...Deimon Devil Bats seolah terbawa suasana oleh intimidasi tersebut.
Keringat kecil turun dari kening Hiruma. "Baiklah..." Katanya sekaligus menyingkirkan ketegangan yang tiba-tiba muncul menyelimuti suasana pertandingan ini. "...Ini akan sedikit lebih sulit dari yang telah kita lakukan tadi, meskipun begitu..." Hiruma terkekeh menatap masing-masing anggota timnya. "...Rencana untuk menghancurkan mereka masih menjadi agenda awal dan tujuan kita melakukan pertandingan ini!"
"Teikoku Aleksanders dikenal sebagai tim peluncur yang tidak akan segan memangkas jarak dengan waktu yang sangat cepat. Pilihannya adalah..." Hiruma menarik nafasnya sejenak. "...Mau tidak mau kita harus mengalahkan senjata mereka!"
"Apa yang perlu kita lakukan?" Naruto bertanya.
"Pertanyaan yang bagus!" Hiruma menganggukan kepalanya sebelum berseru. "Kami tidak bisa memaksa Monyet-sialan ini memanjat menara untuk menjangkau lemparan itu, jadi pilihan satu-satunya adalah melakukan Blitz sebanyak mungkin."
"Bukankah strategy itu sudah tidak bisa bekerja?" Kurita berseru sembari menatap perhatian kearah Hiruma. Dalam permainan sebelumnya Deimon terlalu sering melakukan Blitz, Kurita tahu pasti jika mereka sudah mengakali serangan terbuka seperti ini.
"Kami belum memakai kartu truf yang sebelumnya telah aku siapkan..."
"Apa itu?"
"...Aku ingin Naruto kali ini mengisi pos Lineman!"
Semua termanggu tidak tahu harus berkata apa...
-Line Break!
Sebelum permainan dilanjutkan Deimon melakukan pergantian, mereka mengganti Togano dan memasukan Kenta untuk mengisi pos defense yang ditinggalkan oleh Naruto.
"Apa yang sedang dia pikirkan?" Takami mengerutkan kening bingung karena tidak bisa menebak pikiran nyeleneh Iblis berambut pirang itu.
"Well, dia membuat Naruto Uzumaki mengisi pos Lineman? Ide macam apa itu?" Otawara nampakanya setuju dengan pemikiran Takami, menurutnya itu adalah hal nyeleneh yang baru pertama dia jumpai.
Shin mengerutkan kening sebelum berkata. "Kita semua sudah tahu kekuatan dari Naruto Uzumaki, sebagai seorang Lineback tentu dia tidak akan terlalu sulit beradaptasi dengan posisi barunya itu!"
Bukan hanya mereka, semua penonton yang mengerti dengan permainan Amefuto mengerutkan kening bingung.
"Mereka membuang Lineback karena tahu kita bukan tim pelari!" Pelatih berkata geram, dia seolah tahu maksud dari Hiruma yang mengubah komposisi pemain ditengah permainan.
"Dia jenius bukan?" Managernya berkata memuji taktik Hiruma yang membuang komposisi yang memang tidak terlalu diperlukan.
-Line Break!
"Set... Hut.. HUT!" Tsukimoto Tadashi, Quarterback #04 menerima bola.
Di pos Lineman, tim kedua kesebelasan mencoba saling mendorong untuk meruntuhkan lawan-lawannya. Berbeda dengan Naruto, dia langsung berkelit kesamping kiri dan menekan bahu kanan Lineman #52 untuk membuatnya tersungkur menghantam tanah.
Setelah menjatuhkan Lineman itu Naruto lekas merangsek maju untuk mengincar Tsukimoto.
Tsukimoto menatap datar Naruto yang sedang melesat maju berniat melakukan Blitz untuk menggagalkan operannya. "Aku lebih cepat darimu!" Katanya dan langsung mengirimkan bola terbang keudara.
Bag!
Sepersekian detik bola terlepas dari tangannya Naruto datang dan menghantam tubuhnya.
Bola melambung tinggi, dan Togiri Matsumoto (#13) berlari mengejar bola.
"Kejar dia Monyet! Jangan biarkan dia mendapatkan bola!"
"Hai!"
