Pilot and Composer

.

.

.

.

.

.

.

Yoongi masih memandang Minah dan Minho dengan wajah sembabnya, begitu juga Jimin

"Eomma, tadi apa yang Jimin ahjusshi bilang benar?" tanya Minah sambil memeluk bonekanya. Yoongi berdiri dan menghampiri Minho juga Minah

"Minah, Minho kalian terbangun ya?" Kata Yoongi

"eomma jawab pertanyaan Minah" kata Minah lagi. Yoongi memandang Minah sedih

"Minah-ya, Minah salah dengar" kata Yoongi

"Aniya MInah tidak salah dengar" kata Minah. Yoongi menggeleng.

"aniya , Minah salah dengar, iya kan Minho-ya" kata Yoongi sambil memandang penuh harap pada Minho

"Ani, Minah tidak salah dengar" kata Minho. Yoongi mencelos. Biasanya Minho akan membelanya kan

"Eomma, eomma jawab hiks, Jimin ahjusshi appa Minah dan Minho oppa kan?" kata Minah. Yoongi terdiam

"Jimin ahjusshi, Jimin ahjusshi appa Minah dan Minho oppa kan?" tanya Minah sambil memandang Jimin. Jimin hanya memandang Minah sedih, melihat putrinya menangis.

"Bukan Minah, Jimin ahjusshi bukan appamu dan Minho" kata Yoongi

"tapi tadi kalian bilang seperti itu. ah ani Jimin ahjusshi bilang seperti itu" Kata Minah lagi sambil memandang Jimin

"Ani, Jimin ahjusshi salah bicara sayang. Jimin ahjusshi sudah menganggap Minah dan Minho sebagai anak Jimin ahjusshi" kata Yoongi

"Eomma bohong. Gotjimal. Jimin ahjusshi wajahnya mirip dengan Minho oppa" kata Minah. Yoongi memandang Minah sedih

"Karena, eum karena-" belum selesai Yoongi bicara , Jimin sudah menyelanya

"karena ahjusshi memang appa kandung kalian" kata Jimin. Yoongi terdiam, membeku dan tak mampu berbalik memandang Jimin dan juga twins. Jimin berjalan mendekati Minah, Minho dan juga Yoongi. Jimin menyamakan tinggi badannya dengan Minah dan Yoongi.

"Minah bilang, appa Minah dan Minho oppa seorang pilot kan? Nah, ahjusshi juga seorang pilot, lalu Minah juga bilang kalau wajah ahjusshi dan Minho oppa mirip kan? Tentu saja Minah-ya, karena ahjusshi appa kalian" kata Jimin. Jimin tersenyum sedih dan memandang Minah juga Minho dengan sedih.

"Hiks, jinjja? Benarkan? Minho oppa Minah benar kan, Jimin ahjusshi itu appa kita hiks hiks. appa" Kata Minah, Minah lalu segera melepaskan pegangan Yoongi dan memeluk Jimin. Yoongi menangis dalam diam. Air matanya turun tanpa bisa ia cegah. Minho hanya mengamati mereka

"Kenapa eomma berbohong?" kata Minho sambil menatap Yoongi. Yoongi memandang Minho sedih. Yoongi dapat melihat keekcewaan di mata Minho

"Minho-ya" kata Yoongi sedih

"Lalu, mengapa jika Jimin ahjusshi itu appa Minho dan Minah, mengapa tidak mengaku saja dari awal" kata Minho lagi. Dalam hati Jimin tersenyum dan benar benar mengakui bahwa Minho benar benar anaknyan dan Yoongi. Kata kata tajam Minho, pertanyaan kritis dan rasa ingin tahunya. Sedangkan Minah adalah sisi manja dari Yoongi dan dirinya sendiri.

"Minho-ya, mianhae, eomma minta maaf ya sayang, eomma tidak bermaksud membohongi kalian" kata Yoongi.

"Kenapa eomma benci dengan Jimin ahjusshi?" tanya Minho

"Minho-ya" kata Yoongi lirih

"Minho jangan menyalahkan Yoongi eomma, ini salah ahjusshi. Jangan marah dengan eomma ya" kata Jimin sambil menepuk nepuk kepala Minah yang sepertinya sudah tertidur. Minho memandang Jimin tajam

"ani, aku tidak marah dengan eomma" kata Minho

"Eomma jadi, Jimin ahjusshi benar benar appa?" kata Minho. Yoongi mendekati Minho dan memeluk Minho

"Iya sayang, Jimin ahjusshi appa kalian, maafkan eomma yang sudah berbohong sayang, maafkan eomma" kata Yoongi sambil menangis di pelukan Minho. Minho hanya menepuk nepuk kepala Yoongi, seperti yang Yoomgi lakukan kepada Minah dan juga padanya dulu

"ssstt eomma uljima, Minho tidak marah dengan eomma" kata Minho. Yoongi melepaskan pelukannya pada Minho. Minho tersenyum melihat Yoongi

"maafkan eomma Minho-ya" kata Yoongi. Minho mengangguk. Jimin tersenyum melihat percakapan Minho dan Yoongi. Jimin bersyukur setidaknya Minho tidak marah dengan Yoongi, dan Jimin berharap Minho juga tidak marah dengannya.

