya' pikir Shok Kankuro perlahan melepaskan genggamannya di kerak baju bocah malang yang ia sandera.
'Ba-bagaimana ia bisa di sini... Cepat sekali' pikirnya Temari Shok melirik keatah Naruto yang langsung mengedipkan matanya kearah Temari. 'Dan manis sekali..' Lanjutnya sedikit blush.
"Aw... Bokongku sakit" gumam Bocah Itu.
"Konohamaru Chan / Kun" teriak rekannya bersamaan beerlari membantunya berdiri. Konohamaru akhirnya berdiri kembali dan tersenyum lebar menatap Naruto. Si rambut merah itu menarik kembali katananya dan memasukannya kembali kesarungnya dan menarik kembali lilitan tangan kanannya di leher Kankuro.
"Kau heruntung tidak melukainya Bocah Suna.. Karena jika kau melakukannya, lehermu dan rekanmu ini sudah akan terpisah dari badan kalian". Ucap pelan Naruto melangkah, tenang, dengan pemampilan coolnya melangkah kearah tiga bocah dihadapannya.
"KYAA... Naruto Nii Chan keren... " Teriak terkagum-kagum ketiga bocah di hadapan Naruto.
"Oi Konohamaru.." Ungkap Naruto masih dingin
Pletak...
"Ittai... SAKIT SEKALI BAKA NII CHAN.." Teriak Konohamaru memegangi kepalanya yang benjol karena jitakan Naruto.
"BAGAIMANA BISA KAU TERTANGKAP BAKA... AKU SUDAH MENGAJARIMU CARA UNTUK KABUR SAAT MENYELESAIKAN KEJAILAN.. " Teriak Naruto mengomeli Konohamaru.
"Hey.. TAPI ITU JIKA MELAWAN WARGA BIASA BUKAN NINJA BAKA NII CHAN" protes Konohamaru tetap membela diri.
"Huh.. Apa benar?" Naruto langsung melongo bingung sendiri sedangkan Konohamaru mengelus-elus kepala benjolnya.
'Di-dia marah saat Kankuro akan menghajar bocah itu, sedangkan ia malah menghajarnya' pikir sweet drop temari
'Huft.. Mereka berdua bodoh' pikir Haku melelepaskan napas panjang yang sudah berada di belakang dua bocah rekan Konohamaru.
"Kankuro, Temari... Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian mempermalukan desa" suara berasal dari bagian atas, dari dahan pohon.
"Ga-Gaara... " Gumam Kankuro terlihat sangat ketakutan menatap bocah seumuran Naruto. Berambut merah berdiri terbalik di dahan pohon sekitar mereka.
"Diam atau kubunuh kau" potong Gaara dingin.
'Aura ini.. ' Pikir Naruto melirik keraha Gaara dan langsung menatap mata tanpa ekspresi Gaara. 'Begitu yah.. ' Lanjut Naruto di pikirannya.
'Dingin sekali sikapnya.. Ia bahkan ingin membunuh rekannya sendiri. Sikapa macam apa itu' pikir Haku merasakan keanehan pada Gaara. Kemudian terlihat Gaara menghilang menjadi butiran pasir yang kemudian menyebar lalu berkumpul kembali di belakang Temari dan Kankuro.
"Temari.. Kankuro... Kita pergi" perintahnya berbalik melangkahkan kakinya.
"Ha-hai.." Jawab nerves Temari dan Kankuro bersamaan, berbalik lalu melangkah mengikuti Gaara.
"Hey kalian... "Teriakan Sai menghentikan mereka bertiga. "Apa yang ninja Suna lakukan di Konoha?" Lanjutnya.
Ketiga Ninja Suna itu berbalik menatap Sai. "Kalian belum tau yah.. Kami akan mengikuti Chunin exam di Konoha karena tahun ini dilakukan di konoha" jawab Temari
"Ujian Chunin yah... " Gumam Naruto tersenyum menatap Gaara, sementara kedua rekannya menatapnya bingung. "Siapa Namamu, kau yang berambut merah" tanya Naruto menunjuk Gaara.
"Sabaku No Gaara" jawab datar Gaara. "Ibu bilang darahmu akan membuktikan keberadaanku. Siapa namamu?" Tanyanya balik.
"Uzumaki Naruto.. Dan katakan pada ibumu itu kalu aku mengatakan Hai" jawab Naruto grin lebar. Haku dan Sai semakin bingung tenyang apa yang sebenarnya mereka katakan, sedangkan Gaara menyeringai evil.