Monta bergerak cepat berusaha mengejar Togiri. "Dia cepat max!" Dia sama sekali tidak bisa mengimbangi kecepatan Togiri, bahkan saat ini dia sudah tertinggal jauh dibelakang terus mengikutinya menuju garis Endzone.
Togiri sangat bebas dan leluasa menangkap bola, dalam sekejap mata operan tinggi mendaki udara itu menghasilkan poin pertama untuk Teikoku Aleksanders Grade C.
"Teikoku Touchdown!"
35-06
Deimon Devil Bats tercengang mendengar pengumuman tersebut.
"A- Apa?"
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Mereka mencetak angka tanpa berkedip!"
Murmur terdengar dari hampir seluruh anggota Deimon Devil Bats.
Disisilain Hiruma hanya berdiri setengah berkacak pinggang, wajahnya terus datar. "Seperti yang telah aku duga sebelumnya!" Dia tersenyum menjilat bibirnya sebelum berbalik pergi mengkordinir seluruh anggota timnya.
Ditempat Naruto, dia masih memandang datar Tsukimoto yang menyeringai menatapnya.
"Perbandingan kualitas kami adalah 'pengalaman dan pemahaman bermain Amefuto. Meskipun kau memiliki Qi yang cukup kuat, itu tidak akan berguna jika kau tidak memiliki pemahaman yang cukup kuat untuk permainan ini!"
"Qi?"
Apakah itu sebutan Chakra untuk mereka? Naruto cukup bingung dengan kata-kata itu.
"Oh, tuhan, kau menggunakan itu, tapi kau sendiri tidak tahu tentang Qi? Ini omong kosong!"
"Apa maksudmu?"
"Percuma aku menjelaskan kepada pemain amatir sepertimu!"
Setelah mengatakan itu Tsukimoto berbalik dan melambai pergi kembali ke posnya.
Naruto termanggu. Memang benar apa yang dia katakan, Naruto masih seorang pemain amatir dalam permainan ini, dan instingnya untuk menghancurkan semua lawan-lawannya nampaknya tidak begitu berguna melawan orang-orang yang lebih profesional dalam permainan ini.
Hal itu dibuktikan ketika Tsukimoto dengan respon cepat menanggapi tackle Naruto. Naruto secara jelas bisa merasakannya langsung memompa Chakra diantara jari-jari tangannya dan melepasnya dengan satu kali hentakan kuat membuat bola cepat meluncur sebelum berhasil dihentikan oleh Naruto.
Tapi yang lebih membuatnya heran, Chakra yang sebelumnya dia rasakan dari Tsukimoto langsung padam sepersekian detik setelah dia melepaskan bola. Orang-orang didunia ini memiliki keterampilan seperti temannya Haruno Sakura, mereka hanya akan mengobarkan tekanan Chakranya ketika mereka membutuhkannya saja.
Jadi pertanyaannya, apakah orang-orang didunia ini lebih mahir dalam hal kontrol Chakra? Dia bukan type sensor, setidaknya tanpa Sage mode yang -tidak lagi- bisa dia gunakan Naruto tidak bisa meneliti hal ini lebih lanjut.
Ekstra poin telah didapatkan oleh Teikoku Aleksanders, sehingga kedudukan saat ini menjadi 35-07.
Sebelum permainan kembali dilanjutkan, kedua kesebelasan melakukan Huddle untuk mendiskusikan strategy.
"Mereka mengatakan tentang Qi, apakah kau tahu tentang itu Hiruma?" Tanya Naruto.
Hiruma berkedip. "Qi? Aku tidak tahu tentang itu, tapi aku sendiri pernah mendengar dari Shinryuuji sialan Nagas bahwa Qi itu berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti Chi. Jadi, ada apa dengan Qi ini?"
Naruto menganggukan kepalanya sebelum menjelaskan. "Mereka bermain menggunakan energy yang disebut dengan Qi ini, mereka juga bisa merasakan secara langsung jika aku sendiri bisa menggunakan Qi."
"Oh, apakah ini yang membuat mereka tertarik merekrutmu?"
"Apa maksudmu?"
"Masing-masing dari kami bertaruh dalam pertandingan ini. Jika mereka menang, kau akan pergi bergabung dengan Teikoku. Tapi jika sebaliknya, kami akan mendapatkan fasilitas untuk kegiatan klub Amefuto." Hiruma menjelaskan membuat seluruh anggota selain Ha-Ha Sankyodai tersentak dari diamnya.
