My Enemy?
Casts:
-Jaehyun
-Johnny
Happy Reading
"Saya sudah liat hasil tugas kelompok kalian"
Seorang guru sedang berdiri didepan kelas sambil merapikan semua makalah yang sudah dibacanya. Kini Ia melihat daftar hasil rekapan nilai yang sudah dibuatnya untuk tugas kelompok tersebut dan tersenyum sekilas karena merasa puas dengan nilai-nilai yang didapat siswa-siswa nya tersebut. Sementara menunggu guru tersebut membacakan hasil dari tugas mereka, seluruh murid yang mengerjakan tugas yang dimaksud sudah was-was akan hasil yang didapat, sebagian bahkan ada yang sampai berkeringat dingin.
"Kalian semua mengerjakannya dengan sangat baik"
Seketika helaan napas terdengar, merasa lega bahwa tugas mereka mendapatkan hasil yang baik. Sudah tidak ada lagi muka tegang diantara para murid.
"Tugas kalian memang bagus nilainya juga memuaskan, tapi saya ingin mengatakan jika Johnny dan Jaehyun melakukannya dengan sangat baik"
"Woooooww~" semua murid kini menoleh ke belakang dimana Johnny dan Jaehyun duduk. Yuta yang duduk disamping Johnny pun bereaksi sama seperti yang lainnya begitu pula dengan Ten. Johnny yang menjadi pusat perhatian hanya tersenyum bangga sambil melambai-lambaikan tangannya seolah Ia sedang berada di red carpet. Berbeda dengan Jaehyun yang tetap stay cool tak menunjukkan ekspresi apapun.
"Bukan berarti yang lainnya jelek, hanya saja tugas milik Johnny dan Jaehyun sedikit lebih lengkap dan sangat baik. Jangan khawatir kalian semua mendapatkan nilai yang baik"
"Jadi siapa yang mengerjakan tugas itu? Kau? Atau Jaehyun?" bisik Yuta kepada Johnny teman yang duduk sebangku dengannya ini, yang disambut oleh lirikan tajam serta jitakan pelan dari Johnny.
"Itu tugas kelompok bodoh. Ya jelas saja dikerjakan bersama" balas Johnny dengan suara bisikan pula, agar tak terdengar oleh guru didepan mereka.
"Tidak mungkin"
"Terserah kau saja lah mau percaya atau tidak"
Bola kertas menggelinding diatas meja Johnny dan Yuta, keduanya menoleh kearah samping kanan mereka dan menemukan sang pelaku yang baru saja melempar bola kertas tersebut, adalah Ten yang melemparkannya. Johnny membuka bola kertas tersebut dan membaca isi pesan yang ditulis oleh Ten.
'Berapa meja dan bangku yang kalian hancurkan? dan berapa buku yang kalian sobek? Laptop kalian juga tidak hancur kan? bagaimana bisa beruang dan singa mendapatkan nilai memuaskan seperti itu? kalian tidak membakar perpustakaan kota kan? hebat beruang dan singa dapat nilai memuaskan untuk tugas kelompok ini hahahaha"
Johnny memutar bola matanya malas saat membaca isi pesan dari Ten, sementara Yuta sudah menutup mulutnya dengan tangannya agar tawanya tidak meledak. Mereka berdua kini menoleh ke arah Ten lagi dan menemukan Ten juga sedang menahan tawanya.
Tanpa bersuara mulut Johnny seolah berkata 'WE DID IT TOGETHER!' kepada Ten dan Yuta yang semakin ingin tertawa dibuatnya. Apa daya sang guru sudah memulai pelajarannya dan mereka tidak bisa meledakkan tawa mereka sekarang juga.
'I don't believe you' Ten dengan gesture mulut nya tanpa suara sambil telunjuknya menunjuk kearah Johnny.
