Kyungsoo terdiam mendengar perkataan Jongin. Jongin melepaskan pelukannya, ia menatap Kyungsoo memegang kembali pipi gembil wanita itu, ia mendekatkan mukanya dengan Kyungsoo. Sesaat sudah dekat, Kyungsoo memalingkan mukanya dari Jongin.

"maafkan aku Jongin"

"Soo, , "

"aku sudah memaafkanmu tapi sepertinya aku tidak bisa kembali padamu"

.

.

LEARNING LOVE

.

.

.

CAST

KIM JONGIN

DO KYUNGSOO (GS)

OTHER MEMBER EXO

GENDERSWITCH AREA

.

.

RATED : T – M

.

BAHASA NON BAKU

TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA

.

Selamat membaca

Chapter 8

.

.

.

"Aku berjanji padamu Soo, aku tidak akan membuatmu terluka lagi" ucap Jongin menggenggam erat tangan kyungsoo

"aku minta maaf jongin, kau pasti tau kalau seseorang tidak akan jatuh dalam lubang yang sama. Mungkin seperti itulah aku"

"setidaknya berilah aku kesempatan itu untuk terakhir kali"

"maafkan aku jongin, maafkan aku. Lebih baik kau cari wanita lain yang bisa menerimamu"

Jongin melepaskan tangannya dari kyungsoo. Ia menatap kyungsoo dengan kesedihan dan rasa penyesalan. Kyungsoo juga tampak membuang mukanya, ia tidak kuat kalau harus menatap jongin. Kyungsoo hanya diam.

"baiklah soo, aku menghormati semua keputusanmu. Tapi aku akan tetap berjuang mendapatkanmu lagi"

Kyungsoo hanya diam, ia menunduk menahan semuanya. Kyungsoo tidak berani kalau harus menatap jongin

"aku permisi, besok aku akan ke sini lagi soo"

Kyungsoo menatap jongin. Pemikirannya ternyata salah, jongin tetap keras kepala, ia tidak menyerah tapi ia bertekat untuk memperbaiki semuanya

"tapi jongin, , kau tidak perlu kesini setiap hari"

"setidaknya izinkan aku untuk melihatmu dan anak kita walau hanya sebentar"

"kau benar-benar keras kepala"

"aku begini juga karenamu soo. Baiklah aku permisi"

Jongin berlalu meninggalkan apartemen kyungsoo, ia bertekat untuk tidak menyerah

"captain, , ," teriak anak kecil yang langsung berlari memeluk kaki Jongin

Jongin berbalik badan, langsung menggendong anak itu, memeluk dan menciumi pipi lucu taeoh yang tidak lain adalah anaknya sendiri.

"hai ironman"

"captain kenapa tidak masuk? Aku kan menunggu captain untuk bermain bersama"

"ah captain minta maaf ironman. Captain sibuk bekerja, jadi tidak sempat mengunjungi ironman"

"huu captain bekerja apa? Menangkap musuh?"

"hahaha iya captain menangkap semua musuh-musuh yang ada di muka bumi ini"

"waah captain keren. Ayo kita main sekarang"

"captain tidak bisa ironman, captain harus pulang. Nanti besok captain akan ke sini lagi"

"besok? Captain janji?"

"yaa captain janji"

"yey" sorak taeoh senang, ia mengecup pipi Jongin dengan bahagia

"taeoh, , bolehkah captain meminta sesuatu"

Taeoh mengerjapkan matanya lucu, ia masih anak kecil belum terlalu mengerti maksud dari Jongin.

"ah maafkan captain. Captain minta mulai dari hari ini Taeoh panggil captain Daddy boleh?"

Tae memandang Jongin bingung. Ia masih mencerna maksud dari Jongin

"Daddy?"

Jongin menggangguk senang sekaligus terharu

"yaa mulai hari ini panggil paman dengan sebutan itu, Tae mengerti"

Tae tersenyum mengangguk sekaligus memeluk Jongin

"iya Daddy, , apakah Daddy akan menjadi Ayah Tae?"

Jongin mengecup pipi Tae dengan kasih sayang

"kalau mommy mengizinkan, daddy akan menjadi ayah Tae"

Mata Tae berbinar senang

"Sungguh?"