"Apa yang kau lakukan Hiruma?!" Kurita meledak hawatir, dia mencak-mencak mempertanyakan alasan Hiruma berbuat seperti ini.
"Diam gendut-sialan!" Hiruma menendang Kurita. "Untuk menatap turnamen musim panas kita perlu melawan musuh yang kuat, dan untuk itulah aku membutuhkan umpan yang lezat agar Teikoku meladeni tantangan kita!"
"T- Tap-"
"Berhenti hawatir!" Hiruma berseru menghentikan Kurita. "Ini adalah perjudian yang sangat menguntungkan, toh kalaupun kita kalah, kita masih mendapatkan pengalaman berharga bisa melawan musuh seperti mereka."
"Meskipun begitu kita tidak bisa kehilangan Naruto!" Sena berseru ikut dalam pembicaraan.
"Kalau begitu kita hanya harus memenangkan pertandingan ini!" Hiruma membalasnya dengan menyeringai menatap seluruh anggota timnya. "Kita akan menang dan menuju Crishmast Bowl!"
Kurita mengangguk. "Kita akan menang!"
Seringaian Hiruma bertambah lebar, dia berhasil mengangkat moral tim untuk memenangkan pertandingan. "Perlahan namun pasti mereka akan mengejar keunggulan kita, untuk itu kita harus terus berlari dan mendulang poin sebanyak mungkin demi meyakinkan kemengangan kita! Mereka bukan tim pelari, untuk itu kita akan melawannya dengan Eyeshield 21! BUTSUBASSU YA-HA!"
"YA-HA!"
Permainan kembali dilanjutkan, kali ini bola berada ditangan Deimon Devil Bats.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola, langsung menyerahkannya kepada Sena untuk dibawa menuju garis pertahanan Teikoku.
Di pos Lineman, Kurita mengerahkan tenaganya membuka jalan untuk Sena lewat. "Dia tidak bergeming!" Kurita berseru syok.
Markos Caltenberg #72 menyeringai. "Kau membutuhkan usaha yang lebih baik lagi untuk bisa mengalahkanku!" Katanya, bersamaan dengan Markos yang mengerahkan seluruh tenaganya mendorong Kurita.
"FUN~ NU~ RABA!" Kurita mencoba bertahan, namun tenaga Markos terlalu besar sehingga membuat tubuh Kurita terus mundur.
Sena yang melihat tidak ada celah untuknya lewat memperlambat kedua kakinya.
"Disini!"
Sena menoleh dan menemukan posisi Naruto yang berhasil membuka jalan untuknya, bahkan dia berhasil meruntuhkan lawannya membuat celah lebar yang langsung menusuk pertahanan Teikoku.
Sena bermanuver, dia kembali mempercepat kedua kakinya dan berlari melewati posisi Naruto.
Hanya sepersekian detik setelah Sena melewati pos Lineman, Sena tersentak dan langsung dikejutkan oleh kedatangan Koji Yatsutora #46.
"Cukup sampai disini!" Koji melompat. "Elektrik syok!" Dengan sekejap mata dia berhasil menghentikan Sena.
"Deimon 4 yard!"
Semua tercengang, Deimon Devil Bats hanya mampu terdiam merespon kedatangan Koji yang sangat tiba-tiba menghentikan Sena.
Disisilain Sena melakukan hal yang sama, dia masih terlentang memeluk bola dengan kedua mata dibalik Eyeshield-nya membelakak tak percaya.
Mengabaikan semua pasang mata yang masih terkejut dengan insiden itu wasit-pun memerintahkan kedua kesebelasan untuk kembali keposisinya masing-masing.
"Bagaimana dia bisa ada disana? Bukankah..." Semua orang tahu, posisi Koji Yatsutora sebelumnya sangat jauh dari tempat dimana dia berhasil menghentikan Sena.
"Teikoku Grade C adalah tim dengan permainan yang lebih modern dari Ojou White Knight..." Gumam Hiruma. "...Cara main kedua tim ini bisa dikatakan serupa, namun lawan kita memiliki fleksibilitas serangan yang cukup maju jika dibandingkan dengan Ojou. Meskipun bukan tim pelari, pertahanan dan serangan mereka cukup seimbang. Inilah ujian pertama kita untuk menapaki diri dipanggung Chrismast Bowl!"
