Surrender To Love (REMAKE)
KaiSoo Version
.
.
Original Story by. R.K Tirta
.
.
Cast :
Jongin
Kyungsoo (GS)
Other Cast (Temukan sendiri ^^)
.
.
Genre :
Romance, Mature
.
.
Bab 12
.
.++
Jongin tertegun. Matanya bahkan seolah akan meninggalkan tempatnya. Seakan dirinya telah melihat sesosok penampakkan mahluk astral, bigfoot atau tanpa sadar Jongin sebenarnya telah merapal mantra bloody Mary, sehingga sosok itu kini berdiri di hadapan Jongin karena ia sendiri yang telah memanggil kedatangannya.
Belum sempat serangan jantung Jongin mereda. Sosok itu telah menghambur kedalam pelukkannya, menyergap Jongin dengan ciuman bertubi-tubi. Mendorong tubuh Jongin untuk masuk kembali, ke dalam ruang kondominum. Sementara tangan dan bibir wanita itu tak sedetik pun terlihat berencana meninggalkan tubuh berotot Jongin.
Bukan kebetulan, jika semua video hidup tersebut menjadi tontonan gratis, yang teramat menyakitkan bagi Kyungsoo. Membuatnya jatuh dan terduduk kembali di tempatnya.
"Jongin…" desisnya lirih. Memanggil, dan menggapai udara kosong, bersamaan dengan pintu yang kini tertutup bersama dua orang yang seketika menghilang dari hadapannya.
Kyungsoo masih menunggu dan berharap pria dibalik pintu tertutup itu mendengar, dan menyadari keberadaannya. Sia-sia. Kyungsoo hanya sanggup terdiam linglung pada peristiwa singkat yang terjadi cukup cepat itu.
Masih tak percaya. Kyungsoo bahkan perlu mencubit lengannya, untuk merasakan bahwa, kejadian tadi nyata, dan ia bukan tengah bermimpi.
Siapa? Mengapa? Betapa bodohnya kau Kyungsoo. Pertanyaan yang tak terjawab. Sesal yang tiada berguna. Semua itu seolah terus memantul, timbul dan tenggelam dibatas kesadaran yang dimilikinya. Sampai beberapa menit berikutnya. Kyungsoo masih saja termangu, duduk tegak tak berkedip dengan pandangan kosong. Kemudian tertatih menyeret langkahnya, menuju pintu lift yang tadi membawanya ketempat itu.
Kyungsoo bahkan masih mencium aroma wanita bergaun merah itu dengan jelas, yang menguar bersama udara di sekelilingnya. Bayangan dirinya yang memantul dari lempengan baja persegi bergerak itu, terlihat samar dan buram.
Entah kekuatan apa yang menggerakkan dirinya, untuk sampai ke dalam mobilnya dengan aman. Kemudian bersandar pada bantalan kepala empuk bergambar karakter Disney kesayangannya.
Satu persatu airmatanya luruh. Semakin deras, meleleh membentuk anak sungai di kedua pipinya. Kyungsoo mulai sesunggukan menahan isak, bahunya berguncang tak kuasa menahan kepedihan yang menimpa hati dan jiwanya.
Tiga puluh menit berlalu. Kepalanya kini menelungkup pada roda kemudi dalam keadaan tak mampu mengambil udara dari hidungnya, hidungnya tersumbat karena ingus yang ikut mengalir bersama air mata. Lelah, pening, matanya pun panas dan yang pasti akan terlihat bengkak mengerikan sampai esok pagi. Meraba jok kosong di sebelahnya, dimana tersimpan air mineral yang selalu ia bawa di dalam mobil, berikut aspirin di daskboard. Kyungsoo meneguk aspirin dan air mineral sebanyak-banyaknya.
Dan perlahan namun pasti perasaannya mulai berangsur tenang dan peningnya berangsur menghilang.
Mengendarai mobilnya dengan perlahan,ia bersiap meninggalkan tempat itu, menuju apartmen. Apartemen yang dibeli Jongin untuknya. Satu-satunya tempat yang ia punya untuk mengubur dirinya malam ini, walaupun mungkin untuk terakhir kali.
.
.
.++
Bangun dengan perasaan yang tidak lebih baik dari semalam. Tidurnya yang gelisah membawa beban masalah yang terus berputar-putar di tempurung kepalanya, yang masih saja berdenyut nyeri, efek menegak alkohol terlalu banyak.
