NOW I LOVE YOU
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina/ KyuuIno
Rate : M
Genre : Hurt/comfort/ Romance
Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..
.
.
Don't like Don't Read
.
.
.
... NOW I LOVE U...
.
.
Tak pernah terpikir dibenak Itachi jika ia akan berada diposisinya saat ini untuk kesekian kalinya. Berdiri disudut ruangan yang dipenuhi oleh banyak para tamu undangan.
Saat ia memacu kendaraannya dengan cepat dan berlari sambil mendobrak pintu gedung ini. Semua mata menatap kearahnya. Termasuk sapphire yang sangat ia kagumi dan rindukan yang juga menatap langsung onyx miliknya. Ia bisa melihat raut terkejut disapphire indah itu. Namun dirinya lah yang jauh lebih terkejut dengan apa yang dilihat onyx-nya.
Disana. Diatas podium malaikatnya berdiri bersanding dengan adiknya. Dengan sebuah cincin yang telah melingkar dijari manisnya.
Awalnya ia berharap jika yang ia lihat itu hanya mimpi. Itachi berharap saat ini ia masih tertidur dan berada di Paris. Dan berharap akan terbangun setelah semua ini berakhir.
Namun itu semua hanya harapannya saja. Saat ia masuk dan berdiri bersama para tamu undangan lainnya. Saat semua mata telah kembali menatap ke depan. Saat seseorang menginterupsi tatapan onyx-nya pada sapphire Naruto. Saat Naruto mengalihkan kembali perhatiannya pada pria dihadapannya yang tak lain adiknya. Dan saat jemari lentik Naruto memasangkan cincin pada jari manis Sasuke lalu Sasuke yang mencium kening malaikatnya. Juga tepuk tangan para tamu undangan yang menggema diruangan itu.
Membuat dirinya tersadar jika semua ini bukan mimpi. Ini nyata. Dan rasa sakit itu terasa sangat nyata. Itachi bisa merasakan sendiri rasa sakit itu dihatinya. Menyakitkan. Sangat. Itulah yang dirasakannya.
Naruto. Malaikatnya. Bertunangan dengan adiknya sendiri. Pria yang dicintai malaikatnya. Inikah jawaban dari malaikatnya atas pernyataan cintanya tempo hari? Malaikatnya masih mencintai adiknya dan tidak bisa menerima cintanya. Tapi haruskah malaikatnya memberikan jawaban dengan cara seperti ini? Dengan cara bertunangan dengan adiknya sendiri. Pria yang dicintai malaikatnya. Naruto benar -benar pandai membuat kejutan untuknya.
Itachi meneguk wine dari gelas yang keduanya. Matanya menatap kearah pasangan yang sedang menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan. Hatinya mencelos. Seperti dejavu apa yang sedang dilihatnya saat ini.
Itachi tersenyum getir. Ia sadar jika sekarang ia sedang berdiri disudut ruangan yang sama seperti tempo hari saat pernikahan Kyuubi. Seseorang yang ia cintai saat itu. Dan saat ini ia juga berdiri disudut ruangan yang sama seorang diri. Di pesta pertunangan Naruto. Seseorang yang saat ini telah mengisi hatinya. Seseorang yang telah mengobati luka hatinya. Dan seseorang yang juga telah menorehkan luka yang sama.
Itachi menegak kembali wine ditangannya. Meratapi nasibnya. Kenapa kami-sama seperti enggan memberikan kebahagiaan untuknya? Dosa apa yang telah ia lakukan dikehidupan sebelumnya? Sehingga kami-sama menghukumnya seperti ini. Dua kali ia terluka oleh orang yang dicintainya. Benar-benar ironis bukan?
Itachi kembali tersenyum pahit. Jika saat dipernikahan Kyuubi. Naruto datang sebagai malaikat penyelamatnya. Membawanya keluar dari tempat yang menyesakkan ini dengan senyuman sehangat mentari miliknya. Tapi kali ini. Tidak ada lagi yang datang untuk menyelamatkan dirinya. Membawanya keluar dari sini. Dan tersenyum manis kearahnya. Tidak ada lagi karena malaikatnya sendirilah yang saat ini menorehkan luka padanya.
Itachi menenggak habis wine dari gelas ketiganya. Ia sudah tidak tahan lagi. Berada diruangan ini lebih lama hanya akan melukai hatinya lebih dalam lagi. Mungkin saat ini hatinya sudah hancur berkeping-keping dan tak tersisa. Ia harus pergi. Pergi dari tempat ini sejauh mungkin.
Itachi pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan pesta itu. Dan tanpa sepengetahuan dirinya. Naruto diam-diam mengikutinya. Ia tidak bisa membiarkan pria itu seorang diri dengan luka yang ia torehkan. Ia juga berhutang jawaban atas pernyataan cinta Itachi padanya. Dan ia harus menjawabnya malam ini juga. Karena ia tidak ingin pria itu salah paham dan terluka semakin dalam.
