.

.

Irreplaceable

.

.

Chanyeol membuka kenop pintu kamarnya perlahan berusaha tak mengundang perhatian seseorang didalamnya.

Kejadian beberapa saat lalu benar-benar membuat pikirannya kacau. Tak bisa terelakkan lagi jika perkataan ketua manager barusan sukses membuat darahnya mendidih hingga membuatnya refleks meninju sang manager. Tentu saja dia tak akan pernah terima jika seseorang berani menghina kekasihnya, menghina Baekhyun dengan ucapan yang begitu kasar seperti tadi.

Jika orang itu bukan manager mereka, seseorang yang dihormatinya. Chanyeol mungkin akan memukulinya tanpa ampun.

Tapi setidaknya sekarang dia merasa sedikit bersyukur. Baekhyun tertidur saat kejadian tadi. Dan itu artinya dia tak akan merasa sakit hati karena mendengar semua ucapan sang manager. Semuanya sudah cukup banyak, dan Chanyeol tak akan membiarkan pemuda mungil itu menderita lebih jauh lagi.

Setelah beberapa detik terlewat, pemuda tinggi itu menghela napas lega saat mendapati Baekhyun masih tertidur pulas dengan sebuah selimut yang menutupi hingga ke bawah dagunya. Chanyeol berlutut tepat disamping tempat tidur Baekhyun dan tersenyum simpul menatap wajah angelic itu. Ada yang terlihat berbeda disana, dan dia bisa merasakannya. Wajah itu tak terlihat damai dalam tidurnya, seperti ada beban berat yang terus menyelimutinya, bahkan saat Baekhyun tertidurpun. Chanyeol tahu jelas apa itu, dan kenyataan itu yang membuat hatinya sakit.

Perlahan jemarinya mulai membelai pelan surai halus milik Baekhyun. 'Bagaimana caranya agar aku bisa mengambil semua beban berat yang kau tanggung, baek? Katakan padaku…'

Chanyeol mencondongkan wajahnya dan memberi sepasang kelopak mata indah itu kecupan singkat. Detik selanjutnya dia menegakkan wajahnya kembali secara tiba-tiba. Manik matanya kembali menatap wajah tertidur itu dengan pandangan sedikit bingung.

.

Ada sesuatu yang ganjil.

.

Bulu mata itu terasa basah.

.

.

Matanya masih terfokus di sepasang kelopak mata Baekhyun yang masih terpejam sementara pikirannya mulai melayang kemana-mana.

.

Napasnya langsung tercekat saat dengan tiba-tiba kelopak mata itu terbuka menampilkan sepasang bola mata yang dia cukup sadari, sedikit memerah. 'Apa itu artinya…'

"B-baek…" suaranya tak cukup jelas bahkan bisa dibilang seperti sebuah bisikan.

Pemuda mungil itu tersenyum hangat, namun hal itu malah membuat hatinya semakin ngilu. "Sejak kapan kau sudah bangun?"

Baekhyun mulai mengangkat kedua tangannya, dan mulai memainkan jemari lentiknya seperti tengah menghitung sesuatu. Ekpresinya Nampak begitu tenang, jauh berbeda dengah apa yang di perlihatkan Chanyeol.

Tak berapa lama, dia mulai menunjukkan kesepuluh jarinya. Dan jawaban itu sukses membuat Chanyeol kembali tercekat. 'Itu berarti Baekhyun melihat segalanya…'

"K-kau—"

'Aku lapar, ayo kita makan.' Baekhyun memotong kalimat Chanyeol dan mulai membuat bahasa isyarat simple yang sudah dipahami betul oleh Chanyeol. Dia mulai bangkit dari tidurnya, mengabaikan pemuda disampingnya yang masih nampak linglung.

Hingga sebuah tepukan dipipinya, membuat kesadarannya kembali lagi. Dia mendongak dan mendapati Baekhyun kini sudah berdiri disampingnya dengan badan yang sedikit membungkuk menghadap Chanyeol.

