Naruto .. Oh Naruto
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru, ShikaNaru slight AllSemeNaru (GaaNaru, KyuuNaru)
Rated : T+
Genre : Romance (genre bisa berubah sesuai suasana hati 'Loshi kalau lagi nulis,hehe#plak)
Warning : Yaoi, Typo(s), Lime, AU, OOC, OC, BL, EYD tidak mendukung, Perkataan sehari-hari, dll
...
Chapter kemarin:
Gaara dan Shikamaru yang jelas tau masing-masing adalah kekasih Naruto saling bertatapan tajam. Bahkan Shikamaru harus mendapat bonus tatapan maut dari Kyuubi yang sepertinya ingin mengulitinya hidup-hidup. Iruka izin pulang karena akan mengejakan pekerjaannya. Shukaku berusaha membuat emosi Kyuubi tidak menguap dan menjadi sebuah masalah. Sedangkan di jalan, Sasuke sedang mengebut ke arah taman ria.
Di sekolah, Sasuke yakin sudah mendengar bahwa Naruto akan pergi ke taman bermain dengan Gaara. Jadi sekarang hanya satu tujuannya. Membuat Naruto berpisah dari semua semenya, kecuali dirinya—bagaimana pun caranya.
.
Kimimaru menyeringai mendengar kata persetujuan dari Utakata. Sekarang mereka berdua akan berusaha membuat Naruto memutuskan semua kekasihnya sampai akhirnya hanya tinggal mereka saja yang ada di samping Naruto.
Sepertinya mereka terlalu percaya diri dengan semua pemikiran mereka. Lupa dengan semua rival mereka yang bahkan sangat jauh di atas mereka itu.
Shikamaru yang sangat jenius dan pintar membuat statregi. Duo Uchiha yang pintar menggunakan waktu dan tempat. Deidara dengan kepintaran dan sisi 'satunya'. Sasori dengan pemikiran matangnya. Dan dua orang lagi, Gaara dan Kyuubi. Gaara yang memiliki kekuasaan. Dan Kyuubi yang memiliki sisi yang bahkan orang lain tidak tau.
.
-Chapter 9-
.
Semua orang yang berada di sana kaget melihat orang yang baru saja datang dan menghampiri mereka itu. Walaupun dalam pikirannya, Shikamaru sedang mencerna keras kenapa orang itu ada di sini, tapi di luar Shikamaru hanya menguap lalu merangkul Naruto yang berada di sebelahnya. Suasana semakin canggung saat orang itu –Sasuke- dengan gaya coolnya menghampiri Naruto.
"Hn, Naru." Sapa Sasuke lalu mencium pipi Naruto sekilas. Oh ayolah, kalian tau apa yang terjadi? Shukaku ternganga melihat kejadian itu, Kyuubi menggeram marah meruntuki orang dengan kepala aneh itu sambil mengepalkan tangannya bersiap untuk memberikan hujaman, Gaara kehilangan muka datarnya yang berbalik ke shock dan menggeram marah, Shikamaru menatap Sasuke tajam, dan Naruto sendiri hanya shock lalu tersenyum manis membalas sapaan Sasuke.
"Hai, 'Suke. Sedang apa kau di sini?" tanya Naruto basa-basi. Semua orang yang berada di sana mengenyit mendengar nama panggilan dari Naruto, 'Suke. Oh ayolah, nama itu terlalu manis jika melihat orang datar di depan itu. Mungkin nama Teme panggilan sayang Naruto lebih cocok.
"Hn. Hanya ingin memastikan bahwa ukeku baik-baik saja." ucap Sasuke to the point.
Gaara mengenyit kembali, ternyata hari yang hanya ingin dilaluinya dengan Naruto seorang bisa di ketahui oleh banyak orang seperti ini. Dan hell! Apa itu uke? Jangan bilang jika Naruto ternyata memiliki kekasih baru selain yang lain dulu itu. Ternyata sungguh malang nasibnya, batin Gaara sakit mengetahui hal itu.