Kangin mondar-mandir dengan wajah sedih dan juga gelisah menyiapkan sarapan untuknya. Seolah membawa beban dan rasa bersalah yang sedemikian banyak di pundak, namun takut untuk di akuinya.
Angannya melayang pada pertemuan dengan penelpon misterius tadi malam. Yang tak lain adalah, Krystal, wanita dari masa lalunya. Jongin mengira akan menemui sebuah intrik atau pemerasan, dari penelpon misterius, yang berjanji memberikan informasi tentang penghianat ALK. Siapa sangka ia akhirnya dibuat terkejut oleh kemunculan wanita itu.
Masih wanita yang sama yang bertahun-tahun lalu, tak pernah lelah mengejar-ngejar dirinya. Angan Jongin mulai mengembara, pada lembaran kisahnya di masa lalu.
Semuanya bermula ketika ayahnya masih hidup. Siwon tua dan Park Yoochun salah satu rekan bisnis sekaligus sahabat era perang Dunia ke- II.
Ikatan emosional yang terjalin diantara keduanya membuat dua pria tua itu begitu dekat layaknya dua bersaudara. Sampai pada keputusan aneh menjodohkan putra dan putri mereka. Jongin yang ketika itu masih belum lulus dari sekolah menengah dalam kondisi tak dapat menghindar pada keputusan keraskepala ayahnya.
Park Krystal gadis cantik dengan rambut hitam yang menurun dari Ibunya yang berdarah Asia. Jongin pernah mengira dirinya pada akhirnya mampu mencintai gadis pilihan orang tuanya itu. Pada kenyataannya Jongin mulai muak pada tingkah laku Krystal yang terus menempel padanya disegala kesempatan.
Satu-satunya hal yang masih menahan Jongin untuk tidak memutuskan pertunangan mereka di saat ayah Jongin meninggal adalah, obsesi Jongin untuk meraih keuntungan lebih besar dari kerjasama yang terjalin antara perusahaan milik keluarganya dan perusahaan raksasa milik Park Yoochun. Pada saat itu, Yoochun memiliki sebagian besar saham di perusahaan orangtua Jongin.
Jongin mungkin telah menukar jiwanya dengan iblis, demi mewujudkan semua impiannya. Tak kenal lelah, dan tanpa belas kasihan. Tak ada cinta, apalagi untuk wanita seperti Krystal. Dia hanyalah mesin pencetak uang, Jongin ingin menjadi lebih besar dari sekedar nama Kim Siwon ayahnya.
Berbekal ambisi, obsesi dan kecerdasan yanga dimilikinya, Jongin akhirnya mampu mengalahkan pesaing-pesaing terberatnya. Bahkan membeli seluruh saham Rustty di perusahaannya, pada detik-detik kebangkrutan calon mertuanya itu.
Beberapa tahun kemudian Yoochun meninggal dunia, ditengah penyakit tua, dan ginjal yang di deritanya. Sedangkan Krystal tanpa uang dibelakangnya, adalah perpaduan yang sangat tidak menarik hati Jongin, di tambah lagi sifat materealistis, dan harga dirinya yang terang-terangan telah ia gadaikan pada Jongin, demi terus bertahan disisi Jongin. Menampilkan dirinya sebagai calon istri ideal sang CEO, kendati berulang kali Jongin menolak bahkan menghinanya.
Itu sangat-sangat memuakkan!
Krystal terlalu takut kehilangan kemewahan dan gaya hidup highclass yang telah ia miliki semenjak dia dilahirkan. Krystal bahkan tau kebiasaan Jongin dengan wanita-wanita penghibur. Tapi bahkan hal itu tak mampu menyakiti hati Krystal. Sedangkan bagi Jongin, Krystal hanya bagian dari mereka, yang hanya menginginkan uangnya, dan tubuhnya sebagai bonus.
Pada suatu ketika Krystal menghilang dari London. Bahkan dari sumbernya yang terpercaya, wanita itu telah menjual semua aset milik orang tuanya yang tersisa. Kabar terakhir yang Jongin dapatkan dari wanita itu adalah, Krystal mengembalikan cincin pertunangan mereka di masa lalu, yang sampai terakhir kali mereka bertemu, masih tersemat di jari manis wanita itu.