'Ayo pergi.' Chanyeol tak sanggup memikirkan apa-apa lagi saat lengannya mulai ditarik oleh kedua tangan kurus milik Baekhyun. Kedua bola matanya tak bisa terlepas dari sosok mungil didepannya.

Dan betapa bodohnya Chanyeol, hingga dia tak pernah menyadari tubuh mungil itu terlihat semakin kurus.

.

.

Baekhyun langsung melepas genggaman tangannya saat mereka sudah diruang makan, hal itu sontak membuat Chanyeol mengerutkan keningnya bingung dengan aksi kekasihnya barusan. Pandangan matanya terus melekat ke sosok mungil itu seiring tubuh itu menghilang dibalik tembok dapur mereka.

"Hello...? Earth to Chanyeol..." Hampir saja dia terjungkal kebelakang saat sebuah suara melengking membuat lamunannya terputus. Dia berdecak pelan saat menyadari orang yang hampir membuat jantungnya copot kini sudah tersenyum jahil.

"Tidak bisakah kau, tidak mengagetkanku?" Chanyeol kembali mengomel tidak jelas sambil melenggang pergi meninggalkan Jongdae menuju ke salah satu kursi di sekeliling meja makan.

Tak berapa lama berselang suara rengekan terdengar cukup jelas, dan hal itu sukses membuat 5 orang berada disana tertegun, lalu menatap satu sama lain dengan pandangan bingung.

"Eum, hyung. Sepertinya kau benar, aku rasa pendengaranku sudah mulai bermasalah sekarang. Aku mendengar suara aneh..." Kai berguman pelan pada Jongade, tapi cukup terengar keras oleh member lainnya.

Sedangkan Jongdae yang berada disampingnya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sebelum mengeluarkan suaranya. "Sepertinya yang mendengar suara aneh bukan hanya kau, kkamjong. Tapi kita semua."

Mereka saling menatap satu sama lain beberapa saat sebelum akhirnya, "pffft—" Suara gelak tawa terdengar nyaring di seluruh penjuru ruang makan.

"Hahaha. Aku tidak menyangka, beberapa menit lalu kau bersikap seperti pahlawan dan sekarang kau merengek seperti anak kecil yang tidak diberi permen oleh ibumu." Jongdae berkata disela-sela tawanya tanpa merasa berdosa sedikitpun. Seperti hal yang dia bicarakan benar-benar sangat menarik.

"Aku juga, ahaha... aku merasa menyesal sempat memuji sikapmu, hyung. Kau tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi sangat dewasa saat Baekhyun-hyung sakit. Dan sekarang kau benar-benar kembali menjadi Happy Virus kita yang suka merengek dan kekanak— Aww!" ocehan Kai terputus begitu saja saat kepala berharganya lagi-lagi menjadi korban jitakan seseorang.

"Kai, jaga ucapanmu! Chanyeol ada apa!?" Luhan mengabaikan tampang memelas Kai yang sekarang sudah mengelus-ngelus kepala berharganya, dan memilih memfokuskan perhatiannya pada sang rapper yang sampai saat ini masih menyembunyikan kepalanya dibalik kedua lengannya diatas meja makan.

"ngdia ngemdenghal smnguanyhga..."

"Hyung, bicaralah yang lebih jelas." Desak Tao merasa penasaran juga dengan apa yang sudah terjadi pada salah satu hyungnya itu.

Chanyeol menghela napas frustasi sebelum mengangkat kepalanya dari atas meja dan menatap satu persatu member yang kebetulan berada disana. Tao, Sehun, Luhan, Jongdae, Kai. Baiklah ini tidak terlalu buruk, mungkin dia hanya perlu sedikit was-was dengan duo trouble maker terbaru itu.

Baik Sehun, Tao dan lainnya hanya mengerutkan keningnya bingung dengan sikap aneh Chanyeol. "Eum, hyung. Kenapa kau melihat kami... seperti itu?" Chanyeol mengabaikan pertanyaan Sehun dan kembali mengedarkan pandangannya ke arah lain.

