I KEEP YOUR PROMISE !

Disclaimer : : Sungmin milik Kyuhyun, Eunhyuk milik Donghae, Super junior milik ELF. Nah.. kalau FF abal ini milik saya yang pasti ^^

Summary : Kyuhyun kembali setelah 7 tahun meninggalkan Sungmin. Kembali membawa cinta pada Sungmin, tapi sayang yeoja itu salah paham tantang kepergiannya.

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Warning : Gs, Typo(s) everywhere, cerita pasaran

Pair : Kyumin and other..

.

.

.

Wanita paruh baya itu melangkah dengan perlahan memasuki kamar putranya. Heechul wanita paruh baya itu berjalan mendekati sebuah ranjang yang di tiduri oleh putra tercintanya dengan sang 'menantu' yang saling berpelukan. Ia menyelimuti dua sosok itu kemudian ia duduk di samping putranya.

"Aku yakin kalian sudah kembali bersama. Benarkan Kyunie?" tanyanya pada Kyuhyun yang pasti tidak mendengar pertanyaanya tadi.

Heechul memandang Sungmin, ia sangat berterima kasih pada 'menantu'nya itu karena sudah mencintai putranya dengan tulus. Pandanganya beralih pada Kyuhyun. Raut wajahnya berubah sendu ketika ia memandang wajah pucat Kyuhyun.

Ia teringat kembali pada incident penculikan Kyuhyun dulu. Karena kejadian itu membuat Kyuhyun memiliki trauma sampai ia dewasa. Heechul membelai rambut Kyuhyun dengan lembut, ia tidak ingin putra manjanya itu terbangun karena perbuatannya.

Flashback

Brakk

Pintu yang memang sudah rapuh itu terbuka. Namja yang sedang berdiri di pinggir kolam itu membalikan tubuhnya. Ia melihat sepasang suami istri di ambang pintu dengan wajah yang penuh kecemasan dan ketakutan luar biasa.

"Oh Hangeng-ah, Chullie-ah kalian datang. Aku pikir kalian tidak jadi berkunjung kemari" sapa namja itu pada sepasang suami istri yang saling menautkan tangan.

"Apa sebenarnya yang ada di otakmu itu eoh?" teriak Hangeng.

Namja itu tersenyum mengejek pada Hangeng. "Apa yang kalian bicarakan" ujar namja itu.

"Cukup katakan, apa yang kau inginkan dariku" Hangeng menatap namja itu dengan bengis. Heechul hanya diam sambil mengeratkan tanganya pada Hangeng, entah sudah berapa banyak air mata yang keluar dari kedua manik hitamnya.

"AKU HANYA INGIN MELIHAT KALIAN SENGARA SEPERTIKU. APA KALIAN MELUPAKAN APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN PADAKU?" teriak namja itu.

"Itu urusan kita berdua. Tidak dengan putraku" Hangeng mencoba menahan egonya untuk tidak langsung memukul namja di hadapanya itu.

"Kau sahabatku dan Hangeng. Kenapa kau tega melakukan semua ini pada kami. Ku mohon katakan dimana kau sembunyikan KyuhyunKu" Heechul memohon.

Namja itu menyeringai. "Lihatlah! Sekarang kalian yang memohon padaku. Aku menikmati ini" ujar namja itu.

"Menyerahlah" namja itu menaikan sebelah alisnya tidak mengerti dengan perkataan Hangeng. "Menyerahlah. Aku sudah memaafkanmu" ujar Hangeng pelan.

Namja itu membulatkan matanya ketika mengetahui maksud Hangeng. Ia membalikkan badan kemudian menelusuri tiap sudut ruangan. Senyum mengejeknya kembali terlihat di wajahnya ketika mengetahui semua anak buahnya telah tumbang dengan tangan yang sudah di borgol.

Ia tidak menyadari bahwa sejak tadi para polisi itu masuk dan menumbangkan semua anak buahnya ketika perhatiannya sepenuhnya pada Hangeng dan Heechul. Dan hebatnya polisi2 itu melakukan tanpa suara. Namja itu benar-benar sudah terkepung.

Namja itu berbalik kembali menghadap Hangeng. "Kau benar-benar hebat Hangeng-ah" puji namja itu. Dengan cepat namja itu merogoh saku celanya, mengambil sebuah pistol dan mengarahkannya pada Hangeng.

DORR

"Ahhkk.." pekik namja itu karena seorang polisi telah lebih dulu menembak tangannya sebelum namja itu menembak Hangeng. Polisi itu langsung memerangkap tubuh namja itu yang tengah meringis. Lebih dari 30 polisi berada di ruangan itu. Sebagian menangani para anak buah namja itu dan sebagian lagi menggeledah seluruh sudut ruangan.

Hangeng menggenggam kerah kemeja namja itu. "KATAKAN DIMANA PUTRAKU BRENGSEK" teriak Hangeng kalut. Putranya bahkan belum genap berumur 6 tahun.

Namja itu menatap Hangeng dengan tatapan mengejek. "Tabung oksigen itu hanya untuk satu jam" namja itu menghentikan ucapanya kemudian tampak berpikir sambil melihat pada jam tangan yang Hangeng pakai. "Dan putramu sudah memakai tabung itu selama 57 menit" ujar namja itu.

BUGGHH

"KAU MEMANG BRENGSEK. DIMANA KAU SEMBUNYIKAN KYUHYUN" Hangeng sudah tidak bisa menahan amarahnya ia memukul muka namja itu sangat keras.

"Tuan Cho" Hengeng dan Heechul mendongak dan melihat pada salah satu polisi yang memangilnya sedangkan 2 orang polisi yang lainnya sedang berusaha mengangkat beberapa kayu yang menutupi sebuah kolam.

Hangeng dan Heechul berlari menghampiri kolam yang sudah tidak di tutupi oleh kayu. Heechul terduduk lemas di pinggir kolam ketika dengan jelas ia melihat bayangan seorang anak kecil yang tenggelam dalam kolam itu. Air mata semakin deras membasahi pipinya.

