Standar Disclaimer Applied
.
.
Cinta itu © Tsurugi De Lelouch
.
.
Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
(Sasuke POV again)
.
.
Enjoying reading and review my fic
.
.
.
Cinta itu
Kehadiran seorang anak di kediaman kami membuat suasana ramai. Mendengar tangisan bahkan wajah polos Deiichi membuatku selalu tersenyum melihatnya. Aku sangat beruntung Deiichi dapat dibawa pulang setelah tiga hari didalam Inkubator karena prematur. Coba saja, aku berada di rumah mengawasi dia pasti hal ini tidak hal terjadi tapi biarkan ini berlalu.
Aku melihat ayah dan ibuku sangat bahagia dengan Deiichi yang mewarisi keseluruhan fisikku. Mereka menggendong Deiichi dengan hati-hati lalu seulas senyuman bahagia terlihat dari ayah dan ibu.
"Melamun apa, Sasuke-kun?" tanyanya menepuk pundakku.
"Tidak ada. Hanya saja melihat raut bahagia ayah dan ibu itu membuat hati ini bangga sudah menghadiahkan cucu kedua untuk mereka."
Terdengar kikikkan kecil keluar dari bibirnya, "kita beruntung, Sasuke-kun. Deiichi bisa selamat. Saat itu aku ragu akan keselamatan anak kita. Tapi kami-sama mengizinkan kita memiliknya."
Cinta itu…
Aku mengecup dahinya. "Terima kasih menjadi nyonya dan ibu dari anakku, Sakura."
"Sama. aku juga berterima kasih padamu menjadi suami dan ayah dari anak kita. Aku sangat beruntung memiliki suami perhatian sepertimu."
Kudengar suara tangisan dari Deiichi, lalu kami berdua mendekati ayah dan ibu kemudian ibu menyerahkan Deiichi ke gendongan dia.
"Wah sepertinya cucu tampan ibu lapar… ayo tumbuh sehat ya, Deiichi." Ucap ibuku dengan senyum sumringah.
Dirinya membawa Deiichi menuju sofa untuk menyusuinya. Aku ingin menemaninya tapi tanganku sudah ditahan oleh kakakku yang memelukku dari belakang dan membuatku geram saja.
"Hentikan tingkah konyolmu, nii-san! lihat Konan-nee… dia berusaha membunuhku!" adu-ku pada wanita yang menjadi istri kakakku dan mereka memiliki anak berumur dua tahun.
"Dasar tukang pengadu! Oh ya, bolehkah kami menginap disini? Sekali-kali merasakan tinggal di rumahmu," mohon kakakku.
Aku mengangguk pelan dan diriku melihat jam menunjukkan delapan malam lalu melirik dia sangat mengantuk berat. "Tou-san dan kaa-san tidur di kamar yang berjark dua pintu dari kamar kami lalu nii-san, Konan-nee dan Fei tidur di kamar sana." Diriku menunjuk arah pintu berwarna biru yang berjarak agak jauh dari kamar kami.
"Baiklah Sasuke. Ajaklah istri dan anakmu. Sepertinya mereka sudah lelah," tutur ayahku mengajak ibuku ke kamar kemudian kakakku juga.
Diriku langsung menghampirinya dan menyentilkan dahinya, "ayo kita ke kamar, sayang."
Dia mengangguk pelan dan dirinya berhati-hati menggendong Deiichi, akupun menahan pergerakan bila mereka berdua akan terjatuh. Perlahan kami sudah di depan kamar lalu aku membuak kenop pintunya kemudian berjalan menuju keranjang bayi yang merupakan hadiah dari kakakku.
Cinta itu…
Deiichi—anak kami tertidur pulas dengan wajah polosnya, aku menarik selimut warna biru bermotif awan untuk menutupi tubuh kecilnya. Kini hanya kami berdua yang masih terjaga dan melihat Deiichi. Tanganku memeluk tubuhnya lalu menenggelamkan kepalaku di bahunya, harum cherry tercium di indra penciumanku.
"Kau tahu Sakura, diriku tidak menyangka menjadi seorang ayah. Padahal aku merasa baru berumur empat belas tahun," gumamku pelan.
"Tidak terasa bagiku, Sasuke-kun. Akupun juga merasa masih berumur tiga belas tahun dan sekarang menjadi seorang ibu. Suatu anugerah terbesar dan mencapai kesempurnaan dalam hidupku. Aku sangat bahagia."
Aku menjauhkan diriku lalu menarik tubuhnya hingga berhadapan denganku. "Aku sangat beruntung ditakdirkan bertemu denganmu. Ingat pertemuan pertama kita di taman itu."