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Hiruma menunjukan wajah datar. "Eyeshield 21, jangan biarkan bola terlepas dari tanganmu! Kita akan menyerang sambil bertahan!"
Sena termanggu, dia menunduk memandangi bahu kanannya yang terasa linu akibat terkena telak teknik 'Elektrik Syok' dari Koji.
Permainan kembali dilanjutkan, ini adalah kesempatan kedua untuk Deimon Devil Bats mencetak Down.
"Set.." Mata Hiruma berkeliling memperhatikan formasi lawannya. "..Hut.." Dia memberi kode kepada Monta untuk bersiap mencari posisi demi menerima bola. "..Hut.." Beralih memandang Sena, dia mengangukan kepalanya. "..HUT!" Kurita melempar bola kebelakang dan langsung diterima oleh Hiruma.
Semua pemain dari kedua kesebelasan mulai bergerak, mereka mencari posisi dan saling mengalahkan antar satu sama lain.
"Disini max! Monta berteriak mengangkat kedua tangannya keudara. "Oh, tidak!" Keluhnya ketika Togiri menutup jalur lemparan Hiruma.
"Tch!" Hiruma mendecih, dia memberikan bola kebelakang untuk kembali menggunakan Sena sebagai inti serangan.
Sena berlari memeluk bola, dia bermanuver menuju pos Naruto dan segera melewatinya bersamaan dengan Naruto yang berhasil mengalahkan lawan Linemannya.
'Dia datang...' Pikir Sena ketika melihat Koji merangsek maju untuk menghentikannya. '...Aku bisa melewatinya!' Sena bermanuver untuk mengelak kesamping, namun dia kurang cepat sehingga Koji mampu menebas bahu kanannya membuat keseimbangan Sena langsung goyah.
Serangan selanjutnya, Koji nampaknya belum selesai sehingga dia kembali mendorong maju untuk menangkap pinggang Sena.
"Terus maju!"
Belum sempat Koji mendapatkan Sena, Naruto datang dari belakang dan mengorbankan dirinya untuk di tackle oleh Koji.
Sena terus merangsek maju kedalam pertahanan Teikoku, namun karena tiga pemain Teikoku yang telah mengepung keberadaannya, Sena-pun berhasil dihentikan.
"Deimon 13 yard, First Down!"
Deimon Devil Bats bersorak merayakan keberhasilan mereka mencetak Down.
"Kau berhasil max!" Monta bersorak dan menepuk punggung Sena.
Sena menggaruk tengkuknya canggung. "Tidak, ini karena Naruto datang membantuku!"
"Kita berhasil maju 13 yard, ini hebat!" Kurita datang memeluk Sena dengan jeratan mautnya.
Ditengah perayaan itu Hiruma datang dan menendang mereka bertiga. "Ini jelas hanya kebetulan!" Katanya sambil berjalan kembali ke posisinya.
-Line Break!
"Menempatkan Uzumaki di pos Lineman adalah langkah yang tepat." Takami berseru sambil membenarkan letak kacamatanya. "Selain dia memiliki kekuatan diposisi itu, Uzumaki itu juga bisa bertindak sebagai Tightend untuk membantu dalam penyerangan!"
"Aku tidak percaya dengan orang ini, bagaimana dia bisa memainkan begitu banyak posisi?" Unsui berseru memijit keningnya sendiri.
Agon mendengus. "Aku bisa lebih baik darinya!"
"Meskipun begitu kau tidak pernah bertindak sebagai Lineman ataupun Kicker seperti Uzumaki lakukan!" Unsui menimpali membuat permpatan kekesalan muncul diatas kening Agon.
Ditempat lain, Bench Teikoku Aleksanders Grade C.
"Ini tidak masuk akal!" Manager berseru menganga melihat insiden yang terjadi didalam lapangan. "Seorang Linebacker seperti Koji memiliki tugas untuk menghentikan Eyeshield 21, namun jika Uzumaki ikut bermain..." Manager terdiam sesaat. "...Koji tidak akan bisa menghadapi mereka berdua secara bersamaan!"
