Please read ..VOTE n KOMEN nya juga ya.. Jeongmal gomawo untuk semua yang udah vote dan komen .. Itu semua sangat berharga buat aku yang kembali merintis ff ku dari awal..



Kalau gak ada kalian, mungkin aku udah nyerah jadi penulis.. 🙁



Jeongmal kamsahamnida😇☺️



Title : Eternal Sunshine Chapter 9



Genre : Brothership, Friendship and Family



Rate : K



Cast :



Cho Kyuhyun ( 17 tahun )



Park Jungsoo / Leeteuk ( 28 tahun )



Lee Sungmin ( 26 tahun )



Choi Siwon ( 26 tahun )



Kim Ki Bum ( 23 tahun )



Choi Kyusoo (OC)



Changmin & Minho ( 17 tahun )



And other cast.



Summary : Setelah kau pergi, setiap kesempatan yang datang pasti tentang dirimu. Aku ingin menghapus mu, tapi juga masih ingin mengenang mu.



Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.



DONT PLAGIAT!



Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.



Story by asmawi97



.



.



Eternal Sunshine Chapter 9



.



.



Heechul sedang berada di ruangan pribadi nya saat seorang perawat memasuki ruangan nya, Heechul mengerutkan dahinya seolah bertanya pada perawat tersebut.



" Wae geurae? " tanya nya, perawat tersebut tersenyum dan meletakkan sebuah ponsel berwarna biru langit di atas meja Heechul.



"Ini saya menemukan ponsel ini di kamar rawat yang di pakai oleh Kyuhyun-ssi.."



"Kyuhyun? "



" Ya sudah, letakkan saja disini. Biar aku yang nanti mengembalikan nya. " perawat tersebut menganggukan kepalanya, dan menundukan tubuhnya lalu berlalu dari ruangan Heechul.



Heechul melepaskan kacamata yang sejak tadi di pakai nya dan melihat ponsel Kyuhyun yang di letakkan diatas meja nya, lalu beralih melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.



" Sebaiknya aku kembalikan sekarang saja.." ucapnya setelah melihat dan mengecek jadwal nya.



Heechul bangkit dari duduk nya, melepaskan jas dokter nya dan mengganti nya dengan mantel tebal yang cukup panjang. Dia pergi ke rumah Kyuhyun menggunakan mobil nya. Setelah beberapa menit mengemudi, akhirnya Heechul sampai di jalanan yang cukup menanjak yang berada di depan rumah sewa Kyuhyun.



Namun Heechul mengerutkan dahinya saat melihat sebuah sedan mewah terparkir di depan rumah sewa Kyuhyun tersebut. Dan lebih terkejut lagi saat melihat dua orang namja yang turun dari anak tangga terakhir tempat rumah Kyuhyun, Kibum dan Siwon. Dalam hati, Heechul merasa geram terutama pada Siwon, orang yang membuat keadaan Kyuhyun sempat down kemarin.



" Eoh.. Kim Heechul - sshi..! " Kibum dan Siwon yang melihat kedatangan nya terlihat cukup terkejut. Heechul lalu melangkahkan kakinya mendekat pada Siwon dan Kibum, ia juga cukup terkejut saat melihat dua bersaudara ini berada di lingkungan tempat tinggal Kyuhyun.



" Choi Siwon... Choi Kibum.. " Siwon dan Kibum tersenyum membalas sapaan tersebut. Namun senyuman mereka tidak bertahan lama saat melihat wajah Heechul yang terlihat keruh.



" Heechul-sshi.. Wae geurae? " Siwon mencoba bertanya karena heran dengan sikap Heechul. Heechul lalu semakin mendekat pada Siwon.



" Berhenti mendekati Kyuhyun.. " ucapnya tegas membuat Siwon langsung geram, pasalnya begitu banyak yang menyuruh nya untuk menjauhi Kyuhyun.



" Mwo? Wae? Kenapa tiba-tiba kau menyuruh kami untuk menjauhi Kyuhyun.? "



Heechul menghela napasnya, dia cukup kesal dengan keluarga Choi yang selalu mendekati Kyuhyun karena memiliki wajah yang serupa dengan Kyusoo.



" Selain karena Kyuhyun mempunyai trauma terhadap Choi Siwon-sshi, akan berbahaya bagi nya untuk berada di sekitar keluarga Choi.. " jawab Heechul sambil berlalu dari hadapan Siwon dan juga Kibum. Meninggalkan pertanyaan di benak kedua bersaudara Choi tersebut. Dia tidak peduli jika mereka terheran dengan pernyataan nya, asalkan mereka benar-benar menjauh dari kehidupan Kyuhyun.



.



.



.



Siwon memandang punggung tegap Heechul yang menjauh menaiki anak tangga dengan kesal, Kibum yang berdiri di sisi nya terlihat mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan dokter yang dulu merawat Kyusoo. Kyuhyun berada dalam bahaya jika berdekatan dengan mereka? Apa maksud perkataan dokter tersebut?



