Tittle :

About our memories

Main Cast :

Lee (Cho) Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast :

Kim Kibum, Kim Ryewook, Lee Hyuk Jae, Kim (Cho) Heechul, Choi Siwon, Lee Dong Hae, Kim Jongwoon(Yesung), Kim Jungmo, (Soe) Victoria Song, Seo Joo Hyun, Choi Minho, Kwon Ji Young(GD), Choi Seung Hyun(TOP), Kim Taemin, Kim Jaejoong, Kim Junsu

Rating :

T

Genre :

Romance/Hurt, Drama

Warning :

GS, Typo(S), Full Flas Back, Song Fic

Summary :

Apa yang harus dilakukan kyuhyun sekarang, jika semua orang memintanya untuk menyerah dan mulai merelakan sungmin pergi untuk selamanya dari sisi hidupnya. "Apa aku ini egois Ming ? aku hanya ingin mempertahankan mu." Mampukah kyuhyun berpegang teguh dalam keputusannya sedangkan ia terus merasakan kesakitan didalam hatinya.

Catatan : Tulisan yang bergaris miring dan mempunyai keterangan waktu, itu berarti isi dari diary Sungmin.

Song by :

Davichi – Love My Love

.

.

Happy Reading

.

.

Beberapa orang nampak ikut tersenyum bahagia menyaksikan sepasang insan yang telah berjanji dihadapan Tuhan untuk setia sehidup semati saling menjaga satu sama lain sampai maut memisahkan keduannya beberapa menit lalu. Para undangan pun bertepuk tangan kala sang mempelai pria mulai mencium wanita dengan penuh hikmat seolah tak ada seseorang pun ditaman tersebut. Ya, acara pernikahan tersebut memang bertemakan garden party. Semuanya nampak begitu indah dan tertatah rapi sedemikian rupa. Nampak jelas jika pasangan tersebut bukanlah dari keluarga biasa saja, lebih tepatnya berasal dari kalangan atas.

Setelah beberapa menit kemudian para undangan pun mulai memberi selamat kepada pasangan baru tersebut satu persatu dan melenggang menikmati acara party ditaman tersebut.

Senyum merekah terus nampak lekat dibibir mempelai wanita yang tengah beridiri menyambut tamu yang hendak memberi selamat kepadanya. Sang mempelai pria yang terlihat tampan dengan jas putih bersihnya juga tak henti-hentinya melakukan hal yang sama dengan mempelai wanita yaitu tersenyum.

Namja jangkung yang sedari tadi memperhatikan kedua pasangan baru tersebut dari jauh hanya terus tersenyum melihat sang mempelai wanita yang nampak sangat bahagia. Setelah mengamati beberapa menit akhirnya sang namja jangkung tersebut memutuskan menghampiri pasangan suami istri tersebut ketika ia melihat beberapa tamu telah selesai membari selamat.

"Cukahae noona."

Yoeja berbaju pengantin tersebut langsung mendongakan kepalanya dan menatap bahagia kearah namja jangkung didepannya tersebut.

Srettt…yoeja tersebut langsung menarik namja jangkung tersebut kedalam pelukannya tanpa memperdulikan sosok yang tengah menatap tak suka kearah mereka.

"Aigoo….aku fikir kau tak datang kyu ?" yoeja tersebut terus berujar tanpa mau melepaskan pelukannya tersebut.

Kyuhyun hanya tersenyum dibalik pelukan terseicbut sambil menepuk punggung polos Victoria yang diakibatkan gaun pengantinya tersebut memang lumayan terekspos pada bagian punggungnya. "Mana mungkin aku tidak datang, kau terlalu banyak berfikir noona. Dan kurasa sebentar lagi akan ada seseorang yang menghajar ku jika pengantin wanitanya yang baru ini tak mau melepaskan pelukannya pada namja tampan seperti ku."

"Eh ? Mwo" Victoria langsung menarik diri dari pelukannya dan menatap gugup kearah nickhun yang terlihat berpura-pura merajuk. "Aishhh mianhae yeobo, dan kurasa nae yeobo lah yang tampan dibandingkan anak epil ini." Cibirnya, menyangkal kata-kata kyuhyun tadi.