"Apa kau juga akan mengikuti Ujian Chunin?" Tanya gaara tertarik. Dua rekannya menatapnya bingung, tidak pernah ia tertarik pada seseorang sebelumnya kecuali untuk di bunuh. Mereka tau betul bagaimana perasaan Gaara saat ini.
"Aku juga berharap akan ikut dalam ujian itu.. Kebetulan aku ingin melawanmu dan juga... Sosok yang kau panggil ibu itu" jawan Naruto serius menatap Gaara yang semakin melebarkan seringai evilnya.
"Uzumaki Naruto.. Kuharap kita bisa bertemu di saat ujian Nanti" komen Gaara membalikkan badannya melanjutkan langkah mereka menjauhi Naruto dan kawan-kawan.
"Hey.. Nii Chan.. Apa orang berambut merah itu kuat? Apa kau bisa mengalahkannya?" Tanya penasaran Konohamaru.
"Hehehe... Tidak ada yang bisa mengalahkan Nii Chanmu ini Konohamaru, catat itu dalam buku besarmu" jawab Naruto senyum menatap punggung tiga ninja Suna yang sudah hampir menghilang.
"Apa kau yakin kalau kita akan didaftarkan oleh Zabuza Sensei ke ujian itu, mulut besar." Tanya senyum aneh Sai.
"Sudah pasti aku yak"- ucapan Naruto terputus saat ia menyadari sesuatu. "JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU BAKA... " Teriak Naruto dengan jutsu big headnya. Haku kembali menghela Napas bersama dengan tiga bocah lainnya.
"Naruto Nii Chan, apa kau mau bermain ninja dengan kami?" Tanya penuh pengharapan Konohamaru.
"Huh.. Kami?" Tanya bingung Naruto. Konohamaru melirik Dua bucah lainnya yang langsung menganggukan kepalanya.
"Namaku adalah Momogi.. " Ucap bocah wanita berambut kuning besar membelah dua keatas.
"Namaku adalah Udon" ucap bocah pria lainnya dengan cairan di hidung bagian kanannya menggantung
"Kami adalah Geng Konohamaru yang siap mengguncang Konoha dan akan menjadi Ninja terkuat di konoha selamanya". Ucap bersama ketiganya dengan pose masing-masingnya. Tapi sial bagi mereka karena saat mereka menyelesaikan gaya mereka, sudah tidak ada orang disana.
"NARUTO NII CHAN ... " Teriak geram Konohamaru.
Tidak jauh dari tempat Naruto dan yang lain tadi berdiri, tiga orang tengah mengawasinya. Tiga dengan pakaian yang hampir sama, dan ketihanya berambut merah. Dua bocah pria mengenakan pakaian ungu gelap dan celana hitam mengenakan sepatu hitam. Pakaiannya hampir sama dengan haku, hanya saja di mereka mengenakan armor silver. Dan pada gadis berambut panjang, lengannya hanya sampai ketiaknya saja.
"Jadi dia yang dimaksudkan oleh Kenshin Sama?" Tanya pria berambut merah jatuh hampir sama dengan rambut Sai. Bola mata ungu kemerahan dengan tinggi kisaran Naruto.
"Hai.. Tidak salah lagi. Aku merasakan chakranya mirip sangat mirip dengan kita, hanya saja sedikit berbeda, persis seperti perkiraan Kenshin Sama" jawab perempuan lainnya.
"Tapi dia terlihat tidak begitu kuat.." Tambah malas pria berambut jabrik merah. Di kening mereka bertiga ada hita-itai membentuk lingkaran dengan lambang uzumaki.
"Ayolah Arashi.. Kau masih tetap iri karena kenshin sama mengatakan kalau ia adalah generasi yang kuat dibandingkan dirimu" ejek bocah pria lainnya.
"Heh.. Diam kau Sonosuke... Aku bahkan dengan sangat mudah bisa mengalahkannya" protes tidak terima Arashi menatap kearah lainnya tidak suka akan ejekan itu.
"Aww... Manisnya... " Ucap Sonosuke semakin menggoda Arashi. Tapi belum sempat ia membalas, gadis berambut merah panjang se pinggang itu menengahi.
"Diamlah kalian berdua... Kuat atau tidak, kita harus menyelesaikan misi yant di berikan oleh Kenshin Sama" tegas Gadis itu. Mereka kemudian menghilang dengan Shunshin meninggalkan tempat itu.
