THE SEX GOD

.

.

.

.

Chapter 09

.

.

.

.

Cast : Kai x Sehun ( GS )

Rated : M ( maunya hehehee \ ^ o ^ / )

Cerita sebelumnya

Ciuman mereka terus berlanjut. Sehun merasakan ciuman Kai. Merasakan tubuh Kai, panas tubuhnya dan gairahnya. Ciuman mereka terus memanas seirama dengan gerakan tubuh mereka. Kai menarik kejantanannya keluar masuk. Bergerak cepat dan keras. Membuat Sehun merasa melayang.

" Aaaahhh... Tidak bisa berhenti... Aku tidak bisa berhenti... " Napas Kai memburu.

" Bagus... Ooohhh..." Ucap Sehun.

Testis kejantanan Kai menekan kulit Sehun dengan kuat. Kejantanan Kai menekan pusat gairah Sehun membuat Sehun memekik tertahan." Aaaaaahhhh... Kai... Di... Aaahh... Sana... "

Sehun hampir orgasme untuk kedua kalinya. Perutnya terasa diaduk aduk.

" SEHUNNN ! " Kai mengerang. Menekan dalam dalam. Keras. Menyenangkan." Eeuunngghh... Milikku... "

Dan kau milikku, ulang Sehun dalam hati. " KKAAIII... AAHHKKKK.. " Sehun merasakan orgasme memenuhi dirinya, lebih intens dari yang pertama. Membuat Sehun bergidik.

" AAAHHHHHH... SEHUNN... " Kai orgasme. Memberikan dorongan terakhir. Kai menatap Sehun dengan lekat.

" Milikku," Kai mengerang." Sehun, kau milikku."

.

.

.

.

HAPPY READING

Chapter 09

Kai tidak pernah merasa sekuat ini sebelumnya. Kekuatan terpancar dari dirinya. Ia selalu merasa kekuatannya pulih setelah melakukan seks, tetapi ini... Tidak pernah seperti ini. Apa yang ia lakukan dengan Sehun bukan hanya sekedar seks tapi yang mereka lakukan adalah bercinta. Penyatuan diri yang lengkap dan seutuhnya.

Setelah selesai bercinta, mereka menjilati sari buah jeruk kesukaan Sehun dari tubuh masing masing.

Dia milikku. Kata itu tidak akan pernah hilang dari pikiran Kai. Kai tidak pernah merasa seposesif ini pada orang lain. Sebenarnya, ia tidak pernah merasa seposesif ini terhadap apapun. Sehun tidak seperti yang lainnya. Sehun adalah Dewi, yang membungkusnya dalam mantra sensual, memperbudaknya.

Sehun meringkuk di sisi Kai, mendekap tubuh Kai. Kai bisa merasakan embusan napas lembut menyapu kulitnya. Sekarang Kai benar benar menginginkan kuasa atas istana ini. Dia tidak akan membiarkan kekasihnya tanpa rumah. Kai akan mempertahankan istana ini walau harus berperang dengan para manusia naga.

Aku akan melindungi, Sehun. Selamanya. Batin Kai.

.

.

.

.

Sehun bersandar santai di tepian kolam mandi. Hangatnya uap air terasa membelai kulit sensitifnya. Aroma wangi anggrek bercampur suasana menggoda memenuhi ruangan. Sehun menghela napas panjang. Tubuhnya pegal pegal tapi jiwanya sudah segar kembali.

Kai duduk dibelakang Sehun, memijat bahu Sehun, melemaskan otot otot di bahu Sehun. Kai tahu persis dimana harus memijat, tahu berapa tepatnya tekanan yang diperlukan agar pijatannya terasa sangat nyaman. Kepala Sehun terkulai ke belakang, bersandar di bahu Kai. Uap air menghangatkan tubuh mereka dan hembusan napas Kai menyejukkan uap air yang panas.

" Terima kasih karena telah menyerahkan keperawananmu padaku." Kata Kai.

" Dengan senang hati. " Ucap Sehun. " Tapi. Tunggu, bagaimana kau tahu aku masih perawan? " Tanya Sehun.

" Emmm... Tidak susah mengetahui seorang perempuan masih perawan atau tidak." Jawab Kai sambil mengecupi leher Sehun.