Setelah memastikan tidak ada yang tahu dengan kepergiannya. Naruto pun berusaha mengejar Itachi yang sudah menjauh. Namun ia terlambat. Itachi sudah melaju dengan mobilnya.
Naruto pun bergegas memanggil taksi dan meminta sang supir mengikuti mobil yang dikendarai Itachi. Jantungnya berdebar tidak karuan. Akhirnya ia dapat melihat lagi pria yang sebulan ini dinantinya. Tapi ia juga sedikit kecewa karena pria itu tidak membawanya lari dari pesta pertunangannya. Padahal hal itulah yang ia harapkan.
Apakah Itachi masih berpikir jika ia masih mencintai Sasuke? Jika begitu. Ia harus meluruskan semua kesalah pahaman ini. Ia harus mengatakan yang sesungguhnya pada Itachi. Dan ia berharap semoga setelah ini ia akan bisa menghadapi semuanya bersama Itachi.
Itachi menghentikan mobil yang dikendarainya disebuah hotel yang sangat ia kenali. Ia sendiri tidak tahu kenapa ia menghentikan mobilnya dihotel ini. Hotel yang menyimpan kenangan antara dirinya dan Naruto. Yah. Dihari pernikahan Kyuubi, ia dan Naruto menghabiskan malam dihotel ini. Dan malam ini. Dihari pertunangan Naruto dan Sasuke ia juga datang ke hotel ini. Tapi kali ini dengan siapa ia akan menghabiskan malamnya.
Naruto? Itachi tersenyum pahit ketika nama itu terlintas dibenaknya. Tidak mungkin. Naruto tidak mungkin akan menghabiskan malam ini bersamanya. Saat ini ia pasti lebih memilih menghabiskan waktu bersama dengan Sasuke yang sudah resmi menjadi tunangannya.
Apa yang ia pikirkan? Berharap Naruto menghabiskan malam ini bersamanya? Mustahil. Naruto tidak akan pernah kembali padanya.
Dan Itachi sudah tidak peduli lagi dengan siapa ia akan menghabiskan malam ini. Mungkin ia akan mabuk hingga ia benar-benar dapat melupakan malaikatnya dihotel ini. Hotel tempat kenangannya bersama malaikatnya yang tidak akan pernah mampu diraihnya lagi.
Itachi memasuki hotel dan langsung memesan kamar untuk dirinya. Entah sudah berapa kali ia harus tersenyum getir seperti saat ini. Saat sang resepsionis hotel memberinya kunci kamar hotel dengan nomor kamar yang sama saat dirinya menghabiskan malam bersama Naruto. Sepertinya kami-sama sedang berbaik hati dengan terus memberinya luka.
Naruto menghentikan taksinya didepan hotel dimana Itachi juga menghentikan mobilnya. Naruto bergegas masuk kedalam hotel. Naruto bisa melihat Itachi yang baru saja berjalan menuju lift. Naruto pun bergegas menuju Itachi namun terlambat saat pintu lift tertutup. Naruto mendongak menatap layar yang berada diatas pintu lift. Melihat lantai berapa yang menjadi tujuan Itachi.
Naruto beralih pada lift yang satunya dan terus menekan tombol lift. Berharap pintu lift segera terbuka agar ia berhasil mengejar Itachi. Tak lama pintu lift pun terbuka. Naruto menekan tombol angka yang menjadi tujuan Itachi. Pintu lift tertutup dan membawa Naruto pada tujuannya Itachi.
Naruto merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Ia benar-benar ingin bertemu dengan Itachi. Ia takut Itachi melakukan hal putus asa pada dirinya sendiri karena dirinya. Ia tidak ingin terjadi hal buruk pada Itachi. Tidak. Jika hal itu terjadi ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.
Pintu lift terbuka dan ia segera bergegas keluar dari lift. Tapi ia tidak menemukan Itachi di lorong hotel itu. Naruto juga tidak tahu nomor kamar hotel yang dipesan Itachi. Maka dari itu satu persatu kamar hotel dilantai itu diketuknya. Tapi tidak ada satupun dari orang yang membuka pintu itu adalah Itachi. Ia juga tidak tahu sudah berapa kamar yang ia ketuk pintunya. Dan terkadang mendapatkan sumpah serapah saat si pemilik kamar merasa terganggu akibat ulahnya. Naruto sudah tidak tahu dan ia juga tidak peduli.
Hingga hanya tinggal satu kamar yang belum diketuknya. Naruto berdiri didepan pintu kamar itu cukup lama. Pintu kamar yang sangat ia kenali. Pintu kamar yang memiliki kenangan tersendiri baginya dan Itachi. Karena dikamar itulah dua kali ia sudah menghabiskan malam bersama Itachi. Apakah Itachi ada didalam sana? Apa yang sedang pria itu lakukan didalam sana?
Naruto mengangkat tangannya dan mulai mengetuk pintu.
' Tok Tok Tok'
Ketukan pertama. Belum ada jawaban ataupun pintu yang terbuka.
'TOK TOK TOK'
Naruto mengetuk pintu kamar lebih keras. Berharap seseorang didalam sana menjawab dan membukakan pintu. Namun Naruto masih belum mendapatkan jawaban.