Kantor Hokage.
"Minato.. Apa yang kau pikirkan mempertemukan Menma dan Bocah Uzumaki itu. Kau tau apa akibatnya jika ia mempengaruhinya untuk melakukan apa yang ia lakukan 3 tahun lalu" tegas Tsunade senju berdiri di depan meja kerja Yondaime memukul keras meja kerjanya.
"Kaa Sama... Tenanglah.. Aku bisa menjelaskan semua ini" ucap Minato mencoba menenangkan Ibu mertuanya yang terkenal dengan temper emosian itu. Dia sesikit ketakutan merasakan tekanan Chakra yang dikeluarkan oleh sang senju.
"Kau memang harus menjelaskannya Minato, atau aku akan memastikan kalau kau tidak akan bisa duduk tenang di kursimu itu" tegas Tsunade menatap tajam sang Kage.
'Ini akan berlangsung sedikit menegangkan, tapi aku harus menjelaskannya' pikir Minato memikirkan kata-kata apa yang harus ia ucapkan untuk menjelaskan pada Tsunade. Jika ia salah dalam menjelaskan maka senju itu tidak akan segan-segan untuk mengamuk dan menghajarnya. "Duduklah dulu.. Dan"-
"Aku tidak datang untuk mendengar basa-basimu Minato.. Aku ingin penjelasan" potong Tsunade.
Minato melepaskan napas agak berat sebelum memulai penjelasannya. "Aku melakukannya demi Kushina, demi warisan terakhir Kushina" ungkap serius Minato.
"Apa maksudmu membawa Nama Kushina?" Tanya tegas Tsunade agak berteriak.
"Naruto telah mengetahui semuanya" mata Tsunade melebar terkejut mendengarkan itu. "Ia bertemu dengan Kushina saat ia koma dan Kushine memberitahukan semuanya, apa yang terjadi padanya, pada kyuubi dan... Siapa ayah Naruto sebenarnya" lanjut Minato menjelaskan.
"Ba-bagaimana hal itu bisa terjadi?" Tanya sedikit bingung Tsunade.
"Semua telah dipersiapkan sebelumnya, jauh sebelum ia melahirkan. Ia seolah mengetahui kalau kita akan melakukan hal buruk padanya dan ia menyegel chakranya pada Naruto, sehingga ia akan bertemu dengannya saat Kyuubi dikeluarkan atau saat segel kyuubi menghilang dari tubuhnya." Jelas Minato.
Tsunade diam sejenak tidak tau akan berkata apa setelah mendengarkan penjelasan anak mantunya itu. 'Membayangkan kushina sejauh itu, ia pasti merasakan hal yang aneh sebelumnya. Kushina tidak mungkin bisa memikirkan sampai sejauh itu jika tidak ada sesuatu maka ia tidak mungkin berekasi seperti itu' pikir Tsunade menatap sepasang mata biru Minato.
"Jadi kau memutuskan untuk mengembalikan Naruto menjadi Shinobi..." Gumam Tsunade pelan.
"Hai... Naruto menyayangkan karena pahlawan sebenarnya Konoha bahkan tidak disebutkan pada satu bukupun di Konoha. Ia seolah memprotes kita karena memperlakukan ibunya seperti itu. Kita seperti sengaja menghapuskan keberadaan Kushina sebenarnya" ucap Minato yang berhenti sejenak, menarik napas. "Dan aku menyadarinya kalau aku memang melakukan kesalahan pada Kushina dan... Naruto" lanjutnya menyesal.
Tsunade menatapnya sambil berpikir, mencoba mengerti perasaan anak mantunya itu. "Jadi mengembalikan Bocah itu menjadi Shinobi adalah balasan?" Tanyanya lagi.
"Itu bukanlah sebuah balasan, mengingat kita semua berutang nyawa padanya. Jika ia dan ibunya tidak ada, mungkin saja konoha sudah tinggal sejarah saat ini. Naruto yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Ia akan melawan jika kau menekannya. Ia adalah warisan Uzumaki di Konoha dan aku tidak ingin kehilangannya. Kita hanya bisa membujuknya perlahan-lahan, dan mengemablikannya seperti Naruto yang dulu" jelas Minato serius.
"Tapi itu tidak menjadi alasan, kenapa kau mempertemukannya dengan Menma" tanya tegas Tsunade.