Dia mengangguk, "iya, kau menjatuhkan bukuku dan tanganmu yang ingin mengambil buku itu bersentuhan dengan tanganku. Hihihi…"
Cinta itu…
"Tapi saat aku melihatmu itu diriku merasakan ada getaran-getaran aneh di dalam hatiku. Aku berusaha mengindahkannya tapi ternyata aku sudah terjerat olehmu, Sakura." Jelasku,
"Aku berpikir kau adalah orang aneh… karena mengikutiku setiap kesempatan." Aku memalingkan mukaku. "—hei, jangan mengelak, Sasuke-kun!"
"Hn, aku mengaku. Dan—berkat itu kita menjalin hubungan bukan?"
"Lagi dan lagi di taman terutama di bangku itu. Entah kenapa kita dipertemukan di bangku disana," ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mungkin ada mitos kali…" gumamku.
"Aku ingat kau melamarku dengan membujuk ayahku dengan susah payah. Harap maklum dengan ayahku oke," serunya.
Aku menyilang kedua tangannku. "Dia berhasil memojokkanku, Sakura. Kau kan tahu, aku memiliki kesabaran yang terbatas dan ayah menang membuatku sifat keluar dari karakterku," dengusku.
Dia mengelus tanganku lalu mengenggamnya. "Tapi aku bangga dengan perjuanganmu. Kalau tidak, mungkin aku menjadi istri orang lain bukan?"
Cinta itu…
Diriku mengulas senyuman tipis seraya menarik dagunya dan mencium bibir manisnya lalu tak sampai situ saja aku menenggelamkan wajahku ke lehernya dan memberi tanda tapi aku tidak memperhitungkan kalau anakku ada di ruangan yang sama dengan kami.
Dengan cepat aku menggendong tubuhnya dan merebahkan ke ranjang kami kemudian diriku membungkam bibirnya sambil menyentuh-nya. Sudah lama aku tidak melakukan ini sejak kehamilan anak pertama kami. Aku berusaha menahan segala gairah yang meletup-letup dalam tubuhku dan sekarang waktunya.
Aku telah menyatu dengan dirinya kemudian untuk menekan suara yang akan membangunkan Deiichi, diriku membungkam bibirnya lagi dan kegiatan ini berlangsung. Butuh waktu cukup lama kami menyelesaikan kegiatan ini hingga kelelahan menimpa kami berdua.
"Kau benar-benar… menyerangku begitu saja. Bagaimana kalau aku hamil lagi? Kami-sama, anak kita baru berumur enam hari, Sasuke-kun…" desisnya pelan.
"Aku hanya menyalurkan hasratku yang terpendam, Sakura. Dan terbukti juga, kau menikmatinya," seringaiku.
"Urusai—"
Kamipun mendengar suara tangisan dari Deiichi. Huh, sepertinya kami gentian bergadang malam ini untuk menjaga Deiichi. Menjadi orang tua adalah tantangan terbesarku dan dia, karena kami memang ditakdirkan untuk memilikinya. .
.
Cinta itu belajar mengingat masa lalu yang dialami oleh kedua insan dan bangga akan kebahagian yang didapatkan tiada tara.
.
.
.
*Owari*
Tsurugi Notes (Wulanz Aihara Uchiha)
Aku turut bersyukur karyaku ini sudah mencapai chapter ke sembilan dan sangat berterima kasih pada kalian yang menerima fict ini. Saya mempersembahkan untuk kalian semua, nanti silahkan baca juga "Short Ficlet SasuSaku" juga.
Thanks for reviewing, following and take favorite to my fanfict…
Thanks to Reviewers Chapter 1-8:
Ms Hatake,Shaylo Missa, Uchiha Michiko-chan 'Elf, cruderabelica, Trancy Anafeloz, Arisa saki, mari-chan.41, skyesphantom,Guest, kikihanni, Arisa saki, syalala-chan,Asakura Ayaka, hasnistareels, Deshe Lusi, Karasu Uchiha , Song HyoRa137, Ran Murasaki SS , yui rie rie, triascita, aphrodite2909 , LadyRuru , hasnistareels, Yamanaka Chika,hasnistareels, Shisylia-chan, Tsukiyomi Aori Hotori , FuRaHeart, Sami haruchi , SRZ, Just Ana, Sami haruchi 2, Jian Jiun, kyuhyun cho, Tun'z, Sami haruchi 2, scarlet uchiha, popcorncoklat, Farberawz, Sarah, fishyhae, nadja violin,
,
Palembang, 15 Desember 2012
14.09 p.m
Tsurugi De Lelouch