'TOK TOK TOK'
" Naru tahu Itachi-nii ada didalam. Jadi Naru mohon buka pintunya!" Naruto berteriak sambil terus menggedor pintu kamar hotel tersebut.
Tak lama kemudian pintu kamar hotel terbuka dan menampilkan sosok yang Naruto rindukan. Itachi hanya membuka setengah pintunya. Dan Naruto juga bisa melihat Itachi yang menatap datar kearahnya.
" Apa maumu?" Itachi mendesis dengan nada dingin. Nada yang belum pernah Naruto dengar sebelumnya. Apakah sebegitu terlukanya kah Itachi?
" Itachi-nii.." Naruto menatap nanar Itachi yang berdiri dihadapannya.
" Apa kau masih punya kejutan lainnya yang ingin kau tunjukkan kepadaku?" Itachi berujar dengan nada sarkastis. Sementara Naruto hanya diam dan kemudian menubrukkan tubuhnya kearah Itachi. Naruto memeluk erat Itachi seolah takut kehilangannya.
" Lepas!" Naruto menggelengkan kepalanya dalam pelukan Itachi.
" Aku bilang lepas!" Naruto tak menjawab namun ia mengeratkan pelukannya.
" Gomen,," gumamnya menenggelamkan wajahnya didada bidang Itachi. Sementara Itachi hanya diam dan menatap datar wanita yang memeluknya.
" Pergilah!" Itachi benar-benar tidak ingin bertemu dengan Naruto saat ini. Ia takut akan menyakiti Naruto. Sudah sejak tadi ia menahan hasratnya untuk menyentuh Naruto. Tapi saat ini dirinya juga sedang marah kepada Naruto. Dan ia tidak ingin menyentuh Naruto dengan kemarahannya.
" Aku bahkan belum memberikan jawabanku padamu." Naruto mendongak dan menatap Itachi langsung di onyx miliknya.
" Bukankah sudah jelas jawabannya. Kau bertunangan dengan Sasuke dan itu artinya kau sudah menolakku Naruto." Naruto bisa melihat sorot onyx yang terluka milik Itachi.
" Tapi bukan itu jawabannya." Naruto menangkup wajah Itachi dengan kedua tangan mungilnya. Setetes airmata meluncur dari sapphire miliknya. Tangan Itachi terangkat dan menghapus airmata Naruto.
" Aku juga mencintaimu dan aku menginginkanmu.." Tangan Naruto yang menangkup wajah Itachi turun menyentuh dada bidang Itachi. Diremasnya kain kemeja hitam yang dikenakan Itachi. Itachi menatap tak percaya kearah Naruto ketika mendengar pernyataan malaikatnya itu. Benarkah? Pikirnya.
" Bisa kau ulangi lagi. Naru?" Itachi ingin memastikan pendengarannya lagi. Tatapan Itachi melembut. Tangan kanannya membelai pipi Naruto.
" Aku mencintaimu.. Dan aku menginginkan mu.." Naruto mendongak dan menatap Itachi yang sedang menunduk.
" Aku juga menginginkan mu Naru." Lirih Itachi semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto mengikis jarak diantara mereka.
" Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu Naru."
Bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman yang dipenuhi oleh cinta. Mereka berdua saling menginginkan satu sama lainnya.
Ciuman lembut mereka kemudian berubah menjadi menggebu-gebu. Perasaan cinta dan rindu yang sudah tidak tertahankan lagi. Membuat mereka berdua menginginkan lebih.
Itachi memperdalam ciumannya. Lidahnya mulai bergerak meminta akses masuk ke rongga hangat mulut Naruto yang sudah lama tidak dijamah olehnya. Naruto yang juga merindukan lidah Itachi dengan senang hati membiarkannya masuk dan bergelut dengan lidahnya. Mengecap rasa yang sudah lama mereka rindukan. Membuat lidah mereka saling menyentuh, melilit dan berdansa.
Pasokan oksigen yang semakin menipis membuat mereka dengan sangat enggan melepaskan ciuman itu. Itachi menatap lekat wajah Naruto yang sudah memerah. Lelehan saliva yang menetes didagu. Dan napas yang memburu. Mereka kemudian saling menatap dalam diam.
" Aku menginginkanmu." Bisik Itachi tepat ditelinga Naruto. Kemudian ia kembali mencium bibir Naruto. Melumat dan menyesap bibir bawah dan atas Naruto bergantian. Naruto balas mencium Itachi dan mengikuti permainan bibir Itachi yang menggebu. Lengan gadis itu sudah mengalung dileher putih Itachi. Naruto terpekik dalam ciumannya. Ketika Itachi meraup tubuh mungilnya kedalam gendongannya. Refleks Naruto mengalungkan kakinya di sekitar pinggang Itachi tanpa melepas ciuman mereka.