Kyuubi menatap Sasuke dengan tajam, sama sekali tidak bicara tapi Shukaku yang melihatnya tau bahwa Kyuubi harus segera kembali ke dokter sekarang juga. Mendengar gumaman Kyuubi, Shukaku semakin was-was dengan keselamatan orang yang berada di depannya itu. Shukaku memegang bahu Kyuubi membuat sang empu bahu melihat ke arahnya tajam. "Jangan! Ingat?" bisik Shukaku, Kyuubi segera kembali melihat pasangan SasuNaru di depannya. Menyipitkan mata, merencanakan sesuatu untuk orang setengah ayam itu.
"Ah!?" Naruto terkejut mendengar kata-kata itu yang terucap dari bibir pucat sedikit tebal Sasuke tapi tetap terlihat sexy.
"Hn."
Hening ...
Tidak ada yang membuka pembicaraan terlebih dahulu. Semua orang yang berada di sana hanya terfokus pada pemikirannya masing-masing.
Shukaku melihat ke arah Kyuubi yang menggeram kesal dari tadi. Dalam batinya semoga Kyuubi akan baik-baik saja hari ini. Dia tidak bisa menyeret Kyuubi untuk ke dokter, karena dia belum membuat janji dengan dokter yang menangani Kyuubi.
Hening ...
"Ayo ke dalam." Ucap Shikamaru sambil tetap merangkul bahu Naruto. Dengan senang Naruto melilitkan tangannya ke pinggang Shikamaru. Orang-orang yang tadi hanya diam akhirnya mengikuti pasangan yang membuat mata mereka terkena iritasi saat itu juga. Sasuke segera membeli tiket dengan menyerobot barisan, tapi sepertinya tidak ada yang berani. Dan lihatlah, siapa yang di serobot Sasuke. Kerumunan gadis-gadis yang dengan setia memberikan barisan terdepan untuknya. Hiperbola? Tidak, karena itu kenyataanya. Sang pangeran Uchiha menggunakan kharismanya.
Setelah selesai membeli tiket, Sasuke dengan cepat menyusul kerumuman para Seme Naruto yang dengan senang hati mendampingi Naruto.
Sasuke mendengus kesal, ternyata walaupun dia kesini, belum berarti dirinya bisa dengan mudah mendapatkan Naruto. Apalagi jika Shikamaru juga ada di sini. 'Sial, aku tidak memperhintungkan kemungkinan di rusa itu ada di sini.' batin Sasuke kesal. 'Dan lagi bagaimana mungkin dia bisa kesini? Apa dia juga tau rencana Naruto dengan orang bernama Gaara itu?' pikir Sasuke terus melihat bergantian Naruto, Shikamaru dan Gaara yang berada di samping Naruto. 'Bahkan orang aneh itu pun ada.' Ucap Sasuke dalam hatinya melihat Kyuubi yang berjalan santai tapi matanya sama sekali tidak santai melihat Naruto.
.
"Shika, ayo kesana."
"Shika, ayo kita berfoto."
"Shika, belikan aku mainan itu."
"Shika, kau cocok sekali memakai ini."
"Shika, kau tampan sekali."
Telinga Sasuke terasa berdenging mendengar suara cempreng nan menawan itu terus-terusan mamanggil nama rusa tidak tau diri di hadapannya, perlu di perjelas kembali? Di-ha-da-pan-nya, benar-benar di depan matanya. Entah mengapa rasanya Sasuke menyesal mengikuti rencana kencan Gaara dan Naruto di sekolah tadi. Sasuke menoleh melihat sekeliling, dahinya mengenyit melihat orang-orang yang ternyata juga beraura sama dengannya—sangat suram.
Kyuubi terlihat mengambil langkah pertama.