Tidak ada tanda-tanda Baekhyun akan datang. Mungkin dia sedang asyik bersama Kyungsoo dan Xiumin.

"Jika tiba-tiba aku ikut dikeluarkan dari Management karena sudah memukul manager-hyung. Apa kalian keberatan?" pernyataan Chanyeol barusan sukses membuat 4 pasang mata yang berada disana membulat sempurna di ikuti suara terbatuk dari Kai karena dia sedang meminum segelas jus saat tiba-tiba Chanyeol mengatakan hal itu.

"Chanyeol, apa yang kau katakan?" tanya Luhan langsung, dia benar-benar tak mengerti kemana arah pikiran Chanyeol.

"Aku sudah berani memukul manager-hyung. Dan jika dia melaporkannya pada PresDir Kim, riwayatku mungkin akan tamat sampai disini. Tapi mungkin aku tidak akan menyesalinya. Karena jika aku benar-benar dikeluarkan, maka Baekhyun tak perlu merasa sedih karena dia bukan satu-satunya orang yang akan keluar dari EXO nanti."

"Dan Kau akan meninggalkan kami semua begitu saja?" Pertanyaan Luhan sukses membuatnya tertegun. Benar. Bagaimana dia tak berpikir sampai disana? Dan sejak kapan sikapnya berubah menjadi egois seperti ini?

Chanyeol mengerang frustasi saat satu per satu hal-hal penting mulai bermunculan diotaknya.

"Chanyeol, apa kau bodoh? Kami semua tahu, jika yang bersalah disini adalah ketua manager. Jadi tidak ada alasan untuknya melapor atau bahkan menyuruh PresDir Kim untuk mengeluarkanmu."

"Tapi mereka akan mengeluarkan Baekhyun." Luhan menghela napas pendek saat kalimat itu keluar dari mulut Chanyeol.

"Kau benar."

"Dan besok dia akan pulang."

"Kau— Apa!?"

.

"MAKANAN SUDAH SIAPPP..." Luhan tak bisa bertanya lebih lanjut apa maksud pernyataan Chanyeol barusan saat tiba-tiba suara khas dari Kyungsoo terdengar dari arah belakang.

Dan benar saja, saat Luhan dan yang lainnya menoleh mereka sudah mendapati Kyungsoo yang sedang membawa semangkuk besar sup diikuti Lay dan Xiumin yang membawa masing-masing dua piring makanan di tangan kanan dan kirinya.

Tak berapa lama, Suho dan Kris mulai ikut bergabung dengan mereka dimeja makan. Sedangkan Chanyeol mengerutkan dahinya bingung, saat tak mendapati Baekhyun di sekelilingnya.

"Xiumin-hyung, bukankah tadi Baekhyun ikut kedapur bersama dengan kalian?"

Yang ditanya langsung mengangkat wajahnya dari meja makan dan bergantian menatap Chanyeol yang masih melihatnya dengan pandangan bertanya. "Hmm, benar. Tapi Manager Im tadi datang dan bilang ingin mengajak Baekhyun bicara berdua sebentar."

"Tentang?"

"Entahlah, kau bisa bertanya sendiri pada Baekhyun nanti."

Dia tak tahu kenapa, tapi yang jelas dia merasa sesuatu yang aneh sedang terjadi.

.

.

"Chanyeol, percakapan kita belum selesai. Apa maksudmu jika besok Baekhyun akan pulang?"

"Apa hyung? Baekhyun-hyung akan pulang? Pulang kemana—"

"Kyungsoo, kecilkan suaramu. Bagaimana jika Baekhyun mendengarnya?" Pemuda bermata doe itu langsung membekap mulutnya sendiri saat Luhan mulai memperingatinya.