Itachi kemudian berjalan menuju tempat tidur setelah menutup pintu kamar hotel dengan Naruto dalam gendongannya dan tanpa melepaskan ciuman mereka. Didudukkan tubuhnya ditepi tempat tidur. Membuat Naruto yang berada dalam gendongannya menjadi berada dipangkuannya.
Mereka masih berciuman saat tangan Itachi yang tadi melingkar disekitar pinggang Naruto. Bergerak membelai punggung Naruto yang terbuka karena gaunnya. Tangan besar Itachi semakin naik keatas menuju tengkuk Naruto. Tangannya kemudian menyentuh ikatan gaun yang berada ditengkuk Naruto. Dengan perlahan, Itachi membuka ikatan gaun tersebut dan membuat gaun bagian atas Naruto terjatuh hingga dada.
Itachi kemudian melepaskan ciuman mereka saat dirasa wanitanya hampir kehabisan oksigen. Itachi membaringkan tubuh Naruto diatas tempat tidur dengan pakaian yang sudah melorot sebatas dada. Dada dengan ukuran sedang Naruto yang tidak mengenakan bra pun menyembul dari balik gaunnya.
Meskipun sudah beberapa kali melihat tubuh polos Naruto. Tapi Itachi selalu takjub dan mengagumi bentuk tubuh Naruto yang terlihat sempurna dimatanya.
Itachi kemudian merangkak ke atas tubuh Naruto. Ia kembali mencium bibir Naruto sang sudah merah dan bengkak akibat ciumannya tadi. Itachi hanya mencium sekilas bibir Naruto. Kemudian bibirnya turun ke leher jenjang Naruto. Naruto mendongak agar Itachi lebih leluasa bercumbu dengan lehernya.
Dihirupnya aroma citrus yang menguar dari tubuh malaikatnya dengan rakus. Aroma khas malaikatnya yang sangat ia rindukan. Aroma yang bisa membuatnya mabuk dan kehilangan akal sehatnya. Aroma yang sudah menjadi heroine baginya.
Itachi kemudian menjilat, mengecup dan menggigit pelan leher jenjang Naruto. Meninggalkan jejak kissmark yang mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat. Meskipun sudah beberapa kali bercinta dengan Naruto tapi Itachi tidak pernah membuat kissmark ditubuh Naruto. Ini adalah pertama kalinya ia meninggalkan jejak kissmark dikulit tan malaikatnya. Entah kenapa tapi ia sangat ingin menandai Naruto dengan tanda kepemilikannya. Yah. Naruto adalah miliknya. Wanita yang sangat dicintainya. Dan ia tidak akan membiarkan orang lain menyentuh malaikatnya.
Itachi terus melakukan kegiatannya membuat kissmark disetiap jengkal kulit tan Naruto. Naruto hanya mendesah tertahan menerima setiap sentuhan dari bibir Itachi disetiap jengkal kulit tannya. Setelah puas membuat jejak kissmark dibagian atas tubuh Naruto. Tangan besar Itachi kemudian menarik turun gaun yang dikenakan Naruto. Sehingga Naruto sekarang hanya mengenakan celana dalam berwarna hitamnya saja.
Itachi kembali menunduk dan kemudian mencumbu Naruto disekitar dadanya. Dihisapnya puting payudara Naruto seperti bayi. Lidahnya bergerak memutar disekitar puting Naruto. Sesekali ia juga menggigit gemas puting payudara Naruto membuat sang pemilik mendesah tertahan.
Sementara tangan kanannya meremas dan memilin payudara Naruto yang satunya. Membuat Naruto mendesah dan menggeliat karena kenikmatan yang diberikan oleh Itachi disetiap. Mulut Itachi kemudian berpindah ke payudara yang satunya. Dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Menghisap, menjilat dan menggigit gemas puting Naruto.
Wajah Itachi semakin turun ke bagian perut rata Naruto. Jilatan kecupan dan hisapan ia berikan disekitar perut rata dan pusar Naruto.
Itachi semakin turun kedaerah paling sensitif milik Naruto. Tangannya membelai paha dalam Naruto dan kemudian mengecup dan menggigit pelan sehingga meninggalkan kissmark dipaha dalam Naruto. Bibir Itachi kemudian bergerak mengecup vagina Naruto yang masih tertutup celana dalam. Meskipun hanya sebuah kecupan saja namun mampu membuat tubuh Naruto melengkung karena nikmat.
Itachi kemudian membuka kain terakhir yang melekat dibagian bawah Naruto. Membuat Naruto menjadi benar-benar polos tanpa sehelai benang pun. Sekali lagi Itachi harus mengagumi tubuh Naruto yang begitu sempurna dimatanya. Meskipun sudah beberapa kali melihat tubuh polos namun baru kali ini ia terlihat begitu mengagumkan. Mungkin karena ada rasa cinta yang telah tumbuh dihatinya.
Itachi menunduk diantara paha Naruto. Diangkatnya kaki Naruto ke atas bahunya. Wajahnya semakin ia dekatkan ke vagina Naruto. Lidahnya terjulur dan dan bergerak naik turun disekitar lipatan vagina Naruto. Naruto meremas sprei dan tubuhnya melengkung sebagai respon. Lidah Itachi kemudian bergerak semakin naik dan bertemu dengan klitoris Naruto. Lidah Itachi kemudian bergerak naik turun dan menekan klitoris Naruto.