"Siwon hyung, sebaiknya kita pulang sekarang. " ucap Kibum pada Siwon yang masih melihat Heechul dengan tatapan tajam nya. Siwon lalu menghela napasnya dan menganggukan kepalanya, mereka lalu memasuki mobil dan pergi dari wilayah rumah Kyuhyun.



Sementara Heechul yang berjalan menjauh dari Kibum dan Siwon, menaiki beberapa anak tangga agar bisa sampai di depan rumah Kyuhyun. Setelah menaiki beberapa anak tangga, akhirnya Heechul sampai di teras depan rumah Kyuhyun, rumah sewa sederhana yang berada di lantai dua. Heechul lalu mendekati pintu rumah Kyuhyun dan mengetuk nya selama beberapa kali. Jujur dia merasa khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Apa Kyuhyun dan Siwon bertemu? Bagaimana keadaan Kyuhyun saat bertemu Siwon, anak itu mungkin sedang ketakutan.



Setelah beberapa saat menunggu, pintu tersebut akhirnya terbuka. Namun Heechul mengerutkan dahinya karena bukan Kyuhyun yang membuka pintu tersebut melainkan adik dari teman nya, Changmin.



" Eoh.. Changmin-ah..! " Changmin juga sepertinya terlihat kaget saat melihat Heechul berada di depan rumah teman nya.



" Heechul hyung? " tanya Changmin seolah memastikan, karena dia benar-benar heran kenapa teman sang hyung tersebut berada di tempat Kyuhyun. Namun dia mengingat keadaan Kyuhyun sebelum dia meninggalkan nya untuk membuka pintu rumah Kyuhyun.



" Heechul hyung, sangat kebetulan hyung berada di sini. Bisakah hyung memeriksa keadaan Kyuhyunie? " Heechul yang masih berdiri di depan rumah Kyuhyun mengerutkan dahinya, memang nya ada apa dengan Kyuhyun. Kenapa Changmin menyuruh nya untuk memeriksa keadaan Kyuhyun?



" Keadaan Kyuhyun? Memangnya dia kenapa? " Changmin terlihat menghela napasnya, sepertinya dia juga tidak terlalu tahu dengan pasti bagaimana keadaan Kyuhyun.



" Ah... Hyung periksa saja dulu. Silakan masuk. " ujar Changmin akhirnya sambil mempersilahkan Heechul untuk masuk ke dalam rumah Kyuhyun. Heechul memasuki rumah sederhana yang ditinggali Kyuhyun dengan kedua kakak nya.



Saat Heechul masuk, seperti nya dia langsung berada di ruangan keluarga, karena terdapat sofa sederhana dan juga sebuah tv, dia juga bisa langsung melihat dapur dan beberapa pintu dari tempat nya.



Mereka lalu berhenti di salah satu pintu, sepertinya kamar Kyuhyun. Changmin lalu mengajak nya masuk ke dalam kamar tersebut, dia membuka pintunya dan mereka benar-benar terkejut saat melihat pemandangan di atas ranjang kamar tersebut.



Kyuhyun terlihat memeluk Minho sahabat nya dengan erat sambil menangis sampai sesenggukan. Kyuhyun terlihat sangat ketakutan sementara Minho masih terus mencoba untuk menenangkan Kyuhyun dan membuat anak itu merasa lebih baik serta nyaman dengan terus mengusap rambut Kyuhyun.



" Kyuhyun-ah tenanglah.. "



Heechul menghela napasnya keras saat melihat keadaan Kyuhyun, anak itu bahkan baru saja pulang dari rumah sakit. Tapi sepertinya keadaan psikis anak itu kembali down dilihat dari keadaan nya yang sekarang. Dia lalu mencoba mendekati Kyuhyun dan duduk di sisi ranjang Kyuhyun, mengusap bahu Kyuhyun yang terlihat naik turun karena anak tersebut masih menangis sambil sesenggukan.



"An..dwae..yo...hiks..ka..lian..ja..ngan...hiks..meninggalkan...hiks..ku.." Kyuhyun berucap sambil menangis membuat kata-kata nya terputus. Namun mereka bisa mendengar dengan jelas ketakutan terbesar Kyuhyun. Anak itu tidak mau jika di tinggalkan sendirian.



Melihat keadaan Kyuhyun yang sekarang, Heechul semakin merasa kesal dengan tingkah seenaknya keluarga Choi terhadap Kyuhyun, hanya karena Kyuhyun memiliki wajah yang serupa dengan Kyusoo, bungsu keluarga Choi. Heechul masih mengusap bahu Kyuhyun sementara Minho masih berada di posisi yang sama, memeluk Kyuhyun sambil mengusap rambut Kyuhyun. Changmin sendiri terlihat berdiri dengan wajah frustrasi nya melihat sahabatnya yang selalu ceria, jahil dan juga manja itu menjadi seperti sekarang. Terlihat lemah, rapuh dan juga begitu penakut.