Sehun menikmati kecupan Kai di lehernya. Sehun tidak pernah menyangka bahwa kehilangan kendali dan pribadinya yang dingin bisa membawa kenikmatan dan kesenangan. Sehun menyadari beberapa hal dalam kebersamaan mereka yang singkat. Ia memberikan lebih dari sekedar tubuhnya pada Kai, ia memberi Kai bagian jiwanya juga, seperti yang ia takutkan. Sehun tidak berniat melakukannya, ia telah mencoba mencegahnya namun tidak berdaya melawannya. Sehun berharap semua akan baik baik saja.

Kai seorang Nymph dan Nymph menyukai seks ( Sebanyak yang bisa dilakukan ) tapi Sehun akan berusaha memercayai Kai, hanya dia perempuan satu satunya yang di datangi oleh Kai. Sehun meyakinkan dirinya sendiri. Akan sulit tapi demi tetap memiliki Kai dalam kehidupannya, ia akan mencoba.

" Luka lukamu sudah sembuh," Kata Sehun tanpa menatap Kai.

" Ya." Jawab Kai.

" Aku senang." Kata Sehun.

" Aku juga." Balas Kai.

" Sekarang kau punya cukup kekuatan untuk mengatakan titik rahasia yang dapat memuaskan seorang perempuan. Tempat yang membawa kenikmatan." Kata Sehun.

" Mmm, well. Aku akan memberitahu kalau kau menciumku." Kai mencium sisi pipi Sehun.

Ah, Sehun suka kebiasaan tawar menawar ini.

" Aku akan menciummu kalau kau menceritakan apa yang ingin aku ketahui," Sehun menambahkan senyuman dan menggerakkan pantatnya, menyentuh ereksi Kai yang sudah bereaksi.

Kai mendesis." Ssshhh... Aku suka kau bergerak seperti itu. Terus lakukan dan aku akan memberitahumu semua rahasia yang terdalam."

Sehun menjulurkan tangan ke belakang untuk menggapai kejantanan Kai. Ia menyentuh kejantanan Kai yang setengah menegang. Atas, bawah, tangan Sehun bergerak.

Kai mencengkeram pinggul Sehun." Tutup matamu," Perintah Kai dengan lembut.

Mereka baru selesai bercinta sekitar satu jam yang lalu, tapi Sehun masih merasa kurang. Sehun butuh Kai di dalam dirinya lagi. Sehun sudah kecanduan dengan tubuh Kai. Sehun semakin meremas kejantanan Kai.

" Sehun, tutup matamu." Bisik Kai.

Kelopak mata Sehun bergetar menutup. Tangan Kai bergerak ke bahu Sehun, membelai leher Sehun kemudian berpindah ke payudara Sehun, meremasnya.

" Bayangkan yang kulakukan dalam benakmu." Perintah Kai.

" Euunnggg... Kupikir _ "

" Lakukan." Perintah Kai lagi.

Sehun menutup mata dan mulai membayangkan. Dalam pikirannya, ia bisa melihat bagaimana tangan Kai menyentuh payudaranya. Puncak payudaranya yang berwarna merah muda dan bulat berada di antara jari jemari Kai. Membuat tubuh Sehun memanas, memerlukan kepuasan karena bayangan itu.

Tanpa diperintah, Sehun membuka kakinya dalam diam berharap Kai akan menyentuh vaginanya. Satu tangan Kai bergerak meyusuri perut Sehun. Sehun merasakannya, sesuai dengan apa yang di bayangkannya.

Bayangan lain muncul di benak Sehun. Kai di belakangnya, kali ini dengan tangan Kai berada di vaginanya, menyentuh vaginanya yang basah.

Tapi Kai tidak menyentuhnya seperti yang diinginkan Sehun. Belum. Kai tetap diam, beberapa inci dari bagian yang harus dimasuki jari Kai.

" Apa yang kau bayangkan? " Suara Kai terdengar tegang, seolah dia memerlukan semua kekuatannya untuk tetap tersadar.

" Eemmm... Kau... Euunngg... Aku.. " Jawab Sehun sambil terus membayangkan apa yang diinginkannya.

" Aaahh... Apa kau melihatku menggunakan lidah atau menggunakan jariku di sini? " Tanya Kai sambil mengelus permukaan vagina Sehun.

