Title:「Love in Camera」

Author: Ricky Senpai

Genre: action, crime, romance, drama

Rating: M

Length: Chapter

NO silent reader and Plagiarist please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~~

Indonesia,2015.

DON'T Copy this story, because this story after take a copyright by Indonesia,2015.

~rickysenpai

©This fanfict is a story that have inspirations

from manga yaoi japan (sensor because the manga is very someting)

but this fanfict still have the deferen part

and fure from my brain to be a good better .

And i hope your respect my story.

NO FLAME,

NO BASH CHARA,

NO PLAGIAT,

NO SILENT READERS.

Warning:

BL (Boys Love), More Typo(S)

I Told You Before, If You Hate YAOI or IF You HATE Me,

Better If You Don't Read My Fanfiction, Okay?

IT'S YAOI! KAILU KRISHAN EXO x LUHAN COUPLE !

DON'T LIKE, DON'T READ, DON'T BASH

Disclaimer:

Character of this fanfict is themselve, them family and god,

Plot, strory, and etc is fure in my brain don't be plagiat

Summaryy:

Luhan tadinya hanya bercita-cita menjadi photographer handal seperti ayahnya

Namun, sepertinya takdir berkata lain.

luhan terjebak dalam situasi yang membahayakan dirinya sendiri,

sehingga dia harus melewati hari harinya dengan penuh kejutan.

HUNKAI, KRISHAN, LUHAN X EXO Here ! Repe scene Here ! NC+21 Here ! Hardcore(BDSM hard)

「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015

Nevsky Aster, St. Petersburg, Russia

SUASANA pagi hari terekam jelas membosankan di sebuah kamar apartemen paling terkenal di Nevsky, meski letaknya sangat strategis dan banyak diperebutkan konsumen. Karena bisa terlihat jelas pemandangan istana Winter Palace dan kilau memukau Katedral Kazan di malam hari, jika ia mau.

Namun ia tak bisa mengalihkan perhatian dari ponselnya seperti sedang menunggu informasi yang sangat penting dari ponsel mewahnya. Sejak tigapuluh menit terakhir tak ada kabar maupun konfirmasi, sementara ia makin tak sabar menunggu, menantikan saat ia mengirim paket ke tempat tujuan.

Maka ketika ponselnya bergetar panjang di atas meja fiberglass bening, dan setelah berbicara sedikit, ia melengkungkan senyum tipis,

"Deliver all, now."

Pria misterius itu tak lagi membuang waktu untuk menyambar jas hitam non formal di sandaran kursi kayu kokoh, melapiskannya diatas kemeja putih lengan panjang berstrip hitam di jalur kancingnya mencetak sebuah sablonan dasi yang modis dan tangan kanannya menopang sebuah koper berisi barang-barang pesanan.

Pintu berderit menutup, meninggalkan kamar apartemen terjejali rak bahan kimia dan senjata api dalam keadaan kosong.

Ia selalu suka menjadi seorang supplier.

"Let's start over." Ujarnya sembari memasuki mobil sport produk lamborghini berwarna merah padam dan beberapa saat kemudian mobil itu melaju membelah jalanan menuju air port.

.

.

.

Sementara di sebuah sekolah bertaraf Internasional dengan pembelajaran berbasis ICT paling populer di seoul, bahkan fasilitas dan inprastruktur yang di sediakan oleh pihak sekolah sangat komplit dan memakan banyak wilayah dan dana untuk pembangunannya ini membuat sekolah ini di beri gelar sebagai sekolah terbaik dan paling bergengsi. Bagaimana tidak ? luasnya saja 4x bahkan lebih luas dari sekolah biasanya. Dan untuk siswanya, sekolah ini jelas beda dari sekolah lainnya di sini terdapat 3 kategori, elementary class, intermediet class and elevated class yang masing masing memiliki wilayah dan gedung sekolah mereka masing masing dengan pelajaran dan fasilitas mereka masing masing dalam satu sekolah.

