Waaahh... terimakasih bgt yang udah ngikutin cerita ini dari awal sampai sekarang.. semoga ngga bosen ama cerita abal bikinan wen ini :*
Di chap ini kemungkinan besar wen fokusin ama chara lain dulu.. tenang aja kok Xiuhunhan masih tetep muncul tapi porsinya aja di dikitin.
Sekarang udah tau kaaan kalo sebenernya Xiumin itu suka ama siapa..
Kenapa Wen bikin Xiumin kok kayaknya dendam bangeet gitu ama Sehun. Soalnya pas Wen lg ngobrol ama temen Wen ada temen Wen yg bilang "little boys pulling the pigtails of girls they secretly like"
Naaah... gr2 temen wen ngomong itu Wen jd kepikiran Xiumin, dan karakter cowonya yg pas menurut Wen yaaa Sehun. Gimana menurut readersnim?
Hayoo.. yang kesel ama Luhan siap-siap yaaa.. Wen nyiapin sesuatu yang insya allah jadi bom(?). Semoga hint dari Wen ini bisa menuhin ekspektasi kalian.
(Ini Wen ngomong apaaaaa...)
Sudahlaah..
Dimohon kritik dan sarannya..
CHAP 6
LET'S TALK ABOUT US
Pertemuan Kyungsoo dengan Luhan dan Baekhyun berakhir ketika Luhan pamit untuk mengerjakan beberapa laporan yang harus ia berikan pada Joonmyeon. Luhan sesekali menggoda Kyungsoo, ya.. Luhan memang menjodohkan Kyungsoo dengan Joonmyeon. Luhan sendiri tidak tau hubungan Joonmyeon dengan Jongdae, begitupun dengan Kyungsoo. Ya, di hotel itu hanya Sehun, Chanyeol, Yixing, dan Minseok yang tau hubungan kedua namja itu.
Luhan menghampiri Joonmyeon di ruangan yang dulu ditempati oleh Sehun. Ketika Luhan masuk ke dalam, ia melihat Jongdae yang sedang merangkai bunga di pojok ruangan. Namja rusa itu hanya memperhatikan Jongdae yang sedang sibuk merangkai bunga-bunga segar itu dan memasukkannya ke dalam vas. Jongdae terkejut ketika Luhan tiba-tiba bersuara,
"Seberapa penting makna bunga itu sendiri? Maksudku, bukankah semua sama saja? Bunga itu sama-sama indah kan?"
Jongdae melongok ke kanan dan ke kiri, ia tidak menyangka Luhan berbicara padanya.
"Bicara padaku hyung? Makna bunga itu penting untuk si penerima, terutama untuk orang yang mengerti setiap makna bunga. Setiap bunga itu memiliki makna tersendiri hyung. Bunga juga bisa mewakili perasaan kita, yaa.. jika kita tidak bisa mengungkapkannya secara langsung."
"Ahh... Kalau begitu, menurutmu bunga apa yang bagus untuk menyatakan awal yang baru?"
"Daffodil bagus hyung. Selain untuk menyatakan awal yang baru daffodil juga dapat menyatakan kebahagiaan dan sukacita. Tapi bunga daffodil juga bisa berarti penantian. Bunga itu rumit hyung, tidak seperti matematika atau pelajaran eksakta lain, tidak punya arti yang mutlak. Semua tergantung dari jumlah, filosofis, karakter bunga itu sendiri. Pokoknya banyak faktor."
"Dae-ie, kau sudah selesai? Eoh, Luhan hyung?" Joonmyeon tiba-tiba masuk. Ia sedikit bingung karena tumben-tumbenan tidak ada aura membunuh ketika dua namja manis itu bertemu.
"Joonmyeon-ah, ini laporan yang kau minta. Minggu depan aku berangkat. Oh ya, jangan lupa acara mingguan black jacket kali ini dirumahku. Aku ajak Kyungsoo juga. Kau datang, ne? Ajak Sehun juga. Anak itu semenjak pindah ke kitchen jadi jarang ikut acara kita. Aku keluar dulu Joonmyeon-ah."