" Aaakkhh... J – Jari," Kata Sehun sambil mendesah.

" Apa mereka bergerak perlahan, hanya menyentuh atau bergerak masuk dan keluar dengan cepat, Emm ? " Tanya Kai.

Saat Kai mengatakannya, Sehun sekali lagi membayangkan. Melihatnya lagi, ia tidak bisa menghentikan gambaran gambaran yang masuk dalam benaknya. Tapi, tetap Kai tidak melakukan apapun. Tidak melakukan apa yang diinginkan olehnya. Pinggang Sehun bergerak maju dan mundur, mencari.

" Oohh... Ku.. Kumohon... Sentuh aku Kai. Kumohon. " Sehun benar benar sudah tidak tahan.

" Katakan padaku. Apa yang kau lihat? Lambat atau cepat? " Tanya Kai lagi menggoda Sehun.

" Cepat. Kuat. Sangat cepat. " Jawab Sehun sambil terus bergerak maju mundur membuat air bergemericik di permukaan kolam.

Kai mencubit puncak payudara Sehun dan memasukkan dua jari ke vagina Sehun.

' AAAAKKKKHHHHHHH. " Sehun mengerang dengan keras karena sensasi yang luar biasa.

" Sehun. Cintaku. Pikiranmu menunjukkan apa yang paling dibutuhkan oleh tubuhmu sebelum kau tahu bahwa kebutuhan itu ada. " Kai menjelaskan sambil terus mengeluar masukan jarinya di vagina Sehun.

Tak perlu bicara lagi. Bercintalah denganku. Sehun ingin meneriakkan kata kata itu.

" Eeuunngghhh... Aku... Aaahhh... Tidak... M – mengerti. " Kata Sehun.

" Emm... Tempat yang paling erotis dalam tubuh perempuan adalah pikirannya. Dengan memberikan seorang perempuan apa yang mereka inginkan, seorang pria bisa meningkatkan sensasinya seratus kali lipat. " jelas Kai lagi.

" Bergeraklah maju, Cintaku. " Perintah Kai dengan lembut.

Sehun melakukan seperti yang diperintahkan Kai. Pergerakan itu menambahkan stimulasi dalam darah Sehun. Gerakan air yang menyentuh tubuhnya memberikan getaran aneh.

" Berpeganglah pada sisi kolam. " Kembali Kai mengarahkan.

Bersandar ke depan beberapa inci, Sehun melekukkan tubuh dan memegang sisi kolam. Payudara dan pinggul Sehun keluar dari air dan Kai pasti dapat melihat gambaran tubuh Sehun dari belakang.

Beberapa saat berlalu dalam diam. Sehun tetap menunggu sentuhan pertama. Rambut yang basah tergerai turun dari bahu Sehun. Beberapa ujung rambutnya menyentuh air.

Kapan Kai akan menyentuhku? Pikir Sehun.

" Kai? " Panggil Sehun. Ia memerlukan sentuhan dari Kai.

" Cintaku, kau luar biasa, " Kata Kai. Suara berat Kai seperti tengah menahan napas. Kai menyentuh tato yang ada di pinggang bagian bawah Sehun.

" Eeeeuunngghhhh... " Gemetar menjalari tubuh Sehun saat Kai menyentuh tatonya.

" Aku suka ini, tengkorak dengan panah yang indah di atasnya. Tanda yang menyatakan bahwa kau adalah prajurit pejuang. " Kata Kai.

Bibir Kai mencium tato Sehun, rasa panas mengalir saat lidah Kai menyentuh tato itu. Kai menjilat kulit Sehun dan membuat gerakan sepanjang punggung sampai leher Sehun, menyibakkan rambut Sehun agar bisa mencium bibir Sehun. Saat mencapai bibir Sehun, Kai langsung melumatnya, menggigit bibir bawah Sehun agar lidahnya bisa masuk ke dalam mulut Sehun.

" Eeuunng... Pertama kali aku melihatmu, kukira kau adalah Dewa yang muncul dari dalam laut. " Kata Sehun setelah Kai melepaskan bibirnya.

" Dan, kukira kau adalah segalanya yang pernah kubutuhkan dalam hidupku. " Kata Kai sambil membelai tubuh Sehun.

" Eemmm... Eeungg... " Sehun menjilat kemudian menggigit bibirnya untuk menahan suara desahannya.