Kini di cafetaria milik class intermediet yang di bangun full of glass dengan tumbuhan hijau dan air mancur yang tertata apik membuat kesan mewah dan go green pada cafetaria ini. Hari ini cafetaria sedang ramai dan hampir seluruh sudut ruangan terisi oleh para siswa termasuk lantai duanya.

Terlihat pria berambut dark merah dengan sweter sekolah tanpa lengan yang merangkap baju seragam lengan pendeknya serta celana pendek se lutut berwarna cream sedang mencari tempat yang pas untuk menikmati makan siangnya, setelah cukup lama mencari akhirnya dia menemukan tempat di lantai dua yang masih kosong. Dengan segera dia pun menaruh makanannya di atas meja dan mendudukan dirinya.

"Luhan!" pria dengan nampan berisi Goopy Carbonara dan bubble tea ditangannya itu pun menoleh saat namanya tiba tiba di panggil oleh seseorang. Orang itu pun menghampiri luhan dengan nampan yang berisikan nacos dan bubble tea favoritenya lalu ikut mendudukan dirinya di meja yang sama dengan luhan.

"sendirian saja ? mana kai ? biasanya kau selalu dengannya"

"dia yang selalu mengikuti ku bukan aku" ujar luhan sambil menyuapkan makanannya.

"oh begitu" ujar pria di hadapan luhan sambil tersenyum dan mengangguk ngangguk.

Luhan merasa aneh dengan tingkah pria itu pun menghentikan acara makannya dan memperhatikan nya dengan seksama.

"kau gila ya ?" celetuk luhan membuat pria di hadapannya langsung sweetdrop

"huh kau ini" ujarnya sembari mengacak rambut luhan gemas.

"lagian siapa suruh kau tersenyum seperti orang gila seperti itu ?"

"tidak ada yang menyuruh, aku tersenyum karena aku bahagia"

"..." luhan berhasil terdiam akibat perkataan pria itu dan pria itu hanya membalasnya dengan senyum lebarnya.

"kau tau kenapa ?" tanyanya dan di balas luhan dengan menggelengkan kepalanya.

"aku bahagia karena aku bisa bersama mu lu, tanpa ada gangguan dari bodyguard mu itu tentunya" ujarnya semangat namun raut wajahnya menjadi menandakan tidak suka saat mengatakan gangguan dari bodyguard luhan atau panggil saja dia musuh bebuyutannya yaitu kai. "terakhir kali aku makan satu meja dengan mu itu waktu kita pertama kali bertemu ya ? haha aku masih ingat betapa rakusnya kau saat kau makan, makan mu itu ..." belum selesai pria itu menyelesaikan perkataannya luhan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.

"aish jangan di bahas tau hun" ujar luhan mempoutkan bibirnya. Orang itu atau sehun ini langsung diam melihat sikap manis luhan, dia benar benar bisa gila apalagi bibir manis itu, sehun benar benar ingin menyicipinya lagi.

"lu ... kau sangat manis" sehun memegang tangan kanan luhan yang berada di mulutnya dan membawanya ke genggaman tangannya sedetik kemudian sehun mengecup punggung tangan luhan sambil menatap wajah manis luhan yang sudah memerah sempurna atas perlakuan sehun.

"ya ! kau ini apa apaan ? bagaimana kalau ada yang melihat ?" ujar luhan menarik kembali tangannya dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Sungguh dia malu dan tidak bisa menatap sehun walau hanya sekilas.

"haha wajah mu merah"

"ini .. i-ini karena di sini panas sekali, ACnya mati mungkin" elak luhan

"iya iya" sehun tersenyum manis pada luhan dan membuat wajahnya semakin memerah, jujur saja luhan tidak suka di perlakukan seperti itu. Di pikirannya masa iya pria di rayu pria ? kan ga lucu ? XD tapi aneh nya kenapa pipinya sangat panas sih ?