Luhan keluar dari ruangan, menyisakan Jongdae dan Joonmyeon di dalam. Aura ruangan itu seketika berubah menjadi dingin,
"Acara mingguan black jacket, eoh? Wow... Bahkan Minseok hyung tidak pernah tau ada acara ini. Mengingat posisinya yang setara dengan mereka, bahkan lebih tinggi dari Kyungsoo." ujar Jongdae dengan penuh penekanan, terutama pada kata 'Kyungsoo'.
"Sudahlah, anda memang lebih cocok dengannya Joonmyeon-ssi. Dibandingkan dengan karyawan biasa sepertiku." ujar Jongdae berusaha santai. Tapi terlihat jelas raut kekecewaan dan tidak suka pada wajah namja itu. Ia langsung keluar dan menuju Floriciente, tempatnya.
Sudah menjadi rahasia umum, para black jacket seperti Sandara, Siwon, Chaerin, Luhan, dan yang lainnya benar-benar getol menjodohkan Joonmyeon dengan Jongdae. Alasannya? simpel, Kyungsoo dekat dengan mereka, meskipun posisinya dapat dibilang berada beberapa tingkat dibawah kumpulan orang-orang itu. Kyungsoo sendiri hanya tertawa kecil jika ditanya tentang hal itu. Para black jacket itu tidak mengetahui sudah ada Park Chanyeol di hati Do Kyungsoo dan ada Kim Jongdae di hati Kim Joonmyeon. Luhan sendiri tidak mengetahuinya.
SKIP TIME
Sudah lebih dari 3 hari Jongdae dan Joonmyeon bertengkar, dan Jongdae tidak mau ambil pusing. Namja itu lebih mencoba fokus ke pekerjaannya. Jongdae sibuk membantu pekerja lainnya merangkai bunga. Ya, pekerja di Floriciente memang hampir semuanya wanita, hanya ada 3 orang pria termasuk Jongdae tapi, bukan berarti Jongdae dan pekerja pria lainnya menjadi ngondek. Sejujurnya pekerjaan di gift shop yang menyandang predikat sebagai gift shop terbaik di Seoul ini tidak terlalu banyak seperti hari-hari biasanya. Ya, salah satu alasannya adalah hotel memang saat ini belum memasuki musim High Season, dimana pada musim itu biasanya banyak dilaksanakan event-event dan dekat dengan waktu libur panjang.
Beberapa pekerja terlihat sibuk memotong tangkai bunga segar yang baru dikirim sedangkan yang lain sibuk mengecek pesanan barang, ada juga yang mengajarkan anak trainee. Jongdae sendiri membantu pekerjanya untuk memotong tangkai bunga, lalu merangkainya. Jongdae kadang turun tangan untuk membantu karyawannya mengajarkan anak trainee cara merangkai bunga jika ia sedang tidak sibuk, seperti saat ini.
Semua karyawan Floriciente dan seorang anak trainee yang sedang in charge disana sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jongdae memilih untuk menyibukkan diri juga, agar pikirannya tidak dipenuhi oleh Joonmyeon. Namja yang sudah 4 tahun menjadi kekasihnya itu benar-benar membuatnya bingung. Selama 4 tahun mereka menjalin hubungan, belum pernah sekalipun Joonmyeon mengenalkan Jongdae ke orang tuanya sedangkan orang tua Jongdae sendiri menganggap Joonmyeon sudah seperti anak sendiri. Minseok dan Jongin tidak tau hal ini. Ya, Jongdae tidak ingin menambah pikiran hyung dan dongsaengnya itu. Sebagai anak tengah, Jongdae berpikir bahwa ia harus kuat, karena ia harus menopang Jongin dan menjadi sandaran Minseok jika hyung kesayangannya itu terpuruk.
Suara Joonmyeon terdengar hingga ke ruang belakang tempat Jongdae merangkai bunga. Jongdae sendiri memilih untuk pura-pura tidak mendengar. Joonmyeon harusnya mengerti jika Jongdae butuh waktu untuk berpikir, entar berpikir untuk memutuskan namja yang memiliki 'angel smile' itu atau melanjutkannya. Jongdae tau, Joonmyeon pasti akan menghampirinya, namja berahang kotak itu menghitung dalam hati.
