~Be My Sweet Darling~

KyuMin

YAOI

^^ Happy Reading ^^

Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ No NC for this Chap

DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^

.

Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-

.

.

.

Chapter 9

.

Pagi hari di kediaman Kyuhyun menjadi sangat menyenangkan. Di karenakan Sungmin menginap disana. Lelaki manis itu sedang dalam masa penyembuhan dari kebutaannya. Kyuhyun menginginkan bahwa ialah yang harus menyembuhkan Sungmin. Ia ingin mengurus Sungmin di apartemennya. Tapi bagaimana jika keberadaan Sungmin malah membuatnya gelisah. Sang 'adik kecil' tidak pernah menurut jika sudah berdekatan dengan Sungmin. Selalu saja dengan kurang ajar terbangun dan menyenggol Sungmin. Seperi pagi ini ketika ia membawa Sungmin untuk berdiri di balkon apartemennya. Secara tidak sengaja 'sang adik' pun ikut 'sedikit' membantu Sungmin. Membantu? Oh~ oke anggap saja membantu memberi kehangatan dari arah belakang.

"Kyunnie~ ada yang mengeraas di belakang tubuh Mingie. Itu apa?" Pertanyaan polos pun keluar. Tidak ada yang mesti di jelaskan lagi. Kyuhyun mulai mengalami 'Morning Problemnya'. Dan tentu itu karena Sungmin yang sangat menggoda.

"Eumh~ anu…itu…i-itu bukan apa-apa sayang." Jawab Kyuhyun terbata.

"Tapi itu mulai menusuk-nusuk Mingie~" Sungmin merajuk. "Apa Mingie boleh menyentuhnya?"

Kyuhyun terkaget. "Ja-jangan sayang. Bukan apa-apa. Itu hanya tulang pinggul Kyunnie. Jadi Mingie jangan khawatir." Jelasnya tidak masuk akal.

"Mingie tidak terganggu kok Kyunnie~ hanya saja sedikit geli…hihihihi. Itu menusuk-nusuk Mingie." Ucap Sungmin polos sembari menggerakkan sedikit bokongnya. Seperti berusaha menggoda sang 'adik kecil'.

"Mingie tidak usah menggerakkan bokong Mingie seperti itu. Mingie hanya boleh merasakan udara pagi ini. Jangan focus pada hal yang tidak penting."

"Ne, Kyunnie~"

Sungmin kembali merentangkan tangannya. Merasakan segarnya udara pagi ini. Hembusan angin melewati tubuhnya yang sedang merentang. Terasa sejuk dan benar-benar segar. Apalagi ada bunyi cuitan burung seakan memberitahukan kalau pagi ini benar-benar cerah.

Bias-bias matahari masuk di celah-celah perban yang tergulung di mata Sungmin. Sungmin tersenyum saat merasakan kehangatan ketika matahari mulai meninggi. Kyuhyun pun semakin mengeratkan pelukannya. Tangan Sungmin yang terentang pun akhirnya turun ke perutnya. Ikut memegang tangan Kyuhyun yang ada disana.

"Aku mencintaimu…cepatlah sembuh sayang." Bisik Kyuhyun messra.

"Ne Kyunnie~ Mingie juga mencintai Kyunnie. Mingie yakin, Mingie pasti sembuh. jangan menyerah untuk selalu menjaga Mingie ne, Kyunnie?"

"Tidak akan pernah ada kata menyerah untuk mu sayang~" Ucap Kyuhyun sembari menghadiahi puluhan bahkan belasan kecupan di pipi dan sekitar leher jenjang milik Sungmin-nya.

Setelah selesai melakukan terapi untuk Sungmin, dan Sedikit melupakan sang 'Morning Problem', akhirnya Kyuhyun menuntun Sungmin dengan lembut menuju kamar mandi. Ia berniat untuk sedikit membersihkan tubuh Sungmin. Mengelapnya dengan lap yang sudah terbasuh air hangat. Si manis Sungmin yang di perlakukan lembut hanya bisa duduk tenang di kursi yang sengaja Kyuhyun bawa ke kamar mandi.

"Sekarang waktunya untuk membersihkan tubuh mu sayang~. Setelah itu, kita memasak untuk sarapan pagi. Bagaimana? Apa kau mau membantuku memasak di pagi ini?"

Sungmin mengangguk antusias. Tentu ia akan dengan senang hati membantu Kyunnie-nya. Walaupun dengan keterbatasan. Tapi ia yakin, Kyuhyun akan membantunya.

Dengan perlahan Kyuhyun menanggalkan pakaian yang melekat di tubuh Sungmin. Tangan Sungmin terangkat, dan tereksposlah tubuh sexy nan halus milik sang kekasih cantik. Kyuhyun Sedikit bergidik saat melihat dua tonjolan merah muda yang sempat ia cicipi beberapa waktu lalu. Rasanya yang hambar tapi terasa nikmat ketika benda kecil itu berada di lidahnya. Ehhey! Bukan saatnya untuk membayangkan hal yang tak perlu di bayangkan, Cho Kyuhyun!

Benda plastic yang sudah berisikan air hangat dan haduk bersih sudah berada tepat di samping Kyuhyun. Ia berjongkok dan membawa benda itu ke lantai kamar mandi. Di perasnya handuk bersih itu untuk mengurangi kadar air yang sudah menyerap banyak. Dikira sudah cukup, Kyuhyun membawa handuk itu untuk mengusap wajah cantik milik sang kekasih tercinta. Membersihkan debu ataupun kotoran yang melekat di pipi, mata hidung dan semua celah di sekitar wajah Sungmin. Seketika lengannya berhenti bergerak ketika melihat bibir plum itu tersenyum kecil. Sungmin begitu bahagia. Kyuhyun-nya selalu menjaganya dengan hati-hati. Setelah selesai membasuh wajah Sungmin, Kyuhyun pun segera melanjutkan kegiatannya ke tubuh bagian depan Sungmin. mengelapnya secara vertical dan horizontal.

