Osu osu Minna~
/Heh
Miyu muncul lagi setelah berkeliling di alam arwah guna mencari referensi~
/GAK/
Dimalam yang cerah ini (di sana cerah kan?) Miyu ingin membawakan the art of ampas melalui fict ini..
Yah, sempat dicyduk beberapa fans Len sih karena buat beliau lumpuh..
Huaaa Miyu sebenernya juga gak mau buat gituan, tapi ya memang jalan kisahnya udah rencana gitu dari awal.
Beberapa dari kalian bertanya "kenapa gak dimasukkan ke genre hurt/comfort aja sih?".
Jawabannya karena di kolom genre itu cuma ada dua jenis (gak tau sih di punya kalian gimana).
Jadi mohon maaf atas segala kekurangannya ya~
.
Lanjut kuy.
.
Warning : Full of ampas, EYD dipertanyakan, typo nyelip, sisanya liat sendiri. DLLP.
.
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies © Utauloid ©
.
.
.
Watashi ni Kasei o Misete.
.
Chapter 9 : Awal Sebuah Kisah (Part 2)
.
.
.
Senin, 8 Januari 2024, RSU Tokyo, Tokyo.
.
Normal POV.
.
Dingin.
.
Hanya satu kata yang mewakili kondisi Jepang saat ini. Yak, ini masih musim dingin, dimana saat memasuki bulan Desember, suhu udara semakin menurun dan kalian bisa merasakan dinginnya udara yang membekukan. Mulai sekitar akhir bulan Desember, suhu menjadi amat dingin. Tidak jarang suhu di bawah titik beku terjadi pada bulan Januari sampai awal Maret. Di daerah Hokuriku, Tohoku, dan Hokkaido sering terjadi penumpukan salju. Bahkan di dalam kota Tokyo pun, ada tahun-tahun saat turun salju lebat.
.
Sekarang sudah dua hari sejak Len kembali tidur setelah sebelumnya sempat terbangun seperti pasien lain, namun karena dikhawatirkan akan mengalami stress berlebih, maka dokter menyuntikkan obat penenang padanya. Kini ia kembali sadar, namun kali ini tidak ada seorangpun disampingnya.
.
Pukul 6 pagi, itu yang dilihatnya pada jam dinding di kamarnya. Masih terlalu pagi, ia berencana kembali tidur, namun tidak akan semudah itu. Ia mengingat keadaannya sekarang, kakinya lumpuh karena tragedi UniVR, membuatnya kembali murung.
.
"Kenapa... jadi seperti ini?" Ucapnya putus asa.
.
Len terus-terusan menggumamkan kalimat tidak jelas selama satu jam, pikirannya kacau. Ia tak bisa berhenti memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini seperti — ah ayolah, siapa juga yang mau menerima orang lumpuh sepertinya? Bagaimana dengan pekerjaan dan masa depan nantinya?
.
"Akh!" Len memegangi kepalanya, serasa sakit tiap kali memikirkan hal tadi.
.
Pukul 07:16, keadaan langit berawan. Tumpukan salju mulai menebal seiring makin masuknya hari-hari ke pertengahan menuju akhir musim dingin. Ini adalah saat yang tepat bagi anak-anak untuk membuat kenangan masa kecil dengan membuat boneka salju dan saling melempar bola es itu.
.
Ya, itulah yang biasanya dilakukan anak-anak pada umumnya. Tetapi dengan semua duka mendalam di Jepang akibat kegagalan produk UniVR, para orang tua menjadi segan dan merasa bersalah jika membiarkan putra-putri mereka bersenang-senang disaat seperti ini.
.
Pukul 8:21, seseorang mengetuk pintu ruangan tempat Len dirawat.
.
"Masuklah," undang Len. Orang tersebut menggeser pintu pembatas antara lorong dan ruangan itu.
"Yo, maaf lama, salju di sekitaran Tokyo lumayan padat hari ini"
"Hei-hei Oliver, kenapa kau datang? Sekolah sana! Hush!"
"Sudahlah, jangan mengusirku, aku ingin sekali-kali libur," ya, itu Oliver.
"Jadi kau menjadikan menjengukku sebagai alasan? Dasar penipu."
"Biarlah, apapun itu yang penting kita bisa bertemu," ucap Oliver mendramatisir lalu mendekatkan wajahnya ke kepala Len hingga terlihat seakan-akan dia menindih Len.
.
-Brukk!
.
Terdengar suara benda jatuh dari arah pintu masuk.
.
"K-Kaito?!" Well, kini Len kedatangan teman semejanya (dulu).
"A-a-apa yang kalian lakukan? Kalian homo?! Astaga!"
"B-BUKAN! Ini kesalahpahaman! Aku bukan homo! Si bodoh ini yang mendekati wajahku! Dia yang homo!" Tolak Len dengan keras.
"Bukan itu maksudku! Aku hanya ingin membisikkan kalau hari ini ada update doujinshi 18+ di toko yang biasa kukunjungi!" Balik Oliver secara spontan.
"Ha? Ada update doujinshi? 'Hagane no imouto' kah? Aaah akan kubeli nanti!"
"I-iya hehehe," jawab Oliver.
.
Yah, sebenarnya alasan Oliver merubah topik ke doujinshi hentai adalah untuk mengalihkan pemikiran Kaito dan menghindari situasi tuduh-tuduhan ini. Bagaimana dia tahu bisa bekerja? Kaito adalah orang paling idiot di kelas, wajar saja pemikirannya labil dan langsung terkecoh.
.