"kau ada waktu sore nanti ? kalau ada aku mau mengajak mu berjalan jalan"

"Aku tidak bisa." Luhan mengaduk-aduk carbonara dan memakannya dengan malas.

"ayolah aku ingin berjalan jalan berdua dengan mu lu" bujuk sehun dengan tatapan yang membuat luhan tidak bisa menolak ajakannya.

"ck huh... baiklah" ucap luhan sembari menghelan nafas berat.

"baiklah sore ini kita bersenang senang" dan mereka pun kembali menikmati acara makan siang mereka.

.

.

.

Sebuah mobil ferari keluaran terbaru dengan warna jingga gelap itu melaju di jalanan kota seoul membawa dua orang penumpang di dalamnya, mobil itu melaju menuju suatu tempat dan setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya di sini lah mereka berdua di sebuah tempat bermain terbesar di seoul terlihat dua orang pria yang baru saja keluar dari mobilnya di lapangan parkir luas yang di sediakan tempat ini. Terlihat sehun yang berperawakan jangkung itu menggunakan t-shirt putih dengan tulisan "Amma Bad Boy" berwarna gold yang agak kebesaran namun cocok di kenakan olehnya, celana jeans putih selutut, aksesoris jam tangan dan gelang membuat pria ini terlihat keren. Sedangkan pria di sebelahnya luhan, kini memakai jaket berwarna abu abu dengan t-shirt putih, celana jeans panjang dan spatu vansnya membuatnya juga tak kalah keren dan jangan lupakan kamera SLRnya yang senantiasa mengalung di lehernya.

"kenapa kau mengajak ku kemari ?" ujar luhan

"kita bersenang senang" balas sehun menghampiri luhan dan merangkul pundaknya

"ya aku tau tapi kau tidak bilang kalau akan mengajak ku ke tempat ini" tambahnya

"kau tidak suka ? yasudah kita pulang saja" timpa sehun dengan nada di buat buat dan berbalik memasuki mobilnya lagi.

Namun sebelum pria jangkung itu kembali memasuki mobil sportnya tak di sangka tangannya di tahan oleh seseorang dan refleks dia pun berbalik.

"astaga" ujar luhan mengusap wajahnya kasar dengan satu tangannya "aku kan hanya B.E.R.T.A.N.Y.A Sehun" luhan berdecak melihat tingkah sehun yang seperti itu sedangkan sehun tidak menyangkan tangannya akan di pegang oleh luhan.

"lah malah melamun, pak ayo masuk nanti mainannya keburu penuh" setelah mengejek sehun, luhan pun menarik tangan kekar itu berjalan masuk membiarkan sehun yang masih you know lah namanya orang falling in love itu masih syok.

.

.

.

CLIKK CLIKK

"Wah pemandangannya lumayan" luhan kembali mengabadikan setiap moment pengunjung disana yang sedang asik menaiki wahana yang tersedia disana.

"sehun kita naik itu ya ?" tiba tiba luhan menarik narik tangan sehun untuk berbaris di sebuah wahana dan mengejutkan sehun yang sedari tadi hanya memperhatikan luhan.

"ha ? haha tidak tidak kau saja" sehun yang di ajaknya itu sedikit kaget melihat wahana yang di pilih luhan "cari yang lain" imbuhnya

"tapi aku mau itu" kekeh luhan

"YA PARK LUHAN !"

Sejenak tempat yang ramai itu pun menjadi hening akibat triakan pria jangkung yang bernama oh sehun itu, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Dengan terpaksa sehun pun membungkukan badannya tanda meminta maaf pada pengunjung di sana.

"huh, kau ini lu" akhirnya sehun pun menuruti keinginan luhan walau pun dia terpaksa tapi ya apa boleh buat ?

