My Delicious Girl

Author: Fiola

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Fantasy*Romance*Hurt/Comfort

Ch. 9

.

Vampir adalah makhluk dingin penghisap darah yang ditakuti manusia.

Tapi, bagaimana jika seorang manusia tidak sengaja harus melewati garis batasannya?

Bagaimana lika-liku kisah cinta mereka?

.

Thanks to read~!

.

.

"Anak vampir memang kuat seperti itu." Ujar Sasuke tersenyum pada Sakura.

"Berarti dia sehat ya..." Sakura tersenyum pada Sasuke namun segera hilang senyuman itu begitu melihat kejadian yang tak diduga.

Zrash.

"KYAA!"

Teriakan itu membuat Sasuke juga Sakura tersentak. Sasuke menyuruh Sakura tetap duduk di tempatnya sementara Sasuke memeriksa keadaan di luar. Dan betapa terkejutnya, ia mendapati kakaknya, Itachi baru saja membunuh salah seorang pelayan.

Sasuke menutup pintu begitu melihat Itachi menoleh ke belakang. Dengan cepat Sasuke menggendong Sakura dan membuat Sakura bingung.

"Ada ap-"

"Diamlah." Sasuke berteleportasi ke ruangan ayah juga ibunya membuat Sakura dan pasangan suami istri itu terkejut.

"Sasuke apa yang terjadi?" tanya Mikoto melihat Sakura dan Sasuke berada di ruangan mereka.

"Jaga Sakura, Bu." Sasuke memandang sang ibu sejenak lalu Mikoto pun mengangguk.

"Ya. Akan kujaga dia." Ucap Mikoto penuh keyakinan.

"Ayah juga." Ucap Sasuke yang kemudian mendapat anggukan kepala dari snag ayah.

Ia beralih ke Sakura yang sedang kebingungan "Diam saja dan jadi anak yang baik." Sasuke menepuk kepala Sakura pelan lalu mencium dahi Sakura.

"Apa maksudmu? Apa yang-" ucapan Sakura terpotong begitu ia merasakan sakit di bagian perutnya. "A-Ah.. Sakit..." lirih Sakura memegangi perutnya dan memejamkan matanya erat-erat.

"Apa yang terjadi Sakura?!" tanya Mikoto cemas.

"P-Perutku... sakit.." ia kembali meringis. Tak lama setelahnya, terlihat air mengalir menuruni kaki Sakura.

"Astaga! Kau akan melahirkan!" pekik Mikoto. Dengan perasaan yang sudah tak karuan, Ia memanggil pelayan yang disuruh menuju ke bagian kedokteran untuk membantu proses kelahiran Sakura. Dokternya tentu manusia.

"Sakura.. Tak apa.. Semua akan baik-baik saja.." ucap Sasuke yang juga khawatir namun ditutupi dengan wajah datarnya.

"T-Tapi Sasuke... Sakit..." ia kembali meringis saat Sasuke membaringkan tubuhnnya di atas tempat tidur.

"Ibu, aku akan kembali setelah mengurus Itachi." Ujar Sasuke yang melihat sebentar ke arah Sakura yang akan berjuang sebentar lagi "Berjuanglah, Sakura." Sasuke menghilang dari pandangan mata.

.

.

'Heart beats fast'

'Color and promises'

"Hh... Kau akan menjadi ayah ya... Sasuke.." ujar kepribadian lain Itachi yang mendapat tatapan tajam dari Sasuke.

"Hn." Gumam Sasuke dengan pedang di tangannya.

'How to be brave'

'How can i love when'

'I am afraid to fall'

"Tapi... Itu mungkin tidak akan terjadi karena aku akan mencegahnya.." Itachi menyeringai saat mengatakan hal tersebut.

"... Dalam mimpimu, Itachi!" teriak Sasuke berlari membawa pedangnya.

'But watching you stand alone..'

'All of my doubt'

"Kyaaa! Sakitt.." teriak Sakura saat merasakan kontraksi pertamanya.

'Suddenly goes away'

'Some how..'

"Berusahalah Sakura! Sasuke juga sedang berusaha!" ucap Mikoto mengenggam erat tangan Sakura.

"S-Sasuke?! D-Dimana diaa.. Ahh!" Sakura kembali berteriak.

'One step closer...'