" Tachihh.. Aahhn." Naruto mendesah ketika lidah Itachi terus bergerak menggoda klitoris Naruto yang sangat sensitif. Kakinya bergetar menerima perlakuan Itachi dibagian bawah sana. Tanpa ia sadari kakinya mengekang kepala Itachi agar tidak menjauh darinya. Naruto benar-benar menikmati permainan lidah Itachi di bagian bawah tubuhnya. Dan ia tidak ingin kehilangan rasa nikmat yang Itachi berikan padanya.
Lidah Itachi terus bergerak semakin cepat dan menggoda klitoris Naruto yang sudah menegang. Bahkan vagina Naruto sudah sangat basah. Naruto sendiri semakin erat meremas sprei dan tubuhnya menggelinjang bergerak gelisah. Kenikmatan itu semakin besar menghampirinya sehingga dirasanya sesuatu yang ingin merangsek keluar dari tubuhnya.
" Tachihh ahn...ah-kuhh..ma-uhhh.." Itachi yang tahu akan maksud Naruto. Kemudian menggerakkan lidah turun melewati lipatan vagina Naruto dan mulai bergerak memutar disekitar lubang Naruto.
" Tachihh Aaahhhnn..." Naruto mendesah panjang ketika gelombang kenikmatannya keluar. Sementara Itachi menenggak habis cairan Naruto yang keluar langsung dari vaginanya. Lidahnya bahkan menjilati sisa cairan Naruto yang menetes keluar hingga tandas.
Itachi kemudian beranjak dari posisinya dan merangkak untuk melihat wajah malaikatnya. Itachi tersenyum ketika melihat wajah Naruto yang memerah. Peluh membasahi pelipisnya. Napas malaikatnya yang memburu akibat klimaks pertamanya. Tangan Itachi bergerak menghapus peluh dipelipis malaikatnya. Ia kemudian menunduk dan mencium kening Naruto lama. Bibirnya kemudian turun mencium kelopak mata, hidung, pipi dan dagu Naruto. Setelah itu ia kembali mencium bibir Naruto sekilas. Ia tahu malaikatnya masih sedang berusaha mengatur napasnya yang memburu. Karena itu ia hanya mencium bibirnya sekilas dan tak ingin mengganggu malaikatnya bernapas.
" Aku mencintaimu." Ujar Itachi setelah melepaskan ciumannya dibibir Naruto.
Naruto hanya tersenyum mendengar pernyataan cinta Itachi untuk kesekian kalinya. Lengan mungilnya kemudian melingkar dileher putih Itachi. Mengeratkan pelukannya dileher Itachi untuk mendekatkan wajahnya dan wajah Itachi. Bibir mereka pun kembali bertemu dalam sebuah ciuman. Namun kali ini Naruto lah yang menggebu dalam ciuman kali ini.
Dengan gerakan cepat Naruto mengubah posisi mereka. Dari Itachi yang tadi berada diatas Naruto menjadi Naruto yang berada diatas Itachi sekarang. Jemari lentik Naruto turun kebawah dan membuka kancing kemeja Itachi dengan cepat. Meskipun agak sulit namun akhirnya Naruto berhasil membuka semua kancing kemeja hitam yang dikenakan Itachi.
Naruto melepaskan ciuman mereka dan kemudian bibirnya turun ke leher Itachi. Menghirup aroma mint yang menguar dari tubuh pria yang baru saja mencumbunya. Naruto kemudian menjilat, mengecup dan menggigit pelan leher putih Itachi dan meninggalkan tanda kemerahan yang tidak akan hilang dalam waktu dekat. Itachi mendesis menerima perlakuan malaikatnya pada tubuhnya. Bibir Naruto terus turun dan mengecupi setiap jengkal kulit putih Itachi. Gerakan bibir Naruto semakin turun mengecupi bahu, dada hingga perut sixpack Itachi.
Gerakan Naruto terhenti ketika sampai dibawah perut sixpack Itachi. Tangan mungilnya bergerak membuka ikat pinggang dan celana yang masih dikenakan Itachi. Naruto menarik turun celana sekaligus boxer yang dikenakan Itachi bersamaan. Membebaskan kejantanan Itachi yang sudah menegang. Naruto hanya meneguk ludahnya ketika melihat pemandangan dihadapannya. Kejantanan Itachi dengan ukuran yang bisa dikatakan besar itu telah menegang sempurna. Naruto memang sudah beberapa kali bercinta dengan Itachi. Tapi ia baru tahu jika kejantanan sebesar itulah yang sudah memasukinya.
