OUR SWEET MOCHI
Decklaimer :
Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.
Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.
Rating : T
Genre : Romance. Fluff.
Pair : MarkYu
" Mark bukan begitu ya ampun. Jangan sama cangkangnya dong! Memangnya kamu mau makan itu?"
Mark mendengus kesal. Jaehyun ini apa-apaan sih? Mentang-mentang bisa masak dan Mark minta diajari sama Jaehyun, kenapa Jaehyun jadi menyebalkan begitu?
Lagian salah Mark apa sih? Mark kan cuma tidak sengaja menggoreng cangkang telur, itu saja kok tidak lebih. Dan kenapa Jaehyun harus mengomel begitu?
' Dasar lebay.' Pikir Mark jengkel.
Jaehyun mendengus, sudah untung ia mau membantu bocah - sok - dewasa ini. Lagian kenapa Mark tumben sekali minta diajari Jaehyun memasak seperti ini?
Mark lagi naksir orang ya? Oh tentu saja, itu semua terlihat sangat jelas sekali di wajahnya.
Mana ada orang mau susah-susah belajar memasak kalau tidak sedang jatuh cinta? Oh, Mark sudah besar ternyata.
" Udah deh Mark. Kamu duduk aja deh, biar aku saja yang mas…"
" Gak bisa hyung. Aku ingin membuatnya dengan tanganku sendiri. Nanti kalau hyung yang buat nanti malah hyung yang ditaksir balik lagi."
" Iya deh terserah." Jaehyun lebih memilih untuk duduk di kursi meja makan. Tatapan matanya focus kearah Mark yang sedang sibuk dengan masakannya.
Ini Mark yang memang aslinya bloon apa bagaimana sih? Perasaan tadi Mark minta diajari Jaehyun membuat cake deh. Bukannya menggoreng telur, sama cangkangnya lagi. Siapa juga yang mau makan itu cangkang?
Mark, kamu sehat nak? Kamu gak niat buat menghancurkan dapur kan nak?
" Ya ampun Mark, kalau kamu minta dibacok bilang aja deh. Kenapa sekarang malah kamu kasih gula itu cangkang?" Jaehyun gemas sendiri. Bocah di depannya ini minta dihajar juga rupanya.
Mark menghela napas, ia menatap Jaehyun dengan pandangan aneh. Hell no, memangnya Mark salah ya? Kan sudah Mark bilang tadi kalau Mark tidak sengaja.
Ini kenapa Jaehyun pakai marah segala? Mana mau bacok Mark segala lagi. Nanti kalau Mark mati siapa yang akan menengahi Haechan dan Jeno jika mereka bertengkar nanti? Masak iya Mark nyuruh Renjun buat gantiin posisinya Mark jadi leader NCT Dream ya gak mungkin lah.
Mark mendengus kencang. Jaehyun kok ya kayaknya agak-agak ya? Apa karena Jaehyun kalah saing sama Mark? Mungkin Mark keterlaluan kerennya sampai Jaehyun dendam begitu. Mark mengangguk dengan hipotesa otaknya yang ngawur itu.
Mark bertekat, ia akan mengalahkan Jaehyun dalam bidang apapun sebelum Mark berhadapan dengan Taeyong dan Jeno. karena mereka berdualah orang yang paling sulit disingkan oleh Mark untuk urusan wajah. Sialan sekali sih, Mark juga ganteng kok.
Jaehyun mengambil telur di tangan Mark dengan paksa. Jika telur-telur itu ada ditangan Mark maka sudah dapat dipastikan mereka tidak bisa membuat cake seperti niat awal mereka.
Jaehyun memecah telur itu, memisahkan bagian putih dan kuningnya dan mengocoknya dengan mixer. Jaehyun menginstruksikan pada Mark untuk menggantikannya sebentar. Jaehyun ingin kekamar mandi soalnya. Biasa, panggilan alam dan itu tidak bias ditunda-tunda. Gak lucu kan kalau Jaehyun tiba-tiba mencret di sini. Bisa diejek Mark nanti kalu itu beneran terjadi.
" Mark? Sedang apa?" Tubuh Mark menengang begitu mendengar suara dengan aksen lucu itu.
Yang berbicara tadi itu adalah Yuta. Ia menghampiri Mark sambil memainkan bola sepak yang dibawanya. Mark mengernyit, untuk apa Yuta membawa bola ke dapur? Masak iya itu bola mau dimasukin kulkas. Ya gak mungkinlah Mark.
" Yuta hyung. Kenapa lama sekali sih?"
Mark mendengus kesal. Ini lagi si muka girang kenapa pakai datang segala? Mark kan jadi tidak bisa berduaan dengan Yuta.
Yuta juga, kenapa harus nanggepin rengekan Jaeminsegala sih? Mentang-mentang Jaemin itu adik kesayangannya.
Mark menghela nafas panjang. Sepertinya ia harus menghapus nama Taeyong dan Jeno dan memasukkan nama Jaemin disana. Untuk urusan wajah oke Mark mengaku kalah.
Tapi untuk urusan perhatian Yuta. Masak iya Mark harus kalah juga, sama Jaemin lagi. Hell no, Mark gengsi lah ya, masak sama Jaemin saja Mark kalah. Tidak bisa, Mark tidak bisa membiarkan semua itu.
" Sebentar ya Min. Hyung mau minum dulu."
Sialan sekali Yuta, kenapa hanya mendengar suaranya saja bias terdengar manis sekali sih? Mark kan jadi gemas sendiri sama hyungnya yang satu ini.
Mark melirik kearah Jaemin. Kapan bocah pemilik senyum lebar itu mau pergi? Mark sedang tidak butuh senyum Jaemin yang terlihat semakin menyebalkan. Mark hanya butuh Yuta.