Cring.

Bunyi pedang saling beradu menjadi paduan suara yang memenuhi ruangan yang sudah bersimbah darah para pelayan istana tersebut.

'I have died everyday'

'Waiting for you'

"Sasuke... Kau akan kalah.." Itachi mendorong pedangnya agar memojokkan Sasuke.

"Cih. Tidak akan!" Sasuke mendorong balik pedangnya membuat aksi saling dorong pun terjadi .

'Darling don't be afraid'

'I have loved you for a..'

"Ahh! Hah..." Sakura terus mengejan agar sang anak keluar dari rahimnya.

"Terus! Terus nona!" suruh sang dokter pada Sakura terus menerawang kapan sang bayi akan keluar.

'Thousand years..'

'I'll love you for a... Thousand more..'

"Sasuke!" Itachi mengarahkan pedangnya menuju Sasuke namun dengan cepat Sasuke menghilang dan berteleportasi ke belakang Itachi dengan jarak yang jauh.

'Time stands still'

'Beauty in all she is'

'Kyaa!'

Suara itu menggema di sekitar istana membuat Sasuke tersentak dan mengira-ngira siapa itu.

"Sakura." Lirihnya.

"Kau akan segera kubunuh, Itachi!"

'I will be brave'

'I will not let anything..'

'Take away..'

"Berusahalah Sakura!" darah mulai memenuhi ruangan itu dan untungnya Mikoto juga Fugaku bisa menahan diri.

"Terus nona!" sang dokter juga ikut menyemangati Sakura yang mulai kelelahan karena sang bayi yang tak kunjung tak kelihatan kepalanya.

Dalam mata Sakura ia dapat melihat bayangan Sasuke menyemangatinya "Argghh... Haah!"

'What's standing infront of me'

'Every breath'

'Every hour has come to this'

"Berjuanglah, Sakura."

'One step closer...'

Zrash.

"Ck." Sasuke mendecih pelan tatkala lengannya tergores oleh pedang tajam milik Itachi.

'I have died everyday'

'Waiting for you'

"Haha...Lihatlah! Kau bahkan sudah terluka di awal permainan.. Haha!" Itachi tertawa dengan nyaring membuat Sasuke kesal dan ingin segera menebas kepalanya. Ya... walau itu kakaknya sendiri.

"Tsk. Kau akan berhenti tertawa sebentar lagi!" Sasuke kembali menghunuskan pedangnya pada Itachi.

'Darling don't be afraid'

'I have love you for a'

'Thosand years'

"Kepalanya sudah terlihat! Ayo berusahalah nona!" sang dokter terus menyemangati Sakura yang sudah kelelahan.

'I'll love you for a'

'Thousand more'

"Hh... Sasuke!" teriak Sakura kembali mendorong sang bayi lebih kuat lagi agar bisa keluar dari perut sang ibu.

'And all along i believed'

'I would find you'

Crang.

Cring.

Bunyi dentingan dua pedang kembali berbunyi berpadu dengan kesunyian dan suara teriakan.

"Aku harus mengakhiri ini." Ucap Sasuke pelan.

'Time has brought'

'Your heart to me'

'I have love you.'

'For a thousand years'

"Aku mencintaimu."

Zrash.

"Ugh.. S-Sasuke.." Itachi meringis tatkala pedang Sasuke tembus di badannya.

Sasuke menunduk. Ia tak tega melihatnya. Melihat pedangnya menembus kakaknya sendiri.

"Terimakasih."

'I'll love you for a'

'Thousand more..'

"Sekali lagi, nona! Bayinya akan keluar!" pekik dokter tersebut melihat Sakura yang sudah bermandikan keringat juga air mata.

"Hh..." Sakura menarik nafas panjang.

'One step closer..'

"AA!" Ia mengejan untuk terakhir kalinya dan lahirlah seorang bayi yang sedang menangis sekarang.

"Selamat! Bayi anda perempuan yang sangat sehat dan cantik sekali!" ucap sang dokter setelah memberikan sang bayi pada ibunya.

"Cantik sekali..." ucap Mikoto memperhatikan cucunya yang baru saja lahir itu dan tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu dibanting.

Brak.

'One step closer...'

'I have died everyday'

'Waiting for you'

'Darling don't be afraid'

'I have love you for a..'