"Naruto, tidakkah kau ingin bermain di arena permainan lain—denganku?" tanya Kyuubi sambil memberikan senyum carmingnya, sambil menggantungkan kata 'denganku'. Berharap-harap cemas karena takut di tolak Naruto, tapi dengan rasa percaya diri tinggi, Kyuubi yakin Naruto pasti akan menyetujui ajakannya. Naruto melihat ke arah Shikamaru yang hanya menguap dengan santai, melihat lagi ke arah Kyuubi yang terus tersenyum, membuat sedikit wajahnya memerah. Naruto tersenyum, dan...
"Baiklah, ayo." Rasa percaya diri Kyuubi menang. Dengan senang, Kyuubi mengambil alih (baca: mengambil secara paksa) gandengan tangan Shikamaru pada tangan Naruto. Terus menggandeng dengan erat, lalu berpindah ke pinggang ramping Naruto. Menyeringai mengejek pada beberapa orang yang melihatnya. 'Rasakan itu!' pikir Kyuubi sambil melihat Naruto dan tersenyum—sangat lembut.
Seme lain yang melihatnya panas juga ternyata.
Poor you, seme-seme tertinggalkan, haha
.
.
Sasuke, Gaara, dan Shikamaru sedang melihat Naruto yang bermain sebuah permainan jelajah, permainan dengan menggunakan perahu bermuatan 2 orang. Mengiringi sebuah gua buatan yang di buat seseram mungkin dengan bagian akhirnya akan terjun dengan sangat cepat menghantam air. Naruto terlihat sangat senang, walah sedikit bajunya terlihat basah, terus tertawa bersama Kyuubi yang berada di sampingnya.
"Sial." Gumam Sasuke dan Gaara, mereka saling melihat karena mendengar gumaman di sampingnya lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah Kyuubi yang seenaknya memeluk Naruto yang sepertinya ketakutan melihat sebuah boneka mummy. "Ha-ah, mendokusei." Ucap Shikamaru sambil menguap. Sasuke dan Gaara kembali melihat Shikamaru secara serentak, mungkin sekarang yang mereka pun sama. 'Apa dia tidak cemburu melihat Naruto/Dobe di peluk seperti itu?' tanya mereka dalam hati.
Shikamaru hanya diam lalu mencari tempat duduk terdekat lalu memejamkan matanya. "Orang aneh," ucap Gaara memberi komentar. Sasuke hanya diam sambil melihat Shikamaru. 'Dia akan menyesal karena mengacuhkan Naruto.' Pikir Sasuke sambil menatap tajam Shikamaru.
Oh, iya masih ada Shukaku yang diam sambil melihat ketiga orang di depannya. Shukaku melihat Gaara yang sedang menghela nafas melihat Naruto yang bersama Kyuubi. Beralih pada Sasuke yang sedang memandang tajam Shikamaru yang hanya terus tertidur seperti tidak menyadari pandangan menusuk padanya. Sweatdrop juga melihat semua itu. Dia memang tidak tau apa-apa, tapi lucu melihat semua laki-laki keren seperti mereka berlomba mendapatkan pemuda manis yang sedang bersenang-senang dengan Kyuubi sekarang.
'Begitu kasihannya hidup mereka.' Pikir Shukaku tersenyum miris.
.
Naruto sedang tertawa bersama dengan Kyuubi menghampiri beberapa orang yang menatap mereka tajam. Sasuke berjalan lebih dulu, mengambil gandengan tangan Naruto. "He-hei, Teme. Kau mau kemana?" tanya Naruto saat dirinya di seret dengan paksa oleh Sasuke. Shikamaru melihatnya dengan ekpresi yang sulit di jelaskan, antara mengantuk dan tajam—aneh kan? Sedangkan, Gaara yang melihatnya geram dan segera mengejar ke arah di mana Naruto di bawa oleh Sasuke.
"Ck, anak itu." decih Kyuubi melihat Naruto yang di bawa kabur, dan Gaara yang akan menyusulnya. Kyuubi akan mengejar juga akan tetapi tangannya di cegah oleh tangan lain yang menggenggam erat—begitu erat. Kyuubi melihat pemilik tangan itu, "Apa masalahmu, Shukaku?" tanya Kyuubi.