"Tenta itu... Aku berharap sesuatu pada Naruto. Aku berharap mereka berdua akan menjadi Sahabat, karena Naruto adalah orang yang tepat selain Sasuke yang bisa membantunya mengendalikan Chakra kyuubi. Terlebih ia adalah Jinchuuriki sebelumnya yang bisa menguasai sampai dua ekor kyuubi. Menma sekarang hanya bisa menguasai Satu ekor saja, itupun hanya dalam hitungan menit. Kuharap Naruto akan mengajarkannya sesuatu" jelas Minato.
"Hanya itu? Apa hanya demi Kekuatan saja kau membiarkan Cucuku dalam bahaya?" Geram tegas Tsunade.
"Bukan karena itu... Naruto memiliki kekuatan sama seperti Kushina, rantai Chakra" mata Tsunade kembali melebar terkejut.
"Apa kau serius?" Tanya senju itu penasaran.
"Hai... Di dunia ini, hanya ada tiga kekuatan yang bisa menghentikan biju. Mokuton yang telah hilang bersama Hashirama Sama, Mangekyou Sharingan, dan sasuke memiliki kemungkinan membangkitkannya, dan terakhir adalah rantai Chakra. Naruto memilikinya dan tidak menutup kemungkinan ia masih memiliki Sharingan. Jika mereka bisa berteman maka kita tidak perlu khawatir lagi akan keselamatan Menma. Ia juga akan leluasa melatih mengendalikan chakra kyuubi, atau menghentikannya jika ia lepas kendali."Ungkap Yondaime menjelaskan panjang lebar maksud dan tujuannya.
Tsunade akhirnya tenang setelah mendengarkan penjelasan itu, meski ada sesuatu yang mengganjalnya. "Aku hanya khawatir jika semua tidak sesuai pemikiranmu. Jika saja Naruto berani macam-macam pada Menma maka aku sendiri yang akan menghancurkannya" tegas Tsunade.
"Aku mengerti Kaa Sama.. Aku juga me"-
Bruk..
"MINATO SAMA... ADA YANG HARUS ANDA LI"- maaf, tapi ini emergency" ucap sosok itu tenang. Ia adalah izumo sang penjaga gerbang abadi Konohagakure, menerobos masuk tergesa-gesa ruangan Yondaime.
"Ada apa Izumo?" Tanya Minato penasaran.
"Ini.. Anda harus melihat ini" jawab Izumo melangkah kedepan meja kerja sang hokage memberikan map merah. Minato mengambil map itu lalu membukanya perlahan, mengeluarkan kertas dari dalam map itu.
"Ap-Apa..." Ungkap shok Minato melebarkan matanya, sangat terkejut melihat apa isi map itu.
Bersama team 12.
"Hahh... Sampai kapan Kita akan menunggu di sini? Aku berharap sensei akan datang dengan misi yang menantang" rengek Naruto menggerutu berdiri malas-malasan menatap Sai yang sibuk membaca buku tata cara bertemannya di dahan pohon. Ia menyandarkan tubuhnya di pohon yang sama tempat Sai santai. Haku berada di sampingnya menghadap sisi lain juga bersandar di pohon yang sama.
"Eh Naruto.. Aku ingin menanyakan seuatu yang membuatku sangat penasaran" ucap haku. Naruto meliriknya sejenak, agak malas.
"Apa Haku Chan?" Tanyanya.
"Jika kau menjadi Genin sejak 3 tahun lalu, dan melihat kemampuanmu saat melawan Kakashi San, kenapa sampai sekarang kau masih menjadi genin?" Tanya Haku penasaran. Sai yang berada di dahan pohon bagian atas melirik kebawah,juga penasaran seperti Haku.
"Huh? Memangnya kenapa jika aku terus menjadi Genin? Toh rangking tidak selamanya menunjukan tingkatan kemampuan yang kita miliki" jawab agak ketus Naruto.
"Aku tau.. Cuma sedikit heran saja, jika menemui Ninja Konoha seperti kemampuanmu masih menjadi Genin. Kau dengan mudah bisa menjadi Chunin." Haku berhenti sejenak. "Juga jika kau menjadi Genin saat berusia muda,berarti kau memiliki kemampuan hebat dibandingkan dengan genin normal lainnya seperti Menma dan Sasuke" lanjutnya.
Jika memang dipikir secara logika, maka ada keganjilan yang akan di dapatkan berhubungan dengan Naruto. Menjadi genin di usia muda sangat langka. Hanya orang-orang terpilih atau prodigy yang bisa menggapainya. Sangatlah aneh jika sampai sekarang Naruto masih berada di tingkat Genin.