Jongin menggangguk senang, tersenyum melihat tulus ke dalam mata Taeoh

"iyaa, tapi Tae mau kan membantu Daddy agar Mommy mengizinkan daddy menadi ayah Taeoh"

"iyaa Taeoh mau Dad, tae akan membantu daddy"

"anak pintar, , sekarang Tae harus masuk, kasian mommy sudah menunggu tae di depan pintu itu"

Taeoh menengok melihat kearah kyungsoo, Tae menggangguk mengikuti perkataan Jongin. Jongin mengecup pipi Taeoh sekali lagi sambil tersenyum

"Daddy Sayang Taeoh, maafkan Daddy"

Taeoh tersenyum memeluk Jongin

"Tae juga sayang Daddy dan Mommy"

Jongin segera menurunkan taeoh dari gendongannya. Ia kembali menatap kyungsoo yang memperhatikan mereka. Jongin tersenyum ke arah kyungsoo, tapi kyungsoo segera memalingkan mukanya dan dengan cepat masuk apartemen kemudian menutup pintu dengan segera.

Jongin menghela nafasnya sambil tersenyum. Ia segera pulang dan menghubungi seseorang

"halo ayah. Aku untuk sementara pindah ke Paris"

". . . "

"perusahaan di Jerman biar sepupu sehun yang mengurusnya"

". . "

"aku ada keperluan penting disini. Aku harus mengejar kebahagiaanku ayah"

". . "

"nanti akan ku jelaskan semuanya"

". . "

"terimakasih atas pengertiannya yah"

.

.

.

.

Sudah hampir satu bulan Jongin tinggal di Paris, dan satu bulan ini juga ia berkunjung ke apartemen kyungsoo. Ia terkadang berkunjung pagi hari sebelum berangkat ke kantor dan malam hari setelah ia pulang dari kantor. Selama itu pula kyungsoo terus terusan tidak mempedulikan jongin sama sekali. Jongin hanya berteman dengan taeoh atau kadang-kadang ia tidak dapat masuk apartemen kyungsoo, karena kyungsoo tidak membukakan pintu untuknya masuk.

Seperti hari ini Jongin terus berjuang berkunjung ke apartemen kyungsoo. Pagi ini ia menunggu kyungsoo untuk membukakannya pintu. Tak berapa lama kyungsoo keluar dari apartemennya, sepertinya ia akan pergi. Kyungsoo melihat jongin dengan malas.

"aisshhh kau datang lagi"

Jongin hanya menyengir dengan tidak bersalah

"aku sudah bilang padamu akan datang kesini setiap hari"

"lelaki aneh" kyungsoo mengunci apartemennya dan berjalan meninggalkan jongin. Jongin segera mengejar kyungsoo berjalan mengiringinya

"kau mau kemana?" tanya jongin

"bukan urusanmu" jawab kyungsoo masih tetap cuek

"biar aku antar"

"aku bisa pergi sendiri jongin"

"bukankah lebih aman kalau aku mengantarmu"

"aku bisa mengurus diriku sendiri"

"ayolah soo"

"sebaiknya kau pergi ke kantormu, kau nanti akan terlambat jongin"

"aku akan mengantarmu lebih dahulu setelah itu aku akan ke kantor"

"aisshh benar-benar keras kepala"

Kyungsoo berjalan menuju mobilnya, Jongin masih tidak menyerah, ia terus mengikuti kyungsoo pergi. Kyungsoo masuk mobil itu kemudian menyalakannya, tapi entah kenapa pagi ini mobilnya tidak menyala, berapa kali ia mencoba menghidupkannya tetapi tetap saja tidak bisa. Sepertinya hari ini keberuntungan berpihak pada Jongin. Ia tersenyum menatap kyungsoo. Kyungsoo yang terlihat kesal turun dari mobilnya kemudian berjalan keluar apartemen, ia masih tetap menjauh dari jongin. Sedangkan Jongin masih mengejarnya

"ayolah soo aku antarkan saja. Aku berjanji tidak akan macam-macam padamu"

Kyungsoo hanya diam, ia tidak mempedulikan adanya Jongin. Kyungsoo berdiri menunggu taksi, siapa tau ada yang lewat untuk bisa ditumpanginya. Tapi hampir 10 menit ia menunggu taksipun tidak ada yang lewat. Ia menghela nafasnya, kalau ia tidak pergi sekarang bisa-bisa ia akan terlambat.