Hangeng langsung masuk dalam air. Sakit yang Hangeng rasakan ketika melihat keadaan putranya yang tak sadarkan diri dengan tangan terikat dan terbelit rantai pemberat dalam kolam. Hangeng terbelak melihat pemandangan di hadapanya. Tepat pada kaca yang menjadi pembatas kolam itu. Hangeng benar tidak bisa membayangkan bagaimana ketakutan yang putranya alami. Ia memegang wajah putranya dalam air. Sungguh ia merasa gagal menjadi orang tua.

Hangeng terus memberi nafas buatan pada Kyuhyun dalam air karena tabung oksigen yang di gunakan Kyuhyun telah habis. 2 polisi sedang berusaha membuka rantai besi yang mengikat tubuh Kyuhyun dengan pemberat. Heechul tak henti-hentinya berdoa semoga buah hatinya selamat.

Flashback end

Heechul mengusap air matanya yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya. Ia mencium kening putranya.

"Sudah 14 tahun. Sebentar lagi ia akan bebas. Hannie cepat pulang, aku takut" lirih Heechul. Ia memandang wajah putranya yang terlelap.

"Umma mencintaimu. Kyunie" ujarnya lagi.

.

.

Chapter 9

.

.

Sungmin membuka matanya karena merasa tergangu dengan pergerakan di sampingnya. Sungmin kaget dan langsung terlonjak bangun ketika melihat Kyuhyun bergerak gelisah dalam tidurnya dengan keringat dingin membasahi wajah dan tubuhnya.

"Kyu bangun" Sungmin mengelap keringat di wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya kemudian menepuk pelan pipi Kyuhyun berusaha agar kekasihnya itu terbangun.

"A..andwae... hahh.." Kyuhyun menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri.

"Kyu bangun, jangan buat aku takut" lirih Sungmin. Ia sungguh tidak kuat melihat Kyuhyunnya menderita seperti ini.

Sungmin kembali teringat ketika ia baru pertama mengetahui Kyuhyun seperti ini. Ia, Eunhyuk dan beberapa kawan yang lainnya berencana memberi kejutan untuk Kyuhyun yang sedang berulang tahun. Donghae sedang menghadap guru jadi dia tidak mengetahui apa yang Sungmin cs rencanakan. Sungmin cs menutup mata Kyuhyun dengan air dan membawa namja itu ke kolam renang di sekolah. Mereka menyeburkan Kyuhyun dan tertawa. Tawa mereka sirna ketika melihat Kyuhyun mengambang. Melihat itu Sungmin diam dan tersadar ketika Donghae tahu-tahu sudah menyeburkan tubuhnya dan membawa Kyuhyun keluar dari air.

Semua orang panik melihat Kyuhyun begitu pucat. Sungmin memegang tangan Kyuhyun dengan gemetar. Tak lama ambulance datang. 4 hari Kyuhyun tidak sadarkan diri. Selama itu Sungmin terus berada di samping namjachingunya itu.

Sungmin mengusap air matanya yang sudah mengalir. Suhu tubuh Kyuhyun masih tetap panas. Apakah Yesung memberi obat yang salah pikir Sungmin. "uhuk..uhuk.. hahah.." Kyuhyun terlihat kesusahan untuk menghirup oksigen.

"Kyu.. jebal buka matamu hiks.." Sungmin memegang wajah Kyuhyun. Ia menempelkan dahinya pada dahi Kyuhyun. Sungmin mengusap pelipis Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mungkin dengan itu, Kyuhyun bisa merasakan jika Kyuhyun tidak sendiri dan membuka matanya.

"Kyu~"

Kyuhyun tersentak dan langsung membuka matanya pandangan namja itu kosong. Sungmin menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun.

"Kyu~ " panggil Sungmin.

Seakan tersadar. Kyuhyun bisa merasakan sapasang tangan lentik yang bertengger di wajahnya. Kemudian namja berkulit pucat itu mengalihkan pandangannya kesamping.

"Waeyo?" tanya Kyuhyun bingung melihat Sungmin memandanganya dengan wajah cemas.

Sungmin memeluk Kyuhyun ketika kekasihnya itu memberi respon. "Kau membuatku takut" kata Sungmin.

"Memangnya apa yang ku lakukan padamu? Apa aku menyakitimu ketika aku tidur?" tanya Kyuhyun sambil melepas pelukan Sungmin.

Sungmin menggeleng. Ia kembali mengelap keringat di dahi Kyuhyun dan pelipis namja itu dengan tangannya. Kyuhyun tersenyum menikmati apa yang kekasihnya itu lakukan padanya. "Kau mengigau. Aku berusaha membangunkanmu tapi kau tidak bangun-bangun"

Senyum Kyuhyun langsung pudar ketika mendengar penjelasan Sungmin. Separah itukah ia mengigau sampai membuat Sungmin takut. "Dalam mimpiku. Aku berada dalam keadaan sama seperti waktu aku kecil. Terikat dalam kolam aku masih mengingat dengan jelas tatapan lapar dari hewan-hewan itu" Kyuhyun menatap Sungmin.

"Maaf. Kau pasti malu bukan?"

"Malu kenapa?" tanya Sungmin bingung.

"Karena kekasihmu namja yang lemah"

Sungmin menggeleng. "Kau bukan namja yang lemah"

"Jangan berbohong, katakan saja jika aku memang namja lemah" ujar Kyuhyun dengan wajah cemberut.

Sungmin menghembuskan nafasnya dengan kasar. Apa benar namja di hadapannya ini adalah namja dewasa? Kyuhyun bangun, mendudukan dirinya mengadap Sungmin sambil melipat kedua tangannya didada. "Ya! Kenapa kau mengatakan seperti itu"

"Kau sendiri yang bilang 'katakan saja jika aku memang namja lemah'" Sungmin merasa kesal karena merasa di pojokkan.