"Berapa banyak Talent yang dimiliki Uzumaki #93 itu?" Pelatih hanya menanggapinya seperti itu. "Kita tidak mungkin terus seperti ini, kita memerlukan rencana cadangan untuk meredam pergerakan Uzumaki #93!"
Selesai dengan pernyataan itu Pelatih segera menyiapkan 3 pemain untuk memasuki lapangan.
-Line Break!
Sebelum kedua kesebelasan melakukan Snap, Hiruma terdiam memandang formasi baru yang digunakan oleh Teikoku Aleksanders Grade C.
'Mereka menumpuk pemainnya di pos Linebackers!' Katanya tak percaya. 'I- Itu seperti sebuah benteng tanpa celah yang akan meredam agresifitas serangan kami.' Memang begitu, dalam bayangannya Hiruma bisa melihat formasi mereka seperti sebuah benteng dengan dua Cornerback yang dikategorikan sebuah menara yang akan menetralisir serangan dari udara (Receiver).
Menggelengkan kepala Hiruma langsung bersiap melakukan Snap. "Set.. Hut.. Hut.." Hiruma melirik satu-persatu pemainnya, dan ketika matanya menangkap Naruto, diapun menyeringai yakin dengan taktik yang telah dia siapkan sebelumnya. "..HUT!" Kurita mengoper bola yang langsung diterima oleh Hiruma.
Hiruma mengangkat bola bersiap untuk melakukan operan panjang.
"Jangan terkecoh, dia akan memberikannya kepada Eyeshield!" Pelatih Teikoku Aleksanders Grade C berteriak dari sisi lapangan.
Mendengar itu Hiruma hanya menyeringai dan langsung berbalik badan melindungi bola dari pandangan semua orang.
'Apa yang dia lakukan?' Mungkin itulah pertanyaan yang muncul dibenak semua orang ketika Hiruma mengalihkan pandangannya dari arena.
"Maju!" Hiruma berseru, bersamaan dengan itu Sena dan Ishimaru datang menghampiri Hiruma. Hanya beberapa detik saja sebelum mereka berlari maju menuju pos Lineman.
Di pos Lineman Naruto kembali berhasil mengalahkan musuhnya membuat Sena dan Ishimaru menjadikan celah itu sebagai jalan untuk menembus pertahanan Teikoku.
"Hentikan mereka!"
Keempat Linebackers Teikoku langsung merespon, mereka menutup jalan antara Sena dan Ishimaru.
"Dimana? Siapa yang memegang bola?"
Kebingungan dirasakan oleh keempat Linebackers Teikoku, mereka sama sekali tidak bisa memperkirakan posisi bola diantara Sena dan Ishimaru.
"Hentikan keduanya!" Koji berseru dan langsung merangsek maju untuk menghentikan pergerakan kedua pemain Deimon tersebut.
"Hai!" Ketiga rekan Linebackers-nya menjawab dan mengikuti tindakan Koji untuk mempertahankan daerah kekuasaan Teikoku.
Melihat kedatangan Koji membuat Sena menundukan kepalanya, dia terus berlari merangsek maju menantang Koji secara langsung.
Sepersekian detik sebelum dia ditackle, Sena meembuka kedua tangannya sekaligus mengumumkan kepada seluruh pasang mata bahwa dia sama sekali tidak membawa bola.
Koji tersentak, dia berusaha membatalkan tackle-nya.
Bag!
Koji terlalu terlambat untuk membatalkan, dia terlanjur menjatuhkan dirinya menabrak Sena.
'Dia tidak membawa bola, itu berarti...' Koji langsung menoleh dan melihat Ishimaru yang masih berlari memasuki daerah pertahanan timnya. "BOLANYA ADA DI NOMOR #30!"
Ketiga rekan Linebackers Koji langsung memburu Ishimaru, mereka mengepung pergerakan Ishimaru dan menghentikannya.
'Tidak disini!' Linebackers #99 Teikoku tersentak kaget ketika mendapati Ishimaru sama sekali tidak memegang bola. "BOLANYA TIDAK ADA DISINI!"
"A- Apa?"
"Nfufufufu~ Kalian begitu bodoh!" Ditengah kebingungan itu Hiruma dengan leluasa membidik langsung menuju daerah pertahanan Teikoku.