"Mwo ? Aishh…aku ini lebih tampan dibandingkan dia noona. Aishh selera mu itu sungguh standar." Guyonnya dan sontak membuat nickhun mendelik tak suka kearah kyuhyun dan mulai berancang-ancang memulai beraduh mulut dengan anak epil yang satu ini, namun Victoria lebih dahulu membelanya dan akhirnya kyutoria lah yang berdebat mulut. Nickhun hanyebua menghela nafas melihat pertengkaran kyutoria terjadi didepan matanya lagi. Lagi, lagi dan lagi, ya memang ini bukan pertama kalinya nickhun melihat mereka berdepat karena hal sepele.

Tak ada sama sekali terbesit dalam benak nickhun cemburu terhadap kyuhyun karena dirinya selalu beranggapan Victoria memang sering bersikap selayaknya noona terhadap dosaeng laki-lakinya sendiri. Bahkan nickhun sendiri sudah menganggap kyuhyun seperti dosaengnya sendiri walaupun ia sering kali jengkel karena sindiran namja pencinta game tersebut.

"Hemm…mau sampai kapan kalian bertengkar seperti sepasang kekasih eoh ? apa aku masih menjadi pemeran utamanya hari ini ? atau aku hanya akan menjadi pemeran pembantu saja diadegan kyutoria live ?"

Kyuhyun dan Victoria langsung menghentikan adu mulut mereka kala nickhun mengintrupsi kegiatan mereka dengan sindirannya. Keduanya pun melirik kearah nickhun secara kompak.

"Aishh…tentu saja kita berdualah yang menjadi pemeran utamanya hari ini, dan bocah epil itulah yang menjadi pemeran pembantunya." Jawab Victoria dengan nada yang dibuatnya semanis mungkin dan jangan lupakan tangannya yang kini sudah bergelayut manja dilengan nickhun mencoba jurus aegyo yang dipelajarinya dari sungmin.

Kyuhyun hanya mencibir adegan mesra pengantin baru tersebut yang dianggapnya terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu. "Aigo…mana ada namja setampan diri ku ini menjadi pemeran pembantu saja ? dan sudah ku bilang jangan merajuk seperti itu noona, kau benar-benar tak ada manis-manisnya sama sekali."

"Ughh…yeobo, lihatlah bocah epil ini terus saja mencibir ku." Victoria mengadu layaknya bocah 5 tahun yang mendapatkan perlakuan nakal dari temanya hingga mengadu kehadapan orang tuanya.

Nickhun hanya tersenyum mendapati tingkah kekanakan vic dan membelai pinggir surai coklat vic yang digelung keatas dengan sayang. "Sudalah yeobo tidak usah dengankan bocah epil ini, sudah tahu dia itu tidak pernah mau kalah. Ahhh…, dan kau kyu, sudah jangan menggoda istri ku lagi."

"Hahahah…habis noona itu orangnya cepat marah, jadi aku suka sekali menggodanya. Lagi pula dia itu lucu sekali jika sedang marah, hahahah, muka keriputnya akan terlihat jika sedang marah..hahaha"

"Aishh…jangan merusak hari besar ku cho !"

"Arra..arra…arra. Selera humor kalian payah !" cibir kyuhyun, "Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian." Kyuhyun memeluk satu persatu pengantin tersebut secara bergantian dan pada saat ia memeluk nickhun ia menggumamkan suatu kalimat yang membuat nickhun tertegun. "Jaga noona ku dengan baik hyung, jika tidak aku akan menghajar mu sampai mati."

Nickhun tersenyum kemudian menganggukan kepalanya tanda menyanggupi permintaan kyuhyun sebelum kyuhyun benar-benar melenggang dari hadapannya.

'Bodoh ! Tanpa kau minta pun aku memang akan melakukannya. Noona mu itu, aku akan selalu menjaganya.'

.

.

~About our memories~

.

.

Masih dalam suasana pesta pernikahan vic dan nickhun, kyuhyun melangkahkan kaki jenjangnya kearah sepasang suami istri yang tengah tertawa kecil melihat tingkah laku bocah lelaki 2 tahun yang berada dalam gendongan namja jangkung tersebut. Sepintas ide jahil muncul dalam otak kyuhyun untuk membuat namja jangkung didepannya itu kaget. Seringain pun mulai tercetak jelas dibibir tebalnya kala mulai memikirkan ide jahilnya tersebut.

Dan Sretttttt…..

"Omo…!"

Hampir saja jantung kedua orang tua kandung bocah lelaki 2 tahun tersebut lepas dari tempatnya kala mendapati seseorang dengan tiba-tiba saja merebut bocah lelaku tersebut dari gendongan namja bertubuh jangkung yang notabennya adalah ayah kandung dari bocah kecil tersebut.