Tiga...
Dua...
Sa-...
"Kau itu manager Dae-ie, kenapa masih terus merangkai bunga? memangnya kau tidak punya anak buah?" 'kan?' pikir Jongdae.
"Kau itu tangan kanan owner hotel ini Myeonnie hyung. Kenapa peduli dengan pegawai biasa sepertiku?" balas Jongdae, dingin.
Jongdae kadang tidak habis pikir dengan Joonmyeon, apa salahnya membantu para pegawai? Daripada setelah selesai mengerjakan laporan ia hanya duduk bersantai-santai, lebih baik membantu karyawan kan? 'Ck, dasar orang kaya. Benar-benar tidak produktif' pikir Jongdae.
"Kau... Hhhh, oke sabar Joonmyeon sabar.." ujar Joonmyeon bermonolog sendiri.
"Kau, Sabtu depan temui aku di A la Mode jam 8 malam."
"Harus?" Jawab Jongdae malas-malasan.
"Kalau kau tidak datang, aku yang akan menyeretmu langsung dari rumahmu Kim Jongdae."
Jongdae tau nada bicara itu, berarti Joonmyeon benar-benar serius. Jongdae bergidik ngeri membayangkan Joonmyeon yang menyeret dirinya jika ia tidak datang ke restoran bergaya Prancis itu.
SKIP TIME
Kepergian Luhan ke Bern membuat Kyungsoo kesepian. Namja bermata bulat itu semakin menyibukkan dirinya di dapur. Hingga Baekhyun mengajaknya untuk makan bersama di apartemen namja penggila eyeliner itu. Kyungsoo tentu saja menyanggupinya, selain karena merindukan Baekhyun, ia juga bosan. Jadi, malam ini ia memutuskan untuk mengunjungi Baekhyun. Dengan membawa sebotol Cognac merk Rémy Martin, minuman favorit Baekhyun. Kyungsoo mengetuk pintu apartemen Baekyun, menunggu yang punya apartemen untuk membukakan pintu. Namun, ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Kyungsoo-ssi?" Chanyeol berusaha menutupi rasa kagetnya.
"oh.. h-hai Chanyeol-ssi"
Sebelum Chanyeol mempersilahkan Kyungsoo masuk, suara Baekhyun terdengar dari dalam.
"siapa yang datang Chanchan?"
"Kyungsoo, Baek... Silahkan masuk Kyungsoo-ssi."
Kyungsoo segera memasuki apartemen Baekhyun. Pikirannya sudah melayang kemana-mana. Ya, sejak dulu Kyungsoo memang memiliki rasa percaya diri yang kecil. Ia takut, Chanyeol, namja yang sejak dulu ia sukai menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri.
"Kyungie... kau bawa apa eoh?"
"ini kesukaanmu Baek."
"Whoaaa... gomawo manis.. Chanchan lihat, Kyungsoo membawakanku apa" ujar Baekhyun, pamer.
"Cognac favoritmu Baek? dan.. Whoaaa.. kualitas X.O? Ini pasti mahal sekali.."
"Anii... yang terbaik itu kan Horsage bukan X.O"
"Maksudmu Hors D'age, Kyungsoo-ssi? Yaa.. memang itu yang terbaik. Tapi kalau untuk dilepas ke pasaran kualitas X.O itu yang terbaik, sedangkan Hors D'age hanya dikeluarkan pada acara-acara yang sangaaat penting, seperti acara kenegaraan. Bahkan di acara kenegaraan pun rata-rata masih memakai kualitas X.O" ujar Chanyeol, sedikit mengoreksi ucapan Kyungsoo.
"Ahh.. apapunm itu aku tidak peduli. Yang penting aku suka."
"Jika itu pilihanmu Baek, tapi jangan protes jika suatu saat aku menyediakan Cognac/Brandy dengan kualitas yang rendah untukmu."
"Kejam sekali kau Park Chachan. Untung kau dongsaeng kesayangan Minseok hyung. Kalau bukan sudah ku kecilkan ukuran telingamu itu."