Dada bidang yang terlihat berisi dan sangat sexy itu sudah tepat di hadapannya. Kyuhyun sedikit meneguk ludah ketika lengannya dengan lembut menelusuri kulit putih, halus dan lembut milik kekasihnya itu. Apalagi di bagian dua tonjolan merah muda yang selalu dengan mudah menggodanya. Ah! Kenapa fikiran mesum itu selalu hadir di saat-saat seperti ini?!. Si manis Sungmin hanya bisa terkekeh geli saat merasakan husapan lembut di bagian tubuh depannya. Terkadang Kyuhyun juga melakukan hal nakal. Dengan sengaja ia akan sedikit menyentuhkan ujung atau permukaan ibu jarinya ketika husapannya melewati dua tonjolan sexy itu. Mengundang sedikit desahan geli bercampur nikmat dari Sungmin.

"Kyunniieeehh~~ jangan mengusap disitu saja…punggung Mingie juga gatal. Kyunnie tidak beranjak dari situ sendari tadi."

Sadar akan protes dari Sungmin, Kyuhyun pun tersenyum canggung. "Kekeke~ maafkan Kyunnie."

Setelah mengucapkan kata maaf dan terkekeh kecil, Kyuhyun pun sedikit berjalan memutar kerah belakang tubuh Sungmin. ia benar-benar mengagumi sosok yang sedang half naked di hadapannya ini. Bagaimana tidak, kulit putih se putih susu yang selalu dengan mudah membuatnya terangsang. Punggung sexy yang terekpose bebas tanpa penghalang sedang ia nikmati tanpa ada yang memprotes. Ingin sekali memeluknya dan mengecupinya dengan penuh nafsu. Memberikannya tanda sebanyak yang Kyuhyun inginkan.

Kyuhyun mengengkat sedikit lengan Sungmin ketika husapannya sudah mendekat kearah ketiak. Tapi sebelum ia melanjutkan husapannya, ia membasuh lagi handuk itu dengan air, memerasnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Dan sekarang, terekspose lah ketiak berbulu tipis di hadapannya. Kyuhyun terkekeh dan langsung melanjutkan pekerjaannya. Hey~ bukan hal yang aneh jika Sungmin memiliki bulu ketiak. Itu menandakan ia adalah seorang lelaki dewasa bukan? Walaupun bagi Kyuhyun bulu itu menambah kesan sexy dari diri Sungmin.

Sungmin terlihat sangat menikmati perlakuan lembut yang di lakukan Kyuhyun. Ia hanya bisa diam dan terkadang mengeluarkan desisan nikmat saat tangan Kyuhyun mengusap bagian sensitifnya.

Selesai mengusap bagian atas tubuh Sungmin, sekarang adalah saatnya. Saatnya untuk menguji kesabarannya.

"Ayo sayang berdiri. Aku harus membersihkan bagian bawah tubuh Mingie juga."

Sungmin tentu dengan senang hati menurut apa yang di perintahkan Kyuhyun. Toh ia tak tau apa-apa. Yang ia tahu, ia sedang mandi. Sungmin berdiri berlahan dan menuntunkan tangannya untuk menggenggam pundak Kyuhyun. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan, Kyuhyun menurunkan kain penutup bagian bawah Sungmin. Tidak semuanya. Hanya celana pendeknya saja. Ini sungguh menguji kesabarannya dan menantang andrenalinnya. Jika di beri pilihan, ia akan memilih meloncat dari ketinggian beribu-ribu meter di banding harus berhadapan langsung dengan Sungmin yang naked di hadapannya.

Sungmin duduk kembali saat merasakan kain penutupnya sudah terlepas sempurna. Kyuhyun menarik nafas. Ia membasuh kembali handuk itu dengan air. Melakukan pekerjaannya dengan dada yang bergemuruh sangat cepat.

"Mingie…"

"Ne, Kyunnie?"

"Apa tidak apa di buka semuanya.?" Ucap Kyuhyun seraya menatap lekat kearah yang seharus tak ia lihat.

"Ini?" Sungmin berucap sembari menunjuk polos kearah underwarenya.

"Ne~"

"Tidak apa-apa. Lagi pula ini…" Sungmin menunjuk kearah selangkangannya. "Terasa gatal."

Kyuhyun semakin meneguk ludah. Sungmin memang polos ia benar-benar tidak tau area terlarang itu adalah area berbahaya. Kyuhyun harus dengan sabar melakukan ini.

Sungmin berdiri lagi. Ia membantu Kyuhyun melepaskan kain terakhir yang menutupi tubuh sexynya. Dengan polos Sungmin tetap tersenyum walaupun matanya di lingkar perban ia benar-benar percaya terhadap Kyuhyunnya. Setelah kain itu terlepas sempurna, Sungmin duduk kembali. Terlihatlah junior kecil dengan testis disana. Bulu-bulu halus yang terlihat sangat rapi disana membuat Kyuhyun benar-benar ingin menyentuhnya. Mengusapkan telapak tangannya di junior kecil nan mungil yang masih tertidur. Lagi-lagi sang 'problem' kembali datang. Ia merasakan celananya sesak dan ini benar-benar gawat. Dengan susah payah Kyuhyun mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari benda indah dan sexy itu. Ia meraih kembali benda plastic yang berisi air hangat itu. Menaruhkan haduk dan memerasnya lagi. Ingin sekali pingsan, namun pekerjaannya belum selesai. Dengan tenaga yang tersisa ia mengusapkan handuk itu di selangkangan Sungmin. tangannya benar-benar gemetar. Mau tak mau ia harus melakukan itu.