Sedangkan bocah lelaki 2 tahun tersebut hanya terkekah layaknya anka kecil. Kyuhyun tersenyum puas karena telah berhasil membuat jantung kedua orang tua bocah lelaki tersebut hampir lepas dari tempatnya. "Aigoo umi~ah, kau bertambah lucu eoh ?" tanyanya pada sibum dalam gendongannya dan hanya dijawab denngan kekehan khas anak kecil dari sibum.

Dan jangan lupakan siwon dan kibum yang menggeram kesal karena tingkah sang maknae yang terlalu tiba-tiba saja. "Aishh…kau ini membuat jantungan saja ! Dan jangan bertingkah tiba-tiba saja begitu, bagaimana kalo sibum jatuh eoh ?" Kibum yang terkenal dengan sikap tenangnya pun mulai menggerutu jika itu sudah menyangkut keselamatan putra pertamanya.

Kyuhyun hanya tersenyum kuda saat mendengar kibum mulai mengomel dan lebih memilih mengabaikan omelan kibum dengan mengajak sibum untuk berbicara tak jelas. Siwon yang melihatnya pun sebenarnya ingin sekali mengumpat dihadapan namja berambut coklat tersebut namun ia lebih memilih diam dan mengutuki sikap kyuhyun didalam hati.

"Hayo panggila apa ?" Titah kyuhyun dihadap sibum. Sibum menggeliatkan tubuhnya dan tersenyum dihadapan kyuhyun. Kyuhyun yang melihatnya pun ikut tersenyum.

"Appa kyu ?" Kyuhyun begitu tersenyum bangga kala mendengar sebutan dirinya yang menandakan namja kecil tersebut sudah hafal sebutan untuk dirinya. Sibum pun mulai meraba-raba dan menepuk pelan pipi tirus kyuhyun dengan kedua tepalak tangannya.

"Aigoo..anak appa memang pintar eoh ? Lihat lah hyung, sibum jadi pintar seperti ini karena selalu berdekatan dengan ku." Ucap kyuhyun dengan bangganya.

Siwon berdecih pelan, "Tsk. Mana ada yang seperti itu, sibum itu dilihat dari segi mana pun dia itu mirip sekali dengan ku. Jadi jika dia pintar itu pasti menurun dari ku." Cibirnya.

"Mwo ? wonie~ah kenapa semuanya mirip dengan mu eoh ?" Cela kibum yang tak terima denngan pernyataan siwon yang mendomisi.

"Heheheh…sibum kan namja, mana mungkin dia secantik dan semanis kau bumie~ah. Sibum itu tampan seperti ku." Ucap siwon dengan tingkat dirinya yang melebihi batas. Kyuhyun yang mendengarkannya pun ingin sekali terjun dari sungai han saat ini jika saja tak ada sibum dalam gendongannya. Sedangkan kibum mulai merasa wajahnya merah. Bukan karena tersipu malu digoda suaminya namun merah karena menahan kesal.

"Ahhh…jinjja. Jadi jika anak kita namja maka mereka akan mirip dengan mu semua eoh ? Aishh…" Gerutu kibum dengan menatap tak suka kearah namja disampingnya tersebut.

"Hahah…mungkin iya. Dan…." Siwon menggantungkan kata-katanya dan nampak menyingai sebelum melanjutkan kata-katanya. "Apa yang kau maksud dengan 'Mereka' ? jadi bumie ku ini ingin membuat sibum kecil lagi eoh ?" Ucapan siwon begitu telak dan penuh penekanan pada kata 'Mereka'. Seketika rona pipi kibum kembali merah, bahkan lebih merah lagi dari sebelumnya. Dan bukan karena marah tetapi lebih tepatnya merah karena malu.

"Aishhh…kau bicara apa eoh ?" Kesalnya pada siwon.

Sontak siwon dan kyuhyun tertawa puas melihat sang snow white tersebut tak bisa lagi berkutik. Sibum yang melihatnya pun hanya ikut tersenyum tak mengerti dengan 3 orang dewasa dihadapannya tersebut.

"Mma..ma.." Seakan mengerti jika eommanya begitu malu dan ingin menolong sang eomma dari kedua namja pervert tersebut, sibum yang dalam gendongan kyuhyun pun menggeliatkan badannya dan tangannya terulur mencoba meraih kibum.