'Whatever' Johnny kini mulai membuka buku catatannya dan mengabaikan kedua temannya yang lama kelamaan membuatnya kesal. Ia melirik Jaehyun sekilas yang duduk di bangku sebelah kirinya bersama teman sebangkunya Winwin. Jaehyun terlihat sedang memperhatikan sang guru sambil sesekali mencatat, begitu pula dengan Winwin. Kenapa Ia tidak mencari teman seperti Winwin saja yang terlihat damai-damai saja tidak seperti kedua temannya yang berisik sekali. Johnny langsung menolehkan kepalanya dan melihat kedepan saat Jaehyun menoleh ke arahnya, dia tidak ingin tertangkap basah tengah memperhatikan Jung Jaehyun.
.
.
.
Jaehyun sudah duduk dibalik meja siarannya di dalam ruang broadcast. Ia sedang menunggu partner DJ nya Soo Jung yang belum juga datang. Renjun dan Jeno yang bertugas menulis naskah juga belum memberikan naskah padanya. Sambil menunggu Ia memutar sebuah alunan musik instrumen. Sebuah lagu dari Yiruma River Flow In You dentingan piano pun terdengar ke seluruh penjuru sekolah. Jaehyun terdiam sambil menikmati dan meresapi nada yang dihasilkan dari dentingan piano tersebut. Kapan pun Ia mendengarnya Ia selalu teringat piano kesayangannya dan Ia benar-benar rindu dengan piano hitamnya itu. Apa lah daya, jangankan memainkannya kembali menyentuhnya saja Jaehyun tidak bisa, Ia takut kapan pun Jaehyun mencoba menyentuh piano nya, Jaehyun merasa takut dan tidak sanggup. Di dalam ruang siarannya ini Jaehyun tidak mendengar jika seseroang baru saja masuk kedalam ruang broadcast. Jaehyun baru tersadar ketika orang yang baru masuk kedalam ruang broadcasting tersebut masuk ke ruang siaran, tidak perlu repot-repot menoleh ke arah orang tersebut karena Jaehyun yakin orang yang baru datang ini adalah Soo Jung partner DJ nya.
"Soo Jung, tunggu Jeno dan Renjun memberikan naskahnya dulu yah, mereka belum memberikan naskahnya padaku" Jaehyun berkata tanpa membalikkan tubuhnya untuk menatap orang yang baru saja datang itu.
"Tumben sekali mereka sedikit terlambat memberikan naskah, ini sudah lewat sepuluh menit setelah waktu istirahat dan siaran belum dimulai"
Jaehyun terkejut saat mendengar suara yang seharusnya adalah suara seorang wanita yang lembut dan manis. Namun yang barusan didengarnya adalah suara seorang pria yang berat dan dalam. Jaehyun langsung menoleh dan menemukan Johnny sudah berdiri diambang pintu ruang siaran sambil bersandar disana.
"Hai"
"Kenapa kau ada disini?" tanya Jaehyun heran, ini bukan jadwal Johnny dan seharusnya pria tinggi itu tidak perlu datang kemari.
"Kan aku sudah bilang akan menukar jadwal siaranku agar sama denganmu" Johnny menghampiri Jaehyun, dan duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat Soo Jung.
"Kau benar-benar serius?"
Johnny mengangguk "Aku sudah bilang pada Taeil sunbae dan Jonghyun sunbae tadi, Soo Jung juga sudah tau, jadi mulai detik ini kau akan siaran denganku, dan Soo Jung dengan Doyoung"
Pantas saja dari tadi Jaehyun menunggu partner DJ nya yang tak kunjung datang. Biasanya Soo Jung akan datang lebih awal darinya. Ternyata wanita itu sudah tau jika jadwalnya ditukar.
"Kau suka Yiruma?" Johnny bertanya pada Jaehyun saat menyadari lagu Yiruma River Flow In You masih mengalun dengan indahnya. Dan Jaehyun mengangguk sebagai balasan untuk pertanyaan Johnny.