Setelah bagian selangkangan selesai, ia juga harus membersihkan sang junior kecil milik Sungmin. Sendari tadi ia terus meneguk ludah, tapi sekarang….ia sulit untuk melakukan itu. Tangan yang tadinya diam, Sekarang harus ikut membantu. Diangkatnya junior kecil Sungmin untuk di bersihkan. Bagian testis yang benar-benar lembut membuat ia ingin menghisap itu semua. Aah! Ingin berteriak rasanya. Sungmin sedikit mendesis ketika tangan Kyuhyun mengusap lembut juniornya. Geli dan nikmat. Hei! Ini belum seberapa Cho! Masih ada bagian lain yang belum kau bersihkan!

.

.

.

.

Akhirnya setelah selesai dari pekerjaannya membersihkan tubuh Sungmin, Kyuhyun bersorak gembira. Ia terlonjak senang. Ingin sekali berteriak dari menara tertinggi dunia. Hanya saja itu tidak mungkin ia lakukan.

Dengan cekatan dan penuh perasaaan, Kyuhyun menutup tubuh Sungmin dengan bathrobe yang sudah tergantung rapih di sana. Tubuh mulus itu sudah tertutup rapat. Walaupun begitu, tetap saja sang 'problem' masih belum normal.

Secara perlahan Kyuhyun membawa Sungmin dalam gendongannya. Tak membiarkan sedikitpun lelaki yang sangat ia cinta itu untuk berjalan. Takut-takut Sungmin terpeleset ketika Kyuhyun sedang tak bersamanya. Ketika sampai di kamar, Kyuhyun menurunkan Sungmin tepat di depan lemari berkaca. Waktunya untuk membantu Sungmin mengenakan pakaiannya. Tapi sebelum itu, Kyuhyun tidak pernah lupa untuk mengoleskan body lotion wangi strawberry yang selalu Sungmin gunakan ketika selesai mandi.

Kyuhyun harusnya belum bisa bernafas lega. Pekerjaan menantang adrenalinnya masih terus berlanjut. Body lotion itu harus segera di oleskan di tubuh Sungmin. Ya di tubuh Sungmin. Seluruh tubuh Sungmin.

Jantungnya terus berdetak cepat ketika permukaan tangannya mengelus lembut seluruh tubuh berisi itu. Ia terus meneguk ludahnya ketika harus berhadapan langsung dengan hal hal sensitive di tubuh lelaki manis itu. Dan akhirnya olesan terakhir membawanya dalam tarikan nafas panjang.

Sudah hampir lima menit sehabis kegiatannya mengoleskan body lotion di tubuh Sungmin, membuat Kyuhyun sulit bernafas. Ia peluk tubuh polos nan harum itu erat. Mengecup pucuk kepalanya dan menghirup rasa strawberry di perpotongan leher dan bahu Sungmin. Bau ini Sungguh menggoda baginya. Jika saja Kyuhyun tak sadar, bisa saja ia menyerang Sungmin disini. Tapi, hanya lelaki bodoh yang bisanya memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang yang di cintainnya.

"Tubuhmu harum, dan aku menyukainya sayang~" Ucap Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Sedikit terdengar desahan dalam ucapannya. Ia sedang berusaha menahan hasratnya.

"Kyunnie~ ada yang mengganjal...lagi~"

"Ah~ Maaf…."

Segera saja Kyuhyun melepaskan pelukannya dan langsung menyibukan diri mencari pakaian untuk di kenakan oleh Sungmin. Di pakaikannya lagi bathrobe yang sempat di lepaskan agar Sungmin tidak merasa kedinginan. Dan dengan sedikit terburu-buru Kyuhyun menarik kursi di meja riasnya dan membantu Sungmin untuk duduk di kursi itu yang di letakan tak jauh dari dirinya.

Saat ia sedang mencari-cari baju untuk Sungmin, tiba-tiba saja bayangan erotis beberapa saat lalu kembali melintas di otak mesumnya. Kyuhyun sedikit mengeram ketika ia kembali mengingat ketika tangannya mencapai bagian belakang tubuh Sungmin. Mengusap belahan kenyal itu dengan perlahan dan hati-hati. Bokong besar dan berisi Sungguh menggodanya. Apalagi kerutan yang terdapat di tempat terdalam bokong Sungmin. Kerutan yang sempat ia usap dengan telunjuknya. Ahh~ dia semakin tegang sekarang.

"Kyunnie~ lama sekali…"

Panggilan mendadak yang di lontarkan Sungmin berhasil membawa Kyuhyun untuk meraih kesadarannya. Wajahnya sedikit memerah ketika panggilan mesra itu mengintrupsi fikiran erotisnya.

"Ah ya~ maafkan aku, Mingie. Oke, kenakan pakaian mu sekarang.."

Perlahan namun pasti Sungmin sudah mengenakan pakaian yang di pilihkan Kyuhyun. Sebuah kaus berwarna biru langit menjadi pilihan Kyuhyun. Dan juga celana selutut yang biasa Sungmin kenakan jika sedang di rumah. Setelah selesai dengan tugasnya, Kyuhyun kembali membawa Sungmin menuju meja riasnya. Mencari sisir untuk merapihkan rambut Sungmin yang berantakan. Lelaki tampan itu begitu sabar menjaga Sungminnya.