Hiruma mendongkak keudara...
"Woaaaaa, Hail Mary Pass?!"
Koji tersentak melihat Hiruma yang bersiap membidik umpan. 'Dia akan melempar, tapi...' Kedua mata Koji langsung berkeliling, melihat satu-persatu Receiver Deimon yang masih dijaga oleh kedua rekan Cornerback-nya. '...Siapa yang akan menerima operan itu?' Koji berbalik dan kedua matanya langsung melebar menatap punggung Naruto yang semakin jauh memasuki daerah pertahanan timnya. "TOGIRI, OPERAN ITU DITUJUKAN UNTUK DEIMON #93!"
"Terlambat!" Hiruma tertawa laknat dan langsung melepaskan bolanya.
Naruto sekilas menoleh kebelakang melihat bola yang meluncur tinggi mencoba menyusulnya. 'Aku bisa menangkap itu, tapi sebelum itu aku harus cepat masuk kedalam Endzone Teikoku!' Dengan kepala masih mendongkak keudara Naruto mempercepat laju kedua kakinya.
Ketika satu kakinya menapak garis Endzone Naruto langsung bersiap untuk melompat.
"Bolanya terlalu tinggi, dia tidak akan bisa menangkapnya!"
"Jika dia mampu melakukan lompatan seperti tadi, mungkin saja kali ini dia..."
Mengalirkan Chakra di kakinya Naruto-pun melompat menyambut bola. Dia melayang diudara...
"Itu tidak mungkin! Lompatannya sangat tinggi!"
Murmur ketidakpercayaan berkumandang dari seluruh pasang mata yang sedang menyaksikan aksi Naruto.
"Meskipun begitu dia tidak akan bisa menangkap bola it -APA?!"
...Mereka berhenti berspekulasi ketika melihat Naruto menghentikan bola dengan satu tangan. Dia menangkap mulus bola itu tanpa setitikpun kesalahan.
"Deimon Touchdown!"
41-07
-Line Break!
"D- Dia berhasil menangkap operan yang Sakuraba-kun belum pasti bisa menangkapnya..." Koharu terpesona dengan aksi tersebut.
"Apakah aku tidak salah lihat?" Takami berseru tak percaya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dia bukan Manusia..." Agon juga berpikiran sama dengan Takami. "...Tidak mungkin untuk seorang Manusia memiliki Talent sebanyak itu!"
"Uzumaki seolah seperti Dewa Amefuto!" Unsui menanggapinya dengan mendramatisir kata-katanya. "Aku tidak akan terkejut lagi jika suatu saat nanti dia akan mengambil alih tempat Hiruma sebagai Quarterback!"
Shin hanya terdiam. "Aku sudah menduga ada yang tidak beres dengan Uzumaki itu. Aku bisa memperkirakannya dari bentuk tubuhnya, tubuh itu seolah dirancang sesempurna mungkin untuk menjalani permainan fisik seperti Amefuto!"
Di tribun VIV.
"Kita pergi!" Yamato berdiri dari kursinya, dia berbalik dan pergi hendak meninggalkan ruangan.
"Bukankah permainannya masih berjalan?" Honjo Taka berseru seolah mengingatkan jika permainan baru saja memasuki kuarter 2.
Yamato berhenti dan menoleh memandang rekan-rekannya. "Tidak ada keraguan, Deimon Devil Bats akan memenangkan pertandingan ini!"
Disisilain Bench Teikoku Aleksanders Grade C.
Manager dan Pelatih dari tim Teikoku tidak bisa berkata-kata.
Manager menoleh menatap Pelatih. "Lakukan sesuatu!"
"Deimon memiliki alternatif serangan yang tidak pernah aku pikirkan akan terjadi..." Pelatih meneguk ludahnya. "...Aku tidak tahu lagi apa yang akan aku lakukan selanjutnya!"
-Line Break!
Ojou White Knight, clubhouse teater.
"Deimon Devil Bats mendominasi sisa pertandingan. Meskipun Teikoku Aleksanders berulang kali memperkecil kedudukan, namun usaha itu berbuah sia-sia ketika Deimon Devil Bats juga berulang kali berhasil memperlebar jarak dengan poin yang mereka hasilkan. Hingga pertandingan usai, Deimon Devil Bats mampu mempertahankan jarak poin di titik 35 angka (skor akhir 63-48, kemenangan untuk Deimon Devil Bats)."