Saat Kai melepaskan dua jarinya, Sehun sudah hampir berteriak protes, tapi teriakan protesnya diganti dengan desahan karena Kai mulai menggesekkan kepala kejantanannya di depan vagina Sehun yang sudah basah.

" AAAAAKKKKHHHHHH. " Sehun berteriak tidak bisa menahan desahannya saat Kai memasukkan sedikit kejantanannya ke dalam vaginanya.

" Aaaaahhhhh... Terus... Aaahhh... Masukkan Kaiaahh. " Pinta Sehun.

Kai bergerak sedikit, kembali memasukkan sedikit kejantanannya. " Emm.. Sudah cukup? "

" Lagi . " Pinta Sehun lagi.

Kai tetap bergerak perlahan, memasukkan setengah kejantanannya. " Bagaimana sekarang? " Tanya Kai menggoda Sehun.

" Demi Tuhan... Aaahh... Lagi ! Lagi ! Lagi ! Masukkan lagi ! ." Sehun sudah tidak bisa menahan lagi.

Akhirnya, Kai memasuki Sehun sepenuhnya.

" Aaaaahhhhhh. " Erang Kai merasakan jepitan rektum vagina Sehun di kejantanannya.

" Kaaaiiiaahhh... " Erang Sehun.

Kai memang memasukkan kejantanannya sepenuhnya di vagina Sehun tapi Kai sama sekali tidak bergerak.

" Apakah kau tahu tempat yang paling sensasional dalam tubuh pria? " Tanya Kai membuat Sehun frustasi menantikan gerakan kejantanan Kai di dalam vaginanya.

Kenapa Kai masih mampu berbicara disaat seperti ini?. Pikir Sehun. Sehun tidak mampu bicara. Kebutuhannya akan Kai terlalu besar. Rasa sakit akan kebutuhan itu membuatnya tidak mampu berkata kata.

" Demi Tuhan, Kai... Aahh... Ku – kumohon bergeraklah. " Pinta Sehun.

" Hatinya, tempat paling sensasional dalam tubuh pria adalah hatinya. " Ucap Kai. Setelah mengatakan hal itu Kai bergerak menghunjam Sehun dengan cepat.

" Aahhhh... Kaiaahhh. " Desah Sehun.

" Eeemm... Sehun... Kau benar benar nikmat dan sempit... " Kai bergerak keluar masuk secara perlahan kemudian semakin cepat dan ibu jarinya membelai dan menekan klitoris Sehun.

" Ooohhh... Kaaaiiaahh... Aaahhh... " Desah Sehun.

" Vaginamu benar benar hangat, Sayang. Dan sepertinya vaginamu lapar dengan kejantananku, rektummu semakin menghisap masuk lebih dalam kejantananku. " Kai terus menghunjam dengan keras, Kai menggeser sedikit dan kejantanannya mengenai pusat gairah Sehun, ia terus bergerak keluar masuk, satu tangannya menekan pinggul Sehun agar bergerak berlawanan arah dengan gerakan pinggulnya dan satu tangannya mencubit cubit klitoris Sehun.

" AAAKKKHHHHHHHH... KAAIII... AK – AKU... AAHHH... KE _ " Sehun mencapai klimaks, bergetar, berdenyut dalam nadinya. Kekuatan klimaks yang kuat membuat kekuatan Sehun terasa terkuras tapi terasa menyenangkan.

" Aaaahhhhh... Sayanghh... " Kai bergerak untuk terakhir kalinya memuntahkan spermanya ke dalam rahim Sehun. Tangan Kai menggenggam pinggul Sehun dengan erat.

" Aku mencintaimu. " Kata Kai sambil mencium Sehun.

.

.

.

.

" Aku benar benar telah bersikap tidak sopan pada para tamuku, " Kata Kai.

Mereka berbaring di tempat tidur, Kai memeluk Sehun dengan lengannya. Mereka berdua tidak memakai pakaian dan Kai menginginkan hal ini terjadi untuk selama lamanya.

Kai suka memperhatikan bagaimana tiap lekukan tubuh Sehun terasa pas dengan tubuhnya. Ia merasa seolah Sehun adalah potongan puzzle terakhir darinya, membuatnya sempurna.