"Lebih baik kita tidur sekarang. Minah sudah tertidur daritadi" kata Jimin. Yoongi berdiri sambil menggendong Minho dan mengangguk. Lalu mereka naik ke atas untuk beristirahat.

.

.

.

.

.

.

.

Sudah beberapa hari ini Jimin menginap di rumah Yoongi sejak kejadian bahwa terkuaknya dia sebagai appa dari twins. Minah merengek bahwa Jimin harus tinggal dengan mereka. Jimin senang tentu saja, walaupun Minho masih memanggilnya sebagai ahjusshi. Tapi, Jimin merasa tidak enak dengan Yoongi. Yoongi pasti merasa tidak nyaman dengan adanya dia disana. Terkadang, saat selesai makan malam, Yoongi ada di kamarnya setelah selesai merapihkan peralatan makan. Sedangkan Jimin dan juga Twins ada di ruang tengah. Atau jika Jimin belum kembali, Yoongi akan ada di ruang tengah bersama anak anaknya, sedangkan saat Jimin kembali Yoongi akan mengurung diri di kamarnya. Beberapa hari ini juga Jimin tidur di kamar twins bersama Minah. sedangkan Yoongi tidur di kamarnya bersama Minho.

Malam ini, Yoongi sedang memakan makanannya di meja makan sendirian. Tadi ia tidak sempat makan karena pulang terlalu malam, dan juga Twins sudah makan di rumah eommanya. Jadilah dia makan sendirian disini. Setelah makan, Yoongi duduk di meja makan sambil melamun. cukup lama Yoongi melamun dan tanpa sadar, Jimin sudah duduk di hadapannya. Yoongi sedikit tersentak melihat Jimin.

"Ayo kita bicara Yoongi-ya" kata Jimin. Yoongi memandang Jimin sendu lalu mengangguk.

"Minho dan Minah sudah tahu semuanya, Yoongi-ya" kata Jimin sambil memegang tangan Yoongi. Yoongi kelihatan gelisah dengan sentuhan Jimin.

"Yoongi, menikahlah denganku" kata Jimin sambil mengeluarkan kotak cincin dan membukanya di hadapan Yoongi. Cincin lain yang Jimin beli. Yoongi menatap cincin di hadapannya sendu.

"Jimin, aku" Yoongi memandang Jimin sedih

"Aku mencintaimu Yoongi. Sangat mencintaimu." Kata Jimin sambil memandang Yoongi dan meggenggam tangan Yoongi.

"Menikahlah denganku Min Yoongi, ayo kita bangun rumah tangga bersama sama" kata Jimin. Jimin bangun dari duduknya dan bejalan ke samping Yoongi dan berlutut di hadapan Yoongi.

"Yoongi apa kau masih mencintaiku?" kata Jimin. Jimin meremas tangan Yoongi pelan

"Jimin, aku, aku maafkan aku Jimin hiks maafkan aku hiks" kata Yoongi. Jimin memeluk Yoongi dan mengusap kepala Yoongi. Yoongi menangis di dada Jimin.

"Ssssttt sudah sudah uljima sayang uljima" kata Jimin sambil menenangkan tangisan Yoongi

"Jimin hiks maaf hiks maafkan aku Jimin hiks maaf" kata Yoongi. Jimin tersenyum kecil dan menenangkan Yoongi. Jimin mencium lembut pucuk kepala Yoongi, menyesap wangi harum Yoongi yang sangat ia rindukan. Jimin mengusap kepala Yoongi lembut menenangkan Yoongi. JImin terus mengusap kepala Yoongi hingga isakkan Yoongi berhenti dan Yoongi tenang. Jimin mengintip sedikit ke arah Yoongi. Yoongi terpejam, nafasnya juga sudah teratur. Jimin tersenyum melihatnya. Jimin menunggu Yoongi pulas sebentar, lalu Jimin mengangkat tubuh Yoongi dan membawanya ke kamarnya.

.

.

.

.

.

.