"Baiklah sayang~ semuanya sudah selesai, sekarang waktunya kita untuk membuat sarapan." Ajak Kyuhyun ketika semuanya sudah selesai.

"Ayo!" Teriak Sungmin antusias.

.

.

.

Aroma dari matangnya waffle buatan Kyuhyun sudah membuat Sungmin lapar. Terlihat dengan duduk manisnya ia di meja makan dengan kedua tangan mengepal masing-masing dari garpu dan pisau. Kyuhyun tersenyum manis saat melihat kekasih manisnya begitu tidak sabar. Ia semakin terlihat menggemaskan.

Waffle dengan selai strawberry menjadi pilihan sarapan pagi Sungmin. Dengan kesabaran yang tinggi, Kyuhyun menyiapkan itu semua untuk Sungmin.

"Makanlah sarapan mu sayang~" Ucap Kyuhyun seraya mengecup pucuk kepala Sungmin.

"Harum sekali Kyunnie~"

"Ya~ itu adalah Waffle selai strawberry kesukaan Mingie." Kyuhyun mendudukkan diri tepat di samping Sungmin.

"Terimakasih banyak Kyunnie-ku~" Sungmin berucap seraya membawa suapan pertamanya ke dalam mulutnya. "Ennaakk~" Lanjutnya antusias

"Habiskan sayang~"

Memperhatikan Sungmin dengan lahapnya adalah hal terindah bagi Kyuhyun. Apalagi ketika Sungmin baru pulang beberapa hari yang lalu dari rumah sakit. Setidaknya Sungmin bersamanya membuat hatinya merasa aman.

Ketika sedang asik memperhatikan Sungmin, ponsel Kyuhyun berbunyi. Ia ambil smartphone yang tak jauh darinya itu dengan santainya. Memperhatikan siapa ID yang sudah mengganggu kesenangannya itu. Dan lihat, Kyuhyun sedikit mengeram karna kesal saat tau bahwa itu adalah Hyung mesumnya.

"Ya, ada apa?" Jawab Kyuhyun.

"Bisakah kau sopan sedikit terhadap kakakmu, Kyuhyun?"

"Baiklah! Ada apa Hyung Choi?"

"Panggilan itu terdengar aneh, bodoh!"

"Lalu aku harus memanggilmu apa? Tuan muda Choi Siwon? Atau Hyung tertampan Choi Siwon?" Balas Kyuhyun ketus

"Yang kedua terdengar menarik."

"Dalam mimpi mu! Cepat katakan ada apa? Aku sedang sibuk!"

"Benarkah kau sibuk? Aku sudah ada di depan apartemen mu. Aku membawa Kibum bersama ku. Tadinya aku hanya ingin melihat Sungmin. catat! Hanya melihat Sungmin. bukan ingin bertemu dengan mu. Kalau kau sibuk, sepertinya aku harus kembali untuk pulang."

"Tunggu! Aku akan membukakan pintunya."

Dan akhirnya percakapan berakhir dengan Kyuhyun yang segera berjalan menuju pintu masuk. Mempersilahkan Siwon dan kekasihnya masuk.

"Hai Kyu~" Sapa Kibum

"Hallo Hyung..bagaimana kabar mu?" Balas Kyuhyun.

"Kabar ku baik. Bagaimana dengan mu? Lalu Sungmin?"

"Hei…apa kalian berniat mengabaikan ku? Dan kau Cho Kyuhyun! Apa kah kau serius tau apa artinya sopan santun, hah?! Seharusnya kau tidak membiarkan kami berdiri disini!" Protes Siwon yang merasa dirinya di abaikan.

"Ehhei! Dia marah Kibum Hyung." Ejek Kyuhyun

"Brengsek kau Cho!"

"Baiklah..silahkan masuk. Sungmin sedang sarapan di dapur. Kalau kalian ingin melihatnya, mari ku antar." Ucap Kyuhyun mempersilahkan masuk.

.

.

.

Mereka semua sudah berkumpul di dapur rumah Kyuhyun. Mereka terlihat begitu bahagia. Apalagi lelaki manis yang sendari tadi tertawa walaupun matanya masih tertutup perban. Lelaki manis itu seakan tak merasa keberatan ataupun sedih karena kekurangan yang ia punya. Toh ia bahagia disaat mengetahui Kyuhyun-nya selalu ada untuk melindunginya. Sungmin merasa bersyukur.

"Apa sarapan kali ini enak, Sungmin-sshi?" Tanya Siwon

Sungmin mengangguk seakan mengiyakan.

"Apa kau merindukan aku juga, Sungmin-sshi?" Lanjut Siwon seraya melirik Kyuhyun. Ia sedikit terkekeh ketika deathglare itu terbentuk untuknya.

"Apakah itu Siwon ahjusshi?"

" ~"

"Yeaaaa! Mingie rindu Siwon ahjusshi! Tapi…Mingie tidak bisa melihat wajah Siwon Ahjusshi.." Sungmin terlihat sedih.

"Tidak apa-apa Sungmin-sshi…aku yakin kau akan sembuh..oh ya~ aku mengajak seseorang untuk bertemu denganmu. Ayo sayang perkenalkan dirimu." Pinta Siwon senang pada Kibum.

"Annyeong Sungmin-sshi…aku Kim Kibum teman dekat Siwon ahjusshi…" Ucap Kibum seraya menggenggam erat tangan Sungmin dan membawanya bersalaman.