"Aku juga suka, dia salah satu pianist favorite ku"
"Kau memutar lagunya didalam mobilmu kemarin" Jaehyun ingat sepulang mereka kerja kelompok Johnny memutar lagu Yiruma sepanjang jalan, yang membuatnya khawatir jika Johnny akan terkantuk mendengarkan dentingan piano tersebut.
"Kau tidak mengantuk mendengarkan itu ketika sedang mengemudi?"
"Tidak, aku menikmatinya"
Jaehyun tersenyum, sungguh Ia sangat menghargai siapapun yang menikmati alunan piano. Biasanya orang-orang akan merasa mengantuk jika mendengarkannya. Menurutnya setiap dentingan piano itu harus dinikmati sampai dentingan terakhirnya, siapapun yang mengantuk kala mendengarnya menandakan jika orang itu bosan, itu menurut Jaehyun.
"Kau bisa bermain piano?" Johnny kini bertanya pada Jaehyun, Ia sebenarnya sudah tau jawabannya. Jongin pernah bercerita padanya tentang Jaehyun dan pianonya. Johnny hanya ingin mendengar sendiri cerita itu dari mulut Jaehyun bukan lagi dari perantara Jongin.
Jaehyun langsung mengalihkan pandangannya dari Johnny dan mulai sibuk mencari lagu lain dalam komputer didepannya ini "Tidak" jawabnya singkat.
"Benarkah? Bahkan memainkan lagu anak-anak pun kau tidak bisa? Aku saja bisa memainkan lagu happy birthday"
"Jangankan memainkannya, menyentuhnya pun aku tidak bisa" ucap Jaehyun dengan tersenyum tipis masih tetap memandang monitor di depannya.
Johnny memperhatikan gurat kesedihan dalam wajah Jaehyun lagi, ekspresi yang sama ketika Jaehyun bertanya padanya malam itu 'Apa rasanya punya ayah yang sangat menyenangkan?' walau Jaehyun tak menatapnya Johnny masih bisa melihat dengan jelas gurat kesedihan itu. Sepertinya cerita Jongin memanglah benar. Sejauh ini Johnny belum menemukan jika Jongin berbohong. Jongin bilang Jaehyun takut gelap bahkan saat sedang tertidur Ia akan terganggu dan Johnny sudah membuktikannya saat di perpustakaan kemarin. Jongin bilang Jaehyun punya trauma terhadap ruang yang sempit dan gelap dan Johnny juga sudah membuktikannya dengan insiden gudang tersebut. Sekarang Johnny mendapat bukti lagi jika Jaehyun trauma dengan piano nya dan tidak pernah menyentuhnya lagi. Setelah dipikir lagi Jaehyun melalui masa hidupnya penuh dengan rasa takut dan trauma mendalam, Johnny jadi merasa simpati padanya. Pantas Ia tidak punya teman, karena Jaehyun memang menutup diri, Jaehyun hanya takut kelemahannya itu diketahui oleh orang banyak dan Winwin mungkin salah satu orang yang dipercayainya, maka dari itu sampai saat ini Jaehyun masih berteman dekat dengan Winwin.
Seketika Jeno dan Renjun masuk kedalam ruang broadcast dan menghampiri Jaehyun dan Johnny kedalam ruang siaran.
"Sunbae ini naskahnya, loh? Soo Jung sunbae mana?" tanya Jeno heran saat yang ditemukannya adalah Johnny bukan Soo Jung yang menemani Jaehyun.
"Aku bertukar jadwal dengannya" Johnny berdiri dan mengambil naskah yang berada di tangan Jeno.
Jeno dan Renjun terdiam saling tatap. Mereka sedikit khawatir jika siaran hari ini akan tidak lancar. Takut kejadian sebelumnya terulang dimana Johnny dan Jaehyun bertengkar dan membuat heboh seisi sekolah karena pertengkaran mereka yang tersiar di radio sekolah secara live dan didengar oleh seluruh penghuni sekolah tentu saja.