" Mark, kamu belum menjawab pertanyaanku loh. Kamu sedang apa sih memangnya? Kelihatannya kok sibuk sekali."
" Memasak hyung."
" Eh? Benarkah? Boleh aku bantu? Aku juga mau belajar masak"
" Yuta hyung gak bisa begitu dong hyung. Hyung kan sudah janji mau bermain sepak bola denganku."
" Gak mau. Hyung mau masak saja. Jaemin kamu main saja sama Renjun ya?"
Jaemin mendengus, ia menatap Mark dengan pandangan mematikan. Ini semua salah Mark, kalau mark tidak memasak maka yuta tidak akan menelantarkan jaemin seperti ini.
Jaemin yang tidak suka diabaikan lebih memilih untuk meninggalkan dapur dengan perasaan dongkol. Mark menyeringai senang, ia merasa menang entah karena apa.
' Aku baru tahu kalau bau kemenangan bisa seharum ini.'
" Mark, setelah ini diapakan lagi adonannya?"
" Emm… Ah begini hyung."
Tanpa mengatakan apapun lagi Mark berjalan kerarah kulkas dan kembali menghampiri Yuta. Mark menaruh semua bahan yang diambilnya diatas meja. Mark mengernyit bingung begitu melihat bawang bombay dan cabai.
Mark mengernyit lagi. Jadi, bawang bombay dan cabai harus Mark apakan? Masak iya cake ada bawang bombaynya. Tapi Mark tidak pernah membuat cake sebelumnya. Maka dari itu Mark memutuskan untuk memasukkan bawang bombay dan cabai itu kedalam adonan setelah memotongnya.
Yuta mengernyit heran. Sebenarnya Mark ini mau masak apa sih? Kenapa bawang dan cabai harus dimasukkan kedalam adonan berisi coklat batangan? Apa ini resep cake terbaru yang sedang hits sekarang? Yuta tidak tahu, jadi Yuta memutuskan untuk membantu Mark sebisanya.
" Bukan begitu hyung tapi begini."
Yuta mengernyit lagi, Mark tidak salah kan memasukkan adonan itu kedalam panci dan mengukusnya? Yuta memang tidak bisa memasak, Yuta akui itu. Tapi Yuta tahu kok apa saja yang harus dilakukan saat membuat cake. Dan baru kali ini Yuta melihat teknik memasak seperti yang Mark lakukan. Unik sekali.
" Hyung."
" Hm?"
" Tahu tidak aku memasak untuk siapa?"
" Tidak tahu."
Mark menatap Yuta datar. Mark kan mau menggombali Yuta kenapa jawabannya Yuta harus sejujur itu sih saat Mark bertanya? Setidaknya Yuta bertanya 'cake itu untuk siapa' begitu, bukannya menjawab tidak.
Untung saja Mark suka Yuta. Kalau tidak? Sudah pasti Mark akan menendang Yuta sampai kesegitiga bermuda, kalau bisa sih sampai keluar angkasa biar diculik alien sekalian. Siapa tahu Yuta bisa bertemu salah satu makhluk penghuni exo planet.
Tapi sayang, Mark kan sayang yuta. Masak iya mark setega itu sama orang yang disukainya. Mark bukan raja tega seperti Haechan yang bahkan berani menaruh kecoa di baju Lee Sooman ya.
" Mark."
" Apa hyung? Jangan bilang hyung mau menciumku? Jangan sekarang hyung, nanti kalau dilihat Jisung kita bisa dimarai Taeil hyung hyung loh. Yang sabar ya."
Wajah Yuta memerah. Entah sedang malu atau menahan amarah Mark tidak tahu. Yang jelas Yuta terlihat sangat imut.
Sebenarnya Yuta ingin bilang ke mark kalau pancinya terbakar dan juga jaehyun-yang berdiri tepat di belakang Mark-sedang mentap mereka-lebih tepatnya mark-dengan pandangan murka. Yuta menciut, tatapan Jaehyun benar-benar menakutkan.
" Kalau minta cium sekarang gak papa sih hyung. Mumpung gak ada Jaehyun hyu…"
" Oh jadi begitu kelakuanmu hah? Membakar panci, menggoda Yuta hyung lagi. Baru ditinggal sebentar saja sudah membuat kekacauan."
" Apaan sih hyung, begitu saja sudah marah. Nanti cepat tua loh hyung, memang nanti Yuta hyung mau sama hyung? Yuta hyung gak suka kakek-kakeh kayak hyung loh. Yuta hyung sukanya sama daun muda seper…"
NYUUUUUTTT.
" KALAU KAMU EMANG MAU DIBACOK BENERAN MENDING BILANG AJA DEH MARK. JANGAN MEMBUATKU KESAL."
Mengerikan sekali Jaehyun ini kalau sedang marah, pakai main jewer kuping Mark segala lagi. Memangnya Mark salah apa sih kok sepertinya Jaehyun nafsu sekali sama Mark? Mark terlalu ganteng ya? Lagian kan Mark juga bicara jujur kok.
" Yuta hyung bisa pergi sebentar? Maaf aku tidak sopan, aku hanya ingin mengurus bocah ini."
Yuta mengangguk dan tanpa mengatakan apapun pergi meninggalkan mereka berdua di dapur. Menuruti perintah Jaehyun adalah yang terbaik untuk keselamatan Yuta saat ini.
Dan mari kita semua juga tinggalkan Mark yang akan menerima karmanya.
TBC
Maafkan aku Mark, aku gak ada maksud buat nyiksa kamu kok xp
terimakasih untuk semua reader yang mau meluangkan waktunya untuk meriview. huhu, aku sayang kalian.
salam
sokyu