Setelah hari Jimin melamar Yoongi untuk yang terakhir kalinya, hubungan Yoongi dan Jimin sudah membaik. Mereka bahkan tidur satu ranjang. Jimin memang masih tinggal sementara di rumah Yoongi. Jimin berharap Yoongi menjawab segera lamarannya. Tapi sampai sekarang Yoongi belum menjawabnya.

Sekarang Jimin sedang berada di cafe milik Jin, bersama Namjoon dan juga Jin

"Jadi kalian sudah berbaikan tapi Yoongi belum juga membahas masalah lamaranmu?" tanya Namjoon. Jimin mengangguk.

"Padahal hyung aku sebenarnya sudah membangun rumah sesuai keinginan Yoongi dulu" kata Jimin sambil menelusupkan wajahnya di tangannya.

"Wah, kau sudah memberi rumah impian Yoongi?" tanya Jin. Jimin mengangguk.

"Iya hyung. aku sudah membli rumah yang sesuai keinginan Yoongi. Tidak terlalu besar, punya halaman belakang dan halaman depan, kamar untuk anak anak, kamar untuk kami, kamar tamu, dan kamar bermain dan belajar anak anak, ruangan kerjaku dan studio untuk Yoongi" kata Jimin.

"kau sudah membuat semuanya?" tanya Namjoon. Jimin mengangguk.

"tentu saja hyung. Aku sudah membeli tanah untuk membangun rumah dari sejak lama, dan sejak aku tahu bahwa Minho dan Minah positif anakku, aku membangun rumah disana" kata Jimin. Namjoon dan Jin terpekur

"wow, kau hebat juga Jimin-ah" kata Namjoon. Jimin tersenyum mendengarnya

"tentu saja hyung. kau tidak tahu aku sudah mempersiapkan segalanya sejak lama" kata Jimin. Namjoon dan Jin mengangguk.

"jadi rumah itu hanya tinggal di tempati?" tanya Jin, sambil memandang ke belakang Jimin sejenak.

"Ani hyung, aku berencana ingin mengajak Yoongi dan twins untuk mendekorasi rumah kami nanti. Aku ingin Yoongi dan juga twins nyaman di rumah" kata Jimin sambil tersenyum senang

"ah ya hyung, nanti apabila Yoongi menerima lamaranku, jangan beri Yoongi banyak project ya hyung. Mungkin Yoongi ingin menghabiskan waktunya dengan twins lebih banyak. Ya tidak apa apa sih kau memberikan Yoongi banyak project tapi jangan setiap saat juga hyung. Yoongiku kan juga manusia dan butuh istirahat. Masa project Yoongi dan projectmu banyakan project Yoongi" kata Jimin pada Namjoon. Namjoon mengangguk

"Iya tuan park. tenang saja. Min yoongi juga adikku." kata Namjoon

"jadi, kalau Yoongi menerima lamaranmu bagaimana?" tanya Jin lagi

"Tentu saja kami akan menikah secepatnya hyung. ck. aku sudah membayangkan dari lama jika aku pulang di sambut oleh Yoongi dan juga anakku. dan saat tahu ada twins, aku semakin berharap kami cepat cepat menikah agar saat aku pulang, twins dan yoongi yang menyambutku" kata Jimin. Jin dan Namjoon mengangguk.

"Jiminie" panggil Yoongi dari belakang Jimin. Jimin menengok ke belakang.

"Yoongi" kata Jimin. Yoongi tersenyum sedikit.

"Kau sedang apa disini" Tanya jimin sambil menghampiri Yoongi

"aku ada janji dengan Namjoon hyung" kata Yoongi. Jimin mengangguk, dan membawa Yoongi duduk di tempatnya tadi duduk.

.

.

.

.

.

Setelah menunggu Yoongi menyelesaikan pekerjaannya dengan Namjoon, Jimin mengajak yoongi pulang bersama karena kebetulan hari itu Yoongi tidak membawa mobil, dan mereka akan menjemput Twins di rumah orangtua Yoongi.

"Jadi tadi kau sedang apa di tempat Jin hyung?" tanya Yoongi

"ah tadi, sebenarnya tadi aku makan siang di cafe milik Jin hyung, lalu aku bertemu dengan Namjoon hyung dan kami mengobrol, lalu kau datang" kata Jimin

"Kau tidak ada pekerjaan?" tanya Yoongi.

"ah, tidak. Besok aku harus meeting, jadi aku kembali lebih cepat karena akan membuat laporannya di rumah" kata Jimin. Yoongi mengangguk.

.

.

.

.

.