"Issh kau tidak sensitive. Aku bilang seperti itu agar kau menghiburku, menguatkanku dan mengatakan jika aku bukan namja yang lemah"

"Aku sudah bilang dari awal jika kau bukan namja lemah. Kau malah terus berkata jika kau namja lemah"

"Tapi kau mengatakannya dengan ragu" tuduh Kyuhyun.

"Aku tidak ragu padamu"

"Benarkah. Bukankah kau sempat ragu dengan janjiku padamu untuk tidak mening.. Arrghh... Min kau nakal" teriak Kyuhyun kaget karena Sungmin menggigit pipinya. Terlihat warna merah keunguan di pipi namja itu.

"Jangan ungkit lagi masalah itu" lirih Sungmin.

"Kenapa kau menggigit pipiku bukan bibirku" Kyuhyun berkata dengan polos. Ia belum menyadari kedua foxy eyes yeoja di hadapannya itu sudah berkaca-kaca.

"Kau menyebalkan" teriak Sungmin. Kyuhyun dengan jelas bisa melihat air bening itu meluncur begitu saja dari pelupuk mata Sungmin. Terlihat rasa sedih dan menyesal dari manik hitam yeoja mungil itu.

"Kau mau kemana?" Kyuhyun mencekal tangan Sungmin ketika yeoja itu beranjak dari duduknya.

"Aku akan pergi.." Kyuhyun memotong kalimat Sungmin sebelum yeoja itu menyelesaikan kalimatnya.

"Hajima. Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Jangan tinggalkan aku" ujar Kyuhyun penuh penyesalan. Ia benar sudah keterlaluan ia sadar itu. Dan Kyuhyun tidak mau Sungmin pergi. Hei! Bahkan ini belum satu hari mereka kembali menjadi sepasang kekasih.

Sungmin membalikkan badanya menghadap Kyuhyun. Ia bisa dengan jelas tatapan memohon dari kekasihnya itu. "Kau B.E.R.L.E.B.I.H.A.N aku tidak akan pergi kemana-mana. Lagian aku hanya pergi kedapur dan membawa air hangat untuk mengkompresmu"

CUP

Kyuhyun langsung mematung ketika Sungmin mencium pipi yang berwarna keunguan hasil gigitan kelinci manisnya. Sungmin tersenyum ketika melihat ekspresi Kyuhyun yang terdiam dengan mata membulat sempurna. Merasa wajahnya memanas dan ia yakin mukanya sudah memerah Sungmin langsung berlari keluar dari kamar Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dengan tampang bodoh sambil memegang pipi kirinya yang sudah di gigit sekaligus di cium oleh Sungmin. "Aku tidak sabar membuatmu menjadi istriku. Ahhh aku jadi malu hahahah" Kyuhyun berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut. Ayolah bahkan kalian sudah berciuman ketika mengatakan perasaan masing-masing.

.

.

Pintu kayu itu dengan perlahan terbuka. Sosok itu masuk dan berjalan perlahan menuju seorang wanita paruh baya yang sedang berbaring menyamping. Kamar itu hanya di terangi oleh lampu yang berada di nakas.

"Umma~" panggil sosok itu pada Heechul yang masih menutup matanya. Terlihat gurat lelah dari wajah wanita itu.

"Umma~ Umma bangun.." sosok itu berbisik sambil menggoyangkan tubuh Ummanya itu.

Heechul menggurutu ketika sebuah suara terus saja memanggilnya. Dengan terpakasa Heechul membuka matanya perlahan. Setalah nyawanya telah terkumpul semua ia bangun dan bersandar di kepala ranjang.

"Kyunie? Apa yang kau lakukan disini?" sosok yang di panggil Kyunie itu hanya tersenyum lebar menampakan gigi putihnya. "Umma" Kyuhyun mengulum bibirnya berusaha membulatkan tegad. Ok lanjutkan.

"Emm"

"Aku izin pergi"

Tidak biasanya Kyuhyun meminta izin padanya. Heechul menatap Kyuhyun heran, ia lalu beranjak dan membuka tirai tidak tampak sinar matahari. "Bahkan matahari belum terbit, tidak boleh. lagipula kau masih sakit"

"Ani aku sudah sembuh" elak Kyuhyun, ucapan Heechul memang benar. Kyuhyun akui ia belum sembuh. Heechul menghampiri Kyuhyun dan menempelkan tangannya di dahi lebar putra tampannya itu.

"tuh kau masih demam. Eoh? Kenapa dengan pipimu?" Heechul melepas tangannya beralih mengusap warna keunguan di pipi Kyuhyun.

"Umma aku bukan anak kecil lagi" Kyuhyun cemberut tanpa menjawa penyebab pipinya menjadi keunguan.

"Baiklah terserah dirimu saja" Heechul berniat berbaring dan akan tidur lagi. Tapi sang putra ternyata masih ada yang ingin di sampaikan.

"Umma" panggil Kyuhyun sambil memijat kaki Heechul bergantian.

"Waeyo too" geram Heechul.

"Eumm. Boleh Sungmin jadi assisten ku lagi ya" ujar Kyuhyun dengan wajah cerah. Ia masih memijat kaki sang cinderella.

Heechul mengerut dahi. Ia menatap sang putra, meneliti gerak-gerik dari namja tampan itu. Heechul bisa mengetahui apa yang terjadi antara Kyuhyun dan Sungmin semalam. Hei! Ia pernah muda juga. "Tidak bisa" putus Heechul dalam hati wanita paruh baya itu menyeringai.

"Kenapa" tanya Kyuhyun sambil merengut.

"Kau pikir aku tidak tahu apa yang terjadi semalam anatara kalian eoh? Kalian pasti sudah kembali bersama bukan? Dari pada menjadi assistenmu kenapa kau tidak menjadikan sungmin menantuku eoh? "

"Umma benar kami kembali menjadi sepasang kekasih. Maka dari itu biarkan sungmin jadi assistenku lagi ne"

"Dan kau bisa leluasa memeluknya, menciumnya dan kalian.. Wahhh dimana pikiranmu Kyu?" Heechul geleng-geleng kepala sampai ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya yang terakhir.