"Hum.. Tentang itu... Aku tidak bisa mengatakannya karena itu adalah rahasia yang hanya sebagian kecil di ketahui oleh orang Konoha.. " Jawab Naruto
Perlahan Haku melengkah mendekati Naruto lalu berhenti di hadapannya. "Ayolah Naruto Kun.. Aku adalah rekanmu dan bukannya sesama teman tidak boleh saling menyembunyikan rahasia?" Ucap Haku merayu Naruto mencoba memancing Naruto agar menceritakan rahasianya.
Naruto hanya memberikan grin lebarnya. "Maaf.. Tapi itu rahasia Haku Chan. Orang yang mengetahuinya tanpa seizin Hokage akan langsung di eksekusi" ungkap Naruto sambil menyengir.
Terlihat Haku sedikit terkejut mendengarkan jawaban Bocah berambut merah itu. 'Sebegitu rahasianya kah sampai Hokage sendiri yang memutuskan siapa yang bisa dan tidak bisa mengetahuinya?' Pikir Haku yang semakin Pneasaran.
'Hum.. Kurasa ini ada hubungannya dengan alasan kenapa Danzo sama memerintahkanku untuk mengawasinya dan membujuknya agar mau bergabung dengan Root' pikir Sai yang rupanya mengikuti pembicaraan rekannya.
"Dan kau bersama Zabuza Sensei? Kenapa kalian bergabung dengan Konoha bukannya bergabung dengan Kirigakure?" Tanya penasaran Naruto.
"Oh itu... " Ungkap Haku berbalik membelakanginya. "Aku akan memberitahukanmu jika kau bisa mengalahkanku dalam sparing" ucap Haku menantang Naruto.
Mendengar tantangan itu, bocah Uzumaki menyeringai. "Heh.. Apa kau yakin kalau kau bisa mengalahkanku.. Haku Chan.. " Goda Naruto meremehkan Haku.
"Aw.. Bagaimana kalau kita membuktikannya" ungkap Haku membalikan wajahnya dan melirik Naruto yang menggerakan tangannya ingin menarik katananya."Dan tanpa menggukan Senjata. Hanya murni Taijutsu, Ninjutsu dan Genjuts, tanpa senjata" lanjut Haku menantang Naruto.
"Heh... Bukankah itu terdengar seolah kau mencoba berbuat curang dan akan mengalahlanku?" Tanya Naruto sedikit protes, tapi hanya di jawab seringai Haku.
"Jangan bilang kalau Naruto Chan seorang penakut jika tidak memegang Katananya.. " Goda Haku kembali memanaskan Naruto, memancingnya agar meladeni tantangannya.
"Hohoho.. Kau terlalu percaya diri dengan berpikir bisa mengalahkanku dalam Taijutsu ataupun Ninjutsu. Kau melakukan kesalahan besar Haku Chan" ucap Naruto senyum lebar meletakan katananya berdiri di sandarkan di batang pohon itu lalu melangkah mendekati Haku.
"Asal tau saja Haku Chan, Kenjutsu adalah kemampuan terlemahku. Aku sangat lihai dalam Ninjutsu, terlebih Taijutsu" bisik Naruto di sampong Haku, kemudian ia melanjutkan langkahnya. Ia berhenti di hadapan Haku sekitar 3 meter kemudian berbalik.
Haku terlihat terkejut mendengarkan perkataan Naruto meski ia masih ragu. Naruto selama ini tidak menunjukan kalau ia memiliki keterampilan Khusus dalam Taijutsu. Mungkin dalam Ninjutsu benar tapi tidak dalam Taijutsu.
"Sejak kecil aku sudah di latih Oleh Zabuza Sensei. Pengalaman bertarungku cukup lumayan selama mengikutinya menjadi Miss Nin. Kau salah meremehkanku Naruto Chan.." Ucap Haku bersiap mengambil kuda-kudanya.
"Oh yah... Aku juga penasaran ingin melihat kemampuan murid Zabuza sensei. Jadi mungkin ini akan menarik" komen Naruto yang malah semakin menantang Haku.
"Namaku adalah Haku Yuki, dari klan Yuki pemilik kekkai Genkai Hyuton. Aku memiliki dua elemen utama yaitu Suiton dan Futon yang kugabungkan menjadi Es" ucap Haku melakukan handseal satu tangan, memainkan Jarinya cepat.
'Hohoho... Ini baru.. Aku belum pernah melihat ini sebelumnya' pikir Naruto menyeringai.