"Kyuhyunie.. Gwenchana.. Semuanya baik baik saja.. Kamu jangan merasa takut, eoh? Kami semua akan melindungi mu.. Kami tidak akan pernah meninggalkan mu..! " Heechul mengucapkan beberapa kata yang menurutnya mungkin akan membuat Kyuhyun merasa lebih baik, dan ternyata berhasil. Kyuhyun mengangkat kepalanya yang sejak tadi bersembunyi di dada bidang milik sahabat nya Minho.



" Benarkah...hiks.. hyung... akan..hiks.. melindungi ku? " Heechul langsung menganggukan kepalanya, dia tersenyum saat melihat wajah polos Kyuhyun yang basah oleh airmata nya dan memandang nya menuntut jawaban.



" Melindungi ku... dari Choi Siwon... juga? " tanya Kyuhyun sambil melepaskan pelukan nya di tubuh Minho, kembali menuntut jawaban.



Heechul kembali menganggukan kepalanya, dia kembali melayangkan senyum nya. Lalu menangkup wajah Kyuhyun yang masih di penuhi airmata dan mengusap airmata tersebut dari pipi Kyuhyun dengan kedua ibu jari nya.



"Kami semua akan melindungi mu, dengan cara apapun.. " Kyuhyun tersenyum mendengar semua ucapan Heechul. Dia merasa lebih baik sekarang apalagi Heechul dan Minho sejak tadi mengusap nya dengan lembut benar-benar nyaman.



" Gomawoyo.. " ucap Kyuhyun pada Heechul, dia mulai merasa lebih tenang dan nyaman sekarang. Tadi dia bahkan serasa sulit untuk bernapas sekalipun karena ketakutan nya terhadap Siwon. Setiap kali melihat Siwon, Kyuhyun akan kembali mengingat insiden penculikan yang di lakukan oleh Siwon padanya.



Changmin yang sejak tadi berdiri di samping ranjang nya menghampiri nya dan langsung memeluk nya erat, sepertinya bukan hanya dia yang ketakutan tapi mereka juga. Mereka pasti sangat khawatir saat melihat keadaan nya.



"Kyuhyunie, aku juga pasti akan melindungi mu. Jadi kau tidak perlu khawatir dan takut. Eoh? " Kyuhyun tersenyum sambil menepuk bahu Changmin, dia benar-benar sudah merasa lebih baik sekarang.



" Nde... Sekarang aku sudah merasa lebih baik. Sebaiknya kalian jangan terlalu mengkhawatirkan ku... "



" Meskipun kamu sudah merasa lebih baik. Aku akan tetap memeriksa kondisi mu, jadi berbaringlah. "



" Nde.. "



.



.



.



Tiga hari berlalu setelah Siwon dan juga Kibum mendatangi rumah nya, Kyuhyun sudah tidak terlalu memikirkan hari terburuk nya itu lagi. Hari-hari Kyuhyun akhirnya berjalan seperti biasa lagi. Anak itu kembali ceria, bersikap jahil dan juga manja. Heechul jadi semakin dekat dengan keluarga nya membuat Kyuhyun merasa senang karena memiliki hyung baru. Sepertinya karena dokter itu juga Kyuhyun jadi merasa lebih baik, dokter tersebut memberikan pengertian terhadap orang-orang terdekat Kyuhyun untuk menangani kondisi Kyuhyun, dan sepertinya itu berhasil. Terlihat dari keceriaan Kyuhyun yang kembali menghiasi wajah nya.



Seperti pagi ini, Kyuhyun yang sudah berhari-hari absen dari sekolah nya, begitu semangat saat berada di kursi depan tv sambil memakan sarapan nya. Sesekali ia ikut menyanyi saat kartun yang sedang di tonton nya sedang menyanyi juga. Leeteuk dan Sungmin yang melihat hal tersebut tersenyum geli, Kyuhyun itu sudah SMA tapi masih suka menonton kartun seperti anak kecil. Tapi itu cukup lucu bagi mereka dibandingkan melihat wajah pucat magnae mereka dengan tubuh nya yang bergetar karena ketakutan. Kyuhyun yang tertawa sambil menonton kartun, itu jauh lebih baik.



"Kyuhyunie, hari ini Minho dan Changmin tidak bisa menemani mu saat berangkat? "



" Nde.. Changmin hari ini tidak akan sekolah, dan Minho akan berangkat menggunakan mobil. "



"Kalau begitu, hyung temani sampai sekolah.. " Kyuhyun mengalihkan perhatian nya dari televisi memandang sang hyung sambil mengunyah cepat makanan nya agar bisa berbicara dengan Sungmin hyung.



" Gwenchana... Aku akan berangkat sendiri saja.. " ucap Kyuhyun setelah semua makanan yang ada di dalam mulutnya dia telan.