"Walaupun aku selalu bernafsu melihat sungmin. Tapi aku tidak akan merusak sungmin karena nafsuku itu. Aku bisa menahan diri. Ck dangkal sekali pikiran umma tentangku. Aku tahu aku mesum. Aku juga dapat sifat itu dari umma"

"Yah! Umma beda lagi. Umma kan punya appa. Jadi jika berbuat mesum juga Umma lakukan dengan appamu" Heechul membela diri.

"Aku juga punya Sungmin"

"Tapi kalian belum menikah. Tidak seperti umma yang bebas melakukannn apa saja hahah. Awas saja kau melakukan hal yang tidak-tidak. Umma akan menggantungmu"

"Sorry aku juga tidak mau melakukan itu sebelum sungmin sah menjadi istriku. Ya! Kalau pegangan tangan, pelukan dan ciuman, masih wajar. Jadi umma bagaimana?"

"Apanya?"

"Sungmin jadi assistenku"

"Tetap tidak bisa"

"Kalau begitu izinkan sungmin bersamaku satu minggu"

Heechul mengangukan kepalanya sekarang ia mengerti maksud sang putra tercinta. "Jadi itu maksud sebenarnya Kyunie eoh? Kau tahu Umma tiidak akan membiarkan Sungmin menjadi assistenmu jadi kau bicara berputar-putar. Bilang saja dari awal jika kau ingin mengajak Sungmin kencan. Ckck modus sekali. Keurom, 1 hari"

"5 hari, eotte?" tawar Kyuhyun

"7 jam"

"3 hari"

"5 jam"

"Umma 3 hari ne. Jebal" mohon Kyuhyun dengan menunjukan puppy eyes andalanya yang di pelajari dari sang Bunny.

Heechul menggeleng, "1 jam" Heechul memberi penawaran terakhir untuk Kyuhyun.

"Arrra arra. 1 hari. Pelit" cibir Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya.

"Kalau begitu tidak jadi" ancam Heechul ketika mendengar cibiran Kyuhyun.

"Ani-ani. Umma baik deh saranghae" ujar Kyuhyun sambil membentuk simbol love dengan tangannya yang disatukan.

"Hmm.. cepat pijit lagi" titah Heechul.

"Mianhae Umma. Putra tampanmu harus pergi kencan"

CUP

Kyuhyun mencium pipi Heechul kemudian langsung lari keluar kamar Ummanya dengan wajah bersinar, bahkan sinarnya mengalahkan sinar matahari.

.

"Eotte?" tanya Sungmin yang melihat Kyuhyun keluar dari kamar Ummanya dengan wajah berseri.

Sejak Kyuhyun terbangun karena mengigau. Baik Sungmin dan Kyuhyun mereka tidak tidur kembali. di kamar Kyuhyun mereka menghabiskan waktu dengan tidur bersama, saling berpegangan tangan dan menikmati acara nostalgia mereka. Sampai Kyuhyun tiba-tiba terlonjak membuat Sungmin kaget. Dan berakhir dengan Sungmin menunggu Kyuhyun seperti ini.

"Cinderella mengizinkan. Cha kita harus bersiap" Kyuhyun menarik tangan Sungmin.

Sungmin menahan tangan Kyuhyun yang menariknya. "Memangnya kita mau kemana? Ini baru jam 3 pagi Kyu dan demammu belum turun juga"

Kyuhyun menoleh pada Sungmin, ia tersenyum manis pada yeoja mungil itu. "Aku sudah bilang kita akan pergi kencan hari ini. Dan jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Sekarang ayo"

"Keundae.."

CUP

Sungmin membelakkan matanya ketika Kyuhyun mencium bibirnya sekilas. Kyuhyun tersenyum puas melihat ekspresi Sungmin yang sangat menggemaskan. "Aku tidak mau mendengar protes. Kau hanya perlu bersiap, jangan pakai rok pakai celana saja. Dan buatlah beberapa makanan untuk kita sarapan nanti. Kita picnic. Kajja"

Sungmin hanya bisa menunduk berusaha menyembunyika rona merah di pipinya. Dia benar-benar mencintai namja yang sedang menggengam tangannya saat ini.

.

.

.

Sepasang kekasih itu berjalan beriringan. Tangan mereka saling bertaut menyalurkan kehangatan untuk pasangan masing-masing. Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya ia menoleh melihat wajah sang kekasih yang sedang menatapnya dengan senyum manis yang di tunjukan hanya untuknya.

Sungmin terlihat sederhana, ia memakai blazer berwarna biru muda dengan kaos putih. karena Kyuhyun melarangnya memakai rok jadilah Sungmin memekai celana jins dengan sepasang sepatu kets. Sedangkan Kyuhyun tampak begitu mempesona, namja berkulit pucat itu memakai T-shit berwarna sama dengan Sungmin putih, blazer warna coklat, celana jins dan sepasang snakers. (bayangi Kyupil di Foresight ep. 12)

Kyuhyun membawa Sungmin untuk duduk ketika ia melihat sebuah pohon. Kyuhyun duduk dan bersandar pada pohon itu dan Sungmin mengikuti.

"Dingin?"

Sungmin yang sedang memandang lurus kedepan seketika menoleh. "Eum. Sedikit" Sungmin akui ia sedikit merasa dingin. Ini masih pukul 5.12 pagi.

"Kemari" Sungmin langsung tersenyum. Ia pun menggeser tubuhnya sehingga posisinya berada di hadapan Kyuhyun. Kemudian ia menyadarkan tubuhnya di dada bidang Kyuhyun.