Naruto mendongak dan menatap Itachi yang juga sedang menatapnya. Kemudian ia merangkak dan kemudian mencium bibir Itachi sekilas. Dan kembali turun memposisikan dirinya diantara kaki Itachi. Wajahnya kini berhadapan langsung dengan kejantanan Itachi. Wajahnya semakin menunduk dan kemudian bibirnya mengecup ujung kejantanan Itachi. Membuat Itachi mendesis. Naruto menjulurkan lidahnya dan kemudian menjilat kejantanan Itachi secara vertikal. Ia terus menjilat naik turun sepanjang kejantanan Itachi. Lidah Naruto juga bermain dengan bola bola Itachi kemudian lidah Naruto kembali naik keatas dan berhenti diujung kejantanan Itachi. Naruto menjilat ujung kejantanan Itachi dengan gerakan memutar dan kemudian menekan lubang kecil dengan lidahnya. Naruto terus menjilati kejantanan Itachi seperti sedang menjilat lolipop kesukaannya. Itachi semakin mendesis keenakan dibuatnya.
Naruto mulai membuka mulutnya dan kemudian memasukan kejantanan Itachi kedalam mulutnya. Ia mengulum kejantanan Itachi dan kemudian menggerakkan kepalanya maju mundur dengan gerakan lambat. Naruto mendongak menatap Itachi masih dengan kejantanan Itachi didalam mulutnya. Naruto bisa melihat wajah Itachi yang memerah dengan napas yang memburu. Sepertinya pria itu sedang menikmati permainan mulut Naruto pada kejantanannya. Naruto cukup senang melihat ekspresi pria yang dicintainya itu. Naruto mulai menggerakkan kepalanya dengan cepat membuat Itachi semakin mengerang nikmat dan hampir hilang akal dibuatnya.
Merasa gelombang kenikmatan itu hampir tiba. Itachi kemudian ikut menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan melesakkan kejantanannya semakin dalam hingga menyentuh tenggorokan Naruto. Naruto sendiri mulai menyeimbangkan gerakannya dan bergerak semakin cepat. Naruto juga bisa merasakan kejantanan Itachi yang berada didalam mulutnya berkedut. Ia yakin jika sebentar lagi pria itu akan mencapai klimaksnya.
" Naruhhh.." Itachi melenguh panjang ketika puncak kenikmatannya datang. Sperma Itachi tertelan habis oleh Naruto.
Naruto merangkak keatas tubuh Itachi. Kemudian ia kembali mencium bibir Itachi. Lidahnya mengajak lidah Itachi untuk berdansa didalam rongga mulut pria itu. Itachi yang tidak ingin didominasi oleh Naruto yang berada diatasnya kemudian memutar dan membalikkan keadaan. Sekarang Naruto lah yang berada dalam kungkungan dibawahnya. Dan lidahnya pun kembali mendominasi lidah Naruto dalam pergelutan didalam rongga mulut Naruto. Tidak ingin malaikatnya kehabisan napas. Dengan sangat enggan Itachi melepaskan pagutannya dan benang saliva itu terputus membasahi dagu masing-masing. Itachi menyeka saliva yang membasahi dagunya dengan jarinya. Kemudian ia menunduk dan menjilat saliva yang menetes di dagu Naruto.
Itachi tersenyum. Tangannya membelai pipi malaikatnya yang merona akibat pergulatan mereka.
" Aku mencintaimu Naru,, sangat mencintaimu." Bisiknya ditelinga Naruto. Kemudian Itachi menjauhkan wajahnya dan menatap Naruto. Ia ingin melihat wajah malaikatnya itu. Seperti apa ekspresinya saat ia mengungkapkan perasaannya.
" Aku juga mencintaimu Tachi." Sahut Naruto dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Senyuman yang sangat Itachi rindukan. Itachi pun ikut tersenyum kearah malaikatnya saat ia melihat senyum sehangat mentari Naruto.
Tangan Naruto terangkat membelai wajah Itachi. Mata sapphire Naruto tanpa sengaja melihat sebuah cincin dijari manisnya. Cincin pertunangannya dengan Sasuke. Meskipun ia sudah bertunangan dengan pria lain. Tapi hatinya tetap pada pria yang saat ini sedang menindihnya dan terus menyatakan cinta kepadanya. Perasaannya menghangat setiap kali mendengar pernyataan cinta dari Itachi. Dan rasa cintanya semakin membesar kepada pria itu. Ia sudah tidak peduli lagi dengan pertunangannya. Asalkan tetap bersama Itachi, ia yakin ia bisa melewati semuanya. Dan saat ini ia hanya menginginkan Itachi dan bukan yang lainnya.
" Aku menginginkanmu Naru.." Kata-kata Itachi mengembalikan dirinya dari segala pemikirannya. Itachi membelai pipi Naruto dan menatapnya lembut.
" Aku juga menginginkanmu." Naruto tersenyum dan kemudian melingkarkan lengannya dileher putih Itachi. Dan merekapun kembali berciuman untuk yang entah keberapa kalinya.
Mereka berdua berciuman dengan tangan yang saling menyentuh dan meraba satu sama lain. Naruto bisa merasakan bagian bawah tubuh Itachi menegang dan menyentuh perutnya. Sejak tadi mereka memang hanya melakukan foreplay dan belum benar-benar menyatu.