Sehun menguap. " Tamu apa? " Sehun bertanya.

" Vampir. Mereka menolong kami menghadapi naga dan membawa sedikit bala bantuan." Jawab Kai.

" Harusnya aku segera berteriak dan berlari dari ruangan ini, tapi aku terlalu lelah untuk menyatakan takut pada vampir. Bahkan saat vampir ada di dalam rumah yang sama denganku. " Sehun tertawa kecil.

" Apa kau keberatan mengacuhkan mereka? " Tanya Sehun. Jari jarinya mengelus otot di perut Kai.

" Akan menjadi kebahagiaanku kalau bisa mengacuhkan mereka, " Jawab Kai.

Kai senang dengan sentuhan Sehun dan kata katanya. Sehun tampak mulai beradaptasi tinggal di tempat ini.

Mungkin Sehun mulai menyukaiku, Kai benar benar berharap.

Jari Sehun memainkan puting Kai dan kemudian tertawa kecil lagi. Kai menyukai suara tawa Sehun dan sadar bahwa dia tidak pernah mendengar gadis ini begitu senang sebelumnya.

" Berapa umurmu? " Tanya Kai ingin tahu lebih banyak mengenai kekasihnya.

" Dua puluh lima. Kau? "

" Jauh lebih tua, seratus tahun lebih tua. " Kata Kai dengan datar.

" Bohong. " Mulut Sehun terbuka karena terkejut.

" Itu kenyataan. " Kata Kai.

" Jadi, kau akan... apa? Hidup selamanya? Tidak pernah menua? " Tanya Sehun.

" Menua. Hanya saja jauh lebih lambat dibanding manusia. " Jelas Kai.

Seluruh tubuh Sehun mendadak bergetar. " Apa kau baru saja mengatakan secara tidak langsung bahwa jika aku tinggal di sini, aku akan semakin tua sementara kau akan tetap seperti ini? " Tanya Sehun sambil menatap wajah Kai dengan sedih.

" Kau berada di Kota ini sekarang, Sayang. Proses penuaan akan melambat padamu juga. " Jawab Kai.

" Oh, tidak apa apa kalau begitu. " Sehun kembali bersikap santai.

" Apa kau merindukan kehidupanmu sebelumnya? " Tanpa sadar Kai bertanya.

Tubuh Sehun kaku mendengar pertanyaan itu. " Itu pertanyaan yang sulit di jawab. " Ucap Sehun.

" Ya atau tidak. Hanya itu. " Ucap Kai. Ia tidak ingin Sehun merindukan kehidupannya yang lama. Dia ingin Sehun bahagia sepenuhnya dengan dirinya.

Jika Sehun merindukan kehidupannya... Apa yang akan kulakukan? Batin Kai.

Sehun menghela napas. " Aku tidak yakin apakah aku merindukannya atau tidak. Maksudku, aku tidak dekat dengan keluargaku. Tidak punya teman yang benar benar baik dan tidak dekat dengan siapapun secara khusus. " Jelas Sehun.

" Kenapa kau tidak dekat dengan mereka? " Tanya Kai dengan penasaran.

" Mereka ingin aku menjadi seseorang yang bukan diriku. " Jawab Sehun.

" Apa? " Tanya Kai dengan bingung.

" Anak manis. Mereka menginginkan aku menjadi anak manis yang menuruti semua keinginan mereka. " Jawab Sehun dengan malu malu.

Kai mendengus. " Kau memang manis. Kau suka berpura pura sebaliknya, tapi kau jelas adalah salah satu makhluk termanis yang pernah ku temui. " Ucap Kai.

Sehun menggigit Kai di bahunya dan menjilat bekas gigitannya. Bagaimana Kai bisa tahu isi jiwaku. Kai dapat melihat sisi perempuanku yang telah kusimpan rapat rapat. Bahkan ibuku sendiri tidak bisa memahamiku. Batin Sehun.

" Bagaimana keluargamu bisa tidak sadar betapa manisnya dirimu? Kasihan mereka. " Kata Kai pura pura merasa kasihan dengan keluarga Sehun.

" Terima kasih untuk itu. " Sehun mengangkat kepala dan menempelkan pipinya pada telapak tangannya.

Jantung Kai terasa berdebar. Sehun benar benar sudah mendapatkan seluruh hati Kai.