"Aigoo…kemarikan sibum kyu." Sibum langsung menggendong sibum ketika kyuhyun berhenti menertawakannya dan memberikan sibum kedalam pelukannya. Dalam hati kibum begitu berterima kasih terhadap anak semata wayangnnya tersebut karena telah menyelamatkan harga dirinya dihadapan kedua namja pervert tersebut. Dengan telaten kibum mulai menimang nimang sibum yang dalam gendongannya dan tak memperdulikan lagi kedua namja dihadapannya tersebut yang masih tersenyum-senyum penuh arti.

"Kau kemari sendirian eoh ?" Tanya siwon mulai mencoba topic pembicaraan yang baru kembali.

Kyuhyun yang tengah asyik memperhatikan sibum yang terlihat bahagia digendongan kibum pun mulai menoleh kearah siwon dan merespon pertanyaan siwon. "Hnn..tidak, aku tadi bersama hae hyung. Tapi sekarang aku tidak tahu dia dimana."

Seolah kelak akan panjang umur saja, namja yang tengah menjadi pergunjingan siwon dan kyuhyun tersebut tiba-tiba saja memeluk pinggang ramping kyuhyun dengan mesranya dari belakang. Tanpa meminta ijin terlebih dahulu dari sang pemilik punggung namja berambut hitam tersebut dengan seenaknya saja menyandarkan kepalnya dan mengesek-gesekan hitungnya dengan manja. "Hmmm…kau merindukan ku chagiyah ? Baru kutinggal sebentar saja, kau sudah mencari ku eoh ?"

Kyuhyun langsung merasakan bulu kuduknya berdiri semua karena sentuhan tangan namja berambut hitam tersebut pada pinggangnya. Ditambah lagi suara namja tersebut terdengan seperti desahan. Dengan gerakan cepat, kyuhyun berhasil menepis tangan tersebut dan membalikan tubuhnya agar menghadap namja berambut hitam tersebut. mata onyxnya mendelik tak suka kearah namja tersebut. "YA ! Miciseo ? Aku masih normal !" Bentaknya.

Namja yang tingginya tak melebihi kyuhyun tersebut hanya tersenyum tanpa dosa dihadapan kyuhyun dengan senyuman khasnya yang bisa melumpuhkan beberapa yoeja sekaligus.

"Aishhh…simpan senyuman bodoh mu itu ikan ! Senyuman mu itu menjijikan. Ahhh…? Mungkinkah ? Hyung…kau…?Ahh…mungkin saja, mengingat kau belum mempunyai pasangan eoh ? Aishh…" Tanya kyuhyun sedetail mungkin dihadapan donghae. Donghae sedikit menghela nafasnya dan kemudian langsung menggeplak kepala kyuhyun dengan sadis.

"Hahhh ? Mulut anak ini ! Aku hanya sedikit bermain saja tadi, tapi jika kau mau…Aku bisa kok menjadi SEME mu." Donghae menyeringai disaat pengucapan kalimat terakhirnya dan kedipan matanya yang begitu terlihat menggoda. Kyuhyun yang mendengarkannya pun bergidig merinding dan beringsut dari hadapan namja Casanova tersebut dengan secara refleks menyilangkan kedua tangannya diatas dada bidangnya.

"Ahhh…mengerikan !" Keluh kyuhyun sambil menggeleng-gelangkan kepalanya.

"Tsk. Kau ingin ku hajar ya Cho ?"

Keluarga kecil yang melihat perdebatan 2 namja dewasa tersebut hanya menggeleng-gelangkan kepalanya dan anak lelaki mereka pun hanya terkikik melihatnya tersebut.

"kkkk…noona!" Pekik sibum saat melihat wajah donghae. Sontak kyuhyun dan donghae yang sebelumnya tengah berdebat pun langsung menghentikannya dan mulai melirik sibum.

"Eh ? Nuguyah ?" Tanya kibum yang penasaran yoeja manakah yang tengah dilihatnya. Sibum langsung menunjuk donghae. Implus donghae langsung melirik sekelilingnya, ia berharap ada seorang yoeja yang cantik dan seksi, namun nihil.

Lalu dengan ketidak pastiannya donghae mencoba menunjuk dirinya sendiri, "Ne..nega ?" tanyanya dengan sedikit gugup.

Sibum pun langsung mengangguk imut. "Eumm…ikikikik"

"Mwo ? umie~ah, panggil aku 'HYUNG' bukan 'NOONA' !" Titah donghae dihadapan sibum.