"Eotte?" tanya Kyuhyun sambil melingkarkan tangannya di perut datar Sungmin. Posisi mereka saat ini benar-benar membuat siapa saja yang melihat merasa iri. Sungmin yang menyadarkan tubuhnya di dada Kyuhyun dan Kyuhyun memeluk tubuh mungil Sungmin dari belakang. Sumpah aku juga mau ^^, ma Bang Kyu boleh ma Ming Oke kedua-duanya apalagi. Abaikan.

"Lebih baik" gumam Sungmin.

"Bilang saja kau ingin di peluk olehku" Sungmin langsung menatap wajah Kyuhyun dan mendeathglare sang kekasih. Suasana sudah sangat romantis. "Arra. Arra aku bercanda" ujar Kyuhyun sedikit cengengesan. Seketika wajah garang Sungmin kembali melembut, ia pun menyandarkan tubuhnya lagi.

Apakah kalian berpikir mereka berada di sebuah taman saat ini? Tapi maaf membuat kecewa. Pasangan yang membahana ini sedang berada di pesisir pantai.

Tak ada pembicaraan setelah itu. Mereka hanya diam menikmati kehangatan dari pelukan yang mereka ciptakan. Kyuhyun mengeratkan pelukannya sambil memejamkan mata, kepalanya ia sandarkan dengan kepala Sungmin.

"Kyu" panggil Sungmin.

"Eumm" jawab Kyuhyun masih memejamkan matanya.

"Buka matamu" ujar Sungmin. Kyuhyun membuka matanya dan menatap Sungmin yang tersenyum. Sungmin mengintruksikan Kyuhyun untuk melihat pemandangan di hadapan mereka dengan dagunya.

Bias-bias cahaya perlahan terlihat dari laut nan jauh disana. Dengan perlahan matahari menampakkan dirinya. Memperlihatkan keindahanya pada setiap makhluk hidup didunia ini.

"Indahnya" kagum Sungmin.

Ini pengalam pertamanya melihat matahari terbit di pesisir pantai. Selama ini ia hanya melihat dalam tayangan televisi. Ia tidak menyangka melihat matahari terbit secara langsung begitu menakjubkan. Di tambah dengan seseorang yang ia cintai. Lain kali Sungmin akan memaksa Kyuhyun untuk mengajaknya melihat matahari terbenam.

"kau suka" tanya Kyuhyun. Ia mencium pelipis Sungmin. Sungmin menganguk. Yeoja dalam pelukannya itu tak henti-hentinya berdecak kagum dengan apa yang mereka lihat saat ini.

"Hangat" kata Sungmin ketika sinar matahari itu menerpa kulitnya.

"Hangatan mana dengan pelukanku?" tanya Kyuhyun sambil mencium pipi chubby Sungmin.

"mmmm" Sungmin memasang ekspresi yang sedang berpikir dengan mengembungkan pipinya sambil mengerucutkan bibirnya. Menepuk-nepuk bibirnya dengan jari telunjuk.

Kyuhyun langsung cemburu dengan wajah yang malas karena tidak kunjung mendapat jawaban akan pertanyaan yang ia berikan pada yeoja mungil itu."Tetttttttt waktu habis. Jawab pertanyaan mudah saja sangat lama" dengus Kyuhyun. Sungmin terkekeh melihat Kyuhyun yang kesal seperti itu.

Cup

"Serapan sekarang?" tanyanya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk masih dalam keadaan autis karena ia mendapatkan cium tiba-tiba dari Sungmin di pipinya.

Sungmin kemudian membuka kotak makanan yang sudah ia persiapkan. 4 buah sendwich dan 2 botol susu. Kyuhyun membuka mulutnya menyuruh Sungmin untuk menyuapinya. Pagi yang begitu berkesan untuk kembali membangun moment-moment indah hubungan mereka.

"Um.. lihat apa yang kau lakukan" ketika bercanda tidak sengaja Sungmin menyenggol tangan Kyuhyun. Ketika namja itu akan meminum susu dan alhasil susu terciprat ke wajah Kyuhyun dan dagu.

"Aigoo. Adik kecil lain kali makan yang benar ne" goda Sungmin menahan senyum sambil membersihkan wajah Kyuhyun dengan tissu.

Cup

Kyuhyun tidak bisa menahan lagi. Bahkan ia tidak menghiraukan ketika Sungmin mengatainya dengan adik kecil. Wajah Sungmin begitu dekat dengannya di tambah suasana yang mendukung dengan perlahan Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir Sungmin.

Mengulum bibir atas dan bawah bergantian berganti dengan saling berpagut. Kedua mata mereka terpejam. Gemuruh suara ombah, kicauan burung dan debaran jantung mereka seperti iringan yang membuat mereka semakin terhanyut dalam sebuah ciuman hangat.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Sungmin. Terdengar dengan jelas deru nafas keduanya menghirup oksigen setelah ciuman panjang mereka terlepas. Sungmin menatap manik hitam Kyuhyun ketika lelaki itu memegang wajahnya.

Sungmin merasa berdesir hatinya ketika melihat Kyuhyun tersenyum lembut padanya. Sungmin memejamkan matanya ketika Kyuhyun mencium keningnya lama kemudiam memeluk tubuh kecilnya.

"Saranghae"

"Nado saranghae Kyunie"

.

.

.

"AKKHHH Yesung bodoh.. bisakah kau menyuntikku dengan perlahan.. hiks.. ini PEGAL ASAL KAU TAHU SAJA DOKTER GADUNGANNN" teriak Kyuhyun.

Karena demam Kyuhyun belum juga turun. Sungmin memaksa Kyuhyun untuk ke rumah sakit. Yesung juga sudah bilang jika demam Kyuhyun belum turun, Evil itu harus menghadap (?) nya kembali. dan disinilah mereka. Ruangan Yesung.

"Aku punya ijazah, piagam dan sertifikat yang menyatakan jika aku seorang dokter. Hanya dokter tidak pakai gadungan" Yesung membenarkan lagi celana Kyuhyun. "Uljima. Adik kecil mau permen" kata Yesung menirukan Sungmin kemarin.