Sungmin terlihat bahagia disana. Ia begitu senang ketika mendengar ada anggota keluarga baru yang menyayanginya. Begitu lengkap kebahagiaan Sungmin.

"Mingie punya teman baru ya Kyunnie? Mingie senang sekali." Ucap Sungmin seraya membawa kibum dalam pelukannya.

"Hmm~ Siwon Hyung…bisakah kita bicara sebentar?" Ucap Kyuhyun menatap Siwon tajam.

"Kalau hanya ingin memarahi ku karena Sungmin memeluk Kibum, aku tidak mau." Balas Siwon tak kalah sengit

"Bukan itu! Ini penting! Kibum Hyung~ tidak apa-apa ya ku tinggal sebentar."

"Yaa~ silahkan Kyu..biar aku yang menjaga Sungmin."

"Terimakasih. AYO!" Balas Kyuhyun sembari menarik paksa Siwon.

.

.

.

.

Di tempat berbeda dari Kibum dan Sungmin, Kyuhyun berbicara dengan Siwon. Sebenarnya agak ragu mengatakannya. Karena ia takut Siwon akan menertawainya. Tapi apa boleh buat. Ia harus mengatakannya.

"Hei! Ada apa Cho?"

"Janji untuk tidak tertawa?!"

Siwon mengangguk dan melingkarkan tangannya tepat di dadanya. Memperhatikan Kyuhyun yang terlihat gelisah.

"Cepat katakan." Ucapnya santai.

"Begini..kau taukan jika Sungmin tinggal disini. Aku yang mengurusnya dari hal yang terkecil sampai hal yang terberat. Tadi pagi, Sungmin membuat masalah. Diaa—" Kyuhyun menggantung kata-katanya.

"Katakan brengsek! Jangan buat orang penasaran!"

"Dia—dia berhasil membuat ku tegang! Sudah 3 kali untuk hari ini dan aku belum menyelesaikan 'problem' ku."

Seketika Siwon tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Bagaimana bisa lelaki iblis seperti Kyuhyun akan terlihat polos saat meminta tolong. Siwon hampir mati tertawa ketika mendengar pernyataan itu. Segera saja Kyuhyun meninju perut Siwon agar berhenti tertawa.

"Hahaha—ha—haha maaf Kyu~ maafkan aku.. ini mendadak..aku tidak tau akan tertawa sekeras ini. Hahaha..maafkan aku.."

"Kau hutang uang padaku jika kau terus tertawa brengsek!"

"Baiklah baiklah..katakan lagi."

"Katakan apa?"

"Ya ceritakan lagi maksud mu apa memanggilku kesini?"

"Hmm~ begini…aku minta waktu sekitar 15 atau 20 menit untuk 'menuntaskannya'. Selama itu, kau dan Kibum Hyung menjaga Sungmin. jangan biarkan Sungmin mendengar suaraku. Alihkan semua perhatian Sungmin. bagaimana? Kau mau membantuku?"

"Baiklah~ dengan imbalan memotret lagi."

"Terserah padamu Hyung! Baiklah…aku harus pergi ke toilet."

Siwon melirik selangkangan Kyuhyun yang memang sedikit menyembul. Dia terkekeh dan berguman. "Dasar mesum."

.

.

.

.

Sudah hampir sepuluh menit Kyuhyun berada di kamar mandi. Menuntaskan 'urusan'nya yang sempat tertunda karna Sungmin. Tangannya terus bergerak cepat seirama dengan bayangan yang terus saja berputar di otaknya. Juniornya sudah semakin tegang sekarang. Ia membayangkan bagaimana junior besar itu bisa melesak masuk ke dalam hole sempit milik Sungmin. Seketika saja ia mendesah berat. Ia semakin mencengkram juniornya dan mengocoknya dengan irama yang sengaja ia perlambat. Ia ingin menikmati hole bayangan yang sedang ia bayangkan.

"Aahh~ sempith!" Geramnya tertahan.

Ia tampak menikmati permainan 'solo'nya. Menengadahkan kepalanya seakan membayangkan kalau ia memang sedang mengerjai hole padat dan ketat milik Sungmin. Mulut itu terbuka lebar. Mengeluarkan erangan, desahan dan geraman tertahan agar tak terlalu nyaring terdengar. Hei! Sungmin sedang di luar bersama dengan Siwon dan Kibum.

"Aahh~ahh.."

Kocokannya semakin cepat. Ia merasa semua cairannya sudah berkumpul di ujung junornya. Sebentar lagi ia mencapai klimaks. Menyemburkan semua cairan cintanya di hole Sungmin. dan tanpa aba-aba, ia berteriak….

"AAAHHHH~~~"

Kyuhyun lemas lalu tersenyum senang. "Akhirnya selesai~"

.

.

.

.

Sementara di lain tempat, Siwon sedang berusaha mengalihkan perhatian Sungmin dari Kyuhyun. Ia dan Kibum susah payah mengajak Sungmin bermain bersama. Ingin sekali mengutuk Kyuhyun yang begitu lama 'bermain' di kamar mandi.

'Dasar brengsek! Lama sekali dia!' Batin Siwom kesal. Kibum yang menyadari geratan gigi Siwon akhirnya mulai menaikan sebelah alisnya seakan bertanya 'Kau kenapa Wonnie?' tentu Siwon tersenyum dan menggusap kepala Kibum dengan sayang.

"Siwon Ahjusshi, kemana perginya Kyunnie? Kenapa mandinya lama sekali" Tanya Sungmin sembari mempoutkan bibirnya.

"Sebentar lagi juga selesai kok Min…bersabar yaa~ Minnie kan anak pintar." Jawab Siwon gelisah.