"Tenang saja, apa yang kalian pikirkan tidak akan terjadi" seolah dapat membaca isi kepala Jeno dan Renjun, Johnny berkata sambil kembali duduk ditempatnya disamping Jaehyun. Sang junior hanya bisa mengangguk dan duduk di luar ruang siaran memperhatikan kedua orang tersebut melalui jendela besar yang membatasi. Mereka memilih stay disini siap siaga jika nanti Johnny dan Jaehyun kembali menghancurkan siaran radio sekolah seperti waktu itu. Johnny dan Jaehyun sudah mulai bersiap untuk memulai siaran mereka.
Alunan piano dari Yiruma berhenti berputar digantikan dengan music intro yang menandakan jika siaran akan segera dimulai. Johnny dan Jaehyun memakai headphone mereka, memegang naskah masing-masing dan mendekatkan bibir mereka kearah microphone.
"Selamat siang semuanya" Jaehyun mulai membuka siarannya "Selamat beristirahat untuk kalian semua, untuk kalian yang ada dikantin selamat makan, untuk kalian yang berada dilapangan dan ditaman selamat menikmati waktu kalian, dan kalian yang berada di kelas semoga kalian menikmati waktu istirahat yang menyenangkan. Hmm...hari ini aku Jung Jaehyun yang akan menemani istirahat kalian dan spesial buat hari ini dan mungkin seterusnya kalian tidak akan mendengarkan suara Soo Jung bersama denganku lagi, karena disebelahku sekarang ini sudah ada yang menggantikannya. Hey ayo perkenalkan dirimu" Jaehyun melirik Johnny yang duduk disampingnya, Johnny terkekeh pelan sebelum mendekatkan bibirnya kearah microphone.
"Haruskah aku memperkenalkan diri lagi? Mereka semua sudah mengenalku"
"Kau pikir kau sangat terkenal?"
"Ya memang" jawab Johnny dengan percaya dirinya, membuat Jaehyun memutar kedua bola matanya malas dan membuat Jeno dan Renjun yang menonton keduanya tertawa pelan.
"Baiklah, sesuai permintaan Jung Jaehyun yang ada disampingku ini, aku akan memperkenalkan diri sebagai partner barunya sebagai DJ"
"Partner?"
"Yes, we are partner. I'm Johnny Seo mulai detik ini adalah partner dari Jung Jaehyun. Jung Soo Jung ku harap kau tidak kecewa jika aku merebut partner mu ini"
Jaehyun tertawa saat Johnny berkata seperti itu. Membuat Jeno dan Renjun memasang wajah bodoh mereka, ini pertama kalinya mereka melihat seniornya yang satu itu tertawa. "Jaehyun sunbae bisa tertawa juga ternyata" bisik Jeno kepada Renjun disampingnya "Ya aku juga baru tau" balas Renjun kepada Jeno dengan suara bisikan juga tentu saja. Sebenarnya tak perlu berbisik pun tak akan terdengar juga oleh Jaehyun.
"Lupakan omong kosongnya itu teman-teman" Jaehyun mengambil alih "Oh ya, Johnny DJ beberapa minggu lagi kita akan menyambut hari yang spesial, bukankah begitu?"
"Yup benar sekali"
"Kita akan membahasnya nanti. Dan sebelum itu kami akan putar sebuah lagu untuk kalian dan mungkin para siswi akan senang dengan lagu ini. Bersama Jaehyun DJ dan..."
"Johnny"
"Akan menemani waktu istitrahat kalian. So, stay tuned" Jaehyun memutar lagu EXO Ko Ko Bop setelahnya dan melepas headphone dikepalanya. Begitupula degan Johnny. Kini mereka melihat kembali naskah yang ada ditangan mereka, berdiskusi membagi bagian untuk mereka masing-masing, sambil mendiskusikan lagu apa saja yang akan diputar setelahnya. Mereka terlihat sangat serius sampai lupa bahwa junior mereka Jeno dan Renjun hanya bisa melongo melihat keduanya yang terlihat akrab tidak seperti biasanya. Renjun merogoh ponselnya yang bergetar dari kantong celananya dan melihat pesan yang baru saja masuk.
