"Baek, makanan buatanmu sangat asin," celetuk Chanyeol saat ia sedang menikmati masakan Baekhyun yang baru saja dimasakkan untuknya. Ia komplain tapi tetap saja lahap memakan makanan di hadapannya. Chanyeol mendongak ke arah Baekhyun yang sedang berjalan mendekat ke arahnya dari pantry dapur, Chanyeol pikir ia salah bicara dan membuat Baekhyun marah.
"Bukannya tidak enak tap – "
"Mungkin karena aku ingin cepat-cepat dinikahi olehmu, Nyeol." Jawaban Baekhyun yang memotong ucapan Chanyeol itu membuat Chanyeol terdiam, menatap Baekhyun dengan wajah bingung. Sedangkan yang ditatap tidak membuat respon yang berarti dan masih saja hikmat dalam menyantap makanannya.
"Benar juga, bahkan omeletnya sangat asin," ucap Baekhyun dengan lirih, seolah berbicara pada diri sendiri. Melihat Chanyeol tidak melanjutkan acara makannya, Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang sedang memandangnya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kau kenapa? Kalau tidak suka ya jangan dimakan. Masak sendiri sana!" pekik Baekhyun, membuat Chanyeol tersadar dari lamunannya. Ia gelagapan saat Baekhyun mengambil piring-piring yang berisi makanan di hadapan Chanyeol dan menaruh semua isinya ke dalam piring milik Baekhyun. "aku bisa menghabiskan ini sendiri."
Chanyeol gelagapan, "bukan begitu maksudku, Baek."
Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan kesal.
"Aku hanya kaget dengan ucapanmu yang tadi, kau bilang ingin cepat dinikahi olehku?" tanya Chanyeol sedikit tidak percaya.
"Memangnya kau tidak ingin cepat-cepat menikah denganku?" jawab Baekhyun masih ketus. Ia berkata masih dengan pipi yang menggembung karena memasukkan makanan bahkan sebelum yang berada di mulutnya ia telan.
"Tentu saja mau, hanya kaget saja, tumben mau jujur tentang hal itu," ujar Chanyeol sambil mengambil satu persatu makanan yang terlihat seperti bukit di piring Baekhyun. Ia memakannya dengan lahap.
"Aku kan punya kekasih manis. Tinggal melihatmu saja jika makanannya terlalu asin." Baekhyun sontak mendelik ke arah Chanyeol yang dijawab kekehan kecil dari lelaki tinggi itu. Chanyeol tahu Baekhyun mendelik hanya untuk menutupi rasa malu dan hyper-nya karena digombali olehnya.
..
..
..
Lagi-lagi mood Chanyeol memburuk saat melihat hasil ujian tengah semesternya. Kalau begini terus, pasti ayahnya akan menyalahkan kehidupannya yang selalu bersantai-santai dan tentu saja Baekhyun termasuk di dalamnya. Ia tidak suka saat ayahnya mengatakan bahwa Baekhyun merupakan salah satu pengaruh buruk untuk Chanyeol.
Baekhyun sama sekali tidak terlihat tersinggung saat ayahnya bilang begitu. Entah Baekhyun yang masa bodo dengan perkataan orang atau bagaimana, yang penting Chanyeol merasa lega karena kekasihnya itu tidak perduli dengan perkataan orang lain.
"Sudah jangan cemberut terus. Mukamu itu sudah jelek, jangan ditambah lagi dengan kejelekan lainnya." Chanyeol tahu dibalik ejekan Baekhyun terkandung kalimat penghibur untuknya. Ia hanya tersenyum tipis sebagai responnya.
"Kenapa tidak membalas ejekanku seperti biasa? Sudah mengakui kalau aku yang terhebat?"goda Baekhyun lagi, kali ini menuangkan soju ke gelas kecil di hadapan Chanyeol.
"Atau kau mau mencoba jadi uke-ku?" yang satu ini membuat Chanyeol mendelik.
"Kau mau aku menidurimu di meja makan, ya? Atau di bak cucian piring? Di bawah kolong meja makan juga sepertinya enak." Baekhyun ingin sekali menyembur Chanyeol dengan soju yang ada di mulutnya. Tapi ia urungkan, karena Chanyeol tidak akan melakukan itu padanya. Ia menghela nafas lega saat setidaknya Chanyeol sudah kembali membalas ejekannya.
"Dasar otak mesum! Tidak jauh-jauh dari seks dan seks."
"Aku hanya bercanda, seks itu Cuma buat pelengkap kok. Yang penting kamu mau bertahan saja denganku, aku butuh kamu." Niatnya Cuma menggoda Chanyeol, eh anak itu malah jadi serius seperti ini. Baekhyun jadi tidak enak sendiri.
"Iya, yang penting kamu tidak bunuh diri saja," celetuk Baekhyun masih berniat menggoda Chanyeol.
"Ah ide bagus. Ayo kita bunuh diri!" ajak Chanyeol setelah menelan sojunya dalam sekali teguk.
"Kapan?"
"Bagaimana kalau besok?" tanya Baekhyun sambil kembali menuangkan soju ke gelas Chanyeol. Ia menatap Chanyeol yang sepertinya tengah berpikir. Lalu menenggak soju di gelasnya.
"Tidak bisa, besok aku gajian," jawab Baekhyun dengan tegas. Ia kembali menilik wajah Chanyeol lalu mereka tertawa bersama.