Sentasu suisho' gumam Haku dian di kedua celah jarinya muncul jarum panjang dari es yng langsung di gerakan menyerang Naruto. Si rambut merah itu hanya menyeringai lalu melakukan handseal tiger satu tangan menggunakan tangan kirinya.
Katon : Goukakkyou No jutsu ' teriak Naruto dalam benaknya, menarik napas cepat, membengkakkan dadanya kemudian menyemburkan bola api menghancurkan selurih Jarum Es yang haku lemparkan padanya. Bola api sebesar 2 meter itu terus menyerang Haku, setelah mengehentikan serangan pertamanya.
Haku melompat cepat dan langsung menyerang Naruto dengan taijutsu. Ia melayangkan pukulan ke wajah Naruto cepat. Naruto hanya menggerakan kepalanya sedikit ke samping menghindari serangan itu cukup mudah. Haku melangkan pukulan tangan kirinya cepat dari bawah, mengarah ke Dagu Naruto,tapi pukulan itu dilengan mudah si hindari sengan menyampingkan wajahnya.
Haku menendang kearah Naruto yang masih menyamping, menyerang dengan punggung kakinya. Naruto melangkah satu langkah mundur sehingga serangan itu melewatinya. Haku yang sementara berputar menggerakan kakinya menendang wajah Naruto menggunakan tumit kaki kanannya. Naruto menunduk sehingga serangannya lagi-lagi tidak bisa menyentuhnya.
"Kau masih sangat lambat Haku Chan" ejek Naruto tersenyum lebar menggoda Haku. Mendengarkan ejekan itu, pemilik kekkai genkai Es itu kembali menyerang Naruto membabi buta. Gerakannya lebih cepat dari sebelumnya.
Kali ini Naruto menggunakan kedua tangannya menangkis satu persatu serangan Haku tanpa melakukan serangan balasan. Matanya Fokus pada setiap arah pukulan Haku, konsentrasi, tidak mengizinkan haku melayangkan satu pukulan Padanya.
'Sial... Kenapa bahkan dengan kecepatan penuhku aku tidak bisa menyentuhnya..' Pikir kesal Haku. Ia melayangkan cepat tinjunya ke wajah Naruto, tapi di tepis mengginakan lengan kanan bocah Uzumaki itu. Lalu tangan kiri kembali dengan cepat bersilang, Naruto memiringkan wajahnya sehingga pukulan itu hanya bisa melewati wajahnya saja. Tatapan Naruto tertuju pada kepalang tangan itu.
Haku melihat adanya kesempatan saat itu karena Naruto melakukan kesalahan, tidak menatapnya. Lutut kaki kirinya cepat ia layangkan kearah perut Naruto yang masih fokus menatap lengan Kirinya. 'Dapat kau... ' Pikir gadis itu tersenyum mengira kalau ia telah memenangkan pertarungan itu.
Tapi senyuman itu hilang karena ia merasakan lututunya di tepis. Ia menatap kearah lututnya dan benar, tumit kanan Naruto menusuk tepat kearah lututnya sehingga sebelum lututnya berhasil mendarat di perut Naruto, ia terlebih dahulu merasakan sakit di pahanya.
Haku kehilangan keseimbangan saat itu dan menutup kedua matanya mengerang menahan rasa sakit. Naruto tersenyum lalu melompat kebelakang menjaga jarak dengan gadis yang sangat berambisius untuk mengalahkannya itu.
"Kau cukp cepat Haku Chan, tapi belum cukup untuk mengalahkanku" ucap Naruto memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya santi menatap Haku yang terengah-engah mengatur pernapasan, sedikit kuawalahan saat menyerang Naruto.
"Tsk.. Mau sampai kapan kau terus berlari dan tidak melawanku Naruto... Apa kau hanya bisa menghindar dan mengelak seperti pengecut" ucap Haku tidak suka perlahan berdiri tegap kembali setelah merasakan kesakitan di pahanya mulai menghilang.
"Heh... Aku tidak menyerangmu saja kau kuawalahan sendiri, apalagi aku menyerangmu. Mengalahlah dan akui saja kekalahanmu" komen Naruto malah mengejek Haku menaikkan darah tinggi gadis itu.
Terlihat Haku tersenyum, tapi bukan senyum manis melainkan senyum Evil. Naruto menyipitkan matanya merasakan sesuatu yang aneh pada rekannya itu. "Kau memang cepat, aku akui itu Naruto... " Gumam Haku melakukan heandsealnya.