Jongin masih tetap berdiri disamping kyungsoo, ia menatap ke arah kyungsoo yang sudah mulai gelisah.

"apa kau berubah pikiran? Ayo nanti kau akan terlambat"

Kyungsoo membuang nafasnya kasar

"aisshh tidak ada pilihan lagi. Baiklah aku ikut denganmu"

Jongin tersenyum puas, segera ia menarik tangan kyungsoo untuk ikut bersamanya. Kyungsoo hanya diam tidak mau mengikuti jongin. Jongin juga berhenti berjalan, menatap kyungsoo heran

"ada apa lagi?" tanya Jongin

Kyungsoo hanya diam tapi matanya menatap ke arah tangan yang digenggam oleh jongin. Jongin mengikuti tatapan kyungsoo, segera ia melepaskan tangannya dan tersenyum kikuk

"ah maafkan aku soo. Baiklah ayo silahkan"

Kyungsoo berjalan menuju mobil jongin, segera ia masuk disamping kemudi. Jongin hanya tersenyum, mengikuti kyungsoo memasuki mobil nya.

Dalam perjalanan kyungsoo hanya diam, ia menatap keluar jendela. Sementara Jongin sesekali menatap kyungsoo sambil tersenyum

"Mau kemana hari ini?"

Kyungsoo menatap Jongin, mata mereka bertemu. Langsung kyungsoo menunduk membuang muka tidak mau menatap jongin sama sekali

"aku mau ke tempat minseok eonnie, mau bantu-bantu dia di sana"

"ke tempat noona? Oh baiklah. Kau nanti pulang jam berapa?"

"aku bisa naik taksi"

"tidak-tidak, kalau kau diculik bagaimana? Biar aku yang menjemputmu"

"kau gila, aku bukan anak-anak lagi jongin. Aku bisa mengurus hidupku sendiri"

"pokoknya aku jemput"

Kyungsoo hanya mendengus kesal, ia sebal dengan tingkah keras kepala jongin. Kalau ia melawan lelaki itu, rasanya akan percuma. Karena jongin pasti akan semakin memaksa dan keras kepala.

Mereka sudah sampai di depan butik minseok. Saat mobil berhenti, segera kyungsoo turun dari mobil jongin. Ia tidak mau berlama-lama berada disamping Jongin, karena ia takut akan lepas kendali apabila berada terlalu lama disamping Jongin. Kyungsoo juga sampai lupa mengucapkan terimakasih kepada Jongin karena telah mengantarnya hari ini. Segera ia berjalan memasuki butik minseok, tapi langkahnya terhenti karena tangannya ditarik oleh seseorang yang tidak lain adalah lelaki yang mengantarnya tadi Kim Jongin.

"apakah sopan santunmu sudah kau buang selama berada disini. Jangankan untuk memberikan morning kiss kepadaku, ucapan terimakasih saja tidak kau ucapkan saat aku membantu mengantarkanmu pagi ini ke sini" ucap jongin sedikit kesal ia memegang tangan kyungsoo sedikit kuat

"aissshhh aku tidak memintamu mengantarku ke sini. Kau yang memaksaku, jadi haruskah aku mengucapkan terimakasih juga padamu huh"

"Ya pasti harus soo, karena aku sudah membantumu hari ini"

"Oh okee, terimakasih tuan Kim Jongin yang terhormat. Kau sudah puas?"

Jongin hanya menggeleng

"belum, , morning kiss" ucapnya sambil mendekatkan diri kepada kyungsoo

Kyungsoo yang kaget refleks memundurkan badannya, segera ia pukulkan tangannya di kepala Jongin

"yaaa lelaki mesum"

Jongin mengusap kepalanya yang dipukul oleh kyungsoo. Kembali ia tersenyum senang

"aku mesum begini hanya denganmu soo, tidak dengan wanita lain"

"Waaah aku merasa tersanjung atas pernyataan anda tuan Kim. Haruskah aku bangga? Aisshh demi Tuhan Jongin aku tidak peduli kau dengan wanita lain atau dengan siapapun"