Dan semalam setelah berdiri tanpa sehelai benangpun di tubuhnya, wanita itu kembali dengan aksinya, merayu Jongin dengan segala cara, Bermain-main dengan miliknya, dan demi menukar informasi penting itu Jongin berencana memuaskan hasrat Krystal. Pikirnya tak akan sulit, hasrat primitifnya akan dengan mudah membawanya melakukan itu.
Tapi, ternyata itu tidaklah mudah.
Bayangan kepedihan Kyungsoo melintas saat Jongin mulai menjilat payudara Krystal. Tak ingin membuang waktu Jongin ingin segera memasuki Krystal. Dan sial, wajah pedih Kyungsoo di hari terakhir ia meninggalkannya melintas di benaknya, bahkan jauh lebih nyata.
Jongin tersurut mundur. Termangu di antara celah paha Krystal yang terbuka, tampak berkilau, mengalir lembab oleh hasratnya terhadap Jongin. Tapi, entah mengapa itu tak lagi menarik baginya, dan perlahan miliknya menjadi layu.
Krystal kecewa namun akhirnya bersedia menyebut sebuah nama dan sedikit cerita yang ia dengar dari pasangan semalam yang ia jumpai di club exclusive.
Black!. Nama itu tak tercantum dalam database kantornya sebagai salah seorang karyawannya. Ciri-ciri yang Krystal maksud, hanya itu panduannya, dan pria tua yang menjadi sumber informasi utama Black.
Siapa pria tua yang ia maksudkan?
Beberapa saat kemudian. Jongin terbeliak, matanya terhenti pada bulat kepala berambut kelabu yang tengah menuang teh ke dalam cangkirnya, berikut gerak-geriknya yang tertangkap oleh Jongin tampak gelisah.
"Apakah kau penghianat itu Kang?" Tanya Jongin dalam dan tenang, namun, terdengar tajam bagai belati yang menghujam tepat ke jatung Kangin. Kangin mendongak terkejut. Ia tau belakangan ini Jongin sedang mengadapi masalah besar, masalah kebocoran data-data penting di perusahaannya, hanya saja ia benar-benar tak menyangka pria yang telah ia asuh semenjak kecil ini, akan melempar tuduhan itu kepadanya. "Atau kau telah berkerja sama dengan Sehun, dalam sebuah rencana busuk untuk menjatuhkanku". Tuduhnya, menghubung-hubungkan.
Jongin tau Kangin sangat menyayangi Sehun. Bukan tak mungkin mereka berdua bersekongkol. Dan sepertinya Sehun pernah mengatakan sebuah kalimat yang membuatnya patut curiga, tapi apakah mereka berdua setega itu? Jongin sebenarnya ragu.
"Saya berharap begitu, jika hal itu mampu menyelesaikan semua masalah yang sedang menimpa dirimu my Lord. Sayangnya harta tak lagi berguna untuk pria tua yang tengah menghitung waktu untuk ajalnya". Ucapnya pedih, namun tetap mengulum senyum arif, penuh kasih, di wajah rentanya.
"Lalu mengapa kau terlihat gelisah sepanjang pagi ini?" Jongin mulai terdengar melunak, memang tak cukup alasan baginya melayangkan tuduhan itu kepada Kangin, yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya. Tapi dalam situasi seperti ini, siapa saja, bisa saja musuh di dalam selimut baginya.
Meletakkan teko dengan tangannya yang sedikit gemetar. Kangin menyampaikan perasaannya.
"Ini tentang Nona Kyungsoo."
"Kyungsoo? Tanya Jongin mengernyit tak mengerti.
"Ya, my Lord. Nona Kyungsoo datang kemari semalam, terlihat kacau dan juga sedih." Jelas Kangin prihatin. "Bahkan nyaris meninggalkan cincinnya, di meja baca di Perpustakaan. Sepertinya ia sedikit kehilangan minat dan konsentrasinya." Jongin semakin bingung, menunggu Kangin menyelesaikan kalimat penjelasannya. "Dan kalimat terakhirnya terdengar kurang bersemangat my Lord, seolah dia tak akan kemari lagi untuk waktu yang lama"
Nyalang mata Jongin menatap dinding kosong di hadapannya. Mencerna semua kalimat yang di ucapkan pria tua itu. "Apa lagi yang di katakannya?"