"Eung…? Noona." Ujar sibum lagi dengan cengiran khasnya dihadapan donghae.

"Aishh…dari siapa dia belajar memanggil ku noona eoh ?" Tanya donghae mendelik kedua orang tua kandung sibum secara bergantian dengan intensnya. Choi siwon dan choi kibum pun saling memandang satu sama lain dengan mengerutkan dahi, seolah betanya 'Pasti kau ?'.

Sedangkan seseorang lagi tengah terkikik geli memikirkan sibum yang telah hafal betul semua ajarannya ketika mengingat panggilan untuk seseorang didekatnya, dan itu termasuk panggilan untuk donghae. Siwon yang merasakan ada keganjalan dipikirannya pun mulai menemui titik temu saat mendengar suara kikikan kyuhyun yang tengah menahan tawanya.

"Ahh…pasti setan ini yang telah mengkotaminasi pikiran polos anak ku eoh ?" Siwon mendelik sengit kearah kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyuhyun yang semula hanya menahan tawanya pun mulai terbahak-bahak mengeluarkan tawanya.

"Hahahah lihat lah hyung, bahkan sibum saja tahu mana yang pantas menjadi UKE ?" Kyuhyun sengaja menekankan kata 'UKE' dengan nada mengejek kearah donghae.

Donghae yang mulai geram pun berusaha menarik kepala kyuhyun dan menjepitkan kepala kyuhyun diantara ketiaknya dan jangan lupakan tangannya yang mulai gemas menjitak kepala namja berambut coklat tersebut.

"Aishh…anak ini benar-benar ingin dihajar eoh ?"

"Ughh…YA ! Appo…."

Terjadilah baku hantam yang terlihat manis anatara dosaeng dan hyung untuk yang kedua kali ditempat yang sama. Dan keluarga kecil harmonis tersebut pun hanya menatap malas dan namja kecil dalam gendongan sang eomannya pun hanya terkikik geli kembali.

Kegiatan jitak menjitak pun tak berangsur lama karena suara yoeja yang tengah menghampiri perkumpulan keluarga kecil tersebut begitu mengena ditelinga donghae, seolah suara tersebut begitu lama ia rindukan.

"Anyyeonghaseo…" Gummy smile tersebut nampak jelas tercetak dibibir yoeja kurus tersebut. Dengan mesranya yoeja kurus tersebut mengapit lengan namja jangkung yang berdiri sampingnya dan menghampiri kyuhaesibum.

Donghae nampak begitu terkejut dan secara refleks melonggarkan apitannya diatas leher kyuhyun. Kyuhyun yang melihat peluang besar untuknya untuk melapaskan diri pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan dengan sekali menarik diri, ia pun akhirnya terlepas.

Kyuhyun sediki meringis merasakan leher dan kepalnya yang terasa sakit. "Aish…kau benar-benar ingin membunuh ku eoh, hyung ?" Upatnya sambil mengelus lehernya yang terasa sakit.

Donghae tak begitu tertarik untuk meladeni perkataan sang maknae dan lebih memilih menatap yoeja cantik dan anggun tersebut yang tengah berdiri dihadapannya.

"Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu yah lee donghae~ssi ?" Yoeja berambut hitam tersebut mulai menyapa dongahe lagi untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun silam mereka tak saling menyapa lagi karena insiden buku dilorong sekolah.

Donghae memang sempat terkejut dengan kedatangan yoeja dihadapannya tersbut beberapa saat lalu. Mengingat yoeja bertubuh kerus tersebut dulu yang terkenal dengan ketomboyannya dan rambut blonde cepaknya yang khas tersebut kini telah berubah 180 derajat dari sebelumnya.

Yoeja yang kini berdiri dihadapan donghae tersebut nampak berbeda dengan eunhyuknya yang dulu. Yoeja didepannya tersebut nampak anggun dan elegan dengan penampilannya. Bahkan warna rambutnya yang semula blonde pun kini berubah menjadi hitam legam. Wajah eunhyuk yang memang sudah cantik dan manis pun bertambah cantik saja dengan polesan mekup yang terlihat natural mengiasi wajah cantiknya.

Donghae tak begitu terkejut mendengar sebutan namanya dari mulut eunhuk dengan embel-embel ~ssi lagi karena semenjak pertengkarannya dilorong sekolahannya dulu sikap eunhyuk begitu berubah derastis dan tak lagi meliriknya barang sejenak pun.