"Kau sungguh tidak peduli? Kau tidak cemburu aku dengan wanita lain? "

"Cemburu? Kau gilaa, kau pikir hanya kau satu-satunya lelaki yang aku sukai"

"aku harap kau tidak menyesal saat aku bersama wanita lain soo"

"Hahaha terserah kau, aku mau masuk dulu, aku gerah berlama-lama bersamamu disini"

Kyungsoo segera masuk ke butik minseok, tapi tiba-tiba

Chuppp

Pipi kyungsoo dikecup lembut oleh Jongin, sang lelaki hanya mengeluarkan smirk khasnya. Sedangkan kyungsoo berdiri mematung, matanya yang bulat seolah mencerna apa yang telah terjadi beberapa detik yang lalu

"itu sebagai ucapan terima kasihmu kepadaku" jongin tersenyum

Kyungsoo hanya memandang jongin dengan pandangan yang sedikit kesal, tapi lihatlah pipinya yang merona merah yang tidak bisa membohongi situasi saat ini. Jongin yang menyadari itu hanya tersenyum, ia ingin menghampiri kyungsoo, tapi wanita itu dengan cepat beranjak dari posisinya.

"sepertinya ia malu" jongin hanya tersenyum

"kau tetap kyungsooku yang gengsi dan pemalu"

Jongin berbalik segera meninggalkan butik minseok, tapi langkahnya terhenti lagi saat kedua sepupunya itu minseok dan juga Jongdae menatap lurus kearahnya

"Hyung, Noona"

"Sedang apa kau disini? Jangan bilang kau, ," ucap minseok curiga

"noona mau kan membantuku"

.

.

.

.

Sore ini kyungsoo selesai membantu di butik minseok, keadaan diluar sekarang sedang hujan deras. Kyungsoo tidak bisa pulang begitu juga dengan minseok. Mereka berdua memutuskan untuk menunggu hujan reda baru mereka bisa pulang.

"Kau dijemput oleh Jongin lagi?" tanya minseok dengan tiba-tiba

"ah tidak eonnie, aku membawa mobilku sendiri"

Minseok hanya tersenyum

"maafkan adik sepupuku itu kyungie, dia memang agak keras kepala, tapi percayalah sesungguhnya jongin lelaki yang baik"

"haha iya eonnie aku tau dia lelaki yang baik"

"Terimalah dia kembali kyung"

Kyungsoo menatap minseok dengan heran lebih tepatnya inya bingung dengan perkataan minseok untuk menerima jongin kembali. Bagaimana eonnienya itu bisa tahu cerita mereka, apa jangan-jangan jongin yang bercerita

"aku tahu ini semua dari Luhan. Maafkan aku kyungie terlalu ikut campur masalah kalian. Tapi aku hanya memberikan saran. Jongin lelaki yang baik, aku tau masa lalunya agak sedikit kelam, makanya ia sering kasar dan gegabah dalam mengambil keputusan. Tapi percayalah kalau ia sudah berubah kyung"

Kyungsoo hanya diam mendengarkan penuturan Minseok. Ia tahu kalau Jongin itu lelaki yang sangat baik, tapi ia trauma. Disaat Kyungsoo bisa menerima dan mencintai Jongin, saat itu pula Jongin meninggalkannya. Kyungsoo hanya takut itu teradi lagi padanya.

.

.

.

.

Sudah beberapa hari ini Kyungsoo tidak melihat keberadaan Jongin, biasanya lelaki itu setiap hari datang ke kediamannya untuk berkunjung atau bermain bersama Taeoh. Tapi ia menghilang tanpa kabar. Ada apa dengannya, entahlah Kyungsoo merasa merindukan sosok lelaki itu, tapi ia tetaplah kyungsoo yang gengsi tidak mau mencari tahu kemana keberadaan Jongin saat ini.

"Mommy, , "

Kyungsoo tersenyum menatap anaknya yang tumbuh semakin hari semakin mirip dengan sosok yang menghilang dari kehidupannya.

"ada apa nak?"