Shukaku menghela nafas, "Aku tidak ingin kau ikut-ikutan masalah seperti itu." ujarnya. Mereka hanya terdiam, Kyuubi mencoba melepaskan genggaman tangan itu tapi tetap saja tidak bisa. Akhirnya dengan rasa kesal Kyuubi hanya diam dan ikut duduk bersama Shikamaru.
.
"Hei, Teme!" bentak Naruto sambil terus berontak tapi tetap saja Sasuke tidak bergeming dan terus menyeret Naruto ke sebuah tempat yang lumayan jauh dari keramaian. Sebuah bangunan yang lumayan tinggi dan besar berada di sana. Ada lumayan banyak orang yang mengantri di depan sana. Tapi tempat ini di buat sejauh mungkin dari beberapa wahana permaianan yang lain.
Naruto sekarang meruntuki dirinya yang tidak bisa memberontak, matanya membulat melihat wahana yang satu itu. 'Rumah Hantu'. Jantungnya berdebar dengan kencang, "Te-Teme, aku tidak mau ke sana. Kita kembali saja." ucap Naruto sedikit merajuk, dan mencoba kembali menarik tangannya, tapi bukannya lepas malah semakin di eratkan oleh Sasuke. Membuat tangannya mungkin akan sedikit memerah karena di genggam terlalu erat. "Suke, sakit." Lirih Naruto sambil melihat Sasuke yang tidak berbalik sama sekali. "Suke, kumohon." Lirih Naruto sambil menggengam tangan Sasuke lalu beralih ke unjung kaos Sasuke.
Tap
Sasuke berhenti. "Kumohon," lirih Naruto.
Sasuke berbalik melihat Naruto yang sedang menundukan kepalanya. Meruntuki dirinya yang telah membuat orang akan berpaling padanya itu menangis, Sasuke langsung memeluk Naruto dengan erat. "Maaf." Lirihnya.
Naruto diam, mungkin Sasuke mengira Naruto menangis padahal tidak. Dia hanya diam sambil menghirup aroma mint yang begitu menyegarkan dari tubuh Sasuke. Menenangkan pikirannya dalam pelukan pemuda yang tidak tau kenapa membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. "Suke," panggil Naruto. membalas pelukan yang tidak pernah di dapatnya dari semua semenya. Shikamaru hanya bisa mengabaikannya, sedangkan semenya yang selalu menginginkan dirinya, tidak pernah memberikan kehangatan yang di berikan pemuda tampan di depannya.
"Aku mencintaimu, Naruto." ucap Sasuke lirih. Beruntung tidak ada orang yang berada di sana. Membuat pemuda Uchiha itu bisa dengan mudah mengungkapkan semua perasaannya. Sasuke merasakan Naruto yang berada di dalam dekapannya itu mengangguk dan membalas pelukannya. "...Dan kuharap kau tau, aku benar-benar mencintamu, tulus." Lirihnya. Naruto menegang di pelukannya.
"Su-ke?" Naruto memanggil Sasuke. Tapi Sasuke tetap tidak menjawab, bagai orang yang sedang berada di dunianya sendiri Sasuke hanya terus bergumam bahwa dia mencintai—bukan, tapi begitu mencintai dirinya. Naruto merasakan perutnya berputar, jantungnya berdebar begitu cepat. Seperti merasakan apa yang juga di rasakan Sasuke. Apa mungkin dia, mencintai Sasuke? Naruto berpikir keras dalam hatinya.
Mengulang semua yang dia rasakan saat berada di samping setiap kekasihnya. Berada dipelukan—atau mungkin perasaanya saat memeluk Shikamaru. Perasaannya saat para kekasihnya yang lain sedang mencumbunya begitu mesra atau ganas dalam setiap kesempatan. Kehangatan seperti ini baru Naruto rasakan, bahkan saat Kyuubi dulu begitu baik dan perhatian padanya, rasanya berbeda dengan ini. Rasa ini... rasa aman, hangat, nyaman, dan bergemuruh di saat yang bersamaan. Dan dengan ini Naruto tau perasaannya. Memeluk Sasuke begitu erat—sangat erat, "Suke, a-aku rasa a-aku juga men—"
"Naru!"