1 New Message
From: Mark
'Hey! Itu serius Johnny Hyung siaran bareng Jaehyun sunbae? Renjun, kau ada diruang broadcast kan? stay disitu please jangan kemana-mana , kalau mereka bertengkar seperti waktu itu langsung matikan saja siarannya'
Renjun menunjukkan pesan yang baru saja masuk dari Mark kepada Jeno.
"Bukankah memang itu tujuan kita untuk tetap disini?" ucap Jeno santai setelah membaca pesan dari Mark. Dan pandangannya kembali tertuju pada dua seniornya yang kini sudah mulai bersiap untuk kembali melanjutkan siarannya karena lagu yang terputar hampir selesai.
Jaehyun kembali mendekatkan bibirnya ke arah microphone untuk memulai kembali siarannya, Johnny mengatur sound dan ketika Johnny mengangguk Jaehyun mulai berbicara.
"Itu tadi Ko Ko Bop dari EXO, kita kembali pada hari yang special yang sebelumnya sudah ku sebutkan. Johnny DJ bisa kau jelaskan apa itu?"
"Minggu depan kita akan menyambut hari jadi sekolah kita, dan untuk itu kita memiliki satu minggu full siaran special dalam rangka menyambut hari jadi sekolah kita tercinta ini"
"Woaah...bisa kau jelaskan sedikit apa yang akan kita sajikan selama satu minggu kedepan nanti?"
"Banyak sekali, kita juga akan melakukan viewable radio untuk pertama kalinya. Dan Jonghyun sunbae yang akan menjadi special DJ untuk satu minggu kedepan nanti, tidak hanya itu masih ada lagi yang lebih seru"
"Oh ya? Apa?"
"Kita akan mengundang bintang tamu juga setiap harinya di satu minggu tersebut. Entah itu dari club dance, club basket, club sepakbola dan masih banyak lagi. Jadi kalian yang ingin bertanya kepada bintang tamu kita nanti bisa tinggalkan pertanyaan kalian di twitter NCT School Broadcasting"
"Woah..itu akan jadi satu minggu yang menyenangkan"
"Tentu saja. Nah sekarang kita kembali pada apa yang ingin kita bahas kali ini" Johnny dan Jaehyun kini kembali membuka naskah mereka yang sudah disediakan oleh Jeno dan Renjun.
"Tema kita hari ini adalah This friend is really special. Sudah ada banyak cerita menarik dari teman-teman yang sudah kami kumpulkan"
"Yup, sebelum itu kita dengarkan satu lagu dari Spice Girls Wannabe" Johnny kembali menjalankan tugasnya memutar sebuah lagu dan mengatur sound nya. Ia kini melirik kearah Jeno dan Renjun yang baru Ia sadari ternyata masih setia didalam ruang broadcast duduk memperhatikan dirinya dan Jaehyun. Johnny terkekeh pelan melihat kedua juniornya itu karena dia yakin keduanya hanya tak ingin acara siaran ini hancur seperti kala itu. Kini pandangannya tertuju pada Jaehyun yang tengah serius membaca naskah sambil mencoret-coret bagian yang tidak penting atau mungkin bagian yang tidak ingin Ia baca nanti.
Johnny menopang dagunya dengan sebelah tangannya sambil memperhatikan Jaehyun yang sedang serius disampingnya ini. Sadar jika dia diperhatikan Jaehyun akhirnya menoleh dan pandangannya bertemu dengan Johnny. Untuk beberapa saat mereka hanya memandang satu sama lain, sampai akhirnya Jaehyun berdeham dan kembali fokus dengan naskahnya.
"Kau tidak membaca naskah milikmu? Biasanya Soo Jung akan sedikit mengeditnya" ucap Jaehyun tanpa menatap lawan bicaranya.