Dia memang mau jika Sungmin mengantar nya, tapi jarak dari sekolah ke tempat kerja itu cukup jauh, Sungmin pasti lelah jika harus bolak balik untuk mengantarkan nya.



" Gwenchanayo hyung.. Aku tak apa, aku pasti akan baik-baik saja dan sampai di sekolah dengan selamat. " ucap Kyuhyun sambil kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan melanjutkan menonton kartun di tv, namun Leeteuk dan Sungmin terlihat meragukan ucapan Kyuhyun. Jadi Leeteuk mencoba membujuk magnae nya agar mau diantar. Bukan tanpa alasan, mereka hanya mengkhawatirkan Kyuhyun.



" Tapi Kyuniee.. " Leeteuk berucap sambil memandang adiknya.



" Teuki hyungie~ kita lakukan seperti biasa saja. Kita berpisah di halte bis dan pergi menuju tujuan kita masing-masing. "



Mereka berdua menghela napasnya bersamaan melihat keteguhan Kyuhyun, sebenarnya mereka senang Kyuhyun sudah tidak takut sendiri lagi. Tapi mereka takut jika Siwon kembali mendatangi magnae mereka saat Kyuhyun sedang sendirian, dan berbuat kasar lagi pada adik mereka tersebut.



" Baiklah.. Kamu boleh pergi sendiri, tapi hubungi hyung jika sudah sampai sekolah, arra? " Leeteuk akhirnya menyetujui kemauan Kyuhyun untuk berpisah di halte dan berangkat sendirian.



" Dan juga, hari ini udara nya cukup dingin. Pakai mantel dan juga syal mu. Dan pakai juga topi rajut pemberian dari hyung.. " Sungmin melanjutkan dengan memberi petuah pada magnae nya membuat Kyuhyun mempoutkan mulutnya sambil melihat kedua hyungdeul nya.



" Aish Sungmin hyung.. Topi itu berwarna pink! " seru Kyuhyun, dia ingat topi hangat pemberian sang hyung itu berwarna pink, terlalu feminim!



" Kalau kamu tidak mau, hyung akan mengantarkan mu sampai kelas, sampai kamu duduk manis di kursi mu, dan menitipkan mu pada semua teman mu Kyuhyunie... Hyung tidak bercanda! " Kyuhyun membulatkan kedua bola matanya tidak percaya dengan ucapan sang hyung, tapi Sungmin hyung tidak pernah berdusta, hyung nya itu pasti akan melakukan apa yang di bicarakan nya meskipun itu membuat dia malu.



"Baiklah aku akan memakai nya! Hyung puas?! " Sungmin tersenyum puas mendengarkan jawaban adik nya, mereka lalu kembali memakan sarapan mereka.



Akhirnya mereka berangkat pagi itu, sedikit berjalan kaki lebih dulu agar mereka sampai di halte bis yang berada tidak jauh dari rumah mereka. Kyuhyun memasuki bis yang menuju sekolah nya begitupun Sungmin dan Leeteuk hyung yang ingin memastikan dia duduk di dalam bis tersebut, membuat Kyuhyun malu dengan semua penumpang di dalam bis tersebut karena di perlakuan seperti seorang anak kecil. Tapi sepertinya kedua hyungdeul nya tidak terlalu memperdulikan tatapan semua orang tersebut.



"Jaga diri mu selama di sekolah nde? " Kyuhyun menganggukan kepalanya saat Sungmin yang berdiri di depan kursi yang di tumpangi nya mengelus rambutnya, begitupun Leeteuk, hyung malaikat nya tersebut tersenyum lembut dan ikut mengelus kepalanya.



" Kami menyayangi mu, Kyuniee.. "Kyuhyun tersenyum manis sambil menundukkan kepalanya karena malu, mereka memperlakukan nya seperti itu di depan banyak orang.



" Hyung, bis nya sudah mau jalan. Kalian harus nya turun! " Leeteuk dan Sungmin tersenyum lalu mengucak rambut adiknya.



" Arraseo.. " ucap mereka sambil turun dari dalam bis, sedikit tersenyum meminta maaf juga karena mereka, bis nya belum berangkat. Setelah Leeteuk dan Sungmin turun dari bis, akhirnya bis tersebut melaju. Kyuhyun yang memang begitu senang karena akhirnya bisa kembali sekolah memandangi setiap sudut jalan dengan antusias. Dia bisa melihat beberapa sudut jalanan terlihat membeku, dan terlihat berkilauan saat tersorot sinar matahari.