"Diam kau" teriak Kyuhyun kesal. Sungmin hanya terkekeh dari tadi menyaksikan pertikaian antara Kyuhyun dan Yesung. "Jahat sekali kau menertawakanku sampai seperti itu" Kyuhyun merengut sebal ketika melihat Sungmin yang di sampingnya tertawa dengan penuh kebahagian.

"Siapa yang menertawakanmu? Aigooo kau menggemaskan sekali" Sungmin mencubit pelan kedua pipi Kyuhyun gemas.

"Min hentikan" ujar Kyuhyun sedikit meringis.

Drrtt drrrrt

Sungmin melihat ponsel Kyuhyun yang ia pegang bergetar dan menyerahkannya pada sang pemilik. "Ada yang menelpon" kata Sungmin.

"Nuguya?" Kyuhyun mengambil ponselnya.

Mokpo calling

Pip

"Apa?"

"Kau dimana?"

"Kepala besar, Yesung bodoh, kura-kura lambat" celetuk Kyuhyun sambil mendaethglare Yesung.

"Bicara langsung di hadapan orangnya" cibir Yesung.

"Kau menangis?" tanya Donghae ketika mendengar suara Kyuhyun yang sedikit parau.

"TIDAK" teriak Kyuhyun.

"Wowowo. Santai. Ahjumma bilang kau dan Sungmin Noona sudah menjadi sepasang kekasih lagi. Benarkah itu?"

"Eoh benar. lalu?"

"Couple date"

"Couple date?" ulang Kyuhyun sambil menatap Sungmin.

"Aku dengan Hyukki. Kau dengan Sungmin Noona. Eotte, eotte, eotte?"

Kyuhyun tampak berpikir sebentar. "Tidak buruk. Tapi tidak sekarang"

"Wae?"

Kyuhyun tersenyum penuh arti pada Sungmin. "Aku akan berkunjung ke rumah mertuaku dulu" Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin.

CUP

Blush

Sungmin menundukkan kepalanya ketika mendengar ucapan Kyuhyun dan kekasihnya itu mencium pipinya. Sungmin sangat malu disini masih ada Yesung bukan. "Nanti aku akan hubungi lagi" ujar Kyuhyun mengakhiri sambungan telepon.

Pip

.

.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Sungguh ia merasa sebal dengan kakak sepupunya yang sedari tadi memegang blezer yang ia pakai. Dan mengikutinya seperti anak kecil.

"Hyung lepas" Kyuhyun berusaha melepas tangan sepupunya itu yang memegang blezernya.

"Aku tidak akan melepaskan sebelum kau menghubunginya" ujar Yesung.

Kyumin dan Yesung berada di parkiran rumah sakit sekarang. Ketika mendengar kata Couple Date. Yesung langsung meminta Kyuhyun untuk mengajaknya dan menghubungi Ryeowook untuk ikut andil.

"Kyu turuti saja apa maunya" usul Sungmin. Ia tidak habis pikir tentang Yesung. Namja yang masih memakai jas putih dokternya itu memegang blazer Kyuhyun sambil merengek dari ruangannya sampai keparkiran.

Bisa dibayangkan. Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka ketika melewati koridor rumah sakit. Antara Donghae dan Yesung, Sungmin memilih Yesung sebagai sepupu Kyuhyun yang aneh setingkat lebih atas dari Donghae dan lebih parah.

"Baiklah. Nanti aku akan menghubungi Wookie Noona untuk ikut. Sekarang lepaskan" titah Kyuhyun. Yesung tersenyum lebar. Ia kemudian melepas blazer Kyuhyun.

"Kenapa tidak dari tadi. Ah! Wookie-ah tunggu aku" ujar Yesung dan tanpa berkata apa-apa lagi. Dokter itu kembali masuk ke rumah sakit. Kyuhyun hanya menggeleng tidak percaya.

.

.

.

Tok tok tok

Sungmin mengetuk pintu rumahnya. Sebenarnya tanpa mengetuk juga ia bisa langsung masuk. Sungmin hanya ingin memberi sedikit kejutan. Ini pertama kalianya Sungmin berkunjung ke rumahnya lagi setelah bekerja dan tinggal di rumah Kyuhyun.

Sungmin tersenyum pada Kyuhyun yang berada di sebelahnya. Tak berapa lama kemudian pintu itu terbuka.

CEKLEK

"Sungjinnn.." teriak Sungmin girang. Jika bertemu, Sungmin dan Sungjin selalu bertengkar tapi tetap saja, ia merindukan saat-saat itu bersama adiknya.

Sungjin membuka pintu hanya sedikit. Setelah ia melihat siapa yang berada dihadapannya, namja remaja itu tertegun sebentar. "Oh? Siapa yang mengetuk pintu? Eumm.. lebih baik aku tutup lagi saja" ujarnya.

"YAH! LEE SUNGJIN" Sungmin berteriak dan menahan pintu ketika adiknya hendak menutup. "Kau tidak merindukanku?" Sungmin cemberut memasang ekspresi kecewa.

"Eoh? Sungmin Noona kapan kau sampai"

"Tidak lucu" kata Sungmin kesal. Sungjin hanya terkekeh.

'Aku merindukanmu Noona' batin Sungjin.

Sungjin ingin mengatakan itu, tapi ia malu untuk mengungkapkannya. Sungmin pasti menertawakannya. Jadi namja yang duduk di bangku kuliah itu hanya menyimpan di hatinya saja.

"KYUHYUN HYUNG" pekik Sungjin antusias setelah ia tahu siapa orang yang berada disamping kakak perempuannya. Kyuhyun tidak terlihat oleh daun pintu tadi sehingga Sungjin baru menyadari ketika ia membuka pintu dengan lebar.

"Annyeong Sungjin-ah" Sungjin langsung memeluk 'kakak ipar' nya itu.