"kemana Daddy? Kenapa tidak datang, Taeoh ingin bermain"

Pertanyaan anak ini benar-benar membuatnya bingung. Ia pun tidak tahu keberadaan Jongin dimana saat ini. Katakanlah ia juga sama seperti Taeoh mencari dan merindukan Jongin, tapi ia berusaha menutupi semua itu

"Mommy juga tidak tahu nak, mungkin paman Jongin sedang sibuk. Tae bermain bersama Mommy saja yaaa"

Taeoh menggeleng, ia cemberut.

"Taeoh ingin bermain bersama Daddy mom"

Kyungsoo mengelus kepala Taeoh, ia tidak bisa membujuk Tae kalau seperti ini. Tapi tak lama bel apartemen Kyungsoo berbunyi tanda ada seseorang yang datang. Taeoh langsung tersenyum riang dan berlari kearah pintu. Ia yakin kalau yang datang adalah Jongin. Kyungsoo juga mengikuti Tae membukakan pintu apartemen mereka, memastikan siapakah yang berkunjung hari ini.

"Daddy, , " ucap Taeoh semangat saat dibukakan pintu, Tae langsung menghamburkan pelukannya

Ya benar yang datang adalah Jongin, lelaki itu tersenyum senang bahagia. Ia memeluk Tae erat

"Tae merindukan daddy, daddy kemana?"

"maafkan daddy Tae, daddy harus pulang untuk mengunjungi kakekmu yang sedang sakit"

"kakek?"

"ayah sakit apa?" kini Kyungsoo yang beralih bertanya

"bolehkah aku masuk terlebih dahulu, aku sangat lelah soo"

Kyungsoo membukakan pintu untuk Jongin yang menggendong Taeoh. Segera Jongin masuk dan duduk di sofa ruangan tengah. Ia memangku Tae, menyerahkan beberapa kantong mainan kepada Tae.

"ini buat taeoh"

Mata Taeoh berbinar senang saat menerima semua mainan Jongin

"robot, , untuk tae? Makasih daddy" Tae mengecup pipi Jongin, ia sangat senang saat menerima itu semua

"sama-sama sayang" Jongin tersenyum

"nah sekarang Tae tidur yaa, sudah malam"

"tapi dad, Tae ingin bermain bersama Daddy"

"besok saja kita mainnya, sekarang tae harus tidur"

Tae mempout lucu "huu, tae mau tidur sama Daddy"

"hari ini Tae tidur bersama robot saja yaa, kalau tidur sama Daddy tempat tidur Tae kan kecil, nanti daddy tidak muat bagaimana"

Tae menggangguk-angguk "baiklah dad, tapi Daddy janji besok ke sini lagi yaaa"

"iya sayang daddy janji"

Tae segera menuju kamarnya membawa mainan Jongin dengan gembira. Sementara Kyungsoo baru dari dapur, membawakan teh hangat untuk Jongin

"minumlah" ucap Kyungsoo

"ah terimakasih soo" Jongin meminum teh buatan Kyungsoo

"kau baru tiba dari Korea?"

Jongin menggangguk "iya, begitu dari bandara aku langsung ke sini. Aku merindukan kalian, maaf tidak memberikan kabar kalau aku harus pulang"

"hmmm tidak masalah Jongin"

"apakah kau tidak merindukanku?"

"Jongin jangan mengada-ngada, buat apa aku merindukanmu"

"sungguh?"

"aisshh sudahlah, , sebenarnya ayah sakit apa?"

"ayah terkena serangan jantung soo, beliau di rawat di rumah sakit sekarang. Tapi kondisinya sudah mulai membaik"

"ah syukurlah, , mudah-mudahan ayah cepat sembuh seperti dulu"

"hmmm aku ke sini juga ingin menjemput kalian soo, ayah merindukan kalian"

"bagaimana ayah tau?"

"aku bercerita kepada ayah. Ayah menyuruhku untuk menjemputmu dan Taeoh. Ayah ingin melihat cucunya. Ayah ingin kita kembali seperti dulu"

Kyungsoo diam, bukan ia tidak mau kembali bersama Jongin. Tapi ia hanya takut akan masa lalunya itu, ia masih belum yakin dengan perjuangan Jongin.