"Nde, kau benar eunhyuk~ssi. Dan aku juga tidak berharap kita bertemu lagi disini." Donghae begitu kesal melihat kaitan tangan eunhyuk pada lengan namja jangkung disebelahnya tersebut hingga ia tak ingin lagi berharap lebih untuk membuka hatinya untuk eunhyuk untuk yang kedua kalinya. Donghae tak ingin lagi meberi harapan palsu terhadap dirinya sendiri, menyakinkan dirinya bahwa eunhyuk masih mencintainya. Melihat kenyataan eunhyuk sudah nampak terlihat bahagia disamping lelaki jangkung tersebut membuatnya berfikir mungkin memang eunhyuk lebih bahagia tanpa dirinya.

'Huftttt…jangan lagi !' Lirih kibum didalam hatinya melihat perang dingin yang nampak begitu jelas diantara mantan sepasang kekasih tersebut.

"Ahh..aku lupa jika hari ini aku ada kencan dengan sica, jadi kurasa kau tidak perlu mengantar ku pulang kyu."

"YA ! siapa juga yang ingin mengantar mu pulang eoh ?" cibir kyuhyun. Donghae hanya berpura-pura terkekeh merespon kyuhyun.

"Cha ! Aku pergi." Dengan gaya yang dibuat seangkuh mungkin, donghae melenggang meninggalkan semuanya tanpa mau membalikan badannya sama sekali, walau sekedar menoleh melihat eunhyuk.

Ekspresi angkuh eunhyuk berubah seketika menjadi senduh kala menatap punggung donghae yang semakin menjauh. Sekali lagi, ia merasakan sakit yang luar biasa didalam hatinya lagi setelah sekian lama ia tak bertemu dengan cinta pertamanya tersebut. Eunhyuk meremas gaun merah marunnya, berharap dapat melampiaskan rasa sakitnya untuk beberapa saat.

'Bahkan setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu pun, kau masih saja membuat ku sakit.' Lirihnya eunhyuk dalam hati.

"Gwencana ?" Tanya sosok namja jangkung yang setia berdiri disamping eunhyuk. Sosok namja tersebut sedikit merasa aneh dengan perubahan ekspresi yoeja cantik disebelahnya tersebut dan memutuskan untuk menanyakan keadaannya.

Eunhyuk langsung tersadar dan menampakan ekspresi sedikit terkejutnya, kemudian ia sedikit memaksakan tersenyum manis didepan namja jangkung tersebut. "Ahh..Gwencana oppa." Eunhyuk yang baru sadar jika ia tengah berada diantara kyuwonbum, hingga ia tersenyum canggung mencoba memperkenalkan namja jangkung disebelahnya tersebut dihadapan para sunbenya dulu.

"Ahh…ya, perkenalkan ini zhoumi. Oppa mereka sunbe ku dulu sewaktu masih bersekolah." Eunhyuk melirik satu persatu sunbenya tersebut dengan menjelaskan secara fisik kemudian nama. "Yang berwajah evil itu, namanya Cho Kyuhyun,…."

"YA ! Kau ingin mati eoh ?" Umpat kyuhyun, tak terima dengan sebutan yang diberikan eunhyuk untuknya. Namun eunhyuk tak menghiraukannya dan lebih memilih melanjutkan acara perkenalan tersebut. Memperkenalkan choi siwon dan kim kibum dihadapan zhoumi.

Choi siwon, choi kibum, dan zhoumi pun saling menundukan kepalanya tanda saling menghormati satu sama lain. sedangkan kyuhyun terus saja menggerutu tak jelas sambil mengetikan beberapa kata iphonenya yang kemudian ia kirimkan kepada seseorang.

"Chogiyo…, Zhoumi~ssi itu…" Kibum mulai menerka-nerka dugaannya tentang sosok namja jangkung tersebut itu pastilah seseorang yang spesial untuk euhyuk. Mengingat seberapa mesranya eunhyuk mengaitkan tangannya pada lengan namja tersebut.

"Ahh…aku hanya se…" Belum sempat zhoumi menjawab pertanyaan kibum, eunhyuk lebih dulu memotong kata-katanya.

"Dia..dia TUNANGAN ku." Zhoumi dan lainnya nampak terkejut mendapati ucapan eunhyuk barusan. Zhoumin pun hanya menatap tak percaya pada gadis disebelahnya tersebut dan tatapannya seolah berkata pada eunhyuk 'YA ! Kau gila, apa maksud dengan kata TUNANGAN ?'.