" ~" Angguk Sungmin.

Dan tak lama setelah Sungmin bertanya, akhirnya Kyuhyun keluar dari kamarnya. Ia tersenyum begitu cerah. Bagaimana tidak, ia baru saja selesai dari 'problem'nya. Dengan sangat hati-hati, Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang. Melingkarkan tangannya di perut Sungmin dan mengarahkan kepala di ceruk leher Sungmin.

"Kekasihku harum sekali~" Ucap Kyuhyun.

"Hihihih~ geli Kyunnie~~"

"Ku harap kau tau tempat Cho! Ada aku dan Kibum disini!"

"Oh..sorry~ aku terlalu merindukan Sungmin-ku." Ejek Kyuhyun.

'Dasar gila.' Tatap Siwon kesal.

'Biar saja.' Balas Kyuhyun dalam tatapannya.

Anggap saja mereka berdua gila…

"Mingie ayo kita ke caffe eomma…"

"Kau berencana kesana Kyu? Bolehkah aku dan Kibum ikut dengan mu?"

Kyuhyun melirik Siwon dan Kibum. Mereka menatap dengan penuh mohon. "Baiklah.."

.

.

.

.

Tak terlalu lama untuk menuju caffe eomma Sungmin dari apartemen Kyuhyun. Hanya butuh waktu setengah jam bila di tempuh dengan kendaraan bermotor. Hari ini, Kyuhyun membawa Siwon dan Kibum. Sebenarnya sudah sangat lama ingin memperkenalkan Siwon pada eomma Sungmin. Tapi, karena kesibukan Siwon, Kyuhyun harus menunda itu semua.

Kyuhyun mempersilahkan Siwon dan KIbum untuk memasuki caffe. Sedangkan ia membawa Sungmin dalam gendongan di punggungnya. Itu bukan hal yang memalukan bukan?

"Eomma selamat siang~" Sapa Kyuhyun pada wanita paruh baya yang sedang duduk di meja kasir.

"Hai, Kyu~" Balasnya lembut seraya melambaikan tangannya.

Dengan sangat perlahan, Kyuhyun menurunkan Sungmin tepat di hadapan sang eomma. Terlukis senyum lembut disana ketika putra sulungnya berada di hadapannya. Ia sangat merindukannya.

"Hai Sungmin-ku~ bagaimana keadaan mu sayang?" Tanya eomma Sungmin seraya membawa Sungmin dalam pelukannya.

"Mingie tidak pernah sebaik ini."

"Benarkah sayang?"

Sungmin menganggguk.

"Baguslah sayang…" Eomma Sungmin mengusap pucuk kepala sang putra manisnya. "Apakah Sungmin-ku sudah sarapan? Mau minum susu? Eomma merindukan mu sayang~" Lanjutnya

"Mingie juga merindukan eomma...Mingie juga sudah sarapan dengan waffle buatan Kyunnie…"

Eomma Sungmin tersenyum senang.

"Hei, Kyu! Apakah ini fotomu bersama Sungmin ketika di Nami kemarin?" Teriak Siwon dari kursi caffe.

Eomma Sungmin menatap Kyuhyun.

"Dia Hyung yang pernah aku ceritakan padamu, eommanim~"

Eomma Sungmin mengangguk. Ia berjalan kearah Siwon. Tersenyum dan tiba-tiba membungkuk tepat di hadapan Siwon.

"Ah! Tidak perlu seperti ini ahjumma.." Siwon berusaha membangunkan eomma Sungmin.

Ia tersenyum. "Terimakasih sudah membantu Kyuhyun. Aku sangat berterimakasih padamu. Kau lelaki tampan dan baik hati."

"Kyuhyun sudah seperti adik-ku sendiri ahjumma..anda tidak perlu berlebihan seperti ini."

"Kalau begitu, aku mohon bantuannya Siwon-sshi…jaga Kyuhyun juga Sungmin."

"Dengan senang hati ahjumma.. oh ya~ perkenalkan…dia Kim Kibum.."

"Annyeong Ahjumma.. Aku Kim Kibum."

Eomma Sungmin tersenyum lembut dan menyalami kembali tangan Kibum. "Kalau begitu aku permisi dulu Siwon-sshi dan Kibum-sshi.."

"Ne Ahjumma~."

Sebenarnya ingin sekali eomma Sungmin mengobrol lebih banyak lagi dengan orang yang sangat berperan penting dalam hubungan Kyuhyun dan Sungmin. orang yang selalu dengan lapang dada membantu ketika Kyuhyun dalam kesulitan. Tapi…itu semua harus di urungkan karena caffe cukup ramai hari ini.

"Kyuhyun-ah~ apa rencana mu hari ini? Apakah kau tak memiliki acara apapun?" Tanya eomma Sungmin ketika ia sudah sampai di meja etalase.

"Rencana ku hari ini hanya ingin menghabiskan waktuku bersama Sungmin, eommanim.." Jawabnya dengan senyum renyah khas Kyuhyun.

"Kau ini~"

"Oh ya~ apa ada paket untukku eommanim?"

"Paket?" Eomma Sungmin berusaha untuk mengingat-ingat. "Oh aku ingat…kemarin seseorang mengantarkan ini." Eomma Sungmin menyerahkan paket berbungkus kertas coklat pada Kyuhyun. "Orang itu mengatakan kalau ini barang pesananmu. Memangnya itu apa Kyuhyun-ah?" Lanjutnya lagi setelah memberikan paket itu ke tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum penuh kebahagiaan. "Bukan apa-apa eommanim."