Yoongi keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Minho dan Minah sudah tidur di kamarnya dan Jimin juga sedang memeriksa laporannya. Yoongi mengeringkan rambutnya dan duduk di pinggir ranjangnya.

"jimin" panggilnya. Jimin menoleh menghadap Yoongi

"apa pekerjaanmu masih banyak" tanya Yoongi. Jimin menggeleng

"ani, sebentar lagi, ada apa?" tanya Jimin. Kali ini Jimin sambil melanjutkan pekerjaannya.

"Jimin aku ingin bicara sebenarnya" kata Yoongi sambil menunduk dan memainkan piyamanya. Jimin menengok ke arah Yoongi dan tersenyum

'aih. menggemaskan sekali sih Yoongi-ya' batin Jimin. Lalu Jimin melanjutkan pekerjaannya

"mau bicara apa Yoonggi-ya" kata Jimin. Yoongi memainkan piyamanya gelisah

"nanti saja mungkin saat pekerjaanmu sudah selesai, aatu besok" kata Yoongi. Jimin tersenyum dan mematikan laptopnya lalu menaruh laptopnya di meja di samping ranjangnya. Lalu Jimin mendekati Yoongi

"ada apa Yoongi-ya?" tanya Jimin. Yoongi menatap Jimin gugup.

"Jimin-ah, aku.. eumm.. aku" batah Yoongi. Jimin masih menunggu Yoongi sabar

"aku, aku, aku, aku menikah, aku, aku mau menikah denganmu Jimin" kata Yoongi, lalu Yoongi langsung menunduk memainkan piyamanya. Jimin tersenyum senang dan langsung memeluk Yoongi

"Gomawo baby, jeongmal gomawo, aku mencintaimu sayang" kata Jimin sambil memeluk Yoongi erat. Yoongi juga tersenyum di dalam pelukan Jimin.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jimin sudah gagah dengan tuxedo hitam di depan altar, di belakangnya ada Jungkook yang juga manis dengan tuxedo hitam. Jimin mengigit bibir bawahnya gugup.

"Hyung, jangan gugup begitu" ledek Jungkook

"sssttt... jangan begitu kookie" kata Taehyung memperingati kekasihnya dari bangku tamu. Jungkook hanya nyengir memperlihatkan gigi kelincinya.

"Pengantin sudah di depan" kata sebuah suara, dan semua orang langsung bersiap di depannya. Namjoon sudah duduk di kursi di depan piano. Memanikan mars pernikahan. Jimin memandang pintu yang terbuka, disana ada Yoongi dengan tuxedo putih, dan rambut Yoongi sudah di cat menjadi hitam yang kontras dengan tuxedonya dan juga dengan kulitnya yang putih pucat. Yoongi jalan berdampingan dengan ayahnya menuju Jimin. Saat sudah sampai di depan Jimin, Jimin segera menyambut tangan Yoongi dari ayahnya, dan mengangguk dan menjawab yakin pada ayah yoongi saat ayah Yoongi menyerahkan Yoongi dan berkata untuk menjaga Yoongi. Yoongi dan Jimin berdiri berdampingan dan mereka memulai proses pernikahannya. Setelah janji pernikahan terucap, Jimin diminta mencium Yoongi. Jimin memeluk pinggang Yoongi dengan perlahan, lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Yoongi dan mencium Yoongi, yang di sambut sorakan heboh Jungkook, Taehyung, Namjoon, Hoseok, Jiyong, Chanyeol dan juga para teman teman mereka.

"Eomma appaaaa" kata Minah menghampiri Jimin dan Yoongi, Jimin langsung melepas ciumannya ketika mendengar suara Minah. Jimin menggendong Minah ke dalam pelukannya begitu juga Yoongi yang menggendong Minho. Minhi memegang tangan Jimin. Jimin menoleh menatap Minho.

"Jimin appa," kata Minho, Jimin tersenyum senang bahkan sampai menangis. Lalu Jimin memeluk Minho dan juga Yoongi.

"Minho-ya gomawo sudah mau memanggil appa" kata Jimin sambil memeluk Yoongi dan juga twins.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

A/n: hallooooooo,, ini sudah episode terakhirnyaaa, gimana gimana? Minho anak baik kannn? Dia itu cuman jelmaannya Yoongi yang susah ngungkapin perasaannya hehe.

Maafin aku ya kalau endingnya ga sesuai sama yang kalian inginkan *Bow*

Tapi yang penting kan mereka bahagia kannn. Iya gak? Hehe

Gomawo buat semua yang udah review. Kalian jjang sekaliiii..

Ditunggu ya cerita berikutnya ^^

Gomawo ^^