Eunhyuk tak menghiraukan beberapa tatapan terkejut beberapa orang disekitarnya dan lebih memilih lebih mengapit lebih kuat lagi lengan zhoumi berharap kebohongannya tak diketahui beberapa orang disekitarnya tersebut.

"Ahh..seperti itu ya."

.

.

Dan tanpa mereka sadari seseorang dibalik pohon tersebut meremas kuat kulit pohon yang tak berdosa tersebut yang menjadi tamengnya sekarang kala matanya tak hentinya mengawasi tingkah yoeja bergaun merah marun tersebut dari kejauhan. Hati dan matanya begitu memanas kala ia melihat pesan sikat yang diterimanya beberapa saat dari seseorang.

From : Evil Cho

Kau kalah telak hyung, mereka bahkan sudah BERTUNANGAN.

'Sial, kenapa jadi seperti ini. Sakit sekali' Lirihnya dalam hati dan kemudian donghae berjalan meninggalkan tempat pengintainya tersebut dengan lesuh.

.

.

Setelah sesi perkenlan zhoumi usai, eunhyuk lebih memilih undur diri karena ia berfikir sudah tak ada yang menarik lagi setelah donghaenya pergi. Hingga akhirnya menyisakan kyuwonbum lagi. Sibum kembali dalam gendongan kyuhyun sedangkan siwon lebih memilih menuntaskan menggoda istri tercintanya kembali.

Tak sengaja mata kyuhyun melihat sosok yang tak asing dimatanya tengah berbincang diantara tamu lainnya. Dan beberapa detik kemudian mata onyxnya tersebut saling bertemu dengan mata elang tersebut. Mata elang tersebut tersirat akan amarah yang terpendam kala menatap onyx kyuhyun dan itu nampak jelas dari tatapan dingin mata tersebut.

"Hyung, sepertinya aku harus pergi." Kyuhyun langsung memberikan sibum kepada kibum kembali.

"Ahh..ne"

.

.

~About our memories~

.

.

Namja yang tak kalah tingginya dengan kyuhyun tersebut nampak memandang senduh danau buatan dihadapannya tersebut. Wajah tampannya penuh dengan guratan akan kesedihan dan amarah yang menjadi satu.

Kyuhyun semakin berjalan mendekat kearah namja yang tengah membelakanginya tersebut dengan langkah pasti. Setelah beberapa detik, akhirnya kyuhyun mesejajarkan tubuhnya disamping namja jangkung tersebut dan ikut larut memandang kosong kearah danau buatan tersebut.

Lama larut dalam pikiran masing-masing hingga diantara kedua namja tersebut tak ada satu pun yang ingin memulai berbicara. Kyuhyun yang mulai jengah pun akhirnya memutuskan berniat meninggalkan tempat tersebut. Baru beberpa langkah ia berjalan sebelum sebuah suara berhasil mencegatnya.

"Chakkaman.." Lirih namja jangkung tersebut yang masih mempertahankan posisinya menghadap kolam.

Kyuhyun mencoba membalikan badannya dan menunggu respon namja didepannya tersebut. Dan tanpa diduga sebuah hantaman keras ia terima pada tulang rahangnya dan bahkan salah satu sudut bibirnya terlihat robek mengeluarkan darah akibat pukulan keras namja jangkung dihadapannya tersebut.

"Berengsek ! Seharusnya itu yang kulakukan sejak dulu." Umpat namja berkulit maskulin tersebut dihadapan kyuhyun.

Kyuhyun sedikit meringis merasakan sakit pada rahang dan sudut bibirnya. Nampak jelas kini kyuhyun tengah menyeringai ketika mendengar kata-kata yang terucap dari mulut namja jangkung tersebut.

"Kau gila, bagaimana bisa kau tersenyum disaat-saat seperti ini eoh ?"

"Hah…lalu kau ingin aku seperti apa ? Membalas memukul mu ? Jika seperti itu, aku tidak akan ada bedanya dengan kau. Namja selalu menggunakan kekerasan dalam tindakan. Itu sama sekali bukan seperti ku Jungmo~ssi." Kyuhyun memang bukanlah tipe namja yang menggunaka kekerasan dalam sebuah tindakannya. Ia memang selalu mencoba berfikir rasional dalam semua tindakannya hingga ia tak harus menggunakan kekerasan dalam kamus hidupnya selama ini.