Ini yang Chanyeol butuhkan, Baekhyun yang berada di sisinya dan menemaninya tertawa bersama. Baekhyun yang apa adanya, tanpa harus berlaku seperti orang lain. Baekhyun yang seperti Byun Baekhyun.
..
..
Chanyeol dan Baekhyun menghabiskan hari libur mereka dengan bersantai di apartemen Chanyeol. Baekhyun duduk bersandar pada kepala ranjang sambil berselonor kaki, tangannya yang lentik sibuk membolak-balikkan halaman komik yang tengah dibacanya.
Chanyeolpun tidak kalah sibuknya dengan Baekhyun, ia sedang bermain game di ponselnya, ia berbaring dengan menjadikan paha Baekhyun sebagai bantalnya. Sesekali ia bergerak-gerak secara refleks saat memainkan game-nya.
"Nyeol, jangan bergerak-gerak terus!" ucap Baekhyun galak. Namun Chanyeol hanya diam saja. Baekhyun kembali larut dalam dunianya saat Chanyeol kembali diam.
"SHOOT! Yak yak!" Tapi tiba-tiba Chanyeol berteriak heboh seperti sebelumnya.
Baekhyun menggeplak kepala Chanyeol dengan buku yang ia pegang. Membuat Chanyeol melebarkan matanya menatap Baekhyun yang sedang mendelik ke arahnya, "DIAM!"
Chanyeol menghela nafas pasrah saat game di ponselnya menjadi berantakan karena geplakan kepala Baekhyun, namun Baekhyun masih saja konsentrasi dengan komik yang dibacanya.
Chanyeol merasa bosan, ia pandangi terus wajah mungil Baekhyun yang terlihat serius dengan bacaannya. Alisnya sedikit mengerut, matanya sipit seolah bulu matanya sangat berat hingga tidak mampu membuka kelopaknya lebih lebar. Pipinya yang agak lebih gembul dari biasanya. Hey, Baekhyun terlihat lebih berisi sekarang.
"Ya Tuhan. Bagaimana bisa ada manusia seindah ini," celetuk Chanyeol sambil mengelus dagu Baekhyun. Membuat Baekhyun terkekeh kecil. Chanyeol melanjutkan usapannya pada bibir Baekhyun sambil menatap mata Baekhyun yang kini memandang ke arahnya.
"Lepaskan jarimu dan ganti saja dengan bibirmu yang seksi itu." Chanyeol tertawa senang dan segera bangun dari berbaringnya. Ia mendongakkan wajah Baekhyun dengan menyentuk dagu anak itu, lalu dengan bibir mengembangkan senyum ia mulai meraih bibir Baekhyun dengan miliknya.
Rasanya tetap sama, sejak pertama ia bibirnya mengenali bibir seseorang yang kini tengah diciumnya. Terasa lembut seperti mayonaise dan terasa manis seperti gula halus yang ditaburkan pada permukaan donut. Chanyeol jadi ingin makan donut, deh.
Chanyeol merasakan hatinya menghangat saat Baekhyun mendekapnya dalam sebuah pelukan, ia merasa sangat disayangi saat dengan lembut Baekhyun mengelus lembut pipinya. Ia merasa dihargai saat Baekhyun memandangnya penuh dengan rasa kagum dan syukur.
Baekhyun menghisap dengan kuat bibir atasnya dengan kedua belah bibirnya saat Chanyeol terdiam karena melamun. Baekhyun melepaskan ciumannya dan menatap Chanyeol dengan heran. "Kenapa? Ada yang salah?"
Tidak ada niatan menjawab Baekhyun dengan ucapan, Chanyeol malah tersenyum dan kembali meraih bibir Baekhyun dan disambut baik oleh pemiliknya. Jari-jarinya mencari jemari milik Baekhyun dan menautkannya dengan erat. Begini terasa lebih hangat, lebih hidup. Saling berpaut tangan dan saling percaya membuat perasaan hangat itu menyusup dan melilit dengan kuat.
Percaya akan perasaan masing-masing, perasaan saling memliki dan tidak ingin kehilangan.
Saling mendukung, saling menhibur, saling mengobati, mengatakan bahwa semua akan berlalu dan baik-baik saja. Berbagi rasa takut hingga kekhawatiran itu terbelah menjadi dua, menyelesaikan masalah bersama dan mencapai kemenangan bersama.
Itu yang ingin Baekhyun raih dari Chanyeol.
Itu yang ingin Chanyeol dapat dari Baekhyun.
"Aku mencintaimu, ayo kita menikah..."
...
...
Selamat idul fitri~
Besok ya? Tapi mau ngucapi sekarang aja. Maaf ya kalau ada salah, saya tau sebagai author saya banyak banget salahnya. Maapik yang readers.
Saya juga mau minta maaf sama Baekhyun karena banyak nistain dia, maafin ya Baek, Yeol. Gue paling banyak punya salah ama lu baek wkwkw xD
Hey kalian yang disana, makasih buat dukungan kalian selama ini.
Kok jadi kayak perpisahan gini ya? Haha xD
Buat temen-temen CBS di twitter yang suka sharing ff, makasih buat kalian juga.
Buat READERS, reviewer, favoriter, follower, Aku makasih banget ama kalian. Aku sayang kalian mwahh #ketjup
Follow at baekyeolable (twitter) kalau mau tau mesumnya diriku haha xD/lirik cici/
YOO CHANBAEK BERJAYA!