"ah aku tau seorang sehun takut naik wahana itu ? ya ampun kasian sekali" ledek luhan dengan ekspresi yang lucu dan berhasil membuat sehun kalah telak tanpa pikir panjang sehun langsung saja meninggalkan luhan yang tengah menatapnya dengan senyum penuh kemenangan menuju antrian yang cukup panjang, ya mungkin seorang sehun juga punya rasa takut kan ? apalagi dengan wahana ini, ya wahana di tempat ini "Lotte World" bisa di bilang menarik dan menegangkan di beberapa wahananya termasuk 'Gyro Drop,Gryo Swing, Bungee Drop dan French Revolution' dengan antusiasnya di pilih oleh luhan.

"haaaa menyenangkan sekali" luhan merentangan tangannya merasakan angin malam yang menerpa tubuhnya dia berjalan menuju tempat lain di kawasan ini di ikuti sehun di belakangnya.

"kenapa ? sudah mulai pusing?"

Tanya luhan sambil memandang sehun yang wajahnya sudah mulai bereaksi sesudah menaiki wahana yang dia pilih , luhan hanya bisa menahan tawanya agar tidak meledak dan di lihat banyak orang, lagi pula luhan bukan orang yang tega menertawakan orang yang sedang menderita.

"masih kuat ?"

"ha ?"

"ayo naik yang itu"

Belum sehun menjawab pertanyaannya, luhan langsung menarik lengan sehun menuju wahana yang dia pilih 'French Revolution', sesampainya di sana mereka langsung mengambil posisi di paling depan. Sepertinya sehun benar benar pusing sekarang, tapi luhan juga sepertinya cukup gugup dengan wahana satu ini dan sehun yang melihatnya tanpa sadar menggerakan tangannya sehingga menggenggam erat tangan luhan.

"ready"

Aba-aba dari staff pun terdengar dan segala keselamatan sudah terpasang dan tak lama roler coster itu pun mulai berjalan sesuai rutenya.

Setelah berjalan jalan luhan dan sehun kembali menuju ke tempat lainnya, dengan berbekal kamera luhan terus mengabadikan moment yang dia anggap penting.

"ah aku lupa" luhan pun berlari ke arah sehun yang sedang duduk di sebuah bangku panjang dan duduk di sampingnya. "ayo say cheese"

CLIKKK

"wah wajahmu kenapa ? aneh sekali di photo ini" luhan terus saja tertawa melihat hasil jepretannya dan sehun pun ikut melihat photo yang baru saja di ambil luhan.

"itu aku tidak bersiap ulangi" titahnya

"he ?"

Sehun pun mengusyaratkan pada orang yang melintas di sekitar sana untuk membantu mereka berphoto.

"tolong photo kami dengan ini ya" ujar sehun ramah sembari menyerahkan ponselnya pada orang itu, sedangkan sehun sudah duduk kembali dan mengambil pose sedekat mungkin dengan luhan.

"oke siap ? satu dua tiga"

CLIKKK

Setelah puas berphoto mereka pun kembali menyusuri area lotte world dan pertunjukan lotte world pun di mulai, banyak parade yang melintas melewati seluruh indoor tempat ini dan pertunjukan yang di selenggarakan disana sangat menarik dan memukau banyak pasang mata yang melihatnya. Mereka sangat menikmati pertunjukan itu dan saling tertawa melepas kepenatan mereka di hari hari biasa.

.

.

.

"hah lelahnya" luhan mendudukan dirinya di bangku taman dengan sebotol minuman jus di tangannya.

"oiya trimakasih sudah mengajakku berjalan jalan" ucap luhan sambil melemparkan senyum khasnya ke arah sehun. kini mereka sedang berada di bangku taman di bawah pohon menikmati malam di kota seoul yang indah ini, sesekali angin malam yang segar menerpa badan mereka.

"kau mau lihat yang lebih indah ?"

"hm iya boleh"

"ikut aku" sehun menggenggam tangan luhan dan mengajaknya ke suatu tempat.