Disela-sela ciumannya. Naruto bisa merasakan ada sesuatu yang berusaha masuk kedalam vaginanya. Dan Naruto sangat tahu apa itu. Itachi melesakkan kejantanannya masuk dalam sekali hentak. Membuahkan pekikan dari mulut Naruto yang tertahan karena ciuman mereka.
Itachi mendesis merasakan kejantanannya diremas lembut oleh vagina Naruto. Meskipun sudah beberapa kali ia memasuki Naruto tapi tetap saja lubang Naruto masih terasa sempit.
Itachi kemudian mulai menggerakkan pinggulnya maju dan mundur. Awalnya ia bergerak secara perlahan. Namun semakin lama ia semakin cepat menggerakkan pinggulnya maju dan mundur. Naruto pun ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah. Mengikuti permainan Itachi.
" Kau.. Sempit.. Naruhh.." Racau Itachi ketika kejantanannya diremas oleh vagina Naruto yang sempit.
" Ahn..ahn..ahn.. Tachihh.. Ahn." Naruto mendesah sambil terus mengucapkan nama Itachi. Hal yang juga baru pertama kali ia lakukan saat bercinta dengan Itachi. Mereka memang tidak pernah mendesahkan nama pasangannya masing-masing ketika bercinta sebelumnya. Mereka hanya mendesah dan mengerang tanpa mengeluarkan satu katapun meskipun itu hanya sebuah nama.
" Ahn..ahn...ahn.. Tachihh..ahh."
" Naruhh.. Sshhh.."
Itachi bergerak semakin cepat dan liar. Tapi Naruto menyukainya dan ia juga merasakan kenikmatan yang membuatnya lupa akan segalanya. Peluh keringat sudah membasahi tubuh polos mereka. Napas yang memburu. Dan wajah memerah.
Mereka terus bergerak untuk mencapai kenikmatan yang hampir tiba. Bergerak liar untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih.
" Tah-chihh... Ahh-kuhh..ahhn.. ma-uhh.."
" A-ku... Ju-ga.. Naruhh.."
Itachi semakin cepat menggerakkan pinggulnya ketika dirasa puncak kenikmatan itu sudah mencapai ujungnya.
" ITACHI.."
" NARUTO.."
Mereka berdua menyerukan nama pasangannya masing-masing ketika mencapai klimaks. Itachi mengeluarkan spermanya dalam jumlah banyak didalam Naruto. Bahkan karena banyaknya sperma Itachi meluber keluar dari vagina Naruto.
Itachi membaringkan tubuhnya disamping Naruto setelah melepaskan tautan mereka. Direngkuhnya tubuh Naruto kedalam pelukannya.
" Aku mencintaimu Naru." Entah sudah berapa kali Itachi mengucapkan tiga kata itu kepada Naruto malam ini.
" Aku juga mencintaimu." Dan Naruto pun sama sekali tidak merasa bosan untuk menjawab pernyataan cinta Itachi. Mereka berdua masih tetap terjaga meskipun mereka baru saja melakukan kegiatan yang melelahkan namun nikmat.
" Kau belum tidur?" Itachi menunduk dan menatap wanita yang sedang dipeluknya. Naruto hanya menggelengkan kepalanya dalam pelukan Itachi.
" Kenapa? Kau pasti sangat lelah. Tidurlah!" Itachi bertanya sambil menyuruh malaikatnya untuk tidur.
" Aku tidak boleh tertidur disini." Naruto mendongak dan menatap langsung onyx dihadapannya. Itachi hanya menaikkan sebelah alisnya pertanda ia tidak mengerti.
" Aku harus pulang. Aku tidak mau Kyuu-nii memisahkan kita lagi hanya karena aku tidak pulang dan menghabiskan malam bersamamu." lanjutnya menampilkan senyum diwajahnya.
" Semua akan baik-baik saja setelah ini Naru." Itachi membelai surai pirang keemasan yang sudah tergerai. Ditatapnya lembut malaikat yang berhasil mencuri hatinya.
" Aku tahu. Jika kita bersama semua akan baik-baik saja. Benarkan?" Ujar Naruto dengan senyum yang semakin mengembang. Membuat Itachi ikut tersenyum kearahnya. Itachi kemudian memeluk Naruto semakin erat. Naruto pun menyamankan dirinya dalam pelukan Itachi. Wajahnya terbenam didada bidang Itachi yang tak tertutupi sehelai benang. Naruto dapat mencium aroma tubuh Itachi yang sangat ia sukai. Wajah Naruto memerah dalam pelukan Itachi. Saat ia juga mencium aroma khas orang yang habis bercinta. Mereka memang habis bercinta kan? Naruto mengeratkan pelukannya membuat tubuh polos mereka yang sudah dibasahi peluh keringat yang terasa lengket benar-benar menempel. Ini adalah kali pertama mereka bercinta dengan perasaan cinta diantara mereka. Sebelumnya mereka hanya bercinta sebagai pelampiasan saja.