Setelah sekitar satu menit bis tersebut berjalan, tiba-tiba supir ahjussi menghentikan bis tersebut karena ada seorang penumpang yang naik. Kyuhyun sendiri tidak terlalu memperhatikan, karena sejak tadi dia asik dengan kegiatan nya memperhatikan jalanan sibuk kota Seoul. Namun sebuah suara yang cukup melengking berhasil menginterupsi kegiatan nya



" Bisakah kau bergeser sedikit?! "



Kyuhyun sedikit tersentak karena seseorang tiba-tiba menepuk bahunya, dia melihat seorang namja yang berpakaian seperti seorang idol berdiri di samping kursi nya, namja tersebut terlihat memakai mantel panjang dan juga syal yang menutupi hampir seluruh wajah nya, hanya matanya yang terlihat jelas.



Kyuhyun mendengus, dia tadinya ingin menikmati perjalanan menuju sekolah nya dengan duduk sendirian di bis tapi nyatanya seorang namja dengan gaya pakaian ala idol itu menuntut nya untuk bergeser karena memang kursi di dalam bis tersebut sudah penuh.



"Aish kenapa lama sekali, aku kedinginan dan juga kaki ku ini sangat pegal. Haksaeng kau benar-benar tidak sopan terhadap orang yang lebih tua ya? "



Kyuhyun menghela napasnya mendengar pernyataan orang tersebut, dengan berat hati Kyuhyun bergeser, melihat Kyuhyun yang sudah bergeser namja tersebut langsung duduk di kursi yang tadi di duduki Kyuhyun, tepatnya di sebelah Kyuhyun. Dia duduk dengan cepat dan agak terlalu dekat dengan Kyuhyun membuat Kyuhyun mendelik, namja tersebut benar-benar aneh. Kyuhyun merasa sempit karena orang tersebut duduk terlalu dekat dengan nya,dia jadi terlihat menempel dengan sisi bis tersebut.



"Permisi, anda terlalu dekat! " protes Kyuhyun karena namja tersebut sepertinya nyaman-nyaman saja.



" Eoh benarkah? " tanya namja tersebut dengan wajah polos nya membuat Kyuhyun kesal. Memang nya orang itu tidak lihat sedari tadi Kyuhyun duduk tidak nyaman karena terlalu sempit. Akhirnya namja tersebut sedikit bergeser membuat Kyuhyun merasa lega. Namun hanya sebentar, karena namja asing tersebut kembali berdialog.



" Seoul selalu terasa dingin yah? "



Kyuhyun tidak tahu namja tersebut sedang berbicara dengan nya atau dengan orang lain. Namun Kyuhyun mendengus mendengar ucapan namja tersebut.



Tentu saja dingin, inikan sedang musim dingin. Dasar Pabbo!



" Tapi suasana nya benar-benar romantis, iyakan Park Kyuhyun-sshi? Aigoo kau terlihat lucu dan imut saat memakai topi itu... " ucap namja tersebut sambil menunjuk topi berwarna pink yang di pakai oleh Kyuhyun.



" Anda tahu darimana namaku? " tanya Kyuhyun cukup terkejut, dia juga kesal karena dikatai imut oleh namja asing tersebut. Namun namja tersebut malah tersenyum dengan wajah polos nya sambil memperlihatkan sebuah name tag pada Kyuhyun, sepertinya itu miliknya.



" Aku menemukan ini tergeletak begitu saja di lantai bis.. " Kyuhyun melihat name tag nya yang sepertinya jatuh dan di ambil oleh namja tersebut, dengan cepat Kyuhyun mengambil kembali name tag nya dan memalingkan wajah nya menuju jalanan.



"Hey haksaeng, kau tidak mau tahu namaku? " namja tersebut bertanya setelah beberapa saat mereka hanya terdiam karena Kyuhyun fokus dengan jalanan. Kyuhyun memajukan bibirnya, benar-benar sebal dengan namja asing tersebut. Sok kenal dan sok dekat.



Akhirnya bis tersebut berhenti di halte yang berada tidak jauh dari sekolah Kyuhyun, namun anak tersebut mengernyitkan dahinya saat idol gadungan itu - sebutan Kyuhyun untuk namja aneh tersebut - juga ikut turun di jalanan tersebut.



" Kenapa anda turun disini? " tanya Kyuhyun saat namja tersebut turun di tempat nya bahkan sekarang mengikuti nya.



"Memangnya kenapa, aku ingin menemui seseorang disini.. " jawaban namja tersebut benar-benar membuat Kyuhyun menghela napasnya keras, benar-benar jengah dengan tingkah namja tersebut. Mencoba untuk tidak memperdulikan nya, Kyuhyun akhirnya berjalan cepat mendahului namja tersebut, sampai akhirnya namja tersebut berteriak begitu keras dan berlari sampai berada di samping nya, namun Kyuhyun langsung terkejut saat namja tersebut memanggil salah satu temannya yang berada beberapa meter di depan mereka.



"Eoh... CHOI MINHO..! " Minho, teman nya yang selalu kalem itu terlihat melambaikan tangannya terhadap namja yang sejak tadi membuat Kyuhyun kesal. Namja tersebut sedikit berlari dan langsung memeluk Minho saat jarak mereka sudah dekat, membuat Kyuhyun mendengus sebal karena merasa diabaikan oleh Minho.