"Hyung, ada apa sebenarnya ini?" Suho yang mulai penasaran kini ikut bergabung dalam percakapan yang Luhan buat. Bukannya mendapat jawaban, Luhan malah menggeleng dan menunjuk pemuda disampingnya dengan gerakan kepala yang dia buat.

"Baiklah-baiklah, dengarkan semuanya." Kesepuluh member yang kini sudah duduk rapi dikursinya masing-masing, kini mulai menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatian mereka semua ke sosok pemuda berambut coklat tua yang kini nampak sedikit serius.

"Kalian tahu, sebentar lagi Baekhyun tidak bisa bergabung lagi dengan kita karena seseorang akan segera menggatikan posisinya. Dan dia berencana akan pulang besok."

"Pulang? Maksudmu pulang kerumahnya?" Tanya Lay masih sedikit bingung.

"Ya, kerumahnya... Ke rumah orang tuannya. Dan mereka akan menjemput Baekhyun besok." Baekhyun memang benar. Pikirnya lagi. Cepat atau lambat mereka akan segera mengeluarkan Baekhyun. Dan hal itu membuatnya tak rela jika harus menerima fakta kalau kelak Baekhyun tak bisa berada disampingnya lagi. Tapi yang lebih buruk dari semua itu, seseorang akan masuk dan mengisi ruang kosong itu.

Chanyeol tak ingin bilang jika orang asing itu akan menggantikan tempat Baekhyun. Karena tak ada seorangpun didunia ini yang bisa menggantikan sosok berharga itu. Tak akan pernah.

Dia tak sadar jika sedang melamun, hingga sebuah telapak tangan halus kini tengah mengusap-usap pelan di punggung tangannya. Tanpa menolehpun, dia sudah pasti tahu siapa pemilik jemari lembut dan ramping itu.

Dia menoleh kesamping dan mendapati Baekhyun tengah manatap khawatir padanya seolah bertanya –ada-apa-?—. Bukannya menjawab pertanyaan Baekhyun, dia malah menarik sebelah tangannya yang masih berada dibawah telapak tangan milik pemuda mungil itu dan mengganti posisinya hingga kini Chanyeol yang berbalik menautkan jari-jari mereka berdua dan menggenggam erat tangan halus itu kedalam miliknya.

Dia menatap tautan jari mereka beberapa saat, mereka terlihat begitu pas bersama.

Dia mendongak dan mendapati dahi Baekhyun semakin berkerut karena menatapnya bingung. Dia berusaha sekuat mungkin untuk tak tertawa karena melihat wajah kebingungan Baekhyun yang terlihat sangat lucu.

.

.

.

.

.

'Jika nanti ruas jari ini tak bisa terisi lagi oleh jemari lentik milikmu, maka aku tak akan membiarkan seorangpun mengisinya. Karena ruas-ruas ini hanya layak tercipta untukmu.'

.

.

.

To be Continued…

.

.

.


GIVE YOU ALL MY LOVES, thanks cuties


[RapByun : okey, chap ini gak ada angsnya koq XD] [rizki zelinskaya : huks , sebenernya saya juga sedi h banget harus nyiksa(?) si bekun. Eits, jangan main bogem manajer youngjun dulu, kita belum tahu kan sebenernya yg jahat siapa disini. Duhhh… kalo ngomongin soal Bule Canada, saya bawaannya nyesek mulu TT^TT. ]

[Yeollbaekk : ehhe okeh nih uda dilanjut kan?] [irmaveraa: Luhannie kan sebenernya manly banget, Cuma wajahnya aja yang kelewat cantik/jderr/ sip udah update kilat kan?] [Meriska-Lim: kapan Baekkie bersuara? Sebenernya saya juga gak yakin kapan Baek bisa berbicara lagi XD]

[younlaycious88: it's okay, tapi semuanya udah terlambat. Kris udah pergi../sobs/] [panda mier: gimana gak buat Baek mewek coba? Susah banget…] [EXO Love EXO: hwee hati gue udah ancurrr, Kris udah pergi TTT^TTT] [shantyy9411: huhh jangan ampe kejadian deh. Tapi kalo sekarang semua udah terjadi, Kris udah pergi, dan EXO tinggal ber11] [BabyVie : udah super kilat kan updatenya..]