"Wah. Bagaimana kabar Hyung?" tanya Sungjin ketika ia melepas pelukannya pada sang 'kakak ipar'.

Kyuhyun tersenyum. "Seperti yang kau lihat" ujar Kyuhyun sambil merentangkan kedua tangannya. "Aboji eodiesseyo?" tanya Kyuhyun sambil mengandahkan kepalanya.

"APPA..APPA KEMARI COBA LIHAT SIAPA YANG DATANG" teriak Sungjin.

Kangin yang sedang menonton tv menghentikan kegiatannya itu dan beranjak menuju pintu masuk rumahnya ketika mendengar sang putra bungsu memanggilnya. Sungmin yang melihat ayahnya muncul langsung berlari dan memeluk ayahnya yang sudah ia rindukan.

"APPA.." Kangin tersenyum dan membalas pelukan putrinya.

"Appa merindukanmu" kata Kangin sambil melepas pelukan hangatnya pada sang putri.

"Appa coba lihat siapa yang ikut denganku" Sungmin menyeret Kangin untuk mengikutinya melihat siapa orang yang sedang berbincang dengan Sungjin di ambang pintu.

"WAH.. Mesum kau kemari?" pekik Kangin ketika melihat Kyuhyun.

"Annyeong Aboji" Kyuhyun membungkukkan badannya. Kyuhyun menghampiri Kangin dan memeluk namja paruh baya itu.

Kangin menepuk punggung Kyuhyun. "Yah! Kau sekarang bertambah tinggi, tampan dan gagah. Aku tidak ragu padamu" puji Kangin.

"Ah! Aboji bisa saja. Aku jadi malu hahah" Kyuhyun terkekeh sedikit tidak rela juga ketika Kangin terus memanggilnya dengan nama Mesum.

Waktu itu keadaan rumah sedang sepi. Ketika Kangin baru pulang setelah mengajar. Di ruang tv ia dengan jelas melihat putrinya dan Kyuhyun sedang berciuman. Wah! Anak muda zaman sekarang sudah berani melakukan hal seintim itu. sejak itu Kangin selalu memanggil Kyuhyun mesum.

Kangin merangkul Sungjin dan Kyuhyun. "Kajja kita masuk kedalam" 3 namja beda usia itu beriringan masuk kedalam rumah.

"Kalian melupakanku" ujar Sungmin agak keras. Ia sedari tadi sudah kesal karena ke tiga namja yang ia kasihi ternyata mengacuhkannya jika mereka sudah bersama. Sungmin sudah menekuk wajahnya berlipat-lipat.

Ketiga namja itu berhenti melangkah dan menoleh pada Sungmin. Kangin, Sungjin dan Kyuhyun saling berpandangan. "Sungjin-ah, Mesum kalian mendengar sesuatu?" tanya Kangin. "Ani. Kau Hyung?" tanya Sungjin pada Kyuhyun.

"Aku juga tidak dengar apa-apa" ucap Kyuhyun datar.

Kanin mengangkat bahunya. "Sudahlah. Ayo"

Sungmin mendengus. "Iss kalian menyebalkan" Sungmin menghentakkan kakinya kesal. Ia melepas rangkulan Ayahnya pada Kyuhyun menubruk sedikit tubuh tegap kekasihnya kemudian menggerutu sambil berjalan mendahului ketika namja yang terkekeh pelan melihat tingkah lakunya.

.

"Aish menyebalkan" ujar Sungmin ketika juice yang ia tuangkan meluper kemana-mana.

"Yah. Waegurae? Lihat! Juicenya tumbah. Kau ini menuangkan juice saja tidak bisa" Jung Soo mengambil lap dan membersihkan tumpahan juice di meja makan.

"Ihh! Umma aku kesal. Mereka mengacuhkanku" adu Sungmin. Dengan dagunya Sungmin menunju ketiga namja yang sedang ayik berbincang dan tertawa sambil melihat acara sepak bola di hadapan mereka.

"Kau kira hanya kau saja. Umma juga di acuhkan oleh mereka" Jung Soo menatap lekat pada Kyuhyun yang duduk di sofa samping Kangin. "Minnie-ah?" panggil Jung Soo.

"Eummm.." sungmin berdehem sambil meletakkan gelas berisi juice ke nampan.

"Umma yang tidak menyadari atau memang Kyuhyun sudah tampan dan gagah dari dulu. Yah! Umma tidak menyangka ada namja tampan dan gagah melebihi Appamu. Dan namja itu menantuku sendiri kekek" Jung Soo terkekeh. Ia bisa bayangkan jika Kyuhyun sudah resmi jadi menantunya. Keluarga dan temannya pasti iri karena ia memiliki menantu yang sangat sempurna. Ah! Indahnya hidup pikir Jung Soo.

Blush

"Mukamu memerah. Hayooo.." goda Jung Soo ketika melihat wajah putrinya memerah.

"Apa?" tanya Sungmin sedatar mungkin dan pura-pura tidak tahu apa maksud dari Ummanya itu.

"Kau sudah tidak sabar untuk dilamarnya kan? Mengaku saja" Jung Soo menaik turunkan kedua alisnya sambil mengadukan lengannya dengan lengan Sungmin.

"Ani.. sudahlah aku akan mengantar ini dulu" Sungmin langsung mengangkat nampan dan beranjak meninggalkan Ummanya yang sedang menertawainya.

'Dasar. Lain dimulut lain dihati' batin Jung Soo.

Sungmin meletakkan juice di meja ruang tv. Sungmin duduk di sofa single. Kyuhyun dan Kangin duduk berdua di sofa panjang sedangkan Sungjin duduk di lantai.

"Kyunie" panggil Sungmin manja.

"Hmm"

Sungmin berdecak dalam hati. Ia ingin berduaan dengan Kyuhyun. Apa lelaki itu tidak menyadarinya eoh. Kyuhyun malah focus dengan acara sepak bola yang sedang di tonton.