"Ya sudah kalau begitu, tolong jaga Sungmin di ruangannya ya~"

"Dengan senang hati. Ayo sayang~ waktu mu untuk belajar~" Ajak Kyuhyun pada Sungmin lembut.

.

.

.

.

Setelah berbincang dengan eomma Sungmin di caffe, Kyuhyun dengan sangat hati-hati menuntun Sungmin ke ruangan yang biasa ia pakai untuk bermain atau beristirahat. Membuka pintunya dan membantu Sungmin untuk duduk tepat di sofa yang tak jauh dari pintu masuk.

"Naah sayang~ kita sudah sampai di ruangan mu. Apa hari ini Mingie lelah?" Tanya Kyuhyun. Ia mendudukan dirinya tepat di samping Sungmin. melebarkan tangannya untuk merangkul tubuh sintal sang kekasih. Dan dengan sekejap, mencium lembut pipi bulat kesukaannya itu.

"Mingie tidak lelah kok, Kyunnie~"

"Baguslah kalau begitu…karena Kyunnie punya sesuatu untuk Mingie."

"Apa itu? Apakah itu ice cream? Atau itu Mr. Bear dan Mrs. Rabbit?"

Kyuhyun tersenyum dikala melihat raut penasaran dari sang kekasih tercinta. Walaupun mata indah itu tak terlihat, tapi Kyuhyun tau jika lelaki manis miliknya ini sedang penasaran.

"Bukan sayang~"

"Lalu apa? Huh~ Mingie merindukan Mr. Bear dan Mrs. Rabbit…" Keluhnya tak suka.

"Jangan sedih~ ini lebih menarik dari pada itu, sayang~. Tunngu dulu sebentar yaah~"

Dengan sigap, Kyuhyun terbangun dari duduknya. Mengambil tas kamera DSLR-nya dan segera merancang kamera itu untuk di sejajarkan dengannya yang sedang bersimpuh menggunakan Tripod. Stelah selesai merancang semua persiapannya, Kyuhyun langsung menyalakan kameranya dan mengatur jarak, pencahayaan dan segala sesuatu untuk rekamannya hari ini. Lelaki tampan itu tampak senang dan sangat bersemangat. Dikira sudah pas, Kyuhyun kembali kehadapan Sungmin. Mengajak lelaki manis itu untuk duduk di lantai yang berlapiskan karpet beludru hangat. Mengambil meja kecil lalu tersenyum puas.

"Kyunnie mau apa? Kenapa Mingie harus duduk di lantai?" Lelaki manis itu terlihat sangat penasaran.

"Naah sayang~ Kyunnie membawakan hadiah untuk Mingie~ semoga Mingie suka…ayo buka…" Kyuhyun segera menyerahkan bungkusan itu tepat di meja kecil di hadapan Sungmin.

Lelaki manis itu meraba bungkusan pemberian Kyuhyun-nya. Sedikit pensaran, ia pun menggerak-gerakan bungkusan itu. Ia berfikir, kenapa bungkusannya besar sekali.

"Ayo di buka." Pinta Kyuhyun.

Dengan sangat tidak sabaran, Sungmin segera merobek kertas pembungkus itu. Dan ia sedikit kecewa saat ia tau bahwa ia masih tidak tau apa isinyanya. Kyuhyun terkekeh.

"Kyunnie~"

"Ya sayang~"

"Mingie masih tidak tau itu apa. Bukan makanan ya?"

Kyuhyun terkekeh lagi. "Bukan sayang~ kalau Mingie ingin tau, Kyunnie akan membuka satu untuk Mingie dan membantu Mingie untuk mengetahuinya, bagaimana?"

Sungmin mengangguk antusias. "Ya ya~ seperti itu lebih baik Kyunnie~" Ucapnya senang.

Kyuhyun tersenyum kearah kamera lalu kembali melihat kearah Sungmin. "Baiklah~ Kyunnie akan membukanya…"

Setelah membuka bungkusannya, Kyuhyun menyerahkan sebuah benda berbentuk ceper terbuat dari plastic yang biasa di gunakan untuk membantu orang-orang yang tidak bisa melihat. Benda itu biasanya digunakan untuk mengenal huruf-huruf abjad dari A sampe dengan Z. Bahkan angka satu sampai seratus pun ada. Bukan hanya itu saja, gambar binatang yang sengaja di buat agar dapat di kenali oleh orang yang tidak bisa melihat pun terdapat disana.

"Coba Mingie sentuh permukaan benda ini." Ucap Kyuhyun seraya membawa tangan Sungmin untuk menyentuh permukaan benda itu. "Apakah Mingie bisa merasakan huruf apa itu?" Lanjutnya.

Sungmin masih terus berusaha. Ia terus meraba dari atas sampai bawah titik-titik yang terdapat di benda itu.

"Aku tau!" Sungmin tersenyum. "Tadi huruf 'I' kan Kyunnie~"

Kyuhyun tersenyum kearah kamera. "Ya~ Mingie benar… coba sentuh yang ini.." Perintahnya lagi.

"Yang ini 'L'.. bagaimana? Mingie pintar kan?"

"Ya~ kau anak pintar sayang~. Kalau yang ini.?"

Sungmin sempat berfikir lalu tersenyum dan segera menjawab. " Yang ini 'O'.. benarkan Kyunnie~"

"Kau benar lagi sayang… apakah Mingie suka?"

"Ya~ aku suka dengan ini Kyunnie~"

DEG!

Kyuhyun diam.. ia segera menyadari bahwa Sungmin-nya baru saja menggunakan kata 'aku' dalam kalimatnya. Bukan kah itu sebuah kemajuan?