Setelah pertandingan usai, kelompok Ojou White Knight kembali ke sekolahnya dan menjelaskan tangkapan menarik yang mereka dapatkan dari pertandingan tersebut.
Shogun (Shouji) menganggukan kepalanya sebelum berkata. "Deimon Devil Bats memiliki cara bermain yang tidak bisa dipresiksi, terlebih dengan adanya Uzumaki #93 itu..." Shogun terdiam memperhatikan lebih lanjut biodata Naruto Uzumaki ditangannya. "...Serangan mereka jadi lebih bervariasi."
Takami mengangguk setuju. "Maaf sebelumnya, karena perkembangan zaman dan faktor lainnya, aku pikir..." Takami berhenti sejenak untuk menatap langsung Shogun. "...Ojou White Knight tidak bisa bermain dengan terus mengandalkan pertahanan, kita harus memiliki sesuatu untuk menjadi senjata yang akan membantu kita menyerang musuh-musuh kita!"
"Aku sudah memikirkannya..."
-Line Break!
Keesokan harinya, hari Selasa pagi.
Kurita datang dan memasuki gerbang Sekolah. Euforia tentang kemenangan kemarin masih segar dan tertanam dipikirannya, dia terus tersenyum dan berlari riang menuju clubhouse-nya berada.
Setelah sampai di clubhouse senyum Kurita pupus, kedua matanya berkaca-kaca melihat pemandangan yang membuat Euforia kemenangannya itu langsung musnah tak bersisa.
Kurita menjatuhkan tas dan berlari menghampiri clubhouse dengan panik. "HIRUMA!?" Sambil menangis Kurita meneriakan nama Hiruma. "Siapa yang berbuat seperti ini?!" Dia mengecek kembali clubhouse-nya yang hanya tersisa puing-puingnya saja, dia sangat marah menyadari fakta jika tempat tim Amefuto-nya bernaung sudah rusak dan hancur.
"Mooooooooo~" Komusubi datang dan bergabung dengan Kurita. "Shisouuuuu?" Matanya berkobar kemarahan melihat Kurita yang dia anggap sebagai gurunya itu menangis meratapi puing-puing bekas bangunan clubhouse Amefuto.
"Komusubi-kun~" Nadanya mendayu, Kurita menatap Komusubi dengan kedua matanya yang berkaca-kaca menampakan airmata. "Apa yang terjadi disini?"
"Mooo!" Komusubi menggeleng.
"Kau tidak tahu?" Komusubi mengangguk. "Kalau begitu kita harus mencari orang yang bertanggung jawab merusak clubhouse kami!" Komusubi mengangguk-anggukan kepalanya dan lekas berdiri. "Tapi terlebih dahulu kita harus menc- HIRUMA!?" Kurita lekas bangkit dan berlari menuju Hiruma yang datang menghampiri mereka berdua.
"Clubhouse..." Kurita terbata-bata menyatakan itu. "...Kita harus mencari orang yang bertanggung jawab menghancurkan tempat kami!"
Hiruma mendengus. "Untuk apa?"
"Lihat apa yang terjadi dengan clubh-"
"Aku yang menghancurkannya!"
"E- Eh?"
Hiruma mengorek telinganya dan mengisyaratkan mereka berdua mengikutinya. "Ikut aku!"
Hiruma membawa Kurita dan Komusubi menyusuri lorong belakang sekolah, sampai didepan pintu kelas yang tidak terurus Hiruma berhenti. "Menunggu selesainya clubhouse yang sedang dibangun kelas ini akan menjadi clubhouse sementara untuk Deimon Devil Bats!"
Kurita memiringkan kepalanya. "Clubhouse baru?"
xxxxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tidak mudah menuliskan jalannya pertandingan seperti ini, dan juga... Esya tidak mungkin menuliskan keseluruhan jalannya pertandingan, Esya memutuskan hanya akan menulis pertandingan secara garis besarnya saja.
Maaf baru Update, pendidikan Esya saat ini lagi sibuk-sibuknya, Terimakasih.