"Tidak ada my Lord. Maaf itu hanya kesimpulan saya saja, maaf jika saya salah mengartikannya" Kangin menarik langkah kakinya mundur, meninggalkan Jongin yang lagi-lagi tampak termenung.
Selain karena ia begitu fokus untuk segera membogkar kasusnya. Jongin memang sengaja tak menghubungi Kyungsoo selama dua hari ini. Ia ingin wanita itu memiliki ruang untuk berpikir tentang apa yang di tawarkannya. Bukan berarti Jongin ingin mengakhiri hubungan itu, tapi, tidak pula ingin mengabulkan permintaan Kyungsoo. Soal menjalin sebuah ikatan yang 'lebih' seperti yang Kyungsoo inginkan.
Apa yang ada di antara mereka selama ini, menurutnya, sudah lebih dari cukup. Mereka masih bisa terus bersama sampai keduanya merasa bosan. Tanpa harus saling terikat, apalagi berkomitmen. Satu hal yang teramat tak cocok untuk Jongin.
Apa yang ada di antara dia dan Kyungsoo mungkin sedikit...
Harus Jongin akui, mungkin istimewa. Terbukti Jongin bahkan tak menginginkan wanita lain selain Kyungsoo. Bahkan kejadian semalam merupakan bukti bahwa kehadiran Kyungsoo sangat mempengaruhi dirinya.
Meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Menekan dial satu, untuk terhubung dengan nomor Kyungsoo.
Bahkan sejauh itu. Pikirnya lagi. Tanpa sadar nomor Kyungsoo menjadi nomor penting yang ia simpan di dalam memori ponselnya. Apakah memang sedemikian penting arti wanita itu untuknya? Entahlah!
Terhubung pada kotak suara.
Kyungsoo tak pernah melakukan ini, bahkan dalam keadaan tidur ponselnya selalu aktif. Kyungsoo memiliki kebiasaan membawa baterai cadangan untuk ponselnya. Lalu kemana gadis itu di pagi seperti ini, bukankah seharusnya ia sedang bersiap-siap berangkat tak tenang menyergap masuk ke dalam hati Jongin tanpa dapat Ia hindari.
.
.
.++
Apartmen itu terasa sunyi dan senyap. Ketika pertama kali kaki Jongin melangkah membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa. Kamar juga kosong, bahkan terlihat rapi, seperti tak seorangpun pernah tinggal di sana.
"Kyungsoo?" panggilnya. Hening tak ada jawaban.
Memeriksa kamar mandi dan dapur, bahkan balkon yang sudah jelas-jelas terkunci dari dalam. Jongin perlu meyakinkan dirinya jika memang tak ada siapapun di dalam apartmen itu.
Apakah Kyungsoo pergi ke kantor pagi-pagi sekali?
Membuka lemari pakaian, dan mendapati sebagian besar gaun masih tergantung di tempatnya semula. Tapi, tunggu! Sepertinya yang tersisa hanya pakaian, tas dan juga sepatu yang Jongin beli untuk Kyungsoo.
Penasaran pada temuan ganjil itu, Jongin membuka salah satu laci tempat Kyungsoo menyimpan benda berharga.
Biasanya laci itu selalu terkunci, lalu mengapa sekarang kuncinya tampak menggantung di lubangnya. Semua benda berharga pemberian Jongin memang berada di sana, tersusun rapi di dalam kotak beludru besar, dan perhiasan Kyungsoo sendiri yang jumlahnya tak terlalu banyak tak ada di antara itu.
Membuka Lemari besar tempat Kyungsoo menyimpan Tas dan koper, Jongin mulai yakin jika Kyungsoo benar-benar pergi meninggalkan tempat itu, dengan membawa barang-barangnya sendiri. Mendadak pening menyerang kepalanya lagi.
Menyeret kakinya mencari tempat untuk duduk dan bersandar. Untuk beberapa lama Jongin hanya terpekur menekuni lantai, memandang kosong permadani merah di bawahnya.
Kemana wanita itu pergi? Apakah Kyungsoo benar-benar telah meninggalkannya?
Dua pertanyaan itu membutuhkan jawaban segera, jika tidak. Ia akan menjadi gila karena terus memikirkannya.
.
.