Lelaki itu dengan sabar membatu Sungmin untuk terus mengenali benda itu. "Kyunnie punya permainan." Tawa Kyuhyun. "Apa Mingie mau?"

Sedikit tertarik, Sungmin menoleh dan bertanya. "Permainan apa?"

"Begini, Kyunnie akan menuntun tangan Mingie untuk menyentuhkannnya di permukaan benda itu dan Mingie harus menyimpan di memori Mingie kalau tadi Mingie menyentuh huruf apa saja. Setelah itu, Mingie harus menyebutkan kata-kata itu dan menyusunnya dalam sebuah kalimat. Bagaimana? Mingie juga akan dapat hadiah dari Kyunnie~" Jleas Kyuhyun lalu memberikan smirk pada kamera yang terus saja merekam kegiatan mereka.

"Waah~ seru sekali Kyunnie~ baiklah.. Mingie setuju!" Ucapnya antusias.

"Kalau begitu, kita mulai~"

Permainan pun di mulai, Kyuhyun membantu tangan Sungmin untuk bersentuhan dengan benda itu. Sungmin juga pasti berusaha dengan segala kekuatan memorinya untuk mengingat huruf apa saja yang Kyuhyun tunjukan dalam sentuhan tangannya. Stelah selesai, Kyuhyun menagih janjinya.

"Ayo~ tadi kalimat yang sudah Kyunnie tunjukan?"

Lelaki manis itu berfikir sebentar. Sebenarnya ini adalah sebuah pelatihan untuk memori di otak Sungmin. Jika Sungmin cepat merespon dengan apa yang Kyuhyun tunjukan, berarti ia akan cepat sembuh. Sungmin tidak keterbelakangan mental sebenarnya. Hanya saja banyak yang menyimpulkan seperti itu karena perilaku Sungmin yang tidak seperti kebanyakan anak seusianya. Dokter saja tidak mengklaim jika sungmin adalah anak keterbelakangan mental.

Sungmin tak segera menjawab. Ia lumayan berfikir sangat lama. Karena penasasran, Kyuhyun sedikit membuat anak itu resah.

"Ayo sayang~ Kyunnie akan mulai untuk berhitung…"

Dalam hitungan ke satu, Sungmin masih belum menjawab. Kecua pun masih sama. Pas hitungan yang ke enam ia menjawab dengan suara pelan.

"Kyunnie tidak mendengar jawaban Mingie."

"Ermm… jawabannya… Mingie cantik dan…dan…ha—halus.. itu jawabannya."

Kyuhyun tersenyum.

"Tettot! Jawaban Mingi salah~ yang benar adalah, Mingie cantik dan harum… Mingie dapat hukuman…" Kyuhyun sedikit menyayangkan ketika Sungmin masih belum bisa menjawab dengan benar. Ia harus terus berusaha ia juga harus terus berdoa. Ia yakin, Sungmin akan normal kembali. Sama sepertinya.

Di percobaan kedua sampai keenam, lelaki manis itu masih saja menjawab hampir benar, ketika di permainan ke tujuh, "Kali ini harus benar!" Tekad Sungmin.

Kyuhyun mencoba lagi untuk membantu Sungmin menyentuh permukaan benda itu, setelah selesai— "Mingie tau kalimat apa tadi…" Potong bocah itu antusias.

"Katakan sayang~ apa kalimatnya."

Dengan penuh keyakinan, Sungmin menjawab. " I Love You, I Love You until I die." Ucapnnya dengan sangat jujur dan fasih. Tidak menggunakan bahasa inggris yang jelas. Ia mengatakan sesuai apa yang Kyuhyun tunjukan. Kyuhyun tersenyum senang ia memeluk Sungmin dalam dekapan hangatnya. Tersenyum kearah kamera dan mulai mengecupi semua wajah sang kekasih manisnya.

"I Love You too until I die too…" Jawab Kyuhyun lirih.

.

.

.

Setelah selesai belajar dengan Sungmin, Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukannya. Sampai tak terasa saking lelahnya, lelaki manis itu tertidur. Dengan sangat hati-hati, Kyuhyun membawa Sungmin dengan perlahan untuk berbaring di sofa. Setelah selesai, ia segera berjalan kearah kamera dan berbicara sedikit.

"Apakah kau melihatnya?" Kyuhyun tersenyum dan segera mematikan kameranya.

.

.

.

Lelaki tampan itu masih sibuk dengan laptopnya. Setelah selesai merekam segala aktivitasnya, ia menonton sebentar hasilnya. Ia terkekeh ketika melihat ekspresi Sungmin saat ia salah menyusun kalimatnya. Betapa lucuny ia..

Setelah rekamannya selesai ia tonton, ia langsung menutup koneksi videonya dan segera mengklik menu google chrome di layar laptopnya. Setelah menampilkan layar google, ia membuka emailnya dan segera melampirkan video itu pada seseorang. Ia tersenyum puas. Tak lupa untuk memberikan kata-kata untuk sang penerima email.

"Semoga ia menyukainya." Ucapnya bahagia.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

Hai~ ^^/* sudah lama fic ini ga update yah -_- maaf yah..maaf bgt~ apakah masih ada yang mau baca? Saya harap iyah ^_^ saya bingung mau ngomong apa lagi -_- pokoknya, terimakasih untuk respon yang sangat luar biasa.. ^^

Ohya~ berantakan ya? maaf lagi yaah... lagi males ngedit gimana donk XD sekali lg makasih banyak ^^

*Bow

.

RheaCho | 24 Oktober 2013