" Eoh.. Donghae hyung.. " ucap Minho setelah melepaskan pelukan tersebut, membuat Kyuhyun kembali heran karena ternyata Minho mengenal namja aneh tersebut.



" Minho-ah, kau mengenal nya..? " Kyuhyun bertanya sambil menunjuk wajah namja tersebut.



" Tentu saja, dia ini sepupu ku Kyu.. Wae? "



" Aaah... Minho-ah jadi dia ini teman mu. Sejak tadi dia bersama ku, tapi Kyuhyun benar-benar anak yang irit bicara terhadap orang baru.. " Kyuhyun mendelik, tentu saja dia dan namja tersebut kan belum mengenal satu sama lain. Minho tersenyum melihat sepupu nya tersebut, Donghae sepupu nya yang selalu bersikap kekanakan. Minho lalu melihat Kyuhyun yang terlihat masam karena perkataan Donghae, dia lalu meraih tangan Kyuhyun dan membawa nya berdiri di sisi nya.



" Hyung mu tadi menghubungi ku, mereka mengatakan kau harus menghubungi mereka jika sudah sampai di sekolah.. " ucap Minho setelah membawa Kyuhyun berdiri di sisi nya. Kyuhyun sendiri terlihat menepuk kepalanya karena lupa menghubungi hyung nya, anak itu mengambil ponsel nya dan menghubungi salah satu hyungdeul nya.



" Minho-ah.. Kau tidak mau memperkenalkan kami? " Donghae mengintrupsi kegiatan kedua teman tersebut, cukup sebal karena dia diacuhkan oleh kedua remaja tersebut.



" Baiklah, Kyu ini sepupu ku namanya Donghae hyung. Dan hyung ini teman ku namanya Kyuhyun.. " Donghae tersenyum begitu manis sambil sedikit menundukkan kepalanya.



"Lee Donghae.. Kau boleh memanggil ku hyung.. Kyuhyunie~~"



" Park Kyuhyun imnida.. " ujar Kyuhyun sambil sedikit menundukkan tubuhnya sebagai formalitas. Donghae tersenyum begitu manis, akhirnya Kyuhyun mau juga tersenyum padanya.



"Aah... Minho-ah, bagaimana kalau sepulang sekolah hyung ajak kalian main, eoh?" Minho memandang Kyuhyun yang berada di samping nya, merasa di perhatikan Kyuhyun pun membalas tatapan Minho.



"Wae? "



" Kyu.. Nanti kau ikut ya? " sebenarnya lebih mirip pernyataan, karena Minho tidak mau meninggalkan Kyuhyun sendirian. Sedangkan Kyuhyun, anak itu mengangguk saja. Lagi pula dia tidak punya kegiatan lain setelah pulang sekolah,apalagi Minho terlihat mengkhawatirkan nya jika dia sendirian.



.



.



.



" Park Leeteuk, Park Sungmin dan si bungsu Park Kyuhyun.. " seorang namja paruh baya terlihat mengabsen nama-nama yang berada di dalam berkas yang sedang dia baca di dalam ruangan pribadi nya. Dia lalu tersenyum licik dan melempar berkas tersebut.



" Diantara kalian bertiga, siapa yang saat itu sedang bersama appa kalian?! " ucapnya sambil menghisap wine yang berada di dalam gelas nya.



.



.



.



Jam pelajaran sekolah akhirnya berakhir, Kyuhyun yang duduk sendiri di belakang membereskan peralatan sekolah nya. Hari ini Changmin tidak masuk sekolah karena ada keperluan keluarga, jadi sepertinya Kyuhyun akan pergi bersama Minho dan juga sepupu aneh Minho, Donghae hyung.



"Kau sudah selesai..? " Kyuhyun menganggukan kepalanya, Minho lalu sedikit membantu Kyuhyun memasukkan buku milik Kyuhyun ke dalam tas, membuat Kyuhyun tersenyum. Minho selalu bersikap dewasa dan begitu perhatian padanya, bahkan selalu memperlakukan nya seperti seorang adik, padahal dia lebih tua beberapa bulan dari Minho. Tapi Minho yang seorang anak tunggal memang sudah menganggap Kyuhyun sebagai adiknya dan begitu memperhatikan sahabat nya tersebut. Dan sepertinya setiap orang yang mengenal Kyuhyun selalu memperlakukan nya seperti itu, menganggap dia sebagai adik kecil mereka.



"Donghae hyung sudah berada di depan," ucap Minho saat mereka sedang berada di koridor sekolah mereka.



"Jadi kita akan kemana? "



" Donghae hyung ingin mengajak kita ke toko buku. "



" Oh.. Sepupu mu itu suka membaca.. "



" Emm.. Dia suka membaca komik.. "



" Ooh.. "



" Wae? Kau juga mau membeli komik? "



" Aniyo.. "



.