'Dasar namja tidak peka' batin Sungmin.

"Tsk. Appa tidak keluar?" tanya Sungmin.

"Untuk apa keluar" jawab Kangin tanpa melihat Sungmin. "Ya jalan-jalan mungkin" ujar Sungmin.

"Tidak"

Sungmin melihat Appanya dengan wajah cemberut. Yeoja manis itu menatap sang adik mungkin adiknya bisa mengerti jika saat ini Sungmin ingin berduaan dengan Kyuhyun. "Sungjin-ah"

"Tidak" Sungjin langsung menolak sebelum kakak perempuannya itu menyampaikan ucapannya.

"Aku bahkan belum berkata apa-apa" Sungmin menundukan kepalanya. Oke ini yang terakhir, jika Kyuhyun masih tidak bisa mengalihkan pandanganya dari layar tv. Ia akan langsung melesat kekamarnya dan tidur.

"Kyunie~" panggil Sungmin sedikit manja.

"Hmm"

Sungmin merengut. Ia berdiri dan langsung melesat kelantai dua menuju kamarnya. Kyuhyun hanya bisa menatap punggung Sungmin dengan pandangan sulit diartikan.

.

Tok tok

Ceklek

"Apa?" tanya Sungmin ketus ketika melihat Sungjin menyembulkan kepalanya. Niatnya untuk tidur tidak jadi karena ia malah sibuk berkirim pesan dengan Eunhyuk dan Ryeowook. Dan lagi ini baru jam 10 pagi.

"Noona tidak akan kemana-mana bukan?"

"Memangnya kenapa? aku sudah punya janji jam 3 sore nanti"

Sungjin manggut-manggut. "Appa dan Umma akan pergi menemui teman mereka. Aku juga akan pergi. Kau jangan melakukan hal yang tidak –tidak dengan Kyuhyun Hyung arra"

"Kau pikir aku wanita gatel gitu?"

"Hampir mendekati" Sungjin langsung menutup pintu sebelum ia mendapat timpukan bantal oleh kakaknya.

"Yah!"

.

"Mesum. Kami tidak akan lama. Jadi awas jika kau macam-macam terhadap putriku" nasehat Kangin pada Kyuhyun sambil berjalan masuk ke mobil.

"Tenang appa. Aku tidak akan berbuat macam-macam pada putrimu sebelum dia menjadi istriku hahah" ujar Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Ku pegang janjimu"

"Siap bos"

"Kalau begitu kami berangkat dulu" ucap Jung Soo dari dalam mobil.

"Ne. Hati-hati" kata Kyumin bebarengan.

"Sekarang aku bebas" kata Kyuhyun ketika mobil mertuanya tidak terlihat lagi di tikungan depan.

Sungmin menatap Kyuhyun heran. "Apa maksudmu?"

"Kau tanya padaku apa maksudku? Kau ingin tahu?" Kyuhyun menunjukan smirk andalannya pada Sungmin.

Sungmin bergidik ketika Kyuhyun berjalan mendekat kearahnya. "Yah kau sudah berjanji pada ayahku tadi"

"Kemari" Kyuhyun menggengan tangan Sungmin dan sedikit menyeret yeoja itu masuk kedalam rumah.

"Yah! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan" teriak Sungmin ketika Kyuhyun menghempaskannya ke sofa ruang tv.

"Yah!" Sungmin panik ketika Kyuhyun duduk dan menggenggam kedua tangannya. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin.

Kyuhyun menahan tawanya ketika melihat ekspresi Sungmin yang panik. "Apa yang kau pikirkan? Dasar mesum" bisik Kyuhyun. Ia tersenyum manis pada Sungmin yang terbengong karena ucapanya.

Kyuhyun menuntun kepala Sungmin untuk bersandar di dada bidangnya. Tangan mereka saling menaut. Sungmin tertegun ketika ia bisa merasakan detak jantung Kyuhyun. "Jantungmu berdegup kencang" ujar Sungmin. Ia mengarahkan tangan yang bebes untuk mengelus dada Kyuhyun.

"Selalu begitu jika aku bersamamu. Sekarang gantian" ujar Kyuhyun sambil tersenyum mesum.

"Apa?" Sungmin mendongak sekedar memastikan ucapan yang terlontar dari mulut Kyuhyun tadi.

"Kau mengelus dadaku dan kau juga sudah tahu jantungku berdegup kencang jika bersamamu. Aku juga ingin tahu apa jantungmmu berdegup kencang juga jika kau sedang bersamaku" senyum Kyuhyun semakin melebar.

"Tentu saja"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. "Benarkah?"

"Eum. 100% aku tidak bohong" jawab Sungmin cepat.

Wajah Kyuhyun sudah seperti Ahjusshi hidung belang. "Kalau begitu kemari aku mau dengar" Kyuhyun mengarahkan kepalanya dengan perlahan ke dada Sungmin.

Ternyata dewi fortuna tidak membantu Kyuhyun untuk satu itu. Sungmin memukul kepala Kyuhyun dengan bantal sofa.

"Yah mesum" teriak Sungmin

.

.

.

TBC

.

.

.

Huh! 1 minggu lebih baru bisa update sekarang.

Mianhae mood lagi berubah-ubah. Apalagi ada desas desus tentang ramalan kyumin. Chingu pada tau ga?

Tapi kalo dipikir lagi itu cuman ramalan. Tahun 2012 menurut lamaran bakal kiamat. Alhamdulilah sampai sekarang baik-baik aja.

Oke! Oke positive thinking.

Gimana kyumin moment nya? Cukupkah? Kurangkah? Ada yang mau ngasih saran? Kritik mungkin? Pasti q terima dengan senang hati.

Terakhir!

MAKASIH BUAT TEMEN SEMUA YANG UDAH MENYEMPATKAN DIRI BUAT BACA FF SEDERHANA INI.

JONGMAL GOMAWO SARANGHAE…

And see u next chapter ^^