"Aku bukan tipe seperti dirimu dan Soo Jung, aku spontan jika ada yang tidak perlu dibaca tidak akan ku baca"
Jaehyun hanya mengangguk saja. Lagu yang terputar sudah sampai di penghujung dan keduanya kembali bersiap. Dengan kompak mereka membawa siaran mereka hari ini dengan sangat menyenangkan. Mereka berdua membacakan cerita-cerita sesuai tema mereka hari ini yang sudah dikumpulkan oleh Jeno dan Renjun. Johnny bisa menghidupkan suasana antara dirinya dan Jaehyun yang terkadang mampu membuat Jaehyun sedikit tertawa. Biasanya Jaehyun dan Soo Jung memiliki gaya yang serius dan sedikit kaku berbeda dengan Johnny dan Doyoung yang terdengar lebih santai. Johnny mencoba untuk melakukan siaran yang menyenangkan dengan Jaehyun saat ini. Dan terimakasih berkat Johnny akhirnya seluruh penghuni sekolah ini bisa mendengar seorang Jung Jaehyun tertawa dengan santainya.
"Cerita dari teman-teman hari ini sangat menyenangkan. Sayang sekali waktu istirahat kita sedikit lagi akan selesai, sebelum kita mengakhiri siaran hari ini aku ingin bertanya dengan partner DJ ku yang baru ini. Johnny DJ"
"Ya?"
"Sesuai dengan tema kita hari ini This friend is really special adakah seorang teman yang sangat spesial untukmu?"
"Tentu saja ada"
"Benarkah? Ceritakan sedikit tentangnya"
"Aku tidak dekat dengannya. Dari sekian banyak teman yang ku kenal disini dialah yang paling spesial dan menarik. Apa yang di tunjukkan olehnya didepan semua orang sangatlah berbalik dengan dirinya yang sesungguhnya"
"Maksudmu?"
"Dia punya sisi yang berbeda, kalian mengenalnya seperti ini padahal aslinya dia tidak seperti itu. kamu mengerti maksudku?"
"Ah...iya iya aku mengerti" ucap Jaehyun sambil menganggukkan kepalanya.
"Akhir-akhir ini dia sangat menarik perhatianku. Banyak sekali sesuatu darinya yang mengejutkan bagiku. Dia tidak seperti dirinya yang selama ini kubayangkan, aku telah salah menilainya selama ini dan aku menyesal telah menilainya buruk sebelumnya, kita sering bertengkar, aku pernah memukulnya begitu juga sebaliknya dia juga pernah memukulku, tiada hari tanpa tatapan kebencian setiap kali bertemu dengannya. Namun akhir-akhir ini semua itu sedikit berubah"
"Kau tidak membencinya lagi?"
Johnny mengangguk dan bergumam sebagai jawaban dari Jaehyun "Lalu apa yang membuatnya spesial?" lanjut Jaehyun.
"Dia spesial, karena dia telah menarik perhatianku, dia benar-benar mengubah pandanganku seratus delapan puluh derajat terhadapnya dan aku ingin sekali bisa mengenalnya lebih jauh lagi"
"Jika tidak keberatan mungkin kau bisa memberitahu siapa dirinya, kali saja saat ini dia sedang mendengarkan"
"Kau, Jung Jaehyun"
Jaehyun langsung terdiam seketika dan menatap Johnny tidak percaya. Jeno dan Renjun langsung menganga lebar mendengarnya. Tidak hanya suasana ruang broadcast yang seperti itu, bahkan Yuta yang sedang meminum lemon tea nya langsung tersedak kala Johnny menyebutkan nama Jaehyun, Ten yang ingin menyuap makanan kedalam mulutnya sampai tidak jadi. Semuanya terkejut dengan pengakuan Johnny. Mark yang sedang berada dilapangan basket, Taeil yang sedang berada di ruang osis, semuanya langsung membeku. Johnny sang pelaku yang baru saja menyihir semua orang menjadi patung karena keterkejutan mereka hanya terkekeh pelan setelahnya.