Sekali lagi jungmo ingin menghajar wajah kyuhyun, namun ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih meredam emosinya. "Hah ? aku tidak percaya sungmin bisa mencintai orang seperti mu."

Kyuhyun tak menggubris kata-kata jungmo dan lebih memilih diam untuk beberapa saat sebelum jungmo berkata kembali dan hendak beranjak meninggalkannya. "DB caffe, jam 5 sore. Datanglah !"

"Untuk apa ? Mendengarkan jika sungmin mulai membuka hatinya untuk mu sebelum kami berpisah ? Konyol !" Celetukan kyuhyun itu membuat jungmo semakin naik pitam saja. Dan dengan sekali gerakan kembali jungmo berhasil mencekram kerah kemeja kyuhyun, namun kyuhyun sama sekali tak merasa takut dengan tatapan tajam jungmo. Dan bahkan ia kembali menghujam tatapan tersebut dengan tatapan dinginnya.

"Aku ingin sekali membunuh mu !" Jungmo hampir saja melayangkan tinjunya untuk yang kedua kalinya namun ia urungkan kembali.

"Lakukanlah, setidaknya aku tidak harus merasakan sakit ini lebih lama lagi. Dengan begitu, ketika sungmin sadar nanti ia tak harus melihat wajah namja pengecut ini yang selalu membuatnya menangis. Ini setimpal bukan ?"

Secara perlahan jungmo melepaskan cengkramannya dan menghela nafas beratnya. "Kau memang benar-benar berengsek cho. Kau fikir, jika kau mati maka semuanya akan selesai. Tidak cho, Tuhan sedang menghukum mu sekarang. Ini belum seberapa dengan sakit yang sungmin terima dulu."

"Nde, kau benar. Aku memang harus dihukum." Lirih kyuhyun.

Jungmo tak ingin lagi berdebat lebih lama lagi dengan namja egois seperti kyuhyun dan lebih memilih meninggalkan kyuhyun dengan sejuta argumen didalam hatinya tersebut.

'Kau…kau sebenarnya ada hubungan apa dengan jungmo ming ?'

.

.

Tanpa jungmo dan kyuhyun sadari seorang yoeja bertubuh tinggi yang melihat dan mendengarkan pertengkaran tersebut tengah menahan isak tangisnya. Bagaikan ada bom yang meledak tepak di hulu hatinya dan membuat hatinya begitu sakit mendengar dan melihat tingkah 2 namja tersebut yang terlihat begitu memperhatikan sungmin. Lebih tepatnya yoeja tersebut merasakan kecewa terhadap jungmo sang kekasihnya yang masih saja mengungkit sungmin didalam kehidupannya.

'Kenapa kau masih saja peduli terhadap sungmin setelah selama beberapa tahun ini kita bersama jungmo~ahh ? Apa selama ini tidak pernah ada aku didalam hati mu jungmo~ahh ?'

Yoeja tinggi tersebut membekap mulutnya agar suara isakanya tak keluar dan membuatnya diketahui keuda namja tersebut. Dengan langkah yang sedikit dipaksakan ia mencoba meninggalkan tempat tersebut.

TeBeCe or DeLeTe ?

Ikikikikik :P hayoo pilih iiang mana ?

Sebelumnya aku ucapin terimakasih untuk semuanya, buat orang tua gua, saudara gua, tetangga gua, sahabat2 gua,… ehhh ? *Lebe mode ON* heheheh :P

Ok thanks iiang udh sempetin buat komen end lihat ff gaje gua..akakakak :D *enggk bangga woyy *

Sebelum PRAUN an UN aku sempet2in nih buat kelanjutan nih ff, itung2 buang setress..sebelum bener-bener fokus buat belajar

Untuk semua chingudeul yg mau UN selamat berjuang ne ^^)9 *hwatinggg* hayoo kita berjuang bersama-sama.

Untuk readers baru selamat datang ne ^^ jangan sungkan, walaupun bekas sider juga tak masalah aku menghargai itu koq. Jd jangan takut buat komen ne ? aku gk gigit koq…heheh :P

Untuk yg readers lama, aku ucapin banyak2 thanks coz aku negrasa lebih semangat lagi buat ngelanjutin nih ff.

Nih konfliknya udh mulai kelihatan belum ? belum ? sabar ne, biarlah semuanya mengalir apa adanya *Sok-sokkan..heheh*

Buat yg minta ming sadar ? hemmmmm msh rahasia y ? *digebug masa* *Kaboooor*

Mohon ripyu ^^