Omongan Naruto terpotong dengan suara seseorang yang berada di belakang. Gaara dengan tajam melihat Sasuke yang sedang memeluk Naruto. berjalan dengan cepat, lalu...
Buk
"Kau memang kekasihnya, tapi bukan berarti kau bisa memilikinya sendiri!" ucap Gaara sambil merebut Naruto dari pelukan Sasuke. Sasuke berjatuh ke tanah dengan sudut bibir yang sedikit mengelurkan darah. "Mungkin benar, Naruto..." Gaara melihat Naruto lalu melihat Sasuke kembali, "... Naruto tidak mencintaiku, tapi bukan berarti kau bisa memilikinya sediri dan membawa Naruto pergi sendiri!" bentaknya melanjutkan perkataanya tadi.
Naruto terdiam, tidak sanggup melakukan apapun. Dia shock saat Gaara dengan gamblangnya mengakui dia mencintai Naruto tapi tidak pernah tebalaskan. Naruto menunduk, lagi-lagi dia melukai perasaan orang yang begitu mencintainya. Hanya Gaara yang dari dulu begitu sayang padanya—tepat sebelum Sasuke ada di sisinya. Gaara begitu perhatian walaupun dia berada jauh darinya. Gaara bagaikan kakak laki-lakinya yang selalu ada untuknya. Hati Naruto mencelos saat dengan sadar, dia menganggap Gaara seperti kakaknya bukan kekasihnya.
"Gaara, maaf. Maafkan aku." Lirih Naruto berada di samping Gaara. Gaara mengalihkan perhatiannya pada Naruto yang menunduk lalu tersenyum.
"Aku tau, kau memang tidak bisa mencintaiku. Tapi bukan berarti aku akan menyerah, Naru." ucap Gaara sendu.
Sekarang Sasuke sudah berdiri dan hanya diam melihat kedua orang yang berada di depannya. Darahnya memuncak tapi dia tidak mau semua pengorbanannya tadi sia-sia. Berpura-pura menjadi orang yang begitu labil dan terus bergumam dengan kata-kata manis yang memang ingin di ucapkannya dari dulu. Berakting dengan baik agar Naruto akhirnya mengakui perasaannya yang di gagalkan oleh orang di depannya. Tapi masih banyak waktu untuk membuat Naruto kembali mengakui perasaanya, yang terpenting Naruto sudah mengetahui perasaannya. Bukan pada rusa itu, ataupun siapapun. Hanya padanya, Uchiha Sasuke! Pemilik asli dari Uzumaki Naruto!, pikir Sasuke menyeringai dalam hati.
"Gaara, tapi kau—"
"Shh.. aku tau. Aku memang tidak bisa memilikimu, dan tujuanku sebenarnya kemari adalah ingin benar-benar membuktikan perasaanmu padaku." Ucap Gaara tersenyum, Naruto hanya diam menunggu apa kata-kata yang akan di lontarkan Gaara kembali. Mencari semua kebenaran dari mata hijau jade di depannya, dan apa yang Naruto dapatkan? Dia melihat semua kejujuran di sana. "...Dan aku sekarang tau, kau memang tidak mencintaiku. Tapi izinkan aku untuk tetap berada di sisimu, Naru." ucap Gaara lirih.
Hati Naruto sakit—sangat sakit. Saat dia mengetahui semuanya ternyata sakit rasanya. Di saat dia menemukan sebuah cinta dan kehangatan, ternyata dia juga menemukan sebuah luka yang telah dibuatnya pada orang yang begitu baik seperti Gaara. Naruto akhirnya mengelurkan air mata kristal miliknya, bagai hujan dari langit tak berawan yang begitu cerah. Naruto tersenyum bagai pelangi yang memang selalu ada saat hujan di langit cerah turun. "Kau yang terhebat, Gaara. Kau juga tidak mau kau pergi dari sisiku, aku harap kau selalu ada untukku." Ucap Naruto sambil memeluk Gaara.