"ku mohon kembalilah denganku soo, kita pulang bersama untuk menemui ayah dan kita hidup bahagia bersama Taeoh"

"maafkan aku Jongin, aku tidak bisa"

Jongin mendekati Kyungsoo, menggenggam tangannya erat. Menatap Kyungsoo ke dalan matanya menampakkan ketulusan

"apakah permintaan maafku serta perjuanganku selama ini kurang untukmu kyung. Aku bukan lelaki yang romantis, bukan juga lelaki yang terus menerus berjuang tanpa henti untuk mendapatkanmu kembali. Tapi aku hanya lelaki yang berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi untukmu dan untuk Taeoh. Aku berjanji padamu kalau kita bisa hidup bahagia selamanya"

Kyungsoo melihat tatapan Jongin, tidak ada kebohongan disana. Jongin terlihat sangat tulus. Tapi tetaplah Kyungsoo ragu untuk menerimanya kembali

"aku tahu kau sakit hati, kau kecewa denganku dimasa lalu. Aku orang yang sangat bodoh telah meninggalkanmu waktu itu. Tapi aku kam memperbaiki semuanya soo, berilah aku kesempatan itu"

"hatiku terlalu sakit Jong, aku takut kau kembali seperti dulu, meninggalkanku sendiri" air mata Kyungsoo mulai turun, mengingat perjuangannya dulu tanpa Jongin. Saat ia hamil dan melahirkan tanpa sosok lelaki itu disampingnya, ia sangat sedih saat itu.

Jongin mengusap airmata Kyungsoo dengan bersalah

"sssttt, , maafkan aku terlalu bodoh saat itu kyung"

Kyungsoo menangis perlahan, Jongin membawa kyungsoo dalam pelukan hangatnya. Mengelus rambut wanita itu dengan lembut

"maafkan aku soo, maaf"

Jongin melepaskan pelukannya disaat kyungsoo sudah mulai tenang, ia menatap wanita yang dicintainya itu, mendekatkan wajahnya dan tanpa permisi mencium bibir manis wanita yang begitu ia rindukan.

Ciuman yang lembut tidak menuntut ia berikan untuk menenangkan wanita yang dicintainya ini. Kyungsoopun tidak melawan perbuatan Jongin. Sungguh ia juga merindukan lelaki ini. Ia memejamkan matanya dan mulai membalas ciuman Jongin yang begitu manis.

Jongin melumat lembut bibir manis itu, menyesap seluruh rasa kerinduan yang ia tahan selama ini. Ia memberikan kenyamanan untuk kyungsoo. Beberapa menit setelahnya ciuman manis itu terlepas, untuk mengambil nafas masing-masing. Kemudian kembali kyungsoo yang mendekatkan diri dan mengecup bibir sexy lelaki ini.

"aku sangat merindukanmu Jong, sangaaat" ucap kyungsoo saat ia melepaskan tautan bibirnya

Jongin tersenyum kemudian melumat habis bibir manis itu. Mereka saling memberikan rasa manis itu dan terbuai dengan perasaan rindu yang ditahan selama ini.

.

.

.

Hari ini Kyungsoo dan juga Taeoh berkemas untuk pulang ikut bersama Jongin. Mereka akan mengunjungi orangtua Jongin dan juga orangtua Kyungsoo. Sejak kejadian malam itu, kyungsoo memutuskan untuk menerima Jongin kembali dan memberikan kesempatan untuk lelaki itu

Sampainya mereka di bandara korea, mereka langsung ke rumah orangtua Jongin untuk mengunjungi ayah dan ibu Jongin. Sekalian memperkenalkan cucu mereka.

Kedatangan mereka disambut senang oleh ibu Jongin

"terimakasih nak, terimakasih karena kau sudah mau kembali ke sini" ucap nyonya Kim sambil memeluk Kyungsoo erat

"aku minta maaf bu, aku sudah pergi tanpa pamit dengan kalian"

"tidak nak, kau tidak salah sama sekali"

Nyonya kim mengelus rambut kyungsoo memeluk menantu kesayangannya itu dengan erat. Ia melihat sosok anak kecil yang berada disamping Jongin

"apakah itu anak kalian?" ucap nyonya Kim melepaskan pelukannya

Kyungsoo hanya mengangguk, Jongin pun tersenyum menuntunTaeoh untuk nmendekati neneknya

"dia cucu ibu" ucap Jongin

Nyonya kim berjongkok dihadapan taeoh agar sejajar dengan anak lelaki lucu itu. Ia memeluk Taeoh dengan sayang

"maafkan kami sayang, maafkan kami karena sudah menyianyiakan kalian waktu itu"

Taeoh yang dipeluk hanya diam ia tidak mengerti dengan situasi saat ini. Nyonya kim melepaskan pelukannya dan menatap anak lelaki itu

"dia sangat mirip dengan Jongin" nyonya Kim Tersenyum

Taeoh pun ikut tersenyum menatap nyonya Kim "dad, dia siapa?" tanya taeoh

"Dia nenekmu sayang, panggil dia nenek"

"nenek?"