[rizqibilla: h-hiks kalo inget nama Kris, selalu bikin saya nyesek jleb jjlebb gitu. Tapi Life must go On.] [cici fu: okay^^] [Jessusica: tahu, gak sih, saya sempet terharu pas kmu bilang baca FF ini bareng temen2 kamu./sobs/ banyakin adengan Baekyeol? Eum gak yakin bisa bikin yang fluff2, keknya emuanya full angst deh XD and wooww ocehan kamu super panjang, but I like it^^]

[ohwifeu: ok^^] [Byun hyeyoo: huhu thanks udah dibilang keren. Ehe, mian kalo baek saya siksa terus/nyengir] [bbaek: udah dilanjut kan? FF Biggest Mstake-nya tinggal sedikit lagi, yg sabar yah. Pasti saya update koq^^]

[candra: saya juga mikir gitu TT^TT koq bisa sih. Seumur saya jadi exo fans, saya gak pernah bayangin ada salah satu member EXO yang bakal out./sobs/] [cclara :nih udah update kilat. hapRead^^] [HunHanLoverz: Dan sekarang Kris udah beneran keluar TTT^TTT. Yups, something must happened to Kris]

[ParkByunnie4692: calm doqn dear, Baek gak bakal gimana-gimana koq *ehm mungkin mpe saat ini] [ryu: wow, you're rock(?) but thanks udah mau mampir+review ff saya yang satu ni. Selamat menunggu chap baru^^] [LA : eits, jangan main bunuh orang aja dong. Hh]


A/N : Holla como esta. Sesuai janji saya. Saya bakal langsung update jika review mencapai 20, waw bahkan terlihat lebih. Yeah I know, it's such a shorty chapie but I Just can't write more, setidaknya untuk sekarang.

Seperti yang kalian tahu, para exo fans, khususnya Kris fans yang mungkin termasuk saya. Sedang dilanda KEGALAUAN BESAR karena. Like EXO said, Kris is leaving now. Dan Kita bersebelas akan tetap berjalan. Yahh iini adalah kenyataan pahit yang pernah saya terima selama saya menjadi fans exo./sobs/

Sedikit curcol, tiap saya nonton MV atau video lainnya yang disitu ada Krisnya. Rasanya itu nyesekk banget /okay ini kelihatan lebay, tapi apa boleh buat kalo kenyataannya seperti ini.

.

Masih berbentuk kegalauan, sebenernya dulu saya udah bikin projek FF dengan 3 cast utama yang salah satunya adalah Kris. Bahkan tiap hari saya mengelu-elukan mulu pengen cepet2 bisa mewujudkan FF itu. Tapi waktu yang gak nyisa, bikin saya cancel trus.

Dan sekarang rasanya saya gak ada semangat 88 lagi buat nerusin tuh proyek, dengan alasan yang sama. 'Kris is leaving now.'

Tapi selain itu saya percaya koq, Kris pasti punya alasan yang kuat kenapa dia milih keluar. Entah apa itu yang jelas bagi saya Wu Yi Fan a.k.a si bule Canada tetep jadi bagian dari EXO. Baik dunia nyata maupun ff. o.O

.

.

.

Oh I just found this on my tumblr…

.

[140528]A fan spotted Kris at a hospital in Beijing today (reportedly to meet a cardiologist).

.

.

.

SOMEONE PLEASE TELL ME, WHAT ON EARTH IS ACTUALLY HAPPEN?

.

.

.


Remember this quote...

.

Everyone was together: we trained together, ate together, when we cried we cried together, when we sweat we sweat together… there's a lot of things that are hard to forget."Kris


-[Take Me Back to the Start]-

babybyunsoo ©2014-05-29