"Tapi... Makyo Hyosho'tercipta puluhan cermin besar dari es membentuk dome stengah bulatan mengurung keduanya bersama-sama di dalam kumpulan cermin itu. "Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatanku" lanjut Haku melangkah mundur, masuk ke dalam cermin.
'Jutsu apa ini... Aku belum pernah membaca atau mendengar tentang jutsu ini' pikir penasaran Naruto memperhatikan sekelilingnya. Ia dikelilingi oleh cermin es, sehingga ia tidak bisa kabur kali ini. 'Bagaimana mungkin ia bisa masuk ke dalam cermin? Apa ini sebenarnya' lanjutnya sangat penasaran.
"Ini adalah jutsu keluargaku, zabuza sensei membantuku menyempurnakan jutsu ini dan bahkan ia sendiri tidak bisa lolos dari jutsuku ini" jelas Haku. Perlahan cermin di samping Haku memunculkan bayangan yang sama, menyusul cermin lainnya satu persatu sampai akhirnya seluruh cermin.
"Begitu yah.. Jutsu terkuat yang bahkan Zabuza Sensei tidak bisa keluar dari sini."Gumam Naruto menyeringai membuat haku sedikit bingung. "Bagaimana kalau kita mencoba seberapa kuat sebenarnya jutsu yang kau banggakan ini" lanjutnya melakukan handseal tiger sebelah tangan kiri.
Katon : Goukakkyou No Jutsu.' Naruto menyemburkan bola api dari dalam mulutnya sebesar saat ia menyerang Kakashi. Jutsu itu meluncur cepat menyerang cermin, tapi bukannya hancur, malah cermin itu menyerap jutsu Naruto.
'Apa... Jutsuku di serap oleh cermin es itu? Bagaimana mungkin?' Pikir Naruto terkejut.
"Semua jutsumu tidak akan berguna di sini Naruto Chan.. Kau tidak akan pernah bisa menghancurkan jutsuku ini, dan juga.." Suara haku berhenti saat itu dan Naruto merasakan kalau pipinya berdarah. Memang benar adanya kalau pipinya tergores. "Kecepatanku di sini tidak ada yang bisa menandinginya" lanjut Haku.
'Apa yang terjadi? Apa ini karena kecepatannya? Tapi bagaimana bisa aku tidak melihat serangannya' pikir Naruto memegangi lukanya, memastikan kalau ia memang benar-benar luka.
"Kenapa kau diam Naruto Chan.. Apa kau sudah tidak bisa melakukan apapun juga untuk menahan seranganku" suara Haku kembali terdengar. Dari belakang Haku keluar dari cermin,menghilang dalam kecepatan menyerang Naruto.
Naruto berbalik cepat, lalu menangkis pukulan Haku dengan lengannya. Naruto ingin menangkap lengan gadis itu, tapi ia kembali menghilang dalam kecepatan masuk kedalam cermin. Ia berpindah dari cermin yang satu ke cermin yang lainnya sangat cepat, dan tentu saja tidak bisa di ikuti oleh bocah berambut merah uzumaki Naruto.
"Jadi kau menggunakan cermin, berpindah dari cermin yang satu dengan yang lainnya. Kau bisa muncul dari depan, kiri, kanan atau belakangku kapanpun kau mau, sehingga kau bisa menyerang titik lemahku. Bukan begitu. Haku Chan" ungkap Naruto menganalisa sistem kerja jutsu cermin itu. "Kau adalah pengguna Hyuton dan kau bisa berpindah semaumu dari cermin yang satu ke yang lainnya. Kau juga mengubah suhu di dalam dome ini, menguntukanmu sebagai pengguna es. Apa aku salah?"
"Mengagumkan untuk seorng veteran bisa mengetahui rahasia jutsuku. Tapi meski kau mengetahuinya itu tidak merubah keputusan kalau kau tidak akan mengalahkanku di dalam jutsu buatanku ini" ungkap Haku kembali menghilang dari cermin yang satu ke yang lainnya, muncul di belakang Naruto, lalu melemparkan paku es menyerang bocah itu. "Kena Kau.. "Gumam Haku senang.
"Uhuk... " Rintih kesakitan Naruto berbalik, mengerang menahan sakit di punggungnya karena tertancap puluhan paku es.