.



.



"Jadi bagaimana keadaan uri eomma? " Siwon bertanya pada seorang dokter yang merawat sang eomma, saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga rumah megah keluarga Choi. Seorang dokter yang sudah biasa menangani Nyonya Choi duduk di sofa single sementara Kibum dan Siwon duduk di sofa yang berada di seberang dokter tersebut. Dokter itu baru saja melakukan pekerjaan nya merawat Nyonya Choi lalu kedua putra Nyonya Choi mendatangi nya dan meminta penjelasan tentang ibu mereka.



" Siwon-ah, Kibum-ah..,"



"Ku dengar kalian pernah mempekerjakan seseorang yang mirip dengan Kyusoo? "



Siwon dan Kibum menghela napasnya, lagi-lagi ini tentang Kyuhyun. " Eoh.. Hanya sebentar.. "jawab Siwon seadanya.



" Memangnya kenapa? " Kibum bertanya karena begitu penasaran, apa eomma benar-benar membutuhkan Kyuhyun?



" Kalian tahu, memori eomma kalian itu terperangkap disaat Kyusoo masih ada. Jadi dia masih berpikir jika Kyusoo masih hidup. Kehadiran anak itu membuat eomma kalian semakin yakin, lalu anak itu sekarang menghilang. Itu membuat keadaan eomma kalian lebih buruk dari sebelumnya.. Bahkan lebih buruk di bandingkan sebelum anak itu muncul." jelas dokter tersebut, sementara Kibum dan juga Siwon mendengarkan dengan seksama.



"Seharusnya jika hanya sebentar, lebih baik tidak usah membawa anak itu. Daripada sekarang, eomma kalian benar-benar membutuhkan anak itu. Jika tidak, aku mungkin akan merekomendasikan agar eomma kalian masuk rehabilitasi.. "



" MWO? "



Kibum dan Siwon benar-benar terkejut sekaligus terpukul dengan ucapan dokter tersebut. Mana mungkin mereka membiarkan eomma mereka masuk rumah sakit jiwa. Itu tidak akan pernah terjadi.



Setelah percakapan mereka dengan dokter, Siwon dan Kibum terlihat merenung masih di ruang keluarga rumah besar mereka. Siwon lalu menghela napasnya keras membuat Kibum sang adik menatap nya. Siwon lalu bangkit dari duduk nya mengambil mantel dan kunci mobil nya membuat Kibum semakin terheran.



"Hyung mau kemana? "



" Menemui Kyuhyun.. " mendengar jawaban hyung nya, Kibum langsung ikut bangkit dari duduk nya dan menghadang jalan sang hyung.



" Hyung.. Kita tidak boleh melibatkan Kyuhyun lagi. Biarkan anak itu hidup dengan tenang! "ujar Kibum emosi, dia benar-benar kesal lagi-lagi sang hyung akan melibatkan Kyuhyun. Itu tidak akan baik untuk keadaan Kyuhyun.



" Hyung akan melakukan cara apapun agar Kyuhyun bersedia menjadi Kyusoo.. " Siwon berucap sambil berusaha menyingkirkan Kibum dari depan nya.



" Andwae! " Siwon menggeram kesal melihat keteguhan adiknya. Sementara Kibum terus menatap sang hyung dengan tajam. Dia tidak akan membiarkan sang hyung kembali membuat hidup Kyuhyun di penuhi dengan ketakutan. Cukup kemarin dia melihat Kyuhyun pingsan di depan nya karena ketakutan anak itu terhadap Siwon hyung.



" Hyung akan melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah hyung lakukan selama ini.. " Siwon melanjutkan ucapan nya.



" Apa yang akan hyung lakukan.. Anak itu bahkan tidak bisa berdekatan dengan mu! "



" Kibum-ah.. Memang nya kau rela jika eomma di masukan ke panti rehabilitasi?! "



" Orang-orang akan berpikir bahwa eomma sudah gila Kibum-ah..! "



" Itu sebabnya, hyung akan tetap meminta Kyuhyun agar bersedia untuk menjadi Kyusoo.. Dengan cara apapun.. " melihat Kibum yang diam di depan nya, Siwon langsung menyingkirkan tubuh adiknya dan pergi dari rumah nya, Siwon menghubungi salah satu orang kepercayaan nya untuk menanyakan keberadaan Kyuhyun, lalu menaiki mobil nya dan pergi menuju tempat dimana Kyuhyun berada.



.



.



.