'Thosand years'

'I'll love you for a Thousand more'

'And all along i believed'

'I would find you'

'Time has brought'

'Your heart to me'

'I have love you.'

'For a thousand years'

'I'll love you for a'

'Thousand more..'

(Song Christina Perri – A Thousand Years)

"Sasuke... bayi kita.." lirih Sakura menunjukkan bayi mungil itu pada Sasuke yang mulai mendekatinya.

"Selamat datang, Uchiha Sarada." Sasuke memperhatikan sang bayi yang sudah terdiam dari tangisnya.

Ia mencium dahi wanita yang sudah melahirkan anaknya dan sudah menjadi cintanya. Sakura tersenyum namun, senyum itu hilang begitu dengan perlahan kelopak matanya mulai menutup.

"Sakura!"

"Sasuke.. aku mencintaimu.."

.

.

- 4 tahun kemudian -

"Ayah!" teriak seorang gadis kecil pada seorang pria berperawakan tinggi juga tampan.

"Lihat kalung yang kupakai ini!" ia menunjukkan sebuah kalung dengan permata emerald disana.

"Hn. Cantik sekali." Ujarnya yang kita ketahui sebagai Sasuke.

"Hihi.." tawa gadis kecil itu. Rambutnya sama dengan Sasuke dan mewarisi dua buah mata onyx sang ayah dan mewarisi kacantikan sang ibunda.

"Tapi.. Kau dapat itu darimana, Sarada?" Sasuke penasaran.

"Hehe... Dari ibu!" ucapya kemudian berlari ke suau tempat meninggalkan sang ayah.

"Sarada! Tunggu!" Sasuke megejar Sarada dan terhenti di depan kamarnya.

"Sarada..." panggilnya mencari sang buah hati.

"Sudah ibu bilang, 'kan? Jangan bilang kalau ibu yang memberikan..?" ucap seorang wanita membuat Sasuke tersentak.

"Oh? Sasuke?" ucapnya ddengan senyuman lemah lembut "Kau disini?"

"Ya, Aku disini, Sakura." Sasuke berjalan mendekati seorang wanita yang telah melahirkan seorang putri yang cantik ditambah lagi vampir asli untuknya.

"Aku mencintaimu."

-END-

Omake(?)

"Aku mencintaimu.." Sakura memejamkan matanya.

"Sakura!" panggil Sasuke agak menggoyangkan tubuhnya.

"Apa Sasuke..? Aku lelah.." Sakura kembali berucap karena kesal. Ia ingin istirahat setelah prosesi melahirkan.

"Sasuke? Kau tak lupa kan?" tanya Mikoto pada sang anak.

"Lupa? Lupa apa?" tanya Sasuke bingung.

"Kalau Sakura mempunyai keistimewaan?" tanya Mikoto lagi.

"Keistimewaan? Apa?" Mikoto menghela nafas panjang karena sang anak lupa.

"Sakura itu tidak akan meninggal meskipun ia melahirkan seorang anak vampir karena.."

"... ia memiliki darah vampir dari nenek moyangnya. Namun hanya sedikit." Ucap Mikoto membuat Sasuke terkejut dan melihat ke Sakura.

"Benarkah?"

"Iya.. Jadi biarkan aku istirahat ya.. Suamiku.." Sakura tersenyum begitu melihat terdapat semburat merah tipis di wajah sang suami.

"Jika begitu.." ucapanyanya dijeda

"Aku akan segera membuat anak kedua denganmu, Istriku." Sasuke menyeringai dan itu membuat Sakura terkejut. Wajahnya sekarang semerah tomat. Sarada yang baru saja terbangun, menatap ke wajag ibu dan ayahnya bergantian.

Dan juga, karena perkataan Sasuke. Seluruh orang diruangan itu terdiam dan melongo melihat ke arah Sasuke.

-end—

.

.

.

Thanks for read cerita yang GaJe(?) dan typonya dimana-mana. Dan juga maaf jika ada salah kata atau salah apa pun di fanfic ini dan juga quote yang mungkin gak nyambung dengan ceritanya.

Akhir kata, Author mengucapkan terimakasih untuk semuanya.

Dan semoga Sasuke dan Sakura cepat-cepat punya anak kedua~!

Cherry and Tomato, Fiola