.++
Kehilangan Kyungsoo memposisikan dirinya pada titik nadir dalam kehidupannya. Jongin bahkan tak mampu tertawa puas, setelah kasus penghianat pembocor data perusahaannya terbongkar. Mr. Black sesuai ciri-ciri yang di sebutkan Krystal adalah Kim Taemin, putra Lee Soo Man yang ternyata selama ini menggunakan nama gadis Ibunya, di belakang namanya.
Kim Taemin a.k.a Lee Taemin a.k.a Mr. Black.
Soo Man adalah mantan Manager Keuangan ayahnya, di masa lampau, namun, terpaksa Jongin berhentikan dengan tidak hormat, karena terbukti melakukan penggelapan dana kesejahteraan buruh.
Jongin bahkan tak mengetahui jika salah satu putra Soo Man bekerja di perusahaannya. Menempati salah satu posisi staf bidang IT, yang tentunya sangat paham, dan juga memiliki sedikit kewenangan dalam mengakses komputer perusahaan.
Setelah bertahun-tahun, akhirnya Taemin berhasil menembus piranti yang terhubung langsung ke data base komputer Jongin. Jongin benar-benar tak menyangka. Pria itu terlihat pendiam, walaupun sebenarnya cerdas. Tidak menonjol, dan jarang terlihat membaur. Jenjang kariernya pun cenderung lambat.
Ternyata Taemin hanya sedang menunggu waktu, untuk membalaskan dendam ayahnya, merugikan ALK, terutama pada Jongin pribadi.
Jongin menyerahkan semua urusan itu pada pihak berwenang. Dan tidak menuntut secara berlebihan. Ia hanya ingin masalah itu segera berakhir. Bagaimanapun, Soo Man pernah berjasa, mengabdikan hidupnya selama lebih dari dua puluh lima tahun bekerja bersama ayahnya dan juga Jongin.
Selain itu, ada yang jauh lebih penting untuknya saat ini. Menelusuri keberadaan Kyungsoo.
Bagaimana tidak, setelah pagi itu, Ia mulai mengerahkan orang-orangnya untuk menelusuri keberadaan Kyungsoo kesegala penjuru kota. Kantornya, bahkan rumah Luhan, Namun Kyungsoo seolah hilang ditelan bumi.
Kehilangan Kyungsoo benar-benar membuatnya nyaris gila. Kehilangan minat terhadap apapun. Andai saja ia tak menanggung beban dan tanggung jawab dalam bisnisnya, ingin rasanya Jongin melakukan sendiri pencariannya. Hanya menunggu kabar dari orang-orangnya di lapangan, yang masih saja tak membuahkan hasil di dua minggu Kyungsoo menghilang. Yang tersisa hanya kemurkaan di jiwa Jongin. Sedikit kesalahan bisa berakibat fatal bagi orang-orang disekelilingnya. Jongin kembali menjadi sangat emosional belakangan ini.
Langkahnya gontai menapaki lantai Apartmen Kyungsoo. Tempat yang paling dibencinya saat ini, dimana seluruh dinding seakan menghakiminya, tapi, hanya disana lah ia dapat mengais sisa-sisa kenangan bersama wanita itu.
Berdiri limbung di tengah kamar. Disini lah titik balik segala peristiwa terangkum dengan jelas, tercipta dalam bayangan-bayangan hidup yang seolah sengaja diputar untuknya bagaikan sebuah video berdurasi panjang.
Kyungsoo yang terbaring di tempat tidur, matanya sayu memandang ke arah Jongin. Tersenyum menggoda memancarkan gairah. Jongin menutup mata, menghalau bayangan itu, namun tawa, desah dan rintihan Kyungsoo terdengar begitu nyata di telinganya.
Mereguk lagi botol minuman keras di tangannya, membiarkan cairan menyengat membakar dada dan tenggorokannya. Terhuyung Jongin menyentuh apa saja yang ada disana, segala yang pernah Kyungsoo sentuh, membuka lemari dimana seluruh gaun pemberian Jongin dia tinggalkan. Begitu pula benda-benda lainnya.
Kyungsoo adalah satu-satunya wanita yang tak menginginkan harta miliknya, dia berbeda dari semua wanita yang pernah ia temui.