"Seandainya saja kita bisa mengenal satu sama lain dengan lebih baik lagi Jung Jaehyun" Johnny berkata sambil menopang kepalanya dan menatap Jaehyun yang ada disampingnya yang masih terdiam memandanginya tidak percaya "Siaran hari ini sangat menyenangkan, sayang sekali kita harus mengakhirinya. Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendengarkan, silahkan tinggalkan pesan kesan kalian dalam twitter kami. Dan kita akan putarkan lagu terakhir sebelum bell berbunyi, lagu dari SHINee Green Rain. Sampai jumpa" Johnny menutup sendiri siaran hari ini karena Jaehyun masih dalam keadaan terkejutnya. Ia memutar lagu yang disebutkannya sebagai penutup dari siaran mereka. Kini Ia kembali memandang Jaehyun yang masih terdiam.
"Hei..." Johnny melambaikan tangannya didepan wajah Jaehyun dan membuat Jaehyun terkesiap. Jaehyun berdeham dan melepaskan headphone nya. Ia menyibukkan diri dengan mengumpulkan naskah yang sudah digunakan.
"Kau tadi hanya bergurau kan?"
"Tidak, aku sungguhan"
Johnny menggeser kursinya dan mendekatkan dirinya kearah Jaehyun yang membuat Jaehyun terkejut dan memundurkan sedikit tubuhnya "Tidak kah kau lelah jika kita bertengkar terus? Bagaimana kalau sekarang kita menjadi teman saja?"
Jaehyun hanya terdiam dan mengerjapkan matanya. Dengan seketika Ia berdiri dan tanpa mengatakan apapun Ia keluar dari ruang siaran berjalan melalui dua juniornya Renjun dan Jeno yang memperhatikannya lalu keluar dari ruang broadcast. Renjun dan Jeno kini mengalihkan pandangannya pada Johnny yang baru saja keluar dari ruang siaran. Jangan lupakan mereka berdua yang melihat setiap detik kejadian didalam ruangan itu.
"Aku tidak salah kan? aku hanya mengajaknya berteman" tanya Johnny kepada dua juniornya itu.
"Kau ingin mengajaknya berteman atau menciumnya sih? mana ada mengajak berteman seperti itu, harusnya tuh seperti ini" Jeno meraih tangan Renjun dan menjabat tangan temannya itu, seolah-olah mereka baru berkenalan dan mempraktekannya kepada Johnny.
"Begitu yah? Yasudahlah" ucap Johnny cuek dan berlalu keluar ruang broadcast meninggalkan dua juniornya yang semakin tercengang melihat tingkah senior mereka itu.
"Benar-benar tidak pernah beres" ucap Renjun pelan.
"Setidaknya mereka tidak mengacaukan siaran hari ini. Ayo masuk kelas"
.
.
.
Jaehyun membasuh wajahnya di depan wastafel. Kini Ia menatap pantulan dirinya didepan cermin dengan wajahnya yang basah oleh air. Ia kembali mengingat kejadian tadi saat Johnny mendekat kearahnya dan berkata Ia ingin berteman dengannya. Jaehyun dapat merasakan wajahnya yang panas dan melihat telinganya yang memerah.
"Ya Tuhan" Jaehyun mengacak rambutnya, bagaimana bisa Ia bisa seperti ini hanya karena Johnny? Sebenarnya Jaehyun tidak marah juga tidak merasa kesal, hanya terkejut saja. Ia tidak menyangka jika Johnny akan seperti itu padanya.