Mereka pun beranjak dari bangku itu dan berjalan beriringan menuju namsan tower yang tidak jauh dari tempat mereka tadi bahkan selama perjalanan sehun menggenggam erat tangan kanan luhan menyalurkan kehangatan pada pria di sampingnya itu.

Sehun merasa sangat senang sudah berjalan jalan seharian dengan luhan, bisa dekat dengannya dan bisa bercanda dengannya lagi bahkan berphoto bersama. Tidak ada hari yang lebih baik dari hari ini dan kalau sehun bisa menghentikan waktu dia ingin waktu berhenti sehingga dia masih bisa bersama dengan luhan.

Setelah menempuh waktu cukup lama akhirnya mereka ada di dalam menara namsan dan melihat kota seoul dari atas menara ini.

"wah indahnya" luhan sibuk dengan kameranya sehingga dia tidak menyadari kalau sehun sedang memandangnya, dimata sehun tubuh ramping luhan seperti ingin dia dekap setiap waktu, dan kulit putih itu sangat mengundang untuk di tandai. Tangan sehun bergerak perlahan memeluk luhan dari belakang dan melesupkan wajahnya di perpotongan leher luhan membuat luhan menoleh ke belakang.

"sehun ..."

"biarkan seperti ini sebentar saja"

Luhan yang mendengarnya pun menuruti perkataan sehun dan mendiamkan posisi mereka seperti itu, setelah 5 menit sehun pun menegakan kembali tubuhnya dan memutar tubuh luhan untuk menghadap padanya. Tanpa di sangka sehun menempelkan bibirnya dengan bibir luhan. Tidak ada kegiatan melumat dan sebagainya hanya menempel.

"ayo pulang" ujar sehun setelah menyelesaikan ciumannya dan berjalan keluar , luhan hanya terdiam sebentar dan menggerakan jari tangannya untuk menyentuh bibirnya sendiri.

"hm" luhan pun menghelan nafas berat dan mengikuti sehun keluar dari menara namsan.

.

.

.

Setelah lama mereka berjalan jalan, mereka memutuskan untuk mampir ke tempat makan dulu sebelum pulang untuk mengisi perut mereka. Dan disinilah mereka di sebuah restroran di pinggir jalan sedang menikmati makan malam mereka.

"lu aku tinggal sebentar, mau ke toilet tidak apa apa kan ?"

"ah"

BIPPP BIPPP BIIPP

Tidak lama setelah sehun pergi ponsel luhan berbunyi nyaring di atas meja makan, membuat si pemilik melihat ke layar touch sreen itu.

DEGG

Mata luhan membulat saat melihat nama pemanggilnya di layar ponselnya itu bahkan saking kagetnya luhan seperti sulit menelan ludahnya sendiri. Luhan memilih untuk mendiamkannya dan tidak menjawab panggilan tersebut dia sungguh tidak tau apa yang harus dia lakukan. Setelah cukup lama ponselnya berdering akhirnya luhan memberanikan diri untuk menjawab telpon itu walau terlihat jelas bahwa dia sangat gugup.

"kenapa baru mengangkat telpon ku ?" luhan kembali di kejutkan dengan suara di sebrang line telpon tersebut dan membuatnya susah payah untuk mengatakan sepatah kata pun.

"a-a-aku ..i-itu" ujar luhan gugup

"ah jangan gugup begitu, aku tau kau pasti merindukan suaraku dan sentuhanku bukan ?"

"HEY ! manusia mesum jangan berkata yang tidak tidak" balas luhan dengan intonasi yang keras membuat seisi tempat itu hening dan para pengunjung di sana menatap luhan dengan seksama memaksanya untuk menurunkan intonasinya lagi dan lebih tenang.

"haha kau ini sangat lucu lu, aku jadi rindu suara mu dan juga tubuhmu yg penurut itu"

"hentikan atau aku tutup telpon mu"

"ya baiklah, aku hanya ingin mengatakan satu hal tolong kau dengar baik baik lu."