Terbayang segala perdebatan dengannya, setiap penolakakan Kyungsoo terhadap pemberiannya. Jongin ingin memiliki gadis istimewa itu dalam hidupnya. Mungkin tak akan cukup untuk sesaat.
Ya! Hanya itu yang Jongin inginkan. Apakah itu yang di namakan cinta? Peperangan di dalam batinnya terus bergejolak. Jika Cinta adalah di mana hanya ada Kyungsoo di dalamnya. Mungkin Ia tak perlu takut untuk memilikinya.
Tiga puluh delapan tahun Jongin! Sangat terlambat untuk menyadari bahwa cinta bisa di miliki oleh siapapun, tak terkecuali kedua orangtua-mu. Mereka pasti pernah memiliki hal itu, walaupun mungkin, mereka bukan contoh yang baik untuk kehidupan penuh kasih dan cinta di dalam sebuah keluarga. Ya! tak ada yang patut ia takutkan tentang hidup dan cinta.
Ia tak cukup memiliki kasih sayang dan pelukan dari kedua orangtuanya, mereka adalah sepasang mesin pencari uang, yang mengikatkan diri di dalam sebuah mahligai bernama rumahtangga.
Pertengkaran demi pertengkaran kerap kali Jongin dengar. Sepertinya kedua orang tersebut telah merasa terjebak pada keadaan dimana mereka sebenarnya menyesal telah menghadirkan dua nyawa tak berdosa ke muka bumi ini. Sementara bisnis telah menyita sebagian waktu mereka.
Tak ada yang ingin mengalah, apalagi mengorbankan ambisi mereka, demi mendampingi kedua buah hati mereka untuk tumbuh sebagai anak-anak yang penuh kasih seperti harapan Jongin ketika kecil.
Jongin membenci keadaannya pada saat kecil, karena hanya ada kemewahan dan pengurus rumah tangga yang menemani hari-harinya. Lalu mengapa dia justru mengarah pada hal itu pula, terobsesi pada harta dan kuasa.
Apakah butuh tiga puluh delapan tahun untuk menyadari semua ini? Seorang Kyungsoo untuk mencairkan kebekuan hati, mengkloning otak di tempurung kepala batunya.
Kenyataan itu menyadarkannya, betapa dia telah berbuat bodoh selama ini, dia menyia-nyiakan apa yang selalu Kyungsoo coba tunjuk dan tawarkan kepadanya. Yaitu cinta.
Cinta Kyungsoo yang tulus kepadanya.
.
.
.++
TBC
.
BALASAN REVIEW :
baekhee2811 : Hahhah terima kasih,, ini memang pendek Kok Chapternya.. Dan aku sengaja untuk Chapter2 akhir gak aku double apdet karena ya, kurang seru nantinya xiixix :D
wulankai500 : Wah sudah jelas nih ya di Chapter ini :D
Ayys : Aselinya emang pendek kok hehe :D sabar ya
Rizk Cloud9 : :D
TulangRusuknyaDyo : maaf ya,, aselinya gitu lho sungguh! :D aduh emang sengaja ga double apdet pas akhir-akhir gini hehe :D
KyungSooKim : Hahha,, ini emang pendek2 banget perbabnya ,, jangan salahkan aku ya iiicic :D
KyungsoOwl : Syudah syudah heheh :D
Ixzivia : Dia kan ngikutin pas baru pulang dari rumah Jongin :D hahah maaf ya tidak double apdet,,
Byun soo byung : Syudah ya:D
channiemolly : Sudah suda sudah :D
rufexo : Hahahha aiya kah :D maaf deh,, soalnya aku ga mau rubah banyak-banyak versi aselinya karena mau hargai penulis aselinya jadinya aku cuma rumah nama aja sih sama rapiin aja :D
kyungie : hahaha bener tuh
sushimakipark : Maafkan ya buat Typo cause aku tidak edit lagi hehe
Lovesoo : sayangnya sudah ketahuan wkkkw
luv110412 : Hhhaa jawabannya adalah kakak Krystal xiixi:D
inchan88 : Syudah kejawab ya :D
Optimus : Hahahha bener tuh, akhirnya wkkwkw
kim pratama1108 : aku juga Hater tapi aku juga Love,, duh gimana ini hehe :D
GOSH19 : No no no,, heh :D
Ju : hahahha syudah next lho ya :D
.
.
PLEASE REVIEW :D
NESYARERA