"Tentu, Naru. tentu!" kata Gaara. Beberapa menit mereka berpelukkan hingga akhirnya Gaara melepaskan pelukkannya pada Naruto. "...Sekarang kau bisa melanjutkan semuanya dengan pemuda itu." ucap Gaara tersenyum. Naruto menunduk malu lalu mengangguk. "Aku pergi, jaa." Gaara melankahkan kakinya.
"Gaara!" panggil Naruto. Gaara berbalik melihat Naruto, "Terima kasih." Ucap Naruto tersenyum sangat tulus. Begitu tulus—senyuman yang di tujukan untuk seorang sahabat yang begitu baik.
"Hm." Gaara tersenyum lalu pergi. 'Aku harap ini keputusan yang benar.' Pikir Gaara sambil berjalan pulang. Dia sudah tidak mau berada di taman bermain itu lagi. Lebih baik kembali ke hotel dan memikirkan semua bisnisnya sebelum beberapa minggu ke depan dia kembali. Gaara terus berjalan hingga dia lupa bahwa Kyuubi juga berada di sana, Kyuubi akan melakukan sesuatu untuk Naruto. Gaara yakin Kyuubi sudah kembali seperti dulu, dan dia tidak akan melakukan semua hal itu lagi. 'Ya, tidak akan—kuharap.' Pikirnya kembali.
.
"Teme," panggil Naruto sambil berbalik melihat Sasuke. Sasuke mengalihkan pandangannya pada Naruto. Naruto berlari padanya, seperti sebuah cerita cinta yang sangat manis, Naruto menubrukan dirinya pada Sasuke. Membut pemuda Uchiha itu memeluknya begitu erat karena tubrukan itu. Sebuah cerita cinta akan benar-benar akan di mulai sekarang.
Naruto telah tau sebuah cinta yang menantinya dari dulu. Sasuke tidak sia-sia datang ke sana. Shikamaru masih terus berpikir dengan tertidur, di sampingnya Kyuubi hanya diam dan menatap tajam Shukaku.
Satu seme telah hilang dan berganti dengan sahabat yang begitu baik. 'Aku harap semuanya akan berakhir dengan baik seperti ini.' Pikir Naruto di pelukan Sasuke. Otaknya terlalu munafik. Sifat seseorang selalu berbeda-beda, tidak tentu dan terus bergulir seiring orang itu berfikir. Dan untuk dunia luar seperti ini, cinta adalah sesuatu hal yang bisa membuat orang buta. Cinta buta yang tidak melihat sisi baik dan buruk, dengan segala cara terus berkompetisi untuk mendapatkannya.
.
.
.
Tbc
A/N: hhaha.. gaya nih aku pake ngetik cepat dari kemarin blum ngetik baru td ngetik gara" kemarin hilang ide, jadinya pendek gini deh, gak tau bakalan nyambung or gak. Tp yang penting semua kisah cinta SasuNaru di mulai dari sekarang, hehe XDD
Nah, maaf belum bisa balas review.. tp aku sungguh berterima kasih bagi yang udah baca, dan review^^
Thanks spesial for: Dee chan-tik, Dobe Hilang, ryanfujoshiSN, Ness Kurama Desu, Namikaze Ryuuki Anata, kkhukhukhukhudattebayo, Kin Seo jin aka CloudKimmy, laila. R. Mubarok, Kutoka Mekuto, Ciel-kky 30, Farenheit July, Uzumaki prince Dobe-Nii, sheren, GerhardGeMi (guest 1), uchysan ga log (guest 2), guest 3, Ichgo 'Momo' Citrusz, blueblueberry(guest 4), , ichiko yuuki, kinana, imperial Nazwa-chan, guest 5, Namikaze Yuto, Rahma Lau, Amach cie cerry blossom
Mohon kritik dan sarannya^^...
Review?