"Apapun itu terserahmu Byunbaek. Aku pergi dulu, ne. Bye Byunbaek, Kyungsoo-ssi"
Chanyeol berjalan menuju arah pintu. Setelah pintu ditutup, Baekhyun langsung memberondong Kyungsoo dengan pertanyaan.
"Kyungie, kau menyukainya kan?"
"Nugu?"
"Chanyeollie.."
"T-t-tidaak hyung.."
"Haha.. kau tidak bisa membohongiku Kyungie. Dan tenang saja, Chanyeol bukan kekasihku. Dia itu sahabatku dari kecil."
"Ne hyung. Lalu, dia mau kemana itu?"
"Mau ke hotel lagi. Menemani Minseok hyung mengajari Sehun dan anak trainee flambee. Bersama Yixing juga. Dan aku tidak tau Yixing itu siapa."
"oh.. Yixing hyung? Dia pastry chef di hotel, Baekkie hyung."
"Mereka bertiga dekat?"
"Ne.. dekat sekali. Maklum, mereka kan bersekolah di tempat yang sama."
Baekhyun dan Kyungsoo melanjutkan pembicaraannya.
Sementara itu di Bern,
Luhan celingukan menunggu kehadiran seseorang. 15 menit sudah ia menunggu, tapi namja yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. 'Lee Seunghoon, kalau sampai 15 menit lagi kalian tidak datang juga, aku habisi kau.' pikir Luhan. Tidak lama kedua orang yang Luhan tunggu datang juga. Kedua namja itu menghampiri Luhan,
"Maaf ge, aku telat. Tadi ada latihan tambahan, jadi Youngbae hyung menungguku hingga selesai dulu."
"Ini Luhan-ssi? Aku Dong Youngbae, atau kalau di Presque Vu kau lebih mengenalku dengan nama Taeyang."
"Aku Luhan, orang yang menyuruh Seunghoon untuk memasukkan Jong- maksudku Kai ke crew dance anda."
"Tidak usah seformal itu Luhan-ssi. Dan ya, terima kasih telah menyuruh Seunghoon memasukkan Jongin. Presque Vu saat itu memang sedang butuh tambahan orang."
"Eung, Hyung.. Minseok hyung dan Dae-ie sudah tau kau yang merencanakan semua ini? Yaa.. kau tau, setelah kesalahan Kyungsoo yang menjadikan Jongin sebagai kambing hitam itu. Kau yang langsung menghubungiku untuk mengajak Jongin menari lagi. Kau juga yang memohon padaku untuk mencarikan Jongin jalan agar bisa masuk ke Presque Vu. Dan, untung saja saat itu aku sudah kenal Youngbae hyung."
"Kadang kau harus memperlihatkan kebaikanmu pada orang yang sudah kau sakiti Luhan-ah. Mau sampai kapan bersembunyi? Jika seperti ini terus, aku yakin pasti Kim bersaudara itu akan membencimu terus. Aku kenal Jongin, dan aku tau permasalahan kalian dari awal. Ya.. Jongin yang cerita. Dan tenang sajaa, aku tidak menceritakan rencana yang kau susun dengan Seunghoon itu. Jongin namja yang baik, ia mudah memaafkan dan ia sangat menyayangi kedua hyungnya. Jadi, saranku jangan pikirkan dulu bagaimana cara merebut hati Jongin kembali. Bagaimana kau mau merebut hati Jongin kalau Jongin saja masih membencimu. Yaaa... selain karena Jongin sekarang memiliki Taemin. Bersikap jujurlah di depan dua hyung Jongin. Jangan memakai topeng sadismu terus. Kadang seorang vilain dalam sebuah cerita pun memiliki titik lelahnya sendiri. Dan.. maaf kalau aku lancang."
"Aku setuju dengan Youngbae hyung."
"Terima kasih sarannya, Youngbae..Mmm, boleh kupanggil hyung?" Youngbae mengangguk.
Bagus ngga?Youngbae emang aku bikin rolenya kayak kebapakan gituu...
Gara-gara waktu itu aku baca komennya Daesung yang nyamaaan banget cerita ke Youngbae, soalnya dia emang bisa ngasih solusi buat Daesung..