" Apa kau berhasil membuat kartu ucapanmu di sini? " Tanya Kai mengalihkan perhatiannya sendiri agar tidak kembali menerkam Sehun, Kekasihnya ini terlalu menggoda.

" Ya. " Jawab Sehun antusias.

" Jika kau harus membuat satu untukku, apa bunyinya? "

" Hm... Sebentar, " Sehun menyandarkan kepalanya ke bahu Kai.

Satu menit berlalu, kemudian menit berikutnya berlalu lagi.

" Apa kau yakin kau ingin tahu ? " Tanya Sehun.

" Ya. " Jawab Kai dengan lembut.

" Jika aku harus memberimu satu, akan berbunyi... " Sehun terdiam sebentar.

" Akan berbunyi, aku memercayai kau tidak akan menghancurkan hatiku. Jika ada satu saja goresan maka akan kuhancurkan wajahmu. " Ucap Sehun dengan santai dan menggoda.

Kai menggigit bibirnya agar tidak tertawa. " Menghancurkan wajahku? "

" Kau dengar aku kan? " Sehun malah balik bertanya.

Menghancurkan wajahnya jika dia menghancurkan hatinya... hatinya, Kai terdiam. Saat Kai memahami perkataan Sehun. Darahnya berdesir, rasa pening di kepala mendadak terasa saat dia di hantam berkali kali dengan emosi yang berbeda beda.

" Kau memercayakan hatimu padaku? " Kai takut menanyakan itu, takut bahwa dirinya salah paham. Dia, seorang prajurit yang akan tertawa keras saat menghadapi bahaya yang mampu merenggut nyawanya, tapi sekarang ia takut pada seorang perempuan kecil pucat yang mungkin saja tidak menginginkan dirinya.

" Mungkin, aku tidak akan mengatakan aku mencintaimu atau sejenisnya. " Kepanikan tampak pada wajah Sehun saat menjawab Kai. " Tapi aku akan mencoba percaya bahwa selama bersama denganku kau tidak akan menyentuh orang lain. Maksudnya perempuan lain. " Jawab Sehun lagi.

" Aku tidak akan pernah menyukai orang lain seperti aku menyukaimu. " Ucap Kai dengan lembut.

" Sekarang memang tidak. Tapi bagaimana nanti, saat rasa sukamu padaku mulai menghilang. " Kata Sehun.

Saat sehun berbicara, Kai bisa mendengar ada getaran dalam nada suara Sehun.

Kai meraih Sehun dan memandangnya. " Kau adalah pasanganku. Aku sudah mengatakan itu padamu, tapi kurasa kau tidak paham apa artinya. Tidak akan ada yang bisa menggodaku lagi, kecuali kau. Tidak ada yang bisa membuatku berpaling. Tidak ada yang bisa membuatku tertarik. Hanya kau. Saat seorang Nymph mendapatkan pasangannya, mereka tidak akan pernah berpaling dari pasangannya selamanya, begitulah yang terjadi. Sekarang dan Selamanya. " Jelas Kai pada Sehun.

Pandangan Kai melembut dan ia tahu kalau Sehun tengah mencoba percaya padanya.

" Yeah, well. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti. " Ucap Sehun.

" Jadi kau akan tinggal denganku? " Tanya Kai dengan penuh harap.

" Ya. " Jawab Sehun setelah terdiam sejenak.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Kai. Kebahagiaan penuh walau belum sempurna. " Kau mau tinggal denganku tapi kau tidak mencintaiku? " Tanya Kai lagi.

" Tepat. Cinta itu terlalu rumit dan berantakan. " Jawab Sehun.

" Aku mencintai saat saat dimana kita saling bersentuhan dan itu tidak rumit." Kata Kai.

Bibir Sehun mengerucut. " Bukan itu maksudku dan aku yakin kau tahu maksudku. Mencintai seseorang berarti mengijinkan seseorang berbuat hal yang buruk padamu karena dia tahu dia akan di maafkan. " Jelas Sehun pada Kai.

" Hal buruk apa yang telah dilakukan padamu oleh orang orang yang kau cintai? " Tanya Kai. Pertanyaan itu membuat Sehun terdiam sejenak.

Aku akan membunuh mereka. Pria dan perempuan yang telah berani menyakiti kekasihku, pikir Kai.