Sementara itu di perpustakaan, Donghae dan Minho terlihat memilah beberapa buku sambil sesekali mengobrol. Sementara Kyuhyun juga sedang melihat beberapa komik yang di sukai nya, agak jauh dari posisi Donghae dan Minho. Kyuhyun lalu mengambil salah satu komik kesukaan nya, komik detektif Konan. Namun Kyuhyun menghela napasnya, dia kan tidak punya uang, dan lagi dia tidak mau merepotkan kedua hyungdeul nya dengan meminta barang-barang yang tidak terlalu penting. Dengan merengut Kyuhyun mengambil komik tersebut dan berniat membaca nya di perpustakaan ini saja, namun baru beberapa langkah Kyuhyun berjalan menuju bangku yang berada di perpustakaan, dia langsung menghentikan langkah nya saat melihat seseorang yang selalu ingin di hindari nya, seseorang yang akhir-akhir ini selalu menjadi ketakutan terbesar nya. Choi Siwon berdiri tidak jauh dari tempat nya dengan wajah dingin nya, Kyuhyun yang masih shock dan juga takut dalam waktu bersamaan, menjatuhkan buku komik yang di bawa nya sementara Siwon terus mendekat kearah nya.







" Kyuhyun-ssi.. Mari kita bicara. " Kyuhyun menggelengkan kepalanya, pikiran nya terasa kosong dan tubuhnya serasa melemas saat melihat Siwon terus mendekat padanya, apalagi berbicara padanya. Namun Siwon terus mendekati nya bahkan langsung menahan tangannya saat dia terus mundur menjauh dari Siwon.



"Lepaskan! " Kyuhyun berujar sambil berusaha melepaskan tangannya yang di pegang erat oleh Siwon. Sungguh, saat ini dia benar-benar ketakutan, kenapa Choi Siwon selalu mengganggu hidupnya.



" Tidak akan, sebelum kita berbicara. "



" Tidak ada yang perlu kita bicarakan! " ujar Kyuhyun cepat dan dengan seluruh tenaga nya Kyuhyun menyentakan tangannya dari tangan Siwon dan berhasil. Melihat kesempatan tersebut, Kyuhyun langsung berjalan mundur dan berlari, terus berlari, mencoba menghindar dari Siwon dan pergi keluar dari perpustakaan tersebut.



Siwon yang melihat Kyuhyun melarikan diri, langsung geram. Dia ikut berlari mengejar anak tersebut, dia hanya ingin berbicara, tapi ketakutan Kyuhyun menghalangi nya. Sungguh dia tidak punya niat untuk menyakiti Kyuhyun, dia hanya ingin berbicara. Tapi mungkin caranya saja yang salah. Kyuhyun terus berlari dengan Siwon masih mengejar nya di belakang Kyuhyun.



Kyuhyun benar-benar merasa lelah, kepalanya terasa pening karena terus berlari. Namun sepertinya Siwon tidak akan berhenti mengejar nya sebelum mendapatkan apa yang di dapatkan oleh CEO muda tersebut.



" KYUHYUN-SSI..! "



Kyuhyun menengok ke belakang saat Siwon meneriaki namanya, Kyuhyun menggelengkan kepalanya, dia semakin merasa pusing dan sesak karena terus berlari.



" Andwae.. Aku tidak boleh tertangkap! " batin Kyuhyun.



Kyuhyun masih terus berlari sampai menuju jalan raya, Kyuhyun lalu berhenti di depan trotoar, dia melihat jalan khusus pejalan kaki belum menyala dan Siwon yang berada di belakang nya semakin mendekat. Kyuhyun tidak mau berbicara dengan Siwon, tidak akan pernah mau. Karena melihat Siwon yang semakin mendekat, Kyuhyun merasa tidak ada pilihan lain selain melewati trotoar meskipun masih banyak kendaraan yang berlalu lalang. Kyuhyun lalu kembali berlari melewati jalanan yang masih di penuhi kendaraan yang berlalu lalang tersebut, Kyuhyun terus berlari, ketakutan nya terhadap Siwon lebih besar dari pada ketakutan nya pada jalanan yang di penuhi kendaraan, Kyuhyun masih berlari namun saat dia akan sampai di persimpangan jalan, sebuah mobil pengangkut barang melaju dengan cepat menuju Kyuhyun, namun Kyuhyun tidak menyadari nya.



Siwon yang sejak tadi mengejar Kyuhyun, menghentikan langkah nya saat Kyuhyun melewati trotoar yang masih di penuhi oleh kendaraan, Siwon menggeram melihat kekerasan hati Kyuhyun.



"Apa anak itu tidak takut mati?! "



Namun Siwon langsung membelalakan matanya saat melihat Kyuhyun yang masih berlari menyeberang, tidak menyadari saat sebuah mobil pengangkut barang melaju dengan cepat kearah Kyuhyun.



" KYUHYUN-SSI... ANDWAE...! "



TBC

.

.

ANDWAE... Apa yang akan terjadi selanjutnya?



Coba di tebak ya...



Anyeong haseyo aku balik lagi bawa ch 9..

Semoga suka.. 😊

Jangan lupa vote dan komen ya 🆗.

Itu penting banget.. Lho.

Makasih buat semuanya yang udah sedia baca vote dan komen..