"apa ? cepatlah aku sibuk"

"hm, jangan pernah membiarkan orang lain menyentuhmu. Karena kau milikku"

BLUSHH

Wajah luhan menjadi sangat panas saat mendengar penuturan orang di sebrang sana.

"selamat malam lu" ujarnya sambil memutuskan line telponnya, sedangkan luhan menaruh kembali ponselnya di meja makan dan menatap lurus makanan di depannya.

"aku harap kau sedang tidak mempermainkan ku" ujarnya pelan.

.

.

.

"ya ampun lu, kau ini kenapa ?" sehun yang baru kembali dari toilet langsung di suguhi pemandangan yang menurutnya berantakan. Banyak botol soju di meja makannya dan luhan yang sudah pingsan sepertinya luhan terlalu banyak minum soju.

"lu.." ujar sehun pelan dan menggoyangkan tubuh luhan

"dia mabuk rupanya" sehun pun mengurus bill yang dia harus bayar, dan mendudukan dirinya sejenak di samping luhan, dia tidak tega untuk mengganggu tidur luhan sepertinya.

"kau menyebalkan paman" sehun refleks menoleh ke arah luhan dan mengerenyitkan dahinya setelah mendengar gumaman luhan.

"lu kau sudah sadar ?" tanya sehun namun tidak ada respon "mengigau ?" ujarnya memastikan.

"kenapa kau datang ke hidupku huh ?" igauan luhan kembali terdengar dan sehun kini memilih untuk menyimak dengan seksama igauan luhan.

"aku benci kau, tapi kenapa semakin lama semakin sulit untuk lepas dari mu ?" sehun heran dengan kelimat selanjutnya yang meluncur dari mulut manis luhan.

"kenapa ? kenapa setiap kau menyentuhku aku semakin merasa membutuhkan mu ?"

JLEB

Sehun menaikan alisnya, dia tidak sedang salah mendengarkan kan ? atau telinganya sedang mengalami gangguan ? apa yang luhan katakan ? menyentuhnya ? dia sudah di sentuh orang lain ? itu mustahil tapi oleh siapa ? kai ? tidak tidak sehun menggelengkan kepalanya menepis kemungkinan itu, dia sangat tau kalau kai bukan tipe orang yang senekad itu,lalu siapa ?

"Kau bodoh, aku benci kau Kr..is... wu..." setelah menyucapkan nya luhan benar benar sudah terlelap sekarang ini, menyisakan sehun yang memandang horor luhan karena sudah menyebutkan nama yang paling dia kenal, seperti ratusan jarum yang menohok hatinya sehun terdiam seperti berpikir. Orang dengan marga wu hanya keluarganya di korea ini yang punya, jadi nama yang di sebutkan oleh luhan adalah nama dari keluarganya Kris wu kakaknya sendiri ? luhan sudah di sentuh oleh kakaknya dan dia tidak tau ? dia menyukai orang yang sudah melakukan one night stand dengan kakaknya ? itu tidak mungkin, ini gila. Tanpa sadar sehun mengepalkan tangannya kuat sehingga tangannya memutih.

Tanpa pikir panjang sehun mengangkat tubuh luhan meninggalkan tempat itu dan meletakannya di bangku penumpang di mobilnya. Beberapa detik selanjutnya mobil itu sudah melaju terburu buru menuju suatu tempat.

TBC

Ah update kilat, semoga tidak mengecewakan oke (y) apa ya yang bakal terjadi sama luhan ? haha penasaran see di chapter selanjutnya dan Review kalian sangat penting bagi author.

O ya sekalian author mau vote buat beberapa cast di bawah ini:

Di awal kan kalian udah baca tuh ? nah author belum nemu cast yang cocok buat peran itu kira kira siapa menurut kalian ? vote paling banyak itu yang jadi castnya.

Oke chapter selanjutnya besok author update lagi ini lagi kilat kilat nih updatenya jadi jangan ketinggalan oke (y)