Nyonya kim tersenyum terharu, ia meneteskan airmatanya. Ia sangat bahagia sekarang

"iya nak iyaa, aku nenekmu"

Nyonya Kim memeluk Taeoh dengan sangat erat, ia begitu senang dengan kehadiran cucunya ini sekarang

"lebih baik kalian temui ayah, ayah pasti senang atas kedatangan kalian"

Mereka semua segera menuju kamar tuan Kim. Disana terbaring sosok lelaki yang dulu sangat kuat bagi kyungsoo, kini tuan Kim terlihat lemah

"ayaaah, , " kyungsoo segera mendekatkan diri dengan tuan Kim

"Kyungsoo, , kalian datang nak" Tuan kim sangat senang ia memegang tangan Kyungsoo

"iya ayah, maafkan aku pergi waktu itu tanpa memberikan kabar kepada kalian"

"tidak nak, tidak. Kami lah yang meminta maaf kepadamu, kami sudah membiarkan Jongin meninggalkanmu. Ayah minta maaf padamu"

"aku sudah memaafkannya ayah, ayah tidak bersalah"

Tuan Kim tersenyum, ia senang menantu kesayangannya sekarang sudah kembali. Nyonya kim yang sekarang sedang menggendong Taeoh mendekatkan tae dengan tuan Kim. Tuan Kim menatap taeoh senang

"apakah ia cucuku?" tuan Kim memegang tangan Taeoh

Nyonya kim hanya menggangguk senang "iya dia cucu kita"

Tuan kim memegang tangan taeoh dengan erat, ia tersenyum

"siapa namamu tampan?"

"namaku Taeoh tuan"

"haha panggil aku kakek saja Tae. Aku kakekmu"

"kakek?"

Tuan kim mengangguk tersenyum senang melihat taeoh.

"Jadi Tae punya kakek dan juga nenek sama seperti teman-teman Tae?"

Kyungsoo menatap Tae "iya sayang Tae mempunyai kakek dan nenek sama seperti teman Taeoh yang lain"

Mata Tae berbinar segera ia memeluk tuan kim yang terbaring

"Tae senang mempunyai Kakek. Tae sayang kakek"

.

.

.

Sudah beberapa bulan berlalu sejak kyungsoo dan Jongin memutuskan untuk menikah kembali. Sekarang mereka memutuskan untuk tinggal di Korea di rumah yang sudah dihadiahkan Tuan Kim untuk mereka. Setiap hari keluarga ini seperti keluarga pada umumnya, keluarga yang sangat bahagia.

Hari ini Jongin pulang agak larut tidak seperti biasanya, karena pekerjaan yang begitu menumpuk. Kyungsoo menunggunya di sofa, ia belum bisa tidur kalau suaminya itu belum pulang. Jangan tanyakan Taeh dimana, anak itu sudah tidur di kamarnya

Saat ini jam menujukkan pukul 11 malam, pintu terdengar terbuka, sepertinya Jongin sudah pulang. Kyungsoo langsung berdiri menyambut kedatangan suaminya itu

"sayaaang" kyungsoo masuk ke dalam pelukan Jongin

Meskipun Jongin lelah, ia tetap menyambut pelukan istrinya itu dengan senang hati. Baginya hal inilah yang membuat lelah bekerjanya hilang.

"kenapa belum tidur juga hummm"

"kau tau kan aku tidak bisa tidur kalau kau belum pulang"

Jongin tersenyum, ia mengecup bibir istrinya itu

"maafkan aku sayang, sekarang aku sudah pulang jadi kita tidur yaa"

"hmmm iya, sayang mandi dulu biar aku siapkan air hangat"

"terimakasih sayang"

Segera mereka menuju kamar tidur, Kyungsoo langsung menyiapkan air hangat untuk Jongin mandi. Sedangkan Jongin melepaskan semua pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Selesainya Jongin membersihkan diri, segera ia menuju tempat tidur memeluk istri tercintanya.