" Kau ingin kita pulang. Atau terus memelukku seperti ini hingga pagi?" Itachi bertanya dengan binar jahil dimatanya.
Dengan cepat Naruto pun melepaskan pelukannya. Wajahnya sudah merona malu. Ia pun kemudian beranjak dari tempat tidur dan mulai memunguti gaunnya yang berserakan di lantai. Menghiraukan Itachi dan terus berjalan cepat kearah kamar mandi. Itachi hanya terkekeh geli melihat tingkah malaikatnya. Ia pun ikut beranjak dari tempat tidur dan mulai memunguti semua pakaiannya. Melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang sama dengan Naruto.
Saat masuk kedalam kamar mandi. Itachi melihat Naruto yang sudah mengenakan gaun hitamnya. Namun ia masih berdiri mematung didepan cermin. Bahkan tidak menyadari kehadiran Itachi.
Itachi berjalan menghampiri Naruto dan kemudian memeluknya dari belakang. Itachi dapat merasakan tubuh Naruto yang tersentak ketika ia memeluknya. Sepertinya Naruto sedang melamun pikirnya. Itachi membenamkan wajahnya diceruk leher Naruto dan menghirup aroma citrus yang sangat disukainya.
" Apa yang sedang kau pikirkan Naru?" Tanya Itachi menopang dagunya dibahu Naruto. Ditatapnya sapphire Naruto melalui pantulan cermin.
" Aku tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini." Naruto menunduk dengan wajah yang sudah memerah. Itachi kemudian menatap pantulan dirinya dan Naruto dicermin. Namun onyx-nya menangkap noda merah keunguan dikulit tan malaikatnya yang terekspos dengan jelas. Itachi tersenyum dan sekarang ia tahu maksud perkataan malaikatnya.
Itachi kemudian melepaskan pelukannya. Membuat Naruto mendongak dan menatap tak mengerti kearah Itachi melalui pantulan cermin. Naruto melihat pergerakan Itachi yang melampirkan jas hitamnya ke tubuhnya. Dan kemudian kembali memeluknya sambil merapatkan jas miliknya ditubuh Naruto.
" Sekarang. Kau sudah bisa pulang kan?" Itachi mengecup sekilas leher Naruto. Membuat Naruto tersenyum dan kemudian menyamankan dirinya dalam pelukan Itachi. Ia pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Itachi.
Sebenarnya mereka ingin bisa terus seperti ini lebih lama lagi. Namun mereka juga tidak ingin dipisahkan lagi. Mereka yakin suatu saat nanti mereka pasti bisa seperti ini lagi dalam waktu yang lama. Mungkin sampai sisa hidup mereka. Mereka akan selalu bersama seperti saat ini. Hanya saja mereka belum tahu kapan hari itu akan tiba.
" Aku akan bicara pada Sasuke dan Kyuubi. Jika perlu aku akan berlutut dan memohon agar kita bisa bersama seperti ini lagi." Itachi berujar dengan nada serius dan menatap Naruto melalui pantulan cermin dengan kesungguhannya.
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang apapun lagi Naru. Semua akan baik-baik saja. Percayalah!" Naruto memutar tubuhnya menatap langsung onyx kelam yang begitu ia kagumi. Naruto bisa melihat kesungguhan disorot onyx pria yang sangat ia cintai. Setetes airmata meluncur dari sapphire miliknya bersama dengan sebuah senyum diwajah cantiknya. Naruto kemudian kembali memeluk Itachi dengan erat dan mengangguk dalam pelukannya.
Iya. Dia percaya semua akan baik-baik saja. Dia percaya jika bersama Itachi ia bisa melewati semuanya. Dia percaya asalkan bersama Itachi seberat apapun hari esok mereka pasti bisa menghadapinya. Dia percaya. Naruto percaya cintanya dan Itachi jauh lebih kuat dari apapun.
.
.
.
Tbc...
.
.
.
Whoaaaaa...
Ini gila. Bener" gila. Chapter tergila yang Viz buat.
Kenapa malah jadi full lemon kaya gini sih?
Awalnya kan cuma selingan aja trus balik ke cerita. Eehh.. Malah kebablasan kaya gini. Ck. Ketauan deh betapa mesumnya ni Author stress. Tapi ga pa pa lah! Anggap saja ini chapter spesial full ItaNaru. Setelah kemaren" mereka menderita chap ini spesial buat mereka happy. Karena selanjutnya mereka harus kembali melewati rintangan.. Khukhukhu *smirk
Gomen kalo lemonnya kurang hot. Viz masih belum bisa merangkai kata buat mendeskripsikan lemonnya. Padahal waktu bayanginnya itu hot banget lho. Eh jadinya malah gaje.. Hehe:D
Tapi seenggaknya janji Viz sama Eiji senpai terbayar.
Semoga senpai suka :)
Gomen karena Naru nya ga dibawa kabur sama Itachi. Itachi kan belum tau perasaan Naru sama dia. Masa mau maen bawa kabur anak orang aja sih. Hehe
Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat
Semoga kalian suka.. :)
Jangan lupa review ya.. :)