'Akhir-akhir ini dia sangat menarik perhatianku'
Kata-kata Johnny kembali terngiang dikepalanya dan membuat kedua pipi Jaehyun semakin memerah. Jaehyun kembali membasuh wajahnya dengan air, Ia tidak tau kenapa Ia seperti ini hanya karena perkataan Johnny. Ia kemudian mengeringkan wajahnya dengan tissue. Dan kembali menatap dirinya sambil menghembuskan napasnya sebelum kembali ke kelas. Saat Ia berbalik dan hendak kembali ke kelasnya ponsel yang ada disaku celananya bergetar dan membuatnya berhenti melangkah untuk melihat ponselnya yang bergetar tanda panggilan telepon masuk. Jaehyun langsung menegang saat membaca nama yang terpampang dilayar persegi tersebut. Dengan ragu Jaehyun menggeser icon hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
"Hallo...Appa?"
"Jaehyun miggu depan aku memiliki pertemuan dengan rekan-rekan bisnisku. Kau harus ikut yah" ucap Yunho di seberang sana. Jaehyun terdiam sebentar Appa nya ini memang jarang sekali menghubunginya, paling hanya disaat saat tertentu salah satunya disaat seperti ini.
"Jaehyun?"
"Aku tidak bisa"
"Kau harus bisa"
"Tidak bisa Appa, minggu depan adalah hari kematian Grandma dan aku ingin mengunjunginya"
"Kau bisa mengunjunginya sehari setelah pertemuan"
"Apakah pertemuan itu lebih penting dari pada Grandma? Dia mungkin sudah tidak ada tapi dia merupakan orang yang paling penting bagiku. Kenapa tidak Appa saja yang menunda pertemuan itu? Kau juga tidak pernah menemui Grandma"
Yunho terdiam seketika karena perkataan Jaehyun barusan. Jaehyun benar dia memang jarang sekali mengunjungi makam ibunya itu, hanya beberapa kali saja tidak sesering Jaehyun melakukannya.
"Terserah apa yang akan Appa lakukan, yang jelas aku tidak mau hadir jika bertepatan dengan hari kematian Grandma, dan jangan memaksaku" Jaehyun mengakhiri panggilannya dengan Yunho.
Jaehyun tersenyum miris. Selalu saja dia dan Appa nya tidak pernah terdengar baik. Sebenarnya Jaehyun sedikit senang Appa nya mau menghubunginya, biasanya dia akan menyampaikan pesanya melalui sekertaris pribadinya yang tidak lain tidak bukan adalah ayahnya Jongin. Tapi hari ini ayahnya sendiri yang langsung secara pribadi menghubunginya. Walau pembicaraan mereka terdengar kurang menyenangkan tetap saja ada sedikit perasaan senang dalam hatinya. Akan lebih senang lagi jika Appa nya itu menyapanya dengan 'Jaehyun bagaimana kabarmu?' berhubung dia dan Appa nya memang jarang bertemu. Lupakan hubungannya dengan Appa nya itu, Jaehyun saja sampai lupa kapan terakhir kali Jaehyun merasakan hubungan yang normal antara dia dan Appa nya. Satu yang paling Jaehyun ingat, Appa nya pernah memuji permainan pianonya hanya itu yang paling Jaehyun ingat dan kenangan itu adalah kenangan yang paling indah antara dia dan Appa nya sisanya Jaehyun tidak tau lagi.
TBC
Annyeonghaseyo~
Ini apaan gembel banget deh perasaan hahaha...ini ku ketik ditengah kebosanan, melupakan tugas dan sebagainya. singkat padat dan tidak jelas yang penting update wuahahaha #ketawajahat
btw, ada yang nonton spotify on stage disini? klo ada nanti kalian ketemu sama Star hahaha...
karena ini cerita makin lama makin aneh jadi maafkan Star, seperti biasa Star ucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan review kalian duh duh kalian VIP nya Star deh yang kasih review haha...dan terimakasih juga untuk fav dan follownya. terimakasih untuk para reader yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita tidak jelas ini, sumpah menurut Star ini gak jelas. tapi ttp sampai jumpa di chapter depan yaah, Annyeong~
-100BrightStars-