"Semua sudah berakhir Naruto chan, kau tidak akan bisa mengalahkanku, jadi akui saja kekalahanmu" ucap Haku penuh percaya diri. Kemenangan kini di depan matanya karena Naruto sudah hampir ia lumpuhkan.
"Yah... Semua sudah berakhir..." Gumam Naruto.
Semua diluar dugaan Haku menyadari sesuatu yang aneh saat itu. Ia melebarkan matanya karena melihat dihadapannya Naruto yang berdiri masih seperti pertama, tidak berubah sedikitpun bahkan katananya belum di hunus dari sarungnya.
'Ap-apa... Genjutsu? Tapi kapan?' Pikir Shok Haku.
Naruto tertawa tipis melihat ekspresi Haku yang benar-benar sangat terkejut. "Kau menyadarinya sekarang Haku chan..." Ucap Naruto.
"Kapan?" Tanya Haku bingung. Ia sadar sekarang kalau pertarungan mereka hanyalah sebuah Genjutsu Naruto.
Naruto mengangkat bahunya seolah ia sendiri tidak tau. "Kau seharusnya mengetahuinya jika kau melihat dengan mata Hatimu bukan matamu. Kau sendiri yang menantangku dengan ambisi untuk mengalahkanmu, dan aku hanya menggunakan Genjutsu untuk memperlihatkan kenyataan akan ambisimu" jelas Naruto.
Haku terdiam sejenak menelaah kata demi kata kalimat yang Naruto lontarkan.' Begitu yah... Jadi dari awal dia memang tidak ingin bertarung denganku, dan hanya memperlihatkan perbedaan kekuatan kami' ia berhenti berpikir sejenak menatap serius Naruto. "Siapa kau sebenarnya?" Tanyanya serius agak emosi.
"Aku siapa..." Jawab Naruto dengan nada sedikit bingung akan pertanyaan Haku."Aku adalah rekanmu, anggota team 12 dan salah satu murid Zabuza Sensei. Katanaku tidak akan pernah kuhunus untuk melawan temanku sendiri baik itu di pertarungan nyata ataupun hanya sparing. Itulah prinsipku..." Lanjutnya dengan senyum lebar.
Haku yang tadinya masih terkejut, perlahan berubah menjadi tenang. Ia mengerti apa maksud Naruto sebenarnya. 'Ia hanya tidak ingin menyakiti rekannya sendiri... Ia sama denganku... Terlalu lembut untuk menyakiti orang lain' pikir Haku yang akhirnya mengerti pribadi Naruto.
"Maaf sudah memaksamu bertarung..." Gumam Haku sedikit menyesal.
"Hey... Jika tidak ada masalah maka suatu ikatan tidak disebut kuat. Aku mengerti Kok Haku Chan" jawab Senyum Naruto melangkah mendekatinya.
"Aku setuju dengan perkataan Habanero no Gaki itu" ucap zabuza yang rupanya dari tadi mengawasi pertarungan mereka. Haku melebarkan matanya, membalikan badannya menatap Senseinya.
"Za-zabuza Sensei.. Sejak kapan kau di situ?" Tanyanya Shok. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Zabuza sudah muncul.
"Cukup lama untuk melihat kalian berdua berdiri di situ, sampai aku menyadari kalau semua hanyalah Genjutsu." Jawab Zabuza yang kemudian menatap Naruto. "Kau cukup lihai dalam menggunakan Genjutsu Habanero No Gaki" pujinya.
"Eh.. Apa maksudmu Habanero No Gaki?" Tanya si rambut merah bingung.
"Kau tau apa maksudku Gaki..." Jawab menganggukan kepalanya mengerti, sedangkan Haku dan Sai yang berada di dahan pohon binung akan arti perkataan Sensei mereka. Bocah Root itu lalu melompat, bergabung dengan rekannya.
"Jadi Zabuza Sensei.. Apa kita mendapatkan Misi Baru?" Tanya Sai.
"Tidak... " Zabuza lalu menggerakan tangannya mengambil sesuatu dari sakunya. "Ini adalah kartu registrasi chunin Exam. Aku mendaftarkan kalian bertiga untuk berpartisipasi di Ujian itu" lanjutnya.
Haku yang terlihat sangat terkejut saat itu. "Apa kau yakin Zabuza Sensei? Apa kami sudah siap?" Tanya Haku ragu.
Naruto menggerakan tangan kanannya menyentuh punggung Haku. "Kau kuat Haku, aku tau kau sudah jauh lebih cukup untuk menjadi seorang Chunin" jawab lanjut Naruto tersenyum