Sebagai catatan tambahan, Kaito hanya pintar saat ujian, sisanya ampas. Itu yang membuatnya masuk ke kelas X-1. Sekarang dia juga ikutan bolos setelah mengetahui niat Oliver untuk kemari. Dan dengan itu, teman-teman sekelasnya langsung menitipkan barang pemberian padanya.
.
"Ne, Kaito. Apa yang kau bawa? Kenapa banyak sekali?" Tanya Oliver menghentikan euforia Kaito karena doujin hentai favoritnya update hari ini (walaupun sebenarnya itu tipu daya Oliver).
"Oh, ini light novel yang kubeli saat perjalanan kemari. Anggap saja hadiah dariku agar kau tidak bosan di tempat ini."
"Novel? Jarang sekali benda ini kulihat ada padamu. Sankyuu ne"
.
Len menerimanya dan mengamati covernya. "Tsuki no Kimochi" (perasaan bulan), itu yang tertera sebagai judul. Romance, itu yang pertama kali ada dipikirannya. Namun semua itu berubah saat logo 18+ menampakkan diri dengan indahnya, membuat Len menarik pemikirannya.
.
"Mesum sejati," kata Len sembari melirik Kaito dengan tatapan tajam setelah mengamati 'hadiah' dari Kaito.
"Ayolah, itu juga hiburan. Ah iya, Anon-chan dan Kanon-senpai menitipkan ini padaku. Katanya jangan dibuka kecuali kau ingin tidur," jelas Kaito lalu menyerahkan kado yang panjang dan lumayan besar, kira-kira seukuran gitar, tetapi berbentuk silinder.
"Apa ini?" Tanya Oliver.
"Entahlah, mereka hanya bilang itu padaku. Mungkin saja isinya bantal."
"Hn, menarik."
"Dan seperti yang kau lihat, masih ada beberapa lagi dari teman sekelas, sisanya kutaruh di meja itu"
.
Mereka bertiga lama berbincang tentang hadiah titipan dari teman-teman sekelas, tertawa bersama, dan saling mengejek. Beberapa perawat juga telah mengingatkan agar tidak bicara atau tertawa terlalu keras karena akan mengganggu pasien lain.
.
Tepat pukul 10, setelah lelah bercakap-cakap, mereka bertiga meninggalkan ruangan itu untuk jalan-jalan keluar (masih dalam lingkungan rumah sakit tentunya). Len kini menaiki kursi roda yang dibeli menggunakan uang hasil patungan rekan sekelas. Teto lah yang mengusulkan ini. Semua teman sekelasnya sudah tau akan kejadian yang menimpanya.
.
Di kelas X-1, ada tiga orang yang mengalami insiden ini. Salah satunya adalah Len, mengalami lumpuh pada kaki. Lalu ada Megurine Luka, perusahaan keluarganya ikut dalam pendanaan proyek UniVR, jadi ia dapat dengan mudah mendapat kursi VIP dan mendapat VR device sendiri. Menurut kabar, ia mengalami amnesia ringan saat bangun dari koma.
.
Ah, Kirishima SeeU yang saat itu juga ada di lokasi dikabarkan tidak terikut insiden ini dikarenakan VRd miliknya dicuri saat dia membeli jajanan di luar stadium. Yah, dia menganggap bahwa ini semua merupakan pertolongan Tuhan karena jika VRd miliknya tidak hilang, mungkin saja saat ini dirinya sudah berakhir seperti Len dan Luka.
.
Hanya itu yang Len tahu, satu korban sisanya tidak begitu diketahui teman sekelasnya. Dari pendataan yang dilakukan, korban seharusnya juga ada di kelas Len. Namun sampai saat ini seisi kelas belum tahu siapa korban ketiga. Sampai saat itu, Len melihatnya sendiri. Ya, dialah korban UniVR ketiga dikelasnya. Kini ia berdiri didepan Len dan dua orang temannya sambil dituntun oleh seseorang berambut ungu dan mengenakan jaket bertudung kelinci.
.
.
.
DEG.
.
"Aria?"
.
Orang yang dimaksud masih bungkam, kelihatan sedang berpikir. Len menatapnya serius, namun dia membalasnya dengan tatapan kosong. Seakan-akan hanya sekedar melihat tanpa memikirkan tentang apa yang dilihatnya.
.
"Ummm, ya, ini aku. Kau siapa ya?"
"T-tidak mungkin kau juga hilang ingatan, kan? Ayolah, ini tidak lucu. Ini aku, Len!"
"Len-kun?"
"Eh? Nona Centina, siapa dia?" Tanya orang yang menuntun Aria.
"Centina? Bukannya Takanashi?" Heran Oliver.
.
Ya, semua yang terlibat pembicaraan ini sedang bingung.
.
.
.
Sigh, akan rumit menjelaskan ini semua. Iya kan?
.
.
.
To be Continued.
.
.
.
A/N~
Heeeee ini dia chapter 9~
Si Aria kenapa ya? Amnesia? Atau apa?
Yang baca chapter sebelumnya dengan cermat pasti tau dung..
Sekali lagi Miyu tekankan kalau pair utamanya belum tentu LenxAria yaaa cuma karena mereka sesama korban UniVR (Unac) atau sebelumnya duduk semeja.
Bisa jadi yang ngarep incest LenxRin terwujud atau mungkin malah LenxLuka (dia juga korban, ingat?).
.
(Yah, Miyu juga pro LenxMiku sih).
Let's see what happen after this chapter..
.
Stay tune aja yaaa, semoga kalian tidak bosan melihat dan tidak segan mereview..
Karena review kalian adalah semangat dan penghargaan untuk Miyu yang akan meningkatkan kualitas fict ini. Favs and review please..! °w°
.
Akhir kata, ja ne..!