"masih belum tidur juga"

"hmmm, aku ingin dipeluk"

Jongin tersenyum "manisnya sayangku, sini sayang" Jongin segera memeluk Kyungsoo menempatkan kyungsoo dengan nyaman di dadanya

"terimakasih soo, terimakasih banyak"

Kyungsoo menatap Jongin, mengelus pipi tampan itu

"kau terus mengucapkan itu setiap hari sayang, apa tidak bosan?"

"sama sekali tidak. Aku sangat bersyukur kau telah mau kembali padaku, terimakasih"

Kyungsoo tersenyum

"aku juga berterimakasih padamu"

"aku akan belajar menjadi lebih baik lagi, belajar menjadi kepala keluarga yang hebat, belajar menjadi ayah yang kuat untuk Taeoh dan belajar untuk selalu mencintaimu. Saranghae Kyungsoo"

"nado Saranghae sayang, , Nado saranghae Jongin" ucap Kyungsoo tulus

Jongin mengecup bibir Kyungsoo lembut, Kyungsoo membalas kecupan itu. Kecupan yang mulai berubah menjadi lumatan-lumatan yang semakin menuntut.

"sayang bagaimana kalau Taeoh kita buatkan adik untuknya, agar ia ada yang menemani" ucap Jongin dengan smirk khasnya

"aku setuju sayang" Kyungsoo tersenyum

"benarkah? Jadi malam ini aku boleh meminta itu"

"meminta itu?"

"hummm meminta kau mendesahkan namaku sayang, ayolah kenapa kau pura-pura polos begini"

"tapi kan Jongin kau lelah, sebaiknya kita tidur saja"

"tidak ada kata lelah untuk itu sayang"

Segera Jongin memeluk Kyungsoo erat, melumat bibirnya tanpa ampun. Mereka melumat bibir dengan sedikit menuntut, Jongin mengedarkan tangannya di dada Kyungsoo, meremasnya dengan semangat. Kyungsoo mengeluh mendesah lembut

"ooohhhh Jongin sudah cukup"

Jongin tidak berhenti ia terus melakukan aksinya, ia mengelus perut Kyungsoo kemudian turun ke pahanya. Kyungsoo menggeliat geli

"Jongin oohhh sudah please"

Kini tiba saatnya, ia mengarahkan tangannya ke pangkal paha Kyungsoo, ke puncak kenikmatan yang tiada tara. Ia menekan bagian itu, mengelusnya lembut. Tunggu tapi apa ini? Empuk?

Jongin segera melepaskan tangannya dari kyungsoo, menatap Kyungsoo dengan nafsu sudah diubun-ubun. Kyungsoo hanya tersenyum tanpa rasa bersalah

"sayang kau?"

Kyungsoo mengangguk "kan sudah ku peringatkan agar berhenti, tapi kau malah tidak mau"

"yaaaa kenapa kau tidak bilang, aissshhh jadi bagaimana ini"

Kyungsoo hanya menggeleng pelan

"uruslah sendiri aku sudah mengantuk" Ucap kyungsoo kembali ke posisi tidurnya sambil memeluk guling

"yaaa sayang, aissshh kau harus membantuku, sayaaang sayaang" Jongin berusaha membujuk Kyungsoo.

Jongin lupa kalau sekarang ini tanggal Kyungsoo sedang kedatangan tamu bulanannya. Dengan sangat terpaksa ia menyelesaikan sendiri permainannya di kamar mandi

.

.

-END-


Akhirnya berakhir juga,,

Maafkan kalau ceritanya kurang memuaskan kalian semua

Maafkan kalau updatenya belalu terlambat

Maafkan juga atas ketidaknyamanan dalam membaca selama ini karena banyak typo, EYD tidak beraturan atau apapun itu

Terimakasih banyak kepada kalian yang selalu menanti cerita ini, terimakasih banyak yang sudah review yang memfavoritkan dan mengikuti cerita ini.

Terimakasih

.

.

~Always Love KaiSoo~