" Aku telah ditinggalkan, ditolak, diasingkan dan dilupakan. " Kata Sehun. " Selain itu, aku telah melihat bagaimana kau menyingkirkan para perempuan yang hadir sebelum aku. " Ucapan Sehun membuat tubuh Kai menengang.

" Aku tidak mengira kau akan datang. Kau sungguh suatu kejutan. Aku tidak bisa memutar balik apa yang kulakukan di masa lalu. Tapi kau bisa berpegang pada janji dan kehormatanku bahwa aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka. Seiring waktu, kau akan menyadari hal itu dengan sendirinya. " Kai terdiam sejenak. Mengamati wajah Sehun.

" Aku tahu kau berkata kau akan tinggal di sini tapi aku ingin kau berjanji. Berjanjilah padaku kau akan memberikan waktu untukku, untuk membuktikan kesungguhanku padamu dan membuktikan cintaku hanya untukmu selamanya. " Tambah Kai dengan sungguh sungguh.

Pandangan Sehun mengarah ke wajah Kai, menganalisis, mempertimbangkan, mencari kebohongan dari ekspresi wajah Kai. Apapun yang dilihat Sehun dalam ekspresi Kai membuatnya tenang.

Sehun tersenyum dan mengangguk. " Aku berjanji. "

Kai menghela napas lega dan kembali merasakan kebahagiaan. Kai mengecup bibir Sehun dengan lembut. Hanya kecupan biasa. Tangannya menggenggam tangan Sehun, mengaitkan jari jemari mereka.

" Saat kau melihat betapa buruknya kisah cintaku, Tapi orang tuaku memiliki kisah cinta yang terbaik. Ayah dan ibuku adalah pasangan yang ditakdirkan dan mereka saling terikat satu sama lain. Dan aku yakin kisah cinta kita akan seperti orang tuaku, terikat dan saling mencintai untuk selamanya. " Kata Kai sambil tersenyum. Ia mengecup kening Sehun, menyalurkan rasa kesungguhan cintanya.

" Dimana mereka, orang tuamu? " Tanya Sehun penasaran.

" Mereka meninggal beberapa tahun lalu. Ayahku meninggal karena peperangan dan ibuku meninggal karena kesedihan ditinggal Ayahku, Ibuku meninggal tidak lama setelah ayahku meninggal. " Jawab Kai dengan sedih.

" Aku turut bersedih kau kehilangan mereka. " Kata Sehun dengan lembut sambil mengelus rambut Kai.

" Uh – oh. Kau menunjukkan sisi manismu lagi. " Kai tersenyum mendengar kepedulian Sehun padanya.

" Beraninya kau mengatakan hal semacam itu. Aku adalah perempuan berengsek yang menyebalkan. " Sehun menyeringai mengatakan hal itu.

" Dan, kau membenci apapun yang kulakukan padamu. " Kata Kai dengan seringai yang sama terlihat di mulutnya.

" Ya, aku membencinya, " Sehun menyetujui sambil tertawa.

Napas Kai berhembus di telinga Sehun, diikuti dengan lidah Kai yang menjilat telinga Sehun. Tangannya menyentuh rambut Sehun, membuat Sehun gemetar karena sentuhan itu.

" Seperti kau membenciku, " Kata Kai berbisik di telinga Sehun.

Sehun tidak bisa memberikan kata kata cinta yang diinginkan Kai. Jadi, ia memberikan ini sebagai alasan. " Ya, aku sangat membencimu. " Bisik Sehun.

" Bagus. Karena aku akan membuatmu membenciku sampai kau tidak akan bisa hidup tanpaku. " Kata Kai sambil memasukkan kembali kejantanannya ke dalam vagina Sehun.

Kau sudah membuatku tidak bisa hidup tanpamu, Kai. Batin Sehun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC / END ?

Anyeong... Maaf lama update FF ini. Aku lupa naruh filenya di folder mana hihihihihi...

Masih adakah yang setia nungguin FF ini?

Di chapter ini cuma KaiHun moment yang lovey dovey aza.. Pada suka gak moment lovey dovey mereka?

Oh ya rencananya aku mau bikin Sequel Sang penculik. Ada yang berminat?

At least mohon reviewnya yaaaa... ( q ^ _ ^ ) p